Chapter: 142. Akhirnya, Undangan PermaisuriCecilie mengernyit. Ia tidak mengerti maksud ucapan Evander. Seolah-olah ada hal yang disembunyikan Evander darinya, dan itu membuatnya ingin tahu.Namun sebelum sempat bertanya apa maksudnya, Evander sudah kembali membuka dokumen di pangkuannya.Tatapannya melekat pada kertas-kertas itu, seolah tak ada lagi yang lebih penting. Sementara Cecilie yang sangat lelah akhirnya tidak bisa lagi menahan kantuk dan memejamkan mata.Kereta terus melaju menuju ibu kota. Beberapa jam kemudian, ketika sebuah tangan menyentuh bahunya dengan lembut, Cecilie membuka matanya. Ia mendapati bahwa kereta kuda mereka telah berhenti dan Evander sedang menatapnya. Dari jendela, ia melihat pekarangan Silven Mansion.Ia menegakkan tubuhnya.“Oh, kita sudah sampai,” gumamnya agak malu. “Apakah saya tidur sepulas itu?”Lalu tiba-tiba ia merasakan sesuatu di belakang lehernya dan meraihnya. Sebuah mantel yang digulung seperti bantal.Itu adalah mantel Evander. Suaminya rupanya telah melepasnya dan mengubahnya
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: 141. Peringatan dari Grand DukeSeperti yang sudah ia duga. Entah bagaimana Evander tahu bahwa Sylas mengajaknya bicara di koridor itu. Para ksatrianya mungkin melapor. Evander hanya menunda pertanyaannya sampai mereka sudah dalam perjalanan pulang. Cecilie tersenyum. “Putra Mahkota tidak mengganggu saya,” sahutnya. “Sebaliknya, dia meminta bantuan saya.” Sekarang tatapan Evander beralih dari dokumennya ke wajah Cecilie. “Bantuan apa?” “Propaganda,” jawab Cecilie. Ia jadi teringat lagi wajah Sylas yang melunak penuh bujukan saat menatapnya. Pria itu belum berubah, hanya bersikap baik jika sedang ada maunya. “Putra Mahkota meminta saya bicara pada orang-orang bahwa Putri Floria benar-benar tidak terlibat dalam kejahatan pelayannya. Dan bahwa hubungan kami berdua baik-baik saja.” Sebelas alis Evander terangkat sedetik. Namun ia tidak berkata apa pun. Dan Cecilie tahu suaminya menunggu ia melanjutkan. “Dan saya menolak.” Cecilie menoleh ke jendela sejenak, menatap padang yang dilewati kereta mereka. Titik
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: 140. Apakah Dia Mengganggumu?Jika Evander mendengar Sylas mencegatnya di koridor sore tadi, sepertinya ia memilih tidak membahasnya atau menunda untuk membicarakannya. Ia pulang ke kamar larut malam. Cecilie bahkan tidak mendengar ia masuk karena ketiduran saat menunggunya pulang. Mereka baru bertemu di pagi hari, dan bahkan kali itu Evander tidak repot-repot berpura-pura tidur di sebelahnya saat Victor masuk.Evander sudah berpakaian lengkap pagi-pagi sekali dan sudah memerintahkan semua kereta dan kuda Silveron diperiksa kelayakannya sebelum mereka pulang ke ibu kota.Semua pelayan sibuk berkemas, termasuk Greta dan Rakhel. Mereka melipat gaun-gaun Cecilie dengan hati-hati ke dalam peti pakaian dan memberinya tanda sebagai barang pribadi Grand Duchess.Di pekarangan kastel, para pelayan memuat barang-barang bawaan majikan mereka ke kereta masing-masing. Yang telah siap lebih dulu adalah kereta-kereta rombongan istana.Ketika Kaisar muncul di beranda utama Kastel Greymont, seluruh halaman depan yang sejak tadi
Terakhir Diperbarui: 2026-07-30
Chapter: 139. Bujukan SylasSylas memandangnya cukup lama. Lalu menghela napas. "Aku mengenalmu, Cecilie." Kalimat pembuka itu terdengar begitu pelan. "Selama bertahun-tahun aku tahu kau adalah wanita yang lembut." Ia berhenti sejenak. "Dan baik hati." Cecilie tidak menjawab. "Aku ingin meminta bantuanmu." Baru kali itu wajah Cecilie menunjukkan sedikit perubahan. Sylas… meminta bantuan? "Floria tidak bersalah." Nada suara Putra Mahkota terdengar begitu lugas. "Pelayan itu bertindak atas kemauannya sendiri." Cecilie mengangguk. "Aku tahu,” ujarnya. “Aku juga tidak pernah menuduh Putri Floria.” Namun Sylas masih belum selesai. Ia menatap Cecilie dengan sepasang mata birunya. Mata itu biasanya menatap dingin seperti pantulan es, tetapi kini tampak penuh perhatian. "Tetapi rumor tidak bekerja seperti itu." Ia menarik napas panjang. "Dalam beberapa hari ke depan akan muncul berbagai cerita. Orang-orang akan menghubungkan tindakan Liese dengan Floria. Mereka akan menganggap adikku berada di balik semua
Terakhir Diperbarui: 2026-07-30
Chapter: 138. Putra Mahkota Ingin BicaraAngin musim panas berembus lembut melintasi padang rumput Greymont, membawa aroma rumput liar. Cecilie membiarkan Hera berjalan santai. Karena duduk menyamping dengan gaun siang yang lebar, ia memang tidak bisa membiarkan kudanya berlari terlalu cepat. Di sampingnya, Evander membiarkan Pegasus menyesuaikan langkah dengan Hera tanpa mengatakan apa pun. Setiap kali Pegasus hendak mendahului Hera, Evander hanya menarik tali kekangnya sedikit. Kuda hitam itu langsung melambat. Tak lama kemudian mereka kembali sejajar. Cecilie tertawa kecil melihatnya. "Kasihan Pegasus," gumamnya. "Dia pasti merasa Anda menghukumnya karena harus berjalan sepelan ini." Evander melirik Pegasus sekilas. "Dia sudah terbiasa menyesuaikan diri." Lalu kembali hening. Anehnya, keheningan di antara mereka kali ini tidak terasa canggung. Yang terdengar hanya desir angin yang menyapu padang rumput, gesekan dedaunan, dan derap langkah kedua kuda yang berjalan berdampingan. Setelah beberapa saat
Terakhir Diperbarui: 2026-07-30
Chapter: 137. Aku TahuEvander tidak segera menjawab. Ia meraih tangan Cecilie, menyelipkannya kembali ke lengannya, lalu mengajaknya melanjutkan langkah menuju kandang Hera dan Pegasus. “Karena…” ujarnya sambil berjalan. “Aku datang untuk urusan pekerjaan, tak ada sangkut pautnya dengan keluarga. Setelah urusan selesai, aku langsung pulang.” Evander mengatakannya dengan tenang, seolah kunjungannya ke Argenton bukan sesuatu yang pantas dipermasalahkan. Mereka sudah tiba di kandang kuda. Dari dalam istal terdengar ringkik kuda yang dikenalnya. Suara Hera. Sejenak Cecilie melupakan keingintahuannya. Namun bukan berarti ia tidak menyimpan fakta bahwa Evander pernah datang ke Argenton. Sementara itu, seorang pengurus istal menghampiri mereka. Pakaiannya rapi dan bersih, bukan seperti para pekerja lain yang sedang bekerja di luar. Cecilie langsung tahu bahwa ia bukan pelayan. Pria itu membungkuk kepada mereka. “Selamat sore, Yang Mulia. Apa ada yang bisa saya bantu?” “Grand Duchess, ini Jomyr,” uj
Terakhir Diperbarui: 2026-07-29
Chapter: Bantuan dari Sir WeltonArea yang ditempati para pengawal bangsawan berada di sisi barat kompleks Biara Dunholm. Bangunannya sederhana. Tidak semewah wisma tamu tempat para lady menginap, tetapi cukup nyaman bagi para prajurit yang bertugas mengawal rombongan. Beberapa pengawal sedang memeriksa tali kekang kuda. Yang lain mengasah pedang atau memperbaiki perlengkapan perjalanan. Begitu melihat Alize datang bersama Greta, mereka serempak berdiri dan membungkuk hormat. “Yang Mulia.” Alize membalas anggukan mereka. “Apakah Sir Welton ada?” “Saya di sini, Yang Mulia.” Welton baru saja keluar dari salah satu bangunan sambil mengenakan mantel perjalanannya. Begitu melihat Alize, ekspresinya langsung berubah serius. “Apakah terjadi sesuatu?” Alize menoleh kepada Greta. “Bisakah kau menunggu di sana sebentar?” Greta mengangguk dengan patuh. “Tentu, Yang Mulia.” Greta mengerti dari nada suara majikannya bahwa pembicaraan ini tidak ingin didengar banyak orang. Setelah Greta menjauh bebera
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: Etiket TersembunyiFran tampak semakin bingung.“Aku... tidak tahu.”Alize tidak mengalihkan pandangannya.“Setidaknya menurutku, kau pernah hidup di lingkungan bangsawan.”Ia menambahkan dengan suara pelan,“Atau... kau pernah mendapatkan pelatihan untuk melayani seorang bangsawan.”Fran terdiam.Untuk pertama kalinya sejak mereka duduk semeja...ekspresi di wajahnya berubah. Keningnya berkerut pelan, seolah sedang berusaha mencari sesuatu di dalam kepalanya yang kosong.“Aku...” bisiknya lirih. “Aku tidak mengerti apa yang Yang Mulia katakan.”Tatapannya turun ke piring di depannya.“Aku hanya... makan.”Ia mengangkat wajah lagi dengan kebingungan yang begitu tulus.“Aku bahkan tidak tahu apa itu etiket.”Jawaban itu membuat perasaan Alize terasa campur aduk.Ia tidak melihat kebohongan sedikit pun di mata wanita itu.Fran benar-benar tidak tahu. Atau... lebih tepatnya, ia sudah tidak mengingatnya lagi.Keheningan singkat menyelimuti meja mereka.Lalu, tanpa diduga, Fran menoleh ke a
Terakhir Diperbarui: 2026-07-30
Chapter: Dari Mana Kau Belajar?Alize mengangkat kepala. “Boleh?” Ia teringat mata sayu wanita itu. Mata yang sama dengan mata Mirelle, sekaligus berbeda. Mungkin jika bisa bercakap-cakap dengan Fran, ia bisa mengorek sesuatu tentang identitasnya. Deirdre mengangguk. “Tentu saja boleh,” sahutnya. “Fran sebenarnya cukup senang diajak mengobrol.” Deirdre tersenyum kecil. “Pada siang hari, dia jauh lebih tenang.. Dia sering gelisah pada malam hari.” Tatapan Deirdre berubah sendu. “Entah mimpi apa yang menghantuinya. Hampir setiap malam setelah terbangun karena igauannya, dia menangis.” “Apa dia pernah menceritakan mimpinya?” tanya Alize. Saudari Deirdre menggeleng. “Tidak,” sahutnya. “Dia sendiri tampaknya tidak mengingatnya ketika bangun.” Saat itulah terdengar dentang lonceng dari kejauhan. Tang... Tang... Tang... Deirdre tersenyum. “Waktunya makan siang.” Ia memandang Alize. “Kalau Yang Mulia berkenan... mengapa tidak makan bersama kami saja?” tawarnya. “Pasien-pasien yang masih
Terakhir Diperbarui: 2026-07-29
Chapter: Kau Membohongiku Rahib muda yang berjaga di depan klinik segera membungkuk hormat ketika melihat Alize datang. “Yang Mulia Duchess.” Alize mengangguk pelan. “Aku ingin bertemu dengan Saudari Deirdre.” “Tentu, Yang Mulia. Silakan menunggu sebentar.” Rahib itu segera menghilang ke dalam bangunan batu yang sederhana namun tertata rapi. Dari pintu yang terbuka, Alize mencium aroma khas ramuan obat yang menguar dari dalam. Bau daun-daunan kering, madu, dan tanaman herbal memenuhi udara. Tak lama kemudian, seorang rahib wanita keluar menyambut mereka. Usianya sekitar lima puluh tahun. Kerudung putih menutupi rambutnya dengan rapi, sementara senyum lembut langsung menghiasi wajahnya begitu melihat Alize. “Anda pasti Duchess de Mably.” Alize membalas senyumnya. “Saudari Deirdre?” “Benar.” Rahib wanita itu membungkuk hormat. “Rahib Agung Gregor sudah memberitahu kami bahwa Yang Mulia sedang menjalankan tugas sebagai Wakil Raja.” Alize mengangguk. “Saya berharap kedatangan saya tidak
Terakhir Diperbarui: 2026-07-29
Chapter: Apakah Kau Mirelle?Nama itu keluar begitu saja dari bibir Alize. Wanita di hadapannya hanya menatapnya. Tidak ada perubahan berarti pada wajahnya. Tidak ada pengenalan. Bahkan tidak ada keterkejutan seperti yang seharusnya muncul ketika seseorang mendengar namanya sendiri setelah sekian lama menghilang. Yang ada hanya tatapan kosong. Alize merasakan sesuatu yang dingin merambat perlahan di sepanjang punggungnya. “Mirelle?” ulangnya lebih pelan. “Ini kau, bukan?” Wanita itu berkedip. Kemudian kepalanya sedikit miring. “Siapa... Mirelle?” Alize membeku. Greta yang berdiri di belakangnya langsung menahan napas. Tidak. Alize mengamati wanita itu lebih saksama. Sekarang ia bisa melihatnya dengan jelas. Tubuh wanita itu jauh lebih kurus daripada yang Alize ingat. Tulang pipinya menonjol, wajahnya pucat, dan rambut panjangnya jatuh berantakan di sekitar bahu. Bahkan cara berdirinya terasa aneh—sedikit goyah, seolah tubuhnya belum sepenuhnya terbiasa menopang dirinya sendir
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: Siapa Kau?Greta membeku.Matanya melebar seolah baru saja mendengar sesuatu yang sama sekali tidak masuk akal.“Mirelle?”Alize mengangguk pelan.“Sepertinya begitu.”Greta mengerutkan kening. Raut wajahnya tampak bingung. “Tapi... tidak mungkin, Yang Mulia.” Ia melangkah sedikit lebih dekat. “Apa yang akan dilakukan Mirelle di tempat seperti ini?”Alize tidak langsung menjawab. Justru pertanyaan itu yang sejak tadi berputar-putar di benaknya.Apa yang dilakukan Mirelle di Dunholm?Namun memang pertanyaan itu yang sejak awal membawanya kemari. Secarik kertas yang ditinggalkan Cedric. Kertas yang hendak dibakar.Dan nama Dunholm yang tersisa di sana.Sejak saat itu, Alize telah memiliki dugaan yang tidak pernah berani ia ucapkan keras-keras.Seseorang menyembunyikan Mirelle di Biara Dunholm. Mungkin karena Mirelle mengetahui sesuatu. Mungkin karena seseorang ingin memastikan ia tidak ditemukan.Atau mungkin karena alasan yang jauh lebih buruk.Alize mengepalkan jemarinya di atas
Terakhir Diperbarui: 2026-07-27