Chapter: Kekuasaan Keluarga WicaksonoDi hadapan anak buahnya, Albert benar-benar menjadi bulan-bulanan Elsa.Selain cantik, ternyata Elsa juga ahli dalam beladiri, dia menghajar Albert dengan tinjuan dan tendang bahkan menggunakan teknik kuncian yang hampir mematahkan tulang lehernya Albert."Aa...aaa.... ampun! Nyonya muda Elsa, tolong ampuni akuu!" Albert memohon, wajahnya meringis kesakitan.WUGHHH!!!Elsa melepas kedua lengannya yang sedang memiting lehernya Albert sambil menendangnya, Albert tersungkur ke depan.Anggota kelompok gangster Taring Emas tidak ada yang berani membantu ketua mereka ketika di hajar habis-habisan oleh Elsa.Albert memang menjabat sebagai ketua kelompok gangster Taring Emas, namun Elsa memiliki jabatan yang lebih tinggi dari sekedar ketua gengster.Setelah puas menghajar Albert, Elsa pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun, Elsa berjalan dengan buru-buru namun tetap terlihat anggun, bibirnya tersenyum puas.Sementara itu di kedai Bakmi Paman Mak, Raga dan Harry masih duduk di dal
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: Telepon Mendadak Dari Sang Nyonya BesarHati Elsa langsung merasa senang, wajahnya tersenyum bahagia karena sosok laki-laki yang dia tunggu sudah muncul dalam keadaan baik-baik saja."Kamu tidak kenapa-napa kan, Raga?" Paman Mak melepaskan pelukannya, mengecek kondisinya Raga."Aku baik-baik saja, paman." Jawab Raga kembali menyeringai."Tapi kenapa di wajahmu terdapat banyak luka memar?" Tanya Paman Mak memperhatikan wajahnya Raga."Ini hanya luka biasa, tentu tidak ada artinya bagiku." Ujar Raga."Ya sudah kalau begitu cepat duduk, paman akan membuatkan Bakmi spesial untukmu dan juga temanmu ini." Ucap Paman Mak sambil memegang pundaknya Raga."Iya paman, terimakasih." Balas Raga.Raga dan Harry duduk di sebuah bangku yang berada di belakang Elsa.Elsa yang memakai topi langsung menundukkan wajahnya supaya tidak diketahui oleh Raga dan Harry.Tatapan Harry sedikit curiga terhadap sosok perempuan yang dia lewati, namun Harry tidak berani untuk membicarakannya kepada Raga."Hari ini aku sangat berbahagia, jadi silahkan maka
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: Kerinduan Pemilik Kedai BakmiSebuah pemandangan yang sangat mengagumkan penuh dengan makna."Apa yang sedang mereka lakukan? Kenapa mereka memberikan hormat kepadaku?" Tanya Raga merasa bingung akan sikap Harry dan yang lainnya."Tuan muda, seperti yang sudah aku ceritakan diantara seribu pasukan yang tewas pada malam itu masih ada lima puluh orang yang selamat karena sedang bertugas di kota lain, merekalah orang-orang yang selamat itu." Sahut Megi memberitahu Raga.Raga lantas menatap serius ke arah lima puluh orang yang masih membungkukkan badan ke arahnya."Tegakan kepala kalian!" Raga berseru dengan cukup lantang.Harry dan empat puluh sembilan orang lainnya langsung berdiri dengan tegap kembali, kedua bola mata mereka justru berkaca-kaca ketika melihat sosok laki-laki hebat yang selama ini mereka cari, Raga Wicaksono pewaris tunggal keluarga Wicaksono yang akan menjadi pemimpin mereka selanjutnya."Aku sudah mendengar semuanya dari sosok perempuan hebat yang berdiri di sampingku," Raga melirik ke arah Megi.
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: Kembalinya Sang Pewaris Tahta"Aa....a... ada apa? Nyonya muda Elsa?" Tanya Albert terbata-bata.Elsa mengeluarkan handphonenya, dia menunjukkan sebuah video yang membuat jantung Albert berdetak semakin cepat."Pukul dua belas malam, kau dan beberapa anak buahmu mengeroyok pemuda ini, lalu tidak lama setelah itu seluruh anak buahmu datang dan membawa pemuda ini? Sekarang tunjukkan kepadaku dimana kau mengurung seorang pemuda yang semalam kalian bawa dalam keadaan terikat?"Mendengar pertanyaan dari Elsa, Albert terdiam seribu bahasa, Albert juga merasakan sebuah kebingungan dalam dirinya."Kenapa Nyonya muda Elsa menanyakan pemuda itu? Lalu darimana video itu dia dapatkan?" Albert bertanya di dalam hati pada dirinya sendiri."Malah diiem, cepat jawab! dimana kau dan anak buahmu mengurung pemuda itu?" Elsa kembali bertanya dengan sedikit berteriak.Pemuda yang dimaksud oleh Elsa adalah Raga yang sebelumnya sudah dibawa dan dikurung oleh Albert lalu disiksa secara kejam."Ampun nyonya muda Elsa, pemuda itu sudah mel
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: Sosok Perempuan Yang Sangat Ditakuti"Sebuah gelang yang dibuat khusus untuk keluarga Wicaksono oleh pengrajin gelang ternama di Kota Valora, tidak mungkin ada yang bisa menirunya karena bahan-bahan untuk membuatnya juga sangat khusus.""Sekarang coba tuan muda ceritakan selama dua puluh lima tahun ini tuan muda berada dimana?"Megi tentu merasa penasaran dengan lika-liku kehidupan yang dihadapi oleh Raga setelah kejadian pada malam itu."Seorang perempuan hebat yang tinggal di sekitar tempat pembuangan sampah Kota Valora, dia menemukanku di dalam sebuah karung yang terikat di tempat pembuangan sampah.""Awalnya dia mengira kalau karung itu berisi barang berharga yang bisa dijual dengan harga tinggi, tapi ternyata isinya adalah seorang anak berusia dua tahun dalam keadaan tidak sadarkan diri.""Perempuan itu lalu membawaku pulang ke rumahnya yang sangat-sangat sederhana, dia merawatku dengan tulus layaknya seperti seorang bayi yang terlahir dari rahimnya.""Dia mengajariku banyak hal mendidikku menjadi laki-laki tangguh
Last Updated: 2026-06-28
Chapter: Putra Seorang Penguasa yang Sangat DitakutiLangit yang berada di atas Kota Valora begitu cerah berwarna biru terang berlukiskan awan putih yang menawan, sinar cahaya Matahari menyinari seluruh Kota Valora, terkecuali dunia bawah yang penuh dengan kejahatan.Di sebuah rumah yang cukup mewah namun tertutup, Raga dirawat oleh seorang perempuan tua bersama dengan anaknya.Megi merupakan seorang dokter yang dulunya menjadi dokter pribadi keluarga Darius Wicaksono, dulu Megi bekerja bersama dengan suaminya yang juga seorang dokter.Raga duduk di atas ranjang tanpa mengenakan baju, hanya memakai celana pendek, pada tubuhnya ada banyak sekali luka memar namun tidak sampai membuat organ dalamnya rusak."Jadi suami nyonya merupakan seorang dokter yang dulunya juga menangani keluarga Darius Wicaksono, sosok ketua mafia yang sangat dihormati di Kota Valora?" Raga mendapatkan sebuah fakta baru yang tentu saja membuatnya sangat terkejut."Kejadian pada malam itu terjadi dengan begitu cepat, langit tiba-tiba bergemuruh, kilatan petir terdeng
Last Updated: 2026-06-27

Pewaris Kekuatan Alam Semesta
Di sebuah dunia di mana kekuatan elemen menentukan martabat dan derajat seseorang, Itachi tumbuh sebagai anak yang dianggap lemah dan tidak berbakat. Di desa Aokami, di mana anak-anak seusianya telah menguasai api, angin, atau tanah sejak kecil, Itachi hanya mampu menyalakan percikan kecil yang segera padam. Cemoohan, ejekan, bahkan penolakan menjadi makanan di setiap harinya.
Namun, takdir Itachi jauh lebih besar dari yang pernah dibayangkan siapa pun.
Pada ulang tahunnya yang ke-15, sebuah peristiwa langit yang langka terjadi.
Gerhana Kosmik. Pada malam itu, segel kuno yang tersembunyi dalam darahnya terpecah, membangkitkan kekuatan yang telah lama tersembunyi, kekuatan elemen alam semesta. Tidak hanya satu, tetapi seluruh elemen, yaitu api yang membara, air yang menenangkan, angin yang menggulung, tanah yang kokoh, petir yang menyambar, dan bahkan kekuatan langit dan bintang.
Dari seorang anak yang diremehkan, Itachi berubah menjadi kunci keseimbangan dunia. Namun, kekuatan besar selalu datang dengan ujian yang berat. Sekte Kegelapan yang selama ini mengintai kebangkitan kekuatan elemen alam semesta langsung bergerak ketika mengetahuinya.
Itachi harus belajar menguasai semua elemen, menemukan jati dirinya, dan membuktikan bahwa dirinya bukanlah anak yang lemah.
Perjalanan Itachi bukan hanya tentang kekuatan, tetapi tentang bagaimana seorang anak yang dianggap hina dapat menjadi pahlawan yang mengubah nasib dunia.
Read
Chapter: 94Itachi berdiri beberapa saat di depan gerbang batu yang kini telah kembali tertutup. Permukaan batu itu terlihat biasa saja, seolah tidak pernah ada ujian apa pun di baliknya. Namun tubuh Itachi masih merasakan sisa dingin dari roh kegelapan yang menyatu dengannya.Aoka melangkah mendekat. Ia tidak menyentuh Itachi, hanya berdiri di sampingnya, memastikan bahwa keberadaannya nyata.“Kau benar-benar berubah,” kata Aoka pelan. “Auramu… berbeda.”Itachi mengangguk. “Aku tidak merasa lebih kuat,” jawabnya jujur. “Tapi pikiranku lebih tenang. Suara-suara yang biasanya muncul saat aku ragu… sekarang lebih sunyi.”Aoka menatap wajah Itachi. Ia tahu perjalanan barusan bukan ujian biasa. Roh kegelapan tidak meninggalkan bekas luka fisik, tetapi selalu meninggalkan bekas di dalam diri.“Fenrir?” panggil Aoka.Cahaya biru pucat muncul di udara di depan mereka. Wujud Fenrir masih belum sepenuhnya solid, namun sinarnya lebih stabil dari sebelumnya.“Ujian roh kegelapan telah selesai,” kata Fenrir.
Last Updated: 2025-12-16
Chapter: Bab 93Gelap itu terus membesar sampai memenuhi seluruh ruang. Tidak ada lagi arah, tidak ada atas atau bawah. Itachi seperti berdiri di tengah pusaran kegelapan yang berubah menjadi dinding cair, mengalir pelan seperti tinta hidup.Perlahan-lahan, kegelapan itu mulai merayap ke kakinya. Bukan seperti kabut, tetapi lebih seperti tangan-tangan halus yang mencoba menariknya masuk, menggigit pikirannya dari bawah.Itachi menggertakkan gigi, memaksa tubuhnya tetap tegak. Namun setelah beberapa detik, lututnya mulai menekuk. Nafasnya terputus-putus. Setiap udara yang ia hirup terasa dingin dan berat, seperti sedang menarik asap tajam ke paru-parunya.“Jangan runtuh… jangan runtuh…” katanya pada dirinya sendiri.Tapi suara gulungan kegelapan itu semakin keras—seperti angin ribut tanpa arah, namun tanpa suara nyata. Hanya getaran di kepala.Tiba-tiba, dari dalam pusaran gelap, muncul dua mata. Bukan mata manusia. Mata itu seperti dua lubang hitam yang berputar pelan, menarik cahaya yang tidak ada.
Last Updated: 2025-12-04
Chapter: Bab 92Begitu kakinya masuk melewati batas bayangan, cahaya dari luar langsung menghilang. Itachi tidak bisa melihat lantai, dinding, atau bahkan tangannya sendiri. Ruangan itu benar-benar gelap total. Suara dari dunia luar juga langsung hilang. Tidak ada suara langkah, tidak ada suara tumbuhan, bahkan napasnya sendiri terasa teredam.“Tenang,” katanya pada dirinya sendiri. “Ini cuma ujian.”Namun, beberapa langkah kemudian… suara samar muncul.“Ta… chi…”Itachi menoleh cepat. Itu suara yang sangat ia kenal—suara Aoka. Suara itu terdengar seperti Aoka sedang terluka dan menahan tangis.“Kenapa… kamu tinggalkan aku?” suara itu berkata pelan.Itachi mengepalkan tangan.“Itu bukan nyata. Itu cuma ilusi.”Suara Aoka semakin jelas.“Aku selalu mendukungmu… tapi kau malah membiarkan aku mati…”Itachi menggertakkan gigi dan terus berjalan. Langkahnya mantap, namun dadanya terasa berat.Beberapa detik kemudian, muncul lagi suara lain—kali ini suara Guru Shunri.“Itachi… kau mengecewakanku. Aku menye
Last Updated: 2025-12-03
Chapter: Bab 91 Awan perlahan menutup kembali setelah ujian roh angin selesai. Ao Lie menggerakkan tangan, dan jembatan awan yang mereka injak mulai menyusut, kembali terurai oleh angin. Kini mereka berdiri di sebuah dataran kecil yang dipenuhi angin timur, namun suasananya jauh lebih berat dibanding sebelumnya. Ao Lie memandang jauh ke arah barat tengah, ke tempat kabut hitam menggumpal seperti dinding besar. “Itu adalah batas menuju Titik Roh Kegelapan. Tidak ada elemen lain yang berkumpul di sana… hanya kegelapan murni.” Aoka menggigit bibirnya. “Kegelapan yang seperti apa? Apakah sama dengan yang menguasai kuil Guru Shunri?” Ao Lie menggeleng pelan. “Tidak. Kegelapan di kuil hanya pecahan kecil. Yang ini… adalah sumber dari semuanya.” Zentarion menghunus pedangnya. “Kalau begitu, kita harus siap dari sekarang.” Ao Lie menoleh pada Itachi. “Tubuhmu sudah menyatu dengan roh langit dan angin. Tapi titik roh kegelapan tidak akan menerima kekuatan itu dengan mudah. Jika kau masuk dengan car
Last Updated: 2025-12-03
Chapter: Bab 90Angin malam berhembus lembut di puncak altar awan setelah Itachi menuntaskan titik roh langit. Cahaya biru yang masih tersisa di tubuhnya perlahan mereda, namun alirannya tetap terasa sampai ke ujung jari. Ao Lie memandangi Itachi dengan tatapan penuh penilaian. “Bagus. Kau sudah membuka gerbang roh langit. Sekarang, kita menuju titik kedua—Titik Roh Angin.” Aoka menghela napas lega. “Untung angin bukan elemen yang agresif seperti api atau kegelapan…” Ao Lie memandangnya sekilas. “Angin bisa sangat berbahaya bila tidak dikendalikan. Ujiannya tidak kalah berat.” Zentarion mengangguk sambil menyampirkan pedang di bahunya. “Aku sudah merasakan getarannya sejak tadi. Angin timur sedang tidak wajar.” Ao Lie melangkah maju, menyapu udara dengan tongkatnya. Dalam sekejap, jalur putih memanjang terbentuk di udara, seperti jembatan dari awan. Itachi menatapnya dengan kagum. “Ini… jalur angin?” “Bukan. Ini celah antara dua arus udara,” jelas Ao Lie. “Hanya bisa dilewati mereka yang sudah
Last Updated: 2025-12-02
Chapter: Bab 89 Malam semakin dalam ketika rombongan Itachi turun dari puncak altar awan putih. Cahaya biru yang tersisa di tubuh Itachi masih terlihat samar, terutama di sekitar bahu dan dada. Fenrir tidak muncul dalam bentuk visual, namun auranya menempel kuat seperti pelindung besar yang tidak pernah tidur. Ao Lie berdiri di depan mereka, tongkatnya memancarkan cahaya tipis untuk menerangi jalan setapak menurun menuju lembah batu. “Titik Roh Bumi berada jauh di bawah tanah,” kata Ao Lie. “Jika Titik Langit menguji kestabilan roh, maka Titik Bumi akan langsung menguji tubuhmu.” Itachi mengangguk meski napasnya masih sedikit berat. Aoka memperhatikan wajah Itachi dengan cemas. “Kekuatan Fenrir baru saja aktif penuh. Apa tubuhmu tidak terlalu tertekan?” Itachi tersenyum tipis. “Aku baik-baik saja.” Zentarion menimpali sambil menepuk pedangnya. “Kalau ada bahaya, aku langsung tolong kau.” Ao Lie melirik mereka berdua sebentar. “Jangan terlalu banyak bicara. Kita belum melewati batas aman.”
Last Updated: 2025-12-02