
TERIKAT KONTRAK TERLARANG DENGAN 4 CEO MESUM
Dari lima puluh surat lamaran kerja hingga empat kali wawancara yang gagal, ini adalah kesempatan terakhir Yessica untuk bertahan hidup di kerasnya Kota Jakarta sebelum uang simpanannya benar-benar habis. Jika kali ini kembali gagal, ia harus mengubur semua impiannya dan pulang ke kampung halaman.
Namun, wawancara terakhir itu jauh dari kata biasa. Alih-alih menghadapi satu pewawancara, Yessica justru berhadapan dengan empat pria yang luar biasa tampan, berkuasa, dan penuh misteri.
Stefan, sang CEO dingin dan dominan. Giancha, pria tenang dengan aura penuh wibawa. Kairo, sosok memikat dengan tatapan tajam yang sulit ditebak. Dan Andree, pria hangat yang selalu berhasil membuatnya gugup.
Mereka menawarkan gaji fantastis, apartemen mewah, serta berbagai fasilitas eksklusif dengan satu syarat, Yessica harus bekerja sekaligus tinggal bersama mereka.
Semakin lama berada di dekat keempat pria itu, semakin sulit bagi Yessica membedakan antara perhatian profesional dan godaan yang berbahaya.
Di balik kontrak kerja yang tampak sempurna itu, tersimpan aturan-aturan aneh, rahasia yang sengaja disembunyikan, serta sebuah perjanjian yang dapat mengubah seluruh hidupnya.
Mampukah Yessica tetap menjaga batas profesionalnya di tengah godaan empat pria yang selalu membuat jantungnya berdebar?
Atau justru ia akan terjerat dalam permainan mereka dan menghadapi sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya?
Leer
Chapter: Sentuh Aku, Stefan!Yessica berdiri di sisi lain lift, jelas berhati-hati agar tidak terlihat terlalu dekat dengan Stefan."Aku juga harus nonton dua kali baru paham alur waktunya." Marry tersenyum pada Yessica sebelum menoleh kepada Stefan. "Kamu sudah nonton?""Aku jarang nonton TV."Stefan memasukkan kedua tangan ke saku sambil menunggu lift turun. Dia sudah tidak sabar ingin berdua saja dengan Yessica. Bahkan sekarang pun pikirannya terus dipenuhi perempuan itu."Mungkin lain kali kamu bisa nonton bareng Yessica." Marry tersenyum. "Sekalian jadi kegiatan buat saling akrab di lantai kalian."Stefan tertawa pelan. "Boleh juga."Padahal mereka punya banyak cara lain untuk membangun kebersamaan dengan Yessica. Malam ini bahkan akan menjadi waktu yang tepat untuk memastikan semuanya siap menghadapi jadwal bergantian tidur bersama Yessica selama seminggu ke depan."Sampai besok." Marry memeluk Yessica sebelum keluar dari lift. "Semoga kalian
Última actualización: 2026-07-31
Chapter: Selamat Tinggal, MarryMarry terus diam sejak Yessica bergabung dengannya di ruang bersama satu episode yang lalu. Namun akhirnya dia mengembuskan napas panjang."Jadi kamu punya penguntit?" Marry menoleh ke arah Yessica di sofa. "Kamu aman di sini?"Yessica mengangguk. "Iya. Di sini aku jauh lebih aman daripada di mana pun."Jantung Yessica berdegup kencang, menunggu Marry mengucapkan pertanyaan itu. Tanyakan kenapa dia ada dalam pelukan Kairo. Kenapa Stefan yang mengambilkan makanan mereka. Kenapa semua pria itu ada di sini.Marry malah tersenyum usil. "Jadi ada sesuatu antara kamu dan Kairo? Maksudku, itu bukan urusanku, tapi aku nggak bisa berhenti nebak-nebak.""Mungkin." Yessica tersenyum kecil, berusaha terlihat malu-malu. Dulu dia tidak pernah punya sahabat yang bisa diajak membahas pria-pria yang disukainya saat kuliah. Dia memang punya beberapa teman saat SMA, tetapi tidak ada yang benar-benar dekat. "Tapi kami belum mau mengumumkannya.""Ya
Última actualización: 2026-07-30
Chapter: Kekasih KairoPipi Yessica kembali memerah."Nggak masalah. Aku bisa menyesuaikan diri."Tatapan Yessica bertemu dengan mata Kairo, dan Kairo membalasnya dengan senyum hangat. Selama ini dia selalu terang-terangan menggoda perempuan yang diinginkannya. Sekarang dia bisa menggoda Yessica secara terbuka."Aku akan memeriksa rekaman kamera pengawas untuk melihat siapa lagi yang ada di gedung saat itu." Giancha mengangguk kepada Yessica. "Sekalian mengecek catatan akses.""Aku dan Kairo akan membantu menganalisis rekamannya," kata Stefan. "Andree, aku ingin kamu memeriksa laporan keuangan Melody dan cari tahu apa yang sedang dia kerjakan kemarin.""Kalau aku?" tanya Yessica.Senyum Stefan melembut."Temani temanmu dulu. Nanti saat makan malam kita bahas semua, termasuk bagaimana kita menjalankan sandiwara 'pacaran' ini."Yessica mengangguk. Dia menggenggam tangan Andree sekali lagi sebelum melepaskannya. Setelah mengamb
Última actualización: 2026-07-29
Chapter: Kesepakatan BaruYessica mengangkat bahu dengan lemah. Marry merangkul bahunya dan menariknya ke pelukan samping. Yessica benar-benar bersyukur atas pelukan itu.Pintu apartemen terbuka. Kairo, Andree, dan Giancha masuk. Tatapan mereka langsung menangkap keberadaan Marry, lalu beralih kepada Stefan.Mereka semua mendekati meja, tetapi tak satu pun menyentuh Yessica. Hubungan mereka memang harus disembunyikan dari semua orang, termasuk satu-satunya sahabatnya. Seharusnya itu tidak menyakitkan. Yessica sudah tahu risikonya sejak awal menyetujui semua ini. Namun sekarang, yang diinginkannya hanyalah dipeluk oleh keempat pria itu."Ada apa?" tanya Giancha."Kamu nggak apa-apa?" Mata Andree menyapu tubuh Yessica, memastikan tidak ada luka baru.Stefan mengambil ponsel Yessica. "Dia dapat video baru di ponsel kerjanya.""Video apa?" Giancha hampir menggeram.Marry mengangkat sebelah alis, tetapi hanya menyuapkan mi ke mulut sambil memperhatika
Última actualización: 2026-07-28
Chapter: Penguntit di Dalam KantorSebenarnya dia tidak salah. Yessica seharusnya sudah benar-benar puas setelah semalam, tetapi malam ini dia akan tidur bersama mereka lagi. Dia sudah tidak sabar melihat apa yang mereka rencanakan. Dia juga mulai menantikan malam-malam khusus berdua dengan masing-masing dari mereka. "Aku boleh ambil Diet Coke?" tanya Marry sambil mulai berdiri, lalu tiba-tiba berhenti. Marry menoleh ke arahnya. "Nggak apa-apa, kan?"Yessica tersenyum. "Tentu.""Mau satu juga?" Marry berjalan ke kulkas dan mengambil sebotol minuman untuk dirinya. Saat Yessica mengangguk, dia mengambil satu botol lagi.Kali ini Yessica sudah bisa membuka menu aplikasi sendiri. Waktu pertama kali, Marry yang mengajarinya. Marry menyerahkan botol minuman itu, lalu mereka memutar episode berikutnya.Begitu episode selesai, ponsel Yessica bergetar."Makanannya sudah sampai di bawah. Aku ambil sebentar.""Oke." jawab Marry kembali menatap ponselnya.Y
Última actualización: 2026-07-27
Chapter: Nonton Bersama Marry"Apa yang bikin kamu yakin kami bakal mencari orang lain?""Kalian tetap harus kencan. Perempuan-perempuan itu pasti punya harapan."Yessica tak sanggup mengucapkan ketakutannya yang sebenarnya. Dia tak mungkin cukup untuk empat pria sekaligus. Dia hanya satu orang.Andree melirik ke arah teman-temannya yang masih tidur. "Boleh aku kasih tahu satu rahasia?"Yessica mengangguk. Andree menggesernya hingga duduk mengangkang di pangkuannya. Ereksi Andree terasa di antara kedua pahanya. Tubuh Yessica langsung bereaksi, tapi kali ini bukan tentang seks.Andree mendekatkan bibir ke telinganya. "Aku cuma ingin pacaran sama kamu."Yessica langsung menjauh dan menatapnya dengan mata membelalak. "Apa?""Nanti kita ngobrol lagi. Saat semua sudah bangun dan kita bisa fokus."Andree mengecupnya dengan lembut lalu kembali memeluknya. Yessica tak tahu maksud ucapan itu, tapi jantungnya kini berdetak begitu kencang.
Última actualización: 2026-07-26
Chapter: Extra Chapter୨ৎ A L D A N I જ⁀➴ "Aku enggak yakin juga," kataku ke Karin. "Aku enggak tahu Maya bakal cocok pakai cincin ini atau enggak." "Percaya deh sama aku, dia bakal suka banget. Dan hey, udah setahun, loh. Udah cukup kamu ngulur-ngulur waktu, Aldani Sunya!" Aku angkat tangan. "Oke, oke, aku nurut." Aku pindah rumah, enggak tinggal lagi bareng saudara-saudaraku yang lain. Aku sama Maya beli rumah kecil di pinggir kota, dekat sama Papa-Mamaku dan dekat juga sama tempat usaha kita. "Aku senang banget," kata Karin. Melihat hubungan aku sama Maya makin kuat, ditambah hubungan dia sama Karin makin dekat selama setahun ini, itu indah banget. Kayaknya memang itu yang mereka berdua butuhkan. Tapi tetap saja, aku masih enggak seratus persen yakin bisa percaya Karin soal cincin ini. Aku lihat lagi cincin itu. "Kalau aku
Última actualización: 2025-09-26
Chapter: I Love You [END-Season II]Tanganku sudah menyentuh gagang pintu. "Aku yakin kamu orang baik, tapi kadang ada hal yang enggak bisa diperbaiki. Dan jujur aja, kalau kamu baru nyadar cinta sama anak aku setelah kehilangan dia, aku enggak bakal ijinin kamu ngomong sama dia sekarang!" ”Oke ...aku juga bakal jelasin ke, Tante. Mama aku meninggal waktu aku umur dua belas, dan—" Aku buka pintu dan keluar. Bahu dia langsung merosot saat melihatku. Dia coba melangkah melewati Mama, tapi Mama buru-buru maju lagi, menaruh tangan di dada dia. Aku hampir tertawa. "Enggak apa-apa, Ma." Mama menengok ke aku, "Maya!!!" "Mau jalan bareng bentaaaar aja sama aku?" kata Aldani sambil ulurkan tangan. "Tante juga boleh ikut." "Enggak." Mama mundur selangkah. "Kalian berdua aja." Dia taruh tangan di bahuku, terus kecup pipiku. Aku keluar dari apa
Última actualización: 2025-09-25
Chapter: Pulang ke Jakarta୨ৎ M A Y A જ⁀➴Mama bakal pulang malam ini, tapi sebelum itu dia bantu aku beres-beres apartemen.Dia keluar dari kamar mandi. "Kamar mandinya udah beres."Dia pegang kantong sampah hitam yang penuh sama karpet, tirai shower, sama barang-barang mandi aku. Dia sampai mau repot-repot bantu urusan begini, itu menunjukan betapa dia sayang banget sama aku. Dia duduk di kasur yang sudah aku bongkar, kasur yang jadi awal dari semua kekacauan ini sama Aldani."Sayang, ikut pulang sama Mama aja," katanya.Aku geleng kepala, sambil buang makanan yang hampir basi dan enggak ingin aku bawa. Aku sudah dapat rumah kecil buat disewa, dekat kota, jadi aku bisa jalan kaki ke tempat kerja. Mobil sewaan makin lama makin bikin tekor, jadi aku beli mobil murah buat dipakai sementara.Aku enggak bangga sama apa yang sudah kulakukan sama Aldani. Sebenarnya, enggak ada alasanku buat ribut di depan orang satu kota. Mungkin aku waktu itu cuma mau bikin di
Última actualización: 2025-09-24
Chapter: Susahnya Mengakui Perasaan IniGarasi penuh mobil, semua saudara kandung sama saudara tiri sudah pada berkumpul.Begitu aku masuk, suara tawa dari dapur pun langsung menghampiri. Suara yang sudah jadi kebiasaan di rumah ini, suara yang enggak bakal pernah ada kalau Hapsari enggak jadi bagian dari hidup kita.Dulu kita bahagia, iya, tapi dia bawa sesuatu yang berbeda. Sama seperti tiap saudara tiri aku. Kalau Papa enggak ambil risiko, hidup aku sekarang bakal sepi banget. Hapsari bahkan bantu Althaf mengurangi rasa bersalahnya. Aku enggak bakal bisa balas semua itu ke dia.Ruangan langsung sunyi saat Aku muncul. Saudara-saudara tiriku langsung maju buat peluk.Danny tepuk punggungku. "Akhirnya balik waras juga?"Aku cuek. "Sejak kapan kamu malah bela Maya?"Dia angkat bahu. "Aku suka aja sama dia. Lagian, Brine & Barrel dapat duit lebih banyak pas Duet Night. Aku berhak sombong, lah."Hapsari langsung peluk aku erat, tangannya naik turun di punggungku.
Última actualización: 2025-09-23
Chapter: Hidup & MatiAku jalan ke mobil, geleng-geleng kepala. Menyebalkan banget, hari buat mengenang Mama malah jadi fokus ke aku."Aldani!" Althaf mengejar dan tarik siku aku. "Enggak apa-apa mulai buka perasaan kamu."Aku putar badan, melihat mereka semua berdiri bareng Althaf."Kita juga ngerasain sakitnya," kata Alvaro. "Enggak ada dari kita yang pingin ngalamin itu lagi, tapi kita enggak bisa terpuruk terus.""Buktinya aku masih bertahan setelah ditinggal Khalisa," tambah Alzian. "Aku hancur banget, tapi aku masih ada di sini.""Aku udah duluan ngerasain semua itu, jadi jangan dikira aku enggak ngerti," kataku."Hei. Aku cuma dua tahun lebih muda dari kamu," celetuk Almorris. "Iya sakit, tapi bukan berarti kamu enggak boleh jatuh cinta lagi.""Aku lihat kamu sama Maya," kata Alzian. "Kamu udah jatuh cinta sama dia, mau kamu ngaku atau enggak."Mobil Papa berhenti pas di belakang mobil aku. Seperti biasa, dia datang telat sedi
Última actualización: 2025-09-22
Chapter: Selamat Ulang Tahun, Mama୨ৎ A L D A N I જ⁀➴Tiga hari setelah pembukaan The Libraria, setelah Maya memutuskan buat ribut sama aku di tengah malam acara Duet Night itu, sekarang aku berdiri di makam Mamaku.Althaf bawa semua bunga, setiap batangnya berbeda jenis, biar jadi buket yang Mama pasti suka. Mama selalu bilang kalau dia enggak pernah punya bunga favorit, semuanya cantik, sama seperti anak-anaknya.Tapi mungkin cuma aku yang masih ingat Mama bilang begitu. Kadang aku berpikir, jadi anak paling tua dengan ingatan paling jelas tentang Mama, itu kutukan banget."Kita mulai dari yang paling tua, kayak biasa," kata Althaf sambil kasih kode ke aku.Aku keluarkan napas berat, sebenarnya lagi enggak mood. "Aku skip dulu kali ini.""Aldani, kamu kan selalu duluan," katanya, ngotot.Aku geleng-geleng kepala. Aku malas banget harus jadi orang pertama yang kasih motivasi ke adik-adikku. Kita sudah hidup tanpa Mama jauh lebih lama ketimbang hidup bar
Última actualización: 2025-09-21
Chapter: Extra Chapter୨ৎ A L Z I A Nજ⁀➴ Setahun kemudian... Aku sama Khalisa masuk ke Brine & Barrel malam sebelum musim turis dimulai di Pecang. Tempatnya ramai banget, seperti biasa. Khalisa tertawa waktu lihat banyak minuman Khalisa Takes Flight mejeng di meja-meja. “Kenapa, Marlin?” tanyaku saat dia menyodorkan minuman favoritnya Khalisa, Melting Heart, terus geser ke arah dia. Habis itu, dia tuangkan juga punyaku, No Stout for You. “Enggak apa-apa, aku baru aja balik dari Bandung, naik penerbangan pagi buta. Capek banget.” “Oh iya, liburan cewek-cewek, ya? Kedengaran seru,” kata Khalisa. Aku lingkarkan tangan ke bahu Khalisa dan menarik dia makin dekat. “Enggak lebih seru dari liburan sama aku plus minuman warna-warni pakai payung kecil, kan?” Kita baru saja balik dari Bali. Bisa dibilang, kita lebih sering di kamar daripada di pantai. Itu bulan madu kedua kita, dan ya ... worth it banget. Kita memutuskan buat bikin pesta pernikahan sebelum musim turis. Melihat tempat ini penuh beg
Última actualización: 2025-08-20
Chapter: Jurnal Khalisa II [END - Season I]✎ᝰ. ──୨ৎ────୨ৎ── Aku lakuin itu. Dan rasanya lebih nyakitin dari apa pun yang pernah aku rasain. Aku ninggalin Alzian pagi ini, dengan alasan yang enggak masuk akal banget. “Aku sudah enggak bahagia” Aku pengecut. Tapi aku tahu, kalau aku enggak bisa kasih dia anak, kita pasti bakal hancur suatu hari nanti. Aku pernah lihat, gimana program Fertilitas ngehacurin pernikahan Papa sama Mama. Dan hatiku enggak bakal sanggup melihat itu terjadi di antara aku dan Alzian. Waktu aku pergi, aku yakinin ke diri aku sendiri kalau aku kuat buat ngelepasin dia. Bahkan saat aku sudah sampai bawah gunung dan mulai ragu. Aku butuh kekuatan penuh buat enggak balik ke rumah itu lagi, ke pelukannya. Alzian udah cukup sering kehilangan orang dalam hidupnya, apalagi setelah Mamanya meninggal. Da
Última actualización: 2025-08-20
Chapter: Kesalahan Terbesar୨ৎ K H A L I S A જ⁀➴Aku mengeluh pelan waktu dengar ada yang mengetok pintu. Hal terakhir yang harus aku hadapi hari ini ya dua orang itu. Aku sayang banget sama Connie dan Shaenette, tapi semoga saja bukan mereka.Aku matikan TV dan buka pintu. Betapa shock-nya aku saat lihat siapa yang berdiri di sana.Mama.Dia ulurkan tangan dengan ekspresi pahit. "Boleh masuk?" tanya dia.Aku buka jalan dan minggir. Dia sudah jauh-jauh dari Jogja."Ya udah, masuk aja."Aku balik ke sofa dan duduk, menunggu dia ikut duduk juga.Dia malah duduk di kursi depanku, terus taruh satu buku di tengah meja.Aku menatapnya, dan dia mengangguk. Ya, itu jurnal yang sudah lama aku cari."Gimana bisa Mama—"Dia angkat tangan. "Maaf, Khalisa. Mama pikir Mama bisa ngelindungin kamu dengan nyimpan itu. Setelah kamu kecelakaan, Mama masuk kamar kamu buat ambil baju yang mau Mama cuci. Ketemu buku ini ... dan ya, Ma
Última actualización: 2025-08-19
Chapter: Anak AnjingEnggak ada rencana, sih. Jadi memang agak sedikit berantakan, tapi semoga saat momennya tiba, aku tahu harus berbuat apa. Aku enggak mau melibatkan saudara-saudara cewekku buat persiapan ini.Tapi aku mau Khalisa tahu, walaupun banyak hal yang lagi dipertaruhkan, aku tetap memilih dia. Dan dia juga memilih aku.“Kok semuanya lagi di rumah, sih?” gumamku, saat melihat mobil-mobil di garasi.Mobil semua keluarga.Aku keluar dan dengar ada suara ramai-ramai di halaman belakang, jadi aku ikuti sumber suaranya dan menemukan Danny, Almorris, sama Luno lagi main di belakang bareng sekumpulan anak anjing di kandang kecil.“Kalian mau bisnis anjing, nih?” tanyaku.Luno menengok ke arahku. “Enggak lah, itu anaknya Popol. Dia baru punya anak,” jawab dia sambil senyum.Aku lupa kalau anjing Labrador kuningnya sempat menghamili anjing tetangga. Pemilik si anjing betina enggak mau mengurusi anak-anaknya dan bilang begitu anak-anaknya
Última actualización: 2025-08-18
Chapter: Bersama Api Unggun୨ৎ A L Z I A N જ⁀➴Aku pelan-pelan geser dari Khalisa, meninggalkan dia di kasur. Terus aku pakai celana training. Setelah itu, jalan ke dapur, ambil Bir.Sudah malam banget, hampir tengah malam. Aku turun ke tempat api unggun. Setelah menyalakan apinya, aku duduk di kursi, menikmati Bir sambil bengong.Jujur saja, aku enggak pernah merasa seputus asa ini dalam hidupku. Rasanya mirip banget waktu aku melihat Papa mencoba menyelamatkan Mama dari ganasnya ombak teluk. Dan ekspresi panik di wajahnya saat sadar dia enggak bisa berbuat apa-apa.Sekarang, wanita yang aku cinta lagi berduka karena peluang dia buat punya anak.Aku mengerti maksud dia. Teman kerjaku, Nick, pernah cerita soal itu. Mahal, makan waktu, dan bikin emosi naik turun. Tapi aku percaya kita bisa jalani ini berdua.Dan setidaknya sekarang aku tahu kenapa dia meninggalkan aku. Itu bikin semuanya lebih mudah diterima ketimbang kalau dia pergi gara-gara cowok lain.
Última actualización: 2025-08-17
Chapter: Haruskah Aku Meninggalkanmu?Aku mengangguk pelan. " Yakin.""Emang enggak bisa cari cara lain, ya?"Aku tatap dia lurus. "Dokter tadi itu cara lainnya. Dia lihat hasil yang sama kayak Dr. Agnes. Dan itu alasan aku ninggalin kamu, Alzian. Karena aku ngerasa enggak bisa kasih kamu keturunan. Aku terima kalau sekarang kamu mau ninggalin aku. Aku enggak bisa kasih hal yang kamu pinginin."Dia diam."Jadi sekarang ... kamu mau ninggalin aku lagi?""Aku cuma pingin kamu punya kehidupan yang kamu mimpiin. Kehidupan yang pantas kamu dapetin.""Hidup yang aku mau tuh kamu, Khalisa. Cuma kamu."Aku mengeluh, terus menutup muka pakai bantal. Aku ingin banget teriak, tapi aku tahan."Tapi aku tahu kamu pingin punya keluarga besar. Kamu udah sering bilang gitu dari dulu.""Kamu tadi bilang masih ada opsi pakai fertilitas, kan? Masih ada harapan.""Kamu tahu enggak, itu mahalnya kayak gimana? Dan kemungkinan berhasilnya kecil banget. B
Última actualización: 2025-08-16
Chapter: Bintang Jatuh୨ৎ D E R R I N જ⁀➴ “Aku enggak nyangka butuh boots buat kencan ini. Dan aku juga enggak nyangka bakal ngos-ngosan gini.” Hiking, jelas bukan tipe kencanku, tapi aku enggak mau merusak momen. Toyi terlihat excited banget saat dia chat aku dari gym tadi, kasih tahu apa yang harus aku pakai. “Dikit lagi kok, habis itu kamu bisa copot. Tapi aku suka pemandangannya,” katanya. Aku tengok ke belakang dan menemukan dia lagi fokus memperhatikan pantatku. “Kayaknya masih kepagian deh buat pantatku muncul terus di depan mukamu.” Bangun dari ranjang Toyi pagi ini rasanya enak banget. Mencium aroma dia di sarung bantal, teringat bagaimana badannya menempel sama aku. Tangannya semalam yang enggak berhenti menjelajahi tubuhku. Aku menyesal banget kenapa enggak dari dulu mengambil langkah ini. “Sorry nih harus aku jujur, tapi aku udah naksir pantat kamu dari pertama kali kita ketemu.” Aku goyangkan pantat dan dia langsung maju dari belakang, kedua tangannya menekan bokongku. “Kalau kamu terus
Última actualización: 2025-11-03
Chapter: PensiunKeesokan harinya, alarm HP-ku berbunyi. Aku tepok layar buat mematikannya. Derrin bergerak sedikit di pelukanku, dan aku kecup keningnya."Tidur lagi aja," bisikku, terus aku pelan-pelan turun dari ranjang.Aku enggak berharap banyak dari sesi latihan hari ini. Badanku masih pegal gara-gara “latihan” yang Derrin kasih tadi malam. Film yang kita tonton cuma bertahan lima belas menit sebelum dia mencium dadaku dan akhirnya berubah jadi hal lain.Ujung-ujungnya kita balik lagi ke shower, terus turun ke dapur jam dua pagi buat cari camilan. Aku enggak yakin berapa kali kita nge-seks di malam pernikahan di Bandung, tapi aku cukup yakin tadi malam jumlahnya mengalahi itu.Aku bohong kalau bilang enggak kepikiran bagaimana perasaan dia saat bangun pagi ini. Aku cuma berharap dia masih ada di titik yang sama kayak tadi malam, kalau akhirnya dia sudah berhasil menyebrangi jembatan traumanya.Setelah pakai celana latihan, kaos, sama hoodie, aku gos
Última actualización: 2025-11-02
Chapter: Ranjang Kita୨ৎ T O Y I જ⁀➴ Aku benar-benar berharap ini bukan cuma mimpi gara-gara aku jatuh di shower, terbentur di kepala, terus berhalusinasi. Aku merangkak di kasur, hati-hati biar enggak menindih Derrin sepenuhnya, rasanya seperti mimpi. Apalagi setelah aku terus dihantui memori tentang memepetnya ke kaca di suite hotel waktu itu. Dia melilitkan tangannya ke leherku, jemarinya bermain di rambut basahku, menarikku turun biar bibir kita bertemu lagi. Tubuhnya lembut banget, licin seperti sutra, membuatku susah menahan diri untuk enggak langsung masuk ke dalam rahimnya. "Bentar, aku ambil kondom dulu," gumamku, melepas ciuman, meski aku enggak mau beranjak dari atas dia. Aku meraih ke meja samping tempat tidur, tempat aku menaruh kondom, karena memang aku sudah berharap dia bakal masuk kamarku suatu saat nanti. "Kamu tahu, kotak ini aku beli khusus buat kita." Aku ambil bungkusnya dan buka. Dia senyum, terus berlutut, membantuku memasangnya di sepanjang Juniorku. Gila, dia benar-
Última actualización: 2025-11-01
Chapter: Golden Shower୨ৎ D E R R I Nજ⁀➴Aku duduk di ranjang, memandang kosong ke tembok. Bayangan mata biru Toyi yang biasanya penuh dengan ketulusan, tadi jatuh jadi putus asa setelah aku bilang aku enggak bisa. Itu terukir jelas di otakku.Aku copot sepatu, kesal sendiri karena Papaku lagi-lagi menghancurkan hidupku dengan masalah trust issue yang enggak selesai-selesai.Aku ambil HP, menelepon Marlin. Dia angkat di dering pertama.📞“Eh, girl!” Suaranya terdengar masih ramai, kayaknya dia masih di bar.“Kamu sibuk?” tanyaku sambil buka legging dan dalaman, terus ganti pakai celana piyama.“Kalau buat kamu, jelas enggak.”“Jadi, apa masalahnya?” tanyanya.“Kenapa kamu langsung mikir kalau ada masalah?” Aku nyalakan speaker, copot kaus, terus ganti pakai piyama model kancing depan. Dalam hati aku berpikir, setelah tidur nyenyak mungkin besok aku bisa baikan lagi sama Toyi.“Kamu punya nada khas, Derrin.”“Nada apa?”“Nada yang bilang, ‘aku lagi kenapa-kenapa.’ Ayo, cerita. Aku udah jadi sahabat kamu da
Última actualización: 2025-10-31
Chapter: Selamat Tinggal Pecang!୨ৎ T O Y I જ⁀➴Begitu aku bilang ke Derrin kalau ini malam terbaik selama aku di sini, dia langsung bengong. Aku menunjukan beberapa gerakan ke para lansia, tapi sebenarnya mereka lebih pintar pakai pisau sama semprotan merica.Ada ibu-ibu yang bilang kalau dia bawa stun gun segala. Saat kita semua lagi makan es krim bareng, aku sempat kepikiran harusnya komplek ini pasang papan peringatan agar para penjahat berpikir dua kali sebelum macam-macam.Kita duduk melingkar di meja, aku bersama satu kakek namanya Lanon sama satu lagi Shanon.Topik obrolan mereka?Cuma peduli apakah payudaranya cewek-cewek yang pegang papan skor di ring itu asli atau bohongan.“Aku benaran enggak tahu,” jawabku lagi sambil melirik ke Derrin, yang masih sibuk menjelaskan ke Pingkan kalau "Tea" itu sebenarnya bukan teh benaran.Shanon bersandar ke depan. “Kita enggak bakal bilang ke Derrin atau Connie, kok. Ngaku aja, kamu benaran enggak pernah tidurin salah satu dari mereka? Gila, enggak percaya aku.”Aku meng
Última actualización: 2025-10-30
Chapter: Panti Jompo୨ৎ D E R R I N જ⁀➴Jam enam sore, Toyi turun dari kamarnya, dia habis mandi dan wangi banget."Eh, aku kira aku bakal siap duluan dari kamu." Dia berhenti di meja depan, masukkan dompet sama kunci ke kantong.Aku memutar badan ke arah pintu. "Kamu kelihatan rapi banget buat sekadar pergi ke panti jompo. Apalagi kamu mau ngajar bela diri."Dia membuatku merasa malu dengan outfitku, legging sama hoodie. Nenek Connie pasti bakal mengomentari bajuku di depan geng nenek-neneknya."Aku pakai baju olahraga, kok." Dia melihat ke dirinya sendiri seperti lupa apa yang dia pakai."Iya, tapi rambut kamu rapi, dan kamu wangi."Dia senyum. "Jadi, maksud kamu sebenarnya, kamu ngakuin kalau aku seksi ... dan wangi?"Aku memutar mata, pura-pura kesal karena dia berhasil menangkapku. "Ayo, lah."Aku buka pintu terus kita keluar ke halaman depan."Aku bisa nyetir kok," katanya."Aku kan udah bilang aku yang nyetir.""Yah, aku pingin nyetir aja. Aku harus hafalin lokasi-lokasi sekitar, dan aku juga belum
Última actualización: 2025-10-29