author-banner
Izhaha
Izhaha
Author

Novel-novel oleh Izhaha

Istri Rahasia Sang Penguasa

Istri Rahasia Sang Penguasa

Empat tahun pernikahan, tak seorang pun tahu siapa istri asli Arjune Harisidharta, putra presiden yang dikenal sempurna, dingin, dan mustahil disentuh skandal. Nama Viletta memang tercatat sah sebagai istrinya, tetapi keberadaannya disembunyikan dan Arjune tak pernah menyentuhnya. Sampai teror itu mengaku menculik istri rahasianya. "Lepas bajumu," perintah Arjune sambil melangkah maju sampai ujung sepatunya mengunci pergerakan Letta di depan meja rias. "Jika benar ada tanda di sana. Maka malam ini juga, saya sendiri yang akan menghapus jejak bajingan itu dari tubuh kamu sampai bersih."."
Baca
Chapter: Bab 60
Kata orang, Diana adalah anak yang beruntung.Ia terlahir dari keluarga berada, dengan seorang ayah yang memiliki reputasi besar di panggung politik. Wajahnya bahkan sangat mirip dengan sang kakak, Viona. Namun, kemiripan fisik itu tidak lantas membuat takdir mereka berjalan sejajar. Viona begitu mudah bergaul dan selalu mampu menjadi pusat perhatian di mana pun ia berada. Sementara Diana adalah gadis pemalu yang canggung, tidak mudah membuka percakapan, dan lebih sering memilih menarik diri ke dalam kesendirian.Diana tidak pernah keberatan dengan semua ketimpangan itu.Setidaknya, sampai sebelum pernikahan politiknya dengan Arjune terjadi.Pernikahan yang sejak awal tidak pernah benar-benar ia impinkan itu justru perlahan menjelma menjadi sepotong kebahagiaan tak terduga. Diana pernah menggantungkan harapan bahwa pernikahan itu akan memberinya kehangatan yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya. Namun, kenyataan tiga tahun kehidupan mereka justru terbentang penuh jarak. Tiga tahun hid
Terakhir Diperbarui: 2026-07-23
Chapter: Bab 59
Pria berparang itu menurunkan senjatanya beberapa sentimeter. Matanya menyipit, menatap Arjune seolah sedang berusaha menemukan celah dari sikap tenang pria tersebut."Menyerah?" Nada suaranya terdengar tidak percaya. "Segampang itu?"Arjune mengangkat kedua tangannya sedikit lebih tinggi. "Saya datang ke sini untuk melihat keadaan, bukan berperang dengan warga sendiri."Diana yang berdiri di sampingnya melirik cepat. Warga sendiri? Entah kenapa, kalimat itu terasa aneh keluar dari mulut Arjune. Pria yang selama ini bahkan tampak tidak peduli pada sebagian besar orang di sekitarnya, tiba-tiba menyebut mereka sebagai warga sendiri."Jangan percaya, Ketua!" teriak seorang pria dari kerumunan. "Itu cuma taktiknya saja!"Beberapa pria lain ikut mengangkat senjata mereka. Suasana yang sempat mereda kembali menegang. Diana menahan napas. Satu kesalahan kecil saja, dan keadaan bisa berubah menjadi kekacauan yang fatal.Pria yang dipanggil Ketua mengangkat satu tangan. "Diam." Suaranya tidak
Terakhir Diperbarui: 2026-07-19
Chapter: Bab 58
Diana berjalan menyusuri jalan setapak yang licin di lereng bukit, mengikuti langkah kecil anak laki-laki di depan mereka yang sesekali menoleh dengan gelisah.Di sampingnya, Arjune melangkah tenang. Tanah merah yang menempel di pantofel kulit mahalnya sama sekali tidak mengurangi ketegasan setiap langkah pria itu.Melihat ketenangan tersebut, dada Diana justru semakin bergemuruh.Apa dia benar-benar tidak menyadari kalau ini mencurigakan? Atau... memang sengaja membiarkan dirinya masuk ke dalam jebakan?"Apa sebenarnya yang sedang Anda rencanakan, Pak Arjune?" tanyanya akhirnya. Suaranya sengaja ditekan agar tidak terdengar oleh anak yang berjalan beberapa meter di depan mereka.Arjune tetap menatap jalan setapak di hadapannya."Rencana apa?"Diana menghentikan langkahnya. "Anda bukan orang bodoh. Anda pasti tahu anak itu sedang memancing kita."Arjune ikut berhenti. Ia berbalik perlahan, menatap Diana yang berdiri beberapa undakan di bawahnya.Angin perbukitan menerbangkan rambut Di
Terakhir Diperbarui: 2026-07-17
Chapter: Bab 57
“Pak Arjune beneran akan membayar saya, kan?” bisik Diana, mencondongkan tubuhnya ke arah Yanuar sembari melirik waspada ke arah Arjune yang sedang berbicara serius dengan kepala desa di sudut balai warga.Yanuar menaikkan sebelah alisnya, ikut memiringkan posisi duduknya agar suaranya yang rendah tidak memantul ke sekitar mereka. “Tentu saja. Kenapa? Apa Nona takut kami tipu?”“Tidak,” sahut Diana cepat, meremas pelan tali tas selempangnya yang sudah agak pudar. “Saya cuma takut kalian mendadak lupa.”Yanuar tidak bisa menahan senyum tipis melihat binar cemas sekaligus penuh harap di bola mata wanita itu. Sikap blak-blakan Diana soal uang justru terasa menyegarkan di matanya. “Kalau begitu, saya minta nomor rekening Anda. Saya akan urus pengirimannya sekarang juga.”Mendengar kata 'sekarang juga', senyum Diana langsung merekah sempurna. Wajah lelahnya akibat kurang tidur seketika menguap, digantikan binar semringah yang tidak bisa disembunyikan. Dengan gerakan kilat, ia merogoh tasny
Terakhir Diperbarui: 2026-07-13
Chapter: Bab 56
“Kamu tahu? Selama tiga tahun ini, aku selalu mengutuk setiap malam yang turun hujan.”Suara bariton Arjune mengalun rendah, memecah keheningan fajar yang dingin. Tatapannya lurus menembus langit-langit kamar yang remang. Hujan di luar telah sepenuhnya berhenti, kini hanya menyisakan bunyi teratur dari sisa tetesan air yang jatuh dari ujung atap penginapan.Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir, pria itu terbangun tanpa sentakan nafas memburu akibat mimpi buruk. Tidak ada kobaran api yang membakar ingatan. Tidak ada hamparan lautan hitam yang menelan Villeta. Tidak ada pula cekikan rasa bersalah yang biasa memaksanya terjaga di tengah malam buta.Perlahan, Arjune memiringkan kepalanya.Di sisi lain ranjang yang sama, Diana masih tertidur pulas. Tubuh mungilnya meringkuk erat di balik selimut tebal, memunggunginya. Rambut panjang wanita itu terurai berantakan, tersebar menutupi sebagian permukaan bantal. Kepanikan konyol akibat seekor kecoa terbang semalam tampaknya benar-ben
Terakhir Diperbarui: 2026-07-12
Chapter: Bab 55
“Pergi!”Arjune refleks menarik tubuhnya menjauh begitu Diana berteriak dengan nada panik. Kerutan bingung muncul di dahinya. Ia sempat mengira wanita itu akhirnya akan menangis atau mengakui sesuatu.Namun, yang dilihatnya justru wajah Diana yang memucat drastis. Kedua matanya membelalak ngeri, bukan menatap dirinya, melainkan ke arah bahu kirinya."Menyingkir!" teriak Diana histeris.Sebelum Arjune sempat bereaksi, Diana meraih sandal karetnya yang tergeletak di dekat ranjang.Plak!Sandal itu menghantam tepat di bahu kiri Arjune—persis di atas perban lukanya."Akh!" Arjune meringis sambil memegang bahunya. "Kamu ini apa-ap—"Kalimatnya terputus.Seekor kecoak terbang melesat dari bahunya, mengepakkan sayap dengan suara berdengung yang membuat bulu kuduk meremang.Diana memekik."Kecoak!"Dalam sekejap, seluruh keberaniannya menghilang.Ia berlari menjauh tanpa arah, sementara serangga itu justru berputar-putar mengikuti pergerakannya."Aaa! Pergi! Jangan dekat-dekat!"Melihat kecoa
Terakhir Diperbarui: 2026-07-10
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status