author-banner
Kim Hwang Ra
Kim Hwang Ra
Author

Novel-novel oleh Kim Hwang Ra

AH! BRONDONGKU SAYANG

AH! BRONDONGKU SAYANG

Lima tahun menikah, Alia terjebak dalam rumah tangga yang terasa seperti penjara—suami yang dingin, kata-kata yang menyakitkan, dan mertua yang menuntut cucu seolah hidup Alia hanya berharga jika ia bisa memberi keturunan. Hingga suatu malam sebuah kecelakaan kecil mempertemukannya dengan Arhan, seorang mahasiswa yang tanpa sengaja melihat bagaimana suami Alia merendahkan harga dirinya di depan umum meski berbisik. “Udah mandul, masih nyusahin.” Satu kalimat itu mengubah segalanya. Bukan hanya bagi Alia-tapi juga bagi Arhan Ketika perhatian kecil berubah menjadi kedekatan, dan kedekatan berubah menjadi kebutuhan… muncul fakta yang selama ini dikubur: Alia bukanlah pihak yang mandul. Rahasia itu menjadi pintu ke hubungan terlarang yang tak pernah mereka bayangkan. Yang bisa memberi Alia sesuatu yang tak akan pernah ia dapatkan dari suaminya. Namun setiap pilihan memiliki konsekuensi. Dan di antara rasa bersalah, hasrat, dan luka yang lama terpendam, Alia harus memilih: menyelamatkan dirinya… atau mempertahankan pernikahan yang sejak awal tak pernah memihaknya.
Baca
Chapter: Bab 135 : Perbedaan 2 Cinta
Begitu pintu ruangan Direktur Kampus tertutup rapat, suasana di luar langsung pecah oleh luapan amarah yang sejak tadi ditahan.Plak!"Kamu bener-bener gak punya otak, Arhan!" maki ayahnya dengan suara berbisik namun penuh penekanan yang tajam. Beliau menunjuk-nunjuk wajah anak laki-lakinya itu dengan jari yang gemetar. "Mau ditaruh di mana muka Ayah, hah?! Untung suaminya Bu Alia itu orangnya berjiwa besar. Kalau tidak, kamu sudah membusuk di penjara! Kamu sudah menghancurkan nama baik keluarga kita!"Arhan hanya bisa berdiri mematung. Kepalanya menunduk dalam-dalam, menatap ujung sepatunya sendiri. Tidak ada lagi sisa-sisa keberanian atau ketengilan yang biasa ia pamerkan. Di depan ayahnya, Arhan kembali menjadi seorang anak yang tak berdaya."Ayah tidak mau tahu," lanjutnya, "Selesaikan semua urusan administrasimu di sini sekarang juga. Setelah itu, kamu langsung pulang ke rumah! Jangan berani-berani keluyuran lagi, atau Ayah sendiri yang akan menyeretmu pulang ke kampung!"Setelah
Terakhir Diperbarui: 2026-06-13
Chapter: Bab 134 : Pembelaan Adil
Ruangan Direktur Kampus siang itu terasa seperti ruang sidang pengadilan yang kedap udara. Di balik meja kayu, Direktur Kampus duduk dengan wajah yang dingin. Di tangannya, selembar kertas berisi cetakan foto skandal Alia dan Arhan tercengkeram erat hingga agak kusut.Alia duduk di salah satu kursi di sana, kepalanya menunduk dalam-dalam. Tangannya yang dingin saling bertautan di atas pangkuan, meremas kain roknya dengan sangat kuat. Di sebelahnya, Arhan duduk dengan tubuh kaku. Di samping Arhan, seorang pria paruh baya dengan kemeja batik yang rapi duduk dengan napas yang memburu menahan amarah yang luar biasa. Dia adalah ayah kandung Arhan, yang baru saja tiba di kampus setelah mendapat telepon darurat dari pihak rektorat."Jadi, bagaimana kalian menjelaskan ini?" Direktur kampus membuka suara, nadanya berat dan. Dia melempar kertas foto itu ke atas meja. "Bu Alia, Anda adalah seorang dosen. Anda memegang kode etik akademik yang sangat ketat. Dan kamu, Arhan, kamu adalah mahasiswa b
Terakhir Diperbarui: 2026-06-13
Chapter: Bab 133 : Foto Viral
Ruang tengah itu mendadak terasa seperti kehabisan seluruh udaranya. Kata 'berselingkuh' yang keluar dari mulut Alia menggantung di udara dengan sangat pekat, menusuk indra pendengaran Rendra seperti belati yang berkarat."Aku pernah tidur dengan Arhan," lanjut Alia, suaranya tetap stabil meskipun hatinya sendiri rasanya seperti sedang diiris. Dia harus mengatakan ini, dia harus memperjelas semuanya agar tidak ada lagi ruang untuk bernegosiasi. "Kami melakukannya di rumahnya. Dan ya... kemungkinan besar, janin yang ada di dalam perutku sekarang ini adalah anak dari bocah itu. Anak dari Arhan. Bukan anakmu, dan gak bakal pernah menjadi anakmu."Detik itu juga, waktu seolah-olah berhenti.Rendra mendadak diam membatu. Seluruh tubuhnya kaku, matanya yang tadi penuh dengan tangisan memohon kini melebar, menatap Alia dengan tatapan kosong. Melihat reaksi diam Rendra, Alia melangkah cepat menuju pintu utama rumah. Tangannya yang gemetar meraih tas tangan kecilnya yang tergeletak di atas mej
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12
Chapter: Bab 132 : Pengakuan Pahit
"Aku tahu saat itu kamu mencintaiku," bisik Rendra lagi, "Tapi aku memilih diam. Kenapa? Karena sejak kecil, Ibu selalu mendidikku bahwa dunia romantis, cinta, dan perasaan seperti itu hanya akan membuat seorang pria menjadi lemah. Ibu bilang, cinta itu fana dan hanya akan membuatku tidak fokus mengurus perusahaan. Jadi, aku membunuh perasaanku sendiri. Aku mengunci diriku dalam karakter pria dewasa yang kaku, karena aku pikir itu cara terbaik untuk menjagamu dan pernikahan kita."Mendengar pengakuan itu, dada Alia terasa seperti dihantam ombak besar."Lalu kamu pikir aku ini apa, Rendra?! Pajangan?!" teriak Alia, suaranya meninggi, memecah keheningan rumah itu. Air matanya kembali tumpah dengan deras. "Aku sudah menahan semua yang aku alami selama lima tahun ini! Aku menahan diri menghadapi sindiran Ibu kamu yang selalu menuntut cucu, aku menahan diri hidup berdampingan dengan pria yang memperlakukanku seperti rekan kerja di atas ranjang! Selama lima tahun, aku tidak pernah mendengar
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12
Chapter: Bab 131 : Inikah Perasaan Rendra?
Seorang Rendra, pria yang dibesarkan di lingkungan keluarga konglomerat yang keras, pria yang selalu diajarkan untuk menyembunyikan emosi dan selalu dituntut menjadi sosok yang sempurna, kini memperlihatkan air matanya untuk pertama kali di depan Alia. Selama lima tahun pernikahan mereka, melewati berbagai macam pertengkaran dan ego keluarga, Alia tidak pernah sekalipun melihat suaminya ini meneteskan air mata. Rendra selalu menjadi tembok batu yang kokoh dan tidak tersentuh. Namun malam ini, tembok itu telah hancur lebur."Apa memang benar... di antara kita berdua sudah tidak ada perasaan lagi, Alia?" tanya Rendra lagi, dia menatap Alia dengan pandangan yang penuh luka dan keputusasaan yang teramat mendalam.Rendra terkekeh getir, sebuah tawa tanpa rasa humor yang terdengar sangat menyedihkan. Dia menundukkan kepalanya, menatap kedua telapak tangannya sendiri yang terbuka di atas lutut."Selama ini, aku selalu berusaha menjadi apa yang Ibu inginkan, apa yang dunia inginkan dari seoran
Terakhir Diperbarui: 2026-06-11
Chapter: Bab 130 : Cinta Datang Terakhir
Di bawah keteduhan pohon mangga, Arhan masih berdiri mematung. Tatapannya kosong, menatap lurus ke arah pintu kaca yang tertutup rapat. Kata-kata Rendra yang menghujamnya bertubi-tubi tadi rupanya tidak langsung menguap begitu saja. Kalimat demi kalimat itu justru mengendap, merayap masuk ke dalam kepalanya, dan mulai mengacak-acak logikanya."Arhan," panggil Alia pelan. Suaranya agak serak, mencoba memecah keheningan yang mendadak terasa aneh ini.Namun, cowok jangkung di hadapannya tidak merespons. Apa memang benar aku sudah menghancurkan rumah tangga orang lain? Apa aku ini memang penjahat seperti yang dibilang pria itu? Lalu, bagaimana dengan karma? Apa hidupku bakal hancur setelah ini? Segala macam prasangka buruk berputar-putar di otaknya seperti komidi putar yang hilang kendali."Arhan!"Suara Alia yang sedikit meninggi akhirnya berhasil menarik Arhan kembali ke alam realitas. Cowok itu tersentak pelan, lalu menatap Alia dengan sepasang mata yang mendadak kelihatan sangat lelah
Terakhir Diperbarui: 2026-06-11
Menikah Karena Visa

Menikah Karena Visa

Elena Santoso, arsitek muda asal Cakrawana, hampir kehilangan izin tinggal di Castelvaux. Terdesak waktu, ia nekat mengajak Daniel Harper—rekan kerja yang pendiam dan tak pernah ia perhitungkan—untuk menikah pura-pura demi menyelamatkan kariernya. Tapi semua jadi rumit saat mereka harus tinggal bersama di kota kecil Tenebris. Keluarga Daniel percaya sepenuhnya pada kebohongan mereka. Saat masa lalu Elena datang mengejar, dan media mulai mencium skandal, perasaan yang seharusnya pura-pura berubah jadi sesuatu yang nyata. Kini, Elena harus memilih: mempertahankan kebohongan demi ambisinya, atau jujur pada hati—meski itu berarti kehilangan segalanya.
Baca
Chapter: BAB 234 : Tamat
Cahaya matahari menembus tirai kamar dengan lembut, menghangatkan udara pagi yang segar. Burung-burung di luar jendela berkicau riang, dan dari dapur terdengar samar suara panci serta aroma kopi yang baru diseduh. Elena masih terlelap di pelukan Daniel ketika pintu kamar tiba-tiba diketuk keras. “Bangun! Hei, pengantin baru! Sudah jam delapan, kalian mau tidur sampai siang?” suara ceria itu jelas milik Lily, adik Daniel. Daniel bergumam pelan, separuh sadar. “Mmhh… Lily… lima menit lagi…” Pintu terbuka sedikit, dan kepala Lily menyembul masuk. “Lima menit? Lima menitmu bisa jadi satu jam, Kak. Mama nyuruh turun sarapan, semua orang udah nunggu.” Elena langsung membuka mata, panik kecil. Ia menyadari posisi mereka masih berpelukan, rambutnya berantakan dan selimut agak melorot. “Lily! Kau nggak bisa asal masuk begini—” Lily tertawa kecil, menutup pintu lagi tapi masih sempat menyelipkan kalimat, “Kau sekarang bagian dari keluarga, kak Elena. Nggak usah malu-malu!” Pintu te
Terakhir Diperbarui: 2025-10-12
Chapter: BAB 233 : Epilog tanpa Prolog
Setahun kemudian Musim semi membawa keharuman manis ke seluruh taman pusaka yang kini dipenuhi bunga liar. Tempat yang dulu hanyalah proyek kini berubah menjadi lokasi paling indah di Maple Hollow — dan di sinilah, di bawah langit biru muda, Elena dan Daniel akhirnya mengucapkan janji suci mereka. Tamu-tamu dari berbagai kalangan berbeda berkumpul: rekan kerja dari Molgrad yang sibuk mengambil foto, keluarga besar Daniel Harper yang duduk di barisan depan bersama ibu dan nenek Rose, hingga keluarga Elena yang datang dari Cakrawana dengan pakaian tradisional lembut berwarna biru dan emas. Suasana terasa hangat, seolah budaya dua tempat itu menyatu dalam satu napas cinta. Daniel berdiri di altar sederhana yang dihiasi daun maple dan kain tenun khas Cakrawana. Ketika Elena berjalan perlahan menghampirinya dengan gaun putih gading dan buket bunga liar di tangan, Daniel sampai kehilangan kata. Ia tersenyum gugup tapi matanya tak lepas dari Elena. “Kalau aku pingsan, tolong tangk
Terakhir Diperbarui: 2025-10-12
Chapter: BAB 232 : Usai Tiga Bulan
Tiga bulan berlalu sejak Daniel mulai mengerjakan proyek besarnya. Kini, rancangan itu akhirnya rampung sepenuhnya. Hanya tinggal menunggu tahap pembangunan fisik selama dua bulan ke depan. Saat Daniel menatap hasil desain yang terbentang di layar komputernya, ia tak bisa menahan senyum kecil — rasa puas sekaligus lega bercampur jadi satu. Proyek ini bukan sembarang taman. Ia dan Elena menamainya “Taman Lintas Budaya”, sebuah ruang hijau yang memadukan keindahan khas Cakrawana — tempat asal Elena — dengan nuansa hangat dan arsitektur khas Molgrad. Setiap detailnya seolah bercerita tentang perjalanan mereka; tentang dua dunia yang berbeda namun akhirnya berpadu menjadi satu kesatuan yang harmonis. Sejak Daniel menyatakan perasaannya tiga bulan lalu, hubungan mereka berubah menjadi sesuatu yang nyata. Tidak lagi sekadar rekan kerja atau pasangan pura-pura demi visa. Kini mereka benar-benar hidup bersama, berbagi ruang, waktu, bahkan rutinitas kecil sehari-hari yang dulu terasa sepel
Terakhir Diperbarui: 2025-10-12
Chapter: BAB 231 : Momen Terindah
Sore itu, langit Molgrad mulai berwarna jingga saat para karyawan beranjak pulang dari kantor. Elena sempat menoleh ke arah meja Daniel yang kosong.“Kamu nggak pulang bareng?” tanyanya sebelum berpisah. Daniel tersenyum tipis, menatap layar laptopnya. "Aku ada urusan sedikit, kamu duluan aja. Jangan lupa makan, ya.” Elena mengangguk. “Baiklah. Tapi jangan pulang kelamaan.” “Janji,” jawab Daniel dengan senyum kecil. Namun janji itu ternyata membuat Elena menunggu hingga malam. Waktu terus berjalan. Pukul delapan malam, Daniel belum juga pulang. Telepon yang Elena lakukan hanya berakhir di nada sambung tanpa jawaban. Hatinya mulai tak tenang.“Dia jarang begini…” gumamnya cemas sambil menatap layar ponsel. Pukul sepuluh lewat, baru sebuah panggilan masuk dari nomor tak dikenal."Halo?” Suara di seberang terdengar tergesa, distorsi samar di antara deru angin. “Anda Elena, istri Daniel Harper?” “Iya, benar. Ada apa ini?” “Mohon maaf, kami butuh Anda segera datang ke a
Terakhir Diperbarui: 2025-10-11
Chapter: BAB 230 : Menuju Kebahagiaan
Keesokan paginya, udara Molgrad terasa sejuk dengan langit yang cerah. Elena dan Daniel berjalan berdampingan di trotoar bandara sambil membawa koper besar milik ayah Daniel. Lelaki paruh baya itu tampak santai, tapi senyumnya menyimpan sedikit berat hati. “Kalian nggak usah repot-repot nganter, Ayah bisa naik taksi sendiri,” katanya sambil tertawa kecil. “Nggak bisa begitu, Yah,” sahut Daniel cepat. “Nanti Nenek kirim surat marah kalau tahu kita nggak nganterin Ayah.” “Benar, Yah,” tambah Elena tersenyum. “Nanti beliau pikir kita anak durhaka.” Mereka bertiga tertawa bersama. Begitu sampai di area keberangkatan, suasananya mulai terasa sendu. Suara pengumuman penerbangan bergema dari pengeras suara, dan aroma kopi dari kafe bandara mengiringi keheningan kecil di antara mereka. Ayah Daniel menatap keduanya dengan lembut.“Daniel, jaga dirimu baik-baik, Nak. Ayah tahu kamu keras kepala… tapi kali ini keras kepalamu mengarah ke hal yang benar.” Daniel menunduk sedikit, tersen
Terakhir Diperbarui: 2025-10-11
Chapter: BAB 229 : Akhir yang Bagus
Daniel menatap ayahnya cukup lama, mencoba mencerna kabar itu. Pindah ke Maple Hollow? Kota tempat semuanya dimulai — dan juga tempat semua kenangan masa lalu tertinggal. Elena menunduk, memikirkan banyak hal yang akan berubah jika mereka benar-benar menerima tawaran itu. Namun, sebelum suasana menjadi terlalu berat, Daniel akhirnya tersenyum kecil. "Yah… kalau itu memang yang terbaik untuk pengembangan taman kota dan proyek baru, aku akan pikirkan,” katanya tenang. “Tapi kali ini aku nggak mau meninggalkan Molgrad sepenuhnya. Aku masih punya mimpi yang belum selesai di sini.” Ayahnya menatap anaknya dengan tatapan bangga."Ayah sudah tebaik kamu akan jawab apa"Elena menoleh ke Daniel, "Kamu beneran mau milih tinggal di Molgrad?" “Iya. Aku bisa mengelola usaha pembibitan keluarga dari jarak jauh. Lagipula, sekarang semua bisa dilakukan online. Ada manajer di sana, aku bisa kontrol dari sini,” jelas Daniel dengan mantap. Elena menatapnya, tersenyum lebar.“Itu artinya kamu bi
Terakhir Diperbarui: 2025-10-10
Anda juga akan menyukai
GAIRAH CINTA MR. LAWYER
GAIRAH CINTA MR. LAWYER
Romansa · Ellina Zarima
60.0K Dibaca
CINTA DARI MASA LALU
CINTA DARI MASA LALU
Romansa · Herofah
60.0K Dibaca
Jerk Husband
Jerk Husband
Romansa · Riski Hakiki
59.9K Dibaca
Terjebak Obsesi Cinta Mafia Kejam
Terjebak Obsesi Cinta Mafia Kejam
Romansa · Iamyourhappy
59.6K Dibaca
I love you, Calon Ipar
I love you, Calon Ipar
Romansa · Azeela Danastri
59.6K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status