author-banner
Mentari Senja
Mentari Senja
Author

Novelas de Mentari Senja

Terperangkap Nafsu Sang Predator

Terperangkap Nafsu Sang Predator

Alya menikah demi menyelamatkan ayahnya, sedangkan Arsen menikah demi mengendalikan segalanya. Pernikahan itu seharusnya hanya kesepakatan dingin tanpa cinta, tanpa perasaan, tanpa celah. Namun semakin Alya mencoba membenci suaminya, semakin ia menyadari satu hal yang mengganggu. Arsen tidak hanya mengurungnya dalam mansion mewah, ia melindunginya dari sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Ketika rahasia kematian masa lalu mulai terbongkar, nama ayah Alya terseret dalam darah keluarga Arsen. Dan seseorang mengincarnya sebagai umpan untuk menjatuhkan sang penguasa bayangan. Dalam dunia predator dan pengkhianatan, siapa sebenarnya yang sedang diburu? Karena terkadang, yang terlihat sebagai mangsa, justru itu adalah perangkap paling mematikan.
Leer
Chapter: Bukti yang Hilang
Suasana di ruang kerja Arsen terasa lebih tegang dari biasanya. Udara seolah berat, hanya diselingi suara detikan jam dinding yang terasa sangat nyaring. Di tengah ruangan itu, Arsen duduk tegak di balik meja besarnya, rahangnya mengeras sementara matanya menatap laporan yang baru saja diserahkan Dante. “Semua berkas yang berkaitan dengan kasus 15 tahun lalu… hilang begitu saja?” ulang Arsen dengan suara rendah, namun sarat amarah yang tertahan. Tangannya mencengkeram kertas itu hingga ujung-ujungnya terlipat kuat. Dante berdiri di hadapannya, wajahnya tegang dan penuh rasa bersalah. “Benar, Tuan. Kami sudah memeriksa setiap lemari arsip, ruang penyimpanan rahasia, bahkan salinan cadangan yang tersimpan di server terenkripsi. Tidak ada satu pun yang tersisa. Seolah semuanya sengaja dihapus dan dibawa pergi.” Di sudut ruangan, Alya duduk diam, mengamati percakapan itu dengan hati yang berdebar kencang. Ia baru saja mendengar sedikit gambaran tentang masa
Última actualización: 2026-06-16
Chapter: Musuh Lama Kembali
Udara di dalam gudang tua itu terasa pengap dan berbau debu bercampur besi tua. Saat Arsen baru saja membebaskan ikatan di pergelangan tangan Alya, suara tepuk tangan yang lambat namun menusuk tiba-tiba bergema dari arah pintu masuk.“Hebat sekali… benar-benar layak disebut penguasa yang ditakuti.”Sosok pria bertubuh kekar dengan wajah penuh bekas luka melangkah masuk, diikuti belasan orang bersenjata yang langsung mengelilingi ruangan. Senyumnya sinis, matanya menatap Arsen seolah sedang menantang.Arsen langsung berdiri tegak, tubuhnya menutupi Alya sepenuhnya. Wajahnya yang baru saja sedikit melunak kembali berubah dingin, bahkan lebih tajam dari sebelumnya.“Kamu… Ken masih hidup?” desis Arsen, suaranya rendah namun penuh amarah yang tertahan.Ken Hardinata, musuh lama yang telah ia anggap mati sejak tujuh tahun lalu. Pria yang pernah bekerja sama dengan ayahnya, lalu mengkhianati keluarga Mahardika dan mencoba merebut seluruh kekuasaan sebelum akhirnya dilumpuhkan dan dianggap t
Última actualización: 2026-06-15
Chapter: Arsen Kehilangan Kendali
Suasana di ruang kerja Arsen terasa seperti neraka yang membeku. Telepon genggam yang baru saja ia terima pesannya tergenggam erat di tangannya, hingga tulang-tulang jari memutih dan urat-urat di lengannya menonjol.Di layar itu tertulis pesan singkat namun cukup untuk membuat darahnya mendidih:“Wanita yang kau jaga itu kini ada di tangan kami. Serahkan seluruh saham dan kendali perusahaan dalam 24 jam, atau kau akan menerima mayatnya sepotong demi sepotong.”Arsen melempar ponsel itu ke dinding dengan kekuatan penuh. Benda itu pecah berkeping-keping, menyisakan suara benturan yang memekakkan telinga.“Mereka berani… mereka benar-benar berani menyentuh milikku!”Suaranya menggelegar, dingin namun sarat amarah yang meledak-ledak. Selama ini, tidak ada satu pun orang yang berani menantangnya secara terbuka, apalagi mengambil apa yang ia anggap sebagai haknya. Namun kini, mereka menyentuh titik terlemahnya Alya.Dante, yang baru saja masuk membawa laporan, langsung membeku di tempat. Ia
Última actualización: 2026-06-14
Chapter: Alya Hampir Dibunuh
Suasana di halaman belakang Mahardika Mansion terasa gelap dan sunyi. Hanya diterangi lampu taman yang redup, menciptakan bayangan panjang di atas rumput yang basah embun. Alya berjalan perlahan, berniat mencari udara segar setelah seharian terkurung di dalam ruangan. Ia tidak menyadari bahwa malam itu, bahaya sedang mengintai dari balik kegelapan.Belum sempat ia melangkah lebih jauh, tiba-tiba dua sosok pria muncul dari balik semak-semak. Wajah mereka tertutup topeng, dan di tangan mereka tergenggam senjata tajam yang berkilau samar.“Jangan bergerak!” bentak salah satu dari mereka, suaranya berat dan kasar.Alya tertegun, napasnya tertahan. Ia berusaha mundur, namun punggungnya sudah menyentuh dinding tembok. “Siapa kalian? Apa yang kalian inginkan?”“Kami hanya menjalankan perintah,” jawab pria lainnya sambil melangkah mendekat. “Kau menjadi beban bagi banyak orang, Nona Mahardika. Dan beban harus disingkirkan.”Saat salah satu pria itu hendak menyergapnya, tiba-tiba suara langkah
Última actualización: 2026-06-11
Chapter: Hutang Darah Lama
Udara di ruang kerja Arsen dipenuhi aroma kayu dan wangi tembakau yang halus. Di hadapannya terbenayt tumpukan dokumen lama, foto laporan, dan catatan yang telah tersimpan selama lima belas tahun.Arsen duduk di kursi besarnya, jari-jarinya mengetuk pelan permukaan meja. Di sebelahnya, Dante berdiri tegap, sementara dua wanita lain juga hadir. Laras sekretarisnya yang setia, dan Sari, asisten pribadinya yang selalu siap sedia. Keduanya berdiri dengan sikap waspada, pandangan mereka sesekali beralih pada Alya yang berdiri di dekat jendela."Semua ini berasal dari arsip lama yang berhasil kami temukan di gudang perusahaan," kata Dante sambil menunjuk tumpukan kertas. "Ternyata kasus kebangkrutan perusahaan ibu anda tidak sesederhana yang tercatat."Arsen meraih satu foto lama, di sana terlihat ibunya, dan si sampingnya berdiri Bima Prasetyo, ayah Alya dengan senyum yang tampak palsu."Ayahmu bukan hanya saksi, Alya," ucap Arsen dengan suara rendah namun tegas. "Dia adalah salah satu or
Última actualización: 2026-06-10
Chapter: Peluru yang Salah Sasaran
Malam di Mahardika Mansion tidak pernah benar-benar sunyi. Alya baru saja selesai bekerja di ruang kerjanya, menutup sketsa desain yang sudah ia kerjakan berjam-jam.Saat ia berjalan menuju kamar utama, langkahnya terhenti mendengar suara kendaraan berhenti mendadak di depan gerbang. Diikuti suara teriakan dan derap langkah cepat. Belum sempat ua berpikir, pintu utama terbuka keras. Arsen masuk lebih dulu, diikuti Dante dan dua orang pengawal lainnya. Wajah Arsen tegang, matanya tajam memindai seluruh ruangan seolah mencari ancaman, jasnya sedikit robek di lengan, dan ada noda darah di bahunya."Tuan, mereka berusaha mendekat dari arah timur," lapor Dante sambil memegang senjata rakitan di pinggangnya. "Sepertinya kelompok yang bekerja sama dengan Selena."Arsen tidak menjawab, matanya tertuju langsung pada Alya yang berdiri di tangga. Tanpa bicara, ia melangkah cepat mendekatinya, menarik pergelangan tangan Alya dengan cengkraman kuat namun tidak kasar."Kamu di sini. Jangan berger
Última actualización: 2026-06-09
También te puede gustar
Malam Membara Bersama Pamanmu
Malam Membara Bersama Pamanmu
Romansa · Almiftiafay
68.6K vistas
Karena Utang, Dinikahi Sultan
Karena Utang, Dinikahi Sultan
Romansa · Erna Azura
68.6K vistas
Wanita Sang Presdir
Wanita Sang Presdir
Romansa · Giovanna Bee
68.5K vistas
My Sexy Boss
My Sexy Boss
Romansa · Reza
68.3K vistas
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status