author-banner
Chryztal
Chryztal
Author

روايات بقلم Chryztal

Raja Yang Agung Itu Berlutut Di Hadapanku

Raja Yang Agung Itu Berlutut Di Hadapanku

Demi menyelamatkan diri dan kakaknya dari kemiskinan, Lin Qian yang berbakat dalam pengobatan nekat menyamar sebagai pria untuk menjadi tabib istana. Tak disangka, kemampuanya yang luar biasa membawanya ke tengah pusaran kekuasaan dan mendekatkan dirinya pada Kaisar. Namun rahasianya tak bertahan lama. Saat rahasianya terbongkar, nyawanya dipertaruhkan di tengah istana yang penuh intrik.
قراءة
Chapter: Bab 247 - Akhir Kisah Lin Qian dan Wang Rui
​"Hoo... Huuuuuhhhh." ​Hari itu tidak datang dengan suara guntur atau langit yang berubah warna. Tidak ada pertanda besar di angkasa, tidak ada lonceng darurat yang dibunyikan di puncak menara. Pagi hanya terbuka perlahan, seolah semesta sengaja menahan napas agar tidak mengganggu satu peristiwa kecil yang akan mengubah segalanya. ​Lin Qian terbaring dengan napas yang mulai terputus-putus. Keringat dingin membasahi pelipisnya, jemarinya mencengkeram kain seprai hingga memutih. Rasa sakit itu datang bergelombang, menghantam tubuhnya tanpa ampun, namun matanya tetap jernih—setajam kristal yang ditempa api. Ia pernah menghadapi racun yang membakar tenggorokan, pengadilan yang dingin, dan penjara bawah tanah lembab yang menyiksa. Namun, rasa ini berbeda. ​Ini bukan rasa takut akan kehilangan nyawa. Ini adalah rasa sakit yang membawa berkah, sebuah perjuangan ketika hidup baru tengah mendobrak gerbang untuk lahir ke dunia. ​Di sisinya, Wang Rui berdiri kaku. Tidak ada mahkota emas
آخر تحديث: 2026-02-02
Chapter: Bab 246 - Saat Dunia Tidak Lagi Berisik
Istana akhirnya terasa tentram dan damai. Bukan diam karena takut, bukan pula sunyi karena kehilangan arah. Ini adalah keheningan yang lahir setelah badai benar-benar lewat, ketika dinding tidak lagi menunggu retak, dan langkah kaki tidak lagi membawa gema ancaman. Semuanya terasa aman Pagi datang tanpa tergesa. Cahaya matahari menyelinap masuk ke lorong-lorong istana, jatuh lembut di lantai batu yang kini jarang dilalui dengan langkah terburu-buru. Para pelayan bergerak dengan ritme wajar. Tidak ada bisikan panik, tidak ada mata yang selalu mengarah ke pintu seolah menunggu kabar buruk. Lin Qian merasakan perubahan itu dari dalam tubuhnya sendiri. Kehamilannya membuat waktu terasa berbeda. Setiap hari seolah melambat, namun justru terasa penuh. Ia tidak lagi bangun dengan pikiran yang langsung sibuk menimbang kemungkinan terburuk. Tubuhnya menuntut perhatian, dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia mengabulkannya tanpa rasa terbebani. Ia duduk di paviliun terbuka, juba
آخر تحديث: 2026-02-01
Chapter: Bab 245 - Huang Ziyan & Yue Er
Hubungan antara Huang Ziyan dan Yue Er tidak pernah diumumkan. Tidak pernah pula disepakati secara resmi sejak awal. Ia tumbuh diam-diam, seperti akar yang menembus tanah keras tanpa suara, bertahan dari tekanan, dan memilih arah sendiri tanpa perlu disorot siapa pun.Semua bermula jauh sebelum kekacauan istana mencapai puncaknya. Saat Huang Ziyan pertama kali menyadari bahwa perintah Ibu Suri tidak lagi sekadar manipulasi, melainkan ancaman nyata terhadap nyawa Kaisar dan Permaisuri, ia tidak langsung memberontak. Ia memilih diam. Mengamati. Menimbang risiko dengan kepala dingin seorang tabib yang tahu, satu kesalahan kecil bisa merenggut banyak nyawa.Di masa itulah Yue Er sering berada paling dekat dengannya. Wanita muda itu tidak bertanya banyak. Tidak mendesak penjelasan. Namun kehadirannya konsisten. Membawa laporan kecil, membantu mengatur jalur logistik obat, menutup celah yang seharusnya tidak terlihat. Yue Er tidak pernah menuntut keju
آخر تحديث: 2026-01-30
Chapter: Bab 244 - Cinta yang Hadir
Pagi di istana tidak lagi terasa seperti medan siaga. Cahaya matahari masuk tanpa terburu-buru, menyentuh lantai kayu Paviliun Qinghe yang bersih dan hangat. Tidak ada langkah cepat pelayan, tidak ada laporan mendesak. Dunia berjalan pelan, seolah memberi ruang bagi mereka yang selama ini hidup dengan kewaspadaan berlebihan.Lin Qian duduk di dekat jendela, mengenakan Hanfu santai yang sederhana. Tidak ada perhiasan berat, tidak ada sanggul ketat. Rambutnya jatuh longgar di punggung, menandakan bahwa pagi ini ia bukan Permaisuri yang harus siap dilihat siapa pun. Ia hanya seorang perempuan yang sedang mencoba menikmati keheningan.Buku terbuka di pangkuannya, namun halaman itu tidak berubah sejak beberapa waktu lalu. Pikirannya tidak benar-benar berada di sana. Tubuhnya ada di paviliun, tetapi jiwanya masih belajar menerima kenyataan bahwa ia tidak lagi harus bersiaga setiap detik.Langkah kaki terdengar dari belakang. Tidak disertai pengumuman, tidak
آخر تحديث: 2026-01-29
Chapter: Bab 243 - Kekaisaran Menuju Kemajuan
Tidak ada genderang perang, tidak ada lonceng darurat, tidak pula bisik-bisik cemas yang biasa menyertai perubahan besar di Kekaisaran Wang. Reformasi justru dimulai dalam keheningan yang rapi, seperti air yang mengalir perlahan namun pasti mengubah bentuk batu.Lin Qian duduk di ruang kerjanya ketika gulungan pertama laporan reformasi tiba. Bukan laporan darurat, melainkan catatan perkembangan. Angka-angka yang dulunya berantakan kini tersusun rapi. Klinik-klinik daerah melaporkan penurunan angka kematian ibu dan bayi. Akademi Yaonu Tang mencatat lonjakan murid perempuan dari berbagai latar, termasuk putri petani dan anak perempuan tabib keliling yang dulu tidak pernah berani bermimpi sejauh ini.Ia membaca semuanya tanpa senyum kemenangan yang terlalu lebar, sudut bibirnya hanya terangkat sedikit sebagai senyuman tulus. Wajahnya tenang, hampir datar, namun matanya jernih. Reformasi tidak pernah terasa seperti pencapaian pribadi baginya. Ini selalu tenta
آخر تحديث: 2026-01-29
Chapter: Bab 242 - Pengangkatan Huang Ziyan
Istana Kekaisaran Wangjing menyambut pagi dengan suasana yang berbeda. Bukan karena perubahan cuaca, melainkan karena arah angin kekuasaan yang akhirnya menetap. Setelah badai panjang yang mengguncang istana dalam, hari itu terasa seperti titik henti yang tegas, sekaligus awal yang baru. Upacara pengangkatan Menteri Kesehatan dilangsungkan di Aula Qianyuan, tanpa kemegahan berlebihan. Tidak ada pesta, tidak ada musik perayaan. Hanya barisan petinggi, gulungan dekrit, dan kesunyian yang penuh makna. Semua orang yang hadir memahami satu hal dengan jelas, jabatan ini bukan hadiah, melainkan amanah yang lahir dari darah, risiko, dan pilihan sulit. Huang Ziyan berdiri di tengah aula dengan jubah resmi berwarna hijau tua, warna yang melambangkan kehidupan dan pemulihan. Wajahnya tenang, tetapi sorot matanya tidak lagi menyimpan ambisi mentah seperti dahulu. Bertahun-tahun berada di bawah bayang-bayang intrik istana telah mengikis kesombongan yang pernah ia miliki, menggantinya dengan kew
آخر تحديث: 2026-01-28
Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku

Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku

Celine, seorang mahasiswa psikologi, terbangun di dalam tubuh Celestine de Montclair, antagonis malang yang ditakdirkan mati dipenggal oleh tunangannya sendiri, Pangeran Alaric Alderwyn. Menyadari ia memiliki waktu tiga tahun sebelum eksekusi, Celestine bersumpah untuk mengubah takdir. Demi menyelamatkan dirinya, Ia membatalkan pertunangannya, membangkitkan kekuatan sihir kuno miliknya yang tertidur, dan menjauh dari plot utama novel. ​Namun, semakin ia mencoba menghindar, dunia novel itu justru berputar ke arahnya. Alaric, sang pangeran berdarah dingin yang seharusnya membencinya, kini justru terobsesi mengejarnya.
قراءة
Chapter: 296 - Akhir Kisah Celestine
Bip... bip... bip...Suara berisik dari monitor detak jantung yang monoton menjadi hal pertama yang merayap masuk ke dalam kesadaran Celine. Rasa dingin yang menggigit dan aroma antiseptik yang tajam menyengat penciumannya, menggantikan aroma wangi mawar dan lavender yang biasa menenangkannya.Celine perlahan membuka matanya. Pandangannya buram, terhalang oleh silau lampu neon putih yang menusuk dari langit-langit bangsal rumah sakit. Tidak ada kubah kaca megah, tidak ada kanopi beludru, dan tidak ada kehangatan dada bidang Alaric yang biasanya mendekapnya erat."Pasien di kamar 405 sadar! Dokter, pasien koma selama dua tahun ini akhirnya sadar!"Suara panik perawat dan derap langkah kaki sibuk mengudara di sekelilingnya. Namun, Celine tidak memedulikan semua kebisingan itu. Tangannya yang dipasangi selang infus bergetar hebat saat ia meraba jari manis tangan kirinya. Kosong. Cincin emass bermaterikan permata amethyst yang menjadi saksi sumpah sehidup sematinya bersama Alaric tidak ad
آخر تحديث: 2026-07-21
Chapter: 295 - Bukan Akhir Yang Diharapkan
Petir menyambar membakar langit malam Ethelwilde, disusul oleh deru angin badai yang menghantam dinding istana dengan brutal. Di dalam kamar utama yang temaram, suasana mencekam itu mendadak pecah oleh erangan kesakitan. Celestine meremas seprai tempat tidur dengan jemari yang memutih. Usia kandungannya baru menginjak delapan bulan, namun kontraksi hebat yang datang tiba-tiba memaksa anak kedua mereka untuk lahir lebih cepat dari perkiraan."Tahan, aku bersamamu, Sayang. Tarik napasmu." bisik Alaric parau. Wajah tampan sang Raja tampak luar biasa pucat, dipenuhi oleh kepanikan yang ia rasakan lebih daripada saat kelahiran Regulus. Ia menggenggam erat telapak tangan Celestine, menyalurkan mananya dengan kelembutan tertinggi untuk meredakan rasa sakit sang istri.Perjuangan hidup dan mati itu berlangsung dramatis di tengah kepungan badai malam. Setelah berjam-jam bertaruh nyawa di atas ranjang dengan sisa-sisa tenaganya, tangisan melengking seorang bayi perempuan akhirnya pecah, membe
آخر تحديث: 2026-07-19
Chapter: 294 - Ketakutan dan Rajukan Regi
Kelopak mawar merah yang berguguran di sela-sela ranting pohon mawar merambat di taman kaca tampak seperti hujan keperakan yang lambat. Angin sore berembus tipis, membawa keharuman lavender yang pekat dan menenangkan sirkuit mana di dalam tubuh Celestine.Dua tahun telah berlalu sejak tawa renyah Regulus meramaikan lorong-lorong istana, dan kini, kebahagiaan di bawah atap kediaman agung Ethelwilde kembali membuncah. Celestine sedang mengandung anak kedua mereka. Usia kandungannya telah memasuki bulan kelima, membuat perutnya kini tampak membuncah bulat di balik gaun sutra longgar berwarna hijau mint yang ia kenakan.Namun, kehamilan kedua ini sukses mengubah sang Raja Agung menjadi sosok yang protektifnya sudah di luar batas kewajaran.Alaric benar-benar menolak membiarkan Celestine berada di luar jangkauan pandangannya lebih dari beberapa blok. Bahkan, demi tidak meninggalkan istrinya sendirian saat ia harus memeriksa tumpukan dokumen negara, Alaric dengan ugal-ugalan memerintahkan p
آخر تحديث: 2026-07-19
Chapter: 293 - Sosok Ayah Yang Hangat
Tap, tap, tap!Suara derap langkah kaki kecil yang terburu-buru bergaung renyah di atas lantai marmer, seketika memecah keheningan koridor sayap barat Istana Utama Ethelwilde. Lorong-lorong megah yang empat tahun lalu terasa begitu dingin, kaku, dan sarat akan intimidasi politik, kini telah berubah total. Tempat itu kini dipenuhi oleh energi kehidupan yang teramat hangat, berkat kehadiran seorang balita berpipi gempal yang sedang berlari ugal-ugalan sambil memeluk sebuah boneka naga kain rajutan."Kuda! Cepat, Pangeran mau naik kuda!" pekik suara cempreng nan menggemaskan itu, memicu tawa renyah dari para pelayan istana yang berpapasan dengannya.Bocah laki-laki berusia tiga tahun itu bernama Regulus Alderwyn. Dia adalah putra pertama, sekaligus sang Putra Mahkota kecil Ethelwilde. Regulus mewarisi ketampanan dari ayahnya, sepasang netra safir biru malam yang berkilau tajam bak permata, serta helai rambut hitam pekat yang legam. Namun, berbeda dengan sang ayah yang irit senyum, sifat
آخر تحديث: 2026-07-19
Chapter: 292 - Tidak Ingin Kembali
Satu minggu setelah suasana pesta pernikahan agung mereda, ketenangan yang meneduhkan perlahan kembali menyelimuti Istana Utama Ethelwilde. Pagi itu, sinar matahari menembus lembut tirai tipis kamar pribadi sang Ratu, menyiram meja marmer tempat Celestine duduk bersantai dengan segelas teh Chamomile madu hangat yang masih mengepulkan aroma wangi.Di atas meja tersebut, berjejer beberapa kotak beludru besar berhiaskan ukiran permata dari kerajaan seberang—hadiah pernikahan susulan yang baru saja tiba melalui jalur laut. Namun, perhatian Celestine tidak tertuju pada kilaunya emas atau sutra mewah di dalam kotak-kotak itu. Sepasang netra amethyst-nya terfokus sepenuhnya pada selembar kertas perkamen beraroma wangi bunga melati yang sedang ia pegang.Itu adalah surat dari kakak perempuannya, Aureliane.“Untuk adik kecilku tercinta, Celestine.” tulis Aureliane dengan guratan tinta emas yang rapi dan anggun. “Maafkan kakakmu yang tidak bisa hadir di hari paling megah dalam hidupmu. Tabib ke
آخر تحديث: 2026-07-19
Chapter: 291 - Hari Yang Dinantikan
Gema ribuan lonceng emas dan perak kembali bersahutan membelah langit ibu kota, tetapi hari ini getarannya terasa jauh lebih hangat dan membahagiakan. Tidak ada lagi sisa ketegangan politik atau bayang-bayang kelam dari kudeta masa lalu. Hari yang dinantikan oleh seluruh pelosok kekaisaran Ethelwilde akhirnya tiba. Ribuan rakyat berkumpul di sepanjang jalan protokol sejak matahari belum sepenuhnya terbit, melambaikan bendera kerajaan dan menaburkan kelopak bunga ke udara. Seluruh ibu kota seolah menjelma menjadi lautan pesta yang penuh dengan sorak-sorai suka cita.Di dalam Katedral Agung Elidyr, kemegahan dekorasi hari itu benar-benar memanjakan mata siapa pun yang memandangnya. Sesuai dengan instruksi rahasia yang dipesan langsung oleh sang Raja, seluruh sudut dinding batu katedral dihias indah oleh rangkaian bunga abadi dan hamparan bunga mawar dan bunga camelia segar. Aroma wangi yang menenangkan dan manis menguar di udara, menciptakan atmosfer sakral yang terasa begitu intim dan
آخر تحديث: 2026-07-18
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status