author-banner
Lailiela
Lailiela
Author

Novels by Lailiela

Batu Akik Penakluk Wanita

Batu Akik Penakluk Wanita

“Jadi … apa kamu setuju menjadi simpananku?” Tawaran itu mengubah hidup Bayu Saputra, kuli kasar yang tak pernah dianggap. Setelah mendapatkan batu akik misterius, wajahnya menjadi memikat, auranya memabukkan, dan kekuatannya melampaui nalar. Kini wanita yang dulu menghina justru berebut mendekat. Namun, Bayu tidak tahu ada harga timbal balik, di balik kekuatan itu.
Read
Chapter: Bab 325
Joni langsung mengikutinya. “Kamu beneran mau pergi ke toilet?” Mendengar kat toilet membuat mata Herdin mengedip lalu mengangguk cepat. Dengan kakinya yang juga dihentakan pelan. Sedangkan Bayu segera menghentikan mobil di sebuah lertanbiymibyaam. Di sana ia membuka pintu saat mobil sudah berhenti “Jon, ayo cepat bawa dia keluar dari sana?” ucap Bayu sambil membukakan pintu. “Ayk kita keluar juga!” Joni memegang lengan Herdin lalu membawanya menuju toilet. Sementara Hersin masuk ke toilet ajoni menunggunya di luar. Sambil mendengar suara dari dalam toilet. Takut-takut jika nanti Herdin bisa melarikan diri karena itu bisa membuat mereka sangat kewalahan untuk mencarinya lagi. Saat suara air di dalam sana berhenti Joni mengetuk pintu. “Udah selesai belum?” tanya Joni sambil melihatku ke bawah pintu memastikan kaki Herdin terlihat. Klek! Di saat yang
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Bab 324
“Aku saja yang menjaganya di sini, kalian pesankan makanan untukku. Sekalian juga buat dia.” Bayu memilih untuk menunggu dan menjaga agar Herdin tidak ada waktu untuk melarikan diri.Meski Herdin tidak mungkin bisa tapi untuk berjaga-jaga agar tidak terjadi hal yang dibayangkannya. Bayu memilih untuk tetap mengawasinya.Joni bertanya sebelum keluar dari mobil. “Oh oke, nanti kita bawakan. Nanti aku bawakan makanan yang dipilihin Teo saja. Kamu mau nggak, atau ada pilihan lain yang mau kamu makan?” “Emm … kayaknya biar terserah Teo saja mau pilih buat aku apa,” jawab Bayu santai karena sejujurnya ia juga tidak pilih-pilih soal makanan.“Oke,” sahut Joni lalu segera menyusul Teo masuk ke kedai makan pinggir jalan.Bayu membuka jendela di sampingnya agar sirkulasi udara di dalam mobil tidak terasa pengap. “Mereka pasti sedang makan sekarang. Nanti setelah mereka sampai barulah giliranmu dan aku makan. Ah, aku lupa memberitahumu na
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Bab 323
Karena itu ia pun segera mempercepat gerakannya dengan menghampiri satu-satu penumpang di sana.Di kursi berikutnya Bayu melihat sosok yang sama seperti yang dikatakan Teo tadi.Bayu mendekat pada seorang pria yang ciri-ciribya sama seperti di dalam foto yang dibagikan padanya. Tetapi karena wajahnya memakai masker di bagian wajahnya.Dengan cepat Bayu membuka masker pada wajah Herdin itu. Dan benar saja ternyata pria itu sama dengan yang ada di gambar ponselnya. Bayu segara mengembalikan posisi bentuk masker Herdin. Dengan cepat ia berlari ke arah temannya sehingga waktu kembali berjalan normal seperti sebelumnya.Wajah Bayu masih menoleh ke arah tempat duduk Herdin. “Jon, ikut aku. Aku sudah menemukannya.”Melihat Bayu yang berbalik dan berlari ke arah sebaliknya membuat Joni heran. Karena baru saja mereka berbicara dan Bayu sudah menemukan target mereka. Namun, Joni tidak ingin banyak tanya ia tetap ikut ke arah Bayu berjalan
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Bab 322
Tak!Tangan Bayu menekan tombol saklar lampu secara berulang membuat cahaya di dalam kamar kelap kelip. Bukannya marah Teo malah berjoget seperti sedang berada di sebuah club malam. “Hais, kalian ini malah kompak banget! Bayu, jangan main-mainin saklar lampunya dong!” tegur Joni.Di sana ada tiga ranjang Joni memilih tidur di samping dekat jendela. “Aku akan tidur di sini!”“Bayu, aku tidak mau tidur di tengah jadi kamu saja di sana biar kau di samping kanan ini!” Teo menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang dengan tangan yang masih menunjuk ke samping.“Aku tidak masalah dimanapun!” jawab Bayu. “Baiklah, kalau gitu sudan dipastikan posisi masing-masing.” Joni yang merasa lelah setelah beberapa jam diperjalanan la hanya menggelengkan tas dan sepatunya di samping tempat tidur.“Kamu nggak mandi dulu?” Teo bangkit dari tempat tidurnya lalu melihat kedua temannya yang sudah malas untuk bangun.“Bayu kamu
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Bab 321
Ketika tangan Sandro sudah sampai menyentuh pundak Bayu, seketika pria tua yang dikejar Bayu menghilang ketika ia sempat menoleh ke belakang pada Sandro.“Bayu, aahh … kamu ngikutin siapa sih. Sampai berjalan sejauh ini?” Nafas Sandro sudah ngos-ngosan ia segera mengatur nafasnya perlahan. Lalu melihat ke depan tempat Bayu menghadap.“Aku tadi sedang mengejar seorang pria tua …!”Pandangan Bayu seketika menyapu sekeliling mencari pria tua tadi. Namun, ternyata tidak ada siapapun di sana sehingga membuatnya merasa aneh karena pria itu dengan cepat sudah meninggalkan dirinya.“Pria tua? Pria yang mana, aku tidak melihat siapapun sejak tadi!” bantah Sandro.Membuat Bayu jadi semakin kebingungan karena jelas-jelas tadi ia sedang mengejar seorang pria tua. Namun, Sandro baru saja mengatakan tidak ada siapa-siapa di sana sejak tadi.“Aku … ya, aku rasa aku keliru. Mungkin tadi salah lihat.”Wajah Bayu langsung menund
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: Bab 320
“Nggak kok, tapi karena itu kita kecil jadi tidak akan seramai ibukota tempat kita tinggal ini. Jadi sebaiknya kita harus bersiap-siap yang lain boleh pergi bersiap kecuali Bayu.”Sandro sengaja membiarkan Bayu tinggal bersamanya untuk bicara karena Bayu baru saja datang dan pasti belum mendengar informasi lainnya yang terlewat.Setelah yang lainnya bersiap untuk membawa barang bawaan seperti baju ganti atau keperluan lain untuk di jalan.Di ruang tengah masih tersisa Sandro dan Bayu masih berbicara berdua.“Jadi misi ini sebenarnya punya tim lain?” tanya Bayu.Setelah mendengar penjelasan dari Sandro mengapa mereka tiba-tiba mendadak menjalankan misi.Sedangkan Sandro menganguk sambil menjawab, “Iya mereka menyerahkan misi itu kepada kita karena Kapten bilang mereka tidak bisa menyelesaikannya. Semua aggota mereka tidak sanggup menyelesaikannya misi ini jadi kita akan ambil alih.”“Baikal, kalau gitu aku akan bersiap ju
Last Updated: 2026-07-18
Mbah Dukun Dambaan Wanita

Mbah Dukun Dambaan Wanita

"Aku berubah pikiran... Aku ingin keturunan dari Mbah Damar!" ucap Laras sambil mendekat. "Tidak bisa! Giliranku lebih dulu!" Sekar langsung menarik lengan Damar, tak mau mengalah. Damar Wisesa adalah dukun sakti yang hidup sejak ratusan tahun lalu. Sebuah ritual terlarang yang gagal mengutuknya menjadi lelaki tua dalam sekejap dan membuatnya tertidur selama berabad-abad. Saat terbangun di era modern, kutukan itu belum berakhir. Ia hanya bisa kembali menjadi pria muda yang tampan dan perkasa saat malam tiba. Kini, satu per satu wanita datang mencari pertolongannya, tanpa menyadari bahwa setiap kehidupan baru yang ia bantu lahirkan membawa Damar selangkah lebih dekat untuk mematahkan kutukannya.
Read
Chapter: Bab 8
Damar duduk bersila di bawah pohon beringin di samping tempat ritualnya. Membuat pose seperti sedang bertapa sambil memejamkan mata dan menyatukan kedua tangannya. Bibir Damar terus merapalkan mantra dengan suara pelan sehingga terlihat seperti hanya berkomat-kamit sampai tubuhnya dikelilingi cahaya dari kekuatan kanuragan yang dimilikinya. Cukup lama Damar melatih kekuatannya itu sehingga membuat kekuatan yang dimilikinya bertambah, ketajaman pendengarannya bahkan membuatnya bisa mendengar suara lebih jauh sampai ke desa. Suara orang-orang di desa yang sedang bercakap-cakap sambil beraktifitas, bahkan saat Damar membuka matanya cahaya biru terlihat menandakan kalau penglihatannya pun ikut menajam. Kekuatan Damar sebenarnya masih belum pulih sepenuhnya, apalagi dengan kondisinya yang masih dalam pengaruh kutukan seperti ini membuat kekuatannya banyak yang ikut tersegel. Karena efek dari kutukan yang melekat di tubuhnya. Namun, Damar masih tetap berusaha dengan berlatih kembali k
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Bab 7
“Hah, itu ….” Laras sampai terperangah mendengar usulan Sekar yang di luar pemikirannya. Namun, itu bukan ide yang buruk.“Tidak, aku ini pria dan kalian wanita jadi sebaiknya aku di luar saja. Sudah sana masuk jangan pakai ide anehmu itu!” Damar langsung menolak ia bahkan kembali berdiri lalu mendorong masuk kedua wanita itu. “Sudah sana masuk saja!” Pintu dengan cepat ditutup oleh Damar agar mereka tidak keluar lagi. Di dalam Sekar melihat tempat tidur di sana tidak ada bantal, ia baru menyadari kalau ternyata di sana tidak ada bantal ataupun selimut hanya ada sarung tua saja.“Tidak ada bantal?” tanya Laras lalu menoleh ke arah Sekar. “Katanya kamu asistennya tapi bantal saja nggak kamu urus?”“Cih, aku mana tahu apa-apa tentang tempat tidur pria?!” Sekar yang tersinggung langsung meninggikan suaranya.“Kenapa kamu jadi marah kan yang aku katakan itu benar,” balas Laras.Di luar hujan sangat lebat sekali Sekar berpikir jika i
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Bab 6
Dengan cepat Sekar merapikan rambutnya dan mengibaskan bekas bunga yang menempel di pada bajunya saat membantu ritual yang dilakukannya tadi. Saat Sekar melihat pada Laras ternyata ia juga sama sepertinya yang diam-diam melihat ke arah Damar.“Mbak jangan lihatin terus, Mbak kan sudah punya suami,” bisik Sekar.Seketika Laras dengan cepat melihat ke arah lain, bisikan Sekar menyadarkan akan keberadaan suaminya yang saat ini berada di kota. Namun, meski demikian pria itu sudah menyakiti hati Laras dan bahkan berkhianat berulang-ulang kali sampai membuatnya muak.Wajah Laras pun terlihat sayu, kesedihan di wajahnya membuatnya menunduk. ‘Akan tetapi, apa salahnya jika ia juga mulai melihat pria lain atau bahkan berselingkuh? Bukankah itu akan menjadi balas dendam yang setimpal?’ pikir Laras dalam hatinya.“Kamu benar, tapi tidak ada salahnya kan jika hanya melihat?” Laras tersenyum membalas bisikan Sekar tadi.Sementara Sekar yang melih
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: Bab 5
“Berendamlah di dalamnya,” ucap Damar.Sedangkan Laras hanya diam tapi ia mulai membuka matanya perlahan, rasa takutnya hilang karena tadi ia mengira kalau ular-ular itu mungkin saja akan menggigitnya. Akan tetapi ternyata tidak apa-apa hanya saja dia merasa geli sekali karena kakinya merasakan tubuh ular-ular licin sedang bergerak.Kemudian tangan Damar menyentuh pundak Laras membantunya untuk menurunkan tubuhnya masuk ke dalam kolam yang tingginya hanya mencapai atas lutut agak lebih dikit.Sehingga saat tubuh Laras berendam permukaan air mencapai dadanya saat ia sudah berendam. “Ahh …! Hmph, Mbah rasanya geli!” teriak Laras.Saat sadar kalau di depannya bukan Damar si pria tua yang dikenalnya. Laras berhenti berteriak lalu mencoba menahan perasaan geli setiap kali ular bergerak di menyentuh tubuhnya.Namun, lama kelamaan gerakan ular-ular itu yang terasa licin menyentuh kulit Laras kini mulai terasa aneh. Bahkan di bagian bawah sana ia merasakan ada yang masuk ke dalam kainnya, ul
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: Bab 4
“Perankan aku Sekar, asisten Mbah Damar yang akan membantu dalam ritual yang akan dilakukan untuk Mbak Laras!”“Ah, begitu ya. Tapi ….” Laras menoleh ke belakang Sekar di sana Damar sedang berdiri menunggu mereka.Karena melihat Damar sekarang Laras jadi percaya kalau Sekar benar-benar orang suruhannya. “Mbak sudah lihatkan? Itu Mbah Damar sudah menunggu Mbak dari tadi. Sini aku bantu bawain yang ini dan ayo kita segera ke sana!” ajak Sekar sembali membantu Laras membawakan telur yang dibawanya dalam kantongan plastik.Karena Sekar bersikap ramah Laras merasa sedikit terbantu dan suasana akan jadi ramai jika dia ada. Pikir Laras diam-diam.Akhirnya mereka bertiga kembali memasuki hutan dan saat cahaya matahari mulai terbenam mereka sampai di dalam kediaman lama.Di sana Laras melihat kolam yang dekat dengan pohon beringin. Kolam yang tadinya berlumut itu sudah dibersihkan sebelumnya hanya saja terlihat mengerikan karena tidak hanya berisikan air tetapi …“Haah … ah! Ada ularnya, Mbah
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: Bab 3
Hari mulai gelap dan matahari hampir terbenam saat akan melangkah Damar ingat akan Laras dan ritualnya. “Dua hari lagi aku akan mengadakan ritual untuk seseorang yang sudah membangunkanku.”“Ritual?” Sekar terlihat bingung.Damar menjelaskan agar Sekar membawakan bahan sesajen lainnya dan kembang tujuh rupa. Ketika cahaya matahari sudah terbenam sepenuhnya wajah dan tubuh Damar berubah kembali muda bahkan Sekar yang masih di sana langsung terkejut karena baru pertama kali melihat perubahan secepat itu.Wajah Damar kembali menjadi muda saat usianya 25 tahun sama persis seperti umurnya saat itu. Ia yang dulu dikenal sebagai dukun paling tampan, selain kesaktiannya Damar memang terkenal rupawan dengan tubuh tinggi, bahu lebar, lengan, badan, terdapat otot-otot yang terbentuk sempurna hasil dari angkat kayu berat yang dari hutan.Tubuhnya memang kuat jadi tidak hanya ilmunya sebagai seorang dukun sakti saja. Banyak gadis desa yang sangat terpikat saat melihat tubuh terutama wajahnya yang
Last Updated: 2026-07-07
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status