author-banner
Kotz Anderson
Author

Novels by Kotz Anderson

Sistem Sign-In Harian

Sistem Sign-In Harian

Reyhan Pradipta hanyalah pemuda biasa yang terjebak dalam kerasnya realita. Lulus dengan nilai tinggi ternyata tidak ada artinya tanpa koneksi dan uang. Hidupnya stagnan sebagai karyawan bergaji UMR, terhimpit tagihan kos bulanan, dan selalu menjadi sasaran cibiran di lingkaran sosialnya. Di mata orang-orang, terutama mantan teman sekelasnya yang terlahir sebagai anak konglomerat seperti Reno, Reyhan hanyalah pecundang tanpa masa depan. ‡ ‡ Namun, roda nasib berputar dengan cara yang tidak pernah ia bayangkan. Sebuah suara mekanis misterius mendadak mengubah jalan hidupnya selamanya. ‡ ‡ [Ding! Sistem Sign-In berhasil diaktifkan.] ‡ ‡ Hanya dengan melakukan sign-in setiap hari, Reyhan bisa mengklaim hadiah acak dengan nilai yang tidak masuk akal. Hari pertama, sepuluh miliar rupiah mendarat mulus di rekening banknya. Hari kedua, sebuah hypercar Bugatti La Voiture Noire langka seharga hampir dua ratus miliar menunggunya di area parkir. ‡ ‡ Uang tunai tanpa batas, properti mewah, saham perusahaan raksasa, semuanya kini berada dalam genggamannya hanya dengan satu sentuhan jari. ‡ ‡ Berbekal kekayaan yang menembus nalar dan identitas baru yang terus meningkat, Reyhan melangkah keluar dari bayang-bayang kemiskinan. Orang-orang materialistis yang dulu merendahkannya kini harus menelan ludah mereka sendiri. Mantan teman yang meremehkannya, kaum elite yang sombong, hingga tokoh-tokoh besar dunia perlahan akan menyaksikan kelahiran seorang penguasa baru. ‡ ‡ Ini bukan sekadar cerita tentang orang miskin yang mendadak kaya. Ini adalah perjalanan Reyhan Pradipta menaklukkan dunia, menghancurkan kesombongan orang-orang di sekitarnya, satu sign-in setiap harinya.
Read
Chapter: 28. Badut dalam Cerita Mereka
"Ternyata aku hanya badut dalam cerita mereka," desah Hendra pelan. Suaranya terdengar getir."Sudahlah, lupakan. Itu bukan salahmu. Dia yang mempermainkanmu," hibur Reyhan. Tangannya tetap mantap menggenggam kemudi.Hendra tidak menjawab. Ia hanya menatap ke luar jendela, membiarkan lampu-lampu kota bergerak cepat seperti kilasan kenangan yang pahit.***Tak lama kemudian, Reyhan memarkir Bugatti di Bar. Ia menggiring Hendra masuk ke dalam, lengannya melingkar di bahu sahabatnya itu. Mereka memilih bilik kosong di sudut, dan Reyhan memberi isyarat kepada bartender untuk membawa beberapa minuman.Sandra tiba beberapa menit kemudian, masih dengan koper kecil di tangannya. Ia langsung duduk tanpa basa-basi dan meraih sebotol bir yang sudah terbuka."Bersulang dan tidak berhenti sampai mabuk," seru Sandra, meneguk langsung dari botol.Reyhan mengamatinya dari seberang meja, benar-benar bingung."Uhuk, uhuk," Sandra terbatuk sedetik kemudian. Rupanya ia tidak terbiasa menenggak minuman ke
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: 27. Malam Para Pecundang
Reyhan segera menjatuhkan tubuhnya ke sofa. Dari dalam saku jaketnya, ia mengeluarkan selembar cek dengan nominal fantastis. Pandangannya tertuju lama pada deretan angka tersebut. "Rania Maheswari... siapa kamu sebenarnya?" gumamnya pelan. Pikirannya tenggelam hingga akhirnya matanya terpejam. Reyhan pun tertidur pulas. ** Reyhan terbangun saat lampu-lampu jalan telah menyala. Langit di luar jendela tampak gelap. Setelah membasuh wajah, ia bersiap keluar untuk mencari makan. Telepon genggamnya berdering tepat ketika semangkuk mi instan panas diletakkan di atas meja. Suara Hendra yang panik terdengar dari seberang. "Rey, jemput aku di kantor RIC sekarang." Alis Reyhan bertaut. "Kantor RIC? Kamu ditahan?" "Iya," jawab Hendra singkat. Mi instan yang masih mengepul itu pun ditinggalkan. Reyhan segera masuk ke mobil dan melaju cepat sembari menggerutu. Siang hari ia yang berurusan dengan penyidik, kini giliran Hendra pada malam harinya. Di area parkir kantor RIC, Reyhan berpapasan
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: 26. Hadiah Satu Miliar
Sandra berdiri kaku, ujung laras senjatanya masih mengepulkan asap tipis."Panggil ambulans, bawa dia ke rumah sakit!" perintah Darwin seraya memberi isyarat kepada anak buahnya."Kenapa kamu menarik pelatuk?" tanya Darwin dengan tatapan tajam.Sandra hanya membisu seraya menundukkan kepalanya.Setelah mengamankan lokasi, Darwin dan timnya bergegas menggotong tubuh Kevin keluar."Terima kasih. Kapan-kapan aku traktir makan," ucap Reyhan sembari menyelipkan secarik kertas ke telapak tangan Sandra.Penyidik itu menggenggam kertas tersebut tanpa bersuara, lalu berbalik menyusul rekan-rekannya.Pintu kontrakan tertutup kembali. Reyhan merapikan sisa kekacauan di ruang tamu. "Hari yang sangat padat. Orang bebas datang dan pergi, padahal tempatku ini sempit, tidak akan cukup menampung semua drama mereka," kekehnya getir."Tuan Rey, kita bertemu lagi," sapa sebuah suara dari sudut ruangan.Reyhan membalikkan badan. "Jason. Kalau boleh jujur, aku sangat berharap kita tidak perlu bertemu lagi,
Last Updated: 2026-07-16
Chapter: 25. Topeng Sang Pewaris
"Kamu bohong lagi?" tanya Sandra seraya bersiap menarik senjatanya. "Tahan dulu, biar aku tunjukkan sedikit trik," sela Reyhan sambil meletakkan telapak tangannya di bahu jenazah Kakek Abas. Reyhan menyalurkan kekuatannya secara mendadak. Seketika, bercak merah tua merembes dari balik dada jenazah tersebut, tepat di atas letak jantung. "Ini..." gumam Sandra terkejut. "Tuan Rey, apa maksudnya ini?" tanya Darwin yang berusaha tetap tenang meski matanya terlihat heran. "Tenaga dalam," jawab Reyhan singkat. "Tenaga dalam?" ulang Darwin memastikan pendengarannya. "Benar. Teknik penyaluran kekuatan kuno yang sulit dicerna oleh logika manusia modern," jelas Reyhan. "Jangan mengada-ada, Reyhan. Kekuatan semacam itu cuma mitos di film aksi," protes Sandra tidak terima. "Dengar, tenaga dalam itu ilmu menyalurkan energi secara terarah. Kalau pukulan fisik biasa, dampaknya cuma merusak permukaan kulit dan tulang. Tapi tenaga dalam bisa menembus jauh ke dalam, menghancurkan organ tanpa me
Last Updated: 2026-07-16
Chapter: 24. Tangkap Kevin!
Lamunan Reyhan terputus saat melihat Kevin memberi isyarat kasar kepada anak buahnya untuk memindahkan jenazah ke atas brankar roda. Mereka bersiap mengevakuasi jasad itu keluar.Dengan sigap, Darwin melangkah, memblokir akses menuju pintu. "Tuan Kevin, jenazah ini tidak akan ke mana-mana. Penyelidikan belum selesai."Kevin membalas tatapan itu dengan wajah mengeras. "Pak Darwin, memburu penjahat itu tugas penyidik. Saya tidak sudi ayah saya ditelantarkan di tempat dingin ini. Kalau RIC Investigasi tidak becus memecahkan kasusnya, saya akan cabut laporannya sekarang juga. Berhenti merusak jasad ayah saya!"Darwin tidak bergeser seinci pun. Sepatunya seolah terpaku di lantai. "Tuan Kevin, pikirkan baik-baik. Anda tidak menginginkan keadilan untuk ayah Anda?"Di tengah ketegangan itu, Reyhan menarik pelan lengan seragam Sandra. "Sandra, aku sudah tahu," bisiknya nyaris tak terdengar.Sandra menoleh, keningnya berkerut tajam. "Tahu apa?"Reyhan melirik sekilas ke arah brankar. "Kevin yan
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: 23. Teknik yang Seharusnya Punah
Di bawah penerangan lampu neon yang memancarkan cahaya hijau pucat, suasana ruangan itu terasa sangat mencekam. Anehnya, tidak ada satu pun jenazah yang tergeletak di atas meja, melainkan hanya deretan laci logam tebal yang tertanam di sepanjang dinding. Darwin memberikan instruksi kepada petugas jaga di sudut ruangan. "Laci dua dua nol tiga." Setelah nomor itu diketikkan, sebuah laci logam meluncur keluar dari dinding dengan suara mesin yang halus, persis seperti peti mati modern. Beberapa petugas membantu menarik laci tersebut hingga terbuka sepenuhnya di hadapan Reyhan. Begitu hawa sedingin es menyeruak menerpa wajahnya, Reyhan baru menyadari bahwa laci itu adalah unit pendingin khusus. Reyhan memberanikan diri menunduk dan mengintip ke dalam. Sosok pria paruh baya yang terbaring kaku di sana terlihat sangat familiar di ingatannya. "Tuan Abas?" sebut Reyhan cepat. Darwin mengangguk pelan. "Benar. Kakek Abas adalah sosok pengusaha yang sangat dihormati di kota ini. Pengaruhnya
Last Updated: 2026-07-15
You may also like
Kekuatan Harvey York untuk Bangkit
Kekuatan Harvey York untuk Bangkit
Urban · Kentang Pecinta Serigala
39.5M views
Lelaki yang Tak Terlihat Kaya
Lelaki yang Tak Terlihat Kaya
Urban · Bodhi Si Dua Telinga
24.9M views
Suamiku yang Perkasa
Suamiku yang Perkasa
Urban · Serigala Ciumlangit
7.2M views
Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1
Urban · Moneto
6.9M views
Sang Dewa Perang
Sang Dewa Perang
Urban · Kata Memecah Venice
3.9M views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status