author-banner
Shappire
Shappire
Author

Novel-novel oleh Shappire

Terjebak Cinta Kakak Angkatku

Terjebak Cinta Kakak Angkatku

Safna pulang ke Indonesia tanpa tahu satu hal-- rumah bukan lagi tempat yang aman. Kakak yang harusnya melindungi justru mengawasinya. Sentuhan yang ia tolak berubah menjadi obsesi yang tak bisa dihentikan.  Penolakan Safna membuat Edgar kehilangan kendali. Cinta berubah menjadi posesif dan perlindungan berubah menjadi penjara. Sebuah kecelakaan berdarah membuka rahasia yang seharusnya terkubur. Sejak saat itu, Safna sadar menjauh dari Edgar bukan lagi pilihan. Karena dalam penjara yang ia sebut cinta, jatuh hati bisa menjadi satu-satunya cara bertahan.
Baca
Chapter: Bab 103
Langit malam dipenuhi cahaya lampu gantung kristal yang berkilauan di ballroom hotel mewah itu. Musik lembut mengalun mengiringi para tamu yang mulai memenuhi ruangan. Suasana resepsi terasa hangat dan elegan—didominasi warna putih dan emas yang membuat semuanya terlihat begitu megah.Di tengah ballroom, Edgar berdiri tegak dengan setelan jas hitam yang membungkus tubuh tingginya sempurna. Wajahnya tetap tenang seperti biasa, namun sorot matanya hari itu berbeda. Lebih lembut. Lebih hidup.Untuk pertama kalinya… Edgar benar-benar terlihat bahagia tanpa perlu menyembunyikannya.Sementara di sisi lain ruangan, Safna baru saja keluar dari bridal room ditemani Mila dan Sofia. Gadis itu mengenakan gaun putih panjang dengan detail mutiara halus di bagian dada. Rambutnya disanggul sederhana, menyisakan beberapa helai kecil yang membingkai wajahnya.Mila langsung memegang dada dramatis. “Ya ampun… cantik banget. Kalau aku cowok, aku nikahin kamu juga sekarang.”Safna langsung tertawa kecil me
Terakhir Diperbarui: 2026-05-17
Chapter: Bab 102
Safna langsung membeku. Jantungnya berdetak aneh saat melihat cara Edgar menatapnya. Terlalu tenang. Terlalu serius. Dan itu justru membuat perutnya terasa melilit.“Kak… aku cuma bercanda,” gumam Safna pelan sambil tertawa kecil untuk menutupi gugupnya.Namun, Edgar tidak ikut tertawa. Pria itu justru perlahan melepaskan pelukannya lalu berdiri dari sofa. Safna mengernyit bingung melihat Edgar berjalan menuju meja dekat jendela apartemen. Tangannya mengambil sesuatu dari sana—kotak kecil berwarna hitam.Safna langsung terdiam. Untuk beberapa detik, otaknya seperti berhenti bekerja.“Kak Ega.” Suaranya mengecil.Edgar kembali mendekat. Tatapannya tidak pernah lepas dari wajah Safna. Tidak ada senyum berlebihan, tidak ada drama berlebihan. Hanya ketenangan khas Edgar yang justru membuat semuanya terasa lebih nyata.“Sebenarnya aku ingin melakukannya nanti,” ujar Edgar pelan. “Tapi karena kamu terus menyindir saya….”Safna menutup mulutnya perlahan saat Edgar berdiri tepat di depannya.
Terakhir Diperbarui: 2026-05-16
Chapter: Bab 101
Aroma kopi yang kuat langsung menyambut Edgar begitu ia memasuki kafe langganan mereka sore itu. Suasana tidak terlalu ramai, hanya beberapa pengunjung yang duduk santai sambil menikmati akhir pekan. Namun, perhatian Edgar langsung tertuju pada dua orang yang sudah menunggunya di sudut ruangan.Jayden duduk sambil memainkan sendok kecil di gelas kopinya, sementara Jane terlihat sibuk menatap layar tablet di depannya.“Kalian cepat juga,” ujar Edgar sambil menarik kursi di hadapan mereka.Jayden mendengus pelan. “Yang benar itu kamu yang telat.”“Lima menit.”“Buat orang yang biasanya datang paling duluan, itu udah aneh,” balas Jayden santai.Jane akhirnya mengangkat wajahnya lalu menatap Edgar beberapa detik. “Kamu kelihatan capek.”Edgar menyandarkan tubuhnya pada kursi. “Memang.”Tidak ada basa-basi panjang. Mereka sudah terlalu lama berteman untuk sekadar saling menanyakan kabar formal.Pelayan datang mengantarkan pesanan Edgar. Setelah suasana sedikit tenang, Jayden akhirnya menyi
Terakhir Diperbarui: 2026-05-14
Chapter: Bab 100
Apartemen itu sunyi. Edgar berdiri di depan jendela besar ruang tamunya sambil memandang lampu kota yang masih menyala di tengah malam. Jasnya sudah ia lepaskan sejak tadi, dasi pun tergeletak sembarangan di sofa. Namun, meski tubuhnya lelah setelah seharian bekerja, matanya sama sekali tidak bisa terpejam.Jam digital di meja menunjukkan pukul setengah dua dini hari. Edgar mengembuskan napas pelan lalu berjalan kembali ke kamar. Ia sudah mencoba tidur hampir satu jam… dan gagal total. Ranjang king size itu terasa terlalu luas. Terlalu kosong.Pria itu merebahkan tubuhnya lagi sambil memijat pelipisnya pelan. Aneh. Dulu saat Safna kuliah di luar negeri selama bertahun-tahun, ia masih bisa menjalani hari seperti biasa. Tidak segelisah ini. Tidak seperti sekarang… saat gadis itu sebenarnya hanya berjarak beberapa kilometer darinya.Edgar memejamkan mata sejenak.Namun, yang muncul justru wajah Safna. Tawanya. Suaranya. Cara gadis itu menatapnya tadi malam saat ia dipaksa pindah dari rum
Terakhir Diperbarui: 2026-05-13
Chapter: Bab 99
“Om mohon, Edgar, cabut tuntutan kamu pada Maya. Dia sudah menanggung semua kesalahannya. Om, janji…Maya tidak akan mengacau lagi.”Edgar memejamkan mata lalu menghela napas pelan saat mengingat percakapannya dengan Harlan siang tadi di kantor. “Pak, Anda yakin akan mencabut tuntutan pada Maya?” tanya Malik sambil mengemudi. Malik melirik atasannya yang masih bersandar pada jok mobil sambil memejamkan matanya.Ravendra terdiam sebentar sebelum akhirnya menjawab. “Ya. Tapi, buatkan perjanjian dengan om Harlan, Malik. Perjanjian hitam di atas putih.”Malik sedikit mengernyit mendengar jawaban itu. Mobil masih melaju membelah jalanan sore yang mulai padat. Cahaya matahari yang meredup masuk samar melalui kaca mobil, membuat suasana di dalam terasa tenang… tapi berat.“Perjanjian seperti apa, Pak?” tanya Malik hati-hati.Edgar membuka matanya perlahan. Tatapannya lurus ke depan, dingin dan tenang seperti biasa.“Kalau Maya kembali mendekati Safna, mengganggu keluargaku, atau mencoba mel
Terakhir Diperbarui: 2026-05-11
Chapter: Bab 98
Langit siang itu mendung. Awan abu-abu menggantung rendah, membuat suasana rumah sakit jiwa yang berdiri di pinggir kota itu terasa semakin suram. Bangunannya besar, dicat putih pucat dengan pagar tinggi yang mengelilingi area luar. Terlihat bersih dan tenang… tapi justru ketenangan itu terasa tidak nyaman.Safna berdiri di samping Edgar dengan kedua tangan saling menggenggam di depan tubuhnya. Sejak turun dari mobil tadi, ia belum banyak bicara. Entah kenapa langkahnya terasa berat.“Kalau kamu belum siap, kita bisa pulang,” ujar Edgar pelan sambil meliriknya.Safna menggeleng kecil. “Nggak apa-apa.”Meski begitu, Edgar tetap memperhatikan wajahnya beberapa detik lebih lama sebelum akhirnya berjalan masuk bersama seorang polisi yang mendampingi mereka.Lorong rumah sakit itu sunyi. Hanya suara langkah kaki dan sesekali suara samar dari ruangan lain yang terdengar. Safna tanpa sadar mendekat sedikit pada Edgar. Pria itu langsung menyadarinya. Tangannya bergerak pelan, menggenggam tang
Terakhir Diperbarui: 2026-05-09
Anda juga akan menyukai
Ranjang Panas Sang Arjuna
Ranjang Panas Sang Arjuna
Romansa · Handira Rezza
5.6K Dibaca
Alice
Alice
Romansa · Puspita
5.6K Dibaca
Bukan Istri Pilihan Ibumu
Bukan Istri Pilihan Ibumu
Romansa · Syifa Safaah
5.6K Dibaca
SUSAN... OOH SUSAN
SUSAN... OOH SUSAN
Romansa · Danny Fabiano
5.6K Dibaca
Matchmaking
Matchmaking
Romansa · 10_Welcome
5.6K Dibaca
ISTRI YANG TERGADAIKAN
ISTRI YANG TERGADAIKAN
Romansa · Zee Zee
5.6K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status