author-banner
Miss Wang
Miss Wang
Author

Novels by Miss Wang

Menjadi Tawanan Tuan Mafia

Menjadi Tawanan Tuan Mafia

"Aku beli dia tiga kali lipat." Ucapan itu menghantam Clara, seorang mahasiswi yatim piatu dengan hidup dipenuhi luka dan penghinaan, yang baru saja dijual oleh pamannya ke rumah bordir. Ia dibeli oleh Raymond Antonio, pria misterius dengan reputasi mengerikan dan kekuasaan absolut. Menjadi tawanan pria berbahaya ini membuat Clara hampir kehilangan akal. Namun, ada rasa ketertarikan yang perlahan tumbuh. Antara rasa takut, dendam masa lalu, dan ketertarikan yang tak seharusnya tumbuh, Clara harus bertahan di sisi pria paling berbahaya yang pernah ia kenal. Karena di dunia Raymond Antonio, keselamatan selalu punya harga—dan kebebasan bukan sesuatu yang bisa diminta dengan mudah.
อ่าน
Chapter: Mustahil
Suara mesin SUV hitam milik tim keamanan Antonio nyaris tak terdengar ketika perlahan meninggalkan halaman belakang mansion. Di balik kemudi duduk salah seorang pengawal kepercayaan Ken. Sementara Ken sendiri menempati kursi penumpang depan. Di kursi belakang, dua pengawal lain telah menyiapkan perlengkapan komunikasi berukuran kecil lengkap dengan earpiece yang biasa mereka gunakan saat menjalankan operasi pengamanan. Tak ada seorang pun yang banyak bicara. Wajah mereka serius. Mereka memahami satu hal. Perintah Raymond pagi itu bukan sekadar mengikuti seseorang. Mereka sedang diminta mengungkap sebuah rahasia. Rahasia yang bahkan mungkin berkaitan dengan masa lalu keluarga Antonio. Beberapa kilometer di depan... Sedan hitam milik Elena melaju dengan kecepatan sedang, meninggalkan kawasan elite tempat Mansion Antonio berdiri. Jalanan kota mulai ramai. Lampu lalu lintas silih berganti. Mobil dan sepeda motor memenuhi setiap persimpangan. Elena menggenggam kemudi begitu
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-23
Chapter: Curiga
Fajar menyingsing perlahan di atas Mansion Antonio. Kabut tipis masih menggantung di antara deretan pohon cemara yang mengelilingi halaman seluas hampir dua hektare itu. Embun membasahi hamparan rumput hijau yang dipangkas rapi, sementara bunga mawar putih di taman mulai membuka kelopaknya, menyambut hangatnya cahaya matahari yang perlahan muncul dari ufuk timur. Suasana pagi terasa begitu damai. Terlalu damai. Seolah mansion megah itu sedang berusaha melupakan badai yang mengguncangnya sehari sebelumnya. Di lantai dua, pada sebuah kamar tamu yang menghadap langsung ke taman belakang, Elena baru saja selesai merapikan tempat tidurnya. Ia mengenakan blus putih lengan panjang dan celana kain berwarna krem. Rambut hitamnya yang sebahu dibiarkan tergerai sederhana. Tatapannya kosong. Semalaman ia hampir tidak memejamkan mata. Bayangan foto Maria yang retak, kerumunan wartawan, hingga tuduhan yang dilontarkan di depan gerbang mansion terus berputar di kepalanya tanpa henti. Saat
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-22
Chapter: Siapa yang Jahat?
Kedua telapak tangan Raymond menghantam meja kerja begitu keras. Seluruh isi meja bergetar. Tempat pena terjatuh ke lantai. Pigura foto keluarga bergeser hingga hampir roboh. Cangkir kopi bergetar hebat, menumpahkan sedikit cairan hitam ke atas meja. "Cukup!" bentaknya. Suara itu menggema memenuhi seluruh ruang kerja. "Ibu tidak pernah melakukan itu!" "Ibu mengajariku arti kejujuran!" "Ibu mengajariku menghormati hukum!" "Beliau bahkan mengembalikan dompet orang asing yang tertinggal di taman!" "Beliau..." Suara Raymond mendadak terputus. Dadanya berguncang hebat. Napasnya terasa berat. Ken tetap berdiri di tempatnya. "Saya juga berharap semua ini salah, Tuan." "Sungguh." "Tetapi..." "...jejak administrasinya terlalu banyak." Ia kembali mengeluarkan beberapa dokumen lain. "Perusahaan cangkang." "Transfer dana lintas negara." "Rekening escrow." "Nominee director." "Invoice fiktif." "Bill of lading palsu." "Semuanya saling terhubung." "Modusnya menunjukkan j
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-21
Chapter: Kenyataan
Ruang kerja Raymond kembali tenggelam dalam keheningan yang terasa begitu menyesakkan.Tak ada lagi suara selain detak halus jam antik di sudut ruangan dan dengung pelan pendingin udara yang berembus konstan.Cahaya matahari pagi yang menembus jendela besar memantul di permukaan meja kerja dari kayu walnut, menerangi lembaran-lembaran dokumen yang kini berserakan di hadapan Raymond.Pria itu masih berdiri membeku.Tatapannya terpaku pada selembar dokumen fotokopi yang telah menguning dimakan usia.Jemarinya mencengkeram kertas itu begitu kuat hingga sudut-sudutnya mulai kusut.Urat-urat di punggung tangannya tampak menonjol.Namun ia sama sekali tidak menyadarinya.Sorot matanya tak lagi berkedip.Seolah seluruh kesadarannya berhenti tepat pada nama yang tercetak di bagian bawah dokumen itu.Maria Antonio.Nama yang selama tiga puluh tahun lebih selalu ia hormati.Nama yang selama ini menjadi lambang ketulusan, kejujuran, dan kehormatan bagi keluarga Antonio.Kini...Nama itu berdiri
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-20
Chapter: Mengejutkan
Clara memahami maksud suaminya. Ia tidak berusaha menahan. Sebaliknya, ia mengangguk pelan sambil menggenggam tangan Raymond sesaat. "Jangan terlalu lama." bisiknya lembut. Raymond membalas dengan anggukan tipis. Lalu ia berbalik dan berjalan menuju ruang kerjanya di lantai atas. Klik... Pintu kayu mahoni setinggi hampir tiga meter itu menutup perlahan, memisahkan Raymond dari keramaian rumah. Keheningan langsung memenuhi ruangan. Ruang kerja itu didominasi nuansa cokelat tua yang elegan. Rak-rak buku menjulang hingga mendekati langit-langit, dipenuhi koleksi buku bisnis, sejarah, hingga album keluarga. Sebuah meja kerja besar dari kayu walnut berdiri kokoh di tengah ruangan, sementara jendela kaca berukuran penuh membentang di sisi kanan, menghadap langsung ke taman depan mansion. Raymond berjalan perlahan menuju jendela. Kedua tangannya masuk ke dalam saku celana. Tatapannya menembus kaca. Di luar... Halaman mansion telah kembali tenang. Tak ada lagi kilatan kamera.
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-19
Chapter: Kenangan
Beberapa menit kemudian... Ruang makan utama di Mansion Antonio kembali dipenuhi aroma kopi arabika yang baru selesai diseduh. Uap hangat mengepul dari setiap cangkir porselen putih, bercampur dengan wangi mentega dari roti panggang yang baru keluar dari oven. Di atas meja makan sepanjang hampir lima meter yang terbuat dari kayu ek mengilap, berbagai hidangan telah tersaji dengan sempurna. Keranjang rotan berisi aneka roti hangat diletakkan di bagian tengah meja, berdampingan dengan semangkuk besar sup krim jagung yang masih mengepulkan uap tipis. Telur orak-arik berwarna keemasan, sosis panggang dengan permukaan kecokelatan, salad sayur segar, irisan buah-buahan, serta beberapa jenis selai tersusun rapi seolah menunggu untuk disantap. Namun pagi itu... Tak satu pun dari mereka benar-benar memiliki selera makan. Suasana yang beberapa saat sebelumnya diwarnai kepanikan di depan gerbang mansion masih menyisakan jejak yang sulit dihapus. Satu-satunya suara yang terdengar hanyalah c
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-18
Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin

Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin

Arsenio Alvier, seorang mantan narapidana yang ditugaskan oleh bosnya yang seorang ketua gengster jahat untuk menjadi Bodyguard seorang gadis buta—Alexa Jennifer yang Hyper. Dengan satu tujuan: menguasai semua aset kekayaan orang tuanya yang melimpah ruah. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka menjadi dekat dan diam-diam saling menyukai. Apakah Arsenio akan tetap melanjutkan misinya? Atau... melawan bosnya yang kuat demi Alexa?
อ่าน
Chapter: Epilog
Pagi itu datang tanpa tergesa. Langit biru membentang bersih, awan tipis melayang malas seolah tak ingin mengganggu ketenangan yang akhirnya menetap. Rumah kecil di pinggiran kota itu berdiri sederhana—tak berpagar tinggi, tak dijaga kamera, tak ada penjagaan ketat. Hanya halaman dengan rumput hijau, pohon mangga tua, dan kursi kayu yang mulai pudar warnanya karena matahari. Arsenio berdiri di halaman, menyiram tanaman dengan selang air. Kaus putih sederhana menempel di tubuhnya, rambutnya sedikit berantakan—jauh dari sosok pria dingin yang dulu menghuni gedung-gedung tinggi dan ruang rapat penuh tekanan. Setiap tetes air yang jatuh ke tanah terasa seperti penegasan: ia masih di sini. Hidup. Utuh. “Ayah!” Suara itu membuatnya menoleh cepat. James Alvier berlari kecil ke arahnya, langkahnya belum sepenuhnya stabil, tapi penuh keyakinan. Mata hazel itu—mata yang sama dengan milik Arsenio—bersinar cerah, polos, tanpa bayangan masa lalu. Arsenio tersenyum lebar. Ia berlutut, m
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-20
Chapter: Meninggalkan Dunia Gelap
“Aku mau jujur sama kamu.” Suara Arsenio memecah keheningan kamar sebelum pagi benar-benar bangun. Alexa masih setengah terlelap, James Alvier terbaring di dadanya, napas kecilnya teratur dan hangat. Ia mengangkat wajah, menatap suaminya yang duduk di tepi ranjang dengan ekspresi yang tak biasa—tenang, tapi berat. “Ada apa?” tanya Alexa pelan. Arsenio menelan ludah. “Aku sudah menyerahkan semuanya.” Alexa langsung terjaga sepenuhnya. “Semuanya… apa maksudmu?” “Perusahaanku. Posisi. Jaringan lama. Dunia yang selama ini mengikatku.” Ia mengangkat tangan, menyentuh jemari kecil James. “Aku mundur. Aku selesai.” Hening. Alexa menatapnya lama, seolah mencari tanda bahwa ini hanya keputusan impulsif. Namun yang ia lihat justru kelelahan yang jujur—dan keberanian yang akhirnya menemukan arah. “Kamu yakin?” suara Alexa bergetar. “Itu bukan hal kecil, Arsenio.” “Aku tahu,” jawabnya lirih. “Tapi setiap kali aku melihat kalian tidur… aku sadar, aku tidak ingin menang di dunia, tapi kala
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-20
Chapter: Harga Sebuah Pilihan
Hujan turun tanpa suara yang keras, seperti langit ikut menahan napas. Lampu-lampu kota berpendar samar di balik kaca mobil yang melaju pelan menuju pusat kota. Arsenio duduk di kursi belakang, tangannya terlipat, pandangannya kosong namun tajam—seperti mata elang yang menunggu saat tepat untuk menyambar. Di sampingnya, Felix menatap layar tablet berisi peta dan data. Kelvin menyetir dengan rahang mengeras, tak sekali pun mengalihkan pandangan dari jalan. “Lokasinya dikonfirmasi,” ujar Felix akhirnya. “Gedung lama milik perusahaan Orion Capital. Bosnya… Adrian Valen.” Nama itu menggantung di udara. Arsenio tersenyum tipis, pahit. “Aku sudah menduganya.” Kelvin menoleh cepat. “Kamu tahu sejak kapan?” “Sejak dia terlalu tenang saat perusahaannya ‘hancur’ kemarin,” jawab Arsenio. “Orang yang kalah sungguhan tidak akan diam.” Felix mengangguk. “Dia menyiapkan satu kartu terakhir. Kamu.” Mobil berhenti di lampu merah. Hujan makin deras. “Dia ingin kamu mundur total,” lanjut Felix.
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-19
Chapter: Pengkhianatan yang Paling Dekat
Pagi datang dengan cahaya pucat, seolah matahari pun ragu menyinari hari yang menyimpan rahasia. Mansion Alvier tampak tenang dari luar. Burung-burung bertengger di pagar besi, angin menggerakkan tirai kamar bayi dengan lembut. James tertidur pulas di boksnya, kepalan tangan kecilnya terangkat seolah sedang memeluk mimpi. Namun di ruang kerja bawah, ketenangan itu retak. Felix duduk kaku di depan layar. Jarinya berhenti di atas keyboard. Wajahnya yang biasanya dingin kini tegang, seolah baru saja melihat sesuatu yang tak ingin ia benarkan. Kelvin berdiri di belakangnya. “Katakan saja.” Felix menghela napas panjang. “Akses terakhir ke sistem keamanan mansion… dilakukan dari akun internal. Level tinggi.” Kelvin menegang. “Itu berarti—” “Orang yang punya akses penuh. Orang yang dipercaya.” Pintu terbuka. Arsenio masuk tanpa suara. Tatapannya langsung menangkap ekspresi mereka. “Lanjutkan.” Felix menelan ludah. “Waktu James diculik, alarm dinonaktifkan dari dalam. Kamera dibutak
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-18
Chapter: Badai Terakhir
Pagi itu terasa terlalu tenang untuk sebuah dunia yang sedang runtuh di balik layar. Mansion Alvier diselimuti cahaya matahari lembut. Alexa duduk di teras, mengayun James perlahan di dalam gendongan. Senyum kecil terukir di wajahnya—senyum yang rapuh, namun penuh harapan. Untuk sesaat, hidup terasa normal. Seperti keluarga biasa yang tak dikejar bayang-bayang. Arsenio berdiri di balik pintu kaca, menatap mereka lama. Ia sudah menyerahkan segalanya. Jabatan. Kekuasaan. Jaringan gelap yang selama ini menahannya di dunia penuh darah dan intrik. Namun instingnya—insting seorang pria yang terlalu lama hidup di medan perang—tak berhenti berbisik. Ini belum selesai. Felix datang dengan langkah cepat, wajahnya kaku. Kelvin mengikutinya, ekspresi waspada. “Arsen,” ujar Felix tanpa basa-basi. “Mereka bergerak.” Arsenio menoleh, tenang. “Siapa?” “Bos lama perusahaan saingan itu. Yang selama ini bersembunyi di balik nama-nama boneka.” Kelvin menambahkan, “Sejak kamu mundur, saham mereka
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-17
Chapter: Harga dari Sebuah Pilihan
Pagi itu datang tanpa cahaya. Awan menggantung rendah di atas mansion, seolah ikut menekan dada setiap orang di dalamnya. Tidak ada suara tawa, tidak ada denting cangkir, hanya langkah-langkah pelan dan napas yang ditahan. James tertidur di boks bayinya, selamat—namun bayang-bayang malam sebelumnya masih melekat di wajah kecil itu. Alexa duduk di sampingnya sejak subuh, tak bergerak, seakan jika ia berpaling sedetik saja, dunia akan kembali merenggut putranya. Arsenio berdiri di ambang pintu. Ia menatap punggung istrinya lama. Perempuan yang biasanya lembut itu kini terlihat rapuh, tapi juga kuat—kekuatan yang lahir dari cinta seorang ibu. “Aku akan keluar sebentar,” ucap Arsenio pelan. Alexa menoleh cepat. Wajahnya pucat. “Ke mana?” “Ruang kerja.” Alexa bangkit dan menghampirinya. Tangannya gemetar saat menggenggam jas Arsenio. “Jangan pergi jauh. Jangan ambil keputusan apa pun sendirian.” Arsenio mengangguk. Ia menarik Alexa ke dalam pelukan, mencium keningnya lama—lebih lam
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-17
บางทีคุณอาจจะชอบ
Sentuhan Panas Tuan Mafia
Sentuhan Panas Tuan Mafia
Mafia · Callista_ Ivan
48.0K views
Dua Kakak Tiriku Yang Posesif
Dua Kakak Tiriku Yang Posesif
Mafia · Za_dibah
17.7K views
Di Bawah Kuasa Tiga Majikan Tampan
Di Bawah Kuasa Tiga Majikan Tampan
Mafia · Leona Valeska
16.7K views
Obsesi Cinta Sang Mafia
Obsesi Cinta Sang Mafia
Mafia · Fit Tree Fitri
13.1K views
Kesayangan Tuan Mafia
Kesayangan Tuan Mafia
Mafia · Davian
12.0K views
DI ATAS RANJANG MAFIA
DI ATAS RANJANG MAFIA
Mafia · Dewa Amour
11.8K views
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status