Chapter: Bab 162Pagi datang tanpa suara, menyusup pelan melalui celah tirai yang setengah terbuka. Cahaya matahari jatuh tipis di sudut ruangan, menyentuh lantai dan naik perlahan ke sisi ranjang tempat Risa terbaring.Tidak ada bunyi selain detak alat medis yang teratur dan napas yang terdengar pelan, seolah dunia sengaja berjalan lebih lambat di tempat itu.Kelopak mata Risa bergerak.Awalnya hanya sedikit, berat seperti tertahan sesuatu yang tidak terlihat. Lalu perlahan, sangat perlahan, matanya terbuka. Pandangannya buram, tidak fokus, hanya warna putih yang memenuhi penglihatannya. Ia mengedip sekali, dua kali, mencoba menyesuaikan diri dengan cahaya dan keadaan yang terasa asing.Beberapa detik berlalu sebelum semuanya mulai jelas.Langit-langit putih. Dinding ruangan. Aroma obat yang khas.Dan… seseorang di sampingnya.Risa mengalihkan pandangan ke arah itu.Dante duduk di sana.Tubuhnya sedikit membungkuk, seolah ia sudah terlalu lama berada di posisi itu tanpa benar-benar bergerak. Wajahnya
Última actualización: 2026-05-04
Chapter: Bab 161Sunyi.Lorong itu terasa semakin dingin. Eden tidak langsung menjawab. Wajahnya tetap tenang, tapi sorot matanya berubah lebih waspada, lebih serius.“Itu tidak mungkin,” katanya setelah beberapa detik. “Semua sudah kita—”“Dia tidak punya bukti,” potong Vivian cepat.Kali ini suaranya lebih tajam.“Tapi dia mulai menghubungkannya.” Ia memalingkan wajah, menatap ke ujung lorong yang kosong. “Dan itu cukup berbahaya.”Eden mengamati Vivian sejenak.Ia jarang melihat wanita itu dalam keadaan seperti ini gelisah, tapi bukan panik. Lebih seperti… seseorang yang mulai mempertimbangkan langkah berikutnya.“Apa yang akan Anda lakukan?” tanya Eden hati-hati.Vivian terdiam. Beberapa detik berlalu sebelum ia tersenyum tipis. Namun senyum itu tidak hangat dan tidak juga menenangkan.“Belum saatnya,” jawabnya pelan. Tatapannya kembali tajam, kali ini lebih dingin dari sebelumnya. “Selama dia belum punya bukti, dia tidak akan bergerak sembarangan.”Eden mengangguk kecil, meskipun ia tahu… itu buk
Última actualización: 2026-04-22
Chapter: Bab 160Vivian masih berdiri di sana, tidak langsung beranjak meskipun kalimat Dante sudah cukup jelas untuk mengusirnya.Udara di dalam ruangan terasa berat, seolah setiap tarikan napas membawa sesuatu yang tidak terlihat namun menekan. Ia menatap Dante lama, dalam, seperti mencoba menemukan sisa dari pria yang dulu selalu memberinya ruang, meskipun hanya sebatas formalitas. Namun kali ini tidak ada celah. Tidak ada kompromi. Tidak ada perhatian yang tersisa untuknya.Dante bahkan tidak menoleh.Sejak tadi, pandangannya hanya tertuju pada Risa.Dan itu cukup untuk membuat Vivian mengerti… bahwa ia sudah benar-benar tersingkir.Perlahan, Vivian menundukkan wajah. Bibirnya sempat terbuka, seolah ingin mengatakan sesuatu membela diri, atau mungkin sekadar meminta untuk tidak diperlakukan seperti ini. Tapi pada akhirnya, tidak ada satu kata pun yang keluar.Ia tidak punya tempat lagi di ruangan itu.Dengan langkah pelan, ia berbalik.Suara sepatunya terdengar samar di lantai, teredam oleh sunyi
Última actualización: 2026-04-22
Chapter: Bab 159Ruangan kembali sunyi dan beberapa detik berlalu sebelum Dante akhirnya berbalik.“Nenek,” panggilnya.Wanita tua itu mengangkat wajah.“Lebih baik Anda kembali ke rumah,” kata Dante pelan. “Bersama Diana.”Diana yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari pintu sedikit terkejut, namun tetap menjaga ekspresinya.“Nanti aku di sini,” lanjut Dante. “Aku yang akan menunggu dia.”Nenek menatapnya lama, seolah ingin mengatakan sesuatu, tapi akhirnya hanya mengangguk pelan.“Kalau begitu… jaga dia baik-baik,” ucapnya lirih.Dante tidak menjawab. Ia hanya kembali menatap Risa wanita yang terbaring lemah di hadapannya,yang bahkan belum tahu bahwa saat ia membuka mata nanti, akan ada bagian dari dirinya yang telah hilang selamanya.Pintu ruang rawat itu menutup dengan bunyi pelan nyaris tak terdengar, namun cukup untuk menandai bahwa ruangan itu kini benar-benar terpisah dari dunia luar.Langkah kaki nenek dan Diana perlahan menghilang di lorong, meninggalkan keheningan yang terasa semakin dalam.
Última actualización: 2026-04-22
Chapter: Bab 158Tepat setelah kata-kata itu menggantung di udara, suara mekanis pelan terdengar dari pintu ruang operasi.Klik.Pintu itu terbuka perlahan.Seorang dokter keluar dengan langkah tenang namun cepat, masker masih menutupi setengah wajahnya, hanya menyisakan sorot mata yang serius dan lelah. Cahaya terang dari dalam ruangan menyelinap keluar sejenak sebelum pintu kembali menutup di belakangnya.Dante adalah orang pertama yang bergerak.Tanpa menunggu, tanpa ragu, ia melangkah lebar menghampiri dokter itu. Langkahnya cepat, hampir seperti berlari, seolah satu detik saja terlalu lama untuk ditunggu.“Wali pasien atas nama Risa Santoso?” tanya dokter tersebut, suaranya profesional, datar, seperti yang sudah terlalu sering mengucapkan kalimat serupa.“Saya.”Jawaban itu keluar cepat, tegas dan tanpa jeda.Dokter itu mengangguk pelan, menatap Dante beberapa detik, seolah menyiapkan kalimat yang harus ia sampaikan.“Pasien sudah melewati masa kritisnya.”Kalimat itu terdengar jelas.Dan dalam s
Última actualización: 2026-04-17
Chapter: Bab 157Lorong rumah sakit itu panjang… dan terasa terlalu sunyi.Lampu putih di langit-langit menyala dingin, memantulkan bayangan langkah kaki yang terburu-buru. Suara sepatu Dante menggema pelan saat ia berlari kecil, napasnya tak beraturan, jasnya bahkan belum sempat ia rapikan sejak keluar dari mobil.Di ujung lorong, lampu merah di atas ruang operasi masih menyala.Dan di sana Vivian duduk dengan tubuh gemetar, wajahnya pucat, tangannya saling menggenggam erat seolah menahan dirinya sendiri agar tidak runtuh.Begitu melihat Dante datang, Vivian langsung berdiri.“Dan—”Namun Dante sudah lebih dulu mendekat, langkahnya cepat, tatapannya tajam.“Sebenarnya bagaimana kamu menjaganya?” suaranya rendah, tapi penuh tekanan.Vivian terdiam sesaat, lalu menggeleng cepat, air matanya jatuh tanpa bisa ia tahan.“Aku… aku benar-benar minta maaf,” ucapnya terbata. “Aku nggak tahu akan jadi seperti ini, Dante… aku—”“Lalu apa yang terjadi?” potong Dante, nadanya naik sedikit. “Bagaimana keadaannya w
Última actualización: 2026-04-17
Chapter: Bab 90“Masuklah,” ucap Carsein akhirnya dengan nada datar.Tatapan matanya masih tertuju pada Laticia.“Aku tidak tahu kau sudah sampai.”Laticia tidak menjawab. Ia hanya melangkah masuk dengan tenang, sementara kedua pelayan di belakangnya buru-buru menutup pintu ruangan.Suasana di ruang makan pribadi itu terasa hangat dan mewah. Cahaya lilin memenuhi ruangan besar dengan pantulan keemasan yang lembut, sementara meja makan panjang di tengah ruangan dipenuhi berbagai hidangan mahal yang masih mengepulkan aroma hangat.Laticia menarik napas kecil sebelum akhirnya duduk di kursi yang sudah disediakan untuknya.Di sisi lain meja, Pricilla kembali tersenyum lembut seperti biasanya. Ekspresi panik tadi perlahan menghilang sedikit demi sedikit, digantikan lagi oleh wajah ramah dan hangat yang selalu tampak sempurna di mata orang lain.Melihat perubahan itu, Laticia justru merasa lelah. Sungguh luar biasa bagaimana wanita itu bisa terus mengenakan topengnya tanpa merasa lelah sedikit pun.“Yang M
Última actualización: 2026-06-15
Chapter: Bab 89Saat Laticia menyelesaikan pekerjaan terakhirnya malam itu, langit di luar jendela sudah berubah gelap sepenuhnya. Cahaya lampu dinding mulai menerangi koridor istana dengan warna keemasan yang hangat, sementara suasana di dalam istana perlahan menjadi lebih sunyi dibanding siang hari.Sebagian besar bangsawan sudah kembali ke kediaman mereka masing-masing, menyisakan para pelayan dan ksatria yang masih berjaga di sepanjang lorong.Laticia menutup dokumen di hadapannya perlahan sebelum bangkit dari kursi. Tubuhnya terasa pegal setelah duduk terlalu lama sejak sore tadi. Bahkan kepalanya mulai terasa berat karena terlalu banyak hal yang harus dipikirkan beberapa hari terakhir ini.Ia baru saja melangkah keluar dari ruang kerja ketika pandangannya jatuh pada dua orang pelayan yang berdiri menunggu tidak jauh dari pintu.Keduanya langsung menundukkan kepala hormat begitu melihatnya. Laticia mengenali seragam mereka dalam sekali lihat. Pelayan dari Istana Matahari, pelayan pribadi Pricill
Última actualización: 2026-06-15
Chapter: Bab 88Laticia menatap Carsein beberapa saat setelah lelaki itu selesai berbicara.Tatapannya tetap tenang, nyaris tanpa riak, seolah ucapan tadi tidak cukup untuk mengguncang dirinya sedikit pun. Namun suasana di dalam ruangan terasa jauh lebih dingin dibanding sebelumnya.Carsein masih berdiri di dekat sofa dengan bahu tegak dan wajah keras. Cahaya sore yang mulai meredup jatuh samar di wajah tampannya, mempertegas sorot tajam di matanya saat menatap wanita di depannya.Tentang dirinya dan Lereg.Jadi ternyata itulah alasan sebenarnya lelaki ini tinggal lebih lama. Laticia perlahan menyandarkan tubuhnya ke kursi sebelum akhirnya membuka suara dengan nada yang tetap tenang.“Saya dan Grand Duke hanya membicarakan pekerjaan.” Jawabannya singkat.Carsein terlihat semakin sulit membaca dirinya sekarang.Tatapan lelaki itu tidak bergeser sedikit pun dari wajah Laticia. Seolah sedang mencoba mencari tanda-tanda kebohongan dari wanita yang telah menjadi istrinya selama bertahun-tahun.Iia tidak m
Última actualización: 2026-06-15
Chapter: Bab 87“Kau memang benar-benar tidak tahu berterima kasih.”Suara Carsein terdengar dingin memenuhi ruangan yang sejak tadi sudah dipenuhi ketegangan. Tatapan lelaki itu tertuju lurus pada Laticia, tajam dan penuh tekanan, seolah dirinya benar-benar mulai kehilangan kesabaran.Laticia tidak lagi menunjukkan reaksi apa pun.Ia hanya duduk tenang di tempatnya, sementara di sisi Carsein, Pricilla perlahan mengangkat tangan lalu mengelus lengan Kaisar dengan lembut, mencoba menenangkan emosinya.“Yang Mulia…” ucapnya pelan dengan nada hati-hati.Sentuhan kecil itu membuat Carsein akhirnya mengalihkan pandangan sejenak pada wanita di sampingnya. Ekspresinya sedikit melunak sebelum lelaki itu kembali menatap Laticia.“Cobalah belajar dari Pricilla,” katanya rendah.Tatapan matanya tetap dingin.“Jika kau bisa sedikit lebih lembut, kita tidak akan selalu berakhir seperti ini setiap kali berbicara.”Kalimat itu membuat Laticia terdiam sesaat.Bukan karena terkejut. Melainkan karena dirinya tiba-tiba
Última actualización: 2026-06-14
Chapter: Bab 86Carsein menatap Laticia dengan alis sedikit berkerut setelah mendengar jawabannya. Tatapan lelaki itu tajam dan penuh tekanan, seolah sedang mencoba mencari sesuatu dari wajah wanita di depannya. Namun seperti biasa, ekspresi Laticia terlalu tenang untuk dibaca.Tidak ada kemarahan di sana dan tidak ada pula luka yang biasanya selalu berhasil terlihat setiap kali Carsein memihak Pricilla, karena itulah suasana di dalam ruangan terasa semakin tidak nyaman.Pricilla yang duduk di sisi Kaisar tampak menggenggam jemarinya semakin erat. Wajah cantiknya terlihat pucat, sementara matanya perlahan mulai memerah seperti seseorang yang sedang berusaha keras menahan tangis.“Aku benar-benar tidak bermaksud membuat Anda meninggalkan pesta malam itu, Yang Mulia,” ucapnya lirih.Nada suaranya terdengar hati-hati dan rapuh, sangat berbeda dari para wanita bangsawan yang biasa memenuhi istana dengan kepalsuan mereka.“Aku terus memikirkan kejadian itu beberapa hari ini. Karena itulah aku ingin memint
Última actualización: 2026-06-14
Chapter: Bab 85Hari-hari berlalu setelah pesta itu, namun istana tetap berdiri dalam ketenangan yang sama seperti biasanya.Koridor panjang masih dipenuhi langkah pelayan yang berjalan terburu-buru sambil membawa nampan teh atau setumpuk dokumen kerajaan. Para bangsawan tetap datang menghadiri pertemuan resmi dengan wajah penuh senyum sopan, seolah tidak pernah terjadi keributan apa pun di aula utama beberapa malam lalu.Semuanya terlihat normal. Padahal di luar dinding istana, rumor telah menyebar ke seluruh ibu kota seperti api yang tertiup angin.Tentang selir Kaisar yang berani mengenakan gaun serupa dengan sang ratu. Tentang pertengkaran terbuka keluarga kekaisaran di depan para bangsawan.Dan tentang bagaimana perempuan bernama Pricilla itu perlahan mulai dianggap terlalu berani untuk sekadar seorang selir. Beberapa orang bahkan mulai berbisik bahwa wanita itu sedang mencoba mengambil tempat sang Ratu.Rumor-rumor seperti itu biasanya akan segera dihentikan sebelum berkembang lebih jauh. Carse
Última actualización: 2026-06-14
Chapter: Bab 25Helena mengernyit mendengar jawaban itu. Semakin lama, ia merasa Rion sengaja membuat segala sesuatu terdengar lebih rumit daripada yang seharusnya."Bagaimana seseorang bisa menarik perhatian tanpa sengaja?" tanyanya sambil memandang pria yang duduk di hadapannya."Percayalah," jawab Rion setelah beberapa saat, "para bangsawan memiliki bakat luar biasa untuk melakukannya."Helena menatapnya dengan curiga."Apa Anda sedang mengejek saya?"Pertanyaan itu membuat sudut bibir Rion bergerak samar."Tidak." Jawaban yang datang terlalu cepat justru membuat Helena semakin tidak percaya.Rion tampaknya menyadari hal itu, tetapi ia tidak berusaha membela diri. Sebaliknya, ia melipat salah satu kaki di atas kaki lainnya dan memandang Helena dengan ketenangan yang hampir membuat kesabarannya terkikis."Kau adalah istri Marquess Laurent yang belum pernah diperlihatkan kepada publik," ujarnya akhirnya. "Fakta itu saja sudah cukup untuk membuat seluruh istana membicarakanmu."Kali ini Helena terdia
Última actualización: 2026-06-15
Chapter: Bab 24Helena mengernyit ketika mendengar ucapan Rion. Sejak tadi ia hanya mengikuti arah pembicaraan pria itu tanpa benar-benar memahami mengapa selembar cadar renda menjadi sesuatu yang begitu penting.Bagaimanapun juga ia telah menikah. Bukankah seorang wanita yang sudah memiliki suami tidak lagi diwajibkan mengenakan penutup wajah seperti para gadis yang belum bersuami?"Kenapa saya harus memakainya?" tanyanya akhirnya.Rion yang berdiri beberapa langkah darinya mengalihkan pandangan dari Dorote lalu menatap Helena. Tatapan merah itu terasa tajam, namun tidak menunjukkan kemarahan. Justru ketenangan itulah yang membuat Helena sedikit gugup."Kau mungkin tidak mengetahui aturannya."Helena tidak menjawab. Ia sudah bisa menebak ke mana arah pembicaraan itu akan berjalan.Rion menghela napas pelan sebelum melanjutkan, "Di Kekaisaran, hanya wanita yang telah menikah yang diperbolehkan tampil tanpa cadar renda di acara resmi."Mendengar itu, Helena langsung mengerutkan dahinya."Tapi saya sud
Última actualización: 2026-06-15
Chapter: Bab 23Helena mengerjap pelan. Untuk beberapa saat ia hanya menatap Rion, merasa seolah baru saja salah mendengar apa yang dikatakan pria itu."Aku sudah menikah."Sulit dipercaya.Sejak tiba di Kastel Laurent, ia belum pernah sekalipun mendengar keberadaan seorang istri Rion. Tidak ada potret seorang wanita di ruang keluarga. Tidak ada nama yang disebut para pelayan. Bahkan Dorote yang selalu berada di sisinya tidak pernah menyinggung hal itu. Karena itulah, pengakuan tersebut terdengar begitu mengejutkan."Anda sudah menikah?" tanyanya lagi untuk memastikan.Rion hanya mengangguk ringan, seolah itu bukan sesuatu yang layak diperdebatkan.Helena memperhatikannya beberapa saat. Entah kenapa, semakin tenang sikap pria itu, semakin besar rasa penasarannya. Jika memang benar Rion memiliki seorang istri, lalu di mana wanita itu sekarang? Mengapa tidak ada seorang pun yang membicarakannya?Pertanyaan itu akhirnya keluar juga dari bibirnya."Lalu... di mana istri Anda?"Rion tidak langsung menjawa
Última actualización: 2026-06-15
Chapter: Bab 22"Apa kau keberatan?" Suara Rion membuyarkan lamunannya.Helena mengangkat kepala. Tatapan merah pria itu tertuju padanya dengan tenang, seolah benar-benar menunggu jawaban."Tidak." Jawaban itu keluar setelah jeda singkat. "Aku tidak keberatan."Rion tidak mengatakan apa-apa.Helena menghela napas pelan sebelum melanjutkan."Hanya saja... semuanya terasa begitu tiba-tiba."Sudut bibir Rion terangkat tipis. Namun kali ini senyum itu tidak mengandung godaan seperti biasanya. Justru terlihat seperti seseorang yang baru saja mendengar sesuatu yang menurutnya menarik."Tidak ada yang tiba-tiba."Helena mengernyit."Tidak?""Tidak."Rion berjalan perlahan menuju jendela di belakang meja kerjanya."Kau adalah Marchioness Laurent." Nada suaranya terdengar datar, namun tegas. "Seharusnya kau sudah memahami posisimu bahkan sebelum menyetujui pernikahan ini."Helena tidak langsung menjawab.Tatapannya turun sesaat ke lembaran kertas di tangannya. Ia tahu Rion tidak sepenuhnya salah. Sejak awal,
Última actualización: 2026-06-14
Chapter: Bab 21Helena mengikuti pelayan yang mengantarnya hingga berhenti di depan sebuah pintu kayu besar di ujung lorong. Setelah mendapat izin masuk, ia melangkah ke dalam ruangan yang ternyata jauh lebih luas daripada yang ia bayangkan.Ruangan itu tidak terlihat seperti ruang kerja seorang bangsawan pada umumnya. Tidak ada hiasan berlebihan ataupun perabot mewah yang sengaja dipamerkan untuk menunjukkan kekuasaan pemiliknya.Yang ada hanyalah rak-rak buku yang memenuhi sebagian besar dinding, meja kerja besar yang dipenuhi tumpukan dokumen, serta jendela-jendela tinggi yang membiarkan cahaya siang masuk dengan leluasa.Di balik meja itu, Rion sedang duduk sambil membaca sesuatu. Ia bahkan tidak langsung menyambut kedatangannya.Tatapan merah gelapnya masih tertuju pada dokumen di tangannya, sementara jemarinya yang panjang membalik halaman dengan tenang. Baru setelah beberapa saat, pria itu meletakkan dokumen tersebut dan mengangkat kepalanya."Aku rasa aku memintamu datang setelah kau selesai
Última actualización: 2026-06-14
Chapter: Bab 20Dorote terdiam setelah mendengar pertanyaan itu. Helena yang duduk di depan meja rias memperhatikan wanita tersebut melalui pantulan cermin.Perubahan pada wajah Dorote sebenarnya nyaris tidak terlihat, hanya jeda sesaat sebelum menjawab dan cara pandangannya turun ke lantai seolah sedang mempertimbangkan sesuatu.Namun bagi Helena yang sejak kecil dibesarkan di lingkungan bangsawan, hal-hal kecil seperti itu justru lebih mudah ditangkap daripada kata-kata yang diucapkan dengan lantang."Aku hanya memastikan kepada Sir Tom," jawab Dorote akhirnya dengan nada hati-hati. "Beliau mengatakan bahwa Tuan memang datang ke kamar Anda sebelum fajar."Helena mengangguk pelan. Secara logika, jawaban itu seharusnya cukup. Tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi. Dorote telah memastikan kebenaran ucapannya dan kesalahpahaman itu selesai sampai di sana. Namun entah mengapa, semakin ia memikirkannya, semakin aneh semuanya terasa.Yang mengganggunya bukanlah isi jawaban Dorote, melainkan cara wanita
Última actualización: 2026-06-14