Chapter: chapter 61"gak apa - apa mbok, cuma sebentar. Takut ada yang lupa, tidak tertulis kalau mbokyem yang belanja" Zahra mode ngeyel, membuat pusing pembantunya. Bingung nanti harus menjawab apa, kalau sampai Aditya bertanya dan marah karena pesannya dilanggar."Mbok..!" Panggil Zahra. pembantu itu pun datang menghampirinya. "Iya non? Ada yang bisa mbokyem bantu?" Tanya mbokyem. Zahra pun menjawab, "Nitip Arsya ya. Saya berangkat dulu. Assalamualaikum" dijawab dengan "wa'alaikumsalam" dan Zahra pun pergi dengan Taxi online yang dipesannya."Berhenti didepan, pak!" ucap Zahra, meminta sopir Taxi menurunkannya tepat didepan sebuah minimarket. Ia pun keluar dari Taxi itu, setelah menyerahkan beberapa lembar uang lima puluh ribuan.Seperti tak ada lelahnya, Zahra memutari tempat belanjaan itu dengan keranjang yang mulai penuh barang. "Masak sup daging sepertinya enak, kebetulan cuacanya lagi mendung. Semoga ibu dan mas Adit nanti suka" gumamnya sembari memilih daging merah, lalu dimasukkannya kedalam ke
Terakhir Diperbarui: 2026-07-21
Chapter: chapter 60"papa boleh ketemu ibumu gak, dit?" tanya hermawan, merasa bersalah. Teringat masa lalu, kala itu pertengkaran antara dirinya dan ayu sarah terjadi. "pergi dari sini kau ayu, aku tidak sudi melihat mukamu lagi" teriak hermawan. dengan mata sembab, bahkan suaranya yang serak ayu sarah berucap "aku sudah berusaha jujur padamu mas, tapi kamu lebih memilih percaya pada orang lain. suatu saat, allah akan menunjukkan siapa yang berbuat jahat sebenarnya. dan ketika itu terjadi, kamu mungkin sudah tidak punya kesempatan untuk menyesal atau bahkan hanya untuk 2mendapat maaf dariku pun tidak!" "Boleh aja, tapi Adit harus tanya ibu dulu.lagian, katanya tadi papa mau kel Louar negeri. Gimana sih?'" jawab Aditya, membangunkan Hermawan dari lamunan. "Masih tengah malam perginya. Kalau ayu Sarah mau ketemu, masih ada waktu beberapa jam lagi. Papa tunggu kabarnya ya" ujar Hermawan, sebelum mereka menyudahi sambungan telponnya. Ceklekkk!! Seorang perempuan muda, membuka pintu kamar VVIP yang dite
Terakhir Diperbarui: 2026-06-17
Chapter: chapter 59Kriiing..kriiing.. Ponsel Aditya terus - terusan menjerit, saat dirinya sedang di parkiran bersama ibunya. "Ibu masuk dulu ya! Adit mau angkat telpon sebentar" pinta Aditya pada ibunya. Ayu Sarah pun mengiyakan. "Ya, halo! Gimana sil?" Sapa Aditya , saat melihat nama Silvia yang muncul dilayar pintar miliknya. "Dit, gimana kabar papa kamu? Apa sudah baikan?" Suara Silvia serak, seperti orang sakit. "Sorry banget sil, hari ini gue juga belum ke rumah sakit. Jadi belum lihat perkembangan papa sama. Nanti ya, selesai praktek, gue jenguk papa. Gue update ke Lo ,oke?" Aditya mengerti, hubungan papanya dan Silvia pasti sedang mengalami masa sulit. Terbukti suara Silvia sampai serak, bisa jadi karena habis nangis. "Oke, dit! Makasih banyak ya" ucap gadis itu, lalu mematikan sambungan telponnya. "Siapa nak?" Tanya ayu Sarah, setelah Aditya masuk ke dalam mobil. "Oh, teman Adit Bu. Nanyain kabar papa, karena kebetulan papa lagi dirawat di rumah sakit" Aditya menjelaskan. Menatap lekat sa
Terakhir Diperbarui: 2026-06-17
Chapter: chapter 58"kenapa kesini lagi? Mau marah - marah lagi?" Ketus Ine, saat mendapat kunjungan dari sang kakak. "Tentu saja tidak. Aku kesini, cuma mau minta maaf. Mungkin kemarin, aku terlalu emosi. Sudahlah kita lupakan saja masa lalu. Aku akan mencoba berubah. Akan ku awali dengan mencari pekerjaan. Dari dulu, aku selalu mengandalkan uang darimu. Maafin kakak ya.." Ine tersentuh mendengar ucapan Ndaru. Tapi, dia pun sangat tau karakter kakaknya. Kalau Ndaru memasang muka orang baik - baik, itu artinya dia sedang menginginkan sesuatu darinya. "Apa yang bisa ku bantu?" Tanya Ine, coba mencari kebenaran dari yang ia pikirkan. "Emmm, aku mau minta biaya hidup selama mencari pekerjaan ne. Sekalian ini, perusahaan ini kamu tau kan? Aku bisa kan diterima, pakai jalur dalam?" Ndaru menyodorkan amplop coklat ala pelamar kerja, pada Ine. "Kak, bukannya gak mau kasih. Aku mana ada uang. Semua ATM dan kredit card aku, dibekuin sama Hermawan. Aku sekarang ini sudah jadi gembel kak. Apalagi bantuin kakak ca
Terakhir Diperbarui: 2026-06-16
Chapter: chapter 57"Adit, apa ibu boleh bertemu Ine?" Pertanyaan ayu Sarah, mengagetkan Aditya yang sedang manikmati pisang goreng keju buatan istrinya. "Uhukk uhukkk" Aditya menepuk - nepuk dadanya yang sakit, karena tersedak. "Ya Allah nak, hati - hati kalau makan. Nih minum dulu!" Ayu Sarah menyodorkan segelas air putih untuk anaknya. "Ibu ngapain mau ketemu dia? Adit gak mau ibu kenapa - kenapa. Lagi pula, dia sudah menerima hukuman yang setimpal" Aditya membuang nafas kasar. "Insyaallah ibu gak kenapa - kenapa. Ada sesuatu yang ingin ibu tanyakan padanya. Anterin ibu ketemu Ine ya, besok" desak ayu Sarah. Aditya pun, tak bisa lagi menolak keinginan ibunya. "Kenapa mas? Kok mukanya gitu" Zahra yang sedang menggendong Arsya, menelisik wajah masam suaminya. "Kenapa, Bu?" Imbuhnya, meberganti menatap mertuanya. "Enggak kok sayang. Ini ibu, minta di antar ketemu mama ine. Aku kurang setuju sebenarnya. Tapi karena sepertinya ibu ada urusan penting dengannya, ya sudah besok mas anter aja. Kebetulan
Terakhir Diperbarui: 2026-06-16
Chapter: chapter 56"Aditya!" Ayu Sarah, dengan mata berkaca - kaca memanggil putra yang begitu dirindukan. "Bu!" Aditya mencium takdzim punggung tangan, ibunya. Wanita berjilbab krem susu itu, nampak lebih sehat pagi ini. Aditya begitu bersyukur, bisa menemuinya pagi ini. Jari jemari Aditya menyeka, embun yang menetes di pipi ayu Sarah. "Ibu sudah dilarang menangis, sekarang. Bolehnya hanya bahagia. Ya, Bu?" Ucap Aditya, membuat air mata ayu Sarah semakin deras mengalir. Aditya meraih tubuh ringkih ibunya, kedalam dekapan. "Maafin Aditya Bu. Karena baru tau, keberadaan ibu. Pasti sangat sesak berada disini, selama ini" sesalnya. "Sudahlah, ibu tidak apa - apa. Jangan pernah menyalahkan dirimu, atas apa yang terjadi. Ini semua terjadi, karena Allah mengizinkan semuanya terjadi" "Yang penting, sekarang kita bisa sama - sama lagi. Ibu gak pernah membayangkan, kalau akhirnya bisa melihatmu lagi. Dulu keadaannya sangat rumit" ayu Sarah, meraih wajah Aditya dengan kedua tangannya yang gemetar hingga Adity
Terakhir Diperbarui: 2026-06-14