Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!
Didorong dari atap gedung dan meninggal setelah melewati hari-hari yang penuh pengkhianatan dari sang suami, Navierra Clarabelle benar-benar tidak mengerti dengan jalan hidupnya. Selingkuhan suaminya lah yang mencelakainya, namun, begitu dirinya terbangun tiba-tiba saja ia kembali di momen saat pertama kali mendaftarkan pernikahannya bersama Erick, suaminya.
Tahu bahwa takdir pernikahannya akan berakhir tragis, dirinya berbalik arah dan berusaha keras untuk mengubah takdirnya, menolak mentah-mentah pernikahan laknat itu meskipun sang kakek memaksa.
Sampai akhirnya ia bertemu dengan sahabat lamanya yang kebetulan berhutang budi padanya, Clara meminta sahabatnya itu untuk segera melunasi hutang budi tersebut.
Wajahnya memohon, ia berharap pria di depannya mau membantunya mengubah takdir, "Azael, lunasi hutangmu dan nikahi aku!"
Baca
Chapter: Bab 399 - TAMATSetahun setelah kabar meninggalnya Erick dan juga disusul oleh Aretha, semuanya nampak berjalan seperti biasa dan pasangan suami istri itu sama sekali tidak memikirkan hal-hal yang masih berhubungan dengan masa lalu. Di pinggir pantai saat sore hari di mana matahari mulai terbenam membuat keduanya bisa menikmati suasana yang begitu hangat dan menjadikan perasaan itu jauh lebih baik. "Sudah setahun semenjak hari itu, apa kau telah merasa lega?"Pertanyaan dari suaminya lantas membuat Clara menganggukkan kepalanya, "Ya. Aku sangat lega."Tidak ada yang harus mereka khawatirkan, tentunya hidup jauh lebih baik dan kini perusahaan berjalan seperti biasa dengan banyak pencapaian yang mereka lakukan berdua. Nyatanya takdir itu benar-benar bisa diperbaiki setelah sang wanita bangun dan mengubah semuanya. Azael mengajak wanita itu untuk berdansa dengan pelan, kaki telanjang mereka disapu oleh ombak yang membuat keduanya merasa jauh lebih hangat. Senyuman itu menjadi hiasan utama hingga sang
Terakhir Diperbarui: 2026-07-16
Chapter: Bab 398Dipindahkan ke ruangan khusus setelah mengetahui fakta bahwa Erick dinyatakan meninggal karena perbuatan yang telah dilakukan oleh Aretha.Wanita itu sama sekali tidak merasa bersalah dan bahkan dirinya tertawa ketika kedua polisi membawanya dengan tangan yang diborgol, ditambah lagi penuntutan yang dilakukan oleh Edo semakin memberatkan hukumannya. Namun, lagi-lagi Aretha sama sekali tidak takut dan wanita itu justru menantang hal apapun yang ada di depannya. "Orang yang telah kau bunuh akan dimakamkan hari ini. Apa sekarang kau merasa bersalah atas seluruh hal yang terjadi?"Ketika pertanyaan itu mendatangi Aretha, wanita tersebut sama sekali tidak merasa bersalah dan dirinya kemudian berkata, "Dunia tidak bisa menghukum kesalahannya, biarkan saya saja yang melakukan hal itu."Awalnya pihak kepolisian juga menyuruh Aretha untuk melakukan pemeriksaan jiwa, namun nyatanya wanita ini jauh lebih gila dari dugaan dan pada akhirnya dipindahkan ke ruang isolasi. Ketika menaiki undakan t
Terakhir Diperbarui: 2026-07-15
Chapter: Bab 397Ketika si pemilik mobil keluar dari sana, Clara langsung menyadari bahwa orang yang datang adalah suaminya sendiri dan hal itu membuat senyumnya langsung lebar sehingga ia langsung menyambutnya dengan sebuah pelukan. Azael memang sibuk dan bilang tidak bisa datang, namun pria tersebut tidak ingin kehilangan momen ini sehingga dirinya tetap meluangkan waktu dan juga memberikan ucapan selamat untuk istrinya yang sangat membanggakan. "Bukankah kau bilang tidak datang?" Clara yang menyambutnya dengan pelukan lantas bertanya seperti itu kepada pria yang sudah banyak melakukan segalanya untuknya. Azael membalasnya dengan pelukan yang hangat dan pria itu juga membawa sesuatu, "Tidak mungkin aku tak datang ke acara penting istriku."Kalimat itu terucap dengan senyuman yang diberikan oleh Clara, ditambah lagi Azael yang kemudian melepaskan pelukan lalu mengeluarkan sesuatu dari mobilnya. Se-bucket bunga yang begitu indah dan membuat wanita itu kembali tersenyum karena hari ini banyak sekal
Terakhir Diperbarui: 2026-07-14
Chapter: Bab 396"Maaf, Pak. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun takdir telah berkata lain. Putra Anda tidak bisa kami selamatkan dan kami turut berduka cita ... "Ketika sang dokter mengatakan hal tersebut kepada Edo, pria tua yang hanya memiliki putranya tersebut lantas melebarkan matanya dan kedua lututnya langsung merasa lemas."Apa?"Nada bicaranya langsung rendah dan pria itu kemudian jatuh di atas lantai dengan kedua lutut yang masih menopangnya, berpikir jika telinganya salah dengar karena dirinya tidak mau mendengar tentang kabar duka ini. Sang dokter hanya bisa menatapnya karena dirinya bahkan tidak menemukan tanda-tanda kehidupan lagi sesaat setelah pasien yang diantarkan ke rumah sakit ini tak bernapas.Bisa jadi pendarahan yang terjadi selama perjalanan sempat melukai urat yang ada pada leher sehingga hal ini tidak bisa membuat mereka berbuat banyak. Jikalau selamat pun, kondisinya tidak akan sebaik saat masih normal, apalagi matanya juga sudah tidak berfungsi dengan baik. Edo
Terakhir Diperbarui: 2026-07-13
Chapter: Bab 395Memang sulit untuk bicarakan lagi setelah seluruh hal yang terjadi, namun Erick tetap mendekat untuk berbicara kepada wanita tersebut. Ketika mengetahui bahwa satu-satunya orang yang membuat hidupnya hancur ingin berbicara dengannya, Aretha langsung berdiri dan menjauh. Wanita itu sebenarnya memiliki sebuah pemikiran, namun dari kemarin belum mengatakan apa-apa sehingga dirinya lantas malas untuk menanggapi sang mantan."Aku tidak mau berbicara denganmu entah alasan apa yang kau bawa," ujar Aretha yang masih sibuk dengan rajutan di tangannya. Namun, Erick tidak menyerah sehingga pria itu pun berkata, "Aku tahu. Tapi, kali ini aku ingin berbicara denganmu."Balik memandang pria di depannya, Aretha kemudian mengalihkan tatapannya pada tangga yang bisa membawa mereka untuk berbicara di atap kantor ini. "Apa yang ingin kau bicarakan?" tanyanya kemudian, mencoba untuk memberikan kesempatan kepada pria ini jika ingin berbicara padanya. Erick menghela napas, "Aku hanya mau minta maaf pad
Terakhir Diperbarui: 2026-07-12
Chapter: Bab 394Ketika janji itu terucap dengan dua orang yang memulai kembali kehidupan lama mereka, seluruh orang bertepuk tangan untuk menyambut hal tersebut dan semuanya juga nampak bahagia. Sorakan membuat mempelai saling berpandangan setelah bibir itu mengucapkan janji pernikahan, rasanya seperti menjalani sebuah kehidupan yang baru dan sampai akhirnya Azael berucap kepada istrinya dengan nada lembut, "Aku berjanji akan menjagamu lebih baik lagi dan tidak akan membiarkanmu melalui semuanya sendiri."Ketika kalimat itu terucap, Clara tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "Aku juga berjanji tidak akan meninggalkanmu lebih dulu atau berbuat seperti yang telah terjadi kemarin."Ketika hati saling memaafkan, mereka berdua saling tersenyum lalu hal ini membuat tatapan mereka bertemu dan wajah yang mulai mendekat, membuat sebuah ciuman yang begitu mesra di depan banyak orang. Ketika bibir tersebut saling menempel, banyak sekali orang-orang yang bertepuk tangan dengan riuh serta menyambut kehidupan
Terakhir Diperbarui: 2026-07-11