author-banner
Sintiia01
Sintiia01
Author

Novel-novel oleh Sintiia01

Aduh, Pak Yono tak Tahan!

Aduh, Pak Yono tak Tahan!

Sudah jadi sopir truk bermuatan berat sejak sepuluh tahun di sebuah pabrik besar, pria bernama Yono seringkali jadi idaman para wanita centil dan kesepian di sana. Tak hanya satu dua wanita saja yang merayunya, namun Yono hanya memberikan senyum atau penolakan halus yang membuat para wanita itu semakin terus mengejarnya. Namun, siapa sangka, dari banyaknya wanita yang datang menggodanya, Yono berhasil terpikat pada satu wanita yang membuatnya tak tahan ingin mencobanya. Lantas, siapa wanita beruntung itu?
Baca
Chapter: Bab 80
Dengan sisa-sisa tenaga akibat ledakan orgasme yang baru saja melumpuhkan kesadarannya, Ratih berusaha mengatur napasnya yang masih naik-turun memburu oksigen.Tubuh bohaynya yang basah oleh peluh bergetar halus di atas meja makan.Namun, melihat keperkasaan Yono yang berdiri tegap, menegang tebal, berurat, dan belum tersentuh penetrasi sedikit pun, gairah di dalam diri janda matang itu kembali membara.Yono menggeser duduknya, mendaratkan bokong kekarnya di tepi meja makan kayu tebal tersebut dengan posisi kedua paha kekarnya terbuka lebar.Pria itu memandang lurus ke arah Ratih dengan sepasang mata gelapnya yang dingin, dalam, dan penuh dominasi jantan yang mengintimidasi.Tanpa perlu diperintah, Ratih merayap turun dari atas meja.Dengan gerakan yang teramat patuh dan sarat akan keliaran wanita berpengalaman, Ratih berlutut di antara kedua kaki Yono, lalu menunggingkan tubuh cantiknya di atas lantai keramik dingin.Dalam posisi menungging yang memamerkan lekuk bokong besarnya yang
Terakhir Diperbarui: 2026-07-29
Chapter: Bab 79
Yono mendekatkan wajah tegapnya, menatap lurus ke dalam iris mata Ratih yang sudah sangat sayu dan dipenuhi gairah liar.Cengkeraman tangan besarnya yang kasar di pinggul tebal sang janda kian mengencang, menegaskan dominasi penuh seorang pria matang yang memegang kendali mutlak atas situasi siang itu."Kamu ini benar-benar gak ada kapoknya ya, Tih," bisik Yono rendah."Sekarang kamu pilih... mau makan siang dulu masakanmu ini, atau mau langsung dimakan sama aku sekarang?"Ratih mendongak, menyunggingkan senyuman nakal yang teramat menggoda.Tangannya yang lentik menyusup naik ke tengkuk kekar Yono, mengusap gurat leher pria itu sembari mendesah sengau tepat di depan bibirnya."Bukannya lebih bagus kita main dulu, Mas Yono? Biar laparnya sekalian Jadi habis ini makan siangnya terasa sepuluh kali lipat lebih nikmat," sahut Ratih blak-blakan, tanpa lagi menutup-nutupi dahaga biologisnya yang sudah membumbung tinggi.Yono seketika terkekeh rendah. Tawa berat khas pria jalanan itu bergeta
Terakhir Diperbarui: 2026-07-29
Chapter: Bab 78
Yono meletakkan pulpen di atas dokumen pembelian rumah yang baru saja ia tandatangani di atas konter semen dapur.Sinta, agen properti berbadan montok itu, tersenyum puas sembari merapikan lembaran kertas tersebut ke dalam stofmap.Namun, sebelum Yono sempat memanaskan atmosfer di dapur sempit itu lebih jauh, ponsel di dalam saku celana jinsnya bergetar kencang.Layar ponsel menampilkan nama Ratih. Yono mengangkat satu alisnya, lalu menggeser tombol hijau dan menempelkan gawai itu di telinganya."Halo, Mas Yono? Kamu di mana?" suara Ratih terdengar serak menggoda dari seberang telepon."Ini aku sudah masakin makan siang spesial buat kamu di rumah. Kamu jadi datang kan jam segini?"Yono menyunggingkan seringai miring yang teramat seksi, suara baritonnya bergaung tenang."Iya, Tih. Ini urusanku sebentar lagi beres. Sebentar lagi aku meluncur ke rumahmu."Begitu panggilan ditutup, Sinta mendongak menatap Yono dengan sepasang mata sayunya yang sedikit kecewa. Tangan lentiknya merayap halu
Terakhir Diperbarui: 2026-07-29
Chapter: Bab 77
Hari Minggu pagi yang cerah. Udara kompleks perumahan cluster baru yang lokasinya tak jauh dari kawasan pabrik Pramono terasa begitu sepi dan tenang.Yono melangkah santai menyusuri jalanan paving block yang licin.Karena hari libur, pria itu tampil lebih santai namun tetap memancarkan aura maskulin yang sangat kuat.Kaos polo ketat berwarna hitam membungkus dada bidangnya yang tegap serta bahu lebarnya yang kekar seperti beton, dipadukan dengan celana jins tebal yang membingkai sempurna postur tingginya.Tujuannya pagi ini sangat jelas: meninjau unit rumah paling pojok di perumahan tersebut.Langkah Yono terhenti di pelataran unit bernomor paling buncit yang berbatasan langsung dengan pembatas dinding luar kompleks.Di depan pintu rumah yang terbuka, seorang wanita berdiri menunggunya dengan senyuman manis. Dia adalah Sinta, agen properti muda yang bertanggung jawab atas penjualan unit di cluster ini.Begitu Yono mendekat, indra penglihatannya seketika menangkap fisik Sinta yang bena
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: Bab 76
Yono mencengkeram kedua paha tebal dan bohay milik Ratih, melipatnya ke atas hingga menyentuh dada matang wanita itu.Dalam posisi yang sangat terbuka dan menantang ini, Yono memacu pinggulnya dengan hantaman-hantaman beruntun yang amat bertenaga, brutal, dan dalam.Plak! Plak! Plak!Suara benturan kulit paha Yono yang berotot keras beradu nyaring dengan pantat padat Ratih, bergaung di setiap sudut rumah mewah yang sepi itu.Dinding rahim Ratih yang hangat dan basah kuyup memeluk tebal kejantanan Yono dengan jepitan yang begitu ketat, memberikan umpan balik nikmat yang membuat otot-otot di leher dan lengan tegap Yono menegang sempurna."AHH! Mas Yono! Keras banget... ahh, dalam banget, Mas!" jerit Ratih melengking parau, matanya mendelik nikmat dengan jemari tangan mencengkeram busa sofa begitu kuat.Yono menggeram rendah, suara bariton paraunya terdengar sangat seksi dan mengintimidasi di tengah napasnya yang memburu."Kamu yang minta ditemenin sampai pagi kan, Tih? Rasakan ini! Ini
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: Bab 75
Alih-alih langsung menghantamnya dengan dorongan kasar, Yono membiarkan Ratih memainkan peran dominannya terlebih dahulu.Pria itu tetap duduk bersandar tegap di sofa empuk, membusungkan dada bidangnya yang tegap, membiarkan sepasang mata gelapnya mengunci setiap gerak-gerik wanita di depannya dengan tatapan dingin, tajam, dan sarat akan penaklukan terselubung.Ratih tersenyum puas melihat ketenangan Yono. Dengan gerakan yang teramat luwes dan penuh teknik, wanita bohay itu mengangkangi kedua paha kokoh Yono.Kimono merah marunnya dibiarkan melorot sepenuhnya ke lantai, memamerkan lekuk tubuh polosnya yang mekar matang di bawah temaram lampu gantung.Ratih menempelkan dada montoknya ke dada bidang Yono yang masih terbungkus kemeja.Jemari lentiknya yang hangat tidak langsung membuka pakaian Yono, melainkan melepas kancing kemeja biru sang sopir satu per satu dengan ketelitian yang lambat dan menyiksa, sebuah proses yang sengaja dirancang untuk menguji batas ketahanan pria jalanan ters
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Tiga Penguasa yang Menggoda

Tiga Penguasa yang Menggoda

Aruna terjebak dalam misi nekat. Dia harus menjadi sekretaris pribadi sang CEO yang dingin dan tak tersentuh demi mendapatkan bonus besar untuk menebus ayahnya dari penjara. Namun, bagi sang CEO, Aruna hanyalah bayangan yang tidak terlihat. ​Di tengah rasa frustrasinya, Aruna justru menjadi incaran sang General Manager yang karismatik dan sang Direktur yang penuh rayuan. Saat Aruna mulai goyah dan menikmati perhatian kedua pria itu, sang CEO yang selama ini acuh tiba-tiba terbakar cemburu. ​Kini, Aruna terjebak di antara tiga pria paling berpengaruh di perusahaan. Siapa yang akan dia pilih saat garis antara misi dan nafsu mulai kabur?
Baca
Chapter: 97. Hari Bahagia
Aula utama Grand Astraea Ballroom disulap menjadi hutan kristal putih yang megah. Ribuan bunga lili segar menggantung dari langit-langit, menyebarkan aroma harum yang menenangkan di tengah hiruk-pikuk para elit bisnis, politikus, dan bangsawan kota yang hadir.Aruna berdiri di samping Max, mengenakan gaun pengantin yang telah disesuaikan sedikit pada bagian pinggangnya. Wajahnya merona alami, memancarkan aura kebahagiaan yang tak bisa disembunyikan.Max berdiri tegap dengan tuksedo hitam pekat, tangannya tidak pernah lepas dari pinggang Aruna, seolah-olah ia sedang menjaga permata paling berharga di dunia. Di meja utama, Johan Sastro duduk dengan bangga, mengenakan setelan jas formal yang membuatnya kembali terlihat seperti singa bisnis yang disegani.Saat acara bersulang dimulai, Johan bangkit berdiri. Ia memegang gelas kristalnya dengan tangan yang sedikit bergetar, bukan karena lemah, melainkan karena emosi yang meluap.“Hadirin sekalian,” suara Johan bergema melalui pengeras suara
Terakhir Diperbarui: 2026-03-21
Chapter: 96. Kabar Mengejutkan
Kesibukan di butik pengantin utama Astraea mencapai puncaknya. Aroma lilin aromaterapi vanilla dan melati memenuhi ruangan, bercampur dengan suara gemerisik kain sutra dan renda Prancis yang sedang dipasang oleh para asisten butik.Aruna berdiri di atas podium kecil, tubuhnya dibalut gaun pengantin yang sudah hampir sempurna, sebuah karya seni putih bersih dengan detail kristal yang berkilauan setiap kali ia bergerak.Max duduk di sofa kulit di sudut ruangan, sementara matanya tidak lepas dari Aruna. Ia masih tampak seperti penguasa, namun kali ini ada ketenangan yang berbeda di wajahnya setelah kemenangan di pengadilan.“Bisakah kau berputar sedikit, Aruna?” tanya desainer utama butik itu sambil memegang jarum pentul. “Aku perlu memastikan bagian ekor gaun ini jatuh dengan sempurna.”Aruna mencoba bergerak, namun tiba-tiba kepalanya terasa sangat ringan. Pandangannya yang tadi jernih mendadak berputar. Cahaya lampu gantung di atasnya seolah menyatu menjadi satu titik putih yang menyi
Terakhir Diperbarui: 2026-03-21
Chapter: 95. Melakukan hal yang Mengejutkan
Malam itu, apartemen mewah Max Kendrick terasa lebih hangat dari biasanya. Aroma masakan Prancis yang dipesan khusus memenuhi ruang makan, sementara botol sampanye terbaik telah terbuka di atas meja marmer.Johan Sastro duduk di kursi kebesaran, tampak jauh lebih segar meskipun tubuhnya masih perlu banyak pemulihan. Aruna duduk di samping ayahnya, sesekali menyuapkan potongan buah, matanya berbinar melihat tawa kecil yang mulai kembali ke wajah Johan.Max berdiri di dekat jendela besar, menyesap wiskinya dalam diam sembari memperhatikan interaksi ayah dan anak itu. Ia tampak puas, namun tetap waspada seperti biasanya.Saat perayaan kecil itu berlanjut, Max mendapatkan panggilan telepon penting dan harus beralih ke balkon. Aruna, yang ingin mengambilkan obat untuk ayahnya, melangkah menuju ruang kerja Max.Ia melihat tas kerja kulit buaya milik Max tergeletak terbuka di atas meja kerja kayu mahoni yang berat. Niatnya hanya ingin memindahkan tas itu agar tidak menghalangi jalan, namun s
Terakhir Diperbarui: 2026-03-20
Chapter: 94. Kebebasan Johan
Gedung Pengadilan Negeri Astraea dikepung oleh barisan pengawal bersenjata lengkap dari Kendrick Group. Atmosfer di dalam ruang sidang utama terasa begitu berat, seolah oksigen di sana telah menipis.Aruna duduk di barisan depan dengan jemari yang saling bertaut erat, matanya tak lepas dari sosok ayahnya, Johan Sastro, yang duduk di kursi pesakitan dengan wajah pucat namun sorot mata yang mulai kembali berpendar.Di seberang ruangan, Surya Atmadja dan Robert Tan duduk dengan angkuh. Mereka sesekali berbisik dengan pengacara mereka, melempar senyum meremehkan ke arah Max yang duduk tenang di samping Aruna dengan setelan jas hitam yang memancarkan aura dominasi mutlak.“Sidang Peninjauan Kembali atas kasus penggelapan dana dengan pemohon Johan Sastro dinyatakan dibuka,” ketok palu Hakim Ketua bergema nyaring, memecah kesunyian yang mencekam.Tonny, pengacara Max, berdiri dengan sikap tegap. Ia membuka sebuah map kulit dan mengeluarkan beberapa lembar dokumen asli yang selama ini disembu
Terakhir Diperbarui: 2026-03-20
Chapter: 93. Memberimu Kepuasan
“Max... ahh, pelan sedikit,” rintih Aruna saat tangan kasar Max meremas payudaranya dengan tenaga yang tidak main-main.“Tidak ada kata pelan untuk malam ini. Tekanan di kepalaku harus keluar, dan hanya kau yang bisa menampungnya,” sahut Max.Ia menunduk, melahap puting Aruna yang sudah menegang keras, menyesapnya dengan isapan yang sangat kuat hingga suara cecapan basah memenuhi kamar yang sunyi itu.“Akhh! Ssshh... pelan, Max! Itu sakit!” Aruna memekik, kepalanya mendongak ke belakang, punggungnya melengkung indah saat rasa perih dan nikmat menyatu di dadanya.Max tidak memedulikan protes itu. Ia justru menggigit kecil puncak payudara Aruna, membuat wanita itu mengerang semakin keras. Tangan Max bergerak turun, membelah pangkal paha Aruna dengan paksa. Ia tidak butuh pemanasan yang lembut; baginya, Aruna adalah medan pertempuran yang harus ia taklukkan setiap malam.“Kau sudah sangat basah, Aruna. Jangan berpura-pura kau tidak menginginkan kebrutalanku,” bisik Max serak.Ia membebas
Terakhir Diperbarui: 2026-03-19
Chapter: 92. Max yang Tidak Pernah Puas
“Tonny, siapkan draf gugatan balik. Begitu hakim mengetok palu bahwa Johan tidak bersalah, aku ingin surat perintah penangkapan untuk Surya dan Robert langsung keluar di jam yang sama. Aku ingin mereka keluar dari ruang sidang dengan tangan terborgol.”Tonny mengangguk mantap. “Instruksi diterima, Tuan. Semua dokumen sudah siap diserahkan ke pengadilan besok pagi.”Rapat itu berlanjut selama dua jam berikutnya, membahas setiap detail teknis hukum yang membuat kepala Aruna pening. Namun, setiap kata yang keluar dari mulut Max menunjukkan bahwa pria ini telah memikirkan setiap kemungkinan. Ia bukan sekadar pengusaha kaya; ia adalah jenderal perang yang sedang menyusun strategi pemusnahan musuh-musuhnya.Setelah keluar dari kantor Tonny, Max membawa Aruna kembali ke mobil. Suasana di dalam mobil kembali sunyi, namun kali ini ada ketegangan yang berbeda—ketegangan penantian.“Max,” panggil Aruna saat mobil mulai bergerak.“Hmm?”“Kenapa kau melakukan semua ini? Maksudku, kau mempertaruhka
Terakhir Diperbarui: 2026-03-19
Dimanjakan Lima Suami Binatang yang Menggoda

Dimanjakan Lima Suami Binatang yang Menggoda

Terlempar ke dunia beastmen, Lin Xiao harus terikat dengan lima penguasa klan yang haus akan gairah demi menjalankan misi Sistem Kemakmuran Spesies. Di tengah perebutan wilayah dan insting liar yang posesif, ia terjebak dalam pusaran cinta erotis yang memanjakan tubuh dan jiwanya. Kini, sang designer terkenal harus belajar tunduk pada sentuhan buas para suami binatang yang tak pernah puas memilikinya.
Baca
Chapter: 104. Kebahagiaan di Istana
Fajar menyingsing dengan warna ungu kemerahan yang membasahi langit samudra, menandakan hari perayaan agung yang telah dinanti oleh seluruh klan di Benua Binatang.Bahtera Kerajaan kini telah bersandar di dermaga utama istana daratan yang baru saja selesai dipugar. Ribuan rakyat dari berbagai klan, serigala, harimau, burung, naga, hingga klan rubah, berkumpul di alun-alun besar, menciptakan lautan makhluk yang bersorak menyambut era baru.Di dalam kamar rias, Lin Xiao berdiri di depan cermin kristal besar. Ia mengenakan gaun sutra berwarna putih gading dengan sulaman benang emas yang membentuk motif lima elemen. Jubah transparan yang menjuntai di bahunya berkilau tertimpa cahaya, membuatnya tampak seperti dewi yang turun dari khayangan. Riasan wajahnya tipis namun tegas, menonjolkan kecantikannya yang telah kembali pulih sepenuhnya pasca persalinan."Kau tampak sangat memukau, Ratu," suara berat Bai Ze memecah keheningan. Ia masuk mengenakan jubah kebesaran klan harimau, tampak gagah
Terakhir Diperbarui: 2026-04-23
Chapter: 103. Malam Pertama Setelah Persalinan
Malam telah melarut di atas Bahtera Kerajaan, menyisakan keheningan yang tenang di bawah siraman cahaya bintang yang memantul di permukaan laut. Di dalam paviliun, suasana terasa begitu damai.Mo Ye baru saja selesai merapal mantra Aqueous Cradle, sebuah sihir air tingkat tinggi yang menciptakan gelembung-gelembung udara hangat di sekitar keranjang bayi.Kelima putra mereka, Ares, Bumi, Sky, Ocean, dan Zen telah terlelap dengan napas yang teratur, terbuai dalam tidur yang dalam dan dilindungi oleh aliran energi yang lembut.Lin Xiao bersandar pada tumpukan bantal sutra di ranjang kebesarannya. Ia melihat kelima suaminya duduk melingkar di sekeliling tempat tidur, menanggalkan aura kaku mereka sebagai raja. Ruangan itu kini hanya diterangi oleh pendaran kristal redup, menciptakan atmosfer yang sangat intim dan pribadi.“Akhirnya... mereka tidur juga,” bisik Lin Xiao sembari mengulurkan tangannya, yang segera disambut oleh genggaman hangat Cang Yan.“Anak-anak itu benar-benar menguras t
Terakhir Diperbarui: 2026-04-22
Chapter: 102. Memberikan Kejutan Luar Biasa
Aroma minyak cendana dan kehangatan dari tungku api yang dijaga Cang Yan memenuhi paviliun, menciptakan suasana yang begitu damai setelah keriuhan “perang popok” mereda.Lin Xiao duduk bersandar di tumpukan bantal sutra, bahunya tersampir kain halus yang siap disingkap. Di hadapannya, kelima raja binatang itu duduk melingkar di lantai, tidak ada lagi pedang atau wajah angkuh, yang tersisa hanyalah binar pemujaan saat mereka menatap wanita yang telah menjadi jantung bagi eksistensi mereka.“Kemarilah, Yan. Berikan Ares padaku lebih dulu. Dia yang paling keras berteriak,” ujar Lin Xiao lembut, merentangkan tangannya.Cang Yan menyerahkan Ares dengan gerakan yang sangat hati-hati, seolah menyerahkan permata paling rapuh di dunia. Begitu bibir mungil Ares menyentuh dada Lin Xiao, sang bayi langsung terdiam. Lin Xiao memejamkan mata, merasakan aliran energi panas yang samar, sebuah cinta yang membara dan penuh semangat dari putra sulungnya.“Dia menghisapnya seolah sedang menelan api,” bis
Terakhir Diperbarui: 2026-04-22
Chapter: 101. Naluri Protektif Sang Ayah
Langkah kaki logam yang sempat terdengar di balik pintu paviliun rupanya hanyalah awal dari kegilaan baru yang melanda Bahtera. Tiga hari telah berlalu sejak persalinan yang mengguncang dunia itu, dan Lin Xiao baru saja melewati fase kritis pemulihannya. Namun, kedamaian yang ia harapkan justru berubah menjadi komedi posesif yang melelahkan sekaligus menggelikan.Di sudut ruangan yang kini telah diperbaiki, Cang Yan berdiri tegak seperti patung api di depan keranjang bayi Ares Yan. Seorang pelayan senior mendekat dengan nampan berisi air hangat untuk memandikan sang pangeran kecil, namun langkahnya terhenti oleh geraman rendah yang keluar dari dada Cang Yan.“Berhenti di sana,” desis Cang Yan, matanya berkilat merah tajam. “Jangan berani-berani menyentuh kulitnya dengan tangan kasarmu itu. Aku yang akan memandikannya.”“Tapi Yang Mulia, Anda belum tidur selama dua hari—”“Aku tidak butuh tidur! Aku hanya butuh memastikan tidak ada kuman asing yang menempel pada putraku!” Cang Yan meny
Terakhir Diperbarui: 2026-04-21
Chapter: 100. Tangisan Serempak Lima Elemen
Kegelapan gerhana yang mencekam perlahan memudar, namun suasana di dalam ruang persalinan masih terasa seperti di ujung tanduk. Tubuh Lin Xiao yang lunglai membuat kelima pria perkasa itu membatu.Namun, kesunyian itu tidak berlangsung lama. Seolah merasakan nyawa ibunya sedang berada di ambang batas, kelima bayi yang berada di dekapan para ayah mereka tiba-tiba membuka mulut dan menangis serempak.Suaranya bukan sekadar tangisan bayi biasa; itu adalah resonansi frekuensi tinggi yang menggabungkan elemen api, bumi, angin, air, dan es. Gelombang energi berwarna pelangi terpancar dari tubuh mungil mereka, menyapu seluruh ruangan dan merembes keluar hingga ke dek Bahtera.“Lihat! Tanaman merambat di pot... mereka tumbuh!” seru Fei Lian dengan mata membelalak. Bunga-bunga yang sebelumnya layu akibat hawa dingin persalinan mendadak mekar dengan kelopak yang dua kali lebih besar. Pohon-pohon hias di balkon Bahtera tumbuh menjulang dalam hitungan detik, menutupi jendela dengan daun-daun hija
Terakhir Diperbarui: 2026-04-21
Chapter: 99. Pingsan di Detik Terakhir
“Xiao-Xiao! Lihat aku! Jangan biarkan matamu terpejam!” teriak Mo Ye, suaranya pecah oleh kepanikan yang jarang ia tunjukkan. Ia melihat bibir Lin Xiao yang memutih, sisa tenaganya terkuras habis setelah melahirkan tiga pangeran sebelumnya.Lu En menekan perut Lin Xiao dengan tangan gemetar. “Mo Ye, cepat! Detak jantung Ocean hampir hilang! Dia terjerat tali pusat karena kontraksi yang terlalu lemah. Kau harus masuk secara spiritual, tarik dia keluar dengan elemenmu!”Mo Ye tidak membuang waktu. Ia menggenggam jemari dingin Lin Xiao, membiarkan sisik perak di lengannya bersinar terang. “Dengarkan aku, Ratu. Pinjamkan aku rahimmu sebentar saja. Ocean, dengar suara Ayah! Ikuti arusnya!”Mo Ye menyalurkan esensi air yang kental ke dalam jalan lahir. Lin Xiao terlonjak, matanya terbelalak saat merasakan sensasi dingin yang membasuh rasa sakitnya. “Mo Ye... ahhh... rasanya... sesak!”“Dorong, Xiao-Xiao! Sekarang atau kita kehilangan dia!” raung Bai Ze dari sisi lain, mencoba menyalurkan si
Terakhir Diperbarui: 2026-04-20
Babysitter Pemikat Hati sang Lawyer

Babysitter Pemikat Hati sang Lawyer

Demi membebaskan ayahnya dari fitnah keji, Alyssa Verena nekat mendatangi pengacara paling dingin dan tak tersentuh, Arsenio Valmer. Namun, alih-alih kursi staf hukum yang dia dapatkan, dia justru ditawari posisi sebagai pengasuh bagi putra Arsenio. Satu kesepakatan berbahaya pun ditandatangani: Alyssa memberikan kasih sayangnya untuk sang putra, sementara Arsenio memberikan taringnya di meja hijau. Namun di balik tembok mansion yang kaku itu, rahasia besar mulai terkuak, dan Alyssa menyadari bahwa terjebak dalam pesona sang pengacara jauh lebih berbahaya daripada menghadapi hukum itu sendiri. Antara tugas dan rasa, sanggupkah Alyssa bertahan saat garis profesionalitas mulai terkikis oleh perasaan tak terduga?
Baca
Chapter: Bab 35
Suasana kamar rawat mendadak menjadi sangat gelap setelah Jonny mematikan saklar utama dan menyelinap keluar untuk memantau koridor.Satu-satunya sumber cahaya hanyalah pendar hijau redup dari layar monitor detak jantung Arsenio yang berbunyi dengan ritme konstan. Alyssa berdiri tegak di samping ranjang, kedua tangannya mencengkeram erat tiang infus besi, matanya menatap tajam ke arah pintu. Ketegangan memenuhi udara.Namun, di tengah kesunyian yang mencekam itu, sebuah tangan kekar tiba-tiba bergerak dari balik selimut dan menyambar pergelangan tangan Alyssa. Sentuhan itu kuat dan tidak terduga, membuat Alyssa terkesiap pelan."Lepaskan, Arsenio! Apa yang kau lakukan?" bisik Alyssa dengan suara tertahan, mencoba menarik tangannya namun cengkeraman Arsenio justru semakin erat.Arsenio menarik tubuh Alyssa hingga wanita itu terpaksa mencondongkan tubuhnya ke atas ranjang. Di bawah temaram cahaya hijau, sepasang mata gelap Arsenio berkilat penuh gairah yang tidak tertahan."Dalam keadaa
Terakhir Diperbarui: 2026-07-14
Chapter: Bab 34
Alyssa mendudukkan dirinya kembali di kursi besi samping bangsal, berniat menemani Arsenio yang masih harus dirawat secara intensif di rumah sakit. Meski kondisi fisiknya masih lemah, pria itu tampaknya tidak kekurangan energi untuk terus mengeluarkan ocehan dan nostalgia masa lalu tentang hubungan mereka sebelum kecelakaan.Alyssa mendengarkan setiap cerita dengan kening berkerut. Rasa penasaran yang sejak tadi ia tahan di ujung lidah akhirnya memuncak juga. Ia menatap Arsenio dengan pandangan menyelidik."Tuan Valmer, ada satu hal yang mengganjal di otakku," ujar Alyssa, mengetuk-ngetuk jarinya di atas pembatas ranjang. "Kenapa kita bisa memiliki anak, padahal kau bilang hubungan asmara kita saat itu baru berjalan dua tahun? Apa hubungan kita dahulu begitu intim dan panas, sampai Nathan lahir bahkan sebelum kita sempat meresmikan pernikahan?"Arsenio hampir saja tersedak air liurnya sendiri mendengar pertanyaan blak-blakan dari wanita di hadapannya. Ia menatap Alyssa dengan pandan
Terakhir Diperbarui: 2026-07-14
Chapter: 33. Jatuh Cinta pada Arsenio
Arsenio perlahan menggeser tubuhnya, bersandar pada bantal rumah sakit yang ditinggikan hingga ia berada dalam posisi duduk.Sambil menahan ringisan kecil akibat jahitan di perutnya, sepasang matanya tidak lepas memandangi Alyssa. Keheningan kamar rawat itu mendadak mencair saat senyum tipis mulai terbit di wajah pucat sang pengacara."Kau tahu, Freya? Dulu, sebelum kecelakaan itu menghapus semua memorimu, kau adalah wanita yang paling merepotkan," ujar Arsenio, suaranya masih parau namun terdengar jauh lebih hidup.Alyssa menghentikan gerakannya yang sedang merapikan selimut di ujung bangsal. Ia lalu menoleh sambil menaikkan sebelah alisnya. "Merepotkan bagaimana?""Kau punya hobi makan yang luar biasa, persis seperti Nathan yang tidak bisa melihat camilan menganggur," kenang Arsenio, matanya menerawang menatap langit-langit kamar."Kau juga sangat manja, selalu menuntut perhatian, dan kadang-kadang suka sekali masuk ke ruang kerjaku hanya untuk mengacaukan tumpukan berkas perkara ya
Terakhir Diperbarui: 2026-07-13
Chapter: 32. Akan Membuatmu Ingat Kembali
Dua hari kemudian, keheningan di kamar rawat intensif itu pecah oleh suara lenguhan lirih dari atas bangsal.Alyssa, yang sedang duduk terjaga di kursi samping tempat tidur, langsung menegakkan punggungnya.Ia melihat jemari tangan kanan Arsenio bergerak sedikit, disusul oleh kelopak matanya yang berkedip berat, mencoba menyesuaikan diri dengan cahaya lampu ruangan."Fre... Freya..." bisik Arsenio, suaranya sangat parau dan lemah di balik masker oksigen yang terpasang di wajahnya.Alyssa menoleh cepat, sepasang matanya membola sempurna saat melihat kedua netra gelap pria itu akhirnya terbuka.Rasa syok sekaligus lega yang luar biasa menghantam dadanya seketika. Dengan gerakan refleks, Alyssa langsung menekan tombol darurat di dinding untuk memanggil dokter, sebelum kembali condong ke arah ranjang."Arsenio? Kau bisa mendengarkanku?" Alyssa meraih dan memegang erat tangan pria itu, merasakan kehangatan yang menjalar di antara jemari mereka. "Syukurlah... demi Tuhan, kau akhirnya bangun
Terakhir Diperbarui: 2026-07-13
Chapter: 31. Pria yang Begitu Mencintainya
"Kau... kau bercanda, kan, Alyssa? Ini tidak lucu! Bagaimana bisa kau adalah Clara Freya?"Anna menganga lebar, matanya bergerak panik antara Alyssa dan tubuh Arsenio yang terbaring koma setelah mendengar cerita panjang dari Alyssa."Aku tidak sedang bercanda, Anna. Ini kenyataannya," jawab Alyssa, suaranya terdengar datar namun bergetar menahan tekanan. "Johan Verena bukan ayah kandungku. Dia mengubah wajahku tiga tahun lalu untuk menyembunyikan identitasku sebagai Freya setelah kecelakaan itu."Anna membekap mulutnya sendiri dengan kedua tangan, tubuhnya gemetar hebat karena syok. "Pantas saja, demi Tuhan, Alyssa! Aku benar-benar tidak menyangka bahwa sahabat yang kutemui tiga tahun lalu, yang terlihat begitu murung dan kebingungan di taman kota, ternyata adalah Freya yang dicari-cari oleh Arsenio Valmer!"Alyssa menoleh, menatap Anna dengan kening berkerut. "Apakah penampilanku seburuk itu saat pertama kali kita bertemu?""Lebih dari buruk. Kau tampak sangat aneh dan seperti wanit
Terakhir Diperbarui: 2026-07-12
Chapter: 30. Kejadian di Masa Itu
Alyssa kembali melangkah menyusuri koridor Rumah Sakit Pusat Oakhaven dengan ritme kaki yang jauh lebih cepat. Di dalam dadanya, badai emosi berkecamuk antara tidak percaya, marah, dan asing. Begitu pintu kamar rawat intensif terbuka, sepasang matanya langsung tertuju pada tubuh Arsenio yang masih mematung di balik balutan alat-alat medis.Ia mendekati ranjang, menatap lurus ke dalam guratan wajah pria itu. Alyssa meremas jemarinya sendiri yang mendadak terasa dingin."Aku tidak mengingatmu," bisik Alyssa pada keheningan ruangan. Ia menoleh ke arah Jonny yang berdiri berjaga di dekat pintu. "Aku benar-benar tidak ingat apa pun tentang dia. Wajah ini, nama ini... bahkan Nathan. Kepalaku kosong, Jonny. Tolong jelaskan padaku. Jelaskan semuanya tanpa ada yang ditutupi."Jonny melangkah mendekat, mengembuskan napas berat sebelum memulai penjelasannya. "Tuan Arsenio dan Anda maksud saya, Clara Freya telah menjalin hubungan asmara yang sangat kuat selama dua tahun. Hubungan itu dipenuhi te
Terakhir Diperbarui: 2026-07-12
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status