author-banner
Nian Nian
Author

Novels by Nian Nian

Maaf Pangeran, Aku Memilih Cerai dan Mencari Calon Raja Baru

Maaf Pangeran, Aku Memilih Cerai dan Mencari Calon Raja Baru

Yishu seharusnya mati karena kecelakaan setelah berpesta semalaman. Namun, Ia malah terbangun sebagai Lu Shuyi, tokoh perempuan gendut yang mati karena kebodohannya. Tidak ingin berakhir menyedihkan ia memutuskan mengubah takdirnya. Difitnah, diremehkan, dan hampir dihancurkan, ia tetap melawan. Saat kebenaran terungkap dan perceraian disahkan di depan raja, seluruh istana sadar bahwa perempuan gendut yang mereka hina adalah orang yang akan berdiri di puncak kekuasaan.
อ่าน
Chapter: Bab 16 - Kucing Gendut dan Kasim Kriminal
“Apakah kau gila?!”Bola mata Shuyi hampir saja keluar dari kelopak matanya. Jantungnya seakan bisa berhenti berdetak kapan saja. Bahkan, kini kedua tangan Shuyi telah tertahan di atas kepalanya. Shuyi mencoba sekuat tenaga untuk melepaskan diri, tetapi cengkeraman Minghan justru semakin kuat.“Dasar kasim gila! Lepaskan atau jangan salahkan aku jika bersikap kasar!” ancam Shuyi dengan napas memburu.Bukannya melepaskan, Minghan malah memiringkan kepalanya dengan santai. Seolah ancaman dari Shuyi tidak berarti apa-apa baginya. Justru ia malah semakin merapatkan tubuhnya di antara kaki Shuyi. Sudut bibir Minghan terangkat tipis, matanya mengamati wajah Shuyi. Kulit putih bersih dengan pipi bulat seperti bakpao.‘Seperti kucing gendut liar yang siap mencakar kapan saja,’ batin Minghan.Shuyi yang merasa diabaikan menjadi kesal sepenuhnya. Matanya menatap tajam ke depan. Sedangkan Minghan terlihat tidak terpengaruh oleh amarah Shuyi.“Anda terlalu berisik untuk seseorang yang baru saja d
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-13
Chapter: Bab 15 - Meratapi Aset Kasim yang Tampan
“Kita bertemu kembali, Nona.”Suara itu terdengar tenang. Terlalu tenang untuk seseorang yang datang tanpa diundang. Minghan berdiri tepat di ambang pintu dapur, pakaian kasim serba hitam itu seolah menyatu sempurna dengan kegelapan malam. Tidak lupa dengan tudung hitam yang menutupi wajahnya.Alarm bahaya Shuyi menyala. Wajahnya yang semula santai berubah serius dalam sekejap. Matanya menatap kasim yang tidak sengaja ia temui kemarin di halaman belakang paviliun.“Sebenarnya siapa kau?" tanya Shuyi dengan suara rendah. "Apa kau pikir Paviliun Utara adalah tempat yang bisa kau masuki sesuka hati?”Tidak ada jawaban.Angin dingin menyusup masuk dari celah pintu yang setengah terbuka. Membuat nyala lampu di dapur bergetar pelan. Cahaya redup itu memantul di lantai, menggoyangkan bayangan mereka berdua. Seolah menunggu siapa yang akan membuka mulut lebih dulu.‘Sebenarnya siapa Lelaki serba hitam ini? Aku tidak ingat tokoh ini muncul dalam drama pendek yang aku tonton,’ batin Shuyi berta
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-12
Chapter: Bab 14 - Kesadaran yang Disambut Kekacauan
“Aku tidak menyangka ... aku hampir mati karena kebodohan sendiri.”Suara itu lirih. Serak. Seolah kata-kata pun masih berat untuk keluar dari mulutnya.Shuyi membuka mata perlahan. Pandangannya buram sesaat sebelum akhirnya fokus pada langit-langit kamarnya. Ingatan itu kembali. Rasa lemas. Dunia yang berputar dan tubuhnya yang jatuh mengenaskan di halaman pavilliun.“Aku benar-benar bodoh.” Shuyi meringis.Bayangan sup hijau itu terlintas begitu saja di benaknya. Warna yang mencurigakan, rasa yang bahkan tidak ingin Shuyi ingat lagi. Membayangkannya saja sudah membuat perutnya terasa mual.“Mengingatnya pun aku tak sudi ....”Angin yang dingin menyelinap dari jendela yang sedikit terbuka. Shuyi menoleh. Langit yang sebelumnya cerah kini telah berubah gelap. Lampu-lampu di luar paviliun tampak redup.“Sudah berapa lama aku tidak sadar?” gumam Shuyi.Dengan hati-hati, Shuyi duduk bersandar di tepi ranjang. Matanya melihat sekeliling tetapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Luolan. Lalu
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-12
Chapter: Bab 13 - Permainan yang Terlihat
“Pangeran, Yang Mulia memanggil Anda untuk segera ke istana.”Jingyi mengerutkan kening. Tatapan beralih pada pria yang berdiri beberapa langkah dari paviliun--- Murong, pengawal pribadi Ayahnya. Pria itu berdiri tegak dengan punggung lurus, wajahnya kaku tanpa ekspresi. Mengenakan pakaian pengawal berwarna biru tua yang rapi dan sederhana.“Sekarang?” tanya Jingyi memastikan.“Ya, Pangeran.”Jingyi terdiam sesaat, ekspresinya seolah bingung. Kemudian Jingyi berdiri. Tatapannya kembali pada Qingran. Ekspresinya melunak.“Maaf, Qingran. Sepertinya aku harus pergi sekarang.”Qingran tersenyum lembut.“Tentu, Pangeran. Urusan Yang Mulia lebih penting. Qingran akan selalu menunggu.”Jingyi tersenyum dan mengangguk singkat, lalu menatap pengawal istana yang menunggunya.“Ayo!”Tanpa menunggu lebih lama, Jingyi melangkah keluar dari paviliun. Jubah putihnya berayun mengikuti langkahnya yang cepat dan tegas. Murong segera berbalik dan mengikuti Jingyi dari belakang.Aula istana terasa sunyi.
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-04-01
Chapter: Bab 12 - Teh Murahan di Dalam Cangkir Emas
“Ayo, cepat! Jika tidak cepat, maka Nona akan mati!”Teriakan itu membuat Qingran berhenti. Langkahnya yang semula tenang mendadak terhenti di tengah koridor batu yang panjang. Qingran menoleh, matanya mencari sumber suara.“Nona, apa yang terjadi?”Dua pelayan di belakang Qingran ikut berhenti. Mereka mengikuti arah pandangnya. Di jalan bebatuan, mereka melihat sosok Luolan yang hampir tersandung saat menarik seorang tabib tua dengan penuh kepanikan. Wajah Luolan tampak pucat, napasnya tersengal.“Mengapa pelayan Paviliun Utara itu ada di sini?” gumam Qingran.Qingran menoleh sedikit. “Zuyin, pergi dan periksalah,” perintahnya.Zuyin mengangguk dan langsung pergi. Kemudian Qingran kembali melangkah. Angin berembus membuat pakaian sutra berwarna merah mudanya sedikit beterbangan. Sementara itu, satu pelayan lain tetap setia di belakangnya.Qingran kembali berjalan. Kali ini langkahnya sedikit lebih lambat, seolah ia sedang berpikir. Pelayan yang tersisa di sisinya, berjalan di belakan
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-03-31
Chapter: Bab 11 - Diet Gila di Hari Pertama
“Masa depan terasa… sangat mengerikan.”Ucapan Luolan menggantung di udara. Wajahnya masih pucat, matanya berkaca-kaca, seolah baru saja melewati pengalaman hidup yang traumatis.Tanpa berkata apa-apa lagi, Luolan berdiri, meraih segelas air. Luolan meneguknya sampai habis dalam satu tarikan napas. Tangannya masih gemetar saat ia menatap kuali yang berisi sup hijau pekat itu.Shuyi terdiam sejenak. Lalu, ia mengangguk pelan.“Berarti ini berhasil.”“Ber-berhasil?” Luolan nyaris tersedak. “Nona, apakah saya salah dengar?”Shuyi mengangkat mangkuk itu. Menatap cairan hijau pekat yang masih mengepulkan uap tipis. Ekspresinya berubah serius, seolah sedang menghadapi sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar makanan.Luolan berdiri di samping meja, wajahnya pucat.“Nona, Anda yakin itu makanan?” tanya Luolan dengan ragu.Sedangkan Shuyi, kini ia duduk tegap. Memegang sendok seperti seorang jenderal memegang pedang. Ekspresinya serius seolah akan berperang.“Ini bukan makanan.”Shuyi menga
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-03-29
บางทีคุณอาจจะชอบ
The Angel & The Dragon
The Angel & The Dragon
Fantasi · SausalinaIsaurina
3.2K views
Venturas
Venturas
Fantasi · Reza Restofany
3.1K views
Penghancur Dunia Magis
Penghancur Dunia Magis
Fantasi · Jaeminia_
3.1K views
Queen Shaenette
Queen Shaenette
Fantasi · Arasta
3.1K views
Kuranji
Kuranji
Fantasi · Lathifah Nur
3.1K views
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status