author-banner
Nian Nian
Author

Novels by Nian Nian

Maaf Pangeran, Aku Memilih Cerai dan Mencari Calon Raja Baru

Maaf Pangeran, Aku Memilih Cerai dan Mencari Calon Raja Baru

Yishu seharusnya mati karena kecelakaan setelah berpesta semalaman. Namun, Ia malah terbangun sebagai Lu Shuyi, tokoh perempuan gendut yang mati karena kebodohannya. Tidak ingin berakhir menyedihkan ia memutuskan mengubah takdirnya. Difitnah, diremehkan, dan hampir dihancurkan, ia tetap melawan. Saat kebenaran terungkap dan perceraian disahkan di depan raja, seluruh istana sadar bahwa perempuan gendut yang mereka hina adalah orang yang akan berdiri di puncak kekuasaan.
Read
Chapter: Bab 24 - Ketika Danau Menolak Rahasia
“Apa-apaan ini!” seru Shuyi.Bukannya terkejut melihat wajah asli di balik kain, Shuyi justru melotot karena frustrasi. Lembaran kain hitam yang baru saja ditariknya dengan penuh kemenangan ternyata hanyalah lapisan luar. Di bawahnya, masih ada selembar kain tipis yang serupa.“Ngomong-ngomong, apakah pelukanku terlalu nyaman hingga kau tidak mau beranjak pergi, Nona?” tanya Minghan dengan suara bergetar menahan tawa.Shuyi tersentak, ia baru sadar tubuh mereka masih menempel. Dengan kesal, Shuyi melayangkan pukulan keras ke dada bidang Minghan. “Kau pikir aku mau, huh?”Dengan cepat Shuyi mendorong tubuh Minghan menjauh. Raut wajah Shuyi membuat Minghan terkekeh. Sedangkan Shuyi merasa seperti dipermainkan.Shuyi mendengus kesal. “Bagaimana bisa kau menggunakan penutup wajah dua lapis?”Minghan memiringkan kepalanya, matanya terlihat ikut menyipit. “Nona Lu, apakah kau pikir aku akan dengan mudah membiarkan trik murahanmu berhasil?”“Pria sialan! Sini kau!” teriak Shuyi kehilangan ke
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: Bab 23 - Menjebak sang Pangeran
“Luolan, sampai kapan kau akan merasa kesal dengan Yujin?”Shuyi duduk di tangga depan pintu paviliun. Matanya mengamati Luolan yang memberikan tatapan tidak bersahabat dengan Jianyu. Sedangkan Jianyu hanya bersandar santai di pintu keluar halaman Paviliun Utara.“Nona ... Apakah kita akan terus menerus mempekerjakannya?” Luolan menatap Shuyi dengan tatapan memelas.“Mengapa tidak? Aku rasa tidak apa-apa. Lagi pula dia bersedia menjadi pengawal tanpa dibayar,” ucap Shuyi.Kemarin setelah jamuan makan malam yang singkat. Jianyu menawarkan diri untuk menjadi pengawal Shuyi tanpa bayaran. Namun, sebagai imbalan ia bisa memakan masakan Shuyi lagi.Tentu saja hal itu Shuyi manfaatkan sebaik-baiknya. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari karena jalan cerita saat ini sudah mulai berbeda dengan drama pendek yang Shuyi tonton.Luolan hanya menghela napas. “Baiklah. Selama dia tidak membuat masalah saya rasa itu juga hal baik.”Luolan setuju dengan keputusan Shuyi. Namun, ia masi
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: Bab 22 - Sup Embun Giok Legendaris
“Anda bercanda kan, Nona?”Luolan menghela napas. “Saya tahu Yujin sudah bertindak keterlaluan tetapi saya rasa ini sedikit berlebihan jika harus membuatnya merasakan sup hijau mengerikan itu.”Luolan bergedik ngeri membayangkan kembali sup hijau buatan Shuyi. Sup dengan warna hijau pekat dan yang sangat sulit dijelaskannya. Bahkan, ingatan saat Shuyi pingsan di halaman paviliun masih terekam jelas di kepalanya. Shuyi mendengus. “Luolan, apakah aku terlihat bercanda?”Shuyi mulai meletakan sisa kubis, wortel, dan telur di atas meja.“Nona? Anda benar-benar akan membuat sup mengerikan itu?”Luolan mulai panik, tangannya bergerak gelisah seolah ingin merebut sayuran itu dari tangan Shuyi.“Tentu saja. Mengapa tidak?” jawab Shuyi dengan penuh percaya diri.Luolan ingin sekali menghentikan Shuyi. Namun, Shuyi sudah dengan cepat mengupas wortel.“Bantu aku memotongnya agar makanan segera selesai.” Shuyi memberikan sebuah kubis segara kepada Luolan.Luolan mengambilnya dengan pasrah. Sese
Last Updated: 2026-06-26
Chapter: Bab 21 - Kehangatan Baru di Paviliun Utara
"Satu kali lagi, Nona! Angkat lutut Anda lebih tinggi, pertahankan posisinya!" seru Luolan dengan penuh semangat.“Ayo, Nona! Satu, dua, angkat!”Luolan bergerak ke sana ke mari. Tangannya bergerak naik turun. Seolah memberikan komando pada Shuyi.“Akh! Aku sudah tidak tahan lagi!”Shuyi menggeram. Keringat bercucuran deras membasahi dahi dan lehernya yang gempal. Dengan napas yang sudah putus-putus, Shuyi berusaha mengangkat tubuhnya untuk melakukan squat yang ke enam kalinya.Luolan berdiri depan Shuyi. “Nona, bertahanlah! Bayangkan bagaimana penampilan Anda dengan tubuh kurus dan cantik!”Ucapan Luolan berhasil membakar kembali semangat Shuyi yang hampir padam. Shuyi memejamkan matanya. Lalu, dengan sekuat tenaga Shuyi menurunkan tubuhnya, membuat lututnya tertekuk 90 derajat.“Ayo, Nona! Anda pasti bisa!” Luolan melompat-lompat kecil memberi semangat.Shuyi membuka matanya. “Satu kali lagi! Akh!”Shuyi langsung jatuh terlentang di atas rumput saat berhasil melakukan squat yang ke
Last Updated: 2026-06-21
Chapter: Bab 20 - Korban Kubis Gulung
“Bukankah hanya seekor kucing gendut? Mengapa aku harus berhati-hati?”Jianyu berdiri di tepi danau. Memandang Paviliun Utara yang tidak jauh dari pandangannya. Tidak ingin membuang waktu, Jianyu melangkah mendekati Paviliun Utara.“Baiklah, waktunya bekerja.”Setelah memastikan situasi aman, Jianyu bergerak cepat melompati tembok paviliun yang terlihat rapuh. Pandangannya langsung terpaku pada sebuah pohon willow tua yang tumbuh di belakang Paviliun Utara.Dengan lihai, Jianyu melompat ke dahan pohon willow. Matanya memandang Paviliun Utara dari balik dedaunan. Paviliun itu tampak sunyi.‘Aku penasaran apakah wanita itu masih hidup,’ batin Jianyu.Kemudian dengan pelan, Jianyu naik ke atap paviliun utara.‘Aku rasa ini jalur yang aman untuk menyusup ke Paviliun Qilin,’ batin Jianyu lagi.Namun, saat Jianyu hendak melangkah pergi. Telinganya menangkap beberapa suara tepat di bawahnya. Perlahan Jianyu mencondongkan tubuhnya agar bisa mendengar lebih jelas.“Nona, ini luar biasa! Siapa
Last Updated: 2026-06-21
Chapter: Bab 19 - Aroma Pemikat Masalah
“Apakah kepala pelayan sudah kehilangan akal?”Luolan membanting nampan makanan ke meja kayu. Benturannya menggema di paviliun yang sunyi. Dadanya terlihat naik turun, menahan emosi yang meluap.“Lihat ini, Nona!” serunya kesal.Di dalam keranjang itu hanya ada tumpukan sawi menguning. Beberapa buah umbi bahkan sudah mengeluarkan lendir busuk. Baunya yang menyengat langsung menusuk hidung Shuyi saat itu juga.“Apakah mereka pikir Paviliun Utara hanya dihuni oleh tikus?” sindir Luolan.Namun, Shuyi hanya duduk termenung. Memandang Paviliun Qilin dari balik jendela kamarnya dengan tatapan kosong. Wajahnya terlihat pucat, seperti sebuah raga yang telah kehilangan nyawanya.“Nona ...,” panggil Luolan dengan lemah.Pelayan dapur berdiri dengan canggung. “Nona ... jika tidak ada yang lain, saya–““Pergilah,” potong Shuyi.Suaranya terdengar pelan dan sangat lelah, seolah-olah ia sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk memperpanjang masalah. Kemudian pelayan itu buru-buru keluar. Setelah pint
Last Updated: 2026-06-20
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status