Chapter: BAB 102 - Sadarkan DiriTak ada yang mengelakkan betapa dekatnya Rose dan Cade karena mereka sudah bersama sejak awal perjalanan. Shin juga mengerti itu dan sadar diri bahwa dia baru bergabung beberapa hari lalu. Namun entah mengapa, mendengar Rose mengira dirinya adalah Cade ... ada sedikit kekecewaan dalam dirinya.Apalagi, Rose terus-terusan mengulang pertanyaannya dengan nada memastikan.“Kamu Cade? Atau bukan?” ulang Rose dengan suara yang sama lirihnya.Padahal baru saja siuman, tapi Rose memiliki cukup energi untuk bertanya sebanyak itu. Mungkin Rose sendiri merasa ada yang janggal. Pandangannya yang masih buram membuatnya melihat Shin seperti Cade. Tapi tangannya pasti merasakan yang dia genggam bukanlah tangan Cade.Shin menghela napas pendek. “Kepalamu selalu dipenuhi oleh Cade, ya? Sampai orang bermata sipit sepertiku kamu anggap mirip dengannya.”Rose tampak terkejut, kemudian mengerjapkan mata berkali-kali. Mulutnya yang terbuka tidak mengeluarkan suara apa pun lagi selama beberapa detik, s
Terakhir Diperbarui: 2026-07-19
Chapter: BAB 101 - Menemani RoseWajah Alan begitu panik saat mendengar laporan dari Shin. Namun, setelah dirinya memeriksa sendiri kondisi Rose, dia menghela napas lega sembari mengusap peluh yang sempat membasahi dahinya.“Kenapa responsmu seperti itu?” tanya Shin, makin mengerut sampai kedua alisnya nyaris bertaut, “kamu tidak melihat Rose sedang meregang nyawa? Lakukan sesuatu!”“Rose baik-baik saja, Shin. Ini adalah reaksi tubuhnya terhadap obat-obatan yang kumasukkan ke dalam tubuhnya. Reaksi normal, bukan pertanda buruk,” jelas Alan perlahan, sekejap menghilangkan kepanikan Shin.Memang benar, orang awam yang melihat kondisi Rose saat ini pasti berpikir macam-macam. Sekilas tampak seperti orang yang tinggal mengembuskan napas terakhir.Demam Rose kembali melonjak. Tubuhnya begitu panas hingga kain kompres cepat mengering. Napasnya pun tersengal, dadanya naik-turun tak beraturan. Kerutan muncul di dahinya, selagi matanya terpejam kuat.“Sungguh? Tapi tubuhnya panas sekali,” kata Shin yang masih setengah y
Terakhir Diperbarui: 2026-07-18
Chapter: BAB 100Alan berkacak pinggang, menatap sinis ke arah Cade yang menggerutu kesal. Pria yang diajaknya bicara tidak menjawab, hanya memalingkan muka sambil mengusap-usap lehernya. Walau terkesan menghindar, Alan menganggap Cade sudah mengerti peringatannya.Pandangannya beralih pada Leon yang sedari tadi juga meringkuk di depan api unggun. Air muka Leon memang tampak sedih, tapi masih ada binar di matanya yang menandakan dia punya harapan .“Kamu sudah memakai vaksinnya?” tanya Alan.“Belum—ah, tapi aku mau suntik sendiri, oke? Tak butuh bantuanmu,” jawab Leon, panik melihat Alan berjalan cepat ke arahnya, “karena Cade tidak langsung memakainya seperti Shin, tadi aku jadi ragu. Tapi, selalu kusimpan di saku celana, kok.”Alis Alan bertaut, seolah tak percaya dengan kata-kata Leon. “Kalau begitu, pakailah—AAAAA!!”“Apa? Ada apa?” Leon terkejut bukan main mendapati Alan mendadak melompat ke balik punggungnya.Dengan penuh gemetar, jari Alan menunjuk sesuatu di rerumputan. “I-itu ... ada ke
Terakhir Diperbarui: 2026-07-17
Chapter: BAB 99 - Vaksin“A-apa? Kenapa kamu berkata seperti itu?” Alan makin merengut melihat Cade yang begitu putus asa. “Aku sudah bersama Rose sejak awal dia keluar dari rumahnya. Aku yang membawanya pergi. Aku yang membuatnya mengalami semua hal ini termasuk terinfeksi oleh virus mutasi itu,” ungkap Cade, tatapan kosongnya tertuju pada api unggun, “kalau dia berubah, dia tak akan kembali, kan? Jadi, aku akan membiarkan diriku sendiri menjadi sama dengannya.”Alan baru saja ingin membuka mulut saat Cade menambahkan, “Dulu, Rose bilang ibunya pernah berpesan padanya untuk tetap hidup. Dan aku gagal menjaganya. Jangankan menemui ibunya di Sanctuary Dome, dia akan berakhir di sini karena diriku.”“Cade, berhenti!” tukas Alan, tiba-tiba saja sudah berada di samping Cade dan memegang kedua bahunya. Diguncangnya bahu Cade perlahan walau tidak berefek apa-apa. Hanya bergoyang sedikit, tatapan Cade pun masih sama kosongnya. Terdengar helaan napas panjang nan penuh penekanan dari mulut Alan.“Dengarkan aku,
Terakhir Diperbarui: 2026-07-16
Chapter: BAB 98 - ObatSesuai perkiraan Leon, di dekat sungai ada sebuah rumah kecil yang dahulu digunakan sebagai pos penyaringan air minum. Letaknya tepat di tepi sungai, tampak seperti telah lama ditinggalkan. Dinding beton dipenuhi retakan, sebagian atapnya runtuh, dan tanaman rambat menjalar hingga menutupi hampir seluruh jendela.Meski nyaris roboh, bangunan itu masih cukup kokoh untuk dijadikan tempat berlindung. Leon dan Cade sudah memeriksa kondisi bagian dalamnya.“Sudah kami bersihkan semuanya. Beruntung ada meja panjang yang bisa Rose gunakan untuk berbaring,” kata Leon, keluar dari rumah tersebut sembari mengibaskan tangan, “banyak mesin-mesin penyaring air di sana, jadi sepertinya hanya bisa ditempati Rose dan satu penunggu.”“Kalau begitu, kita bergantian jaga saja nanti. Aku akan berjaga saat dia butuh diperiksa. Sisanya, kalian atur saja bagaimana nyamannya,” usul Alan.Shin menyahut, “Bergantian tiap lima jam saja. Bagaimana menurutmu, Cade?”Tidak ada jawaban. Shin menoleh, mendapati
Terakhir Diperbarui: 2026-07-15
Chapter: BAB 97 - SungaiPernyataan Alan terdengar bagaikan sambaran petir yang begitu memekakkan telinga bagi Cade, Leon, dan Shin. Ketiganya membeku, berubah pucat seolah seluruh darah menghilang dari wajah mereka. Sekeliling mereka mendadak sunyi, hanya menyisakan suara napas mereka yang tercekat.“Alan, kamu bohong, kan?” tanya Leon dengan suara bergetar. Sorot matanya khawatir luar biasa.Alan mendesah berat. “Aku juga tak mau mengatakan itu. Tapi, bentol di kulit Rose merupakan ciri khusus yang hanya ada pada virus Dextron.”Shin ikut bertanya, “Kalau dia terinfeksi, dia tertular dari siapa? Bukankah dia baik-baik saja meskipun sempat berhadapan dengan orang yang terinfeksi tadi?’”“Dia memang baik-baik saja, orang tadi tidak sempat melukainya. Tapi virus Dextron tidak hanya ditularkan lewat air liur. Bisa menukar lewat darah juga,” ungkap Alan, “dan saat aku memeriksa tubuh Rose tadi, ada bercak darah di lehernya. Yang sepertinya, itu cipratan darah dari mulut orang yang terinfeksi.”Leon dan Shin
Terakhir Diperbarui: 2026-07-13
Chapter: Perdagangan Anak“Sampai jumpa, Mama!” Clara berseru dari di depan kereta, melambai-lambaikan tangan pada Amanda. Di sebelah kanan-kirinya, Lukas dan Miria ikut melambai serta mengucapkan selamat tinggal. Mereka semua membawa koper besar dan tas ransel. Sementara Amanda berada beberapa meter dari mereka, menyaksikan mereka masuk ke kereta tanpa dirinya. “Jaga dirimu, Clara! Kita akan bertemu lagi nanti,” balas Amanda dengan senyum terlebarnya. Amanda tidak berhenti melambai sampai Clara dan orang tuanya menghilang dari pandangannya. Hari ini mereka memang berpisah, tapi itu sama sekali tidak meninggalkan kesedihan dalam hatinya. Karena dia tahu, perpisahan sementara ini adalah jalan terbaik agar hidup Clara tetap terjamin aman. Malam sebelumnya, Amanda sudah membulatkan tekad setelah berdiskusi dengan Lukas dan Miria. Demi keselamatan Clara, mereka akan mengungsikan Clara ke kota sebelah Ibu Kota. Lukas dan Miria akan menemaninya tinggal di apartemen dengan sistem keamanan yang ketat, sehingga
Terakhir Diperbarui: 2026-07-03
Chapter: Datang Kembali“Sampai jumpa, Mama!” Clara berseru dari di depan kereta, melambai-lambaikan tangan pada Amanda.Di sebelah kanan-kirinya, Lukas dan Miria ikut melambai serta mengucapkan selamat tinggal. Mereka semua membawa koper besar dan tas ransel. Sementara Amanda berada beberapa meter dari mereka, menyaksikan mereka masuk ke kereta tanpa dirinya.“Jaga dirimu, Clara! Kita akan bertemu lagi nanti,” balas Amanda dengan senyum terlebarnya. Amanda tidak berhenti melambai sampai Clara dan orang tuanya menghilang dari pandangannya. Hari ini mereka memang berpisah, tapi itu sama sekali tidak meninggalkan kesedihan dalam hatinya. Karena dia tahu, perpisahan sementara ini adalah jalan terbaik agar hidup Clara tetap terjamin aman.Malam sebelumnya, Amanda sudah membulatkan tekad setelah berdiskusi dengan Lukas dan Miria. Demi keselamatan Clara, mereka akan mengungsikan Clara ke kota sebelah Ibu Kota. Lukas dan Miria akan menemaninya tinggal di apartemen dengan sistem keamanan yang ketat, sehingga ti
Terakhir Diperbarui: 2026-06-30
Chapter: BimbangBukan Amanda namanya kalau hanya pasrah dan menyerahkan diri. Dia berontak hingga lepas dari tanah pria tadi. Berbagai pukulan dia arahkan ke titik-titik lemah si pria, membuat lawannya terhuyung dan menunduk dalam. Kalau saja lawannya hanya tidak lebih dari dua orang, Amanda sudah meringkus mereka dari tadi. Dilihat dari sisi mana pun, , tidak akan bisa menang melawan lima orang sekaligus. Setiap dia membuat mereka terpukul mundur selangkah, mereka akan maju dua langkah. “Mama!” jerit Clara ketika tangan Amanda tertangkap dan tubuhnya dijatuhkan ke lantai. Meski begitu, Clara tidak gegabah langsung menghampiri ibunya. Dia tetap berdiri di balik dinding toilet dengan mata melebar. Amanda menggigit bibir, tidak bisa bergerak karena tubuhnya yang tertelungkup di lantai tertekan oleh lutut salah satu penyerangnya. Belum ada sebulan sejak Clara diculik, trauma dalam diri Clara pastilah belum pulih sepenuhnya. Amanda seketika merasa bersalah pada Clara yang harus mengalami penganca
Terakhir Diperbarui: 2026-06-28
Chapter: Waktunya Berhenti“Dasar pengganggu!” bentak salah satu pria yang membanting tubuh Viktor ke lantai, “padahal tinggal sebentar lagi, kami bisa dapat bayaran.” Viktor dengan cepat bangkit, memegangi tulang rusuknya yang terasa sedikit nyeri. Dia terkekeh, “Ya ampun, tukang pukulnya Julias semelarat itu, ya? Tak bisa cari uang sendiri?” “Keparat!” Satu pukulan melayang ke arah Viktor, tapi dia dengan mudah menghindar. Meski begitu, bukan berarti yang seterusnya akan mudah. Lumayan sulit baginya menghindari serangan dari empat orang sekaligus. Amanda yang paham kondisi Viktor tidak memungkinkan untuk menang, ragu-ragu ingin membantunya atau Clara. “Ma ... Mama ....” panggil Clara dengan suara terpatah. “Jangan bicara dulu, Nak! Atur napasmu dulu, mama di sini,” ucap Amanda. Mata Clara bergerak ke samping, melihat Viktor yang sedang bergelut dengan empat orang. Clara perlahan mengangkat tangannya yang masih gemetar, menunjuk Viktor. Dia berkata lirih, “Mama ... bantu saja ... paman Viktor. Di
Terakhir Diperbarui: 2026-06-26
Chapter: Bantuan ViktorKedatangan Viktor layaknya sebuah mukjizat bagi Amanda. Padahal dia sudah tidak menghubungi Viktor sejak kemarin, entah bagaimana Viktor bisa datang ke rumahnya tepat waktu. Bawahan kepercayaannya ini selalu hadir di saat Amanda membutuhkannya, seperti memiliki insting tersendiri terhadapnya.Viktor memang ahli bela diri yang hebat. Seingat Amanda, selain penyamaran, Viktor meraih peringkat paling atas dalam keahlian bertarung ketika masa akademi dulu. Meski begitu, lawannya adalah orang bertubuh besar. Baru satu yang tumbang, tiga lainnya menerjangnya. Belum lagi pria yang mencekik Clara melepaskan cengkeramannya dan bergabung mengeroyok Viktor.Amanda hendak membantu Viktor, tapi suara batuk Clara menarik perhatiannya. Dia lantas mendekat pada Clara dan membantunya duduk, menuntunnya untuk menarik napas panjang. Clara tersengal hebat, sulit mengambil napas setelah lehernya tercekat. “Dasar pengganggu!” bentak salah satu pria yang membanting tubuh Viktor ke lantai, “padahal tingg
Terakhir Diperbarui: 2026-06-24
Chapter: Amanda Diserang (2)Bukan Amanda namanya kalau hanya pasrah dan menyerahkan diri. Dia berontak hingga lepas dari tanah pria tadi. Berbagai pukulan dia arahkan ke titik-titik lemah si pria, membuat lawannya terhuyung dan menunduk dalam.Kalau saja lawannya hanya tidak lebih dari dua orang, Amanda sudah meringkus mereka dari tadi. Dilihat dari sisi mana pun, dia tidak akan bisa menang melawan lima orang sekaligus. Setiap dia membuat mereka terpukul mundur selangkah, mereka akan maju dua langkah.“Mama!” jerit Clara ketika tangan Amanda tertangkap dan tubuhnya dijatuhkan ke lantai. Meski begitu, Clara tidak gegabah langsung menghampiri ibunya. Dia tetap berdiri di balik dinding toilet dengan mata melebar. Amanda menggigit bibir, tidak bisa bergerak karena tubuhnya yang tertelungkup di lantai tertekan oleh lutut salah satu penyerangnya. Belum ada sebulan sejak Clara diculik, trauma dalam diri Clara pastilah belum pulih sepenuhnya. Amanda seketika merasa bersalah pada Clara yang harus mengalami penganca
Terakhir Diperbarui: 2026-06-22