author-banner
My MJ
My MJ
Author

Novels by My MJ

Ayah Anakku, di Antara Tiga Penguasa

Ayah Anakku, di Antara Tiga Penguasa

Vivienne, omega wanita yang mencintai kebebasan, tiba-tiba dinyatakan hamil oleh benih kasta Alpha yang hanya dimiliki tiga penguasa paling berbahaya di kerajaan. Ia kini terpaksa bermain api dengan Pangeran Mahkota Sebastien yang gila, Marquiss Natan sang pengamat dingin, dan Duke Benjamin yang haus kepemilikan mutlak. "Lari saja sesukamu, tapi pada akhirnya, hanya aku yang membuatmu bertekuk lutut," bisik Sebastien tepat di telinganya. Akankah dia berhasil menaklukkan para penguasa sebelum rahasianya terbongkar?
Read
Chapter: Bab 89. Cinta yang terdiam
"Sekarang mulailah bergerak."Kelopak mata Vivienne yang terbuka setengah, meruncing tajam. Pelan-pelan dia mulai menaik-turunkan tubuhnya."Mnh... ah..."Udara terhisap patah-patah dari celah bibirnya yang dikulum. Tangannya menekan paha Benjamin, dan dadanya mendongak ke depan, hingga putingnya menggesek ujung bibir pria itu."Aku akan tertidur jika kamu terus bergerak seperti siput," kata Benjamin memainkan kedua pucuk payudara wanitanya di antara dua jarinya.Vivienne tidak langsung menjawab. Dia memutar pinggulnya sembari mengetatkan dinding senggamanya, hingga keluhan tersebut melebur menjadi geraman berat."Sepertinya kamu yang tidak terbiasa," cicitnya memperhatikan ekspresi wajah Benjamin yang mengerut cemas.Benjamin terkekeh pendek mendengar pernyataan Vivienne. Dia membenarkan posisi tubuhnya yang sedikit melorot, lalu tangannya kembali pada pantat bulat wanitanya itu—merenggangkan lipatannya sembari membukanya."Kamu benar." Dia menampar tumpukan lemak itu dengan keras.S
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: Bab 88. Hubungan
"Milik kamu sudah tegang banget, Benjamin..."Di sela kecupan yang masih berlabuh disepanjang garis leher hingga payudara yang telah terekspos sebagian, senyum samar terbentuk di salah satu sudut bibir Benjamin. Dia berhenti, mengangkat wajahnya hingga matanya kembali bertaut dengan sang kekasih."Kenapa?" Napas hangatnya mengembun menjadi kabut tipis. "Ingin menyentuhnya?"Vivienne tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dia hanya memandang lekat-lekat, seolah sedang mengukir setiap goretan di wajah Benjamin ke dalam nadinya. Kemudian, jemarinya yang semula bertumpu di pinggang pria itu, perlahan menyusuri lipatan kain, melepaskan lapis demi lapis kaitan hingga permukaan kulit telapaknya bisa merasakan hangat kejantanan yang mengeras bagai batu di balik celana pendeknya.Benjamin tidak menghentikannya. Dia justru membiarkan jemari kekasihnya menyentuh apa pun yang dia sukai. Namun sebelum belaian menjelma menjadi remasan, dia melingkarkan tangan di pinggang ramping itu. Lalu dalam satu ge
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: Bab 87. Bukti
Di tengah pagutan bibir yang tak kunjung terurai, hingga nyaris merenggut napas. Kening Vivienne mengernyit halus, ketika angin yang berhembus kencang mengungkap aroma alkohol yang masih tertinggal di pakaian Benjamin. Namun bukan hal itu yang mengganggunya, melainkan jejak feromon lain yang jelas bukan miliknya.Vivienne menarik wajahnya—memutus ciuman mereka secara sepihak. Lalu mengangkat pandangannya, menelisik lekat-lekat wajah kekasihnya.Sementara Benjamin yang bingung atas perubahan suasana di antara mereka yang begitu mendadak, menatap kekasihnya dengan alis bertaut tipis."Ada apa?" tanyanya.Vivienne tidak segera menjawab. Tatapannya masih menyelam ke dalam mata yang menangkap cahaya hingga berkilau bagai serpih emas."Apa ada yang salah?" Benjamin bertanya sekali lagi."Semalam kamu minum?" Akhirnya, setelah beberapa detik menimbang-nimbang keyakinannya sendiri, Vivienne membuka mulut.Benjamin mengangguk. "Sedikit, untuk menyegarkan pikiran.""Bersama seorang wanita? Aku
Last Updated: 2026-06-28
Chapter: Bab 86. Bersamamu, aku melihatmu
Di antara malam yang masih enggan melepas kuasanya, dan angin dingin yang menggigit jiwa, Vivienne sudah menantang Thanatos—Sang Dewa kematian. Dia berdiri di bibir jalur batu di sisi luar bangunan istana, yang tidak lebih lebar dari telapak kaki anak usia delapan tahun."Sialan, kenapa aku harus menyusahkan hidup hanya demi secuil ketenangan," gerutu Vivienne menempelkan dada pada tembok."Jika bukan karena Benjamin, aku tidak akan membahayakan nyawaku seperti ini."Jemarinya meraba dan mencengkeram celah-celah batu kapur yang dapat dijadikan pegangan, sementara kakinya bergerak setapak demi setapak ke samping. Beberapa kali nyaris tergelincir, tetapi dengan cepat dia menyesuaikan diri.Sebenarnya, kamar Lady Clarisse dan kamar Sebastien hanya bersebelahan. Namun Vivienne tidak pernah menduga, jarak yang tampak dekat dari dalam, justru begitu jauh ketika ditempuh melalui jalan ini.Begitu balkon kamar Sebastien berada dalam jangkauannya, dia melompat—memindahkan pijakan kakinya pada s
Last Updated: 2026-06-28
Chapter: Bab 85. Bayangan
Lidah-lidah obor melalak liar di sepanjang jalanan desa, membayangi sosok-sosok berselubung hitam yang melesat silih berganti dari satu kegelapan ke kegelapan lainnya, menghindari pantauan mata elang para penjaga benteng."Berpencar."Dalam satu isyarat melalui telepati dari sang Alpha, dua orang bergerak memutar menuju sisi belakang benteng, membiarkan pepohonan menelan segala bentuk cahaya yang ingin menjamah mereka.Sementara itu, Sang Alpha dan dua perisainya. Dalam satu kali hentakan senyap, tubuh mereka berpindah dari kaki benteng menuju gardu penjagaan di atas gerbang. Sebastien di kanan, sementara Claude dan Barnie di kiri."Tahan," ucap Sebastien dalam benak.Mereka serempak merapatkan tubuh ke sisi bawah dinding gardu, ketika para penjaga bergerak untuk mengecek sisi lain bangunan.Tanpa perlu mendongakkan kepala untuk mengintip, menggunakan indra pendengarannya yang tajam, Sebastien memperhitungkan setiap derap sepatu yang menggema di atas lantai batu. Menghapal setiap jeda
Last Updated: 2026-06-27
Chapter: Bab 84. Hiburan
KUKUKKUKUKSesaat kaki burung hantu mencengkeram kain lengan seragam Benjamin, sayapnya mengepak sekali sebelum akhirnya terlipat rapat di kedua sisi tubuh. Menyisakan tatapan bulat yang mengunci pada tuannya tanpa berkedip.Benjamin mengangkat tangannya yang lain, menyentuh bulu putih yang langsung memercikkan bara merah pekat begitu dia mengusapnya. Iris matanya perlahan menghitam, tatkala dia menautkan kesadaran ke balik selaput ingatan di dalam mata burung tersebut untuk menelusuri jejak pancaran jiwa sang terkasih."Baru saja mengirim surat kepada kekasih Anda?"Pertanyaan itu tidak membuat Benjamin berpaling. Lengkungan samar terbentuk di sudut bibirnya tanpa sadar, bila kehangatan dari gumpalan cahaya putih berbias tembaga itu menyentuh hatinya bagaikan sinar matahari di musim semi."Beberapa wanita memang memiliki cara yang aneh untuk membuat seorang pria rela menjerumuskan diri ke dalam neraka demi dapat meraba wajahnya sekali lagi."Natan berdiri di samping Benjamin dengan
Last Updated: 2026-06-26
You may also like
KRAMLER
KRAMLER
Fantasi · umayyroyy
2.1K views
KEHIDUPAN KEDUA SANG DUKE
KEHIDUPAN KEDUA SANG DUKE
Fantasi · j-Taesyaa
2.1K views
The Tiger Boyfriend
The Tiger Boyfriend
Fantasi · Organic
2.1K views
Sang Penguasa Elemental
Sang Penguasa Elemental
Fantasi · Syikazrafahyan93
2.1K views
Elegi
Elegi
Fantasi · Oxell Raditya
2.1K views
LioCha's Revenge
LioCha's Revenge
Fantasi · Sinta_Alda
2.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status