author-banner
Shinee
Shinee
Author

Novel-novel oleh Shinee

Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar

Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar

Aurelia mencintai Caleb bahkan sebelum pria itu menjadi suami kakaknya, hingga satu malam terlarang membuatnya menggantikan sang kakak di kamar pengantin dan menyimpan rahasia yang tak pernah Caleb ketahui. Tahun-tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali dalam jarak yang dingin dan penuh luka, sampai kebenaran mulai terkuak dan menyeret mereka ke dalam pusaran hasrat lama, pengkhianatan, dan perasaan yang tak pernah benar-benar padam, membuat Caleb tak lagi rela kehilangan wanita yang tanpa sadar pernah menjadi miliknya.
Baca
Chapter: Selamat Malam
"Aku belajar darimu!" Keheningan melingkupi mereka selama beberapa detik. Mata mereka saling mengunci, menolak untuk menjadi pihak yang menyerah terlebih dahulu. Caleb mulai melangkah maju. ​Makin dekat. Makin dekat.​ Aurelia reflek mundur perlahan sampai punggungnya menabrak pintu lemari pakaian yang keras. Caleb berhenti tepat di depannya, mengikis habis jarak hingga aroma parfum maskulin bercampur wangi kulit tubuhnya menguar kuat."A-apa yang kau lakukan?"​"Takut?" bisik Caleb, menunduk sedikit untuk menyejajarkan pandangan.​"Tidak," jawab Aurelia, meski dadanya berdegup kencang bak ditabuh gila-gilaan.​"Yakin?"​"Kenapa aku harus meyakinkanmu?"​"Lalu kenapa mundur?"​"Aku hanya memberi jalan untukmu," kilah Aurelia cepat.​"Aku bahkan belum berjalan ke mana-mana," kekeh Caleb pelan, suaranya bergetar rendah di dada.​Aurelia memalingkan wajahnya, tak sanggup berlama-lama menatap iris mata biru yang seolah mampu menelanjanginya itu. "Aku lelah, Caleb."​"Aku juga."​"Kalau
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: Debat Malam Pertama
"Kau bisa pergi, Bu." Maxi mengusir Aurelia untuk kedua kalinya."Nanti setelah kau tidur." Kenyataannya ia hanya sengaja mengulur waktu. Ia belum siap berada di ranjang yang sama dengan Caleb. Pernikahan ini sama sekali tidak masuk akal. Dan ia tidak ingin mengambil resiko dengan kehilangan akal sehat seperti melompat ke dalam pelukan Caleb. Aurelia merasakan pipinya panas. Membayangkan saja sudah membuat tubuhnya bereaksi. Ia merutuki dirinya."Aku sudah besar. Aku bisa tidur sendiri." Ia menggeram, menahan diri untuk tidak melayangkan protes pada putranya yang mendadak menjengkelkan."Ibu tetap akan menemanimu.""Ayah pasti menunggumu. Kalian butuh waktu untuk berbincang."Aurelia nyaris tersedak. "Kami masih punya banyak waktu untuk bicara. Sekarang tidur."Setelah beberapa kali saling membantah, kelopak mata Maxi akhirnya menyerah pada rasa kantuk.Aurelia menghembuskan napas lega. Tapi itu tidak bertahan lama, sekarang apa yang harus dia lakukan?"Caleb pasti belum tidur." Ia
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: Sah!!
"Aku sudah bilang aku tidak mau menikah denganmu, Caleb!" Aurelia sengaja membanting pintu mobil saat ia masuk."Kau kira aku mau," Caleb tersenyum sinis. "Lantas kenapa kau selalu berkoar seolah-olah kita memang akan menikah.""Kau punya solusi? Aku sangat terbuka dengan hal itu." Caleb menyalakan mesin mobil."Pasti ada solusi."Caleb tidak membantah. "Pikirkan itu selama perjalanan.""Enak sekali kau bicara." Kesabaran Aurelia benar-benar diuji. Ia tahu ia tidak akan menemukan kemenangan saat berdebat dengan Caleb. Tapi ia juga tidak mau menjadi objek yang bisa diperintah oleh pria itu."Jika kau tidak punya solusi, kau punya waktu sepuluh menit untuk berkemas setelah sampai di rumahmu.""Kau tidak bisa mengaturku.""Aku tidak akan membiarkan putraku tumbuh dengan status yang bisa dipertanyakan siapa pun.""Jadi kau mengajakku menikah hanya untuk status, Maxi?""Kau cukup pintar ternyata."Aurelia terdiam, bukan karena ia mengalah, tapi ia butuh waktu untuk menghirup udara. Kerong
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: Jawaban Atas Lamaranku
"Aku melihat Tn. Hamilton mengantarmu." Tiba-tiba saja Barbara sudah ada di belakangnya."Aku belum pernah menemukan pria semenyebalkan itu." Akhirnya Aurelia meluapkan semua kekesalannya pada sahabatnya itu. "Jadi, dia ingin kalian tinggal bersama?""Lebih gila dari itu." Aurelia memutar bola matanya. "Aku tidak mengerti apa yang merasuki otaknya.""Tentu saja kau," kelakar Barbara dengan nada nakal. Aurelia melotot padanya. "Entah bagaimana yang ada di dalam pikiranku, dia melakukan ini karena dia mencintaimu.""Kau gila!!" Aurelia langsung geleng-geleng kepala. "Caleb si brengsek itu, menyukaiku? Yang benar saja.""Kau ingin mengatakan dia membencimu." Barbara mendorong pintu dan tanpa dikomando, mereka sama-sama duduk di sofa. Berhadapan."Kami memang saling membenci."Barbara tersenyum simpul. "Kau yakin kau membencinya, Aurel?""Barbara jangan membuatku makin jengkel." Aurelia melotot pada temannya itu. Barbara tersenyum penuh arti, membuat Aurelia nyaris mengerang frustasi.
Terakhir Diperbarui: 2026-07-30
Chapter: Kita Harus Menikah
"Malam ini kau benar-benar menyebalkan!" Aurelia tidak menyembunyikan kekesalannya lagi begitu Nathaneil pergi.Caleb menatapnya dengan tenang. "Kupikir aku memang selalu menyebalkan di matamu."Aurelia geleng-geleng kepala. Tanpa menghiraukan Caleb, dia segera menuju kamar. Mengambil bantal dan selimut untuk Caleb.Aurelia melempar bantal dan selimut itu ke atas meja dengan sedikit lebih keras daripada yang diperlukan. "Harusnya kau tidur di rumahmu. Sofa ini tidak akan nyaman untuk kakimu yang panjang.""Terima kasih sudah peduli padaku.""Itu cara halus mengusirmu," Aurelia membeliak.Caleb terdiam sejenak, lalu berkata dengan nada yang sengaja dibuat drama. "Kau menyakiti hatiku."Aurelia hanya berkedip beberapa kali. Bibirnya terbuka, tetapi tak satu pun kata berhasil keluar. Sejak kapan pria itu pandai bersandiwara?"Selamat malam." Aurelia segera berbalik.Caleb masih menatap punggungnya sampai wanita itu tidak terlihat lagi. Lalu senyum simpul mengembang di sudut bibirnya. "M
Terakhir Diperbarui: 2026-07-29
Chapter: Hilang Kontrol
"Kau ingin Ayah menikah dengan ibumu?"Maxi mengangguk. "Tentu saja. Bukankah orang tua memang seharusnya menikah. Orang tua Moza juga menikah. Mereka baru merayakan ulang tahun pernikahan mereka."Caleb terdiam sejenak. Ia tahu keinginan Maxi sangat wajar. "Ayah akan berusaha.""Berusaha apa?""Membuat kita tinggal serumah."Mata Maxi langsung berbinar. "Kalau begitu aku membantu Ayah."Caleb tersenyum tipis. "Itu yang ingin kudengar, Jagoan.""Deal."Mereka pun melakukan tos ala dua pria beda generasi. "Kalau begitu Ayah melihat ibumu dulu."Maxi mengangguk. "Mungkin Nath sedang berusaha melamarnya lagi.""Itu tidak akan terjadi," Caleb segera berdiri. Dia dengan langkah lebar menuju dapur. Di sana ia melihat Aurelia sedang tertawa. Reflek dia mendengus. Aurelia tidak pernah seramah itu padanya.Caleb masuk, membuat keduanya menoleh. "Maaf menganggu perbincangan menarik kalian," sarkasnya.Nathaneil tersenyum sopan. "Tidak mengganggu. Kami hanya membahas renovasi."Aurelia nyar
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Dinikahi Tuan Muda Lumpuh

Dinikahi Tuan Muda Lumpuh

Kecelakaan mengerikan membuat Aland Amstrong mengalami kelumpuhan. Membuatnya kehilangan semangat hidup. Ia pesimistis akan bisa pulih kembali seperti semula sehingga menolak semua bentuk perawatan yang disarankan. Sofia Angelica, perempuan yang memiliki utang budi terhadap keluarga Amstrong. Pengabdian seumur hidup tidak akan mampu membalas kebaikan keluarga tersebut. Rela melakukan apa pun untuk keluarga Amstrong. Hanya saja, dilamar menjadi menantu dan dipercaya bisa membuat Aland pulih kembali jelas berbeda dengan pengorbanan yang ia maksud. Akankah Sofia menerima lamaran tersebut, mengabdikan diri pada pria yang memohon kematian setiap detiknya?
Baca
Chapter: Bukan Malam Pertama
"Apa kau hanya penasaran dengan rambutku, Al?" Aland tersenyum dengan mimik wajah nakal. "Terlalu munafik jika aku mengatakan tidak." Sofia tertawa singkat. "Maaf, kau harus kecewa. Aku tidak akan menanggalkan jilbabku hanya demi memuaskan rasa penasarannya." Aland mendengus, tapi tidak berkomentar apa pun. Sofia pun segera membantunya menanggalkan pakaiannya. Aland hanya diam saat Sofia melakukan tugasnya. Melepaskan dasi, membuka kancing jas. Sofia berhenti sejenak saat tangannya harus membuka kancing kemeja itu satu persatu. Aland melihat keraguan di matanya. Pria itu seketika terkekeh. Kekehan sinis, bukan geli. Sofia mengangkat pandangannya. "Apa?" "Kau tidak sedang merayu, bukan?" Hidung Sofia mengerut sejenak. "Merayu?" "Kau bertingkah seperti gadis lugu begitu ingin membuka kancing bajuku." Sofia melongo, detik berikutnya dia tertawa. "Astaga, apa sangat terlihat sekali. Hais, aku sedang berusaha dan kau malah merusaknya." Sofia memasang wajah pura-pura kesa
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: 22. SAH
"Kau terlihat sangat menawan." Zoe bersiul memuji ketampanan Aland yang ternyata tidak memudar sama sekali meski tidak terawat selama bertahun-tahun. Yah, kalau dari awal setelan pabriknya sudah oke, pasti akan tetap oke. "Kupikir setelan tuxedo ini tidak cocok untukmu." Aland tampil begitu memukau dengan tuxedo warna putih pilihan Zoe. Setiap detail pakaian tersebut menunjukkan keanggunan dan ketampanannya. Tuxedo putih tersebut sangat pas dengan tubuhnya yang tinggi, beruntung bobot tubuhnya sudah mulai bertambah.Kemeja putih yang dikenakannya melengkapi tuxedo dengan sangat sempurna, menciptakan kontras yang elegan. Dasinya ditenun dengan rapi, memberikan sentuhan klasik pada penampilannya. Lengkungan kerah tuxedo yang dipadukan dengan dasi hitam membuatnya terlihat sangat berkelas. Aland juga memilih sepatu kulit hitam yang mengkilap dan sesuai dengan tuxedo putihnya. Semua elemen penampilannya saling melengkapi, menciptakan citra seorang pria yang sangat rupawan dan berwibawa p
Terakhir Diperbarui: 2023-11-01
Chapter: 21. Tidak Ada Batasan
"Apa kau berencana untuk hidup selamanya denganku?" Pertanyaan Aland mengandung sarkasme. Sofia tertegun mendengar pertanyaan tidak terduga itu. Sejujurnya dia juga tidak tahu bagaimana konsep pernikahan dadakan ini. Namanya pernikahan tentu hanya sekali seumur hidup. Setidaknya begitu lah Sofia memaknainya. Namun, beberapa perkataan Aland yang seolah sengaja ingin mencecarnya, menunjukkan bahwa Aland tidak menginginkan pernikahan ini sama sekali."Pastinya kau akan pergi meninggalkanku begitu kau berhasil mencapai tujuanmu, bukan?""Kenapa kau harus menduga-duga sampai sejauh itu.""Itu bukan dugaan. Tapi kenyataan. Hanya wanita gila yang mau menikah dengan pria lumpuh impoten. Dan jelas kau bukan wanita gila.""Bisa tidak kau tidak bicara terlalu sinis.""Wuaaahh, wanita alim penuh nurani rupanya merasa tersinggung."Sofia mengembuskan napas jengah. Aland pria keras kepala, tidak akan ada habisnya sindiran pedas yang dilayangkan pria itu padanya jika ia terus meladeninya. Tapi, j
Terakhir Diperbarui: 2023-10-21
Chapter: 20. Kami Akan Menikah
"Mulai!" Zoe memberikan aba-aba.Baik Sofia atau pun Aland tidak memperlihatkan gerakan menyentak, tetapi tubuh mereka tiba-tiba tegang dan saling menggenggam dengan erat."Kamu ingat taruhannya?" Sofia mempertahankan ekspresi wajahnya tetap terlihat tenang. Tidak mempertontonkan pada Aland betapa keras usaha yang ia kerahkan untuk tetap mempertahankan pergelangan tangannya tetap lurus.Aland tidak merespon. Pria itu lebih memilih fokus pada pertarungan daripada perjanjian sepihak yang dicetuskan oleh Sofia. Andai Maurin tidak meragukannya, Aland tidak akan merespon ide konyol wanita yang bertarung dengannya ini. Astaga, ia tidak tahu apa ia harus terkejut atau tertawa. Menikah karena kalah tarung panco, ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi. "Aku tahu kau ingat dengan kesepakatannya." Sofia kembali berkata. "Tapi aku akan mengingatkanmu sekali lagi. Jika aku menang, kita akan menikah." Sofia tidak menambahkan kemungkinan jika dia kalah, karena dia sangat yakin bahwa kemenangan a
Terakhir Diperbarui: 2023-10-15
Chapter: 19. Aku Siap!
"Bagaimana kalau kita adu panco?"Aland kira ide menikah dengan Sofia lah yang paling menggelikan, tidak tahunya cara menerima usulan ide tersebut lah yang paling tidak masuk akal hingga berhasil membuatnya ingin marah juga tertawa dalam saat bersamaan. Bagaimana bisa adu panco dijadikan acuan untuk sebuah pernikahan. "Bagaimana, apa jawabanmu?" Desak Sofia yang terlihat seolah ia memang ingin menjadi nyonya Amstrong. Aland berani mempertaruhkan apa pun bahwa Sofia sama sekali tidak tertarik padanya. Aland mendongak, matanya menyipit memandangi tubuh ramping di balik baju yang begitu longgar. Lalu, tatapan Aland jatuh pada tangan femininnya yang lentur. Tatapan Aland kembali naik ke atas. Ke wajah Sofia yang minim akan polesan. Bahkan bibir Sofia sedikit pucat, pertanda gadis itu tidak mengenakan kosmetik sama sekali."Kau sungguh ingin menikah denganku?" Aland hanya bertanya basa basi. "Ya, jika aku menang."Dan Sofia yakin ia akan menang 100 persen. Dalam keadaan normal, jika pri
Terakhir Diperbarui: 2023-10-13
Chapter: 18. Kesepakatan
Aland berbaring hanya mengenakan celena pendek ketat berwarna hitam. Sementara Abel mulai memberikan pijatan ditubuhnya. Pijatan Abel mungkin tidak semenyiksa pijatan Sofia, tapi Aland benar-benar tidak nyaman dengan sentuhan wanita itu. "Pijat lah di titik yang seperlunya saja," ucapnya dengan dingin meski ia sendiri tidak yakin apa memang ada titik-titik tertentu.Abel tertawa renyah, tidak ambil hati dengan ucapan dingin yang dilontarkan Aland. "Aku lah terapisnya, Aland. Kau tinggal menikmati, maksudku tinggal menunggu hasil." Pijatan Abel naik ke betis, terus maju ke paha bagian dalam, tangannya terus saja bergerak, bukannya memberi pijatan tapi wanita itu justru dengan sengaja berusaha untuk merangsangnya. Aland merasa mual dan jijik, belum lagi tatapan Abel yang fokus pada organ bagian intimnya. Celana renang super ketat yang ia kenakan tentulah akan dengan mudah mempertontonkan reaksi atas sentuhan Abel. Organ intimnya tetap saja tidur dengan nyaman, tidak memberikan reaksi
Terakhir Diperbarui: 2023-10-10
Istriku Cacat, Istriku Malang

Istriku Cacat, Istriku Malang

Ketika ketulusan tidak dihargai, kesetiaan dipermainkan dan cinta dinodai. Apa yang harus kau lakukan? Ellard Willard merasa kebahagiaannya direnggut paksa dengan kematian tunangannnya Naura pasca kecelakaan naas yang dialaminya. Emily Laura, wanita yang menjadi tersangka atas kematian Naura, harus menanggung kemarahan dari Ellard. Dendam yang membutakan hati mengantarkan mereka pada suatu hubungan yang sangat rumit. Hubungan yang membuat seorang Ellard tersesat dalam kenikmatan yang tidak bisa ia artikan.
Baca
Chapter: Happy Ending
"Wueekk!" Emily memuntahkan isi perutnya. Wajahnya pucat pasi, seakan menahan sakit yang luar biasa.Ellard pun terbangun begitu mendengar Emily muntah. Dengan sigap ia berlari ke dalam toilet."Kau baik-baik saja?" tanya Ellard penuh khawtir. "Wajahmu pucat. Apa kau memakan sesuatu yang salah?"Emily mengernyit, menatap bingung ke arah Ellard melalui cermin besar yang ada di hadapannya."Aku suamimu, kita sudah menikah beberapa tahun," jelas Ellard sebelum Emily sempat bertanya."Aku merasa mual," adu Emily dengan wajah meringis menahan sakit."Akan kupanggil Morin untuk memeriksa," Ellard pun menuntun Emily ke luar dari dalam toilet. Ia juga membantu Emily untuk membaringkan tubuhnya di atas ranjang lalu mengambil ponse untuk menghubungi saudarinya -Morin."Emily mual dan muntah. Tolong kau periksa dia," ucap Ellard to the point begitu panggilannya terhubung. "Sekarang juga!" imbuhnya penuh tekanan."M
Terakhir Diperbarui: 2021-07-29
Chapter: Aku Adalah Suamimu
Emily melihat jam tangannya. Pukul 16.01. Belum waktunya pulang jam kantor tapi Ellard sudah berada di kamar mereka."Kau pulang cepat hari ini?" Emily berjalan mendekat ke arahnya.Ellard mengangguk sambil tersenyum. "Mulai hari ini aku akan bekerja dari rumah," menarik Emily agar duduk di atas pangkuannya."Kenapa?""Perusahaan membosankan. Kau juga selalu ingkar janji. Tidak pernah datang tepat waktu," Ellard mengecup tengkuk Emily.Emily hanya diam karena tidak tahu harus memberi reaksi seperti apa."Apa yang sedang kau kerjakan?" tanya Emily mengalihkan topik."Aku sedang mencari fotoku yang paling keren," sahut Ellard sembari menunjukkan layar laptopnya."Untuk apa?" tanya Emily dan mulai memperhatikan satu persatu foto Ellard."Aku akan memajangnya di kamar kita. Di setiap sudut ruangan." Ellard menatapnya teduh. Kembali perasaan berkecamuk menghampirinya. Pembicaraan Emily dan Frans kini terdengar jelas di telingan
Terakhir Diperbarui: 2021-07-29
Chapter: Alzheimer
"Aku akan datang membawakan makan siang untuk kita," Emily berjinjit dan mendaratkan satu kecupan hangat di pipi kanan Ellard."Aku sudah memasukkan nomorku di ponselmu. Segera angkat teleponku jika aku menghubungimu," Ellard mengusap lembut kepala Emily.Sesungguhnya ia tidak ingin meninggalkan Emily disaat benaknya menyisakan banyak tanya yang menuntut jawaban ada apa gerangan yang terjadi dengan istrinya.Kejanggalan-kejanggalan sikap Emily sangat mengusiknya. Jika mengikuti kata hatinya, ingin rasanya ia membawa Emily ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.Ellard sebenarnya sudah memiliki dugaan-dugaan atas apa sebenarnya yang sedang dialami Emily. Apa pun itu sesungguhnya ia tidak peduli. Hanya saja yang ia khawatirkan hal itu bisa melukai dan menyakiti Emily. Sungguh ia tidak akan sanggup lagi untuk melihat Emily terluka. Untuk itu lah ia juga menahan diri agar tidak bertanya secara terang-terangan kepada Emil
Terakhir Diperbarui: 2021-07-27
Chapter: Kau Mahkotaku
"Argghhhhh!!" teriakan Emily sontak saja membuat Ellard terbangun dari tidur nyenyaknya."Ada apa, sayang?" Ellard menatap Emily khawatir. Apa gerangan yang membuat Emily histeris di pagi hari. Ya, Ellard melirikkan mata ke arah nakas dan melihat jam weker yang menunjukkan jam 05.30."Apa kau mengalami mimpi buruk?" mengulurkan tangan berniat untuk memeluk dan menenangkan Emily.Plak!Emily dengan kasar menepis tangan Ellard dan baru lah pria itu menyadari cara Emily menatapnya begitu berbeda. Seperti orang asing yang takut melihat keberadaannya."Emily?" panggil Ellard penuh hati-hati, tapi jangan tanya jantungnya yang memompa, berpacu lebih cepat. Ke mana tatapan teduh yang selalu Emily tunjukkan padanya selama ini. Apakah Emily mulai berubah fikiran. Pertanyaan demi pertanyaan menyerang batinnya, membuat perasaannya semakin tidak menentu."SIAPA KAU?! KENAPA KAU ADA DI KAMARKU?!"Butuh beberapa d
Terakhir Diperbarui: 2021-07-27
Chapter: Ada Yang Salah
“Selamat datang!” Emily merentangkan kedua tangannya menyambut kepulangan Ellard.Mendapat sambutan ceria dari Emily, Ellard mengulum senyumnya. Segera meletakkan tas kerjanya, Ellard pun membawa Emily ke dalam pelukannya. “Kau sangi sekali,” bisik Ellard dengan nada menggoda.“Aku sengaja melakukannya untuk membuatmu senang. Apa kau terhibur? Aku berdandan untukmu,” seru Emily dengan wajah merona.Perasaan Ellard dipenuhi oleh bunga-bunga yang bermekaran. Tadinya ia menolaj untuk bekerja dalam waktu dekat. Namun Emily terus saja membujuknya, dengan syarat akan sering mengunjungninya ke kantor. Baru hari pertama bekerja, Emily sudah mengingkari janjinya. Ellard menantikan kedatanganya namun istrinya tak kunjung datang. Ia uring-uringan tidak jelas. Mencoba menghubungi telepon rumah, namun istrinya tidak berada di sana membuatnya semakin galau.Namun begitu melihat sambutan Emily yang manis, kegalau
Terakhir Diperbarui: 2021-07-21
Chapter: Aku Takut Melupakannya
“Apakah kita akan tinggal di sini?” tanya Ellard begitu mereka kembali ke dalam kamar. Ellard masih merasa tidak nyaman jika berlama-lama duduk bersama Rebcca. Beruntung Morin dan Jovan ada jadwal operasi sehingga mereka segera pergi setelah sarapan.“Apa kau keberatan?” Emily yang merapikan tempat tidur menghentikan kegiatannya dan menoleh pada Ellard yang duduk manis di sofa seraya memperhatikannya.“Aku tidak keberatan, hanya saja kita juga memiliki rumah,” Ellard beralasan. Faktanya ia memang tidak menyukai harus tinggal di dalam satu atap bersama Rebecca.“Rumahnya sudah kujual,” cicit Emily dengan wajah memelas.Ellard mengerjap, mencoba mencerna kalimat yang baru saja dicetuskan oleh Emily.“Apa kau mengatakan bahwa kau sudah menjual rumah kita, sayang?”Emily menganggukkan kepala, “Aku sudah pernah mengatakan bahwa aku kesepian. Rumah itu selalu
Terakhir Diperbarui: 2021-07-21
Anda juga akan menyukai
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status