author-banner
FWW
FWW
Author

Novels by FWW

IBLIS BERMATA BIRU ( Pembalasan Sang Hantu Digital )

IBLIS BERMATA BIRU ( Pembalasan Sang Hantu Digital )

Sepuluh tahun lalu, mereka menghancurkan dunianya. Reihan hanyalah remaja yatim yang malang ketika tiga penguasa sekolah, Ardian sang calon politisi, Bimo sang atlet beladiri, dan Mariska sang "Ibu Peri" media sosial memfitnahnya, menghancurkan masa depannya, dan meninggalkan bekas luka jahit permanen di alisnya. Mereka tertawa saat kacamata tebalnya diinjak hingga hancur, membiarkan Reihan tenggelam dalam kegelapan tanpa harapan. Sepuluh tahun kemudian, kegelapan itu balas menatap mereka. Reihan kembali. Bukan lagi sebagai pecundang yang lemah, melainkan sebagai sosok misterius di balik tudung hitam dengan sepasang mata Icy Blue yang membekukan. Ia adalah "Hantu Digital" peretas jenius yang mampu meruntuhkan reputasi, mengunci aset bank, dan membongkar rahasia paling busuk hanya dengan satu ketukan tombol Enter. Satu demi satu, istana megah yang mereka bangun di atas penderitaan Reihan mulai retak. Ardian melihat karier politiknya hancur saat videotron kampanyenya menampilkan dosa masa lalunya. Mariska kehilangan topeng kecantikannya saat dunia melihat sisi iblisnya di depan jutaan pengikut. Bimo gemetar ketakutan saat masa lalunya datang menagih "jahitan" yang belum selesai. Reihan tidak menginginkan permintaan maaf. Ia menginginkan kehancuran total. Dalam 70 hari, ia akan memastikan para predator itu merasakan bagaimana rasanya menjadi mangsa di dunia yang mereka anggap milik mereka sendiri. "Sepuluh tahun aku menanti. Sekarang, bunganya sudah cukup besar untuk kalian bayar dengan nyawa."
Read
Chapter: (S2) 31. RACE AGAINS CODE
"Kau punya waktu kurang dari tiga puluh menit, Peretas muda. Gunakan sisa waktumu dengan baik, karena enkripsi itu dibuat untuk memastikan bahwa dunia tidak akan pernah melihat rahasia di dalam galeriku."Ejekan Julian Drax berdengung di dalam studio Gotik yang remang-remang, menyatu dengan pekikan konstan alarm frekuensi tinggi dari mainframe komputer lokal.Di sudut layar, angka digital merah terus menyusut tanpa ampun.00:28:45.Dua puluh delapan menit empat puluh lima detik sebelum pembersihan massal terjadi. Reihan langsung mengambil alih terminal utama Julian, menghubungkan laptop taktisnya dengan kabel intersep ganda. Jemarinya yang dingin mulai menghantam papan ketik dengan kecepatan ekstrem. Di atas monitor, barisan kode enkripsi destruktif bergerak turun bagai air terjun digital hitam-hijau, memakan, menimpa, dan memusnahkan seluruh klaster data kejahatan Julian yang tersebar di berbagai cloud server publik.Keringat dingin
Last Updated: 2026-07-11
Chapter: (S2) 30. CAPTURED
Menembus sisa asap kelabu dari panel pilar yang hancur, Tuan Penjaga dan Reihan merangsek bagai badai melewati pintu besi sekunder yang terbuka sebagian. Mereka merayap masuk ke ruang pribadi Julian Drax. Sebuah ruangan melingkar berarsitektur gotik modern yang berfungsi sebagai studio kerja sekaligus ruang kendali darurat miliknya.Di tengah ruangan, di bawah pendaran redup lampu darurat, Julian sedang berusaha mengikat tubuh Rhena yang setengah sadar ke sebuah kursi pelarian yang terhubung dengan lift dinding vertikal khusus. Kehadiran kilat Unit 0 menghancurkan rencana pelarian instannya."Berhenti di tempat, Drax!" Tuan Penjaga meraung, suara baritonnya menggetarkan dinding ruangan.Julian bergerak secepat kilat. Dari balik celemek bedahnya, ia menarik sebuah pistol saku kaliber kecil dan melepaskan satu tembakan liar.DOR! Peluru menyerempet pelat baja di rompi taktis Tuan Penjaga, memercikkan bunga api. Namun, kemarahan murni yang
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: (S2) 29. THE ART OF PAIN
"Selamat datang di pameranku yang sesungguhnya, Unit 0. Langkah kaki kalian di dalam ruangan ini telah mengaktifkan sesuatu yang tidak akan bisa kalian hentikan dengan senjata api bodoh itu."Selesai Julian mengucapkan kalimat terkutuk itu, bunyi KLAK mekanis yang berat berdentang dari balik meja bedah besi.Detik berikutnya, keheningan aula neoklasik itu pecah oleh gemuruh raksasa yang mengerikan. Suara derit rantai besi tebal dan roda gigi berkarat yang bergesek kasar menggema dari dalam dinding beton, menggetarkan lantai marmer di bawah kaki mereka.BRAAAKK!Dari balik langit-langit, tiga bilah sekat jeruji besi tebal meluncur turun dengan kecepatan hidrolik murni yang tidak membutuhkan daya listrik kota. Sekat-sekat itu menghantam lantai dengan daya hantam masif, menimbulkan percikan api dan memotong aula menjadi beberapa bagian terisolasi.Tuan Penjaga dan Reihan seketika terpisah sejauh lima meter, terkurung di balik jeruji baja yan
Last Updated: 2026-07-09
Chapter: (S2) 28. FACE TO FACE
BOOM!Dentuman peledak tempel analog menghancurkan engsel pintu sekat baja menghasilkan deburan debu dan serpihan beton purba dari langit-langit terowongan.Pintu baja tebal itu terhempas ke dalam, membentur lantai dengan suara dentang logam yang memekakkan telinga. Asap mesiu abu-abu yang pekat dan berbau belerang seketika menyembur keluar, mengaburkan pandangan.Tanpa menunggu asap mereda, Tuan Penjaga merangsek masuk terlebih dahulu. Senapan taktisnya terangkat lurus ke depan dada, memotong sisa kepulan asap dengan moncong senjata yang siap memuntahkan timah panas.Di belakangnya, Reihan melangkah masuk dengan jantung yang menghantam rongga dada begitu keras, menggenggam pistol cadangannya dengan tangan dingin yang gemetar hebat.Namun, begitu mereka melewati ambang pintu, pemandangan di dalam ruangan itu seketika membekukan darah di dalam nadi mereka.Di balik pintu itu, mereka tidak menemukan bunker militer yang berantakan a
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: (S2) 27. THE UNDERGROUND MAZE
"Nyalakan sentermu. Saatnya kita turun ke labirin dan mengambil kembali prajurit kita dengan cara lama."Pintu besi berbentuk lingkaran di sudut gardu utilitas kuno itu mengerang berat saat Tuan Penjaga mendobraknya dengan hantaman bahu yang keras. Begitu celah terbuka, aroma udara yang membusuk. Perpaduan pekat antara lumut basah, karat berabad-abad, dan bau tanah mati langsung menyengat indra penciuman, seolah-olah mereka baru saja membuka mulut neraka.Di bawah pendaran redup senter militer yang bergoyang, sebuah tangga besi vertikal yang berkarat mengarah lurus ke dalam kegelapan pekat perut bumi. Reihan melirik jam digital di pergelangan tangannya. Angka merah itu berkedip di kegelapan, memancarkan teror visual yang kejam.01:55:22.Satu jam lima puluh lima menit lagi sebelum tubuh Rhena mulai kaku dan Julian mengeksekusinya secara konvensional. Waktu seakan bertransformasi menjadi pisau yang perlahan menyayat kewarasan Reihan.
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: (S2) 26. DIGITAL BLACKOUT
"Kita harus mematikan seluruh pasokan listrik di distrik pelabuhan tua itu terlebih dahulu untuk melumpuhkan sistem keamanan otomatisnya. Kita akan membuat seluruh wilayah kekuasaannya gelap gulita sebelum kita turun ke neraka."Rencana ekstrem itu langsung menghentak atmosfer di dalam van taktis Unit 0. Van itu melesat cepat membelah sisa-sisa kegelapan subuh Jakarta Utara yang berkabut, menuju ke satu titik fatal: Gardu Induk Distribusi Listrik Sektor Utara. Dengan lumpuhnya jaringan siber publik akibat ulah Julian sebelumnya, Reihan tidak memiliki cara untuk melakukan peretasan dari jarak jauh. Mereka harus menyusup langsung, menyentuh sirkuit fisik gardu tersebut secara manual. Sementara angka merah di sudut laptop Reihan terus berkedip kejam, menyusut melewati batas kritis.02:20:14.Waktu terus mengikis sisa hidup Rhena tanpa ampun. Setiap detik yang hilang terasa seperti jeratan yang semakin mencekik leher mereka.Van berhenti den
Last Updated: 2026-07-01
PELAMPIASAN HASRAT MAS ARYA

PELAMPIASAN HASRAT MAS ARYA

"Menjadi milikku atau besok kamu tidur di jalanan tanpa masa depan. Pilih, Sari." Bagi Sari, dunia seolah tidak pernah berhenti menghujamnya dengan kesialan. Diusir dari kosan, tunggakan kuliah yang mencekik, hingga sebuah kecelakaan kecil yang menghancurkan spion mobil mewah milik Arya Pratama. Dosen baru yang memiliki tatapan sedingin es dan kekuasaan tanpa batas. Sari mengira Arya adalah penolong saat pria itu menawarkan jalan keluar. Namun, ia salah besar. Di balik wajah tampan dan wibawa seorang pendidik. Arya adalah predator yang siap menerkam mangsanya. Alih-alih uang ganti rugi, Arya menuntut sesuatu yang jauh lebih berharga: Tubuh Sari. Sari terpaksa menandatangani kontrak tak tertulis. Menjadi asisten pribadi Arya berarti harus siap melayani setiap keinginan pria itu. Kapan pun, di mana pun, dan dalam bentuk apa pun. Sari terjebak di antara rasa terpaksa yang mendalam dan getaran asing yang mulai membakar kulitnya setiap kali jemari Arya menyentuhnya. Ia hanyalah sebuah pelampiasan nafsu. Tapi mungkin ada rahasia gelap yang disembunyikan Arya di balik obsesi gilanya pada Sari?
Read
Chapter: 24. KEDAMAIAN MULAI RETAK
Langkah kaki Sari dan Arya beradu di atas lantai marmer sebuah pusat perbelanjaan kelas atas yang berkilauan. Arya tidak lagi berjalan beberapa langkah di depan Sari seperti seorang majikan, melainkan berjalan bersisian, menggandeng tangan Sari dengan jemari yang saling bertaut erat. Sore itu, Arya membawa Sari menyusuri gerai-gerai desainer ternama, membiarkan gadis itu memilih apa pun yang ia sukai meski pada akhirnya, Aryalah yang lebih banyak mengambilkan gaun-gaun dari gantungan untuk Sari coba. "Mas, ini terlalu banyak. Aku tidak butuh baju sebanyak ini," bisik Sari saat mereka berada di dalam sebuah butik bergaya Prancis. Arya tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya berdiri di depan pintu ruang ganti saat Sari keluar mengenakan gaun sutra berwarna biru pucat yang pas di tubuhnya. Tatapan Arya melembut, sebuah binar kekaguman terpancar jelas dari matanya. Ia melangkah mendekat, berdiri tepat di belakang Sari, dan menatap pantulan
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: 23. DI LUAR BATAS KONTRAK
Arya menarik tangan Sari, membawanya menembus kerumunan manusia yang memadati festival malam di pusat kota.Di bawah pendar lampu warna-warni dan kepulan aroma jajanan kaki lima, Arya tidak lagi tampak seperti dosen yang ditakuti di universitas. Ia hanya pria biasa dengan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, tertawa kecil saat Sari hampir tersandung karena terlalu asyik melihat kembang api yang meledak di langit malam."Hati-hati, Sari. Matamu di depan, bukan di langit," goda Arya sambil mengeratkan genggamannya.Sari tertawa, sebuah tawa lepas yang tidak lagi tertahan oleh rasa takut atau beban kontrak. "Habisnya bagus sekali, Mas! Aku jarang melihat festival sebesar ini."Malam itu, mereka benar-benar melupakan dunia luar. Arya membawa Sari mencoba segala hal, mulai dari mengantre martabak manis yang sangat ramai hingga bermain menembak sasaran di salah satu stan permainan.Saat Arya gagal menjatuhkan semua kaleng, Sari tid
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: 22. DINGIN YANG MULAI MEMUDAR
Langkah kaki Arya yang tegas menggema di sepanjang koridor, namun kali ini tidak ada aura gelap yang mengikuti setiap ayunannya.Ia masuk ke dalam ruang kelas seminar dengan wibawa yang sama, tetapi sorot matanya yang biasanya sedingin es kini tampak lebih tenang, hampir mendekati teduh. Ia meletakkan tas kulitnya di meja dosen, lalu menyapu pandangan ke seluruh ruangan yang mendadak hening.Di barisan depan, Sari duduk dengan punggung tegak. Jika biasanya ia akan menunduk dalam-dalam seolah ingin menghilang ke bawah lantai, kali ini ia berani mengangkat wajah. Ia memperhatikan Arya yang sedang menyiapkan materi di layar proyektor. Melihat bagaimana jari-jari panjang pria itu bergerak lincah, jari-jari yang semalam membelai rambutnya dengan penuh kelembutan."Selamat pagi semuanya," sapa Arya. Suaranya bariton, mengisi setiap sudut ruangan tanpa ada nada intimidasi yang biasa ia gunakan untuk membungkam mahasiswa."Hari ini kita akan mel
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: 21. ARYA YANG HANGAT
Genggaman tangan Arya tidak ia lepaskan hingga mereka sampai di rumah. Jemari panjang pria itu masih bertaut erat pada jemari Sari bahkan saat mereka berjalan menuju kamar. Melewati keheningan rumah yang kini tidak lagi terasa mencekik, melainkan tenang dan privat."Mas... mau mandi duluan?" tanya Sari lirih saat mereka sudah berada di dalam kamar.Arya menoleh, menatap Sari dengan tatapan yang sulit diartikan namun terasa sangat lembut. "Bersama saja. Biar lebih cepat, setelah itu kita makan malam."Tidak ada perintah yang dingin, tidak ada paksaan yang mengintimidasi. Di bawah guyuran air hangat, suasana terasa jauh berbeda dari malam-malam sebelumnya.Jika dulu air yang mengalir terasa seperti saksi bisu ketakutan Sari, kini air itu seolah membasuh sisa-sisa ketegangan mereka."Rambutmu sudah terlalu panjang, Sari," gumam Arya sambil membantu membasuhkan sampo ke rambut gadis itu. Gerakannya sangat hati-hati, jemarinya memijat kulit ke
Last Updated: 2026-06-26
Chapter: 20. HARI YANG LEBIH TENANG
Sari mengerjapkan mata saat cahaya matahari pagi yang lembut menusuk kelopak matanya.Ia bergerak sedikit, dan seketika rasa kaku di sekujur tubuhnya mengingatkannya pada penyerahan diri yang ia lakukan semalam.Saat ia menarik selimut lebih tinggi, ia bisa melihat pantulan dirinya di cermin besar di sudut kamar. Di balik helai kain sutra itu, bahu, dan dadanya penuh dengan tanda merah. jejak-jejak kepemilikan yang ditinggalkan Arya dengan begitu intens."Sudah bangun?" tanya Arya. Suaranya rendah, tidak ada nada dingin yang menusuk seperti hari-hari sebelumnya.Ia menoleh dan mendapati Arya sudah berdiri di sisi ranjang. Pria itu sudah rapi dengan kemeja putih bersih yang lengannya digulung hingga ke siku, memperlihatkan urat-urat tangan yang kuat dan jam tangan mewah yang selalu melingkar di sana.Arya tidak menatapnya dengan kemarahan atau kecurigaan. Pria itu justru berdiri diam, memperhatikan wajah Sari yang baru terbangun dengan tat
Last Updated: 2026-06-25
Chapter: 19. HANYA MILIK ARYA
"Puas, Mas? Apa Mas puas melihatku dihina satu kampus tadi?"Suara Sari bergetar hebat saat mereka baru saja menginjakkan kaki di ruang tengah rumah mewah itu. Sari tidak lagi menunduk. Ia menatap lurus ke mata tajam Arya, mengabaikan rasa takut yang biasanya melumpuhkan sendi-sendinya. Air mata mengalir deras, membasahi pipinya yang pucat.Arya tidak langsung menjawab. Ia meletakkan kunci mobil di atas meja marmer dengan denting yang dingin, lalu melepaskan jam tangannya dengan gerakan yang sangat lambat."Kau bicara soal apa, Sari? Soal gosip mahasiswa yang tidak punya kerjaan itu?""Mas sengaja membiarkan mereka melihat kita keluar dari mobil yang sama! Mas sengaja merangkulku di depan Andra agar semua orang berpikir aku adalah wanita murahan!" Sari berteriak, suaranya pecah di tengah kesunyian rumah yang megah itu. "Dan di kelas tadi... Mas terus-menerus memojokkan Andra. Dia tidak salah apa-apa, Mas! Kenapa Mas begitu kejam padanya?"
Last Updated: 2026-06-24
You may also like
Dendam Membara Sang Dewa Perang
Dendam Membara Sang Dewa Perang
Urban · Evita Maria
1.7K views
DENDAM GADIS PEWARIS
DENDAM GADIS PEWARIS
Urban · Alnayra
1.7K views
Cinta Di Ujung Botol
Cinta Di Ujung Botol
Urban · Grafz23
1.7K views
Menantu Konglomerat
Menantu Konglomerat
Urban · Prince Arthur
1.7K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status