author-banner
anfebizha
anfebizha
Author

Novelas de anfebizha

Istri Pengganti Mas Dosen

Istri Pengganti Mas Dosen

Kepergian kakaknya yang mendadak, tepat sebelum hari H pernikahan, membuat Maura terpaksa menggantikannya. Di undangan tertulis nama Dira dan Bumi, tetapi yang duduk di meja akad justru Maura dan Bumi. seorang mahasiswa dan dosen killer di Fakultas Bahasa dan Sastra.__Oleh: anfebizha
Leer
Chapter: 193.
Mobil pun melaju meninggalkan area rumah sakit.Dira, yang tadinya terdiam pucat, mendadak menunjuk ke arah luar jendela dengan antusias. Saat melewati kawas kuliner terkenal di kota ini."Bumi, lihat deh! Restoran steak langganan kita dulu masih buka," ucap Dira lembut. "Kamu ingat enggak, dulu kamu sering banget antre berjam-jam cuma buat beliin aku pasta kesukaanku di sana kalau aku lagi mogok makan?"Suasana di dalam mobil seketika dingin. Di belakang, Maura yang menyandarkan kepalanya ke kaca jendela, dengan muka kesal, tampak berkali-kali lipat tambah kesal mendegar itu. Apalagi melihat kakaknya yang dengan kesadaran penuh, memegang-megang lengan suaminya.Bumi meringis tipis. Dia hanya bisa tersenyum canggung, senyuman terpaksa yang bahkan tidak sampai ke matanya."Oh... iya?" sahut Bumi seadanya, mengutak-atik tombol AC untuk mengalihkan perhatian, berusaha keras tidak merespons pancingan nostalgia itu.Sambil tetap memegang kemudi, mata Bumi ketakutan mencuri pandang ke arah
Última actualización: 2026-07-30
Chapter: 192.
Setelah menyelesaikan semua prosedur pengambilan sampel, Julian membereskan peralatannya dengan tenang. Pria berkacamata itu menatap ke arah Bumi penuh simpati.Bumi mengangguk kecil. "Terima kasih banyak, Jul. Tolong pastikan prosesnya benar-benar steril dan hasilnya langsung ke tangan saya.""Pasti. Kamu tahu reputasiku," balas Julian sembari mengulas senyum tipis.Di sudut sofa, Dira masih bergeming. Kebohongan besar yang dia bangun selama berminggu-minggu kini tinggal menunggu hitungan hari sebelum hancur lebur secara ilmiah. Tapi di balik kepucatan wajahnya, ada kilat dendam dan rasa tidak terima yang kian membakar dada.Sebentar kemudian dia cepat-cepat mengambil HP-nya, dan mengetik pesan terburu-buru. Matanya berkilat penuh dendam, jika dia harus hancur, dia tidak akan biarkan Maura menang begitu saja.Saat mereka berlima mulai bersiap meninggalkan ruangan, sang Mama pelan-pelan melambatkan langkahnya. Wanita setengah baya itu sengaja membiarkan Bumi berjalan lebih dulu, lalu
Última actualización: 2026-07-30
Chapter: 191.
Disusul derap langkah kaki pelan yang menuruni tangga satu per satu.Bukan suara jeritan atau tangisan histeris yang terdengar, melainkan kesunyian yang amat canggung. Papa Maura berjalan lebih dulu di depan, sementara Sang Mama membimbing Dira dari samping. Dira, kini menunduk dalam-dalam. Wajahnya pucat pasasi, matanya sembap, dan bahunya tampak meliuk lesu seolah seluruh dinding pertahanannya baru saja dirobohkan tanpa sisa.Kebohongan yang tersudutkan memang tak lagi punya suara untuk melengking.Maura menyenggol lengan suaminya pelan, membelalakkan mata seolah bertanya, 'Kok bisa?!'Bumi tak menjawab. Pria itu justru tersenyum tipis, jemarinya di balik pinggul Maura menepuk-nepuk pelan."Dira udah siap, Ayo berangkat," ujar Sang Papa. Beliau menatap Bumi penuh bimbang. Pria separuh baya itu tak tahu siapa yang benar, tapi setidaknya dengan cara ini semua hal akan menemukan jalannya."Yaudah, ayo berangkat sekarang," sahut Bumi tenang. Dia beranjak berdiri dari sofa, tanpa melepa
Última actualización: 2026-07-29
Chapter: 190.
Setelah menerima kunci cadangan dari Mama mertuanya, Bumi menaiki satu per satu anak tangga menuju lantai dua. Di bawah, Maura hanya bisa duduk diam, melipat bibirnya rapat-rapat, mengawasi punggung suaminya dengan penuh curiga. Langkah kaki Bumi terhenti tepat di depan pintu kamar Dira. Dari balik pintu kayu itu, terdengar suara isak tangis, yang jelas Bumi menganggapnya terlalu didramatisasi. Pria itu menggelengkan kecil. Pria itu berdiri tegak, membiarkan kunci cadangan tetap aman tersimpan di dalam saku celananya. Bagaimanapun juga, batas tetap harus dijaga. Dia tidak akan asal menerobos masuk ke kamar seorang perempuan. Bumi mengetuk pintu dengan ritme teratur dan tenang. "Dira," panggil Bumi dari luar. Suaranya tidak membentak, pun tidak bernada membujuk. Datar, tegas, dan berwibawa. Seperti biasanya dia. "Ini Bumi." Seketika, suara tangisan di dalam kamar mendadak hening. Ada suara gesekan kain dan langkah terburu-buru, sebelum kemudian tangisan itu pecah lagi, kali
Última actualización: 2026-07-29
Chapter: 189.
"Tapi kelakuannya masih kayak anak TK," goda Bumi tanpa mengalihkan pandangan dari jalanan."DIIH! Mana ada!" Maura mendelik tajam, sengaja membuang mukanya ke luar jendela sambil mengunyah rotinya dengan ekspresi cemberut paling dramatis yang dia punya.Rute jalanan yang mereka lewati mulai terasa familier. Pohon-pohon rindang dan pagar-pagar rumah yang membentang di sepanjang jalan menandakan mereka sudah memasuki kompleks perumahan orang tua Maura. Hari ini adalah hari penentuan.Misi mereka jelas, menjemput Dira untuk diajak ke rumah sakit demi melakoni tes DNA janin dalam kandungannya. Sebuah langkah besar untuk membuktikan secara medis bahwa anak itu sama sekali bukan darah daging Bumi, sekaligus menuntaskan benang kusut fitnah yang selama ini mengacak-acak hubungan mereka. Hubungan yang bahkan baru terjalin."Siap mental?" tanya Bumi pelan. Suaranya berubah lembut, menyapu ketegangan yang mendadak menyelinap di benak Maura. Pria itu mengulurkan tangan kirinya, mengusap puncak k
Última actualización: 2026-07-29
Chapter: 188.
"Lho, kan cuma mengutip ucapanmu semalam? Istriku sendiri yang bilang, 'Mas Bumi pelan-pelan, enak,' Gitu kan?""DIIH! GILA! NGGAK PERNAH NGGOMONG GITU!" jerit Maura makin melengking. Mukanya mendadak merah. Dia merutuki merutuki ingatan semalam yang mendadak berputar ulang, dia malu mengakui kalau semalam memang bilang begitu."Masa sih nggak pernah?" goda Bumi. Pria itu makin memiringkan kepalanya, menatap Maura dengan binar jahil di matanya. "Lagian harusnya bangga dong. Muridku yang satu ini makin pinter, responnya makin aktif. Berarti privat kelas malam dari Dosen Bumi sukses besar, kan?"Tolong ya Pak Dosen, otaknya di cuci dulu pake detergen!"Maura langsung menyepak kaki Bumi dari balik selimut, lalu buru-buru merangkak turun dari kasur. Gadis itu melilitkan selimut tebal ke sekujur tubuhnya rapat-rapat bagai kepompong. Meninggalkan bumi yang polos, dan tak tahu malu di atas ranjang.Dengan rambut singa yang makin berantakan dan gaya jalan terburu-buru yang lucu, Maura melangk
Última actualización: 2026-07-28
También te puede gustar
Office Hour!
Office Hour!
Romansa · Rapurple
2.6K vistas
I Love You, My Boss
I Love You, My Boss
Romansa · Tiyar Sri Widanti
2.6K vistas
Prahara Cinta Amira
Prahara Cinta Amira
Romansa · STELL HEER
2.6K vistas
PUZZLE
PUZZLE
Romansa · Ryeonae
2.6K vistas
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status