Chapter: 820 Akhir dari segalanyaPemakaman itu berlangsung tanpa kemewahan.Tidak ada kerumunan pelayat, tidak ada doa panjang yang dilantunkan dengan suara khidmat. Hanya tanah yang digali, peti yang diturunkan perlahan, dan suara sekop yang menimbun kembali lubang itu dengan ritme yang sunyi.Segalanya terasa cepat.Seolah kehidupan seseorang benar-benar bisa berakhir begitu saja tanpa jejak selain nama yang tertinggal di atas batu nisan.Viviene dimakamkan di samping makam ibunya.Itu adalah permintaan Selene.Tidak ada yang mempertanyakannya.Dan kini, tiga makam berdiri sejajar dalam satu garis yang sama Count Moreau, Countess Wendy Moreau, dan Viviene. Tiga nama yang terukir rapi, namun menyimpan kisah yang jauh dari kata damai.Selene berdiri di hadapan mereka.Diam.Tatapannya tertuju pada deretan nisan itu tanpa berpindah, seolah mencoba memahami sesuatu yang tidak pernah benar-benar selesai di dalam dirinya.Di sampingnya, Sylar menghela napas pelan.“Benar-benar… keluarga yang rukun,” ucapnya dengan nada ya
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: 819. Lebih dari sebuah penghinaanTidak ada seorang pun yang bisa mendekati Viviene.Ia berdiri di tengah lapangan eksekusi dengan tubuh terantai, kedua tangannya terikat, dan tubuhnya yang rapuh tampak hampir tidak mampu berdiri tegak. Para penjaga membentuk lingkaran rapat di sekelilingnya, membatasi jarak antara dirinya dan kerumunan yang datang berbondong-bondong hanya untuk menyaksikan akhir hidupnya.Bukan karena aturan semata.Melainkan karena terlalu banyak orang yang menginginkan momen itu.Terlalu banyak yang datang untuk melihat seorang pendosa menghadapi kematiannya.Sorakan mulai terdengar dari segala arah, menggema keras dan kasar, menyesakkan udara yang sudah dingin. Tuntutan demi tuntutan dilontarkan tanpa ampun, bercampur dengan hinaan yang tidak lagi disaring.“Cepat lakukan!”“Dia pantas mati!”“Jangan beri dia waktu lagi!”Suara-suara itu membentuk gelombang kebencian yang nyaris terasa nyata, menghantam tanpa henti ke arah sosok yang berdiri tak berdaya di tengahnya.Namun di antara semua itu, Sel
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: 818. Terakhir kali melihat VivieneDirian menarik napas panjang, lalu menatap Selene dengan sorot mata yang lebih dalam dari biasanya.“Sudahlah, Selene,” ucapnya pelan namun tegas. “Kau sendiri yang mengatakan Sylar berhak melakukan apa pun sekarang.”Ia berhenti sejenak, memastikan wanita di hadapannya memahami maksudnya.“Ayo masuk. Sidangnya akan dimulai.”Selene tidak menjawab. Ia hanya menatapnya sesaat, lalu mengalihkan pandangan dan melangkah lebih dulu. Tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan di luar sana.Bersama Dirian dan Sylar, ia memasuki ruang sidang.Ruangan itu sudah dipenuhi banyak orang. Deretan kursi dipadati bangsawan, pejabat, hingga mereka yang datang sebagai saksi atau korban. Udara di dalam terasa berat, dipenuhi ketegangan yang tidak disembunyikan.Di kursi tertinggi, Kaisar telah duduk.Wajahnya dingin dan tatapannya tajam. Tidak ada ruang untuk keraguan dalam dirinya hari ini.Sidang dimulai tanpa basa-basi.Dakwaan dibacakan satu per satu dengan suara lantang. Pembunuhan. Penipuan. Penggela
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: 817. Wanita yang sejak kecil kejamSaat tandu itu menghilang di balik gerbang luar, pelataran kastil tidak serta-merta kembali tenang. Orang-orang masih berdiri di tempat mereka, sebagian berpura-pura merapikan pakaian, sebagian lagi saling bertukar pandang dengan bisikan yang belum sepenuhnya reda. Udara malam terasa lebih dingin, seolah peristiwa barusan meninggalkan sesuatu yang menggantung dan belum benar-benar selesai.Di tengah suasana itu, Dirian dan Selene melangkah keluar dari dalam kastil.Cahaya obor menerangi wajah mereka yang kontras Dirian tetap tenang seperti biasa, sementara Selene terlihat lebih sunyi, lebih tertahan. Mereka bahkan belum sempat mengatakan apa pun ketika suara lain lebih dulu memecah keheningan.“Kau menyembunyikan wanita itu selama ini?”Kaisar berdiri tidak jauh dari mereka, tatapannya langsung tertuju pada Dirian. Tidak ada basa-basi, tidak ada nada halus dalam ucapannya. Pertanyaan itu terdengar seperti tuduhan yang sudah ia yakini sejak awal.Dirian tidak menunjukkan reaksi berarti
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: 816. Mendapatkan karmanyaNama itu jatuh begitu saja, namun dampaknya terasa seperti sesuatu yang runtuh di dalam keheningan.Bisik-bisik kembali muncul, kali ini lebih jelas dan lebih cepat, menyebar di antara para tamu yang saling bertukar pandang. Tidak ada yang benar-benar berani bersuara keras, tetapi kegelisahan itu terasa mengalir di antara tatapan dan napas yang tertahan.Selene tidak bergerak.Tatapannya tertuju pada surat di tangan kepala keamanan itu, seolah berusaha memastikan bahwa apa yang ia dengar barusan bukanlah kesalahan. Namun di dalam dirinya, sesuatu yang sempat tenang kini kembali retak. Bukan dengan suara keras, melainkan perlahan, dalam diam yang justru lebih menyakitkan.Dirian akhirnya bergerak.Ia mengambil surat itu dengan tenang, tanpa tergesa. Jari-jarinya membuka segel dengan satu gerakan ringan, lalu matanya langsung menelusuri isi di dalamnya. Tidak ada perubahan ekspresi yang mencolok, namun semakin lama ia membaca, semakin jelas bahwa isi surat itu bukanlah sesuatu yang sede
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: 815. PenahananPesta itu berlangsung dengan kemegahan yang nyaris sempurna, namun keindahannya bukan hanya terletak pada cahaya lampu kristal atau deretan hidangan yang tersaji rapi di sepanjang aula. Ada sesuatu yang lebih dalam mengisi ruangan itu sesuatu yang tidak terlihat, namun bisa dirasakan oleh setiap orang yang hadir.Aula utama kastil Leventis dipenuhi para bangsawan dan tamu undangan dari berbagai wilayah. Gaun-gaun indah berkilauan, jas-jubah formal tertata sempurna, dan suara musik mengalun lembut, menyatu dengan percakapan yang mengisi setiap sudut ruangan. Namun perlahan, semua itu mereda. Suara-suara mulai turun, percakapan terhenti satu per satu, hingga akhirnya perhatian seluruh aula terpusat ke bagian depan.Di sanalah mereka berdiri.Dirian berdiri tegap, seperti biasa tenang, dingin, dan tidak tergoyahkan. Wajahnya tidak menunjukkan banyak emosi, namun kehadirannya saja sudah cukup untuk menahan seluruh ruangan dalam kendali tanpa perlu sepatah kata pun. Di sampingnya, Selene b
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: 340. Ada aku.Menjelang siang, tea house paling privat di pusat ibu kota kembali dipenuhi para bangsawan. Aroma teh yang baru diseduh bercampur dengan wangi roti dan kue-kue yang baru keluar dari dapur, sementara alunan musik dari sebuah piano di sudut ruangan mengisi suasana dengan tenang. Para tamu berbincang dalam suara pelan, menjaga etika sebagaimana layaknya tempat yang sering dijadikan lokasi pertemuan para keluarga terpandang.Kereta keluarga Elvorn berhenti tepat di depan pintu masuk.Seorang pelayan segera membuka pintu, lalu membungkukkan badan dengan hormat ketika Siera turun dari kereta. Hari itu ia mengenakan gaun berwarna biru muda yang sederhana, tetapi tetap anggun. Mia berjalan satu langkah di belakangnya hingga keduanya diantar menuju ruang khusus yang telah dipesan.Saat pintu ruangan dibuka, Alexis ternyata sudah menunggu. Begitu melihat Siera datang, Pangeran Kedua segera berdiri. Senyum ramah terukir di wajahnya ketika ia melangkah menghampiri."Lady Elvorn.""Yang Mulia."Si
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: 339. Tidak terjadi masalah.Siera berkedip pelan, seolah memastikan dirinya tidak salah mendengar."Ayah sudah tahu?"Dregory menganggukkan kepala sekali. Wajahnya tetap tenang, tetapi sorot matanya terlihat jauh lebih tajam daripada biasanya."Ya."Ia menyandarkan tubuhnya perlahan pada sandaran kursi, lalu melipat kedua tangannya di depan dada."Dan kudengar," ujarnya pelan, "Besok kau akan bertemu dengannya."Ruangan kembali dipenuhi keheningan.Siera menundukkan pandangannya sejenak ke arah cangkir teh yang masih berada di tangannya. Uap hangat yang mengepul perlahan menghilang, sama seperti pikirannya yang kini mulai sibuk menghubungkan berbagai hal.Ia tidak menyangka berita itu menyebar secepat ini. Bahkan sebelum pertemuan itu benar-benar terjadi."Jadi..." gumamnya pelan sambil mengangkat wajah. "Beritanya sudah sampai ke istana.""Bukan hanya sampai."Suara Dregory terdengar datar, tetapi cukup membuat Siera kembali memusatkan perhatiannya."Sejak siang tadi, itu sudah menjadi bahan pembicaraan."Tatap
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: 338. Pangeran kedua.Alexis berdiri beberapa langkah di hadapan Dior dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku mantel. Senyum tipis masih bertahan di wajahnya, seolah ia benar-benar menikmati situasi tersebut. Berbeda dengan Dior yang sejak turun dari kereta hingga sekarang tidak menunjukkan perubahan ekspresi sedikit pun. Tatapan mata merahnya tetap tenang, bahkan terlalu tenang."Harus kuakui, aku cukup terkejut. Tidak banyak orang yang cukup berani mengirim surat peringatan kepada hampir seluruh keluarga bangsawan di Kekaisaran."Dior tidak menanggapi.Keheningan itu sama sekali tidak membuat Alexis berhenti, ia merasa semakin tertarik mengusik lelaki yang berdiri di hadapannya."Isinya juga cukup menarik," lanjutnya sambil tersenyum kecil. "'Siapa pun yang masih mengirim surat lamaran kepada Lady Elvorn akan berhadapan denganku.'"Ia mengangkat surat yang sejak tadi berada di tangannya."Aku bahkan menerima surat ini sendiri."Tatapan Dior akhirnya bergeser ke arah surat itu, lalu kembali kepada Al
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: 337. Bersiap mati?Perjalanan kembali menuju kediaman Elvorn berlangsung jauh lebih sunyi daripada biasanya. Siera memilih memandang keluar jendela kereta sepanjang perjalanan, sementara Mia yang duduk di hadapannya beberapa kali melirik pipi majikannya yang kini hanya menyisakan semburat kemerahan tipis setelah diobati. Untungnya salep dari dokter bekerja cukup baik. Setidaknya, bekas tamparan itu tidak lagi semencolok sebelumnya.Tak lama kemudian, kereta keluarga Elvorn memasuki gerbang utama kastil. Begitu roda kereta berhenti di halaman depan, Ernest yang sejak tadi menunggu di tangga utama segera melangkah turun. Kepala pelayan itu membungkukkan badan dengan hormat ketika Siera turun dari kereta."Selamat datang kembali, Lady."Siera menganggukkan kepala pelan."Di mana Ayah?""Yang Mulia Duke baru saja berangkat ke Istana Kekaisaran." Ernest segera menjawab."Istana?"Ernest mengangguk."Beberapa utusan dari kerajaan tetangga tiba pagi tadi. Yang Mulia Kaisar mengadakan pertemuan bersama para Gra
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: 336. Setiap pilihan memiliki akibat.Siera berkedip pelan. Kalimat itu diucapkan dengan wajah yang begitu serius hingga terdengar seperti laporan resmi kepada seorang atasan.Itu bukan rayua dan bukan pula pujian. Hanya sebuah kesimpulan yang menurut Dior merupakan fakta.Siera menatapnya beberapa saat, kemudian tanpa sadar sudut bibirnya ikut terangkat."Yang Mulia.""Apa?""Percaya diri Anda ternyata cukup tinggi."Dior tidak tampak tersinggung."Itu bukan percaya diri.""Lalu?""Itu kenyataan." Jawaban datar itu membuat Siera akhirnya benar-benar tersenyum.Bukan senyum sopan yang biasa ia tunjukkan kepada para bangsawan. Melainkan senyum kecil yang muncul begitu saja.Melihat senyum itu, Dior melanjutkan."Kalau begitu aku akan mengirim suratku."Siera menatapnya. Dior menambahkan dengan kesungguhan yang tidak perlu diragukan lagi."Dan kali ini aku tidak akan membiarkan siapa pun mendahuluiku."Siera benar-benar kehilangan kata-kata.Selama ini ia sudah terbiasa menghadapi pria-pria yang pandai merangkai kalimat man
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: 335. Kandidat yang paling pantas.Ruangan mendadak sunyi. Semua orang menatap Dior yang kini berdiri di depan Siera, seolah melindunginya.Siera hanya memandang punggung lelaki itu. Dior tidak mengatakan apa pun setelah melayangkan pukulannya. Ia hanya menatap Eldron dengan sorot mata yang tenang, tetapi cukup membuat suasana menjadi mencekam.Eldron yang terjatuh perlahan mengangkat kepalanya. Begitu mengenali Dior, wajahnya langsung memucat."T... Yang Mulia Grand Duke Muda."Suara itu keluar dengan gemetar.Wanita yang sejak tadi meringkuk sambil memegangi perutnya ikut mendongakkan kepala. Saat melihat lambang keluarga Rurich yang tersemat di mantel hitam Dior, napasnya langsung tercekat. Ia menoleh kepada Eldron, lalu kembali menatap Dior dengan wajah yang dipenuhi ketakutan.Hampir bersamaan, keduanya menjatuhkan diri berlutut di lantai."Yang Mulia, mohon ampuni kami!""Ini... ini hanya salah paham!""Maafkan kami!"Suara mereka saling bertumpuk karena kepanikan.Tidak ada seorang pun di Kekaisaran yang tidak m
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: 496. SelesaiKalimat itu membuat udara pagi terasa semakin sunyi.Jester tetap diam.Namun kali ini diamnya bukan karena dingin atau penolakan, melainkan karena kata-kata itu menyentuh sesuatu yang bahkan sejak tadi belum sempat ia hadapi.Memaafkan Ivanka.Jester menghela napas panjang. Perlahan, ia mengalihkan pandangannya dari makam lalu menoleh ke samping dan tatapannya jatuh pada Azalea.Wanita itu berdiri di sisinya dengan tenang, wajahnya lembut, matanya memandang Jester dengan pengertian yang dalam.Tanpa berkata apa-apa, Jester mengulurkan tangan dan merengkuh Azalea ke dalam pelukannya.Pelukan itu erat.
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: 495.Akhir dari segalanya.Pagi itu langit tampak kelabu.Awan tipis menggantung rendah di atas tanah pemakaman keluarga Bristov, membuat suasana terasa lebih dingin dan muram daripada biasanya. Embun masih menempel di ujung rerumputan, sementara tanah yang baru digali mengeluarkan aroma lembap yang khas, menegaskan bahwa hari ini benar-benar menjadi akhir bagi seseorang.Pemakaman Ivanka diadakan dengan sederhana.Tidak ada kemegahan seorang bangsawan. Tidak ada barisan panjang kereta keluarga terpandang. Tidak ada pula kerumunan besar yang datang membawa bunga dan belasungkawa.Ivanka bukan lagi bangsawan.Statusnya telah lama hilang bersama kehancuran keluarganya, dan kematiannya pun hanya menarik segelintir orang mereka yang mengenalnya, mereka yang pernah terliba
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: 494. Tidak merasa puasKalimat itu jatuh seperti batu ke dalam air yang tenang sunyi, namun gelombangnya terasa menyebar ke seluruh halaman.Albert mengangkat wajah sedikit, keterkejutan samar terlihat di matanya. Bukan karena ia tidak tahu apa yang terjadi, tetapi karena mendengar Jester sendiri mengucapkannya membuat semuanya terasa jauh lebih nyata.Ia segera kembali menunduk.“Baik, Yang Mulia.” Namun sebelum Albert berbalik, Jester kembali berbicara. “Tidak perlu menyembunyikan apa pun.”Suaranya datar, namun kelelahan yang dalam terdengar jelas.“Katakan apa adanya. Dia melompat setelah perdebatan kami.”Albert terdiam sesaat, lalu mengangguk lebih dalam.
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: 493. Akhir yang tragisSuasana kastil yang tadi sunyi mendadak berubah kacau.Langkah kaki berlari dari segala arah, suara perintah para pengawal bercampur dengan kepanikan para pelayan yang mendengar teriakan Jester dari atas menara.Sementara di puncak sana, Jester masih berdiri membeku di dekat jendela.Dadanya naik turun.Napasnya terasa tercekat.Untuk sesaat, bayangan Ivanka kecil gadis yang dulu menggenggam tangannya di taman kastil, gadis yang dulu tertawa sambil memanggil namanya bercampur dengan sosok wanita yang baru saja menjatuhkan dirinya ke dalam kegelapan.Semuanya berbaur menjadi satu.Masa lalu dan kenyataan malam ini.
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: 492. Tidak lagi mencintaimuJester membeku.Untuk sepersekian detik, bahkan udara di menara itu terasa berhenti bergerak.Ivanka menatapnya lurus, air matanya masih jatuh, namun kini ada kegilaan yang jelas di balik matanya.“Aku bisa menjadi istrimu,” lanjutnya, suaranya bergetar oleh obsesi yang selama ini ia sembunyikan. “Aku bisa kembali ke tempat yang seharusnya menjadi milikku.”Keheningan yang mengikuti terasa begitu berat.Jester memandang wanita di hadapannya seolah sedang melihat orang asing.Bukan Ivanka yang dulu pernah ia lindungi.Bukan gadis yang dulu menangis di balik punggungnya.
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: 491. Aku bisa menggantikanyaLangkah Jester bergema berat di sepanjang tangga batu menara paviliun. Satu demi satu anak tangga ia naiki tanpa ragu, sementara angin malam yang masuk dari jendela-jendela sempit membawa hawa dingin yang menusuk. Semakin tinggi ia melangkah, semakin sunyi suasana di sekitarnya, seolah seluruh kastil menahan napas menunggu apa yang akan terjadi di puncak sana.Tidak ada lagi keraguan dalam dirinya.Tidak ada lagi penundaan.Yang tersisa hanya satu hal jawaban.Jawaban atas semua kebohongan, semua kekacauan, dan luka yang baru saja hampir merenggut nyawa Azalea.Saat ia akhirnya mencapai lantai paling atas, langkahnya melambat. Cahaya bulan yang jatuh dari jendela besar di ujung menara membentuk siluet seorang wanita yang berdiri membelakan
Last Updated: 2026-03-30