author-banner
Indah Amirah
Author

Novels by Indah Amirah

Ketika Nyonya Jahat Tidak Lagi Peduli

Ketika Nyonya Jahat Tidak Lagi Peduli

Evelyn tiba-tiba terbangun sebagai Arischa Maheswari—istri konglomerat dingin dan ibu antagonis yang dibenci seluruh keluarganya. Di novel original, Arischa akan berakhir tragis setelah menghancurkan hidup anak-anaknya sendiri. Namun Evelyn malas mengikuti alur itu. Ia tidak berniat menjadi ibu penyayang, tidak ingin memperbaiki hubungan keluarga, dan sama sekali tidak tertarik pada drama rumah tangga kaya raya itu. Selama rekeningnya aman dan hidupnya nyaman, semuanya sudah cukup. Masalahnya… semakin Arischa bersikap dingin dan tidak peduli, suami serta anak-anaknya justru mulai terobsesi padanya. Dan untuk pertama kalinya, keluarga Maheswari mulai takut kehilangan wanita yang selama ini mereka abaikan. Karena ternyata… cara paling berbahaya untuk menaklukkan keluarga itu bukan dengan cinta. Melainkan dengan berhenti peduli sama sekali..
Read
Chapter: Taktik Sang Jenderal
Pukul sembilan lewat dua puluh delapan malam. Dua menit sebelum tenggat waktu yang diberikan Arischa berakhir, suara decitan ban mobil sport Xavier terdengar memekik di halaman depan rumah Maheswari. Xavier dan Leo keluar dari mobil dengan napas yang agak memburu, setengah berlari melintasi pintu utama yang untungnya masih terbuka lebar. Di ruang tengah, Arischa sedang duduk santai di sofa kulitnya sambil membaca majalah arsitektur internasional, ditemani Adrian yang sedang menyesap teh di sampingnya. "Dua puluh delapan menit. Skor yang bagus untuk ukuran kemacetan Jakarta setelah hujan," ucap Arischa tanpa mengalihkan pandangan dari majalahnya. "Sana ganti baju, lalu ke meja makan. Supnya sudah hampir dingin." Xavier mengembuskan napas lega yang panjang, sementara Leo langsung tersenyum lebar. "Siap, Ma." Setelah kedua anak laki-laki itu naik ke lantai atas, Adrian meletakkan cangkir tehnya dan menatap Arischa sambil menggelengkan kepala, kagum sekaligus geli. "Kamu benar-benar
Last Updated: 2026-06-14
Chapter: Perspektif sang Antagonis
Bagi seorang Xavier Maheswari, hidup ini selalu tentang kalkulasi. Sejak kecil, ia diajar oleh ayahnya bahwa setiap tindakan harus menghasilkan keuntungan, dan setiap emosi adalah kelemahan yang bisa dieksploitasi lawan. Baginya, sang ibu—Arischa yang dulu—adalah contoh nyata dari sebuah investasi yang gagal: emosional, menuntut, dan selalu histeris.Namun malam ini, saat Xavier duduk di ruang kerjanya yang baru di lantai atas kantor pusat Maheswari Group, ia mendapati dirinya menatap sebuah kontrak kerja sama luar negeri bukan dengan rumus matematika, melainkan dengan logika yang ia pelajari dari ibunya yang "baru".“Kalau mereka tidak mau menghargai tokomu, tutup saja. Masih banyak pasar lain yang butuh barangmu.”Kata-kata Arischa saat Xavier mengeluh tentang negosiasi yang alot minggu lalu mendadak terngiang di kepalanya.Xavier tersenyum miring. Ia mengambil pulpennya dan langsung mencoret tiga poin tuntutan dari pihak investor asing yang dirasa terlalu mendikte. Dua tahun lalu,
Last Updated: 2026-06-14
Chapter: Di Balik Layar
Makan malam itu berlangsung riuh—sesuatu yang jika dikatakan pada Adrian atau anak-anak dua tahun lalu, mereka pasti akan menganggapnya sebagai lelucon fiksi ilmiah.Elian sibuk memamerkan trik dribble barunya menggunakan buah jeruk (yang langsung mendapat pelototan tajam dari Arischa), sementara Julian dan Adrian terlibat diskusi serius namun santai tentang investasi pasar modal teranyar.Leo? Dia hanya duduk tenang di sebelah Arischa, sesekali meletakkan potongan daging terbaik ke piring ibunya tanpa bersuara.Setelah makan malam selesai dan anak-anak kembali ke kamar mereka untuk menyelesaikan urusan masing-masing, Arischa melangkah keluar menuju balkon lantai dua.Udara malam Jakarta setelah hujan terasa sejuk, membawa aroma tanah basah yang menenangkan.Langkah kaki yang berat namun teratur terdengar mendekat. Adrian berdiri di sampingnya, ikut menatap lampu-lampu kota yang berpendar di kejauhan."Kamu tahu, Arischa..." Adrian membuka suara, nadanya rendah dan reflektif."Kadang
Last Updated: 2026-06-14
Chapter: Bab 20: Lembaran Baru yang Sempurna
Satu tahun setelah peresmian Arischa Arts District di Jakarta, kehidupan keluarga Maheswari telah menemukan titik keseimbangan yang baru. Rumah megah yang dulunya terasa seperti sangkar berlapis emas itu kini telah berubah total. Suasana di dalamnya hangat, dinamis, dan yang paling penting: tidak ada lagi kepura-puraan. Sore itu, hujan rintik-rintik membasahi Jakarta, menciptakan suasana tenang yang disukai Arischa. Ia duduk di ruang tengah, menikmati teh chamomile hangat sambil membaca laporan keuangan kuartal pertama dari Galeri Aura yang terus menunjukkan grafik melonjak naik. Xavier masuk ke ruangan dengan langkah santai, melepas dasinya dan melemparkannya ke atas sofa. "Xavier," tegur Arischa tanpa mengalihkan pandangan dari tabletnya. "Saya bukan pelayanmu. Ambil dasi itu dan taruh di tempatnya." Xavier terkekeh, segera mengambil kembali dasinya dengan patuh. "Maaf, Ma. Kebiasaan kantor terbawa ke rumah. Omong-omong, saham Maheswari Group minggu ini naik lagi setelah kita m
Last Updated: 2026-06-06
Chapter: Bab 19: Pulang untuk Menetap
Enam bulan setelah kedatangan Karina yang gagal total, proyek Arischa Arts District di Jakarta akhirnya resmi rampung. Leo berhasil menyulap kawasan ruko lama yang dulu berdebu menjadi sebuah kompleks seni modern yang memukau. Berita pembukaannya menjadi tajuk utama di berbagai media nasional.Arischa akhirnya memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Bukan sebagai pelarian, bukan sebagai wanita yang kalah, tapi sebagai seorang pemenang yang pulang untuk mengambil takhta yang sesungguhnya.Pagi hari di kediaman Maheswari, suasana terasa sangat berbeda dari dua tahun lalu. Tidak ada lagi keheningan yang mencekam atau teriakan histeris. Arischa turun ke ruang makan dengan setelan santai namun tetap elegan.Di meja makan, keempat pria Maheswari sudah berkumpul lengkap. Elian langsung berdiri dan menarikkan kursi untuk ibunya dengan gerakan yang sangat sopan."Bagaimana rasa kopinya, Ma? Aku yang menyeduhnya sendiri pakai mesin kopi baru," tanya Elian penuh harap.Arischa menyesapnya sedikit,
Last Updated: 2026-06-06
Chapter: Reuni yang Tak Diundang
Efek dari konferensi pers Adrian ternyata berbuntut panjang. Bukan cuma galeri di Singapura yang makin ramai, tapi proyek 'Arischa Arts District' di Jakarta yang digarap Leo juga langsung jadi sorotan utama media arsitektur. Keluarga Maheswari yang dulunya terkenal karena skandal dinginnya, sekarang malah jadi role model keluarga modern yang mandiri dan berkelas.Namun, di mana ada gula, di situ ada semut yang kelaparan.Sore itu, Arischa baru saja menyelesaikan rapat koordinasi lewat Zoom dengan tim Jakarta. Ketika ia keluar dari ruang kerjanya ke area utama galeri, ia melihat seorang wanita paruh baya dengan pakaian bermerek mentereng dari atas sampai bawah sedang berargumen dengan staf resepsionis."Saya ini ibunya! Masa mau ketemu anak sendiri harus pakai janji temu?!" suara wanita itu melengking tinggi, membuat beberapa pengunjung galeri menoleh risih.Arischa menghentikan langkahnya. Pikirannya berputar cepat, mencari memori tersembunyi di kepala Arischa yang asli. Ah, benar. W
Last Updated: 2026-06-03
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status