Chapter: Bagian 38Rosalynd menahan napas ketika punggungnya membentur dada bidang Kenneth. Di baliknya, detak jantung sang Tiran terdengar tak beraturan di balik kemeja hitamnya. "Respon Anda sangat berlebihan dan mengada-ada, Tuan." Respon Rosalynd sambil meletakkan kedua tangannya di bahu kekar Kenneth. Yang dilakukan Kenneth setelah menerima perlakuan itu dari selirnya adalah mempererat pelukannya pada pinggang Rosalynd. "Aku tidak pernah bermain-main dengan ucapanku, Rosalynd. Berani kau meninggalkanku, meruntuhkan dunia ini bukan hal yang sulit untukku!" ancam Kenneth. Rosalynd terkekeh pelan. Sementara itu, jemarinya dengan sibuk merapikan rambut sang Tiran yang berantakan karena angin sore. "Apakah saya sekarang ini harus merasa bangga karena menjadi alasan di balik kehancuran dunia ini, Yang Mulia?" "Tentu saja kau harus bersyukur karena aku lebih memilih memanjakan kemunafikan mu daripada mematahkan kedua sayapmu," balas Kenneth dengan suaranya yang serak-serak basah. Setelah mengatak
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-15
Chapter: Bagian 37"Yang Mulia. Bukankah sebaiknya Anda mencuci tangan terlebih dahulu?" Rosalynd berusaha menenangkan Kenneth yang sepertinya amarahnya memuncak. Rosalynd meraih pergelangan tangan Kenneth yang masih berlumuran anyir darah dari perbatasan Utara. Sementara itu, Kenneth juga melirik punggung tangannya yang telah kotor dengan seringai penuh tanda tanya. "Tidak perlu khawatir. Darah dari pengkhianat tidak akan mengotori tubuhmu, Ular Kecil." "Apakah kau jijik dengan sentuhan pembunuh berdarah dingin ini?" selidik Kenneth kembali. Rosalynd menelan ludahnya sendiri. Setelah itu, ia menggeleng pelan dan menatap netra sang Tiran dengan tenang. "Tentu saja tidak. Saya berpikir bahwa suasana di kamar ini terlalu berat untuk Anda yang baru menenangkan pertempuran." "Bagimana jika kita membersihkan tangan Anda di taman Paviliun saja?" rayu Rosalynd pada Kenneth. Hening. Namun, selang beberapa detik kemudian Kenneth mendekatkan tubuhnya ke telinga Rosalynd. "Kau terlalu pintar un
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-15
Chapter: Bagian 36Suasana seketika kembali mencekam dengan kedatangan Kenneth yang tiba-tiba berdiri di ambang pintu Istana Barat. Aroma anyir yang menguar dari jubah hitamnya seolah menjadi saksi bisu bahwa sang Tiran berhasil melumpuhkan sebagian klan Shanza di perbatasan Utara. Ibu Suri membalikkan tubuhnya pelan dan menatap putra mahkota nya dengan tatapan menuntut. "Kepulangan mu ternyata lebih awal dari yang di tentukan, Kenneth. Tapi bagus lah. Istrimu baru saja melakukan percobaan untuk meracuni rahim selirmu dengan ramuan mematikan untuk menghilangkan calon penerus tahta." Terang Ibu Suri panjang lebar. Raut wajah Kenneth berubah seketika. Ia membungkuk dan meraih pergelangan tangan Rosalynd dan memaksa nya untuk berdiri. Dengan tatapan membunuh, Kenneth bertanya, "Apa racun sialan itu sudah sempat kau tenggak?" selidik Kenneth rendah dan kini ia memeluk pinggang ramping Rosalynd kencang seolah takut kehilangan sesuatu yang berharga. Rosalynd menggeleng pelan. "Sa—saya meminumnya
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-14
Chapter: Bagian 35Suara gemuruh para pengawal beserta beberapa dayang terdengar buru-buru dan memecah kesunyian di koridor panjang, yang menghubungkan Paviliun Mawar dan Istana Barat. Kereta kencana emas milik Ibu Suri bergerak perlahan dan dijawab ketat oleh prajurit. Sementara itu, beberapa selir berjalan tergesa-gesa sambil saling berbisik panik. Berkali-kali, selir Rena meremas kipas sutranya sementara selir Anastasya melirik tajam ke arah Rosalynd yang berjalan paling depan. "Baru pertama kali ini, aku melihat seorang kakak yang akan mencelakai adiknya sendiri," bisik selir Anastasya dengan suaranya dibuat sangat kecil, supaya minim di dengar oleh pengawal maupun dayang lain. Selir Rena menghela napas pelan. "Huh, ular kecil yang berasal dari perbatasan memang sangat mengerikan dari dugaan kita. Sengaja memanfaatkan kunjungan Ibu Suri untuk menghancurkan permaisuri yang notabenenya adalah kakak nya sendiri." Rosalynd memilih acuh. Ia justru terus melangkah dengan pandangan lurus dan ra
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-14
Chapter: Bagian 34Kabar mengenai kehadiran Ibu Suri di Paviliun Mawar telah menyebar secepat angin. Suasana selasar luar mendadak riuh ketika kereta kencana tepat di depan gerbang Paviliun. Menyadari hal itu, Rosalynd tak tinggal diam. Dengan santai, ia melangkah keluar dan membiarkan gaun marun menyapu lantai dengan wibawa baru. "Apakah anda tidak ingin bertukar pakaian dulu, Nona?" bisik Lily singkat sembari berlari kecil di belakang Nona nya dengan kepala menunduk. Rosalynd menggeleng. "Tidak usah. Ibu Suri suka sekali wanita yang anggun dan tegas. Bukannya seorang selir yang rapuh dan gemetar ketakutan hanya karena mendapat kunjungan dadakan." Akan tetapi, begitu Rosalynd melewati gerbang Paviliun untuk menyambut kedatangan Ibu Suri, halaman luar justru membuatnya terkejut. "Lihat itu! Apakah seorang selir dari klan Shanza tidak tau diri dengan mengenakan gaun yang terlalu mencolok pagi buta seperti ini?" cibir Selir Rena dari klan bangsawan barat yang sengaja memperkeras suaranya. Selir Ana
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-14
Chapter: Bagian 33Rosalynd telah merapikan pakaiannya dan duduk tenang di sofa panjang serta mengabaikan rasa sakitnya. Kenneth sudah lama meninggalkan Paviliun bersama prajurit untuk mengurus pemberontakan darah di perbatasan Utara. "Jangan sentuh air ini, Nona," mohon Lily dengan wajah ketakutan dan membawa nampan berisi mangkuk teh herbal pemberian Istana Barat yang tadi ia sembunyikan. "Apa dayang senior membawa ini sebelum prajurit datang?" "Benar, Nona," respon Lily sembari meletakkan nampan itu di atas meja dengan tangan yang bergetar hebat. "Tadi katanya ini teh penyegar dari para tetua. Namun, aroma nya terlalu tajam, Nona. Saya takut Permaisuri Agung menaruh sesuatu di teh itu." Rosalynd perlahan bangkit dan mendekati meja dan menghirup aroma yang menguar dari mangkuk. "Ini bukan racun mematikan, Lily. Kakakku tidak akan sebodoh itu jika ingin membunuh selir kaisar secara terang-terangan." . "Lantas, apa isi dari cairan ini, Nona?" selidik Lily yang terlihat penasaran sekali
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-13