Chapter: BAB 7"Terima kasih." Untuk sesaat, tidak ada yang berbicara. Kaluna sendiri tampak sedikit terkejut karena kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya. Sedangkan Xander hanya menatapnya, lalu tersenyum tipis. "Ternyata kamu masih ingat cara mengucapkan itu." Kaluna langsung mendecak kesal, "Jangan mulai. Aku hanya menghargai usahamu ini." Xander mengangguk dan tersenyum, "Itu sudah lebih dari cukup." Suasana kembali hening, namun kali ini berbeda. Tidak lagi setegang beberapa menit sebelumnya. Xander kembali menyandarkan tubuhnya pada kursi, sementara Kaluna melanjutkan makannya dengan lebih tenang. "Kau masih sering memasak?" Pertanyaan itu keluar begitu saja.Xander tampak sedikit terkejut. Mungkin karena sejak ia datang, itulah pertanyaan pertama yang tidak bernada mengusir. "Sesekali." "Benarkah?" Xander terkekeh pelan. "Aku memang tidak sesibuk dirimu."Kaluna hanya mengangguk kecil sambil memutar garpu di atas piringnya. Hening kembali menyelimuti meja makan. Sampai akhirnya
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-29
Chapter: SEPIRING PASTAPenthouse pribadi Kaluna berada di lantai paling atas salah satu gedung milik Eve Group. Suasana nya terlalu sunyi meskipun di dalamnya terlihat sangat mewah. Malam sudah hampir pukul sepuluh ketika Kaluna akkhirnya berhasil membawa Aldrich pulang. Anak itu tertidur bahkan sebelum mobil meninggalkan area parkir Lune et Pain. Dan kini anak itu sudah terlelap di kamarnya. Kaluna menggendong putranya perlahan menuju kamar. Ia membaringkannya dengan hati-hati di atas tempat tidur kecil, menarik selimut hingga menutupi tubuh mungilnya, lalu menyibakkan beberapa helai rambut yang jatuh menutupi dahinya. Sebuah kecupan singkat mendarat di kening Aldrich. "Selamat tidur, Sayang." Lampu kamar dipadamkan. klik, begitu pintu kamar tertutup, seluruh penthouse kembali di selimuti keheningan. Kaluna berjalan menuju jendela kaca setinggi langit-langit. Segelas air putih berada di tangannya. Dari sana, gemerlap lampu Jakarta terbentang begitu indah, tetapi malam ini ia sama sekali tidak mampu menik
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-26
Chapter: BAB 5Jane memperhatikan Kaluna beberapa detik dari balik meja barista. Wajah itu sudah terlalu ia kenal. Dan wajah seperti itu biasanya berarti seseorang baru saja membuat Kaluna ingin membakar satu gedung penuh. Jane mengambil sebuah cangkir. Lalu mulai meracik sesuatu. Tidak lama kemudian, ia berjalan mendekati sofa tempat Kaluna duduk bersama Aldrich. Sebuah cangkir hangat diletakkannya tepat di depan Kaluna. "Minum." Kaluna melirik isi cangkir itu. Lalu mengernyit. "Aku pesan kopi." "Tidak." "Jane." "Tidak." Kaluna menatap sahabatnya datar. Jane balas menatapnya tanpa takut sedikit pun. Emily yang duduk tidak jauh dari sana langsung menahan senyum. Sudah bertahun-tahun. Dan hanya Jane satu-satunya manusia di bumi yang berani memperlakukan Kaluna Vance seperti anak kecil. "Aku tidak suka ini." "Makanya aku yang pilih." Kaluna mendengus, Jane kemudian ikut duduk di hadapannya. "Kau belum makan." "Aku tidak lapar." "Kau marah." "Aku tahu." "Kau juga keras k
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-03
Chapter: Lune Et PainBeberapa menit kemudian, Mercedes-Benz hitam itu akhirnya memasuki area parkir yang menghadap langsung ke danau kota. Lune et Pain. Sebuah coffee and pastry house berukuran tidak terlalu besar yang berdiri di salah satu sudut paling strategis di pusat kota Jakarta. Bangunannya didominasi kaca-kaca tinggi dengan sentuhan kayu hangat dan pencahayaan kekuningan yang nyaman. Dari teras belakang, pengunjung bisa menikmati pemandangan danau kota yang memantulkan cahaya lampu malam seperti ribuan bintang yang jatuh ke permukaan air. Tempat itu tidak pernah dirancang untuk menjadi jaringan bisnis besar. Tidak seperti Eve Group. Tidak seperti hotel-hotel mewah milik keluarga Vance. Lune et Pain dibangun untuk alasan yang jauh lebih sederhana. Karena seseorang pernah bermimpi memiliki tempat yang dipenuhi aroma kopi dan roti hangat. Dan seseorang itu adalah Kaluna. Sayangnya, hidup membawanya ke arah yang berbeda. Karena itulah selama lima tahun terakhir, tempat ini dikelola oleh oran
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-03
Chapter: SELALU BUKAN AKUPintu ruang kerja Ethan masih tertutup rapat. Sementara di luar koridor lantai dua yang sunyi itu, Xander berdiri di dekat jendela besar yang menghadap taman belakang mansion. Tangannya masuk ke saku celana. Tatapannya sesekali melirik ke arah pintu ruang kerja ayahnya. Sudah hampir tiga puluh menit. Dan itu bukan pertanda baik. Suara langkah kaki terdengar dari ujung koridor. Xander menoleh.Emily.Wanita muda itu baru saja naik dari lantai bawah setelah salah satu pelayan mempersilahkannya menunggu di area keluarga. Begitu melihat Xander, Emily langsung membungkukkan kepala sedikit. "Tuan Xander."Xander tersenyum tipis. "Emily."Mereka sudah cukup sering bertemu selama lima tahun terakhir. Bagaimanapun juga, Emily adalah orang yang hampir selalu berada di sisi Kaluna."Masih menunggu?" tanya Emily pelan.Xander mengangguk."Sudah berapa lama?""Hampir setengah jam."Emily meringis kecil. "Kalau sudah selama itu...""Mereka sedang bertengkar."Emily tidak menyelesaikan kalimatnya. N
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-02
Chapter: ULTIMATUMPintu ruang kerja itu tertutup pelan.Klik.Keheningan langsung mengambil alih ruangan.Kaluna menyilangkan kedua tangannya di dada. "Baik." Tatapannya tidak pernah lepas dari Ethan. "Apa yang sebenarnya Papa inginkan?"Ethan tidak langsung menjawab. Pria itu justru bangkit dari kursinya dan berjalan menuju jendela besar yang menghadap taman belakang kediaman keluarga Vance. Usianya sudah hampir enam puluh tahun, namun punggungnya masih tegak. Wibawanya masih cukup untuk membuat sebagian besar orang memilih diam. Namun Kaluna bukan sebagian besar orang."Aku tidak meragukan kemampuanmu."Kaluna mengangkat alis. "Kalau begitu berhenti mengatur hidupku.""Aku tidak sedang mengatur hidupmu." Jawab Ethan cepat. "Aku sedang mempersiapkanmu."Kaluna tertawa pendek. "Terdengar sama saja.""Dalam beberapa tahun terakhir aku masih bisa mengawasi banyak hal."Kaluna tidak menjawab."Aku masih bisa memastikan tidak ada seorang pun yang menyentuh keluargaku.""Aku masih bisa memastikan tidak ada
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-02