author-banner
Rabbit Twin
Author

Novels by Rabbit Twin

Pertaruhan Terakhir Sang Pewaris

Pertaruhan Terakhir Sang Pewaris

Bagi Lazarus, Salsabila hanyalah perisai hukum untuk melindungi Safira. Bagi Safira, Salsabila adalah target kecemburuan yang harus dihancurkan. Bagi Salsabila, keduanya adalah sebuah koin untuk pertaruhan. Kadang balas dendam paling manis... dimulai dari pengorbanan.
Read
Chapter: 10. Rahasia Penyelamat
"Ambilkan set gelang safir di sudut kanan itu juga, Pelayan. Aku ingin mencocokkannya dengan gaun resepsiku nanti!" Safira memekik nyaring seraya menempelkan telapak tangannya pada etalase kaca toko De L'Amour, mengabaikan raut wajah Lady Florist yang mulai menegang di sebelahnya. Jari-jarinya yang dihiasi cat kuku merah menyala bergerak lincah menunjuk deretan perhiasan mahal tanpa memedulikan label harga yang fantastis. Keserakahan yang tidak berdasar itu membuat para pelayan toko saling berpandangan cemas menghadapi sikap sang tamu. Lady Florist menarik lengan jas Lazarus perlahan, membisikkan keprihatinannya atas perilaku impulsif calon menantu keduanya itu. "Lazarus, kelakuan gadis ini benar-benar tidak mencerminkan tata krama kelas atas dan bisa menguras kas harian kita jika dibiarkan." Wanita tua itu mengerutkan keningnya dalam-dalam, menatap tidak suka pada tumpukan kotak beludru yang mulai menggunung di depan Safira.
Last Updated: 2026-07-04
Chapter: 9. Segel Pusaka Terbuka
"Benda ini telah membeku di atas altar batu hitam selama empat ratus tahun, menanti kembalinya sang reinkarnasi penunggang pegasus yang agung," bisik Madame Christine seraya menyentuh pinggiran kotak beludru dengan jemari yang gemetar. Matanya yang mulai merabun tampak berkaca-kaca menatap rantai platinum yang masih bergeming menolak tarikan fisik. Keheningan ruangan rahasia itu mendadak terasa magis, seolah dinding-dinding batu ikut mengamini kebenaran dari ucapan sang desainer tua. Salsabila menarik kembali telapak tangannya, menatap sisa rasa perih yang menjalar di pergelangan tangannya akibat beban ganjil tersebut. "Seluruh cerita mengenai kuda terbang empat ribu tahun lalu itu hanyalah mitos pengantar tidur yang tidak nyata, Madame Christine." Ia melangkah mundur, berusaha menepis debaran aneh yang terus bergaung di dalam rongga dadanya sejak menyentuh logam emas itu. "Camelia, ibumu tidak pernah b
Last Updated: 2026-07-04
Chapter: 8. Pusaka yang Kembali Pulang
"Keluar dari sini, Safira! Ruangan ini hanya terbuka bagi mereka yang mengalirkan darah murni wangsa Alexandrite di dalam nadinya!" Madame Christine menghadang pintu panel rahasia dengan merentangkan kedua tangannya yang gemetar, menatap tajam ke arah gadis bermata serakah yang mencoba menyelinap di belakang Salsabila. Napasnya memburu kasar, meremas ujung selendang sutranya seolah sedang mempertahankan benteng terakhir dari serbuan penjarah asing. Kerut di wajah tua sang desainer mengeras tanpa menyisakan sedikit pun keramahan komersial yang biasa ia pamerkan di lobi utama butik. Safira menghentakkan kakinya ke lantai marmer, wajahnya yang semula merona kemenangan mendadak pias dan berkerut masai karena penolakan mentah-mentah tersebut. "Lazarus, lihat bagaimana desainer tua ini menghinaku seolah aku adalah seorang pencuri rendahan!" Air mata buatannya mulai menggenang di sudut mata, sementara tangan lentiknya meremas lengan jas tuksedo m
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: 7. Kembalinya Pusaka Alexandrite
"Saya bersumpah ukuran ini sudah sesuai dengan catatan awal, Nona Salsabila, namun saya bisa menawarkan alternatif lain yang siap pakai," ratap Madame Christine seraya meremas selembar pita ukur dengan jemari yang gemetar di tengah keheningan butik. Desainer itu buru-buru menarik sebuah manekin dari sudut ruangan gelap, memamerkan gaun putih tulang yang terbuat dari serat sutra sintetis kasar berpahat manik-manik imitasi murahan. Kilau kain buatan itu tampak redup, menyebarkan aroma kimia yang tajam ke seluruh penjuru ruangan ganti yang dilapisi karpet beludru merah. Madame Christine berdeham cemas, menatap ragu ke arah kulit lengan Salsabila yang putih bersih. "Hanya saja, bahan tiruan ini memiliki risiko tinggi memicu reaksi alergi hebat bagi kulit yang sensitif." "Gunakan saja gaun tiruan itu, Salsabila. Kita tidak punya waktu untuk meratapi sepotong kain yang sudah melekat di tubuh Safira," perintah Lazarus dengan n
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: 6. Panggung Sandiwara Sang Perisai
Pagi hari itu terasa dingin bagi Salsabila. Dia berdiri tegak di depan cermin besar, merapikan kerah blus satin hitam yang membungkus tubuh rampingnya. Pancaran matanya tidak lagi menyiratkan keputusasaan yang biasa ia simpan selama lima tahun terakhir. Ia melangkah keluar kamar setelah memastikan seluruh dokumen pengalihan aset keluarga Chrysan tersimpan aman di dalam tas kulitnya. "Kamu terlihat sangat pucat untuk ukuran seorang calon pengantin, Salsabila," tebak Lady Florist saat mereka bertemu di lobi utama. Wanita paruh baya itu mengenakan gaun beludru biru tua yang memancarkan keanggunan seorang matriark sejati. Tangannya yang dihiasi gelang giok kuno bergerak anggun, mengisyaratkan Salsabila untuk segera mendekat ke arahnya. Tatapan matanya yang teduh menyembunyikan rasa bersalah mendalam atas rencana keji yang disusun oleh putra bungsunya. Salsabila mengulas senyum tipis, menjabat tangan calon ibu mertuanya dengan kehangatan yang dipaksakan. "Udara malam di mansion ini s
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: 5. Tunanganku Lebih Tau Selera Adik Tiriku
"Buka pintunya, Salsabila! Aku akan menyuruh pengawal mendobrak kamar ini sekarang juga!" suara otoriter Lazarus terdengar berat di balik daun pintu kayu ek yang tebal, memecah keheningan koridor mansion Svarga. Ketukan jarinya yang berirama konstan berubah menjadi gedoran kasar yang menuntut kepatuhan mutlak. Sejak menginjak usia delapan belas tahun dan dipindahkan ke mansion mewah ini, Salsabila tidak pernah memiliki hak atas privasinya sendiri. Salsabila bergeming di tengah kamar, menatap serpihan kaca bingkai foto yang berserakan di atas karpet beludru. Tangannya yang gemetar memegang robekan kertas bergambar wajah Lazarus yang sedang tersenyum hangat ke arah kamera. Pemandangan itu kini terlihat seperti sebuah lelucon paling menjijikkan yang pernah ia saksikan sepanjang hidupnya. Salsabila melemparkan sisa potongan foto itu ke dalam kobaran api perapian yang menyala di sudut ruangan. Kertas tebal itu melingkar, menghitam, lalu runtuh menjadi tumpukan abu kelabu dalam hitunga
Last Updated: 2026-06-08
You may also like
SHANIA
SHANIA
Romansa · Jesy Rosa
8.6K views
Sisi Lain Pelakor
Sisi Lain Pelakor
Romansa · Dyah Ayu Prabandari
8.6K views
Shadow Under The Light
Shadow Under The Light
Romansa · Nafish Grey
8.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status