Chapter: Pulau MisteriusMahluk berwujud menyeramkan dengan badan bagian bawah menyerupai ikan, bersisik yang berkilau, matanya besar dan menonjol, lengan yang panjang berselaput dan bersirip. Mahluk itu bergerak cepat meski merayap, Ratna melihat pergerakan mahluk di belakang punggung Yudha, secara spontan Yudha mengarahkan tombak itu ke dada mahluk buas tersebut.Sraaak!Bilah tombak yang tajam tak mampu melukai sedikit pun, meski ujung tombak mengenai leher mahluk berwujud manusia setengah ikan. Hanya satu kali tepisan tombak itu patah, tangannya yang kuat dan kekar mengangkat Yudha ke udara dan melemparkannya membentur dinding.Braaak!Seluruh tulang Yudha terasa remuk, badannya nyeri luar biasa. Kini mahluk itu berdiri tepat di hadapan Ratna dengan dua tangan berkuku panjang yang siap menerkam."Yudha, tolooong!" pekik Ratna, karena tak ingin Ratna menjadi santapan mahluk itu Yudha kembali bangkit. Dia memegang serpihan tombak dan sekali lagi menyerang mahluk tersebut dari samping.Craaash!Bilah tajam i
Last Updated: 2026-07-16
Chapter: Gairah membuncah di tengah samuderaDi dek kapal, Yudha merasakan kenyamanan sebab perempuan yang selama ini ia inginkan datang sendiri ke pelukannya. Matanya memandang hamparan lautan, ada rasa lega yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata. Namun berbeda dengan Yudha pikirannya dipenuhi cinta, Ratna justru mendekap penuh gairah. Hawa dingin yang menusuk tulang membuat pelukan semakin erat berbaur dengan keinginan bercumbu yang hebat."Di sini dingin, bagaimana kalau kita ngobrol di kamar?" tanya Ratna, ucapan itu membuat lamunan Yudha membuyar. Ia tetap tak bisa menolak meski saat ini harus tetap mengawasi perangkap ikan yang dipasang di bawah lambung kapal.Keduanya berjalan menuju kamar, sebuah tempat hangat yang kedap udara sehingga angin laut tak mampu masuk ke dalam. Sesampainya di kamar, Ratna melepaskan mantel tebal, ia menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar serta menyalakan keran yang mengalirkan air hangat."Kamu mau mandi bareng aku?" tanya Ratna, Yudha mengangguk pelan, ia hanya bisa menurut seperti kerb
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Pucuk dicinta, Ratna pun tibaSudah dua Minggu Yudha berjualan, selama itu pula usahanya mulai menunjukkan kemajuan. Namun yang namanya usaha tak selalu berjalan mulus, terutama pasokan ikan tuna dan ikan Napoleon yang jadi menu utama di warung itu mulai berkurang. Sejak Yudha membuka warung, ia tidak lagi melaut sedangkan para nelayan lain tidak pandai menangkap ikan tuna dan ikan Napoleon yang langka."Sehari ini kita menolak empat orang yang memesan Tuna pedas. Mereka kecewa," kata Sari saat hari beranjak sore, uang yang dikumpulkan pun tak sebanyak dua atau tiga hari lalu."Kita masih punya udang asam manis, atau lobster rebus yang gurih," timpal Yudha."Makanan seperti itu banyak ditemui di tempat lain, jadi enggak ada istimewanya bagi para pelaut yang singgah," imbuh Sari."Mencari ikan itu membutuhkan perahu yang enggak berisik dan berada sekitar sepuluh kilometer dari bibir pantai, jika orang lain enggak bisa menangkap ikan itu ... biar aku sendiri yang turun tangan," cetus Yudha."Aku ikut!" Sari dan Yasm
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Namanya juga usaha"Aku juga janda lho, Mas ... masa iya kamu enggak kasian sama aku," goda Yasmin menempelkan dada-nya di bahu Yudha."Duh gimana ya?" Yudha tampak canggung, jika dulu dia dihina karena kondisi fisiknya yang cacat tapi kini justru semua perempuan ingin merasakan berada dalam pelukannya."Biar aja dia kerja sama kita, toh aku dengar Yasmin ini pintar memasak." Tiba-tiba Sari sampai ke tempat itu."Mbak Sari---," Yasmin menoleh ke arah kakak tirinya Yudha, spontan Yasmin menjauh."Nanti aku jadi ada teman ngobrol kalau kamu di sini, apalagi anak buah juragan Kardi suka rese sama perempuan," tegas Sari.Setelah berbincang, Sari dan Yudha kemudian pulang. Masih banyak yang harus dikerjakan agar warungnya siap beroperasi, setidaknya Yudha membutuhkan beberapa peralatan seperti etalase atau meja kursi. Untuk membuat tempat usaha paling sederhana saja membutuhkan modal yang cukup besar, Yudha mengira uangnya cukup namun setelah dikalkulasi ternyata uangnya masih jauh dari kata memadai."Dia bi
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Sari lagi pinginYudha pulang malam itu, uang yang dijanjikan Sumiyati tidak dia bawa secara langsung namun akan dititipkan melalui pembantu. Di tengah jalanan menuju rumah, aroma amis yang begitu pekat tercium, bulu kuduk Yudha berdiri saat hawa aneh di sekelilingnya berubah. Sosok Dewi Lanjar muncul dari kepulan asap di depannya."Akhirnya kamu melakukan tugasmu juga," ucap perempuan dari kerajaan laut itu."Lantas apa lagi yang akan aku dapat?" tanya Yudha."Hahaha! Kamu memang lihai dalam memikat wanita, tunggulah sampai esok maka uang itu akan datang ke padamu. Ingat, meskipun keuangan membaik, tugasmu belum selesai. Lakukan setiap satu purnama sekali dengan orang berbeda." Dewi Lanjar menyeringai, memperlihatkan tawa seram dengan bibir bertaring, setelah berkata demikian ia pun kembali menghilang dari pandangan Yudha menyisakan aroma amis luar biasa yang perlahan ikut menghilang.Sesampainya di rumah, Yudha masuk melalui pintu samping. Dia melihat Sari sudah pulas, saking nyenyak-nya gaun Sari t
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: Lelaki BayaranYudha terdiam cukup lama, ia masuk ke kamar berganti pakaian sambil menyiapkan lilin dan obor sebagai penerang jalan. "Kamu mau ke mana, Yudha?" tanya Sari Penas, Yudha tidak menjawab. Dia cuma tersenyum sambil mengemas tas dari kulit lalu menuju pintu. "Yudha!" suara Sari meninggi seolah takut ditinggal sendirian di rumah. "Mbak, aku akan kembali sebelum fajar tiba. Biar aku siapkan umpan untuk mendapatkan tangkapan yang lebih besar," sahut Yudha dengan senyum penuh misteri.Berjalan tergesa-gesa, bukannya ke pantai justru ke tepi hutan menemui seseorang yang mengirim pesan untuknya. Setelah cukup lama berjanji, ia sampai pada sebuah gubuk yang di sampingnya ada pohon rebah. Pintu gubuk tampak terbuka, aroma wangi yang khas berhembus bisa ia cium dari jarak lima meter."Yudha, aku kira kamu enggak datang," suara itu lembut terdengar, dari balik pintu gubuk Sumiyati berdiri. Gaun sutera longgar yang tipis membuat Yudha bisa melihat lekuk tubuh wanita kaya tersebut meski hanya diteran
Last Updated: 2026-07-12