author-banner
Vyn
Vyn
Author

Nobela ni Vyn

Demi Dendam, Aku Menikahi Raja Mafia

Demi Dendam, Aku Menikahi Raja Mafia

Setelah kehilangan kedua orang tuanya, Zoey tumbuh dengan satu tujuan: membalas dendam dan mengungkap kebenaran. Ia bertemu Dimitri Volkov, pewaris tunggal organisasi paling berkuasa dan ditakuti di kota. Ketika jalan mereka bertemu, Dimitri menawarkan sebuah perjanjian yang tidak bisa ditolak Zoey: pernikahan kontrak yang akan saling menguntungkan. Namun, kesepakatan tanpa perasaan itu berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih rumit. Di tengah intrik kekuasaan, pengkhianatan keluarga, dan rahasia masa lalu yang mulai terkuak, Dimitri dan Zoey terjebak dalam permainan berbahaya antara cinta dan balas dendam. Saat musuh mengintai dari segala arah dan kebenaran mulai terungkap, mereka harus memilih: bertahan atau mempertaruhkan segalanya demi cinta yang tak pernah mereka rencanakan.
Basahin
Chapter: Bab 19 — Di Balik Keheningan
Mobil hitam itu akhirnya memasuki area pemakaman keluarga Volkov.Langit sore diselimuti awan kelabu. Angin berhembus pelan, membawa aroma tanah basah yang berpadu dengan wangi bunga lili dan mawar putih yang memenuhi halaman.Barisan mobil mewah telah terparkir rapi.Para tamu, semuanya mengenakan pakaian hitam, berdiri dengan wajah serius. Bisik-bisik pelan terdengar ketika mobil Dimitri berhenti.Begitu pintu terbuka, semua mata langsung tertuju kepada mereka..Zoey dapat merasakan tatapan itu. Tatapan penuh rasa ingin tahu. Tatapan yang mencoba menilai dirinya.Ia baru saja hendak melangkah ketika sebuah tangan hangat melingkar lembut di pinggangnya.Zoey sedikit tersentak.Ia menoleh dan mendapati Dimitri berdiri di sampingnya dengan ekspresi datar seperti biasa.Tanpa menatapnya, pria itu berkata pelan,"Tetap di sampingku."Suara Dimitri begitu tenang, tetapi mengandung nada yang tidak bisa dibantah."Jangan menatap siapa pun."Zoey mengangkat wajahnya."Kenapa?"Dimitri akhirny
Huling Na-update: 2026-06-29
Chapter: Bab 18 — Bayangan Masa Lalu
Zoey tahu siapa yang dimaksud ayahnya."Mereka..."Ia memejamkan mata sejenak. Jemarinya mengepal di atas pangkuan."...Robert Starling... dan orang yang telah mengkhianati ayah."Tatapannya perlahan berubah. Jika sebelumnya dipenuhi kebingungan akibat mimpi itu, kini sorot matanya menjadi tajam dan dingin. Ia menoleh ke arah jendela besar.Sinar matahari siang menerobos masuk, menyinari taman yang tampak damai. Burung-burung masih berkicau riang, seolah dunia tidak pernah berubah.Namun bagi Zoey, semuanya terasa berbeda. Mimpi itu bukan sekedar bunga tidur. Itu adalah pengingat. Pengingat bahwa masih ada kebenaran yang belum terungkap.Tok... tok...Suara ketukan pintu memecah keheningan."Silakan masuk," ucap Zoey pelan.Pintu terbuka perlahan. Beberapa pelayan memasuki ruangan sambil mendorong troli berisi hidangan makan siang. Aroma makanan hangat segera memenuhi perpustakaan pribadi itu.Margaret berjalan paling depan sambil membawa senyum ramah seperti biasanya."Selamat siang,
Huling Na-update: 2026-06-29
Chapter: Bab 17 — Mimpi yang Kembali
Tanpa mengganggu ketenangan itu, Dimitri akhirnya berbalik dan melangkah pergi. Ia memilih menjaga jarak seperti biasanya. Baginya, melihat Zoey tersenyum dari kejauhan sudah lebih dari cukup. Sementara itu, Zoey tetap tenggelam dalam dunia novel kesayangannya, sama sekali tidak menyadari bahwa seseorang telah diam-diam menjaga kebahagiaannya sejak awal. Waktu terus berlalu. Sinar matahari yang semula hangat perlahan bergeser, menyinari sisi lain ruangan. Suasana tetap tenang, hanya ditemani suara gemericik air dari taman dan sesekali kicauan burung yang hinggap di ranting-ranting pohon. Zoey menutup halaman terakhir novel yang sedang dibacanya. Ia menghembuskan napas panjang. "Bagus sekali..." Novel itu berhasil membuatnya larut dalam kisah para tokohnya hingga lupa pada waktu. Namun, rasa kantuk perlahan mulai menyerangnya. Ia meregangkan tubuh, lalu menyandarkan punggung pada sofa empuk. Secangkir teh di atas meja sudah tak lagi mengepulkan uap hangat. "Hoam..." Zoey menu
Huling Na-update: 2026-06-28
Chapter: Bab 16 — Ruang yang Menenangkan
"...kenapa harus selalu berpura-pura sedingin itu?" Di luar ruangan, Margaret yang belum benar-benar pergi melihat senyum kecil yang akhirnya muncul di wajah Zoey. Wanita paruh baya itu menghembuskan napas lega. Setidaknya, untuk pertama kalinya sejak gadis itu datang ke rumah ini, ia melihat secercah ketenangan di wajah sang nyonya muda. Margaret pun melangkah pergi dengan hati yang lebih ringan, membiarkan Zoey menikmati ruang pribadinya tanpa gangguan. Setelah pintu tertutup, suasana kembali sunyi. Hanya terdengar gemericik air dari pancuran kecil di taman dan desir angin yang menggerakkan dedaunan di luar jendela. Zoey masih memegang kartu kecil pemberian Dimitri. Jari-jarinya mengusap perlahan tulisan tangan pria itu sebelum akhirnya ia menyelipkan kembali kartu tersebut ke belakang bingkai foto lavender. Senyum tipis masih menghiasi bibirnya. "Aneh sekali..." gumamnya pelan. "Perhatian seperti ini... kenapa tidak pernah diucapkan secara langsung?" Ia menggeleng kecil sa
Huling Na-update: 2026-06-28
Chapter: Bab 15 — Ruang yang Disiapkan Khusus Untuknya
"Kalau Tuan muda melihat foto ini..." gumam Margaret dalam hati. "...mungkin beliau akhirnya bisa sedikit tersenyum." Wanita paruh baya itu memandangi hasil foto di layar ponselnya sejenak. Senyum Zoey yang tulus terasa begitu berbeda dari hari-hari sebelumnya. Sejak gadis itu datang ke rumah ini, wajahnya lebih sering dihiasi kebingungan dan kesedihan daripada kebahagiaan. Sayangnya, Dimitri bukan tipe pria yang pandai menunjukkan perhatian lewat kata-kata. Ia selalu memilih diam, dan diamnya sering kali disalahartikan. Margaret menghela napas pelan sebelum menyimpan kembali ponselnya. Sementara itu, Zoey masih berdiri di depan pintu ruang yang baru saja menjadi miliknya. Matanya tak lepas dari taman kecil yang terbentang di balik jendela kaca besar. "Emm..." Ia menoleh ke arah Margaret. "Kalau boleh... apa aku bisa sarapan di ruanganku saja?" Nada suaranya terdengar hati-hati, seolah khawatir permintaannya akan dianggap merepotkan. Namun Margaret justru terkekeh pelan. "
Huling Na-update: 2026-06-28
Chapter: Bab 14 — Peran yang Mulai Mengaburkan Batas
"...Berapa lama lagi aku harus hidup dengan pertanyaan yang tak pernah kau jawab, Dimitri?"Tidak ada jawaban.Yang terdengar hanyalah gema pintu yang baru saja tertutup, disusul langkah kaki Dimitri yang perlahan menghilang di sepanjang koridor rumah.Zoey tetap berdiri di tempat. Pandangannya terpaku pada pintu itu, seolah berharap pria tersebut akan kembali masuk dan mengatakan bahwa semua yang terjadi hanyalah kesalahpahaman. Namun harapan itu tak pernah terwujud.Dengan napas panjang, ia mengusap air mata yang masih membekas di pipinya. Kepalanya terasa penuh oleh begitu banyak pertanyaan yang tidak memiliki jawaban.Akhirnya ia berbalik dan berjalan menuju kamar mandi. Suara air yang mengalir memenuhi ruangan, tetapi tidak mampu mengusir kekacauan di dalam pikirannya.Tiba-tiba sebuah kalimat kembali terngiang di telinganya."Lakukan peranmu dengan baik."Kalimat itu terdengar begitu jelas, seolah seseorang baru saja mengucapkannya tepat di samping telinganya.Zoey memejamkan ma
Huling Na-update: 2026-06-28
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status