Chapter: Bab 20Pagi hari telah tiba dan sekarang pukul delapan pagi.Di ruang makan, Viona tampak sibuk mengunyah rotinya sembari sesekali melirik ke arah Kevin.Pria itu tampil sangat rapi seperti biasa dengan kemeja putih yang pas di tubuh tegapnya, sibuk meminum kopi hitam tanpa gula.Sisa-sisa kejadian liar dan ciuman panas di walk-in closet semalam seolah menguap begitu saja dari wajah datar sang bos, membuat Viona harus bekerja ekstra keras untuk menata detak keraguan di dadanya sendiri.Kring! Kring!Dering nyaring dari ponsel milik Kevin membelah keheningan di area meja makan. Kevin menoleh santai ke arah layar ponsel yang tergeletak di samping piringnya.Begitu manik mata hitamnya menangkap nama 'Mama' yang tertera di sana, raut wajahnya yang tenang seketika berubah kerung.Kevin menghela napas kasar, mengembuskannya dengan berat sebelum akhirnya menggeser tombol hijau dan menempelkan benda pipih itu ke telinganya."Ya, Ma?" sapa Kevin dengan nada suara yang sangat datar dan dingin.Dari se
Terakhir Diperbarui: 2026-07-25
Chapter: Bab 19Viona mendadak tersadar dari pusaran gairah yang membakar seluruh kesadarannya.Dengan sisa tenaga dan napas yang tersengal-sengal, dia memaksakan diri mendorong chest tegap Kevin. Dia menarik tubuhnya menjauh, berdiri secara mendadak sembari merapikan kemeja kerjanya yang agak kusut.Wajahnya terasa sangat panas, merona merah padam hingga ke balik leher.Rasa salah tingkah yang luar biasa hebat menyergapnya, membuat mata Viona bergerak liar menoleh ke kiri dan ke kanan, menatap ke sembarang arah asal tidak bertatapan langsung dengan pria di bawahnya.Sementara itu, Kevin masih berada di posisi bawahnya di atas karpet tebal.Pria itu menumpu tubuhnya di lantai dengan santai, duduk dengan satu kaki terlipat dan satu kaki lainnya menekuk ke atas, tempat tangan kirinya bertumpu santai di atas lutut.Pria itu menyandarkan sedikit bobot tubuhnya ke belakang, menatap luruh ke arah Viona dengan sepasang manik mata hitam yang kian meredup pekat dan dipenuhi sisa-sisa gairah yang belum tuntas.
Terakhir Diperbarui: 2026-07-25
Chapter: Bab 18Sambil mendengus kesal, Viona memindahkan kantong-kantong belanjaan bermerek itu ke dalam walk-in closet yang terhubung dengan kamar utama.Ruangan luas berdinding kaca dan kayu premium itu begitu megah, sangat berbanding terbalik dengan lemari plastik sederhana yang biasa Viona gunakan di kontrakan lamanya.Viona mulai menata gaun-gaun malam, setelan kerja, dan jajaran tas mewah itu secara asal.Dia meletakkannya begitu saja di atas rak tanpa memikirkan estetika. Rasa jengkel pada Kevin membuat gerakannya menjadi serba ketus dan terburu-buru.Srek.Suara pintu geser walk-in closet terbuka lebar. Kevin berdiri di ambang pintu, masih memakai kemeja putih dengan lengan yang digulung sebatas siku.Pria itu mendesis pelan, berdecak heran menyaksikan kelakuan sekretarisnya."Apa yang sedang kamu lakukan, Viona?" tegur Kevin dengan nada tidak puas.Pria itu menggelengkan kepala lalu melangkah mendekat."Kamu menaruh tas seharga puluhan juta ini seperti menumpuk dus mi instan di gudang."Kev
Terakhir Diperbarui: 2026-07-25
Chapter: Bab 17Sesampainya di apartemen, Viona sengaja masuk lebih dulu untuk membukakan pintu untuk sang pemilik apartemen.Viona mengembuskan napas panjang, bersiap melepas sepatu tumit tingginya setelah seharian dipaksa menahan kecanggungan yang memeras tenaga.Namun, begitu melangkah lebih dalam ke area ruang tengah yang luas, langkah kakinya mendadak terhenti kaku.Matanya membola sempurna.Di atas sofa kulit berukuran besar dan meja kaca di tengah ruangan, berjejer puluhan kantong belanjaan berlogo brand-brand mewah internasional yang biasanya hanya bisa Viona lihat dari balik kaca etalase mal kelas atas.Sepatu, gaun malam, tas kulit premium, hingga jajaran kotak perhiasan dan kosmetik tertata rapi di sana, seolah-olah sebuah butik mewah baru saja pindah ke dalam apartemen tersebut."T-Tuan... ini apa?" tanya Viona gagap.Suaranya tertahan di tenggorokan saat dia menunjuk tumpukan barang yang nilainya pasti setara dengan harga satu unit rumah itu.Kevin melangkah santai dari belakangnya.Pria
Terakhir Diperbarui: 2026-07-24
Chapter: Bab 16Viona tidak mau membuang waktu satu detik pun.Begitu pintu mobil sedan hitam itu terbuka di area parkir basement, dia langsung melompat keluar dan berlari kecil menuju pintu lift khusus executive.Napasnya memburu pendek-pendek, dadanya bergemuruh hebat seperti ada ribuan kepakan sayap kupu-kupu yang mengamuk di dalamnya.Wajahnya terasa begitu panas.Bayangan wajah Kevin yang teramat dekat, hanya berselisih satu milimeter di depan bibirnya, terus berputar di kepalanya bagaikan adegan film yang diulang tanpa henti.Jika saja mobil operasional kantor itu tidak membunyikan klakson keparat tadi, Viona tahu pasti bibir mereka sudah saling melumat untuk kesekian kalinya.Ting!Pintu lift terbuka. Viona bergegas masuk dan menekan tombol lantai atas dengan jemari yang gemetar kaku.Dia bersandar pada dinding lift, memejamkan mata rapat-rapat sembari menepuk-nepuk kedua pipinya yang merona merah padam.Namun, sebelum pintu lift yang tebal itu sempat tertutup sempurna, sebuah tangan kekar ber
Terakhir Diperbarui: 2026-07-24
Chapter: Bab 15"Memberinya pelajaran!" ucap Kevin tegas.Tanpa menunggu balasan lagi, pria itu langsung mencengkeram jemari Viona dan menariknya masuk ke dalam mobil.Viona mencoba menahan langkahnya, memprotes keras tindakan sewenang-wenang bosnya yang terus mengambil keputusan tanpa persetujuannya."Tuan, tolong jangan ikut campur urusan pribadi saya dan kakak saya!" seru Viona saat Kevin baru saja menutup pintu mobil dan memasang sabuk pengaman."Ini masalah keluarga saya! Saya tidak mau Anda makin terseret dalam kekacauan ini!"Kevin menyalakan mesin mobil, lalu melirik Viona dari samping.Pria itu mendengus sinis, lalu menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan cemoohan."Aku sudah ikut campur sejak aku memberimu uang satu miliar rupiah itu, Viona," sahut Kevin dingin, suaranya terdengar begitu tajam menusuk indra pendengaran."Kecuali jika kamu memang bersikeras membayarku kembali dengan suka rela menjual tubuhmu padaku malam demi malam tanpa ada kaitan masalah finansial."Viona seketika bung
Terakhir Diperbarui: 2026-07-23
Chapter: Bab 66Pertanyaan retoris namun menohok yang dilontarkan oleh Juan menguap di udara kabin sedan mewah yang dingin.Johan terdiam sejenak.Pria itu mengalihkan pandangan matanya keluar jendela, menatap deretan pepohonan kota yang berkelebat cepat.Keheningan menyergap selama beberapa saat, membuat ketegangan tak kasat mata merayap di antara bos dan asisten pribadi tersebut.Johan menghela napasnya dengan panjang, sebuah helaan napas berat yang sarat akan pergulatan batin yang rumit."Aku masih bingung dengan perasaanku sendiri, Juan," aku Johan akhirnya dengan nada suara bariton yang teramat rendah."Entah apa yang sebenarnya sedang kurasakan saat ini. Apakah ini rasa bersalah... rasa sayang... atau sekadar bentuk tanggung jawab moral karena aku telah merenggut kesucian Nadya?"Sreek!Juan yang sedang memegang kendali setir seketika menatap kaca spion tengah dengan mata yang makin menganga lebar.Kalimat terakhir dari mulut sang atasan sukses memberikan hantaman kejutan baru yang tak kalah te
Terakhir Diperbarui: 2026-07-25
Chapter: Bab 65Suasana di dalam kabin mobil sedan mewah bermerek Jerman yang melaju sedang menuju restoran bintang lima itu mendadak hening mencengkeram.Johan duduk di kursi penumpang belakang dengan setelan jas yang sudah kembali rapi, sementara Juan fokus mengemudikan setir di depan."A-Apa? Jadi, Anda dengan Nadya... berselingkuh?!"Juan menganga lebar, sepasang matanya membola menatap bayangan wajah bosnya melalui kaca spion tengah.Kalimat jujur yang baru saja dilontarkan oleh Johan mengenai hubungan intim terselubungnya dengan sang pelayan rumah tangga sukses membuat asisten tepercaya itu tersentak hebat hingga hampir melupakan kendali kemudinya.Johan menghela napas kasar, mengalihkan pandangannya menatap deretan gedung pencakar langit di luar jendela mobil. "Biasa saja, Juan. Tidak perlu kaget berlebihan seperti itu."Juan langsung mengatupkan bibirnya yang sempat menganga, lalu menelan ludah pelan untuk menetralkan rasa terkejutnya. Namun, rasa penasaran yang teramat besar tak bisa ditahan
Terakhir Diperbarui: 2026-07-25
Chapter: Bab 64Johan bangkit berdiri sebentar, melucuti celana bahannya hingga tubuh kekar raksasanya yang berotot penuh terekspos sempurna di balik temaram cahaya ruangan.Tanpa membuang waktu sedetik pun, pria itu meraih kedua paha mulus Nadya, menghentakkan tubuh mungil pelayannya agar bergeser tepat ke tepian sofa kulit hitam yang dingin."Pak Johan... ahh!"Belum sempat Nadya menyelesaikan seruan kagetnya, Johan memosisikan tubuh tegapnya di antara kedua kaki Nadya, lalu dengan satu dorongan pinggul yang teramat kuat, dalam, dan presisi, dia menyatukan keintiman mereka secara utuh tanpa celah.Pakkk!Penyatuan yang mendadak dan tak berampun itu seketika membuat mata Nadya membola lebar.Suara jeritan nikmat bercampur kepuasan yang melengking tinggi lolos begitu saja dari tenggorokannya, memecah keheningan ruangan kedap suara berlantai atas tersebut.Dinding keintiman Nadya yang membasah hangat menyambut penetrasi keras milik Johan dengan remasan refleks yang sangat jepitan."Nghhh! Nadya... shi
Terakhir Diperbarui: 2026-07-25
Chapter: Bab 63Kancing demi kancing daster batik yang dikenakan Nadya terlepas satu per satu di bawah kelihaian jemari Johan.Pakaian tipis itu tersingkap perlahan, meluruh jatuh menyingkapkan kehalusan bahu mulus serta dada bagian atas Nadya yang seputih porselen.Berbeda dengan perlakuan liar penuh kepanikan tadi malam di rumah, kali ini setiap inci pergerakan Johan terasa teramat syahdu, penuh perhitungan, namun menyusupkan getaran dahsyat yang membuat sekujur tubuh Nadya berdesir hebat.Johan melepaskan lumatannya di bibir Nadya secara perlahan, meninggalkan jejak saliva yang berkilauan di bawah temaramnya pencahayaan ruang kerja eksekutif itu.Pria bertubuh raksasa itu menatap lekat pada gumpalan keindahan di bawahnya.Sorot mata elangnya tidak lagi memancarkan kebuasan yang terburu-buru, melainkan sebuah pemujaan jantan yang dalam dan begitu mengintimidasi."Pak... mhh..." cicit Nadya dengan suara yang hampir tenggelam, sepasang mata bulatnya sayu menatap Johan, jemari tangannya meremas pelan
Terakhir Diperbarui: 2026-07-24
Chapter: Bab 62"Jangan pernah mengatakan hal itu di depanku, Nadya!"Suara bariton Johan menggelegar rendah namun penuh penegasan mutlak.Pria itu kemudian menatap lekat-lekat wajah Nadya yang kini duduk di hadapannya di sofa kulit hitam.Sorot mata elangnya berkilat berbahaya, menolak keras bayangan bahwa pelayan mungil yang sudah menguasai seluruh pikiran dan hasratnya itu akan pergi melangkah keluar dari kehidupannya.Nadya menundukkan kepalanya sedikit, jemari halusnya saling meremas dan memainkan ujung kain jas Johan yang tergeletak di dekatnya.Rasa takut akan ancamannya sendiri beradu dengan keberanian untuk membela harga diri sang majikan."Saya bersungguh-sungguh, Pak Johan," cicit Nadya dengan suara bergetar namun sarat akan keseriusan."Tolong jangan gegabah. Saya... saya akan membantu Pak Johan mencari tahu semuanya sampai tuntas. Kita buktikan dulu semua kebusukan Ibu Lyra dan Kevin sampai kita pegang bukti yang tak terbantahkan.“Dan... andai memang ternyata semua ini hanya salah paham
Terakhir Diperbarui: 2026-07-24
Chapter: Bab 61Johan melangkah makin dekat, melepaskan cengkeraman ketegangan di bahunya, lalu melemparkan jas hitam mewahnya dengan asal ke atas sofa kulit di sebelah meja kerja.Pria itu kemudian menghela napas panjang, sebuah helaan napas berat yang menyiratkan puncak keletihan dari akumulasi drama busuk yang menggerogoti kehidupannya selama berbulan-bulan.Dia pun memutar tubuhnya, membelakangi jendela kaca raksasa, lalu menatap lurus ke dalam manik mata bulat milik Nadya."Aku ingin menyelesaikan semua sandiwara memuakkan ini secepatnya, Nadya," ucap Johan dingin."Aku sudah membuat keputusan. Dalam waktu dekat, aku akan melayangkan gugatan cerai pada Lyra. Dan aku akan mengabulkan tuntutan gono-gininya, aku akan memberikan sebagian besar uang yang dia minta agar dia angkat kaki dari hidupku."Sreeek!Sontak, sepasang mata bulat Nadya membola sempurna karena terkejut setengah mati.Jantungnya serasa berhenti berdetak seketika.Tanpa sadar, sifatnya yang vokal saat membela keadilan langsung meng
Terakhir Diperbarui: 2026-07-23