author-banner
SereiaAlvenna_
SereiaAlvenna_
Author

Novels by SereiaAlvenna_

Ranjang Panas Pengantin Pengganti

Ranjang Panas Pengantin Pengganti

Hidup tak pernah benar-benar berpihak pada Rosélia Deveraux. Sejak kecil, dia dibenci oleh ayah kandung, ibu sambung, bahkan kakek dan neneknya sendiri karena dianggap sebagai penyebab kematian Calestine, ibunya, yang meninggal saat melahirkannya. Namun penderitaan Rosélia tidak berhenti di sana. Ketika hidupnya mulai merasa tenang, semuanya kembali berubah. Dia tiba-tiba harus menggantikan Valerie, adiknya untuk menikah dengan Maverick setelah penyakit Valerie mendadak kambuh beberapa saat sebelum pernikahan. Sayangnya pernikahan itu bukan awal dari kebahagiaan. Menjadi istri Maverick, seorang CEO kaya, tampan dan berkuasa justru menyeret Rosélia ke dalam kehidupan yang penuh luka. Satu persatu penderitaan menghampirinya, terlebih karena Maverick membencinya setengah mati. Di tengah pernikahan tanpa cinta, mampukah Rosélia bertahan? Atau justru dia akan hancur oleh Maverick?
Read
Chapter: Chapter 111
Seorang gadis kecil berdiri memeluk dirinya sendiri saat angin yang cukup kencang datang begitu tiba-tiba. Sudah sejak tiga puluh menit lalu dia berdiri di depan sekolah menunggu Ibunya menjemput. Kakinya mulai pegal, tapi yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang."Elodie, tunggu sebentar ya. Aku ke dalam dulu mengambil jaket dan payung," ucap gurunya.Elodie mengangguk. Entah sadar atau tidak, gadis kecil itu melangkahkan kakinya pelan. Semakin jauh-semakin jauh hingga tak terasa dia sudah tak ada di lingkungan sekolah lagi."Mommy lama, Elodie bisa pulang sendiri," desisnya.Entah karena bosan atau memang dia merasa bisa pulang meski tidak dijemput, dengan tekadnya, Elodie berjalan cepat. Beruntung jalur sekolah ke rumahnya tidak melewati jalan utama yang ramai.Kaki kecil itu terus melangkah. Udara yang semakin dingin mulai menusuk tulangnya."Kenapa dingin sekali," ucapnya. Gadis itu berhenti sejenak, kemudian menengadah dan membuka tangannya menghadap langit."Mendung dan hujan su
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: Chapter 110
Interlaken benar-benar menyihir Maverick agar pria itu tak segera pulang. Tiga hari berlalu, dia kembali mengundur kepulangannya. Alasannya, dia merasa nyaman di sana karena hanya ada ketenangan yang melingkupinya."Kamu bisa pulang duluan, James. Dan jangan lupa cari tahu tentang lukisan itu," ucap Maverick setelah meneguk teh hangatnya."Baik, Tuan," jawab James.Ada rasa khawatir meninggalkan tuannya sendiri di negeri orang, tapi James lagi-lagi tak memiliki kekuatan untuk menolak. Mungkin saja Tuannya itu memang sedang ingin menyendiri di kawasan sejuk seperti Interlaken."Tapi mungkin saya di sini sekitar dua hari lagi, Tuan. Seperti yang Tuan katakan, saya harus mencaritahu tentang lukisan itu, dan saya akan mulai dari sini," izin James yang kemudian diangguki oleh Maverick.Mereka baru saja kembali setelah perjalanan mereka. Sengaja kegiatan hanya dibuat setengah hari agar setengah hari sisanya mereka bisa bersantai.Maverick duduk di kursi kayu di halaman penginapannya. Secan
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: Chapter 109
Sudah terhitung dua jam lamanya Maverick terus saja bergerak gelisah di atas ranjang. Dia sudah mengubah posisinya menjadi menghadap ke kanan, ke kiri, bahkan terlentang. Namun, matanya masih enggan untuk terpejam.Alasannya karena lukisan yang dia lihat sore tadi di salah satu galeri."Aku yakin, aku sangat yakin itu milik Rosélia. Tapi, bagaimana bisa?" lirihnya. "Itu bukan karya lama, tahunnya tertulis jelas dua tahun yang lalu.""Arrghh, sialan!" Usai mengumpat, pria itu bangkit terduduk di ranjangnya kemudian mengambil ponsel yang teregeletak di samping bantal.Pria itu mengetikan sesuatu di mesin pencarian. Dia hanya ingin tahu berapa banyak seniman yang menggunakan benang merah dalam lukisannya dan jika memang ada, dia akan membandingkan teknik lukisnya dengan milik Rosélia.Ada, Maverick menemukan beberapa tapi maknanya berbeda. Milik Rosélia selalu terkesan menghubungkan setiap objek yang ada dalam lukisan, tapi milik orang lain tidak seperti itu.Dan lukisan yang dia lihat t
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: Chapter 108
Tempat terakhir yang Maverick datangi di Swiss adalah Interlaken. Sebuah kota yang diciptakan ketika Tuhan sedang bahagia. Keindahan yang selalu mampu memanjakan mata, meluapkan rasa sedih yang berganti dengan kebahagiaan serta sejuknya udara di sana selalu berhasil menenangkan hati.Karena ini tempat terakhir, Maverick tidak ingin terlalu terburu-buru. Dan di sini, dia tak ditemani oleh siapapun selain James."James, carikan aku galeri yang sekiranya harus aku kunjungi," perintah Maverick. Padahal mereka baru saja hendak mencari tempat untuk menginap, namun perintah Maverick seolah tak ada hentinya."Baik, Tuan." Namun akhirnya James hanya bisa mengiyakan Sang Tuan karena dia juga tidak memiliki kuasa untuk menolak.Tibalah mereka di pemukiman yang tak terlalu padat. Di sana didominasi oleh padang rumput hijau dan aliran sungai di belakang pemukiman dengan air yang begitu jernih.James menghentikan langkahnya di sebuah homestay yang memberikan kesan hangat, tenang dan tentu saja deka
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: Chapter 107
Tiga hari kemarin Maverick menghabiskan waktunya di Zurich. Cukup banyak pengalaman dan hal baru yang dia dapatkan. Dan hari ini untuk dua hari ke depan, dia akan menghabiskan waktu di Basel. Dia datang ke sebuah kompleks bangunan modern. Dinding-inding kaca, baja dan beton membentuk garis-garis tegak yang tampak sederhana tapi memiliki karekter kuat. Bangunan unik berbentuk geometris.Di sana, Maverick mempelajari inovasi salah satunya bentuk bangunan. Selain itu Maverick juga mempelajari efisiensi yang dapat dia lihat dari hampir tidak ada lampu yang menyala karena pencahayaan alami dari skylight di langit-langit.Maverick tak sendirian, dia di sana bersama dengan Felix, seorang CEO perusahaan konstruksi yang sudah banyak membangun bangunan-bangunan unik dan mewah di Swiss.Ketiganya akhirnya tiba di atap gedung yang hampir dipenuhi dengan panel surya."Tidak salah aku datang ke sini. Terima kasih atas bantuanmu. Aku harap aku tidak merepotkanmu," ucap Maverick."Tentu saja tidak.
Last Updated: 2026-07-28
Chapter: Chapter 106
Setelah lima tahun berlalu, persaingan pasar properti belakangan menjadi semakin ketat. Banyak perusahaan properti baru yang sudah berkembang pesat.Banyaknya karyawan muda di perusahaan tersebut membuat Ashbourne Holdings sedikit tertinggal karena sebagian besar desain dan konsep yang mereka miliki bisa dibilang kuno dan tidak kekinian.Beberapa minggu ini Maverick memutar otak untuk mengubah konsep mereka menjadi lebih unik namun tetap memiliki identitas sebagai Ashbourne Holdings. Berulang kali dia menulis konsep baru, kemudian menghapusnya lagi saat dirasa tidak sesuai. Terus seperti itu hingga dia berkunjung ke Atelier De Rosélia.Salah satu lukisan milik Rosélia berhasil mendatangkan ide pada Maverick. Sebuah lukisan bangunan klasik yang bersanding dengan panorama senja di sebuah padang rumput hijau."Mungkin aku harus bepergian agar bisa mendapatkan inspirasi lebih banyak," desisnya. "Bangunan klasik…" sambungnya. Matanya berbinar seolah dia mendapatkan ide. Pria itu bergegas
Last Updated: 2026-07-28
ALARICK

ALARICK

"Andaikan bunuh diri bukan sebuah dosa, dan tak ada neraka di akhirat, mungkin kematian akan menjadi pilihan utama.” Kehidupan seorang Nerissa Frore memang tak pernah menjumpai kata bahagia yang sering orang katakan. Bahagianya hanya sekedar masih diberikan kehidupan. Sekeras apapun dia mencari alasan untuk hidup tak pernah sekalipun ia dapatkan sebelum dirinya bertemu dengan Alarick Mauricio. Pria berperawakan tinggi dengan kulit sawo matangnya mampu membuat kehidupan Nerissa berubah. Sering kali terlihat senyum manis di bibirnya sebelum akhirnya sebuah keputusan merenggut kembali senyum itu dari wajahnya. Perjodohan yang tak pernah diinginkan oleh Alarick kini harus terjadi. Kehidupan yang awalnya menjadi impian, namun sekarang hal itu menjadi hal yang paling Nerissa hindari. Di sanalah kehidupan bagai neraka Nerissa dimulai. Sanggupkah dia bertahan di tengah hujaman rasa sakit yang diberikan Alarick?
Read
Chapter: Alarick Part 39
"Nerissa!" Dibantingnya pintu dengan kencang. Gadis itu masuk ke apartemennya setelah mendapatkan kabar dari Nerissa tentang perceraiannya. Dibantingnya tas selempang yang dia gunakan sembarangan. Saking terburu-burunya, dia sampai lupa ada orang lain yang mengekor dari belakang. Kali ini pintu dibuka dan ditutup dengan lebih manusiawi.Nerissa menolehkan kepalanya melihat dua orang yang baru saja tiba. Beberapa menit lalu, Nerissa memberitahu kedua temannya untuk bertemu di apartemen Lovetta. Gadis itu juga memberitahu akan perceraiannya dengan Alarick."Jelaskan!" Masih Lovetta yang menggebu-gebu, sementara Raquil hanya menyimaknya."Kau ingat saat malam aku pingsan dan kau yang membawaku ke rumah sakit?" tanya Nerissa."Tentu saja aku ingat. Aku hampir gila saat itu melihat keadaanmu," jawab Lovetta.Pandangan mata Nerissa kosong. Ingatannya menerawang jauh ke hari di mana dia pingsan."Sebelum menelponmu, aku menelepon Alarick. Tapi, dia tak mengangkat telponnya dan juga tidak ba
Last Updated: 2026-05-09
Chapter: Alarick Part 38
Keheningan menyelimuti ruang tamu apartemen Alarick, padahal di sana ada dua orang yang sedang berkecamuk dengan pikiran mereka.Sepasang suami istri itu duduk berhadapan dengan meja sebagai perantara. Di atas meja itu terdapat sebuah map yang malam tadi diberikan oleh Nerissa pada Alarick—lengkap dengan pena yang tergeletak di atasnya.Masing-masing sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Ya, Nerissa memuskan untuk pergi menemui Clara setelahnya."Sudah kau tandatangani?" Nerissa memecah keheningan di antara mereka.Alarick membasahi tenggorokannya. "Apa kau sudah memikirkan alasan yang akan kau sampaikan pada kedua orang tua kita?" tanya Alarick.Nerissa berdecak. "Jika yang kau takutkan kau tidak akan mendapatkan semua harta ayahmu, tenang saja. Seperti keinginanmu, kau akan mendapatkan semuanya tanpa kehilangan sepeser pun," jawab Nerissa.Niatnya dulu menikahi Nerissa memang karena sebuah warisan, tapi mendengar Nerissa berkata demikian mengapa rasanya ada yang mengganjal dalam hatin
Last Updated: 2026-05-08
Chapter: Alarick Part 37
Pernihakan Nerissa dan Alarick belum genap satu tahun. Bisa dikatakan pernikahan mereka masih seumur jagung. Namun, selama mereka menjadi bagian satu sama lain, Nerissa tak pernah merasakan kebahagiaan.Bukan hanya Nerissa, Alarick juga sama tersiksanya. Bagi Alarick, kebahagiaannya hanya Haleth.Tapi, meski Nerissa sama sekali tak merasakah bahagia, tak mendapatkan perlakuan sebagai seorang istri dan tak mendapatkan haknya dari seorang suami, Nerissa tak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai seorang istri.Melayani Alarick setelah pria itu pulang bekerja, berbenah rumah, dan juga memasak, itu sudah menjadi rutinitasnya selama menikah dengan Alarick.Nerissa memandang setiap sudut apartemen milik suaminya—takut suatu saat dia akan merindukannya. Meski dia selama ini hanya tidur di sofa saja.Letak apartemen Alarick yang strategis membuat pemandangan malam kota terlihat begitu memanjakan mata. Nerissa sengaja memindahkan sebuah meja bulat di sudut ruangan ke dekat jendela. Tak lupa,
Last Updated: 2026-05-07
Chapter: Alarick Part 36
Banyaknya hal yang Nerissa pikirkan membuat gadis itu sulit sekali terlelap. Sudah hampir tengah malam tapi matanya sangat segar. Dia sedari tadi hanya berguling-guling tak menentu di sofa.Suaminya juga belum menunjukkan tanda-tanda akan pulang. Jadi, Nerissa merasa bosan. Meski keberadaan Alarick juga tak berpengaruh sebanyak itu, tapi setidaknya dia tahu suaminya ada di rumah."Ah kenapa sulit sekali tidur," ucapnya pelan.Dia memutuskan untuk bangun. Dengan ponsel dalam genggamannya, gadis itu pergi ke dapur hendak mengambil minum dengan harapan dia akan terlelap setelah minum beberapa teguk air.Namun, begitu dia kembali ke sofa, entah kenapa kepalanya terasa pening. Semuanya terasa berputar. Nerissa beberapa kali menggelengkan kepalanya, menutup dan kembali membuka matanya berharap rasa pusingnya menghilang. Namun, harapan hanya harapan. Nyatanya, bukannya membaik, rasa pusing itu kian menjadi.Beruntung, ponselnya ada dalam genggaman. Menelpon Alarick adalah pilihannya karena
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: Alarick Part 35
Kondisi Nerissa semakin hari semakin memburuk. Setelah mengganti obatnya, tubuhnya lebih sering terasa lemas, darah dari hidungnya juga lebih sering menetes. Bukan salah obatnya ataupun Raquil yang tidak cakap. Tapi semua ini Nerissa penyebabnya. Deadline yang selalu mengejarnya membuat gadis itu sering kali melupakan obat yang menjadi penopang hidupnya.Hari ini tepat dua minggu setelah dia mendapatkan obat baru. Dan pertemuan dengan Raquil tadi adalah kali kedua bagi Nerissa.Temannya itu memarahi Nerissa karena gadis itu kerap melewatkan obatnya. Ditambah kesibukan Nerissa membuat fisiknya lebih lemah dari biasanya."Aku akan benar-benar mengurungmu di Rumah sakit jika kau berani melewatkan obatmu lagi," ancamnya.Raquil dan Nerissa berjalan beriringan di lorong Sakit yang tak begitu ramai. "Jangankan obat ini, nasi pun kadang aku lupa memakannya." Sambil mengangkat kotak obatnya, Nerissa masih bisa membantah.Raquil sangat geram dibuatnya. Kenapa temannya ini sangat sulit diberi
Last Updated: 2026-05-05
Chapter: Alarick Part 34
Dulu, Nerissa sangat mendambakan pernikahan. Dia membayangkan bagaimana bahagianya dia jika bisa menikah dengan pria yang dia sayangi dan keluar sepenuhnya dari keluarganya—yang dia pikir tidak menyayanginya sama sekali.Namun, semua bayangan tentang indahnya sebuah pernikahan itu pupus begitu saja setelah dia merasakannya sendiri. Mengerikan dan hampir membuatnya gila.Dengan mata sembab, gadis itu melakukan tugasnya sebagai seorang istri. Beberes rumah, memasak, menyiapkan pakaian untuk Alarick, dia lakukan semua itu setelah apa yang suaminya lakukan malam tadi.Bekas merah di pipinya masih tercetak jelas. Sakitnya pun masih terasa olehnya, namun dia berpura-pura tidak pernah mengalaminya.Suara langkah yang sudah sangat dia kenali mulai mendekat. Namun, Nerissa memilih untuk melajutkan kegiatannya."Ner—""Makanlah. Aku pergi duluan, ada yang harus aku kerjakan." Tanpa menunggu Alarick menyelesaikan ucapannya, Nerissa pergi setelah membawa tas kerjanya.Sementara itu, Alarick hanya
Last Updated: 2026-05-04
You may also like
Menjadi Janda di Malam Pertama
Menjadi Janda di Malam Pertama
Romansa · Pena_Zahra
67.6K views
Wedding Doll [INDONESIA]
Wedding Doll [INDONESIA]
Romansa · Mesir Kuno
67.6K views
Mengejar Cinta Suami Dinginku
Mengejar Cinta Suami Dinginku
Romansa · CH. Blue Lilac
67.4K views
Dear Secretary
Dear Secretary
Romansa · Kanietha
67.2K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status