author-banner
Seraphina_Elara
Seraphina_Elara
Author

Novels by Seraphina_Elara

Setelah Kau Selingkuhi Aku

Setelah Kau Selingkuhi Aku

Naura datang dengan penuh harapan untuk merayakan lima tahun pernikahannya bersama Farhan, lelaki yang ia percaya sebagai cinta sejatinya. Namun, malam bahagia itu berubah menjadi mimpi buruk ketika ia memergoki Farhan berciuman dengan wanita lain di tengah perayaan. Hatinya hancur seketika, dan semua kenangan indah terasa sia-sia. Kini, Naura harus memilih: bertahan dalam hubungan yang telah ternoda, atau pergi demi harga dirinya.
Read
Chapter: 77
POV FarhanFarhan masih terduduk di ruang mediasi yang kini telah kosong.Tatapannya kosong mengarah ke pintu yang baru saja ditutup oleh Naura.Ia masih bisa mendengar kalimat terakhir yang diucapkan wanita itu.«"Semoga kamu menjadi ayah yang baik bagi anakmu nanti."»Kalimat itu terus terngiang di kepalanya.Bukan karena Naura menyindirnya.Tetapi karena untuk pertama kalinya ia menyadari bahwa wanita itu benar-benar telah melepaskannya.Kuasa hukumnya menepuk pelan bahu Farhan."Pak Farhan.""Sidangnya sudah selesai."Farhan mengangguk pelan."Iya."Namun ia belum juga beranjak dari kursinya.---Di luar ruang mediasi.Tomi berjalan menghampiri putranya."Bagaimana hasilnya?"Farhan mengangkat wajahnya."Mediasi gagal."Tomi mengembuskan napas kasar."Dasar keras kepala."Farhan langs
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: 76
POV NauraSeminggu kemudian.Hari yang ditunggu akhirnya tiba.Hari pertama sidang perceraian.Sejak pagi, Naura sudah bersiap. Ia mengenakan setelan blazer berwarna krem dengan kemeja putih sederhana. Wajahnya tampak tenang, meski di dalam hati masih ada rasa gugup.Jolina menghampiri putrinya."Kamu sudah siap, Nak?"Naura mengangguk."Sudah, Bu.""Insyaallah hari ini semuanya berjalan lancar."Jolina menggenggam tangan putrinya."Ibu bangga padamu.""Bukan karena kamu memilih bercerai.""Tapi karena kamu berani memperjuangkan harga dirimu."Naura tersenyum tipis."Terima kasih, Bu."Tak lama kemudian, Mahendra datang bersama Gibran."Selamat pagi.""Pagi."Gibran membawa sebuah map berisi dokumen gugatan cerai dan beberapa berkas pendukung."Semua sudah siap.""Untuk sidang hari ini fokusnya ma
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: 75
POV NauraNaura mengembuskan napas panjang. Setelah melihat seluruh bukti dan mendengar penjelasan dari video Ardi Wijaya, hatinya terasa jauh lebih tenang.Ia menatap Gibran dengan penuh keyakinan."Pak Gibran."Gibran mengangkat kepalanya."Iya, Naura.""Aku menunjuk Bapak sebagai kuasa hukumnya keluargaku.""Tolong wakili aku untuk menyerahkan seluruh bukti, dokumen, dan saksi kepada pihak yang berwenang.""Aku ingin semua diproses sesuai hukum."Gibran mengangguk mantap."Baik.""Saya akan menyiapkan seluruh laporan dan memastikan setiap bukti memiliki rantai penyimpanan yang jelas agar dapat digunakan dalam proses hukum."Naura mengembuskan napas lega.Ia kemudian menoleh kepada Mahendra.Sorot matanya dipenuhi rasa syukur."Kalau bukan karena kamu, Mahendra.""Dan bantuan Pak Gibran.""Mungkin aku hanya akan fokus mengurus per
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: 74
POV GibranGibran berdiri di samping Mahendra saat para penyidik memasuki ruang rapat. Wajahnya tetap tenang meski suasana mulai menegang."Selamat siang. Saya Gibran, kuasa hukum Pak Mahendra."Salah seorang penyidik mengangguk."Kami hanya ingin melakukan pemeriksaan berdasarkan laporan yang kami terima.""Silakan," jawab Gibran. "Namun sebelum itu, saya ingin mengetahui dasar laporannya."Penyidik menyerahkan salinan surat laporan.Gibran membacanya dengan saksama.Beberapa saat kemudian, ia tersenyum tipis."Menarik."Mahendra menoleh."Ada apa?""Laporan ini menyebutkan bahwa dokumen yang kami bawa merupakan hasil pencurian dari perusahaan."Penyidik mengangguk."Benar."Gibran menutup map itu."Kalau begitu, saya ingin menjelaskan bahwa dokumen-dokumen ini berasal dari barang peninggalan pribadi milik almar... maaf, milik Pak Noel yang
Last Updated: 2026-07-16
Chapter: 73
POV NauraKeesokan paginya.Pukul tujuh tepat, sebuah mobil hitam milik Mahendra berhenti di depan rumah Jolina.Naura yang sudah siap sejak tadi langsung keluar membawa tas kecil berisi buku harian Noel, surat peninggalan ayahnya, dan salinan beberapa dokumen perusahaan.Mahendra turun dari mobil."Selamat pagi.""Pagi.""Sudah siap?"Naura mengangguk mantap."Kali ini aku ingin mengakhiri semua kebohongan."Mahendra membuka pintu mobil untuk Naura."Ayo."Tak lama kemudian, Gibran juga datang dengan mobil lain."Aku sudah menghubungi orang kepercayaanku.""Mereka akan mengawasi area sekitar Stasiun Tua Cempaka."Mahendra mengangguk."Bagus.""Kita tidak tahu apakah ada yang mengikuti kita."---Satu jam kemudian.Ketiga orang itu tiba di Stasiun Tua Cempaka.Bangunan tua itu kini hanya digunakan
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: 72
Naura keluar dari ruang kunjungan dengan langkah pelan.Matanya masih sembap karena menangis.Begitu pintu ruang kunjungan terbuka, Mahendra dan Gibran langsung berdiri menghampirinya."Naura, bagaimana?" tanya Mahendra dengan nada khawatir.Naura tidak langsung menjawab.Ia menggenggam erat secarik kertas yang diberikan Noel."Ayah memberiku ini."Mahendra menerima kertas itu dengan hati-hati.Gibran ikut mendekat.Mahendra membuka lipatan kertas tersebut.Di sana hanya tertulis sebuah alamat dan sebuah kalimat singkat.«"Ardi Wijaya pernah tinggal di sini. Jangan percaya siapa pun sebelum kamu bertemu langsung dengannya."»Gibran langsung memotret alamat itu menggunakan ponselnya."Aku akan meminta tim mencari informasi mengenai alamat ini."Mahendra mengangguk."Kita jangan datang sembarangan.""Kalau benar masih ada orang yang mengawasi
Last Updated: 2026-07-14
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status