Chapter: FINAL CHAPTER - SHEENA - SHANA SPECIAL CHAPTER 3Sepuluh Tahun KemudianPerempuan berusia tiga puluh dua tahun itu tampak cantik dengan balutan gaun pesta berwarna merah yang menawan. Rambutnya yang panjang tergerai indah. Penampilannya jelas membuat mata pria manapun menatapnya dengan penuh minat. Muda dan Tua, semuanya menatap wanita bernama Shana Rose Adnan itu dengan tatapan kagum.“Nah ini, anak kami paling bungsu. nantinya Shana yang akan ikut mengembangkan bisnis di bidang ini. Dia lulusan Universitas Teknologi Rhein-Westfalen Aachen,” ucap Banyu bangga pada kolega bisnisnya.“Luar biasa, Jerman! Ich freue mich auf die Zusammenarbeit mit Ihnen,” ucap salah seorang kolega Banyu sambil mengulurkan tangannya.Shana pun tersenyum dan membalas jabat tangan itu. “Ja, ich bin auch gespannt darauf. Lasst uns zusammenarbeiten und Großartiges erreichen!”“Anakmu Luar biasa, Banyu,” puji pria yang lain.Dipuji terus menerus membuat Banyu selalu tersenyum. Ia sangat senang, meskipun seorang wanita, anak perempuannya bisa menunjukkan pad
Terakhir Diperbarui: 2023-11-24
Chapter: SHEENA - SHANA SPECIAL CHAPTER 2Sheena lebih banyak diam setelah kedatangan Rain waktu itu. Ia bahkan lebih banyak mengurung dirinya di kamar. Seperti saat ini, ia lebih memilih untuk duduk dan menatap foto bersama kembarannya ketika kecil. Tak lama, ia memilih untuk menutup foto itu dan membenamkan wajahnya di lututnya yang sudah merapat.“Shen, Lo ngapain?” tanya Shana yang baru saja membuka pintu kamar Sheena tanpa permisi.Sheena tak menjawab. Wanita itu hanya diam, sama sekali tak bersuara.“Shen, Gue mau jalan sama Rain, ayo jalan bertiga. Lo udah lama pengen jalan-jalan ke Kota Tua kan?” ucap Shana yang berjalan mendekat dan kemudian memegang pundak saudara kembarnya. Tak lama gadis itu terkejut karena pundak itu seolah bergetar.“Shen, Lo nangis? Kenapa?” tanya Shana sambil mengguncangkan bahu kembarannya.Sheena dengan kasar menepis tangan Shana. “Lo sengaja kan?”“Sengaja?” tanya Shana bingung. “Sengaja ap–”“Lo– Lo kan saudara Gue Shan. Lo tega sama Gue? Lo tau Gue suka sama Rain. Gue masih berbaik hati s
Terakhir Diperbarui: 2023-11-24
Chapter: SHEENA - SHANA SPECIAL CHAPTER 1Tujuh Tahun KemudianShana masuk ke dalam rumah dengan senyum ceria. Ia juga banyak berceloteh. Entah apa saja yang dia ceritakan, kepada teman lelaki yang mengekor di belakangnya. Lelaki nyatanya tidak memprotes apapun. Ia mendengar dengan seksama, sesekali ikut tertawa dengan cerita Shana.“Shan, sama Rain?” tanya Lila yang baru saja keluar dari kamarnya karena mendengar celoteh ceria salah satu anak gadisnya yang kini sudah masuk ke salah satu perguruan tinggi negeri bergengsi di kota metropolitan itu. Jurusannya juga tak main-main, anak gadisnya itu memilih untuk mengambil Teknik Mesin.“Iya, Ma.” Shana segera memeluk Mamanya dan mencium punggung tangannya.“Hai, Tante. Rain kesini lagi. Semoga Tante gak bosen ya,” ucap Rain yang kemudian mencium punggung tangan Lila dengan takzim.“Gak akan pernah bosen. Tante malah seneng. Kalian udah makan?” tanya Lila bersemangat.“Belum, Tante. Rain laper,” ucap Rain tapa berbasa-basi. Pria muda itu tampaknya sudah tak sungkan dengan Lila.“G
Terakhir Diperbarui: 2023-11-22
Chapter: NOAH SPECIAL CHAPTER 3 (END)Sudah jatuh, tertimpa tangga. Ungkapan itu sangat cocok untuk Mirea yang terjerembab karena ternyata masih terlalu sakit untuk digunakan berjalan.Rasa sakitnya mungkin bisa dia tahan, tapi rasa malunya terlalu besar saat ini. Ia bahkan hanya bisa menunduk ketika tangan yang sedikit kekar itu kembali mengangkatnya.“Non Mirea,” ucap Satpam yang tergopoh membuka gerbang. Saat pria itu hendak mengambil Mirea, Noah tampak bergeming.“Biar saya yang antar ke dalam rumah. Tolong antar saya,” ucap Noah yang terlihat tenang menggendong Mirea.Satpam itupun mengangguk dan berjalan di depan Noah. Sementara itu Mirea masih setia menutup mukanya karena sangat malu. Kulitnya yang memang tidak terlalu putih itu, tetap saja memerah seperti kepiting rebus jika ia malu.Baru saja melewati pintu rumah, para pekerja di rumah itu sudah histeris melihat luka-luka di tubuh Mirea. Mereka bahkan melupakan siapa yang menggendong Mirea.“Non Mirea, ya ampun Non. Non Mirea kenapa?! Aduh Non–”Mirea sudah tak m
Terakhir Diperbarui: 2023-11-20
Chapter: NOAH SPECIAL CHAPTER 2Semua orang termangu saat Noah dengan cepat membuka baju seragamnya secara paksa, hingga menyisakan undershirt berwarna putih untuk menutupi tubuhnya yang sudah sedikit membentuk.Noah dengan cepat menutup baju putih Mirea yang tersiram sehingga tidak terlihat orang lain. Juga supaya kuah bakso itu ikut menyerap ke bajunya dan sedikit mengurangi rasa terbakar di tubuh Mirea.“Rea, gak apa-apa? Panas ya?”ucap Noah panik.“Aargh, panas..” desis Mirea sambil menahan rasa terbakar di setengah tubuhnya.“Maaf, ya. Gue gak tau. Jalannya nikung,” ucap perempuan yang tadi membawa satu nampan berisi dua mangkok bakso dengan kuah yang masih sangat panas. Meski begitu wajahnya lebih tampak kesal daripada meminta maaf dengan tulus.Tanpa banyak kata, Noah segera mengangkat Mirea saat itu juga. Membuat semua orang yang ada di sana semakin terkejut. Bahkan Clarine yang disamping Mirea memekik tak percaya dengan kejadian itu.Sementara orang yang membawa nampan bakso yang ternyata bernama Reaza itu
Terakhir Diperbarui: 2023-11-16
Chapter: NOAH SPECIAL CHAPTER 1Tiga Tahun KemudianNoah, remaja berumur enam belas tahun itu, adalah atlit basket yang sangat berbakat di sekolahnya. Dengan tinggi badan yang mencolok dan keahlian bermain basket yang luar biasa, Noah telah menjadi pusat perhatian di antara teman-teman sekelasnya. Hari itu, lapangan basket sekolah dipenuhi dengan suara tawa dan semangat.Noah sedang berlatih intensif bersama tim basketnya. Pukulan bola dan derap langkah kaki menggema di udara. Teman-temannya berusaha sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik dalam sesi latihan tersebut. Di antara kerumunan pemain basket yang bersemangat, Noah memimpin dengan keterampilan dan ketangkasannya yang luar biasa.Namun, ada sesuatu yang membuat suasana semakin hidup. Para wanita di antara penonton, terutama kelompok teman sekelas Noah, tidak bisa menyembunyikan kekaguman mereka. Mereka berdiri di pinggir lapangan, sorak sorai, dan berteriak memberikan semangat kepada Noah. Seiring dengan setiap tembakan dan aksi spektakuler yang diperlih
Terakhir Diperbarui: 2023-11-15
Chapter: END EXTRA PART (DIANI POV)Sudah lebih dari enam bulan aku tak mendengar kabar putra pertamaku. Permata hatiku yang mengajariku banyak hal. Dialah yang menyatukanku dengan Samudera. Jika bukan karena anak laki-laki pertamaku, mungkin pernikahanku tak akan bisa sejauh ini. Apa kabarmu, Banyu? Ibu sangat rindu. Ibu juga bertanya-tanya, apakah cucu Ibu sangat mirip denganmu waktu kecil. Ibu memang kecewa. Tapi, Ibu juga sebenarnya sangat antusias dan menanti kabar kalian. Kenapa kamu memilih memutus hubungan kita seperti ini. Sampai kapanpun, kamu adalah bayiku Banyu. Betapapun kecewanya Ibu, Ibu akan tetap menyayangimu dan memaafkan segala kesalahanmu. Mungkin kamu harus menerima hukuman atas apa yang kamu lakukan, tapi kasih sayang Ibu tidak akan pernah luntur untukmu, nak. Pulanglah, Banyu. "Ibu?" suara Aga terdengar di telingaku. Saat aku membuka mata, anak tengahku dengan konyolnya memunculkan kepalanya dan badannya masih berada di balik pintu. "Kamu ngapain, sih?" tanyaku dengan tergelak kecil. "Ibu ud
Terakhir Diperbarui: 2023-04-12
Chapter: EXTRA PART (BANYU POV XIII)Usia kehamilan Meira sudah menginjak tiga puluh lima minggu. Lima minggu lagi dokter memperkirakan bayi mungil kami akan lahir. Aku sudah tak sabar untuk menyambut bayi mungil kami.Di rumah sederhana milik kami, sebuah kamar yang dipersiapkan untuk bayi mungil kami sudah siap dengan peralatan yang lengkap. Demi Meira, aku juga pulang pergi Solo - Yogyakarta setiap harinya. Naik kereta atau bis, apa saja yang ada supaya aku bisa setiap hari bersama Meira. Meski kadang aku bisa sampai tengah malam dan pagi harus kembali berkuliah, yang terpenting aku tak meninggalkan Meira sendiri.Seperti pagi ini, aku sudah berada di stasiun setengah tujuh pagi. Kereta commuter ini memang baru ada di jam ini. Sampai di yogyakarta, aku punya waktu kurang lebih dua puluh menit sebelum kelas pertamaku di mulai.Seperti biasa, hari-hariku padat. Di waktu pergantian kelas dan senggang sekitar satu hingga dua jam, aku sempatkan untuk menelepon ke bengkel yang sekarang sepenuhnya di urus Attar untuk membic
Terakhir Diperbarui: 2023-04-12
Chapter: EXTRA PART (BANYU POV XII)Rasanya tidurku baru beberapa menit karena aku bangun dalam keadaan sakit hampir di sekujur tubuh. Padahal seingatku yang di hajar hanya wajahku, tapi rasa sakit yang aku rasakan mendera hampir seluruh tubuhku.Suara telepon memekakkan telingaku, membuatku segera menyambar ponselku dan mendapati nama Meira di sana. Cepat-cepat aku mengangkat telepon milik Meira."Haalo, Mei? Kenapa telepon pagi-pagi?""Nyu..""Iya, kenapa Mei?" tanyaku dengan degup jantung yang bahkan bisa aku dengar sendiri.Hening menyeruak diantara kami. Meira masih saja bungkam di seberang sana."Mei?""Aku-- aku hamil, Nyu."Pernyataan singkat itu membuatku terdiam juga. Aku seolah bermimpi. Benarkah dengan sekali percobaan Meira bisa langsung hamil? Apa aku bermimpi?"Nyu-- aku hamil. Aku..""Kamu dimana, Mei?" tanyaku memotong ucapan Meira."Aku di kos.""Pulang ya, Mei. Aku beliin tiket pesawat.""Nyu, aku gak mau.." ucap Meira dengan nada bergetar di ujung sana."Apa maksud kamu gak mau?" tanyaku dingin."Aku
Terakhir Diperbarui: 2023-04-11
Chapter: EXTRA PART (BANYU POV XI)Aku tidak pernah segugup ini sebelumnya. Rumah Meira terasa begitu dingin bagiku yang baru pertama kali ini memasukinya.Pria di hadapanku menatapku dengan dingin. Melihatnya aku jadi menyadari bahwa posisiku sudah salah, jadi wajar jika pria di hadapanku begitu murka nanti saat aku menjelaskan semuanya. Mau bagaimana lagi. aku harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah aku lakukan.Walaupun ingatanku samar, tapi kejadian malam itu bisa dipastikan adalah kelakuanku yang sangat bodoh. Rasanya terlalu nyata jika itu hanya di dalam mimpi.Pria paruh baya di hadapanku menatapku dengan tatapan permusuhan. Aku tahu ini tidak akan mudah. Tapi, setidaknya aku sudah mencobanya. Dibandingkan kemurkaan Papa Meira, aku yakin kemurkaan Papa lebih mengerikan."Saya selama ini bersama dengan Meira, Om."Pria di hadapanku malah menatapku heran. Mungkin dia bertanya-tanya bagaimana bisa aku bersama anak perempuannya."Maksud kamu?" tanya Om Rahman sambil menaikkan sebelah alisnya."Saya pacaran denga
Terakhir Diperbarui: 2023-04-11
Chapter: EXTRA PART (BANYU POV X)Sudah akhir minggu dan aku sudah bersiap untuk menuju ke kota sebelah, tempat Meira berkuliah.Aku mengendarai sebuah mobil city car manual untuk sampai ke tempat Meira. Mobil pertama yang aku miliki dengan uangku sendiri ini, berhasil aku beli kemarin.Melihat uang di tabunganku, aku memberanikan untuk membeli mobil yang harganya kurang dari seratus juta dengan fasilitas yang seadanya buatku. Tapi tidak masalah, aku ingin Meira hidup dalam kenyamanan. Setidaknya ini yang bisa aku lakukan untuknya saat ini. Aku berjanji akan bekerja lebih keras untuk bisa memberikan hidup yang jauh lebih dari kata nyaman.Saat aku sampai di kampus Meira, suasananya cukup sepi. Hanya tampak beberapa mahasiswa yang berlalu lalang, mungkin karena hari ini adalah hari jum'at.Aku segera menghubungi Meira, namun setelah hampir satu menit tak ada jawaban dari Meira.Kemana lagi perempuanku satu ini. Dia sekarang makin sulit untuk dihubungi. Apa ada yang salah dengan hari terakhir kami bertemu? Apa dia traum
Terakhir Diperbarui: 2023-04-10
Chapter: EXTRA PART (BANYU POV IX)Aku membuka mataku saat cahaya matahari seolah menusuk mataku. Belum lagi suara ponsel yang menggema kencang tepat di telingaku.Aku segera meraba sekitarku tanpa membuka mataku. Aku berhasil menggapai ponselku sambil mengeratkan selimut yang semula hanya sebatas dada untuk menutup tubuhku hingga leher.Sedikit aku membuka mata hanya untuk memencet tombol hijau di ponselku. Aku bahkan tak melihat siapa yang meneleponku."Halo,""Banyu! Kamu dimana? Kenapa telepon Ibu baru kamu angkat?!" mendengar suara khawatir Ibu membuatku memaksa seluruh kesadaranku untuk terkumpul."Emh, Ibu."Aku menjauhkan ponselku dan mengecek berapa banyak panggilan yang terlewat olehku. Aku sedikit memicingkan mata saat melihat angka tiga puluh dan jam yang menunjukkan Ibu sudah meneleponku semalam suntuk."Kamu semalem minum-minum kan sama temen kamu?! Kamu dimana sekarang?! Kenapa kamu susah banget di hubungi!" suara panik Ibu semakin menjadi.Kenapa Ibu bisa tahu aku minum semalam?Ponselku berdering dan m
Terakhir Diperbarui: 2023-04-09
Chapter: 190 - S3 - ENDLangit biru cerah diiringi sinar matahari yang hangat menyinari taman besar tempat pernikahan Anna dan Eric berlangsung. Di tengah suasana yang dipenuhi tawa dan kebahagiaan, keluarga dan sahabat berkumpul untuk merayakan awal baru bagi dua hati yang akhirnya bersatu. Anna tampak anggun dalam gaun putih yang sederhana namun memikat, rambutnya ditata rapi dengan aksen bunga kecil. Eric, dengan setelan jas hitamnya, berdiri di samping Anna dengan senyum yang tidak pernah lepas sejak prosesi dimulai. Sera, dengan Kai di sampingnya, memandangi putri sulung mereka dengan mata berkaca-kaca. Dua anak laki-laki mereka, Raiden dan Leon, tampak gagah dalam setelan formal mereka. Leon bahkan sempat bercanda dengan Anna sebelum prosesi dimulai, mengingatkan kakaknya untuk tetap ceria di hari bahagianya. “Raiden, Leon, kalian akan menjaga Mama dan Papa ‘kan kalau Kak Anna sudah menikah,” ujar Sera dengan suara lembut. “Tenang aja, Ma,” jawab Leon sambil tersenyum lebar, sementara Raiden
Terakhir Diperbarui: 2025-01-14
Chapter: 189 - S3Restoran kecil di pinggir kota itu dipenuhi dengan suasana yang hangat dan tenang. Cahaya lilin di setiap meja memantulkan bayangan lembut pada dinding bata ekspos. Anna duduk di meja pojok, matanya memperhatikan ke arah jendela besar yang menghadap ke taman kecil di luar. Eric, dengan kemeja putih sederhana, duduk di depannya. Ada ketegangan yang tak biasa di wajahnya, meskipun senyumnya tetap menghiasi bibir.“Bang Eric serius pilih tempat ini?” tanya Anna sambil tersenyum. “Aku pikir kamu bakal pilih restoran mewah atau semacamnya.”Eric mengusap belakang lehernya, tampak gugup. “Saya hanya ingin suasananya nyaman. Lagipula, Saya ingin lebih fokus dengan kamu, bukan dengan tempatnya.”Anna tersenyum lebih lebar. Dia selalu menyukai sisi Eric yang apa adanya.“Jadi gimana hari ini? Suka di antar Papa?”“Antara suka dan gak suka.”“Kenapa?”“Suka karena akhirnya gak ada yang berani ngomongin dan gak suka karena aku masih ingin ngeliat betapa irinya orang dengan hidup orang lain. Kay
Terakhir Diperbarui: 2025-01-14
Chapter: 188 - S3Anna berdiri di depan lobi kantor, menunggu mobil jemputannya seperti biasa. Sore itu, ia mengenakan blazer pastel yang membalut tubuhnya dengan rapi, rambutnya tergerai lembut. Namun, lamunannya terhenti ketika mendengar suara yang familiar. “Ann!” Ia menoleh dan melihat Eric melambaikan tangan dari mobilnya yang terparkir tak jauh dari pintu lobi. Tanpa ragu, Anna berjalan mendekat. “Masuk, saya antar,” ajak Eric sambil membuka pintu penumpang untuknya. Anna, yang belakangan merasa semakin nyaman dengan Eric, kali ini tidak menolak. Ia tersenyum kecil dan masuk ke dalam mobil, merasa hangat dengan perhatian pria itu. Namun, tanpa mereka sadari, beberapa orang yang berdiri di dekat pintu mulai berbisik-bisik. “Anak itu beneran murahan ya, tiap hari sama cowok beda-beda,” gumam salah satu dari mereka. Kai, yang kebetulan sedang menunggu Sera di lobi kantor, mendengar celaan itu. Matanya menyipit, menatap tajam ke arah sekelompok orang tersebut. “Pantas saja dia dekat s
Terakhir Diperbarui: 2025-01-13
Chapter: 187 - S3Malam itu, kediaman keluarga Adnan tampak hidup dengan cahaya lampu-lampu kristal yang memantul indah di dinding-dinding mewah. Mischa berdiri di depan pintu masuk dengan gaun panjang yang membungkus tubuhnya. Udara malam di Jakarta memang tidak sedingin Inggris, namun rasa dingin di hatinya masih terasa menyesakkan.Eric berdiri di sampingnya, menatap adiknya dengan pandangan lembut. “Kita masuk, Mischa. Kamu nggak perlu takut,” ucap Eric sambil menyentuh bahunya ringan.Mischa menarik napas panjang. Ia mengangguk pelan, melangkahkan kakinya memasuki rumah besar itu. Interior megah di dalam mengingatkannya pada rumah masa kecil mereka di Inggris. Sebuah tempat yang pernah penuh tawa sebelum semuanya berubah menjadi kehancuran. Bayangan masa lalu melintas cepat di benaknya, membuat dadanya terasa sesak.Eric tampaknya menangkap kegelisahan itu. Ia menoleh ke adiknya, menatapnya dengan penuh perhatian. “Kamu baik-baik aja, Mish?” tanyanya pelan.Mischa menatap Eric dan memaksakan sen
Terakhir Diperbarui: 2025-01-13
Chapter: 186 - S3Malam itu, di sebuah kafe kecil yang tersembunyi di sudut kota, Mischa duduk sambil mencuri dengar percakapan Eric di telepon. Sebagai adik kandung Eric, Mischa selalu punya kebiasaan memperhatikan tingkah kakaknya, dan malam ini tak ada bedanya. Eric, dengan kopi di tangan, terlihat santai, tapi sorot matanya menunjukkan senyum lebar yang jarang terlihat.“Anna, saya cuma ingin memastikan kamu tahu,” kata Eric sambil tersenyum kecil. “Saya serius soal ini. Saya nggak main-main.”Mischa mengernyitkan dahi, mencoba mencerna maksud kata-kata Eric. Telepon itu berlangsung beberapa menit lagi sebelum akhirnya Eric meletakkan ponselnya di meja dan menyandarkan tubuhnya ke kursi.“Jadi,” kata Mischa akhirnya, memecah keheningan. “Apa ini Anna yang sama dengan Anna sepupu Khalif?”Eric menatap adiknya dengan ekspresi tak terduga. “Kamu nguping, ya?”Mischa mengangkat bahu santai. “Nggak perlu nguping. Kamu terlalu jelas kalau lagi ngobrol soal dia. Kamu benar-benar suka sama Anna? Annalie A
Terakhir Diperbarui: 2025-01-11
Chapter: 185 - S3Pagi itu, Anna berjalan dengan langkah cepat menuju pantry kantor. Matanya sedikit mengantuk karena malam sebelumnya ia terjaga hingga larut, menyelesaikan laporan magangnya. Setelah menuangkan kopi ke dalam gelas, ia berdiri di dekat jendela, menikmati pemandangan kota Jakarta yang sibuk. "Ann!" suara ceria Erica membuyarkan lamunannya. Anna menoleh, melihat sahabatnya itu berjalan ke arahnya dengan senyum lebar, membawa setumpuk dokumen di tangannya. “Pagi,” sapa Anna sambil menyeruput kopinya. “Lo sibuk banget kayaknya?” “Banget!” jawab Erica sambil menaruh dokumen-dokumen itu di meja dekat pantry. “Kepala Divisi lagi cuti, jadi semua tugasnya dilempar ke bawah. Gue pusing banget, Ann.” Anna menaikkan alisnya. “Kepala Divisi? Pak Eric?” “Iya, siapa lagi?” Erica menghela napas panjang sambil membuka kotak bekalnya. “Dia udah izin cuti seminggu, tapi nggak bilang mau ke mana. Katanya sih, urusan pribadi.”Anna terdiam, gelas kopinya berhenti di tengah jalan menuju bibirny
Terakhir Diperbarui: 2025-01-10
Rahasia Mantan Suami Miskin
Arjuna Wiwaha, seorang sopir taksi sederhana, menjalani kehidupan yang keras bersama Aleya, istrinya. Setiap hari ia bekerja tanpa lelah, menahan lapar dan lelah demi memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Namun, semua pengorbanan itu seolah tak pernah cukup di mata Aleya. Hingga pada hari ulang tahunnya, Arjuna justru dihadapkan pada kenyataan paling pahit—Aleya meminta cerai dan memilih pria lain yang lebih kaya, meninggalkannya tanpa sedikit pun penyesalan.
Dunia Arjuna runtuh seketika. Harga dirinya diinjak, cintanya diabaikan, dan hidupnya terasa kehilangan arah. Namun takdir berkata lain. Di tengah kehancurannya, seorang penumpang misterius masuk ke dalam taksinya. Sosok tua itu menatap Arjuna dengan mata bergetar, seolah menemukan sesuatu yang telah lama hilang. Saat turun, pria itu berkata pelan namun tegas,
“Cucuku… kamu adalah cucuku yang selama ini aku cari. Kamu adalah pewaris seluruh kekayaan yang aku miliki.”
Baca
Chapter: 62. HILANG ARAHSejak kecelakaan Juna, Satya bergerak jauh lebih senyap dari biasanya. Beberapa orang kepercayaannya mendadak menghilang dari radar. Vicky juga nyaris tidak pernah terlihat di kantor pusat. Semua seperti sedang mempersiapkan sesuatu. Sesuatu yang tidak melibatkan dirinya. Sore itu, salah satu anak buah Raga menelepon dengan suara tergesa. "Tuan, ambulans pribadi milik keluarga Wiwaha keluar dari rumah sakit." Raga yang sedang duduk di ruang kerjanya langsung mengangkat kepala. "Juna di dalam?" "Kemungkinan besar, Tuan." "Kemana arahnya?" "Belum tahu." Raga tersenyum tipis. "Ikuti." Raga baru mengetahui satu hal, Satya membawa Juna pergi. Hanya itu. Tidak ada informasi tentang tujuan mereka. Tidak ada pemberitahuan mengenai rumah sakit mana yang dituju ataupun rencana apa yang sedang disusun oleh pria tua itu dan justru ketidaktahuan itulah yang membuat Raga gelisah
Terakhir Diperbarui: 2026-06-15
Chapter: 61. KARENA INGINSalva tidak pernah membayangkan dirinya akan berada di tempat ini. Penthouse pribadi milik Satya Wiwaha. Tempat yang selama ini lebih sering menjadi legenda di kalangan karyawan La Grande daripada lokasi yang benar-benar bisa mereka datangi. Bahkan setelah bekerja hampir dua tahun di perusahaan itu, lalu menjadi sekretaris pribadi Juna, Salva belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di sana. Setelah menyampaikan permintaan melalui Vicky pagi tadi, ia tidak menyangka akan langsung diberi izin. Kini ia duduk di ruang tamu yang luas dengan dinding kaca menjulang dari lantai hingga langit-langit. Di sisi kirinya, Jakarta terbentang megah. Gedung-gedung tinggi terlihat kecil dari ketinggian ini. Untuk beberapa saat, Salva bahkan lupa alasan kedatangannya. Pemandangan itu terlalu memukau. Sampai sebuah deheman pelan menariknya kembali ke kenyataan. Salva segera menoleh. Satya sudah duduk di hadapannya. Pria tu
Terakhir Diperbarui: 2026-06-15
Chapter: 60. MENCARI JAWABANMalam itu, kamar VVIP terasa terlalu sunyi. Suara mesin monitor menjadi satu-satunya bunyi yang terdengar di antara mereka. Lampu kamar diredupkan. Dari balik jendela, cahaya kota berkelip samar di kejauhan. Juna bersandar lemah di ranjang rumah sakit. Sementara Salva duduk di sofa dekat jendela dengan sebuah map di pangkuannya yang sejak tadi tidak benar-benar ia baca. Keduanya tenggelam dalam pikiran masing-masing. Hasil tes DNA yang diumumkan Satya siang tadi seolah masih menggantung di udara. Anak itu milik Juna. Kalimat itu terus berputar di kepala mereka. Juna bersandar lemah di atas ranjang. Salva duduk di sofa, memangku sebuah map berisi hasil tes DNA yang sedari tadi tak kunjung ia baca. "Aku masih tidak habis pikir," bisik Salva memecah keheningan. Juna menoleh. "Soal apa?" "Tuan Satya. Yang menuntut pertanggungjawaban itu Aleya, yang hamil juga dia. Kenapa malah aku yang di
Terakhir Diperbarui: 2026-06-14
Chapter: 59. RENCANA PERNIKAHANRaga tidak pernah melangkah tanpa menyiapkan sepuluh langkah di depannya. Saat Aleya masih gemetar ketakutan karena ancaman Juna tentang tes DNA, Raga justru sedang menyalakan cerutu di ruang kerjanya, tertawa kecil melihat betapa mudahnya orang-orang di sekitarnya menari di atas panggung miliknya. Di seberang telepon, suara Aleya terdengar bergetar. "Bagaimana kalau mereka benar-benar melakukan tes DNA?" Raga tersenyum tipis. "Pergilah ke rumah sakit." "Itu saja?" "Itu saja." Aleya terdiam. Raga menyandarkan punggungnya ke kursi dengan gerakan tenang yang mematikan. "Lakukan pemeriksaan kehamilan seperti biasa. Jangan membuat masalah, jangan menunjukkan rasa takut. Sisanya, biarkan aku yang mengurus." Nada bicara Raga yang stabil sanggup meluruhkan getaran di sekujur tubuh Aleya, membuat napasnya kembali teratur. Namun, Aleya tidak tahu bahwa ketenangannya adalah sebuah ilusi. Jauh sebelum Aleya merasa terancam, Raga telah
Terakhir Diperbarui: 2026-06-14
Chapter: 58. HAMPIR TERKECOH"Apa buktinya anak itu anakku?"Suara Juna memecah kesunyian. Dingin dan datar. Tidak ada lagi sisa kelembutan yang dulu pernah ada.Aleya tertegun, lalu mendecih kesal. Ia baru menyadari satu hal: Juna yang ada di hadapannya bukan lagi pria yang bisa dikendalikan dengan tangisan atau sandiwara."Aku hanya tidur denganmu bulan itu, Juna," balas Aleya tajam. "Jadwal ovulasiku tepat di waktu itu. Mau kau sebut ini jebakan atau kebetulan, kenyataannya anak ini berasal dari malam itu."Juna menatapnya tanpa berkedip, lalu terkekeh pelan—sebuah tawa yang terdengar lebih seperti ejekan."Lima tahun, Al." Juna menatap lurus ke mata Aleya. "Lima tahun kita menikah dan kau tidak pernah hamil. Sekarang, tiba-tiba kau mengandung hanya karena minuman sialan itu?"Wajah Aleya memerah padam. Ia melangkah maju, mencengkeram pagar tempat tidur Juna dengan jemari gemetar. "Karena saat itu waktunya tepat! Kau lupa apa kata dokter dulu? Kamu terlal
Terakhir Diperbarui: 2026-06-13
Chapter: 57. MUALSuasana ruang VVIP yang semula tenang mendadak pecah oleh keributan di koridor.Salva, yang sedang menyuapi Juna, menghentikan gerakannya. Juna menegakkan punggung, alisnya menyatu saat mendengar suara seorang wanita melengking menembus pintu kayu yang kedap suara."Aku cek sebentar, Mas," ujar Salva singkat.Juna hanya mengangguk, rahangnya mengeras.Begitu pintu terbuka, pemandangan di koridor menyambut Salva dengan kasar. Aleya berdiri di sana dengan napas memburu. Penampilannya berantakan—rambutnya kusut, wajahnya merah padam, dan matanya menyiratkan emosi yang siap meledak. Saat mata mereka bertemu, bibir Aleya melengkung membentuk seringai sinis."Aku harus bertemu Juna. Sekarang," tuntut Aleya. Itu bukan sebuah permohonan, itu sebuah perintah.Salva menarik napas panjang, lalu melangkah ke depan untuk memblokir akses. "Tuan Juna sedang beristirahat. Dokter melarang tamu masuk demi proses pemulihan."Aleya tertawa
Terakhir Diperbarui: 2026-06-13