Pendekar Pedang Tengkorak
Catra Ekawira, menjadi yatim piatusetelah tragedi yang menimpa keluarga kecilnya. Ayahnya dibunuh dengan kejam, Ibunya diperkosa sebelum kehilangan nyawa, sementara kakak kandung satu-satunya juga tidak diketahui keadaannya. Entah sudah mati atau masih hidup.
Saat ia melarikan diri dan terjatuh ke dalam jurang tak bernama, seorang pria sepuh menyelamatkannya. Ternyata pria itu adalah pendekar hebat pada zamannya.
Dibawah bimbingan pria sepuh bernama Wisnu Aji itu, Catra belajar ilmu silat dan menjadi seorang pendekar. Namun selain menjadi pendekar baik yang membasmi kejahatan. Satu tekadnya yang paling utama, mencari tahu alasan pembunuhan keluarganya dan membalaskan dendam mereka.
"Suatu hari aku akan berdiri di puncak dunia, dan membalaskan dendam keluargaku tercinta. Saat itu, langit pun tidak mampu menghalangi." Catra Ekawira.
Baca
Chapter: Bab 50DUAAARRR!!Ledakan demi ledakan terus mengguncang tepian danau.Langit malam dipenuhi kilatan cahaya merah dan putih yang saling berbenturan. Setiap benturan melahirkan gelombang kejut yang merobohkan pepohonan, mengangkat bebatuan, bahkan membuat permukaan danau bergolak seperti diterjang badai.Tetua Pasukan Bayang Darah dan Cempaka kini benar-benar bertarung tanpa lagi menyisakan kekuatan.SSSHHHHH!!Tubuh ular putih raksasa itu melesat bagai kilat. Taringnya menyambar dari sisi kiri, sementara ekornya menyapu dari arah berlawanan.Namun Tetua hanya mendengus dingin.“Lambat.”Wussh!Tubuhnya menghilang, lalu muncul tepat di atas kepala Cempaka.“Tapak Penghancur Bumi!”DUAAARRR!!Telapak tangan yang diselimuti aura merah menghantam kepala Cempaka. Tubuh raksasa itu jatuh menghantam tanah, membentuk kawah besar. Debu dan bebatuan beterbangan ke segala arah.Namun s
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: Bab 49Angin malam kembali meraung di atas permukaan danau. Kabut yang sempat buyar akibat pertarungan perlahan berkumpul kembali, bercampur dengan aroma darah yang semakin pekat. Cahaya rembulan memantul di bilah Pedang Tengkorak yang masih digenggam erat oleh Catra.Di hadapannya, Wakil Tetua bersama dua anggota Pasukan Bayang Darah kembali mengambil posisi. Tatapan mereka kini jauh berbeda, tidak ada lagi penghinaan atau merendahkan karena ia masih muda, yang tersisa hanyalah kewaspadaan.Mereka baru saja mendengar legenda mengenai Pedang Tengkorak. Kini, mereka sama sekali tidak berani meremehkan pemuda yang menggenggamnya.Wakil Tetua berkata tanpa menoleh ke kedua anggotanya.“Jangan tertipu oleh usianya.”“Pedang itu...” Wakil Tetua menyipitkan mata ke arah Pedang Tengkorak di tangan Catra. “...jauh lebih berbahaya daripada pemiliknya.”Dua anggota Pasukan Bayang Darah lainnya mengangguk tanpa membantah. Mereka telah menyaksikan
Terakhir Diperbarui: 2026-07-30
Chapter: Bab 48Suasana di tepian danau mendadak berubah sunyi, tak seorang pun bergerak. Tatapan semua orang tertuju pada Pedang Tengkorak yang berada di tangan Catra yang membuat Tetua Pasukan Bayang Darah sampai terkejut melihatnya. Bahkan angin yang sejak tadi berhembus kencang seolah ikut melambat. Tidak ada lagi suara ranting patah ataupun desir dedaunan, yang terdengar hanyalah dengungan halus dari Pedang Tengkorak yang masih memancarkan cahaya hitam redup. Wakil Tetua memberanikan diri bertanya, “Tetua. Ada apa sebenarnya? Mungkinkah Anda mengenali pedang di tangan pemuda itu?” Tetua tidak menoleh, namun mulutnya bergumam kecil, “...Pedang Tengkorak.” Suara itu begitu pelan, namun cukup untuk membuat Wakil Tetua menatapnya dengan wajah bingung. “Pedang... Tengkorak?” Tetua itu sama sekali tidak menjawab. Tatapannya masih terpaku pada pedang di tangan Catra. Beberapa detik kemudian, ia me
Terakhir Diperbarui: 2026-07-29
Chapter: Bab 47Angin malam berhembus semakin kencang, membawa aroma darah yang memenuhi tepian danau.Catra berdiri tegak dengan Pedang Tengkorak di tangan. Bilah pedang berwarna kelabu itu memantulkan cahaya rembulan, sementara tatapannya tidak pernah bergeser dari Tetua Pasukan Bayang Darah.Untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Jurang Tanpa Nama, Catra menghunus Pedang Tengkorak. Ia menyadari bahwa lawan yang berdiri di hadapannya kali ini berada pada tingkatan yang sama sekali berbeda dari musuh-musuh yang pernah ia hadapi sebelumnya. Sedikit saja lengah, nyawanya bisa melayang dalam sekejap.Sementara itu, suasana hening beberapa saat sebelum tawa Tetua Pasukan Bayang Darah menggema di seluruh kawasan danau.“Hahaha!”“Anak Muda, aku mengakui keberaniamu. Tapi…” Ia melangkah perlahan ke depan.“Keberanian saja tidak cukup untuk berdiri di puncak dunia ini.”“Kekuatan adalah segalanya.”
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: Bab 46BOOOM!Malam kembali dipenuhi suara dentuman untuk yang kesekian kalinya.Ekor Cempaka menghantam tanah dengan kekuatan luar biasa. Retakan panjang menjalar ke segala arah, membuat bebatuan terangkat dari permukaan tanah. Dua anggota Pasukan Bayang Darah yang terlambat menghindar langsung terpental sambil memuntahkan darah.Namun serangan itu belum cukup untuk menghentikan mereka.“Jangan beri dia kesempatan bernapas!”“Kurung dari segala arah!”“Jangan biarkan dia kembali ke danau!” teriak Wakil Tetua.“Putuskan jalan mundurnya! Tetua menginginkan inti rohnya dalam keadaan utuh!”Wakil Tetua dan empat anggota Pasukan Bayang Darah kembali bergerak. Kali ini mereka menyerang secara bergantian, memaksa Cempaka terus bertahan tanpa sempat membalas.Kilatan golok mereka memenuhi udara.Trang! Trang! Trang!Percikan api berhamburan setiap kali senjata mereka membentur sisik putih Cempaka.
Terakhir Diperbarui: 2026-07-27
Chapter: Bab 45Belum sempat siapa pun bereaksi, suara desisan panjang mengguncang seluruh kawasan danau.SSSHHHRRRR!!Permukaan air bergejolak hebat. Gelombang demi gelombang menghantam tepian hingga membasahi rerumputan.Mata Catra langsung membesar saat aura spiritual yang luar biasa kuat perlahan memenuhi seluruh hutan. Jauh lebih besar daripada yang pernah ia rasakan sebelumnya.Dari tengah kabut yang menyelimuti danau, perlahan muncul sepasang mata hijau keemasan yang bersinar terang, menatap dingin ke arah para penyusup, yang membuat bulu kuduk siapa pun berdiri.SSSHHHHHH!Desisan panjang kembali menggema, kali ini jauh lebih keras hingga mengguncang pepohonan di sekeliling danau.Kemudian sesosok tubuh putih raksasa perlahan muncul dari dalam air. Sisik-sisiknya berkilau diterpa cahaya bulan bagaikan giok terbaik. Panjang tubuhnya mencapai puluhan meter, sementara kepalanya menjulang lebih tinggi daripada pohon-pohon di sekitar
Terakhir Diperbarui: 2026-07-26
Chapter: 277. Keputusan Guan Ping Walaupun bertarung seorang diri, Huang Di mampu memberikan perlawanan, bahkan menyudutkan gabungan kekuatan dari kedelapan Clan Ancestor, sementara Guan Ping dan Jiang Zhang masih berusaha menahan serangan yang dilepaskan pria itu. Kekuatan Huang Di saat ini benar-benar menjadi ancaman bagi anggota Heavenly Treasure Tower yang jika mereka melakukan kesalahan sedikit saja maka nyawa yang akan menjadi taruhannya.Yuan Gang dan Yuan Ping menyadari kesulitan yang dialami oleh rekan dan seniornya itu sehingga memutuskan untuk membantu walaupun belum pulih sepenuhnya, mereka datang untuk menambah kekuatan kedelapan Clan Ancestor. Namun, tetap saja ada tiga Clan Ancestor yang harus terpental hingga ratusan meter dan mengalami luka yang cukup parah karena tidak bisa menahan serangan dari Huang Di tersebut."Hahaha, kalian pikir dengan kekuatan rendah seperti itu bisa melawanku? Kalian sudah melakukan kesalahan besar!" ujar Huang Di angkuh dengan suara yang telah berubah sepenuhnya, seperti sua
Terakhir Diperbarui: 2023-10-10
Chapter: 276. Misi Penangkapan Huang Di II"Eternal Fire Breath!"Sebuah gelembung api raksasa keluar dari mulut Huang Di sebelum mendadak meledak saat sudah mengisi setiap sudut segel formasi Eight Eagles Confining the Dragon. Ia berniat menghancurkan segel tersebut dengan tekniknya itu, namun sayangnya kurungan yang dibuat oleh delapan Clan Ancestor itu masih sangat kuat dan sulit ditembus.Melihat usaha pertamanya gagal, Huang Di hanya bisa berdecak kesal. Tapi, ia tidak cepat putus asa. Huang Di berkali-kali mengeluarkan teknik yang sama, dengan harapan setidaknya bisa membuat kurungan itu menjadi retak.Hal tersebut segera disadari oleh Jiang Zhang yang sedari awal menonton dari kejauhan. Kemudian, dengan cepat ia membentuk mantra tangan yang seketika saja muncul lima lapis tembok yang terbuat dari tanah. Tembok-tembok ini berbentuk persegi yang ikut melapisi segel formasi sebelumnya. Dengan demikian, kurungan Huang Di menjadi berkali-kali lipat lebih tebal.Huang Di meraung keras, se
Terakhir Diperbarui: 2023-07-30
Chapter: 275. Misi Penangkapan Huang Di Pertarungan segera berhenti saat tempat itu kedatangan sepuluh orang lainnya secara mendadak. Dua di antaranya adalah kultivator yang memancarkan kekuatan Great-class Nascent Soul.Dari dua jagoan itu, salah satunya merupakan seorang pria sepuh yang jika dilihat secara sepintas tidak berbahaya. Namun, pada kenyataannya ialah yang memiliki kemampuan tertinggi di antara mereka. Sementara jagoan satunya memiliki perawakan yang kekar, dan selalu menunjukkan wajah dingin juga tegas.Sedangkan tiga orang lainnya merupakan jagoan Mid-class Nascent Soul dan sisanya telah mencapai ranah Late-class Nascent Soul. Kedelapan orang ini mengenakan pakaian yang sama, yaitu sebuah jubah berwarna kekuningan yang di belakangnya terdapat corak berbentuk kepala burung elang.Wajah Yuan bersaudara menjadi sedikit lebih tenang saat keberadaan orang-orang itu, berbeda dengan Huang Di yang seketika menjadi memburuk. Tatapan tajam, dipenuhi dengan kemarahan terlihat memenuhi wajahnya."Ternyata mereka sudah mer
Terakhir Diperbarui: 2023-07-27
Chapter: 274. Masalah Internal Heavenly Treasure Tower Yuan bersaudara menyelimuti tubuh mereka menggunakan Qi yang cukup besar barulah bisa bernapas dengan leluasa. Harus diakui, kekuatan yang dilepaskan oleh Huang Di benar-benar dahsyat, mampu membuat keduanya merasakan ngeri. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa perbedaan kekuatan di antara mereka terpaut jauh.Huang Di yang melihatnya kemudian tersenyum mengejek. "Hanya dengan kemampuan seperti ini ingin menangkapku? Kalian benar-benar mengecewakan harapanku!"Setelah berkata demikian, Huang Di memperkuat tekanannya sampai ke tahap yang tidak lagi dapat dibendung oleh kedua lawan di hadapannya. Alhasil membuat mereka terhempas hingga ratusan meter. Huang Di mampu mengungguli kedua lawannya hanya dengan auranya saja."Kekuatan Patriark Huang sudah meningkat sejauh ini? Memang layak menjadi pilar nomor satu di Heavenly Treasure Tower?" ujar Yuan Gang sambil mengelap darah di pinggir bibirnya."Sayangnya ia sudah melakukan pengkhianat. Kita tidak bi
Terakhir Diperbarui: 2023-07-23
Chapter: 273. Kebenaran Terungkap Setelah Huang Di memutuskan akan menjadi perwakilan Heavenly Treasure Tower yang pergi sendirian untuk menemui anggota Kelompok Gagak Hitam, maka pertemuan antara pemimpin tertinggi asosiasi juga telah selesai."Chief Master, sesuai dugaan Patriark Huang telah mengambil umpan." ujar Yuan Gang saat hanya tersisa dirinya, Yuan Hanying, dan Yuan Ping di ruangan itu."Paman benar, maka dari itu kita hanya perlu melanjutkan rencana berikutnya." Yuan Hanying mengangguk pelan, sebelum memberikan dua gulungan kertas ke masing-masing dari Yuan Gang dan Yuan Ping."Mohon kedua paman mengantarkan pesan ini kepada Patriark Guan dan Patriark Jiang, serta pastikan mereka akan pergi membantu.""Baik, Chief Master!" Setelah menerima gulungan kertas tersebut, Yuan Gang dan Yuan Ping meninggalkan ruangan itu dengan melakukan teleportasi.Saat hanya tersisa dirinya sendiri di ruangan itu, Yuan Hanying menatap tajam ke arah luar, seraya bergumam, "Patriark Huang, apa sebenarnya yang kau pikirkan. Apakah
Terakhir Diperbarui: 2023-06-09
Chapter: 272. Keinginan Huang DiKetiga Patriark klan menunda kepergian mereka saat Yuan Hanying mengatakan ada masalah penting lainnya yang ingin dibahas. Tidak ingin menyia-nyiakan waktu mereka, Yuan Hanying pun kemudian menjelaskan permasalahannya. Semua orang mendengarkan cerita Yuan Hanying sampai selesai tanpa memotongnya sedikitpun."Begitulah, Patriark-patriark sekalian. Jadi, saya ingin meminta saran dari para Patriark untuk menangani kasus ini." Ia menutup penjelasannya.Di tempat duduk Guan Ping, ia mengelus-elus jenggot panjangnya sembari bergumam pelan. "Sesuai dugaan, memang ada pihak lagi selain Kelompok Gagak Hitam yang merencanakan penculikan ini."Di sisi Jiang Shang, ia bersikap lebih tegas. "Chief Yuan, apakah anda telah mengetahui pihak yang bekerja sama dengan Kelompok Gagak Hitam itu?" tanyanya dengan serius.Huang Di yang mendengar itu segera menatap tajam ke arah Yuan Hanying untuk memastikan jawabannya. Ia juga merasa panik, sekaligus telah bersiap untuk
Terakhir Diperbarui: 2023-06-09
Chapter: Pengumuman!Halo, semuanya! Sweet_Owl di sini!Saya ingin mengabarkan bahwasanya karya kedua dan ketiga (terbaru) telah dirilis dan bisa dibaca melalui web ataupun aplikasi Goodnovel. So, saya harap pembaca sekalian bisa membaca dan mendukung karya tersebut.Judul : Penguasa Seni Racun Penulis : Sweet_OwlPenerbit : GoodnovelJudul : Kembalinya Sang PenguasaPenulis : Sweet_OwlPenerbit : Goodnovel Dengan ini, saya juga meminta masukan serta komentar yang membangun dari pembaca untuk pemacu semangat serta konsistensi saya dalam menulis. Semoga kalian menyukainya dan saya bisa menyuguhkan karya-karya yang menarik untuk menemani hari-hari Anda. Jangan dilewatkan ya, ini menarik lho! HeheheAyo buruan baca, jangan sampai ketinggalan ceritanya. Kalian akan disajikan konflik, intrik yang menarik dari pemeran utama kita (Long Tian), atau (Lei Xiayu) dan karakter lainnya.Akhir kata, terima kasih dan selamat membaca.
Terakhir Diperbarui: 2022-04-19
Chapter: Sepatah Dua Kata dari AuthorBismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua, adanya catatan dari author kali ini menjadi penutup dari kisah novel Sang Penguasa. Puji syukur atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat-Nya jualah saya bisa mengakhiri cerita ini. Ya, walaupun saya sendiri mengetahui banyak kekurangan, tetapi saya mohon untuk para pembaca memakluminya. Shalawat teriring salam tak lupa kita haturkan kepada junjungan kita, Rasulullah Saw. Karena berkat beliaulah kita bisa hidup di zaman yang penuh kecanggihan seperti saat ini. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Pertama, terima kasih kepada kalian yang telah setia membaca dan mengikuti novel ini dari awal sampai akhir. Saya sangat menghargai dan mengapresiasi dukungan tersebut. Kedua, maaf bisa selama ini saya selaku author masih banyak kekurangan, karena yakinlah tidak ada manusia yang sempurna, yang ada hanya mereka yang se
Terakhir Diperbarui: 2022-03-31
Chapter: Akhir KebahagiaanSetahun telah berlalu setelah peristiwa yang sangat kelam di Kekaisaran Yang.Kabar mengejutkan terdengar, Biksu Tong Tian tidak berhasil bertahan dari racun yang diberikan menteri Han pada pertarungan terakhir mereka. Biksu sepuh itu menutup usianya setelah berusaha tetap bertahan selama enam bulan lebih.Kuil Tanah Suci segera berganti kepemimpinan, dan Biksu Muda Tong Min terpilih menggantikan Biksu Tong Tian untuk menjadi mahaguru di tempat itu karena ia dinilai telah memenuhi persyaratan untuk mendudukinya.Kabar lain juga beredar, Patriark Shen dan Patriark Lu sama-sama mengundurkan dari dari posisi mereka dan akan digantikan oleh anaknya masing-masing.Kemudian diperlihatkan kepada Li Jianchen dan Lan Xuefeng yang telah resmi menjadi sepasang suami istri. Sejak pertempuran itu, Li Guan tidak mempermasalahkan identitas Li Jianchen yang merupakan anak kandung dari Li Ning karena bagaimanapun juga pemuda itu adalah keponakannya. Sebaliknya, Li Guan me
Terakhir Diperbarui: 2022-03-31
Chapter: Akhir Pertempuran BerdarahTeknik yang digunakan menteri Han tidak mampu menghalangi laju jurus yang Fang keluarkan. Saat ribuan pedang itu tinggal satu meter lagi darinya, senjata tersebut bergabung menjadi satu dan membentuk pedang raksasa yang menakutkan. Menteri Han sudah membuat pagar pelindung, namun tetap tidak mampu menahannya. Tubuh menteri Han terasa lemas ketika pedang besar menembus badannya. Argh! Menteri Han menjerit kesakitan, ia tidak berdaya. Ini pertama kali bagi dirinya merasakan sakit yang begitu luar biasa. Qi-nya juga telah terkuras habis, membuatnya tidak dapat bertahan lebih lama di udara. Menteri Han memejamkan matanya, penglihatannya mulai buram dan perlahan jatuh dengan bebas. Fang masih kurang puas, meskipun kali ini dia melayang dengan keadaan yang juga terluka, setelah terkena efek dari pertukaran jurus sebelumnya, tetapi ia tetap menyusul arah jatuhnya menteri Han. Pemuda itu kembali melepaskan pukulan, tendangan yang membuat siapapun menerimanya
Terakhir Diperbarui: 2022-03-31
Chapter: Pertempuran Berdarah XIVPertukaran sepuluh jurus pertama telah selesai, baik menteri Han maupun Yan Liang masih sama-sama kesulitan untuk menemukan celah lawan. Keduanya masih berimbang, menunjukkan bahwa kemampuan menteri Han memang luar biasa.Yan Liang membuat mantra tangan, dalam sekejap bola air mengumpulkan di telapak tangannya. Dari yang semula berukuran kecil, kini telah berubah menjadi ratusan kali lipat lebih besar. Saat Yan Liang melepaskan bola air tersebut, udara berguncang hebat, kekuatan itu menyapu bersih apa saja yang mencoba menghalangi jalannya.Menteri Han segera membuat pagar pelindung, namun bisa dihancurkan oleh bola air tersebut dan pada akhirnya mendarat dengan mulus di tubuh pria sepuh itu.Boom!Ledakan besar terjadi, mengundang orang-orang yang berada di bawah untuk menyaksikannya. Awalnya mereka tidak perduli lagi dengan menteri Han, namun mendengar adanya ledakan membuat mereka mengalihkan perhatian.Pendekar tingkat tinggi seperti Patr
Terakhir Diperbarui: 2022-03-30
Chapter: Pertempuran Berdarah XIII"Ayah … bangun … jangan membuatku takut." Li Jianchen menggoyangkan tubuh ayahnya, namun tetap tidak mampu membuat lelaki itu membuka matanya."Ayah … maafkan aku … aku hanya ingin membuatmu sadar … tetapi tidak sampai sejauh ini." Li Jianchen menambahkan. Air mata mengalir di pipinya, menunjukkan kesedihan yang mendalam. Tatapannya kosong, ia benar-benar merasa bersalah atas hal ini.Perlahan, Li Jianchen merasakan seseorang menyentuh bahunya dan itu adalah Lan Xuefeng. "Lan … tolong bantu aku untuk membuka mata ayah. Aku tahu dia hanya bercanda dan sedang marah kepadaku sebab itulah dia tidak ingin membuka matanya."Lan Xuefeng yang melihat kekasih hatinya itu menjadi histeris, ikut merasakan kesedihannya. Namun, ia tidak dapat berbuat banyak sebab Kaisar Li memang sudah meninggal. Lan Xuefeng menggelengkan kepalanya, dan memberikan Li Jianchen pengertian. "Chen … Yang Mulia sudah tiada. Kau tidak perlu berusaha
Terakhir Diperbarui: 2022-03-29
Chapter: 121. Kemarahan Mu Lingxin Klan Mu sedang bertarung mati-matian untuk mempertahankan kediaman mereka dari ancaman Serikat Iblis, baik anggota klan yang baru menapaki jalan keabadian ataupun para tetua bekerja sama dengan keras saling melindungi satu sama lain, meskipun tidak bisa dipungkiri korban berjatuhan di pihak mereka tidak sedikit, namun semangat juang mereka tak perlu dipertanyakan lagi. Tapi dalam jalan keabadian, terkadang kelebihan jumlah pasukan tidak menjadi penentu kemenangan pertempuran, anggota klan Mu memang lebih banyak dibandingkan pasukan Serikat Iblis yang menyerang, namun dari segi ranah dan pengalaman bertarung jelas klan iblis lebih baik, apalagi klan Mu kebanyakan mereka yang berasal dari generasi muda, membuat mereka dalam situasi yang sulit. Para tetua dan senior klan sebisa mungkin melindungi generasi muda, tapi dengan kemampuan mereka yang terbatas tentunya tidak akan berjalan dengan mudah, apalagi pasukan dari Serikat Iblis ini tidak segan-segan membunuh setiap orang yang ada di
Terakhir Diperbarui: 2024-08-05
Chapter: 120. Bantuan Datang Nie Guanyu, Tao Zexi, dan Bao Jun merupakan tiga nama yang tidak asing lagi di dunia kultivator karena masing-masing dari mereka menduduki posisi Patriark di klan Nie, Tao, dan Bao serta telah mencapai ranah Pencerahan Spiritual membuat kemampuan mereka cukup diperhitungkan.Beberapa hari lalu, kediaman mereka dikunjungi oleh seorang kenalan lama yang cukup ketiganya segani, Lei Zhihao dari kota Zhengzhou. Kebetulan saat itu mereka sedang berkumpul di kediaman klan Nie karena membahas sesuatu sehingga mereka mempersilahkan Lei Zhihao untuk bergabung.Nie Guanyu merupakan seorang pria sepuh, terlihat berusia enam puluh tahunan dengan rambut yang telah memutih sepenuhnya, badan kurus dan pendek namun memancarkan kekuatan yang sangat besar dan lebih kuat dibandingkan lainnya.Tao Zexi seperti berusia empat puluh tahunan, rambut klimis dan memiliki penampilan yang rapi tampak terpelajar dan lebih terlihat seperti seorang sarjana. Pria ini cukup pendiam dan hanya berbicara jika menurutnya
Terakhir Diperbarui: 2024-08-04
Chapter: 119. Pengorbanan Xia Gengxin Sepanjang pertempuran tidak ada kondisinya yang lebih buruk daripada Lei Zhihao dan Xia Gengxin, harus menghadapi Mo Yan, jendral iblis terkuat yang memimpin penyerangan itu membuat keduanya mengalami nasib naas. Walaupun sama-sama berada di ranah Pencerahan Spiritual, namun baik Lei Zhihao maupun Xia Gengxin baru mencapainya paling lama sepuluh tahun, sementara Mo Yan sudah berada di tingkat yang sama jauh lebih lama daripada keduanya membuat praktiknya lebih tinggi.Lei Zhihao baru saja kehilangan lengan kirinya setelah berhasil dipotong oleh teknik milik Mo Yan yang menjadikan qi kematiannya menyerupai pedang diselimuti darah, sementara Xia Gengxin kondisinya juga tidak lebih baik mengalami luka dalam yang sangat serius. Berbanding terbalik dengan Mo Yan yang hanya menerima luka kecil menunjukkan perbedaan kekuatan di antara mereka terlihat sangat jelas.“Saudara Xia, kita dalam masalah besar.” Lei Zhihao menggeleng kepala pelan, dia baru saja berhasil menghentikan pendarahan pada
Terakhir Diperbarui: 2024-07-30
Chapter: 118. Pertempuran Kian Memanas Perbedaan jumlah dan kekuatan benar-benar dapat dirasakan pada pertempuran yang terjadi di kediaman keluarga Duan. Banyak anggota klannya yang sudah tewas terbunuh di tangan pasukan Serikat Iblis, serta beberapa tetua yang juga tidak terlepas menjadi korban keganasan kelompok itu.Tetua tertinggi keluarga Duan juga tidak dapat mempertahankan nyawanya lebih lama, ia harus terbunuh ditangan jenderal iblis yang memimpin penyerangan tersebut dengan cara begitu sadis, tubuhnya hancur berkeping-keping tanpa tersisa. Namun, sebelum terbunuh tetua tertinggi keluarga Duan berhasil mengirimkan pesan kepada Duan Jie menggunakan token khusus, membuatnya setidaknya bisa mati dengan tenang.Melihat tetua tertinggi sekaligus jagoan terkuat yang saat ini berada di klan mereka sudah terbunuh, anggota keluarga Duan tidak melakukan perlawanan lebih jauh. Mereka menyerah dan pasrah karena sadar tak akan bisa selamat dari pertempuran ini.Pada malam ini, salah satu keluarga besar di Kota Zhengzhou resmi d
Terakhir Diperbarui: 2024-07-25
Chapter: 117. Lei Xiayu dan Linglong Membantu Lei Qintian mulai membentuk pedang raksasa dengan qi-nya, walau kemungkinannya kecil tapi dia akan berusaha untuk membebaskan para tetua dari cengkeraman tangan Gong Xijian karena jika mereka mati maka akan berimbas pada keseimbangan klan. Lei Qintian yakin akan ada banyak pihak yang mendatangi klan Lei untuk mengambil keuntungan dari mereka, karena itulah keberadaan para tetua ini sangat penting. Seolah langit sedang membantunya, Lei Qintian menyadari tekanan yang dilepaskan roh beladiri Gong Xijian tidak sekuat sebelumnya, sehingga merasa ini adalah kesempatan yang tepat untuk melancarkan aksinya. Dengan cepat Lei Qintian menebaskan pedang raksasa itu untuk memotong aliran energi. Slash! Duar! Ledakan besar terjadi ketika Lei Qintian berhasil memotong energi tersebut, namun membuatnya terlempar ratusan meter karena pembalikan energi, begitu juga dengan para tetua yang mengalami luka parah. Tapi, satu hal yang pasti yaitu Lei Qintian berhasil menyelamatkan para tetua sebelum e
Terakhir Diperbarui: 2024-05-23
Chapter: 116. Kemampuan Khusus Gong Xijian Gong Xijian mengalirkan qi-nya ke kadal raksasa yang seketika membuka mulutnya lebar-lebar sebelum menciptakan bola api raksasa yang menyebarkan momentum begitu panas membuat suhu udara di wilayah sekitar tempat itu naik beberapa kali lipat. Untungnya anggota klan Lei sudah menjaga jarak yang cukup jauh sehingga tidak ada korban dari pihak mereka.Lei Qintian mengeraskan rahangnya, dia sudah membentuk sebuah energi pedang untuk menghalau serangan yang akan datang. Di waktu yang hampir bersamaan, keduanya telah berhasil menyempurnakan teknik mereka masing-masing.“Semburan Api Kematian!”“Pedang Menembus Inti Semesta!”Bola api dan pedang raksasa itu saling bertabrakan menciptakan ledakan yang begitu besar membuat para tetua klan Lei harus membentuk energi pelindung untuk melindungi diri dan anggota klan lainnya agar tidak terkena efek samping dari benturan energi tersebut.Terlihat retakan besar pada energi pelindung itu menandakan jika pertukaran kekuatan di antara keduanya memang sa
Terakhir Diperbarui: 2024-04-30