author-banner
Blade Armore
Blade Armore
Author

Novels by Blade Armore

Gara-gara Talak Tiga

Gara-gara Talak Tiga

Tiba-tiba, Gladis di talak tiga oleh suaminya yang baru di nikahinya beberapa tahun. Kejadian memilukan, terjadi secara beruntun. Pembalasan pun disusun dengan rapi, bersama orang-orang yang menolong Gladis. Membuat mantan suami dan keluarganya tidak berkutik. Akankah Gladis merelakan kejadian yang telah lalu, dan memaafkan mereka?
Read
Chapter: Bab 140
"Nanti, kalau Mutiara sudah besar, pasti bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Juga bisa tahu sebab akibat, serta tahu hubungan apa yang harus di jaga." Mas Kelvin tidak hentinya memberi nasehat pada putri kecilku, dari balik kemudinya. "Kamu maukan membantu papa Kelvin untuk merawat Papa Aditya?" tanya Mas Kelvin kemudian. Terdengar helaan napasnya lirih, dan mulutnya terkatup rapat. Aku hanya bisa memandanginya, tanpa ikut memberi nasehat padanya. "Mama maafin Papa Aditya?" tanya Mutiara dengan menatap mataku. "Mama sudah lama memaafkannya, Nak. Semakin ingin mama membencinya, maka kehidupan mama terasa hampa. Setelah mama mengikhlaskannya, semua mulai membaik. Percaya dengan mama, kamu akan mengerti dan tumbuh menjadi anak yang kuat!" ucapku dengan senyuman, aku tidak tahu, apakah Mutiara mengerti atau tidak dengan apa yang aku ucapkan. Mutiara tidak menanggapi perkataanku dan memilih menatap keluar jendela, saat aku ingin berkata lagi, Mas Kelvin mencegahku. Kami terus men
Last Updated: 2022-08-03
Chapter: Bab 139
Mas Kelvin memintaku untuk bertemu dangan mama dan papa, untuk melanjutkan pembicaraan mengenai pernikahan ini. Meskipun awalnya aku ragu padanya, tapi kini aku memantapkan diri untuk membina rumah tangga kembali. Kegagalan akan aku jadikan sebagai pelajaran berharga, dalam kehidupanku esok dan aku pun harus mengikuti jejak Mas Kelvin, merubah menjadi pribadi yang lebih baik. *** Hari pernikahan sudah dekat dan Mas Kelvin makin rajin memperdalam ilmu agamanya, dia mengatakan ingin menjadi imam yang baik bagiku dan Mutiara. Aku pun hanya bisa berpasrah pada Tuhan untuk kehidupanku selanjutnya. "Ma, nanti aku mau pakai baju yang ada di satu toko," ujar Mutiara, saat kami dalam perjalanan membeli kebutuhanku. "Baju apa, sayang?" tanyaku, dan Mutiara mengatakan , jika dia pernah melihat baju yang dipajang di toko dan memintaku untuk membelinya. "Kita buat saja!" tawarku, tapi Mutiara tetap kukuh pada keinginannya dan aku pun menyetujuinya. Kami meminta Mas Kelvin untuk mengantarkan p
Last Updated: 2022-08-03
Chapter: Bab 138
Aku melepas kepergian Mas Kelvin dengan perasaan tidak menentu, takut jika Mas Kelvin ditolak oleh anak semata wayangku. Meski pun, dulu dia bilang sangat bahagia kalau Mas Kelvin menikah denganku. "Sudah, perbanyak doa saja!" ujar mama Rini mengejutkanku. Mama dan mama Rini terlihat akur, sepertinya mereka semakin lengket setelah lama terpisah dan juga karena kehilangan orang yang mereka cintai. Aku ke kamar, memilih bekerja meskipun hanya bisa melalui online Memeriksa laporan yang diberikan oleh Anis dan suaminya, kemudian menggambar sketsa. Menunggu Mas Kelvin dan Mutiara datang dengan menyibukkan diri. "Ma, mama!" Suara Mutiara menggema di telingaku. Sepertinya aku ketiduran, karena terlalu bosan. Mencoba menyeimbangkan tubuh dan menggeliat, kemudian menyapa putri kecilku yang sudah berdiri manis di depanku. "Mutiara boleh bicara dengan mama?" tanyanya, yang membuat hatiku tergelitik. Aku mengangguk, dan tersenyum padanya. mengusap kepalanya dengan lembut. "Anak mama mau bic
Last Updated: 2022-08-02
Chapter: Bab 137
"Nak, kamu percaya dengan Allah yang menciptakan manusiakan?" tanyaku dan di jawab dengan anggukan olehnya. "Kamu tahu mutiara itu berasal dari mana?" tanyaku lagi. Mutiara diam, dia sepertinya sedang berpikir. Kemudaian dia menatapku lekat, kulihat matanya berkaca-kaca dan tidak lama dia memelukku erat. "Mama harap, kamu sudah mulai mengerti meski usiamu seharusnya belum memikirkan hal itu." Dengan lirih aku berbicara padanya. "Mah, kenapa papa jadi orang yang jahat dan enggak mau dengan aku?" tanya Mutiara dengan terisak. "Semua kuasa Tuhan, Nak. Kita manusia hanya bisa menjalankannya saja dan perbanyak doa, semoga semua akan baik-baik saja. Aku menceritakan ulang bagaimana kisah nabi Muhammad, yang tidak disukai orang-orang sekitarnya, termasuk keluarganya sendiri. "Tapi, kan orang tuanya bahagia atas kelahirannya, tidak denganku," jawab Mutiara. "Tapi nabi bersabar dengan semua yang terjadi padanya, itu hal yang penting, Nak." balasku dengan memeluk tubuh mungilnya. Mutiara
Last Updated: 2022-07-26
Chapter: Bab 136
Mutiara makin histeris, saat Mas Aditya terus berusaha mendekatinya. Membuat Om Alex menarik Mas Aditya keluar hingga ke jalan. Meski menolak, tenaga Mas Aditya tidak sebanding dengan Om Alex. Baru sekarang aku menyesal, kenapa aku tidak memberitahu Om Alex dulu. Mungkin, jika aku dulu mengabarkan perihal pengusiran Mas Aditya, aku tidak akan di posisi sekarang ini. Kupeluk Mutiara dengan erat, isakannya mengiris hatiku. Semua salahku, yang membiarkan masalah ini semakin berlarut-larut. Aku yang tidak tuntas membalaskan dendam, aku yang masih memakai hati saat ingin menghancurkan Mas Aditya. Mas Kelvin memintaku untuk membawa Mutiara masuk ke dalam, dan menenangkannya di kamar. Dia juga yang memberiku kekuatan, agar Mutiara ada tempat bersandar. "Mutiara tunggu om di dalam, ya, om mau ngobrol dulu dengan papa Mutiara," ujar Mas Kelvin yang jongkok, untuk setara dengan Mutiara. "Om, dia bukan papaku," bantah Mutiara dengan suara keras dan mas Kelvin hanya mengangguk saja, sambil me
Last Updated: 2022-07-26
Chapter: Bab 135
Hampir saja, aku terjungkal karena eratnya pegangan tangan Mas Aditya. Untung saja, Mas Kelvin menarik tanganku, setelah dia mendorong Mas Aditya menjauh. "Kamu enggak apa-apa?" tanya Mas Kelvin, memastikan kondisiku. Aku mengangguk, tanda baik-baik saja. Mas Kelvin kembali ke Mas Aditya dan memberikan laki-laki itu ultimatum. "Jika sekali lagi kamu mengganggu Gladis, maka kakimu akan patah. Akan aku pastikan itu!" ucapnya lantang. Mas Aditya ingin berdiri, tapi dicegah oleh Om Alex. "Pergunakan uangmu bukan untuk hal seperti ini. Bangunlah kepercayaan dirimu dan perbaiki hidupmu yang hancur, atau kamu akan semakin hancur dan tidak lagi memiliki apapun!" imbuh Om Alex dengan suara lembut. Semua orang di sekitarku memiliki sikap yang lemah lembut, meski telah disakiti. Hal inilah yang membentuk kepribadianku, walau awalnya keinginan membalas dendam sangat menggebu. Bisa sirna begitu saja, jika ada pengganti orang yang bisa mendampingi. "Mas pergilah, jika kamu sudah berubah baik
Last Updated: 2022-07-23
Balas Dendam Mafia Cantik

Balas Dendam Mafia Cantik

Amber Dirjaya Wijaya, dikhianati oleh suami dan sahabatnya--Citra Adelia Kusuma, selama bertahun-tahun lamanya. Tidak ada yang bisa menahan pembalasan Amber pada kedua orang yang telah mengkhianatinya, wanita itu bertekad menghancurkan keduanya yang telah menjerumuskannya begitu dalam. Citra yang iri dengan kehidupan Amber, berani bermain api atas bujukan dari asisten pribadinya. Citra adalah model terkenal yang diorbitkan oleh Amber, tapi balasan yang diberikan justru sangat menyakitkan. Ada penghianatan di balik penghianatan. Tidak ada yang mengetahui jati diri Amber, kecuali sahabat yang merangkap sebagai asisten pribadinya. Bahkan suaminya terkejut saat mengetahui siapa Amber dan apa saja yang dimiliki oleh istrinya itu. Demi menyelamatkan perusahaan yang dibangun oleh orang tuanya, Amber menerima perjodohan dari teman lama kedua orang tuanya. Penjajakan selama tiga bulan membawa keyakinan pada Amber, jika calon suaminya yang sekarang lebih baik dari mantan suaminya yang seorang casanova. Pernikahan kedua Amber, membawanya pada kebahagian, tapi menguak sesuatu yang tidak pernah dibayangkan oleh wanita berdarah campuran itu. Pembalasan apa yang dilakukan oleh Amber, pada orang-orang yang menyakiti dirinya dan keluarga besarnya?  Rahasia besar apa yang selama ini disembunyikan oleh Amber seorang supermodel papan atas?
Read
Chapter: Jodoh yang dipersiapkan
Kedua lelaki yang sama-sama memiliki paras tampan, menurunkan kedua tangannya. Tidak ada yang menduga, Amber akan kembali lagi. Wanita itu berjalan melewati keduanya, mengambil sesuatu dan kembali melangkah menjauh. "Ini perusahaanku, kenapa aku yang harus pergi?" gumamnya, yang terdengar jelas oleh orang sekitar. Amber memutar tubuhnya dan menatap tajam keduanya, tangannya menunjuk lurus ke depan. "Kalian berdua! Keluar dari sini!" "Hah!" serempak, kata itu yang keluar dari dua lelaki tidak tahu diri. "Seret mereka keluar!" pinta Amber pada Defi. Tanpa menunggu lama, Defi meminta keduanya untuk keluar, tentu masih menggunakan cara yang sopan. Bagaimana pun, mereka berdua memiliki kekuasaan dan kedudukan yang sama. tinggi di dunia bisnis. "Tunggu, ada hal penting yang harus aku bicarakan," Hulton maju dan mendekati Amber. Perubahan sikap Amber yang mendadak tegas, membuat semua bingung. Perasaannya benar-benar berubah total. Tangan wanita itu dia lipat di depan dada,
Last Updated: 2026-06-25
Chapter: Makan malam tidak romantis
"Hah!" Amber melotot, kesalnya bukan main. Berani-beraninya lelaki yang sudah 2 kali dia tolak datang dengan tidak sopannya. Malah tersenyum tanpa dosa. Ingin sekali Amber berteriak, dan memak i orang yang ada di depannya. Namun, demi hubungan kerjasama yang sudah terjalin lama, Amber hanya mampu menghela napas panjang. "Ada apa, Tuan Gery? Apakah ada hal yang sangat mendesak, sehingga masuk ruangan ini tanpa sopan santun?" sindir Amber dengan nada lembut dan tidak lupa dibubuhi dengan senyum manis yang mematikan. "Maaf, Bu. Kami tidak bisa menghalanginya, " sesal sekertaris Amber, dan dua security dibelakangnya. "Tidak masalah, kembalilah ke mejamu!" pinta Amber, lembut. Dengan tidak malunya, Gery duduk di sofa, dekat dengan Bintang dan Olive. Kedua wanita itu langsung menyingkir dan berdiri di belakang Amber, yang duduk dengan anggun. Mata Gery melihat ke sekitar, merekam tempat wanita yang membuatnya terjatuh, bekerja. Ruangan yang elegant, tembok berwana Sage lembut, t
Last Updated: 2026-06-24
Chapter: Melindungi yang seharusnya dilindungi
Hari-hari Amber habiskan untuk pekerjaannya, memanjakan diri sendiri meskipun sangat jarang dan bercengkrama dengan orang-orang yang dia sayangi. Hal ini, membuat orang disekitarnya cemas dan selalu mengingatkan Amber. Namun, apa yang dipikirkan oleh Amber, berbeda dari pemikiran orang lain. Dia ingin menebus waktu yang terbuang, merekatkan kembali hubungan yang hampir saja hancur. Setelah dipikir-pikir, bukan hanya salah mereka saja berkhianat dan berbuat curang. Dirinya pun ikut andil, hingga mereka melakukan hal itu. "Sudah satu tahun lebih, perusahaan sudah stabil. Sebaiknya, hati yang sudah tertutup bisa kamu buka lagi." lirih Defi, sembari memberikan tumpukan pekerjaan. Meskipun sudah menandatangani surat perceraian, tapi ada hal-hal yang harus diselesaikan, dan itu memakan waktu cukup lama. Tidak ada yang tidak salah dalam perceraian Amber dan Charles. Kedua belah pihak memiliki kesalahan masing-masing, yang membuat sidang menjadi alot. Dukungan dari seseorang untuk Charles,
Last Updated: 2026-06-23
Chapter: Tamu dari masalalu
Kedamaian yang baru saja Amber rasakan tidak bertahan lama. Dua minggu setelah pertemuan di lapas, sebuah undangan resmi tiba di meja kerjanya. Bukan undangan bisnis, melainkan undangan makan malam privat dari Nyonya Anggie Wijaya—janda Hendra Wijaya, sahabat almarhum ayah Amber, dan ibu kandung Citra. Nama itu membuat jantung Amber berdegup kencang. Selama bertahun-tahun, ia mengira keluarga Wijaya telah musnah bersama kematian Hendra. Ternyata, mereka masih ada. Dan sekarang, mereka memanggilnya. "Apakah ini berkaitan dengan Citra? Pasti mereka ingin membalaskan dendam Citra yang belum tuntas." Amber sudah waspada. "Aku harus mempersiapkan semuanya, sebelum hal ini menjadi bumerang yang lebih berbahaya. Baik untukku, ataupun untuk keluarga Wijaya!" Amber meyakinkan diri, apapun hasilnya dia akan berusaha sebaik mungkin. Malam itu, Amber datang ke kediaman Wijaya yang megah namun terasa sunyi. Ia mengenakan gaun sederhana berwarna navy, rambutnya diikat rapi, tanpa perhiasan berle
Last Updated: 2026-06-23
Chapter: Kebenaran yang membebaskan
Investigasi Defi memakan waktu dua minggu. Dua minggu di mana Amber pulang dari rumah sakit, kembali ke kantor AVRON, dan memimpin organisasi itu dengan tangan yang masih sedikit gemetar tapi tekad yang tak tergoyahkan. Dua minggu di mana Citra tetap diam di balik jeruji besi, seolah menunggu momen yang tepat. Dan momen itu tiba pada suatu malam hujan deras. Defi datang ke apartemen Amber dengan wajah pucat dan berkas tebal di tangannya. Hujan mengguyur jendela besar ruang tamu, menciptakan tirai air yang mengaburkan lampu-lampu kota di luar. Di dalam, suasana tegang dan hening. "Aku menemukannya,," ucap Defi, suaranya serak. Ia meletakkan berkas di atas meja kopi, tangannya gemetar saat membuka halaman pertama. "Semua transaksi Citra... semuanya terkait dengan dokumen ini." Amber mengambil berkas itu. Tangannya stabil, meski jantungnya berdegup kencang. Di halaman pertama, terpampang salinan surat wasiat tambahan ayahnya—surat yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Surat yang
Last Updated: 2026-06-23
Chapter: Dendam yang tidak pernah padam
Citra menerima kabar kegagalan Zera lewat pesan singkat dari kontak lamanya di kepolisian. Pesan itu hanya berisi empat kata: Zera tertangkap. Bukti lengkap. Tidak ada kemarahan ledakan. Tidak ada teriakan frustasi. Hanya keheningan panjang yang lebih menakutkan daripada amarah apa pun. Citra duduk di tepi tempat tidur selnya, menatap lantai beton dengan tatapan kosong. Lalu, perlahan, bibirnya membentuk senyum tipis. Senyum yang tidak mengandung kebahagiaan, tapi mengandung pengakuan: lawannya memang layak. Amber, bukan wanita biasa. Ia adalah predator yang belajar dari setiap luka. Dan Citra, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, merasa. ... gentar pada Amber. Semua usaha perlahan hancur lebur dan hampir tidak tersisa, hanya satu orang yang mampu membalik keadaannya saat ini. "Tapi permainan belum selesai," bisik Citra pada dirinya sendiri, suaranya hampir tak terdengar. "Sekarang, kamu di atas awan, sebentar lagi angin akan merobohkanmu!. Perang .... ya, perang ini baru saja
Last Updated: 2026-06-23
Kurelakan Suamiku untuk si Pelakor Magang

Kurelakan Suamiku untuk si Pelakor Magang

Awalnya, Yumna merasa biasa saja, ketika ada chat masuk di mesenger. Dikarenakan suaminya mengatakan bahwa itu adalah anak SMA yang dia jumpai saat kunjungan kerjanya di daerah Jogya. Namun, lama-kelamaan chatnya terlalu menjurus. Isi chatnya pun tidak sesuai dengan usianya, yang seharusnya masih senang berkumpul dengan sahabat-sahabatnya. Attar-- Suami Yumna pun tidak terlalu serius menanggapi gombalan dari anak SMA tersebut. Akan tetapi, Yumna merasa ada yang berbeda dari suaminya setelah tiga bulan kepulangannya dari tugas dan saat menanggapi chat dari anak SMA yang bernama Shanum. Yumna mulai menyelidiki tentang Attar--suaminya dan remaja yang akan menjadi perusak rumah tangganya. Apakah yang didapati oleh Yumna, saat dia mulai curiga pada suaminya? Akankah rumah tangganya hancur oleh kehadiran remaja yang diduga sebagai pelakor?
Read
Chapter: Bab 121
Setelah satr tahun pertemuanku dengan Mas Attar, Aqila tidak lagi terlihat murung. Dia selalu memancarkan senyuman manis yang menenangkan, becanda dengan adik-adik dan sepupunya. Sungguh pemandangan yang selalu ingin kulihat sampai mataku tak mampu lagi terbuka.Radit dan istrinya benar-benar pindah, untuk menetap dan kembali memulai usahanya di sini. Kami bersama, mengurus semua hal yang ditinggalkan oleh suamiku tercinta. Si kembar pun sangat gembira, meski kehilangan sosok ayah, tapi mendapatkan banyak cinta yang tidak terduga. Ya, inilah buah kesabaran kami dan cinta yang datang terlambat. Rasanya, aku merindukan suamiku yang telah lama pergi meninggalkanku."Ma," Aqila memanggil dan langsung memelukku dari belakang.Gadis itu mengecup pundakku dan menangis, mengatakan kata maaf berulang kali dan makin mengeratkan pelukannya. Aku membelai kepalanya, dan memegang kedua tangannya. Merasakan kegelisahan yang dialaminya."Kenapa? Apa kamu enggak yakin dengan pernikahan ini?" tanyaku pa
Last Updated: 2024-05-24
Chapter: Bab 120
Aku mengerjapkan mata berkali-kali, takut jika yang kulihat hanya khayalanku saja. Akan tetapi, orang itu tidak berubah sedikitpun, dia tersenyum dengan matanya yang memerah. Bukan marah, tapi seperti menahan kesedihannya yang membuat matanya seperti itu. "Ada apa, Mas?" tanyaku lirih. Radit memilih duduk menjauh, memberi ruang padaku dan Mas Attar. Aku yakin, ini pasti ada hubungannya dengan Aqilla. Membuat Mas Attar memberanikan diri datang ke rumahku, karena tidak mungkin dia akan datang dengan suka rela tanpa ada sesuatu yang mendesak. "Maaf, aku melukai anakmu lagi," ujarnya, dengan suara bergetar. Tubuhku pun ikut lemas dengan apa yang dia ucapkan, apa yang sebenarnya terjadi, sampai mereka berdua seperti ini dan kenapa Mas Attar tidak mau belajar dengan kesalahannya yang telah lalu. Terus saja menyakiti hati putri semata wayangnya. "Ada apa?" tanyaku lembut, tidak ingin merusak mood yang sudah terbangun dengan baik. "Aku meminta Aqilla menjauhi lelaki yang sedang dekat den
Last Updated: 2023-03-09
Chapter: Bab 119
"Mbak?" Radit bertanya, tapi hanya menyebutku namaku saja. Sekarang semua mata menatapku, tatapan penuh tanya. Catra menuntunku untuk duduk dan memijat bahuku, mengecup ubun-ubunku penuh kasih sayang dan aku menggenggam tangannya yang masih berada di pundakku. "Ada apa, Ma?" tanya Candra lembut dan tangannya mengengam tangaku dan Catra. "Mama hanya mencicipi nasi goreng buatan Aqila, dan mama menggunakan sendok dan hanya sekali tanpa mengaduk-ngaduk," jawabku apa adanya. "Keterlaluan kakak!" Candra yang memang lebi emosian berjalan menuju kamar Aqila, mengetuk pintu itu dengan sangat kasar. Namun, Aqila tidak membukanya. Candra yang sedang terbalut emosi, terus memanggil kakaknya, berharap mendapatkan jawaban yang lebih baik dari pernyataanku. "Kenapa kakak tiba-tiba menjadi kasar?" tanya Catra, tepatnya seperti gumaman untuknya sendiri. "Mungkin kakak sedang banyak pekerjaan dan sedang kelelahan," ujarku menenangkan. Perubahan-perubahan inilah yang membuatku takut, apakah semu
Last Updated: 2023-03-01
Chapter: Bab 118
Siang ini, aku berencana ke cafe untuk mencocokkan data-data yang sudah masuk ke emailku. Tidak semua cafe dapat kukontrol, hanya ada dua saja. Bukannya tidak ingin melihat semua progres cafe yang sudah berjalan, tapi keterbatasan waktu dan tempat membuatku harus tetap memperhatikan kesehatanku sendiri. Ada rasa tidak nyaman dalam tubuku dan entah itu apa, aku tidak ingin periksa ke dokter. Bukan apa-apa, aku hanya takut, jika diagnosanya tidak baik dan membuat semua menjadi khawatir padaku. Membuat peraturan-peraturan yang akan membatasi ruang gerakku."Mama mau pergi?" tanya Aqila yang baru keluar dari dalam kamarnya."Loh, kamu enggak kerja?" Aku balik bertanya padanya tanpa menjawab pertanyaannya terlebih dulu."Mama kebiasaan, ditanya malan nanya!" gerutu Aqila, dan aku hanya tersenyum mendengarnya. "Hari ini jadwalku padat untuk keluargaku, Ma. Aku berharap, mama tidak terlalu lelah. Mama terliat pucat dan lemah," Aqila memperhatikanku dari ujung kaki hingga ujung kepala.Helaan
Last Updated: 2023-03-01
Chapter: Bab 117
Pagi ini begitu cerah, secerah hati dan wajah Aqilla. Suaranya yang bersenandung, dan tangannya yang cekatan mengerjakan pekerjaan rumah. Tidak ada satu pun yang diperbolehkan membantunya, dia membersihkan ruma dan membuat sarapan seorang diri. Aku tau, ini pasti karena dia telah mengetahui keberadaan ayahnya dan juga memastikan ijin yang telah kuberikan. "Mama ini teh hangatnya," ujar Aqila, dan wajanya selalu dihiasi dengan senyuman hangat. Setelah meletakkan cangkir te itu, Aqila berlalu pergi. Enta apa saja yang dia lakukan di dalam rumah, bahkan adik kembarnya langsung disuruh jogging, saat berniat membantu. Aku hanya bisa tertawa geli melihat tinkah putriku, memang cukup ajaib saat dia mengetahui keberadaan sang ayah. "Mbak, aku mau jalan pagi saja. Anakmu sepertinya memiliki tenaga samson hari ini, semuanya ingin dia kerjakan, termasuk merawat Nita. Semuanya deh!" Radit berpamitan. Aku hanya bisa mengangguk, dan menikmati udara pagi di depan teras. Melihat bunga-bunga yang b
Last Updated: 2023-03-01
Chapter: Bab 116
Aqilla mendekatiku dan duduk di sampingku, menatapku dengan tatapan sayunya. Matanya sudah mulai berkaca-kaca, bibirnya bergetar tanpa suara. Aku tahu, rindunya pada Mas Attar sangatlah besar. Sejak kecil dia selalu menanyakan Hilman yang sudah dikebumikan, lalu beralih bertanya mengenai Mas Attar karena tetangga julid yang mempengaruhinya."Iya," Mau tidak mau, aku memberitau kenyataan ini pada Aqilla.Rasanya sudah lelah untuk menyembunyikan hal yang seharusnya memang diketahui oleh anak itu. Meski ada rasa tidak nyaman dalam sudut hatiku yang terdalam, tidak ingin keegoisan ini menyelimuti hati dan membuat anak-anak malah menjauhiku."Mama rela aku menemuinya?" tanya Aqilla dengan suaranya yang lirih."Kenapa kamu bertanya seperti itu pada mamamu?!" tanya Radit dengan ekspresi yang datar.Aqila menegakkan tubuhnya dan menatap ke arah pamannya dengan tatapan yang entahlah, aku pun menatap Radit dengan kesal. Bagaimana lelaki itu bisa berucap seperti itu, tapi aku tahu dia hanya meng
Last Updated: 2023-02-26
Bisikan Kematian

Bisikan Kematian

Seorang gadis desa yang merantau ke ibukota, demi menjalankan amanah. Dia pun mengalami kejadian di luar nalar, dan harus menghadapi seorang diri. Kematian selalu menghantuinya setiap saat. Bukan hanya kematiannya, tetapi juga kematian orang-orang terkasihnya dan orang asing, yang tak sengaja bertemu dengannya. Bahkan dia mampu mengetahui di mana kejadian itu akan terjadi, yang membuatnya ketakutan. Dia harus pergi meninggalkan suaminya dan membawa anaknya pergi menjauh. Karena dalam penglihatannya, sesuatu yang besar akan terjadi. Mampukah Nita berjuang di alam lain? Alam yang tidak pernah dia jamah.
Read
Chapter: Part 32
"Masih ingat aku ...." tanya lelaki itu, tiba-tiba. "Kamu ... kamu itu," tunjukku pada polisi yang tidak kukenal, mencoba mengingat-ingat. "Lama tidak jumpa," sapanya. Lalu, dia mendekati dan mengulurkan tangannya. Aku mengeratkan pegangan tanganku pada Sopyan. Sopyan merasa ada sesuatu yang aneh, dia pun bertanya, "Kalian saling kenal?" tanyanya pada polisi itu. "Cukup kenal, saya hanya meminta milik saya di kembalikan," ujarnya dengan memicingkan matanya. "Kamu, mengambil miliknya," tanya Sopyan padaku. Aku hanya diam dan makin mengeratkan pegangan tanganku. Polisi itu makin mendekat dan berdiri di hadapanku. "Itu bukan milikmu, jika milikmu maka akan aku serahkan dengan suka rela," bentakku. "Kamu tak akan bisa lari dariku," ujarnya. "Tunggu ... Tunggu. Kalian saling kenal atau tidak?" tanya Sopyan, sambil melihat ke arahku dan polisi itu.
Last Updated: 2022-03-30
Chapter: Part 31
Tangan lelaki itu, mulai menjamah kakiku, Kemudian, terus merangkak di atasku. Tubuhku masih terasa sakit, ketika didorong olehnya tadi. "Ayolah, aku tahu, ini juga hal yang diinginkan wanita kebanyakan, yaitu ranjang yang hot!" cibirnya. Auranya sangat membuatku takut, bukan karena ilmu hitam, tapi karena kekuatan tuuhnya yang tidak bisa dibandingakan dengan kekuatan seorang wanita sepertiku. Apakah aku akan berakhir seperti ini? Bruk! Tubuh lelaki pemangsa, jatuh terkulai di atas tubuhku. Kukira karena dia mulai ingin melakukan hal buruk padaku, tapi ternyata kepalanya dipukul kayu balok oleh Nadin. "Ayo, Kak!" ajaknya menahan rasa sakit. Aku mendorong tubuh lelaki yang mulai tidak berdaya, membuatnya terjatuh dari dipan kayu. Aku dan Nadin saling memapah, berharap isa selamat berdua. Teringat akan Sopyan yang tidka kunjung datang, apakah mungkin dia takut dan pergi? "Nita!" seru Sopyan, membuka pintu. Rasanya a
Last Updated: 2022-03-30
Chapter: Part 30
"Ayo kita keluar, sebelum penjahat itu datang lagi!" seruku. Aku mencoba memapah tubuh kecil itu, untuk keluar dari dalam gubuk. Namun, dikejauhan terdengar suara langkah kaki mendekat. Aku yang setengah panik, mengangkat tubuh mungil di depanku. "Kak, pergilah dari sini! Nadin belum kuat untuk jalan," lirihnya "Kakak, kuat!" bantaku. Gadis kecil itu meringis, ketika lukanya tersenggol olehku. Ingin tidak memperdulikannya, tapi sepertinya dia benar-benar kesakitan. "Kak, pergila, jika dia kembali, kita berdua dalam bahaya!" pintanya. Baru saja aku ingin membuka pintu, sosok laki-laki menghadang langkahku. Matanya melotot dan napasnya memburu, tubuh yang tidak terbalut seelai benang pun membuatnya gaga, tapi sayangnya kelakuannya sungguh tidak manusiawi. "Siapa kamu? Mau apa? Kenapa mau bawa anak itu?" tanyanya beruntun. "Kamu sudah membunuh ibunya! Sekarang mau menyiksa anaknya?" tanyaku tanpa menjawab
Last Updated: 2022-03-30
Chapter: Part 29
"Apa kamu suka pria seperti itu?" tanyanya membuatku merasa aneh. Ingin rasanya kujawab, aku mulai menyukaimu meski menyebalkan. Namun, kutahan dalam diam. Suara azan berkumandang menandakan magrib sudah datang, dengan cekatan Sopyan mencari dimana tempat kami akan berhenti dan menunaikan kewajiban kami. Setelah menemukan Masjid Sopyan berhenti, lalu kami masuk dan melaksanakan kewajiban kami. Selesai sholat kami melanjutkan perjalanan kembali menuju rumah Umi, seperti pinta Sopyan sebelum mencari anak itu. "Ehem ... habis sholat koq diem aja," sindirnya. "Emang kalau habis sholat harus jungkir balik ya!" jawabku nyeleneh. "Harusnya salim dengan suami, itu baru afdhol. Cari pahala lagi," terangnya. "Ooo ... Kenapa nggak bilang aja langsung!" Tanyaku sengit. "Belajarkan pelan-pelan, masa mau ngegas nanti nabrak," ceramahnya. Dengan memaksakan diri, aku mengulurkan tangan dan disambut olehnya. "Barakallahu, semoga m
Last Updated: 2021-10-20
Chapter: Part 28
Aku menangis dalam pelukan Sopyan namun, teriakan juga isakan itu masih terdengar jelas di telingaku. Dieratkannya pelukan Sopyan, membuatku tenang sesaat. "Lepaskan! Jangan ... Jangan lakukan itu. Biarkan aku pergi," Suara anak itu kembali terdengar. Sopyan menarik tanganku menuju parkiran. Dirogoh saku celananya lalu mengambil ponsel, berulang kali melakukan panggilan akhirnya terhubung. Dilepaskan genggamannya dan sedikit menjauh dariku saat dia menerima panggilan itu. Aku terpaku menatap punggung lelaki setia itu, tapi sayang aku tidak mencintainya. Dikala aku asik memandanginya, dia berbalik dan menatapku dengan binar aneh dimatanya. "Ayo, kita pergi," ucapnya lirih. "Katanya ijin dokter dulu," bantahku. "Udah ada yang ngurus. Mau pergi apa nggak nih!" tantangnya. Tanpa menjawab aku mendekatinya, lalu dia menarikku mendekati sebuah mobil. Dari mobil itu turun seorang lelaki muda, bisa saja itu sepupu atau siapanya Sopyan. Akukan b
Last Updated: 2021-10-20
Chapter: Part 27
Tanpa mau mendengarnya lagi aku berjalan, namun dia mengekoriku seperti anak ayam kehilangan induknya. Menjengkelkan tapi tak bisa berbuat banyak. Pikiranku makin melayang mengingat amanah yang banyak aku pegang, namun belum juga aku selesaikan. "Tenang amanah dari James sudah hampir selesai, jangan jadi beban lagi!" ujar Sopyan, menghentikan langkahku. "Kamu buka tas milikku? Kenapa enggak ijin!" cecarku. "Kamu tau seberapa lama kamu di rumah sakit?" tanyanya, membuat aku sedikit merenung. Benar juga perkataannya, aku tidak tahu sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri. Luka didadaku cukup parah, hampir mematahkan tulangku dan menggores jantungku. Tak ingin berterimakasih aku melangkah lagi. Kesombonganku mengalahkan segalanya, hanya untuknya. Kami berjalan ke taman rumah sakit, di sana bisa melihat pemandangan sore. Menyejukan mata yang selama ini tertidur. Perlahan aku menceritakan niatku untuk menolong anak dari Suster Dian, pada Sopyan.
Last Updated: 2021-10-20
You may also like
Dan Akhirnya Istriku Diam
Dan Akhirnya Istriku Diam
Romansa · Dewi Mega
238.5K views
Cinta Yang Salah
Cinta Yang Salah
Romansa · Winda
234.4K views
Sentuhan Berbahaya (Dangerous Touch)
Sentuhan Berbahaya (Dangerous Touch)
Romansa · Abigail Kusuma
231.1K views
SALAH MASUK KAMAR CEO TAMPAN
SALAH MASUK KAMAR CEO TAMPAN
Romansa · Wafa Farha
230.1K views
My Sexy Sugar Mommy
My Sexy Sugar Mommy
Romansa · Aililea (din din)
229.8K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status