author-banner
Apple Cherry
Apple Cherry
Author

Novel-novel oleh Apple Cherry

Pelayan Sexy Kesayangan CEO Arogan

Pelayan Sexy Kesayangan CEO Arogan

WARNING HANYA UNTUK 21+ (MATURE CONTENT) "Ah, Tuan Javen, tolong jangan." "Tenang saja, Sas, semuanya lagi nggak ada. Jadi, hanya ada aku dan kamu di sini." "Ngghh ... Tuan, tapi saya..." "Ugh, Tuan Javen, jangan!!" Sasmaya Larasati tidak pernah membayangkan hidupnya akan berubah sejak bekerja di rumah mewah milik Javendra Prakasa. Ia hanya ingin bekerja dengan tenang, menjaga batas, dan tidak menarik perhatian. Namun semua itu runtuh saat Javen mulai mendekat. Pria arogan itu terbiasa mengendalikan segalanya, termasuk perasaannya yang perlahan menyeret Sasa masuk ke dalam permainan berbahaya. Hubungan yang seharusnya memiliki batas kini semakin kabur, sementara bayang-bayang nyonya besar terus menghantui. Sasa tahu ia tidak seharusnya terlibat. Tapi semakin ia menjauh, semakin Javen membuatnya sulit untuk pergi.
Baca
Chapter: Bab 154
Keheningan yang mencekam di ruang makan itu pecah oleh langkah kaki yang teratur. Sasa berjalan masuk dengan tenang. Seragam pelayannya sudah melekat sempurna dan wajahnya tampak segar, sama sekali tidak memancarkan kepanikan dari kejadian di kamar atas tadi. Ia membawa nampan kecil dan melangkah maju di hadapan Claudia yang menatapnya tajam. Sasa berhenti lalu menundukkan kepala. "Selamat pagi, Tuan Javendra. Selamat pagi, Nona Claudia." Claudia mendengus kesal dan menyandarkan tubuhnya dengan angkuh. "Bagus ya, jam segini baru kelihatan batang hidungmu. Pelayan macam apa yang membiarkan tuannya sarapan tanpa dilayani?" Sasa tetap mempertahankan posisi berdirinya dengan santun. "Mohon maaf atas keterlambatan saya, Nona. Saya baru saja menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Tuan Javendra subuh tadi. Semua dokumen penting dan berkas laporan bulanan di perpustakaan pribadi sudah selesai saya rapikan." Mendengar penjelasan itu, Javendra menatap Sasa sebentar lalu mengangguk pela
Terakhir Diperbarui: 2026-06-16
Chapter: Bab 153
"Udah ah, aku cuman mau ke toilet!" tegas Claudia. Celah pintu yang semakin melebar membuat Sasa benar-benar kehilangan napas. Dengan sisa kekuatan yang ada, ia melompat mundur ke balik tirai jendela besar yang tebal di dekat meja rias. Kain beludru abu-abu itu menjadi satu-satunya pelindung tubuh polosnya yang gemetar hebat. Sasa merapatkan tubuhnya ke dinding, mendekap seragam pelayannya erat-erat, bahkan takut untuk sekadar mengembuskan napas. Klek. Pintu terbuka sepenuhnya. "Javen, kenapa kamarmu gelap sekali?" Suara tinggi Claudia menggema, melangkah masuk ke dalam kamar mewah tersebut. Sasa memejamkan mata rapat-rapat di balik tirai. Melalui celah kecil kain, ia bisa melihat siluet Claudia yang berjalan anggun, mendekati area ranjang yang masih berantakan. Jantung Sasa berdentum begitu keras di dadanya, sampai ia takut suaranya bisa terdengar oleh wanita itu. Javendra melangkah masuk tepat di belakang Claudia. Matanya yang tajam langsung menyapu seluruh sudut kamar den
Terakhir Diperbarui: 2026-06-16
Chapter: Bab 152
Di dalam kamar utama yang luas itu, Sasa melenguh pelan. Kelopak matanya yang terasa berat perlahan terbuka. Hal pertama yang ia rasakan adalah rasa pening di kepala, disusul rasa pegal yang menjalar di sekujur tubuh, terutama di bagian pinggang dan paha. Sasa mengedarkan pandangan ke sekeliling. Kamar ini terlalu luas dan mewah, didominasi warna hitam dan abu-abu. Ini bukan kamar pelayan tempatnya biasa tidur. Kesadarannya belum pulih sepenuhnya sampai ia mencoba duduk dan selimut tebalnya melorot. Sasa tersentak saat menyadari dirinya sama sekali tidak mengenakan pakaian. Detik itu juga, ingatan malam tadi langsung menghantam kepalanya. Meja kerja yang berderit, cengkeraman tangan yang kokoh di pinggangnya, dan bagaimana ia sendiri kehilangan akal sehat di depan Javendra. Wajah Sasa seketika memerah padam. "Tuan Javen..." bisik Sasa dengan suara serak. Sasa menoleh ke sisi ranjang. Kosong dan sudah dingin, tanda pria itu sudah lama beranjak pergi. Rasa panik mulai muncul.
Terakhir Diperbarui: 2026-06-16
Chapter: Bab 151 - Sasa adalah Pengecualian
Setelah pergolakan panas yang menguras seluruh tenaga mereka, keheningan yang menenangkan kini menyelimuti kamar tidur utama milik Javendra. Sasa sudah tertidur pulas di atas ranjang king size yang empuk, bergelung di balik selimut tebal dengan napas yang teratur dan halus. Jejak-jejak kelelahan masih tercetak jelas di wajahnya, namun tidurnya tampak begitu damai. Javendra duduk di tepi ranjang, tubuh jantannya hanya ditutupi celana piyama panjang. Ia menopang dagu, membiarkan pandangannya terkunci sepenuhnya pada wajah Sasa. Di bawah temaram lampu tidur, Javendra harus mengakui bahwa kecantikan Sasa benar-benar di atas rata-rata. Gadis ini luar biasa cantik, jauh melampaui wanita mana pun yang pernah singgah atau mencoba mendekati hidupnya selama ini. Jemari besar Javendra bergerak perlahan, merapikan beberapa helai rambut Sasa yang menempel di pipinya. Ada satu hal besar yang belum ia beritahu pada Sasa, yaitu fakta bahwa saat ia menyatukan tubuh dengan Sasa, itu adalah pertama
Terakhir Diperbarui: 2026-06-15
Chapter: Bab 150 - Warning 🔞
Javendra tidak bisa menahan diri lagi saat tangan Sasa meremas miliknya. Pria itu menggeram keras, lalu mengepung tubuh Sasa di atas meja, membuat dada mereka yang polos saling bergesekan intim. Sasa benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya. Ia tidak peduli lagi pada rasa malunya. Matanya menatap liar pada otot dada Javendra yang naik turun basah oleh keringat. "Tuan... ahh, keras sekali... saya mau lagi," bisik Sasa dengan suara terengah-engah, sengaja menggesekkan dadanya yang besar ke tubuh kekar Javendra. "Hentak saya lebih dalam, Tuan Javen..." Javendra menatap Sasa dengan pandangan yang sangat gelap. Ia sendiri heran dengan tubuhnya. Selama ini ia tidak pernah sebuas ini pada wanita lain, tapi di depan Sasa, kejantanannya selalu menegang maksimal dan ingin terus mengurung gadis ini. "Kamu yang meminta, Sasa," bisik Javendra serak tepat di depan bibir Sasa. Tanpa aba-aba, Javendra langsung menghantamkan miliknya masuk kembali dengan satu sentakan yang sangat kuat dan dalam
Terakhir Diperbarui: 2026-06-15
Chapter: Bab 149 - Sentuh Saya Tuan
Javendra tidak lagi menahan dirinya. Ia menyingkirkan sisa pakaian Sasa dengan cepat, membiarkan tubuh gadis itu sepenuhnya terbuka di atas meja kerja. Sasa gemetar, kedua tangannya yang menumpu di dada bidang Javendra terasa lemas. "Tuan... saya..." bisiknya dengan suara parau dan napas yang masih putus-putus, tidak sanggup melanjutkan kalimatnya karena gugup yang luar biasa. Javendra tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru merapatkan tubuhnya, menyatukan milik mereka dengan satu sentakan yang dalam. "Ah!" Sasa terpekik keras, matanya terpejam rapat saat rasa penuh yang luar biasa menghantamnya. Tubuh Sasa menegang, namun di balik rasa gugupnya, ada kehangatan familiar yang menjalar di perutnya. Sasa tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Sentuhan kasar namun memabukkan ini adalah hal yang diam-diam ia rindukan selama beberapa hari ini. Javendra menggeram rendah, mencengkeram pinggang Sasa dengan sangat erat hingga jemarinya memutih. Gerakannya langsung cepat dan bertena
Terakhir Diperbarui: 2026-06-15
Nikah Kontrak Demi Balas Dendam

Nikah Kontrak Demi Balas Dendam

"Dia tunanganku, Ai." Sikap murah hati Aileen selama ini malah dikotori dengan perselingkuhan dan penipuan yang dilakukan pacarnya. Ia hanya gadis lugu dan culun yang mudah dibodohi karena kepolosannya. Namun semua berubah saat Aileen bertemu dengan pria asing bernama Albani Raditya. Pria pekerja keras yang ternyata adalah calon suaminya. Aileen tak pernah mengira jika ia akan menerima tawaran pria itu saat hatinya sedang kacau karena kekecewaan mendalam. Sanggupkah Aileen membalas rasa sakit hatinya dan mengambil kembali harga dirinya?
Baca
Chapter: Bab 89 : Ciuman Yang Menghidupkan
Ruangan kerja Aileen terasa berbeda hari itu. Meskipun sinar matahari menyinari meja dan sofa favoritnya, ada hawa dingin yang menggantung di udara. Hawa yang berasal dari satu benda kecil… amplop cokelat itu. Ia berdiri mematung di depan mejanya. Matanya menatap benda yang sejak hari pertama terasa seperti bom waktu. Amplop itu terselip rapi di dalam laci, tak pernah disentuh, tapi tak pernah juga benar-benar dilupakan. Kata-kata Albani terngiang di telinganya. “Jangan buka itu sendirian, Sayang. Aku tidak mau kau menghadapi hal-hal buruk tanpa aku.” Tapi hari ini, Aileen merasa... cukup kuat. Dia sudah terlalu lama membiarkan tanda tanya mengendap di dalam hatinya. Dia mencintai Albani, benar. Tapi bukankah kepercayaan juga berarti berani melihat kebenaran? Tangannya gemetar saat menarik amplop itu keluar. Ia menatapnya sejenak, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. “Kalau pun ini menyakitkan,” bisiknya lirih, “aku akan menghadapinya.” Dengan napas yang berat,
Terakhir Diperbarui: 2025-06-20
Chapter: Bab 88 : Dekapan di Ujung Malam || Bayangan Iri yang Membusuk)
Suasana di ruang rawat intensif kini jauh lebih tenang. Lampu temaram menyinari wajah pucat Albani yang kini mulai menunjukkan rona kembali. Di sisi ranjang, Aileen duduk sambil menggenggam tangan suaminya erat—tak mau melepas sedetik pun.“Sayang, kau yakin tidak pusing lagi?” bisik Aileen lembut sambil membelai rambut Albani yang sedikit berantakan.Albani tersenyum kecil, meski jelas tubuhnya masih lemah. “Aku tidak pusing... tapi jantungku sedikit berdebar.”Aileen langsung cemas. “Berdebar? Apa aku harus panggil dokter?”“Berdebar karena kau ada di sini, di dekatku, dengan wajah secantik itu...” lanjut Albani, senyum nakalnya mulai muncul.Aileen langsung mencubit pelan lengan Albani. “Al! Kau sedang sakit, masih bisa bercanda begitu?”“Aku sakit, iya. Tapi bukan berarti kehilangan akal sehat.” Ia menarik pelan jemari Aileen, menciumnya satu per satu. “Apa kau tahu, hanya dengan aroma tubuhmu saja aku bisa lupa rasa sakit ini.”“Al...” Aileen menunduk, wajahnya merona. Tapi senyu
Terakhir Diperbarui: 2025-06-20
Chapter: Bab 87 : Niat Jahat
“Kenapa selalu wanita itu yang menang?” desis Marsha geram, melempar ponselnya ke atas tempat tidur. Ia tak mengerti, bagaimana bisa nasib begitu memihak Aileen. Padahal Marsha sudah menyusun rencana matang. Ia sudah menyerahkan amplop cokelat berisi foto dan dokumen masa lalu Albani yang kelam kepada sekretaris Aileen, Hasya. Amplop yang seharusnya menjadi senjata pemusnah rumah tangga Aileen. Marsha memijat pelipisnya. “Apa amplop itu belum dibuka? Atau Hasya tidak menyerahkannya?” Dugaan itu membuatnya semakin kesal. Ia ingat betul, ekspresi Hasya saat menerima amplop itu memang mencurigakan. Wajahnya tegang, bahkan seolah menolak secara halus. Dan kini Marsha yakin, amplop itu tidak sampai ke tangan Aileen. “Aku harus bertindak,” gumamnya lirih. Marsha membuka laptopnya dan mulai menelusuri media sosial, mencari celah baru. Ia menyimpan beberapa video lama yang memperlihatkan Albani di masa lalunya, saat masih dekat dengan wanita lain sebelum menikah dengan Aileen. Salah satu
Terakhir Diperbarui: 2025-06-20
Chapter: Bab 86 : Lebih Baik Punya Penyesalan
Aileen duduk di bangku tunggu luar ruang ICU, jari-jarinya menggenggam erat kerah bajunya sendiri. Jantungnya tak karuan. Setiap detik menunggu terasa seperti siksaan.Martin berdiri di sampingnya, tangan ayah mertuanya menepuk pelan pundaknya. “Tenang, Nak. Dokter akan melakukan yang terbaik.”Namun Aileen hanya bisa menggeleng. “Tadi dia baik-baik saja, Pa. Lalu kenapa tiba-tiba... begitu?”Martin menghela napas panjang. “Kadang trauma kepala memang bisa muncul tiba-tiba. Tapi yang harus kau percaya, Al akan kuat.”Melani berdiri di seberang mereka, memperhatikan Aileen dengan tatapan yang... berbeda. Ada rasa bersalah, ada penyesalan, dan bahkan ada rasa sayang yang masih kaku dan tertahan.“Apa... apa ini karena aku memberitahunya bahwa aku hamil?” lirih Aileen dengan suara gemetar.Melani ikut terduduk. Suaranya pelan, nyaris seperti ibu sejati. “Itu bukan salahmu. Justru kau membawa kebahagiaan untuk anakku.” Ia menatap perut Aileen, lalu menarik napas. “Mungkin memang belum wak
Terakhir Diperbarui: 2025-06-20
Chapter: Bab 85 : Siuman
Melani membeku, ia hanya bisa menangisi segala fakta yang baru terungkap. Bahkan Melani kini tidak tau apa yang harus diperbuat. Ia sudah salah paham, tapi tindakannya selama ini terlalu kentara saat membenci Aileen, ternyata selama ini bukan Aileen yang seharusnya ia jauhi, tapi melainkan Marsha.. Wanita itu terlalu terpengaruh oleh mulut manis dan hasutan Marsha, tanpa melakukan investigasi lebih lanjut tentang fakta kebenaran berita itu. Lalu kalau sudah begini, ia sendiri jadi bingung, apa yang harus dilakukan. Apa dia mungkin dimaafkan, sementara tabiat buruknya sudah sangat amat berlebihan. "Nyonya, kenapa Anda malah di sini?" Seseorang muncul, bertanya dengan nada lembut dan sopan. Saat Melani yang berjongkok lalu mendongak, wajah itu malah tersenyum, meski ada keraguan. "M-Maaf, bukan maksud saya menganggu Anda. Tapi Al sudah siuman. Anda ibunya, tentu lebih berhak untuk melihat kondisi Al lebih dulu." "Al sudah siuman?" Aileen agak kaget, melihat wajah Melani yang
Terakhir Diperbarui: 2025-06-14
Chapter: Bab 84 : Fakta Yang Terkuak
"Al bagaimana Tante???" Dalam kondisi lemah, Aileen kembali ke ruangan ICU tempat suaminya kini dirawat. Lalu Melani, mama mertuanya malah sedang berdua dengan seorang wanita. Tampak belakang, sepertinya Aileen pernah melihat wanita itu. "Bu Aileen, sepertinya aku pernah lihat wanita itu," kata Hasya. "Benarkah, Hasya?" Martin buru-buru berlari ke arah sang istri. Ia menarik tangan Melani, membawanya pergi untuk bicara. Tak lupa, Martin juga membawa wanita yang bersama istrinya pergi dengannya. "Om lepaskan!!" "Martin kau apa-apaan sih!" Keduanya tampak kesal. "Kau ngapain ajak dia ke rumah sakit! Kau sadar kan Al tidak suka dia muncul di depan Aileen!!" tegasnya pada Melani. "Kau juga, apa kau wanita rendahan, Marsha!!" . "Om cukup ya. Aku kemari karena mencemaskan Al. Kenapa om malah memakiku sih??" "Cemas katamu? Apa kau punya hak untuk itu?" "Jelas aku punya hak!!" tegas Marsha, ia seolah tidak takut pada siapapun, termasuk orang tua Albani sekalipun. "Cukup
Terakhir Diperbarui: 2025-06-14
Menikahi CEO Philophobia

Menikahi CEO Philophobia

TAMAT Warning Mature Content ( Konten Dewasa) Gavin Narendra Tama mengalami trauma jatuh cinta setelah patah hati karena dikhianati oleh mantan kekasihnya. Dipertemukan tidak sengaja dengan gadis bernama Arabella Camelia, gadis mandiri dan pemberani. Mereka berkomitmen untuk menikah dengan alasan simbiosis mutualisme.
Baca
Chapter: Akhir Yang Indah (2) END STORY
"Dokter apa yang terjadi dengan istri, saya?""Istri Anda hamil.""Apa? Saya hamil, Dok?""Ya, menurut hasil pemeriksaan awal, usia kandungan memasuki bulan ke tiga. Keadaannya cukup baik. hanya saja, Nyonya harus banyak istirahat dan tidak boleh kelelahan. Konsumsi makanan bergizi, vitamin, itu sangat penting."Evelyn masih tak menyangka, bahwa dia hamil. "Astaga Sayang! Kau dengar, ada bayi di dalam sini! Ini adalah anak kita, Sayang!" Oliver kelihatan benar-benar bahagia. Dia tak kuasa menyembunyikan perasaan haru di hadapan istrinya."Aku benar-benar tidak menyangka, Oli. Aku hamil. Aku akan jadi seorang ibu?"Oliver menciumi Evelyn dengan derai air mata. Setelah penantian panjang, akhirnya dia dan Evelyn akan segera diberkati keturunan.***"Gavin, kita harus segera ke rumah sakit." "Ya, Sayang. Sebentar, aku harus menggendong Aelly dulu.""Oh, sweety. Kau benar-benar ayah yang luar biasa, Vin."Gavin menarik tubuh Ara ke sisinya, lalu mengecup keningnya. "Kau lah yang luar bia
Terakhir Diperbarui: 2022-05-10
Chapter: Akhir Yang Indah (1)
Dokter sudah mengatakan jika operasi yang dilakukan Gilbert berjalan lancar. Setelah dua puluh empat jam akhirnya Gilbert pun sadar. Arabella lah yang pertama dilihat olehnya. Laki-laki itu merasa diberkahi, sebab Tuhan masih mengasihaninya dan memberinya kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya terhadap putrinya, Arabella. "Ara." "Kau sudah bangun, Tuan."Mungkin berlebihan dan terkesan tidak tahu diri. Gilbert merasa ingin sekali mendengar Arabella memanggilnya ayah. Tapi, dia tidak mau menyampaikan itu pada Arabella, sebab baginya melihat Ara yang mau berbicara dengannya saja, itu sudah merupakan hal yang luar biasa. "Iya, berkatmu, Arabella. Aku ingin kau memaafkan ku. Jadi, aku memohon pada Tuhan, dalam gelap, dalam kesakitan, aku mohon agar aku bisa melihatmu, walau mungkin untuk terakhir kali."Arabella menggeleng, dia tentu tidak mau itu menjadi yang terakhir. "Kau tidak boleh berkata begitu, Ayah." Gilbert yang masih terbaring lemah, mendadak menegakkan tubuhnya meski di
Terakhir Diperbarui: 2022-05-08
Chapter: Berdamai Dengan Keadaan
Rasa resah dan gelisah melingkupi Arabella. Dia harus berasa di posisi yang sangat menyulitkan nya. Laki-laki itu benar ayahnya, seburuk-buruknya tetap dia lah orang yang memiliki hubungan darah dengannya. Arabella tak mau, jika Tuhan mengambil orang itu. Lebih baik, hubungan mereka buruk selamanya, asalkan Gilbert harus tetap hidup. "Sayangku, aku mengerti yang kau rasakan." Gavin, dia selalu datang memberikan setidaknya sedikit ketenangan dan juga pelukan hangat yang membuatnya kuat. "Vin, apa yang harus aku lakukan??" "Kau harus ikuti kata hatimu, Arabella. Lakukan apa yang hatimu suarakan. dengarkan dengan perasaan bukan dengan emosimu." Matanya berkaca, dia mengeratkan peluk, sembari menahan agar tidak menangis. "Jangan menangis, karena Arabella yang kukenal adalah wanita yang kuat. Sudah terlalu sering kau menangis, padahal hal yang jauh lebih sulit dari ini sudah pernah kau lalui." Keberuntungan yang Ara miliki adalah Gavin, s
Terakhir Diperbarui: 2022-04-22
Chapter: Kesungguhan Gilbert
"Saya mohon, Tuan Gavin. Izinkan Ara ikut saya ke rumah. Saya akan menjelaskan semuanya secara terang-terangan pada Oliver dan Evelyn tentang siapa Arabella, dan juga masa lalu saya bersama ibu Ara."Gavin awalnya menolak. Tapi, dia juga tidak mungkin membiarkan masalah menguap begitu saja. Padahal dia yakin Arabella juga ingin kejelasan, setidaknya itu adalah bentuk penyesalan Gilbert yang telah menyia-nyiakan Ara dan ibunya."Baiklah. Saya akan izinkan Arabella pergi. Tapi saya akan ikut bersamanya.""Ya, tentu, memang Anda harus ikut, Tuan. Terima kasih, karena sudah mengizinkan saya mengajak Ara."Ara hanya diam, dia menyerahkan segalanya ke tangan Gavin. Kalau Gavin yang memintanya pergi, maka dia akan pergi. Sedangkan kalau tanpa restu Gavin, Ara tidak akan pergi."Ara, aku akan menemani mu. Kau mau ya, ikut untuk menjelaskan semuanya. Ini juga yang diinginkan ibumu, kan?"Ara menatap sekilas wajah Gilbert. Dia masih sediki
Terakhir Diperbarui: 2022-04-22
Chapter: Luluh, kah?
Evelyn benar-benar cemas karena Arabella meminta bertemu empat mata dengan papa mertuanya. Sedang dia tau, bahwa papa mertuanya itu bukan termasuk orang yang bisa diajak bicara.Setelah sekitar tiga puluh menit Arabella bersama dengan Gilbert, entah apa yang mereka berdua bicarakan. Akhirnya Arabella keluar dengan wajah yang datar pada awalnya. "Ara, kau akhirnya keluar juga. aku sangat mencemaskan mu."Barulah Arabella tersenyum. Dia menggenggam tangan Evelyn, dengan raut yang terlihat santai, seolah tak terjadi apa-apa."Aku baik-baik saja. Syukurlah, semuanya bisa diselesaikan. Aku sudah bicara, dan Tuan Gilbert akan menyelesaikan semuanya. Kau bisa lanjut dengan proyek yang sebelumnya berjalan, tanpa perlu memperpanjang semuanya lagi.""Hah? Apa maksud mu, Arabella? Bagaimana bisa?" tanya Evelyn yang kaget bukan main. Tidak mungkin itu terjadi begitu saja. Karena dia tau persis bagaimana watak papa mertuanya. Apakah dia luluh? apa yang Ar
Terakhir Diperbarui: 2022-04-20
Chapter: Penyesalan Gilbert
"Selamat siang, Tuan Gilbert." "Kamu? Kamu Arabella, kan?""Ya, saya Arabella, lama tidak bertemu, Tuan. Rasanya saya juga lupa, kapan terakhir kali kita saling mengenal. Karena waktu itu saya masih sangat kecil. Kalaulah bukan karena Ibu yang memintaku menemui Anda, mungkin saya sudah mengubur nama Anda dalam-dalam." Perkataan Arabella itu sangat membuat Gilbert terpukul. Tapi, pria tua itu menyadari, dia memang bersalah. Gilbert berjalan melangkahkan kakinya mendekati Arabella hingga jarak keduanya hanya sekitar satu meter saja. "Duduklah dulu, Ara. Silakan, kita bisa berbicara dulu."Ara pun duduk, meski sejujurnya enggan. "Baik, kita bicara. Meski saya enggan, saya malas berbicara dengan orang seperti Anda, Tuan." "Arabella, maafkan Ayah, Nak.""Anda bukan ayah saya." "Ara, aku adalah ayahmu. Suka tidak suka, aku adalah suami ibumu.""Apa?" decih malas Arabella. "Kau bilang suami ibuku? Apakah
Terakhir Diperbarui: 2022-04-17
Married With Hot Daddy (INDONESIA)

Married With Hot Daddy (INDONESIA)

WARNING ADULT STORY - 21+ CONTENT Menduda selama tujuh tahun seolah membuat Max melupakan rasa cinta dan kebutuhannya untuk menikah lagi. Permintaan Natasha, putri kecilnya, tentang Mama baru adalah alasan Max mencari seorang pendamping. Hingga dia bertemu dengan Nayra Aghnia, ternyata dia gadis kecil yang pernah membuatnya tertarik dulu sebelum bertemu dengan Maria, mendiang istrinya. Kepribadian Nay yang menyenangkan, membuat Max memutuskan gadis itu adalah pilihan yang tepat untuk menjadi Mama baru bagi putri tersayangnya.
Baca
Chapter: Ending
Derap langkah terdengar semakin dekat membuntuti Mala yang terus mempercepat langkah kakinya."Siapa sih, kenapa dia ngikutin aku?"Napas Mala terengah-engah setelah dia berhenti karena tak kuat lagi berlari. Ini semuanya karena Dewa tidak menjemputnya di acara reuni teman SMA Mala. Entah siapa orang yang mengikutinya tadi, yang jelas Mala ketakutan."Hallo, Kak. Kamu jemput aku dong, please, aku takut." Suara langkah kaki semakin dekat. Kedua bola mata Mala membulat sempurna saat lengan kekar melingkar di pinggangnya."Aaaaaaaaaaaaaaa....." teriaknya."Sayang, ini aku."Mala menutup mulutnya. Itu seperti suara..."Kak Dewa!"****"Jadi tadi beneran ada yang ikutin aku?" kaget Mala saat suaminya bilang bahwa seorang lelaki mencoba untuk membuntuti Mala. Beruntung Dewa sampai tepat waktu."Iya. Tadi aku emang ada urusan kerjaan di kantor. Semenjak kamu memutuskan untuk resain, aku kan hendel semuanya sendiri, Sayang.""Tapi kan itu keinginan kamu juga, Kak. Aku diminta resain.""Iya.
Terakhir Diperbarui: 2023-12-06
Chapter: Solusi (43)
Mala merasa bersalah pada suaminya. Padahal Dewa bilang tidak apa-apa jika dia belum siap. Sejak tadi Dewa sibuk dengan pekerjaannya. Mala sebagai sekertaris Dewa saat di kantor tidak berani mengajak ngobrol suaminya itu tentang urusan pribadi."Huffffttt...." Mala menghela napas panjang sambil melirik ke arah suaminya yang tak menatapnya sama sekali.Apakah dia marah?Mala beranjak dari duduknya. Dia tidak bisa begitu terus, dia merasa sangat bersalah dan dia satu-satunya yang bersalah. Dewa boleh berkata tidak apa-apa, tapi tetap saja buat Mala sikap suaminya itu agak berbeda."Kak. Kamu marah kan?"Dewa menaruh bolpoin di tangannya. Lalu ia membuang napas perlahan, dengan senyuman tipis, dia menggelengkan kepala. "Enggak, Sayang.""Karena hal seperti itu aja, aku nggak mungkin marah," tambah Dewa.Mungkin suaminya tidak marah. Tapi tetap saja ia merasa bersalah. "Mala nggak konsen kerja.""Ini kan kamu yang minta, Sayang. Kamu bilang mau mulai kerja kan?" ucap Dewa."Iya. Tapi seka
Terakhir Diperbarui: 2023-12-06
Chapter: Do It (42)
Mala membuka matanya perlahan. Garis bibirnya melingkar cantik menatap pria yang sedang terpejam, nyenyak disampingnya. Mala mengambil cermin, melihat bibirnya agak bengkak dan rambutnya yang berantakan. Dia terkekeh sendirian, tapi pria di sampingnya tidak terusik sama sekali."Capek ya. Kamu sih, mainnya nggak kira-kira," ringisnya sambil menggerakkan perlahan kakinya."Ouch!" pekiknya merasakan tubuhnya sedikit perih dan tidak nyaman."Sayang!" Dewa langsung terkejut saat mendengar suara istrinya. "Kamu kenapa?"Mala menggigit bibir bawahnya sambil meringis, ia tidak berani menyibak selimut di atas tubuhnya. Hanya menggeleng pada suaminya. "Enggak. Aku cuma... Perih.""Perih? Yang mana?" tanya Dewa sambil menyentuh kedua pipi Mala. "Aku nyakitin kamu, ya?" ia menelisik."Bukan. Ini cuma agak perih di bagian--" putus Mala, malu."Bagian mana? Sini, biar aku obatin." Dewa memang polos atau pura-pura tidak tahu sih, bagian mana lagi kalau bukan bagian dimana dia menghujam Mala berulan
Terakhir Diperbarui: 2023-12-06
Chapter: First Night (41)
"Bun. Mala pulang ke rumah kan?""Mala. Kamu pulang ke apartemen Dewa dong. Masa mau pulang sama Bunda?""Bukannya biasanya tidur di rumah pengantin wanita dulu Bun?""Dewa maunya langsung ke apartemen. Lagi pula Bunda nggak bisa lama di Bandung, Sayang. Tapi, kalau Mala mau tinggal di rumah, Bunda seneng dan mengizinkan.""Bunda mau ke Korea lagi?"Delia mengusap bahu putrinya. "Mala kan udah ada yang jaga. Bunda dan Ayah udah merasa tenang. Tapi, bukan karena itu juga Bunda harus balik segera ke Korea. Bunda dan Ayah masih harus mengurus sesuatu di sana. Mala mengerti kan?""Mala ngerti kok," angguk Mala, memeluk bundanya. "Mala sayang Bunda. Maafin Mala ya, kalau selama ini Mala sering merepotkan Bunda dan Ayah.""Jangan ngomong gitu, Sayang. Mala nggak pernah merepotkan. Bunda dan ayah bahagia punya putri cantik seperti Mala," balas Delia.Begitulah obrolan Mala dengan Delia setelah acara selesai.Mala menghela napas panjang. Saat ini di sebelahnya ada Dewa yang sedang menyetir mo
Terakhir Diperbarui: 2023-12-06
Chapter: Menikah (40)
Sampai detik ini Mala seolah tidak percaya bahwa di tempat ini dia sedang duduk menunggu kedatangan Dewa sebagai calon mempelai pria. Hari ini adalah hari pernikahan Mala Dewa.Gedung hotel sengaja di pesan Delia, ibunda Mala. Sebagai penyelenggara pesta untuk putri semata wayangnya. Delia dan Mahen merasa lega karena putrinya yang sempat berpisah dari Dewa akhirnya kembali bersatu dan hari ini mereka akan menikah.Teman-teman Mala pun berdatangan menghampiri Mala yang sudah terbalut kebaya khas Sunda, cantik dan menawan. Hanya saja Mala mencari keberadaan sahabatnya, Cilla. Gadis itu tidak terlihat hadir bersama Vina yang datang menggandeng kekasih barunya."Vin. Cilla mana? Kok nggak datang?"Vinna mendadak muram. "Dia kayaknya nggak bisa datang. Dia hari ini nemenin nyokapnya di RS. Lo tahu nggak, Mala? Bokapnya Cilla belum lama sakit, terus sekarang gantian deh nyokapnya sakit. Dia sedih banget, mana lo tahu kan, kalau dia suka sama Gilang? Tapi, Gilang malah menolak dia. Padahal
Terakhir Diperbarui: 2023-12-06
Chapter: Rencana Pernikahan (39)
Masih dengan perasaan kesal. Dewa membuka pintu rumahnya. Entah siapa yang bertamu malam-malam begini."Selamat malam," ucap seorang wanita yang tersenyum kecil pada Dewa."Kris? Mau apa kamu ke rumah saya?" tanya Dewa ketus.Ia memijat kening, apa lagi yang akan di perbuat Kristal kali ini. Kalau saja bukan karena Daddy-nya yang berteman dekat dengan orang tua Kristal, mungkin Dewa sudah lama memecat Kristal tanpa memutasikan nya."Aku kesini mau-" jawabnya terpotong saat melihat seorang gadis yang muncul di belakang Dewa."Kamu?" kata Kristal kaget. "Kamu sedang apa di rumah Dewa?"Mala menggelayut manja di lengan Dewa. "Sayang. Kamu udah ngantuk?" tanya Dewa sembari mengusap sulur anak rambut gadisnya."Iya. Kamu masih lama nggak?" balas Mala tanpa mempedulikan Kristal."Kris, kamu mau apa?" tanya Dewa."Kamu tinggal berdua dengan dia?" ucap Kristal, dia terlihat sangat kaget."Kalau iya, kenapa?" sahut Dewa. Mala hanya menatap sinis pada Kristal."Mbak. Tadi kenapa sih cium-cium p
Terakhir Diperbarui: 2023-12-06
Anda juga akan menyukai
Gairah Liar Pembantu Lugu
Gairah Liar Pembantu Lugu
Romansa · kodav
482.5K Dibaca
Love Sugar Daddy
Love Sugar Daddy
Romansa · KarRa
474.5K Dibaca
Bercinta Denganmu
Bercinta Denganmu
Romansa · Chida
467.9K Dibaca
Pemuas Nafsu Tuan Muda
Pemuas Nafsu Tuan Muda
Romansa · Callista_ Ivan
465.2K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status