author-banner
Apple Cherry
Apple Cherry
Author

Novelas de Apple Cherry

Pelayan Kesayangan CEO Arogan

Pelayan Kesayangan CEO Arogan

WARNING HANYA UNTUK DEWASA "Ah, Tuan Javen, tolong jangan." "Tenang saja, Sas, hanya ada aku dan kamu di sini." "Ngghh ... Tuan, tapi saya..." "Ugh, Tuan Javen, jangan!!" Sasmaya Larasati tidak pernah membayangkan hidupnya akan berubah sejak bekerja di rumah mewah milik Javendra Prakasa Maheswara. Ia hanya ingin bekerja dengan tenang, menjaga batas, dan tidak menarik perhatian. Namun semua itu runtuh saat Javen mulai mendekat. Pria arogan itu terbiasa mengendalikan segalanya, termasuk perasaannya yang perlahan menyeret Sasa masuk ke dalam permainan berbahaya.
Leer
Chapter: Bab 327 - Apa Saya Boleh Menolak?
Javendra menoleh, menatap Sasa dengan pendar mata yang sangat lembut di bawah remang cahaya lampu jalanan. "Tidak, Sasmaya," jawab Javen dengan suara rendahnya yang hangat. "Kau menjawabnya dengan sangat sempurna." Sasa tersenyum lega, jari-jarinya menaut meremas bagian bawah gaunnya. " Ah, benarkah? Syukurlah, Tuan." "Ya, kamu sangat pandai membuat Kenzo tak berkutik, aku menyukai caramu menjawab tadi." "Saya hanya menyampaikan apa yang sebenarnya, Tuan. Semoga saja tadi saaya tidak tampak seperti menyombongkan diri di depan Pak Kenzo." "Kenapa memangnya? Kamu boleh sombong, apa pun itu asalkan tidak membalas senyuman Kenzo." Sasa terkekeh. "Tuan, jangan kesal begitu, saya jadi bingung." Javendra meraih jemari Sasa, membawa punggung tangan gadis itu ke bibirnya lalu mengecupnya pelan. "Justru itu yang membuat jawabanmu bagus, Sasmaya. Kau polos, tapi kata-katamu langsung memukul harga dirinya." Sasa terkekeh pelan. "Tuan Javen bisa saja. Saya hanya pelayan yang kebetula
Última actualización: 2026-07-31
Chapter: Bab 326 - Sikap dan Jawaban Sasa yang Memuaskan
Sasa menelan ludah, menatap Javendra yang berjalan tegap di sampingnya dengan wajah datar. Dalam hati, Sasa membatin polos. Ternyata Tuan Javen benar. AC di restoran ini memang sangat dingin. Seorang pelayan berjas rapi menyambut mereka dan langsung mengarahkan langkah menuju area VIP di lantai dua. Ruangan tersebut sangat privat, dipisahkan oleh dinding kaca tebal bertirai sutra yang menyajikan pemandangan kota dari ketinggian. Di dalam ruangan itu, Kenzo Aldebaran sudah duduk santai di meja bundar dengan segelas wine di tangannya. Begitu melihat kedatangan Javendra dan Sasa, pria itu langsung berdiri dengan senyuman ramah yang melebar di bibirnya. "Selamat datang, Javendra," sapa Kenzo dengan suara bariton yang tenang. Tangannya terulur untuk menjabat tangan rival bisnisnya itu. Javendra menyambut jabat tangan itu sangat singkat, hanya hitungan detik sebelum menarik tangannya kembali. "Kau selalu tepat waktu jika menyangkut hal yang menguntungkanmu, Kenzo." Kenzo terkekeh pela
Última actualización: 2026-07-31
Chapter: Bab 325 - Proteksi Javendra Yang Menggila
Sasa menatar kotak besar yang baru saja diantarkan oleh pegawai butik ke kamarnya. Di dalam kotak itu tergeletak sehelai gaun panjang berwarna hitam pekat. Sasa mengangkat gaun itu dengan dahi berkerut dalam, merasa bingung melihat potongannya. Gaun itu memiliki kerah tinggi yang menutupi seluruh leher, lengan panjang yang ketat sampai ke pergelangan tangan, dan potongan bawah yang menjuntai hingga menyentuh mata kaki. Sama sekali tidak ada celah kulit yang terlihat jika dia memakainya. Pintu kamar terbuka tanpa diketuk. Javendra melangkah masuk dengan setelan jas formalnya yang rapi. Pria itu berhenti di dekat tempat tidur, menatap gaun di tangan Sasa lalu beralih ke wajah gadis itu. "Kenapa belum dipakai? Kita harus berangkat tiga puluh menit lagi," ucap Javendra datar. Sasa membalikkan tubuhnya, membentangkan gaun hitam itu di depan tubuh dengan polos. "Tuan, Anda serius menyuruh saya memakai ini? Apa di restoran nanti udaranya memang sangat dingin?" "Ya. Kenapa?" jawab Javen
Última actualización: 2026-07-31
Chapter: Bab 324 - Pria Lain yang Mulai Terobsesi
Javendra tidak membalas ucapan Kenzo. Dia langsung menyambar kartu nama hitam di atas meja, lalu menarik tangan Sasa dengan genggaman erat yang memastikan gadis itu tetap berada di dekatnya. "Rapat sudah selesai. Keluar dari gedungku sekarang sebelum aku membuat Aldebaran Group kehilangan seluruh sahamnya di proyek ke depan," desis Javendra tanpa emosi yang meledak-ledak. Kenzo hanya tersenyum tipis, lalu mengangguk sopan seolah tidak terjadi apa-apa. "Sampai jumpa lagi, Sasmaya." Javendra tidak membiarkan Sasa merespons. Dia langsung membawa Sasa keluar dari ruang rapat, melewati koridor menuju lift pribadi. Sasa terpaksa setengah berlari untuk mengimbangi langkah kaki pria itu. Selama di dalam lift hingga masuk ke dalam mobil, Javendra tidak mengucapkan sepatah kata pun. Keheningan di dalam mobil terasa begitu menekan. Begitu mobil berhenti di mansion, Javendra langsung mengajak Sasa masuk ke dalam kamar pribadinya. Javen membuka pintu kamar, lalu menutupnya kembali dengan rapat
Última actualización: 2026-07-31
Chapter: Bab 323 - Penawaran untuk Sasmaya
Suasana di dalam ruang rapat terasa begitu mencekam hingga Sasa merasa kesulitan untuk sekadar bernapas dengan lega. Ketegangan antara Javendra dan Kenzo seperti medan magnet berdaya tinggi yang siap meledak kapan saja. Kenzo akhirnya memutus kontak mata, lalu terkekeh pelan sambil merapikan jasnya. "Baiklah, mari kita mulai rapatnya. Jangan terlalu tegang, Javendra. Aku hanya mengagumi apa yang patut dikagumi." Javendra tidak membalas ucapan itu. Dia langsung duduk di kursi utama, sementara Sasa berdiri dengan sigap di sebelah kirinya, menyiapkan berkas-berkas keuangan yang akan dibahas. "Buka berkas proyeksi laba kuartal ketiga, Sasmaya," perintah Javendra dengan suara yang terlampau tenang, namun Sasa tahu pria itu sedang menahan emosinya. Sasa segera membagikan berkas tersebut kepada tim analisis dari Aldebaran Group. Begitu rapat dimulai, perwakilan dari pihak Kenzo langsung membombardir dengan berbagai pertanyaan kritis mengenai perubahan formula kalkulasi pajak progresif
Última actualización: 2026-07-30
Chapter: Bab 322 - Pria Lain yang Tertarik
Sasa langsung menggelengkan kepalanya dengan panik, mundur beberapa langkah. "Tidak, Tuan. Saya tidak mau ikut. Saya tidak pantas ke sana." "Kenapa?" Javen menghentikan gerakannya, menatap Sasa dengan dahi berkerut. "Walaupun saya bisa mengurus data itu, tetap saja lulusan sarjana jauh lebih baik dari saya untuk berbicara di rapat besar. Saya hanya lulusan SMA, Tuan. Saya hanya akan membuat Anda malu di depan rekan bisnis Anda. Lagipula..." Sasa menunduk, memperhatikan pakaian sederhana yang melekat di tubuhnya. "...mana ada pekerja kantoran yang penampilannya seperti pembantu begini?" Javendra berjalan mendekat, memperkecil jarak di antara mereka. Dia menatap Sasa lurus-lurus. "Kau hanya terlalu banyak berpikir, Sasmaya. Semua alasanmu itu tidak berguna. Detail klasik seperti latar belakang pendidikan bisa dengan mudah kusingkirkan jika aku mau. Tidak akan ada yang berani merendahkanmu selama kau berada di sampingku." Pandangan Javen kemudian beralih, meneliti penampilan Sasa
Última actualización: 2026-07-30
Married With Hot Daddy (INDONESIA)

Married With Hot Daddy (INDONESIA)

WARNING ADULT STORY - 21+ CONTENT Menduda selama tujuh tahun seolah membuat Max melupakan rasa cinta dan kebutuhannya untuk menikah lagi. Permintaan Natasha, putri kecilnya, tentang Mama baru adalah alasan Max mencari seorang pendamping. Hingga dia bertemu dengan Nayra Aghnia, ternyata dia gadis kecil yang pernah membuatnya tertarik dulu sebelum bertemu dengan Maria, mendiang istrinya. Kepribadian Nay yang menyenangkan, membuat Max memutuskan gadis itu adalah pilihan yang tepat untuk menjadi Mama baru bagi putri tersayangnya.
Leer
Chapter: Ending
Derap langkah terdengar semakin dekat membuntuti Mala yang terus mempercepat langkah kakinya."Siapa sih, kenapa dia ngikutin aku?"Napas Mala terengah-engah setelah dia berhenti karena tak kuat lagi berlari. Ini semuanya karena Dewa tidak menjemputnya di acara reuni teman SMA Mala. Entah siapa orang yang mengikutinya tadi, yang jelas Mala ketakutan."Hallo, Kak. Kamu jemput aku dong, please, aku takut." Suara langkah kaki semakin dekat. Kedua bola mata Mala membulat sempurna saat lengan kekar melingkar di pinggangnya."Aaaaaaaaaaaaaaa....." teriaknya."Sayang, ini aku."Mala menutup mulutnya. Itu seperti suara..."Kak Dewa!"****"Jadi tadi beneran ada yang ikutin aku?" kaget Mala saat suaminya bilang bahwa seorang lelaki mencoba untuk membuntuti Mala. Beruntung Dewa sampai tepat waktu."Iya. Tadi aku emang ada urusan kerjaan di kantor. Semenjak kamu memutuskan untuk resain, aku kan hendel semuanya sendiri, Sayang.""Tapi kan itu keinginan kamu juga, Kak. Aku diminta resain.""Iya.
Última actualización: 2023-12-06
Chapter: Solusi (43)
Mala merasa bersalah pada suaminya. Padahal Dewa bilang tidak apa-apa jika dia belum siap. Sejak tadi Dewa sibuk dengan pekerjaannya. Mala sebagai sekertaris Dewa saat di kantor tidak berani mengajak ngobrol suaminya itu tentang urusan pribadi."Huffffttt...." Mala menghela napas panjang sambil melirik ke arah suaminya yang tak menatapnya sama sekali.Apakah dia marah?Mala beranjak dari duduknya. Dia tidak bisa begitu terus, dia merasa sangat bersalah dan dia satu-satunya yang bersalah. Dewa boleh berkata tidak apa-apa, tapi tetap saja buat Mala sikap suaminya itu agak berbeda."Kak. Kamu marah kan?"Dewa menaruh bolpoin di tangannya. Lalu ia membuang napas perlahan, dengan senyuman tipis, dia menggelengkan kepala. "Enggak, Sayang.""Karena hal seperti itu aja, aku nggak mungkin marah," tambah Dewa.Mungkin suaminya tidak marah. Tapi tetap saja ia merasa bersalah. "Mala nggak konsen kerja.""Ini kan kamu yang minta, Sayang. Kamu bilang mau mulai kerja kan?" ucap Dewa."Iya. Tapi seka
Última actualización: 2023-12-06
Chapter: Do It (42)
Mala membuka matanya perlahan. Garis bibirnya melingkar cantik menatap pria yang sedang terpejam, nyenyak disampingnya. Mala mengambil cermin, melihat bibirnya agak bengkak dan rambutnya yang berantakan. Dia terkekeh sendirian, tapi pria di sampingnya tidak terusik sama sekali."Capek ya. Kamu sih, mainnya nggak kira-kira," ringisnya sambil menggerakkan perlahan kakinya."Ouch!" pekiknya merasakan tubuhnya sedikit perih dan tidak nyaman."Sayang!" Dewa langsung terkejut saat mendengar suara istrinya. "Kamu kenapa?"Mala menggigit bibir bawahnya sambil meringis, ia tidak berani menyibak selimut di atas tubuhnya. Hanya menggeleng pada suaminya. "Enggak. Aku cuma... Perih.""Perih? Yang mana?" tanya Dewa sambil menyentuh kedua pipi Mala. "Aku nyakitin kamu, ya?" ia menelisik."Bukan. Ini cuma agak perih di bagian--" putus Mala, malu."Bagian mana? Sini, biar aku obatin." Dewa memang polos atau pura-pura tidak tahu sih, bagian mana lagi kalau bukan bagian dimana dia menghujam Mala berulan
Última actualización: 2023-12-06
Chapter: First Night (41)
"Bun. Mala pulang ke rumah kan?""Mala. Kamu pulang ke apartemen Dewa dong. Masa mau pulang sama Bunda?""Bukannya biasanya tidur di rumah pengantin wanita dulu Bun?""Dewa maunya langsung ke apartemen. Lagi pula Bunda nggak bisa lama di Bandung, Sayang. Tapi, kalau Mala mau tinggal di rumah, Bunda seneng dan mengizinkan.""Bunda mau ke Korea lagi?"Delia mengusap bahu putrinya. "Mala kan udah ada yang jaga. Bunda dan Ayah udah merasa tenang. Tapi, bukan karena itu juga Bunda harus balik segera ke Korea. Bunda dan Ayah masih harus mengurus sesuatu di sana. Mala mengerti kan?""Mala ngerti kok," angguk Mala, memeluk bundanya. "Mala sayang Bunda. Maafin Mala ya, kalau selama ini Mala sering merepotkan Bunda dan Ayah.""Jangan ngomong gitu, Sayang. Mala nggak pernah merepotkan. Bunda dan ayah bahagia punya putri cantik seperti Mala," balas Delia.Begitulah obrolan Mala dengan Delia setelah acara selesai.Mala menghela napas panjang. Saat ini di sebelahnya ada Dewa yang sedang menyetir mo
Última actualización: 2023-12-06
Chapter: Menikah (40)
Sampai detik ini Mala seolah tidak percaya bahwa di tempat ini dia sedang duduk menunggu kedatangan Dewa sebagai calon mempelai pria. Hari ini adalah hari pernikahan Mala Dewa.Gedung hotel sengaja di pesan Delia, ibunda Mala. Sebagai penyelenggara pesta untuk putri semata wayangnya. Delia dan Mahen merasa lega karena putrinya yang sempat berpisah dari Dewa akhirnya kembali bersatu dan hari ini mereka akan menikah.Teman-teman Mala pun berdatangan menghampiri Mala yang sudah terbalut kebaya khas Sunda, cantik dan menawan. Hanya saja Mala mencari keberadaan sahabatnya, Cilla. Gadis itu tidak terlihat hadir bersama Vina yang datang menggandeng kekasih barunya."Vin. Cilla mana? Kok nggak datang?"Vinna mendadak muram. "Dia kayaknya nggak bisa datang. Dia hari ini nemenin nyokapnya di RS. Lo tahu nggak, Mala? Bokapnya Cilla belum lama sakit, terus sekarang gantian deh nyokapnya sakit. Dia sedih banget, mana lo tahu kan, kalau dia suka sama Gilang? Tapi, Gilang malah menolak dia. Padahal
Última actualización: 2023-12-06
Chapter: Rencana Pernikahan (39)
Masih dengan perasaan kesal. Dewa membuka pintu rumahnya. Entah siapa yang bertamu malam-malam begini."Selamat malam," ucap seorang wanita yang tersenyum kecil pada Dewa."Kris? Mau apa kamu ke rumah saya?" tanya Dewa ketus.Ia memijat kening, apa lagi yang akan di perbuat Kristal kali ini. Kalau saja bukan karena Daddy-nya yang berteman dekat dengan orang tua Kristal, mungkin Dewa sudah lama memecat Kristal tanpa memutasikan nya."Aku kesini mau-" jawabnya terpotong saat melihat seorang gadis yang muncul di belakang Dewa."Kamu?" kata Kristal kaget. "Kamu sedang apa di rumah Dewa?"Mala menggelayut manja di lengan Dewa. "Sayang. Kamu udah ngantuk?" tanya Dewa sembari mengusap sulur anak rambut gadisnya."Iya. Kamu masih lama nggak?" balas Mala tanpa mempedulikan Kristal."Kris, kamu mau apa?" tanya Dewa."Kamu tinggal berdua dengan dia?" ucap Kristal, dia terlihat sangat kaget."Kalau iya, kenapa?" sahut Dewa. Mala hanya menatap sinis pada Kristal."Mbak. Tadi kenapa sih cium-cium p
Última actualización: 2023-12-06
Menikahi CEO Philophobia

Menikahi CEO Philophobia

TAMAT Warning Mature Content ( Konten Dewasa) Gavin Narendra Tama mengalami trauma jatuh cinta setelah patah hati karena dikhianati oleh mantan kekasihnya. Dipertemukan tidak sengaja dengan gadis bernama Arabella Camelia, gadis mandiri dan pemberani. Mereka berkomitmen untuk menikah dengan alasan simbiosis mutualisme.
Leer
Chapter: Akhir Yang Indah (2) END STORY
"Dokter apa yang terjadi dengan istri, saya?""Istri Anda hamil.""Apa? Saya hamil, Dok?""Ya, menurut hasil pemeriksaan awal, usia kandungan memasuki bulan ke tiga. Keadaannya cukup baik. hanya saja, Nyonya harus banyak istirahat dan tidak boleh kelelahan. Konsumsi makanan bergizi, vitamin, itu sangat penting."Evelyn masih tak menyangka, bahwa dia hamil. "Astaga Sayang! Kau dengar, ada bayi di dalam sini! Ini adalah anak kita, Sayang!" Oliver kelihatan benar-benar bahagia. Dia tak kuasa menyembunyikan perasaan haru di hadapan istrinya."Aku benar-benar tidak menyangka, Oli. Aku hamil. Aku akan jadi seorang ibu?"Oliver menciumi Evelyn dengan derai air mata. Setelah penantian panjang, akhirnya dia dan Evelyn akan segera diberkati keturunan.***"Gavin, kita harus segera ke rumah sakit." "Ya, Sayang. Sebentar, aku harus menggendong Aelly dulu.""Oh, sweety. Kau benar-benar ayah yang luar biasa, Vin."Gavin menarik tubuh Ara ke sisinya, lalu mengecup keningnya. "Kau lah yang luar bia
Última actualización: 2022-05-10
Chapter: Akhir Yang Indah (1)
Dokter sudah mengatakan jika operasi yang dilakukan Gilbert berjalan lancar. Setelah dua puluh empat jam akhirnya Gilbert pun sadar. Arabella lah yang pertama dilihat olehnya. Laki-laki itu merasa diberkahi, sebab Tuhan masih mengasihaninya dan memberinya kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya terhadap putrinya, Arabella. "Ara." "Kau sudah bangun, Tuan."Mungkin berlebihan dan terkesan tidak tahu diri. Gilbert merasa ingin sekali mendengar Arabella memanggilnya ayah. Tapi, dia tidak mau menyampaikan itu pada Arabella, sebab baginya melihat Ara yang mau berbicara dengannya saja, itu sudah merupakan hal yang luar biasa. "Iya, berkatmu, Arabella. Aku ingin kau memaafkan ku. Jadi, aku memohon pada Tuhan, dalam gelap, dalam kesakitan, aku mohon agar aku bisa melihatmu, walau mungkin untuk terakhir kali."Arabella menggeleng, dia tentu tidak mau itu menjadi yang terakhir. "Kau tidak boleh berkata begitu, Ayah." Gilbert yang masih terbaring lemah, mendadak menegakkan tubuhnya meski di
Última actualización: 2022-05-08
Chapter: Berdamai Dengan Keadaan
Rasa resah dan gelisah melingkupi Arabella. Dia harus berasa di posisi yang sangat menyulitkan nya. Laki-laki itu benar ayahnya, seburuk-buruknya tetap dia lah orang yang memiliki hubungan darah dengannya. Arabella tak mau, jika Tuhan mengambil orang itu. Lebih baik, hubungan mereka buruk selamanya, asalkan Gilbert harus tetap hidup. "Sayangku, aku mengerti yang kau rasakan." Gavin, dia selalu datang memberikan setidaknya sedikit ketenangan dan juga pelukan hangat yang membuatnya kuat. "Vin, apa yang harus aku lakukan??" "Kau harus ikuti kata hatimu, Arabella. Lakukan apa yang hatimu suarakan. dengarkan dengan perasaan bukan dengan emosimu." Matanya berkaca, dia mengeratkan peluk, sembari menahan agar tidak menangis. "Jangan menangis, karena Arabella yang kukenal adalah wanita yang kuat. Sudah terlalu sering kau menangis, padahal hal yang jauh lebih sulit dari ini sudah pernah kau lalui." Keberuntungan yang Ara miliki adalah Gavin, s
Última actualización: 2022-04-22
Chapter: Kesungguhan Gilbert
"Saya mohon, Tuan Gavin. Izinkan Ara ikut saya ke rumah. Saya akan menjelaskan semuanya secara terang-terangan pada Oliver dan Evelyn tentang siapa Arabella, dan juga masa lalu saya bersama ibu Ara."Gavin awalnya menolak. Tapi, dia juga tidak mungkin membiarkan masalah menguap begitu saja. Padahal dia yakin Arabella juga ingin kejelasan, setidaknya itu adalah bentuk penyesalan Gilbert yang telah menyia-nyiakan Ara dan ibunya."Baiklah. Saya akan izinkan Arabella pergi. Tapi saya akan ikut bersamanya.""Ya, tentu, memang Anda harus ikut, Tuan. Terima kasih, karena sudah mengizinkan saya mengajak Ara."Ara hanya diam, dia menyerahkan segalanya ke tangan Gavin. Kalau Gavin yang memintanya pergi, maka dia akan pergi. Sedangkan kalau tanpa restu Gavin, Ara tidak akan pergi."Ara, aku akan menemani mu. Kau mau ya, ikut untuk menjelaskan semuanya. Ini juga yang diinginkan ibumu, kan?"Ara menatap sekilas wajah Gilbert. Dia masih sediki
Última actualización: 2022-04-22
Chapter: Luluh, kah?
Evelyn benar-benar cemas karena Arabella meminta bertemu empat mata dengan papa mertuanya. Sedang dia tau, bahwa papa mertuanya itu bukan termasuk orang yang bisa diajak bicara.Setelah sekitar tiga puluh menit Arabella bersama dengan Gilbert, entah apa yang mereka berdua bicarakan. Akhirnya Arabella keluar dengan wajah yang datar pada awalnya. "Ara, kau akhirnya keluar juga. aku sangat mencemaskan mu."Barulah Arabella tersenyum. Dia menggenggam tangan Evelyn, dengan raut yang terlihat santai, seolah tak terjadi apa-apa."Aku baik-baik saja. Syukurlah, semuanya bisa diselesaikan. Aku sudah bicara, dan Tuan Gilbert akan menyelesaikan semuanya. Kau bisa lanjut dengan proyek yang sebelumnya berjalan, tanpa perlu memperpanjang semuanya lagi.""Hah? Apa maksud mu, Arabella? Bagaimana bisa?" tanya Evelyn yang kaget bukan main. Tidak mungkin itu terjadi begitu saja. Karena dia tau persis bagaimana watak papa mertuanya. Apakah dia luluh? apa yang Ar
Última actualización: 2022-04-20
Chapter: Penyesalan Gilbert
"Selamat siang, Tuan Gilbert." "Kamu? Kamu Arabella, kan?""Ya, saya Arabella, lama tidak bertemu, Tuan. Rasanya saya juga lupa, kapan terakhir kali kita saling mengenal. Karena waktu itu saya masih sangat kecil. Kalaulah bukan karena Ibu yang memintaku menemui Anda, mungkin saya sudah mengubur nama Anda dalam-dalam." Perkataan Arabella itu sangat membuat Gilbert terpukul. Tapi, pria tua itu menyadari, dia memang bersalah. Gilbert berjalan melangkahkan kakinya mendekati Arabella hingga jarak keduanya hanya sekitar satu meter saja. "Duduklah dulu, Ara. Silakan, kita bisa berbicara dulu."Ara pun duduk, meski sejujurnya enggan. "Baik, kita bicara. Meski saya enggan, saya malas berbicara dengan orang seperti Anda, Tuan." "Arabella, maafkan Ayah, Nak.""Anda bukan ayah saya." "Ara, aku adalah ayahmu. Suka tidak suka, aku adalah suami ibumu.""Apa?" decih malas Arabella. "Kau bilang suami ibuku? Apakah
Última actualización: 2022-04-17
Nikah Kontrak Demi Balas Dendam

Nikah Kontrak Demi Balas Dendam

"Dia tunanganku, Ai." Sikap murah hati Aileen selama ini malah dikotori dengan perselingkuhan dan penipuan yang dilakukan pacarnya. Ia hanya gadis lugu dan culun yang mudah dibodohi karena kepolosannya. Namun semua berubah saat Aileen bertemu dengan pria asing bernama Albani Raditya. Pria pekerja keras yang ternyata adalah calon suaminya. Aileen tak pernah mengira jika ia akan menerima tawaran pria itu saat hatinya sedang kacau karena kekecewaan mendalam. Sanggupkah Aileen membalas rasa sakit hatinya dan mengambil kembali harga dirinya?
Leer
Chapter: Bab 89 : Ciuman Yang Menghidupkan
Ruangan kerja Aileen terasa berbeda hari itu. Meskipun sinar matahari menyinari meja dan sofa favoritnya, ada hawa dingin yang menggantung di udara. Hawa yang berasal dari satu benda kecil… amplop cokelat itu. Ia berdiri mematung di depan mejanya. Matanya menatap benda yang sejak hari pertama terasa seperti bom waktu. Amplop itu terselip rapi di dalam laci, tak pernah disentuh, tapi tak pernah juga benar-benar dilupakan. Kata-kata Albani terngiang di telinganya. “Jangan buka itu sendirian, Sayang. Aku tidak mau kau menghadapi hal-hal buruk tanpa aku.” Tapi hari ini, Aileen merasa... cukup kuat. Dia sudah terlalu lama membiarkan tanda tanya mengendap di dalam hatinya. Dia mencintai Albani, benar. Tapi bukankah kepercayaan juga berarti berani melihat kebenaran? Tangannya gemetar saat menarik amplop itu keluar. Ia menatapnya sejenak, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. “Kalau pun ini menyakitkan,” bisiknya lirih, “aku akan menghadapinya.” Dengan napas yang berat,
Última actualización: 2025-06-20
Chapter: Bab 88 : Dekapan di Ujung Malam || Bayangan Iri yang Membusuk)
Suasana di ruang rawat intensif kini jauh lebih tenang. Lampu temaram menyinari wajah pucat Albani yang kini mulai menunjukkan rona kembali. Di sisi ranjang, Aileen duduk sambil menggenggam tangan suaminya erat—tak mau melepas sedetik pun.“Sayang, kau yakin tidak pusing lagi?” bisik Aileen lembut sambil membelai rambut Albani yang sedikit berantakan.Albani tersenyum kecil, meski jelas tubuhnya masih lemah. “Aku tidak pusing... tapi jantungku sedikit berdebar.”Aileen langsung cemas. “Berdebar? Apa aku harus panggil dokter?”“Berdebar karena kau ada di sini, di dekatku, dengan wajah secantik itu...” lanjut Albani, senyum nakalnya mulai muncul.Aileen langsung mencubit pelan lengan Albani. “Al! Kau sedang sakit, masih bisa bercanda begitu?”“Aku sakit, iya. Tapi bukan berarti kehilangan akal sehat.” Ia menarik pelan jemari Aileen, menciumnya satu per satu. “Apa kau tahu, hanya dengan aroma tubuhmu saja aku bisa lupa rasa sakit ini.”“Al...” Aileen menunduk, wajahnya merona. Tapi senyu
Última actualización: 2025-06-20
Chapter: Bab 87 : Niat Jahat
“Kenapa selalu wanita itu yang menang?” desis Marsha geram, melempar ponselnya ke atas tempat tidur. Ia tak mengerti, bagaimana bisa nasib begitu memihak Aileen. Padahal Marsha sudah menyusun rencana matang. Ia sudah menyerahkan amplop cokelat berisi foto dan dokumen masa lalu Albani yang kelam kepada sekretaris Aileen, Hasya. Amplop yang seharusnya menjadi senjata pemusnah rumah tangga Aileen. Marsha memijat pelipisnya. “Apa amplop itu belum dibuka? Atau Hasya tidak menyerahkannya?” Dugaan itu membuatnya semakin kesal. Ia ingat betul, ekspresi Hasya saat menerima amplop itu memang mencurigakan. Wajahnya tegang, bahkan seolah menolak secara halus. Dan kini Marsha yakin, amplop itu tidak sampai ke tangan Aileen. “Aku harus bertindak,” gumamnya lirih. Marsha membuka laptopnya dan mulai menelusuri media sosial, mencari celah baru. Ia menyimpan beberapa video lama yang memperlihatkan Albani di masa lalunya, saat masih dekat dengan wanita lain sebelum menikah dengan Aileen. Salah satu
Última actualización: 2025-06-20
Chapter: Bab 86 : Lebih Baik Punya Penyesalan
Aileen duduk di bangku tunggu luar ruang ICU, jari-jarinya menggenggam erat kerah bajunya sendiri. Jantungnya tak karuan. Setiap detik menunggu terasa seperti siksaan.Martin berdiri di sampingnya, tangan ayah mertuanya menepuk pelan pundaknya. “Tenang, Nak. Dokter akan melakukan yang terbaik.”Namun Aileen hanya bisa menggeleng. “Tadi dia baik-baik saja, Pa. Lalu kenapa tiba-tiba... begitu?”Martin menghela napas panjang. “Kadang trauma kepala memang bisa muncul tiba-tiba. Tapi yang harus kau percaya, Al akan kuat.”Melani berdiri di seberang mereka, memperhatikan Aileen dengan tatapan yang... berbeda. Ada rasa bersalah, ada penyesalan, dan bahkan ada rasa sayang yang masih kaku dan tertahan.“Apa... apa ini karena aku memberitahunya bahwa aku hamil?” lirih Aileen dengan suara gemetar.Melani ikut terduduk. Suaranya pelan, nyaris seperti ibu sejati. “Itu bukan salahmu. Justru kau membawa kebahagiaan untuk anakku.” Ia menatap perut Aileen, lalu menarik napas. “Mungkin memang belum wak
Última actualización: 2025-06-20
Chapter: Bab 85 : Siuman
Melani membeku, ia hanya bisa menangisi segala fakta yang baru terungkap. Bahkan Melani kini tidak tau apa yang harus diperbuat. Ia sudah salah paham, tapi tindakannya selama ini terlalu kentara saat membenci Aileen, ternyata selama ini bukan Aileen yang seharusnya ia jauhi, tapi melainkan Marsha.. Wanita itu terlalu terpengaruh oleh mulut manis dan hasutan Marsha, tanpa melakukan investigasi lebih lanjut tentang fakta kebenaran berita itu. Lalu kalau sudah begini, ia sendiri jadi bingung, apa yang harus dilakukan. Apa dia mungkin dimaafkan, sementara tabiat buruknya sudah sangat amat berlebihan. "Nyonya, kenapa Anda malah di sini?" Seseorang muncul, bertanya dengan nada lembut dan sopan. Saat Melani yang berjongkok lalu mendongak, wajah itu malah tersenyum, meski ada keraguan. "M-Maaf, bukan maksud saya menganggu Anda. Tapi Al sudah siuman. Anda ibunya, tentu lebih berhak untuk melihat kondisi Al lebih dulu." "Al sudah siuman?" Aileen agak kaget, melihat wajah Melani yang
Última actualización: 2025-06-14
Chapter: Bab 84 : Fakta Yang Terkuak
"Al bagaimana Tante???" Dalam kondisi lemah, Aileen kembali ke ruangan ICU tempat suaminya kini dirawat. Lalu Melani, mama mertuanya malah sedang berdua dengan seorang wanita. Tampak belakang, sepertinya Aileen pernah melihat wanita itu. "Bu Aileen, sepertinya aku pernah lihat wanita itu," kata Hasya. "Benarkah, Hasya?" Martin buru-buru berlari ke arah sang istri. Ia menarik tangan Melani, membawanya pergi untuk bicara. Tak lupa, Martin juga membawa wanita yang bersama istrinya pergi dengannya. "Om lepaskan!!" "Martin kau apa-apaan sih!" Keduanya tampak kesal. "Kau ngapain ajak dia ke rumah sakit! Kau sadar kan Al tidak suka dia muncul di depan Aileen!!" tegasnya pada Melani. "Kau juga, apa kau wanita rendahan, Marsha!!" . "Om cukup ya. Aku kemari karena mencemaskan Al. Kenapa om malah memakiku sih??" "Cemas katamu? Apa kau punya hak untuk itu?" "Jelas aku punya hak!!" tegas Marsha, ia seolah tidak takut pada siapapun, termasuk orang tua Albani sekalipun. "Cukup
Última actualización: 2025-06-14
También te puede gustar
Jadi Istri Bos Setelah Ditalak
Jadi Istri Bos Setelah Ditalak
Romansa · Galuh Arum
389.2K vistas
Gadis Lugu Milik CEO Duda
Gadis Lugu Milik CEO Duda
Romansa · Aeris Park
386.1K vistas
Gairah Liar Mantan Suamiku
Gairah Liar Mantan Suamiku
Romansa · Mommykai22
385.9K vistas
Menikahi CEO (INDONESIA)
Menikahi CEO (INDONESIA)
Romansa · Sabrina Angelitta
381.6K vistas
Skandal Panas Sang CEO
Skandal Panas Sang CEO
Romansa · icher
380.3K vistas
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status