author-banner
CEO yang memikat
CEO yang memikat
Author

Novels by CEO yang memikat

Ah! Mantap Sekali Mbak

Ah! Mantap Sekali Mbak

Roni, pemuda desa yang merantau ke Jakarta demi mengubah nasib, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah begitu cepat. Ketampanan dan sikap polosnya justru membuat banyak wanita terpikat—mulai dari ibu kos cantik yang kesepian, wanita karier yang menggoda, hingga janda-janda muda yang haus perhatian. Awalnya Roni hanya ingin bekerja dan hidup sederhana. Namun pesona para wanita itu menyeretnya ke dalam hubungan-hubungan terlarang yang penuh godaan dan rahasia.
Read
Chapter: Bab 246
Keesokan harinya, terlihat di suatu restoran Roni sedang melakukan pertemuan dengan salah satu klain bisnisnya yang berasal dari luar kota. Iya beginilah kesibukan Roni di tiap harinya melakukan pertemuan dengan klain untuk membicarakan rencana-rencana bisnis.Dan di saat Roni sedang fokus-fokusnya menjelaskan rencananya kepada klainnya itu, tiba-tiba ponselnya berdering. Dia langsung menghentikan pembicaraan yang dia bicarakan untuk menerima panggilan telepon, karena yang menelpon adalah Miya istrinya. Dan sesibuk apa pun Roni jika yang menelpon atau mengganggunya adalah salah satu istrinya, Roni langsung menanggapi mereka dan menunda kesibukannya.“Sebentar ya, saya mau menerima panggilan telpon,” ujar Roni, dan klain bisnisnya itu hanya bisa mengangguk walaupun sedikit terlihat di raut wajahnya kalau dia tidak menyukai adanya hal lain yang mengganggu saat membicarakan hal penting seperti saat ini.“Halo sayang, iya ada apa?” tanya Roni ke Miya yang menelponnya.“Begini Roni, kamu p
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Bab 245
Di saat jam pulang terlihat Liona menunggu jemputan Ali. Tidak jauh dari tempat Liona menunggu, Riki di sana berdiri memantau. Sepertinya dia ingin tahu siapa suami Liona. Ya, dia dengar Liona diantar tadi pagi oleh suaminya. Pastinya dia akan dijemput juga, jadi Riki ikut menunggu ingin melihat seperti apa suami Liona.Sampai sekitar lima menitan menunggu, Ali akhirnya datang dengan mengendarai motor yang tadi pagi. Ali tiba di depan gerbang kampus, di sana Ali sudah melihat Liona yang sedang menunggu.Dengan wajah tersenyum, Liona bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah Ali.“Maaf aku sedikit terlambat, tadi Elina rewel. Untung ada mama yang bantu nenangin dia,” kata Ali menjelaskan kenapa dia sedikit terlambat.“Gak apa-apa kok, aku juga gak lama nunggunya,” ujar Liona sambil menerima helm yang diberikan oleh Ali.Tiba-tiba, tanpa sepengetahuan Ali dan Liona, Riki mendekat lalu menarik jaket yang dikenakan oleh Ali dengan cukup keras, membuat Ali tertarik dan motor yang
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: Bab 244
Di keesokan harinya, terlihat Liona bersiap-siap berangkat ke kampus, takutnya kalau ditunda lagi dia bisa ketinggalan banyak mata pelajaran pada kuliahnya.Dan kali ini bukan papanya atau sopir pribadi keluarga yang mengantarnya, tapi Ali yang sudah menjadi suaminya.“Cie yang diantar suami...” ledek mamanya saat Liona bersiap-siap.“Hehe, ya dong, Ma. Oh ya, Mama sendiri kenapa gak berangkat?” kata Liona sambil bertanya balik.Oh ya, Mama Liona juga adalah seorang kepala dosen di kampus tempat Liona kuliah sekaligus penerus kepemilikan kampus itu setelah kakek Liona meninggal.“Nanti Mama belakangan, sana cepat, Ali sudah menunggu di luar itu.”“Iya, Ma, sabar. Ini udah mau siap,” ucap Liona.Sementara di luar, Ali sudah menunggu di atas motor. Ya, walaupun banyak sekali mobil terparkir di sana yang bisa saja digunakan oleh Ali untuk mengantar Liona, malah motor yang dipilih oleh Ali. Seperti yang kita tahu, memang dari masih remaja Ali sangat menyukai motor.“Pa, pinjem motornya ya
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Bab 243
Setelah Ali selesai makan, dengan perut yang kenyang papa mertuanya mengajaknya bermain catur di depan sambil minum kopi, sementara Liona mengobrol berdua dengan sang mama sambil menggendong Elina, dan mamanya menggendong adiknya yang masih berusia sekitar dua tahunan.“Mama lihat-lihat kamu cocok juga jadi seorang ibu, tak disangka anak gadis mama sudah tumbuh dewasa sekarang,” kata sang mama, sementara Liona sedang memberi Elina dot yang berisi air susu.“Ya dong, Mama. Masa aku selalu kecil sih, harus pandai dong jadi gadis dewasa juga, hehe. Ma, coba lihat anak ini lucu banget kalau sedang mimik susu, membuat aku pengen terus menatapnya,” jawab Liona.“Ya lagian papanya juga cakep sih, buktinya kamu aja bisa kecantol olehnya. Coba dong ceritain gimana ceritanya kamu bisa menyukai Ali, setahu Mama kamu kan berpacaran dengan siapa tuh, yang pernah kamu bawa ke rumah waktu itu?” tanya Mamanya penasaran.“Riki, Ma. Liona sudah putus sama dia sebelum menjalin hubungan serius dengan Ali
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: Bab 242
Beberapa hari kemudian, tibalah di hari pernikahan Ali dengan Liona. Syukurnya semua berjalan dengan lancar sesuai harapan mereka. Pernikahan itu juga dilangsungkan dengan sangat sederhana, tanpa pesta dan tanpa resepsi besar-besaran seperti pernikahan Ali dengan Sasa sebelumnya. Itu Ali lakukan demi menghargai sang mendiang istri, dan Liona juga memahaminya serta menerima semuanya.Bagi Ali, jika dia mengadakan pernikahan dini dengan pesta besar, takutnya dia akan terus kepikiran Sasa, sementara Sasa belum lama meninggal. Dan walaupun Ali sekarang menikah lagi, Sasa akan selalu ada di hatinya, tertanam dalam pada diri putri mereka, Elina."Sa, maafkan aku. Demi putri kita aku harus menikah lagi. Tapi ketahuilah, kamu selalu di hatiku, selalu dalam doaku. Maafkan aku, sayang, aku tidak bermaksud menduakanmu. Aku mencintaimu selalu, Sa," kata Ali dalam hati setelah beberapa saat mengucapkan ijab kabul pernikahan dengan Liona.Liona sebenarnya tahu betul bahwa Ali belum bisa melupakan S
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: Bab 241
"Baik, sekarang Ali bawa Liona pulang bersamamu untuk memperkenalkan dia kepada keluargamu. Sementara om akan kembali ke Rusia sendiri untuk memberitahu tante kamu soal ini. Kami akan hadir nanti di acara pernikahan kalian. Om titip Liona, ya," ujar Tuan Folio meminta Ali untuk membawa Liona agar dikenalkan kepada keluarganya."Baik, Om. Ayo, Liona," ajak Ali.Liona yang masih malu-malu tidak mau melepaskan pelukan papanya. Ia malah menyembunyikan wajahnya dalam pelukan sang papa."Ayo sana, bukankah ini yang kamu inginkan? Ayo, keburu papa ketinggalan pesawat nanti," kata papanya."Pa... malu...""Kenapa harus malu? Ayo sana, cepat! Kalau tidak mau, biar papa seret ikut pulang nih.""Eemm... papa...""Astaga, lihat dirimu kayak anak-anak saja. Ali, tolong tarik ke pelukanmu, om harus segera pergi," ujar Tuan Folio.Ali memegang tangan Liona. Liona melirik ke belakang lalu kembali bersembunyi di pelukan papanya. Ia benar-benar malu sekali, sampai akhirnya papanya pun terpaksa melepask
Last Updated: 2026-07-10
Pesona Ibu Kos Kesayanganku

Pesona Ibu Kos Kesayanganku

Warning...++21. bijak dalam memilih cerita, cerita ini mengandung adegan-adegan dewasa. Datang ke kota dengan saku kosong dan harapan besar, Andi tak menyangka hidupnya akan berubah drastis. Pria yang dulu dihina di kampungnya itu justru menemukan kehangatan di tempat asing. Namun semua menjadi rumit sejak kehadiran Mbak Maya, janda cantik pemilik kos yang penuh hasrat dengan pesona yang sulit ditolak. Di antara perhatian, godaan, dan perasaan terlarang, Andi mulai melupakan alasan utamanya merantau, terutama dengan nafsu Andi yang tidak bisa di tahan saat melihat tubuh indah Mbak maya yang berdada besar. Akankah ia bangkit mengejar mimpi, atau tenggelam dalam pilihan yang mengubah hidupnya?
Read
Chapter: Bab 32
setelah sehari semalam di atas kapal pesiar mini, andi dan mbak maya pun kembali ke hotel penginapan di sore harinya.tepat di saat mereka berdua memasuki hotel entah dari mana datangnya miya tiba-tiba muncul di sana, andi seketika mengenal miya di mana mereka saling tatap satu sama lain.awalnya andi mengira itu orang lain, tapi dengan tatapan tajam miya andi langsung mengenalinya kalau itu memang miya."sayang kamu masuk kamar dulu ya nanti aku nyusul aku mau belikan sesuatu untuk kamu dulu," ujar andi beralasan kepada mbak maya, di mana dia mau menemui miya sebentar takutnya miya yang justru datang mengacau."ya baiklah," balas mbak maya lalu berlalu pergi ke kamar hotel yang mereka pesan.sebelum menghampiri miya andi memastikan dulu mbak maya sudah memasuki lift, setelah itu dia datang."hebat ya kamu," kata miya langsung, tatapan matanya begitu tajam."kamu kenapa bisa di sini?," tanya andi."menurutmu kenapa aku di sini hah, kamu pikir dengan kamu pergi aku tidak bisa menemukan
Last Updated: 2026-04-15
Chapter: Bab 31
Kembali ke Andi dan mbak Maya, terlihat keduanya sedang berciuman mesra di dalam kamar tidur, iya keduanya saat ini sedang bahagia karena pernikahan mereka akhirnya disetujui."Sayang, sampai di sini saja, aku takut lepas kendali mengingat kamu lagi..." ujar Andi melepas ciumannya pada bibir mbak Maya."Tidak apa-apa Andi, kamu beruntung malam ini sebab aku sudah bersih," potong mbak Maya tersenyum.Mendengar itu Andi tanpa pikir panjang langsung melepas bajunya lalu kembali menarik mbak Maya untuk diciumnya."Kalau begitu aku gak menahan diri lagi," kata Andi.Tubuh mbak Maya didorongnya sampai jatuh ke atas tempat tidur lalu dia tindih kembali.Desahan mbak Maya mulai terdengar ketika Andi mulai bermain di area dadanya, tempat yang paling disukai Andi.Ketika mbak Maya sedang menikmati jemari Andi yang bermain di area bawahnya, di sana mbak Maya tidak sengaja melihat bekas kecupan yang tertinggal di bagian dada Andi dan satu bekas gigitan di sana.Seketika mbak Maya menyipitkan mata
Last Updated: 2026-04-14
Chapter: Bab 30
"Andi kamu ke mana saja sih, kenapa gak pulang-pulang dari kemarin pagi?," tanya mbak maya ketika dia pulang kerja dan mendapati andi duduk di sofa rumahnya."Ah.. sayang maafin aku, aku kemarin ada sedikit pekerjaan, maaf ya tidak memberitahumu terlebih dahulu," jawab andi, dia berdiri menghampiri mbak maya dan menggenggam kedua tangannya."Kamu gak tahu bagaimana cemasnya aku semalam, aku pikir kamu beneran ninggalin aku, aku sampai gak bisa tidur semalaman menunggumu tapi gak juga kunjung pulang hingga pagi harinya.""Aku benar-benar minta maaf sayang, lain kali aku tidak akan seperti itu lagi, pokoknya kamu jangan mikir yang aneh-aneh ya," kata andi memeluk erat mbak maya."Baiklah yang penting sekarang kamu sudah pulang, oh iya kamu sudah makan belum, biar aku masakin oke.""Belum sayang, makasih ya, ayo biar kita masak berdua," kata andi. Mereka pun berjalan menuju dapur untuk memasak bersama. Melihat semangat di wajah mbak maya, andi benar-benar tidak sanggup membuatnya sedih.
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: Bab 29
Keesokan harinya terlihat Andi bangun dari tidurnya, dia melihat ke arah tabir jendela di mana kelihatan di sana kalau hari sepertinya sudah siang, saat itu juga dia langsung bangkit, di mana dia langsung teringat dengan Mbak Maya. "astaga aku harus segera pulang, mbak maya pasti capek mencariku," gumamnya, sambil turun dari atas tempat tidur memungut pakaiannya yang berserakan di lantai. tapi ketika dia hendak pergi lagi-lagi Miya yang juga bangun menghentikannya. "andi kamu mau kemana?," tanyanya. "aku harus pulang sekarang," jawab Andi. "pulang, pulang ke mana andi kamu kan gak punya rumah," kata Miya. "iya tapi aku punya kos dan aku harus pulang sekarang.." balas Andi begitu terburu-buru. "ayolah andi bisa gak kamu jangan pergi dulu, tunggu beberapa hari dulu, kita masih pengantin baru, apa kata papa aku nanti kalau kamu pergi," ujar Miya. "miya, tapi aku harus pulang, aku janji aku akan kembali nanti, jadi biarkan aku pergi sekarang," kata Andi. Miya menatap leka
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Bab 28. Malam Pertama
"singkat waktu hari pernikahan pun tiba, sesuai dengan yang direncanakan pesta pernikahan pun dilaksanakan dengan begitu mewah, di sini hanya andi saja yang tak menyangka akan semewah itu padahal pernikahannya dengan miya hanya pernikahan pura-pura. "miya apa ini tidak terlalu berlebihan?," bisik andi kepada miya. sambil tersenyum miya menjawab, "gak kok ini sudah sewajarnya, kamu lupa aku ini putri siapa, jadi sudah sepantasnya seperti ini, tenang saja gak ada yang mengenalmu kok di sini, semuanya rata-rata dari rekan bisnis kami.." satu persatu para tamu undangan memberi ucapan selamat kepada mereka berdua, tidak ada yang tahu satupun di antara mereka kalau itu pernikahan yang dibuat-buat. dengan pernikahan ini miya juga resmi akan menjadi pewaris utuh semua bisnis papanya, dan mulai hari ini juga miya akan menjadi orang yang paling dihormati dan perintahnya mesti harus didengar. tapi walaupun begitu ibu tirinya yaitu elis tak akan menyerah begitu saja untuk menjatuhkan miy
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Bab 27. Pengujian Yang Gila
"apa yang kamu lakukan, apa kamu sudah gila..?" kata Andi sambil membuang muka, tak mau lagi memandang ke arah Miya yang sudah telanjang itu."gila gimana, aku kan mau coba gaun jadi mesti buka baju dong.." balas Miya dengan santainya."iya, tapi kamu mesti pilih tempat, kalo ada orang lain masuk gimana, cepat kenakan kembali pakaianmu.." ujar Andi, tetapi Miya justru melangkah pelan mendekatinya, menjulurkan jemarinya mengelus dada Andi hingga pundaknya sembari berkata, "tenang, tak akan ada yang berani masuk ke sini, bentar kamu kok memandang ke arah lain sih, ada pemandangan indah loh di sini atau tubuhku memang gak menarik ya hingga kamu membuang muka," kata Miya sengaja berdiri di depan Andi agar Andi bisa leluasa menatap gumpalan dadanya."aku tak menyangka ternyata kamu perempuan yang seperti ini.." ucap Andi sambil terus menahan nafsunya agar tak lepas kendali sebab dia tahu ini cuma jebakan Miya."memangnya sebelumnya kamu pikir aku seperti apa?" tanya Miya masih dengan suara
Last Updated: 2026-03-28
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status