author-banner
Fitria callista
Fitria callista
Author

Novels by Fitria callista

Obsesi Gila Atasan Suamiku

Obsesi Gila Atasan Suamiku

Namaku Alina Nigel, aku berasal dari desa sudah menikah dengan suamiku selama 7 tahun. Aku dan suamiku hidup sangat bahagia, suamiku Nolan Anjasmara sangat baik dan penyayang, semua kebahagiaan itu hilang sampai seorang pebinor merusak pernikahan bahagia kami. "Bukankah Presdir Kai bisa mencari wanita yang cantik dan masih lajang?" Sebuah pertanyaan yang mengganjal dalam benakku seraya menatap wajahnya yang tampan. Presdir. Kaiden Yeshua menatapku dengan tatapan dalam, "Kamu memang seharusnya menjadi milikku Alina. Sebenarnya suamimu tidak sebaik yang kamu lihat, diam-diam dia sudah menghamili wanita lain." Aku langsung menampar Presdir Gila itu, dan pergi meninggalkannya begitu saja.
Read
Chapter: Bab 215. Warning 21+.
"Aku sudah memuaskan mu semalam, seharusnya kau tidak melanggar kontrak seperti ini!" Teriak Alina marah. Perasaan terhina sekarang ini menghampirinya. Semalam ini ia sudah sekuat tenaga menekan perasaannya, bahkan saat bertukar telepon dengan Vino. Liam berusaha memprovokasinya, dengan menekan titik sensitif di tubuhnya. Ia masih bisa menahan diri. Tapi ... Barusan Liam menariknya keluar balkon dalam keadaan keduanya tanpa sehelai benang. Sungguh memalukan. Ia merasa lebih buruk dari seekor binatang. Alina merasa tak tahan, apalagi banyak sekali bawahan Liam yang berjaga di lantai bawah. Tidak mungkin kalau mereka tidak melihat hal tak senonoh yang di lakukan oleh Liam padanya di balkon. "Alina, aku sangat mencintaimu. Apakah kamu tidak ingin melihat pemandangan alam yang indah itu," ujar Liam dengan suara terengah-engah. Alina membulatkan matanya, saat Liam semakin menariknya ke luar balkon dan tanpa ragu memasukkan miliknya dari belakang. BlesSuara kulit bersenggama deng
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: Bab 214.
Alina terbangun dengan tubuh terasa seperti dihancurkan. Sakit yang menjalar dari punggung hingga ke setiap ototnya membuat napasnya tersengal. Matanya yang setengah terbuka langsung menangkap sosok Liam di sampingnya, wajahnya yang dingin namun penuh dominasi. Semalaman Liam menindihnya dengan cara yang jauh lebih kasar dan intens daripada Kaiden, suaminya yang selama ini dikenal keras sekalipun.Dengan suara yang masih parau, Alina mencoba mengumpulkan keberanian. "Liam, aku sudah menuruti keinginan mu. Bisakah aku menelpon Vino untuk menanyakan keadaan suamiku?" ucapnya pelan, menatap mata Liam dengan harap yang terselip ketakutan.Alina mengingat janji Liam, yang akan memberikan penawar untuk suaminya yang sedang sekarat. Liam mengatupkan rahang, tangannya mengepal erat di sisi tubuhnya. Namun, suaranya tetap lembut, hampir seperti bisikan yang memaksa tapi penuh perhatian. "Baiklah. Aku akan buat ponselmu bisa dapat sinyal sekarang juga. Tapi ingat, penawar suamimu tidak ak
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: Bab 213.
Wajah Alina memucat. "Bukankah kita sekarang bertemu untuk melakukan transaksi?" Kata Alina dengan suara lembut seraya menekan amarahnya yang sudah membucah. Namun, Alina menyadari, kalau dia malah, ia malah semakin memprovokasi Liam. Makanya, sebisa mungkin transaksi ini harus berjalan secara profesional. Bayangan wajah putranya yang polos dan suaminya yang lemah terus menari-nari di benak Alina, membuat dadanya sesak setiap kali ingatan itu muncul. Matanya yang berkaca-kaca menatap tajam ke arah Liam, yang justru tertawa dingin, seolah semua penderitaan Alina hanyalah hiburan baginya. "Ternyata dari dulu kamu memang tak berubah, Alina. Masih polos, masih berharap penawar racun itu cukup untuk menyelamatkan suamimu," ejek Liam sambil melangkah mendekat, suara tawanya menggetarkan ruangan yang sunyi. "Kalau cuma urusan transaksi, mana mungkin aku membawamu ke vila terpencil di tengah hutan ini. Aku ingin kau mengandung anakku. Setelah itu, aku akan melepasmu. Aku tak butuh dua
Last Updated: 2026-06-28
Chapter: Bab 212.
Pagi itu, sinar matahari yang masuk melalui jendela besar kamar mansion menyapu lembut wajah Alina. Dengan tangan gemetar, ia mendekat ke ranjang bayi mungilnya yang tertidur pulas. Bibirnya menempel pelan di pipi halus yang baru sebulan ia lahirkan, terasa hangat dan rapuh di bawah sentuhannya. Air mata mulai mengalir, menggenang di sudut matanya. "Maafkan ibu, aku harus meninggalkanmu," bisiknya penuh sesak, suara serak oleh emosi yang tertahan. Tatapannya terus terkunci pada bayi laki-laki yang sangat mirip dengan suaminya. Hatinya remuk, rindu dan ketakutan bercampur menjadi satu. Tatapannya beralih ke arah suaminya, Kaiden, yang terbaring lemah di ranjang sebelah, tubuhnya dilingkupi alat medis yang tak henti berdengung dan berdenyut.Alina mendekat, mencium dahi Kaiden dengan lembut. "Suamiku, ku doakan keselamatan mu ... Aku mencintaimu," ucapnya lirih, seolah ingin menanamkan harapan terakhir di dalam hatinya yang rapuh. Matanya menahan perih saat menatap sosok pria yan
Last Updated: 2026-06-27
Chapter: Bab 211.
Hari berlalu di mansion Vino. Alina terbangun dengan mata yang masih berat, napasnya terengah saat menyadari betapa rindu dan cemasnya ia pada Kaiden yang terbaring kritis pasca operasi. Suara lembut Vino menarik perhatiannya. "Alina kamu sudah bangun?"Alina memegang kepalanya, "Vino, aku ingin bertemu Kaiden sekarang," suaranya serak, mencerminkan kegelisahan yang menggerogoti hatinya.Vino, yang duduk santai di sofa sambil menggendong bayinya dengan penuh kelembutan, mengangguk pelan. Tatapannya tenang, menenangkan, seolah ingin memberi kekuatan pada Alina. "Aku akan mengantarmu," ucapnya dengan suara lembut namun pasti.Lalu Vino menyerahkan bayinya pada pengasuh yang sudah siap siaga di sana. Alina mencoba bangkit, tubuhnya gemetar karena kelelahan dan kecemasan. Namun, tangan Vino dengan sigap menahan dan membimbingnya duduk kembali di kursi roda. Sentuhan itu terasa hangat, penuh perhatian. "Tenang dulu, Alina. Bayimu alergi susu sapi, aku sudah dapat ibu susu yang coco
Last Updated: 2026-06-11
Chapter: Bab 210. Kaiden tertembak.
Suasana tiba-tiba berubah tegang. Mata Alina membesar, terpaku pada pemandangan yang mengerikan di depan matanya. Di dalam mobil mewah yang bergetar hebat akibat dentuman peluru dan ledakan.Mata Alina terpaku pada suaminya. Kaiden terkulai dengan luka tembak di dada. Darah segar mengalir deras dari sudut bibirnya, membasahi kemeja putih yang dulu tampak rapi. Jantung Alina seolah berhenti sejenak, napasnya tercekat dalam dada.Dengan suara serak penuh kepanikan, Alina meraih gagang pintu, niatnya jelas untuk keluar dan menolong Kaiden, meski bahaya mengintai di luar. Namun, tangan Dylan menahan pergelangan tangannya dengan kuat namun lembut. "Nyonya, ini sangat berbahaya," ucap Dylan dengan nada tegas tapi penuh kekhawatiran, matanya menatap dalam ke arah Alina.Tangis tertahan pecah saat Alina menatap wajah suaminya yang memucat. "Kaiden sudah berjanji akan melumpuhkan musuh yang mengebom mansion… Kenapa dia malah tertembak?" suaranya pecah, air matanya mulai menetes, membasa
Last Updated: 2026-06-10
Ibu Susu Bayi Mafia Kejam

Ibu Susu Bayi Mafia Kejam

Dilara Amel harus menelan pil pahit kala dokter mengatakan jika bayi yang dilahirkannya meninggal dunia. Parahnya, suami dan ibu mertuanya malah menuduh Dilara meminum pil penggugur dan menjebloskannya ke dalam penjara. Saat ia putus asa, sang ayah datang dan menawarkan pertolongan dengan sebuah syarat: Dilara harus menyusui bayi milik mafia kejam. Akankah Dilara menerimanya atau justru memilih menderita dalam penjara?
Read
Chapter: bab 163 TAMAT
Alfa sudah tahu, tentang kekacauan pesta ulang tahun keponakannya yaitu Dinara bahkan menelan banyak sekali korban. Walaupun beberapa berita sudah tidak meninggalkan jejak, Alfa yang juga memiliki IQ yang tinggi tentu saja dengan mudah membuka kodenya. Didalam mobilnya, Alfa bertanya pada asisten pribadinya. "Apakah penembak jitu dan ninja yang kita sewa sudah standby disana?" "Sudah Tuan, ada 100 penembak jitu dan 200 ninja yang mengepung disana. Bahkan 200 orang kita lagi juga akan datang menyusul," sahut asisten pribadinya. Alfa tersenyum puas. Walaupun dia harus menguras dua pertiga hartanya untuk melakukan penyerangan sekarang ini. Dia sama sekali tidak keberatan, mengingat semua hal yang terjadi sekarang ini akibat ulah putranya. "Aku harus melakukan perhitungan pada Laras!" Tak berselang lama, mobil yang ditumpanginya berhenti di mansion mewah milik David. Bangunan yang sebelumnya terkena bom, sekarang sudah diperbaiki. Laras sedang duduk santai dihal
Last Updated: 2025-05-14
Chapter: bab 162
"Dinara, kamu tidak perlu malu. Karena bagaimana pun juga kamu adalah pewaris tunggal semua kekayaan milik mamah dan juga ayah," ucap Dilara lembut pada putri semata wayangnya Dinara. "Tapi Mah, aku itu gak suka dandan sama berpakaian lebay seperti ini." kilah Dinara yang notabene memiliki watak tomboy. Berdandan cantik seperti seorang Princess sungguh hal yang Dinara benci. "Dinara kamu itu seorang perempuan. Dan pengumuman ini di lihat oleh banyak orang, apakah kamu ingin membuat ke dua orang tua mu ini malu?" Dilara berusaha keras untuk menasehati putrinya. Wajah Dinara semakin buruk, tapi dia tentu saja tidak bisa menolak keinginan ibunya. "Melihatmu dengan kaos oblong dan juga celana jeans bolong bolong!" tegur Dilara, suaranya terdengar masih begitu lembut. Karena Dilara tahu dan juga hafal watak putrinya. Semakin di kerasi, Dinara malah akan semakin memberontak. Ekspresi wajah Dinara tiba- tiba berubah ceria. "Tapi nanti aku memperkenalkan pacar ku ya, Mah!"
Last Updated: 2025-05-14
Chapter: bab 161
Dilara merasa bingung memikirkan dampak yang mungkin terjadi setelahnya, namun hati nya yakin bahwa ini langkah yang baik agar Dinara dihormati dan bisa menerima tanggung jawab yang sesuai dengan posisinya yaitu sebagai pewaris tunggal. "Semoga keputusan kita ini tepat, sayang, dan Dinara bisa menjadi pewaris yang baik dan dapat mengendalikan kekayaan keluarga dengan bijaksana," harap Dilara. "Namun, alasan ku bukan itu saja... Saatnya semua orang tahu bahwa Dinara adalah putri keturunan orang berpengaruh di negeri ini. Saatnya mereka tunduk padaku," ujar Dilara dengan yakin, wajahnya menunjukkan tekad yang kuat. Beberapa hari lalu, saat Dinara sedih. Dilara sudah memikirkan dengan matang, bisa jadi alasannya putrinya sedih karena menindasnya. Walaupun dia tahu, putrinya tomboy dan tidak mudah ditindas. Tapi bukankah hal itu bisa saja terjadi? Dia teringat masa lalunya yang penuh dengan kesusahan dan kehilangan. Ketika ia hidup dalam kemiskinan, tanpa uang dan menjadi bulan-b
Last Updated: 2025-05-13
Chapter: bab 160
Saat Devan baru pulang dari sekolah, ada seorang pria paru baya yang mengejarnya. Pria paruh baya itu memiliki bekas luka yang sangat mengerikan. Devan tidak bisa mengenali dengan jelas, wajah pria itu. "Apakah kamu mau ikut denganku? Laras dan Etnan bukan kedua orang tua kandungmu!" ujarnya, tapi Devan tidak percaya. Dia malah pergi meninggalkan pria itu seraya mengumpat, "Dasar gila!" Lalu Devan buru-buru masuk ke dalam rumahnya. Sementara Pria itu hanya bisa memandang punggung Devan yang menjauh. Seorang pria menghampirinya, "Tuan Alfa. Apakah kita perlu memaksanya dengan menunjukkan bebarapa bukti." "Nggak perlu, aku nggak ingin terlalu memaksanya. Laras itu terlalu licik, bahkan dia adalah orang yang menjebak ku dan Keira." "Gara-gara dia, Keira sudah tiada. Bahkan dia juga sengaja menyiksa Devan selama ini!" imbuh Alfa. Pria yang ingin menemui Devan adalah Alfa Moyes, sepupu David. Dari awal Alfa memang berniat untuk jujur tentang Keira yang menga
Last Updated: 2025-05-13
Chapter: bab 159
Semakin mendapatkan penolakan dari Devan, Dinara malah akan semakin mengejarnya. Sementara itu, didalam kelas. Mara bingung, melihat Devan yang dulu pernah menolak cintanya, tapi tiba-tiba berubah terus menempel padanya. "Devan, apakah kamu ingin membuat Dinara cemburu dengan kedekatan kita?" tanya Mara yang bisa mengerti isi hati Devan. Tapi bisa dekat dengan Devan sebagai sepasang kekasih adalah impiannya, Mara tahu. Hati Devan hanya untuk Dinara. Devan diam. Mara yang tahu kepribadian Devan lebih dari siapapun memilih untuk tidak memaksa. Bahkan dia juga tahu, tentang perilaku keji Laras pada Devan. Sepulang sekolah, Dinara yang sudah selesai mengerjakan ujian terakhirnya menunggu Devan. Dinara bersender pada dinding, wajahnya sangat cantik dan kulitnya seputih salju. Walaupun Dinara memiliki gaya tomboy, tapi hal itu malah menambah kecantikan dalam dirinya. Devan masih bisa merasakan, jantungnya berdegup begitu kencang. Namun, dia yang dari a
Last Updated: 2025-05-13
Chapter: bab 158
Etnan bingung, melihat istrinya yang tiba-tiba bersikap baik kepada Devan. Bisanya istrinya akan memberikan makanan sisa atau hanya tempe dan sayuran, itu pun hanya diberikan sedikit. Tapi hal yang sekarang ini terjadi sungguh berbeda. Melihat pandangan suaminya, Laras pun bertanya, "kenapa melihatku seperti itu?" Etnan buru-buru menggeleng, tapi sebelum dia bisa melanjutkan ucapannya. Laras berkata lagi, "Bukankah katanya kamu ingin aku baik kepada Devan? Tapi aku baik seperti ini, kenapa kamu malah heran?" Etnan yang tidak mau terus bertengkar didepan Devan memilih mengalah, mengingat hari ini adalah momen yang paling ditunggu oleh anak yang sangat disayanginya itu. Ia memilih diam dan melanjutkan makanan didepannya. Laras memberikan sesuatu pada Devan, "tolong nanti serahkan ini pada pacarmu!" "Boneka?" Tanya Devan memasang ekspresi bingung. "Aku nggak tahu, Mah. Dinara suka atau tidak?" Etnan yang mendengar nama Dinara disebut, sontak merasa tidak asing dengan
Last Updated: 2025-05-12
Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati

Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati

Demi uang, ayah kandungnya menjual Naura Serene kepada seorang pengusaha nomor 1 di negeri ini. Naura akan dijadikan tumbal dengan menjadi pengantin untuk anak pengusaha nomor 1 yang sudah terbujur kaku didalam peti mati. Saat prosesi pernikahan berlangsung, Naura dimasukkan kedalam satu peti mati bersama suaminya dan dikubur bersama. Akankah Naura bisa mengeluarkan suaminya dan dirinya dari alam kematian?
Read
Chapter: bab 91 Tamat.
Suara tangisan bayi lahir pun terdengar, dari balik kabut asap terlihat Helena dan juga dewa vampir. Liam sempat membeku, tubuhnya tiba-tiba bergetar hebat karena ketakutan, "Kalian jangan bawa istri dan anakku!" Helena menatap suaminya, wajahnya nampak sedih. Para dokter yang membantu persalinan tiba-tiba pingsan. Bahkan bayi yang sebelumnya nampak menangis kencang, sekarang sudah tidak terdengar suaranya lagi. Waktu sekarang ini seakan berhenti, hanya Liam dan Naura yang masih sadar. Sementara Naura sendiri, ntah kenapa ia merasa tubuhnya bugar seperti tidak terjadi apapun. Ia ingin mengambil bayi yang ada di sampingnya, tapi bayinya langsung di ambil Helena. Sebelumnya Naura masih belum menyadari, apa yang terjadi di ruang persalinan. Setelah tubuhnya bugar, kesadarannya pulih seratus persen. Akhirnya ia menyadari, kalau terjadi sesuatu yang tak biasa di ruang persalinan. Wajah Naura sangat tegang. "Ibu mertua ... " kata Naura dengan tatapan berkaca-kaca, s
Last Updated: 2025-10-28
Chapter: bab 90 Steven melepaskan Naura.
"Naura, apakah aku masih memiliki kesempatan?" Tanya Steven, sekarang ini ia sedang duduk di kursi sofa yang ada di rumah Naura. Naura menyesap tehnya, lalu ia menggelengkan kepalanya. "Bukankah dari awal kamu mengatakan kita hanya akan menjadi teman? Jujur, aku sudah nggak ingin membuka hatiku untuk siapa- pun." Steven menghembuskan napas kasar. Naura yang melihat wajah muram Steven, sedikit merasa takut kalau sampai tiba-tiba Steven mencekik lehernya karena marah, tapi ia buru-buru menghilangkan segala pemikiran buruknya itu. Steven yang bisa menebak apa yang sekarang ini ada didalam pikiran Naura, berkata dengan nada lembut. "I'ts okey kalau kamu nggak bisa. Naura aku nggak akan memaksamu, kalau begitu aku akan pamit pergi ke luar negeri." Naura menatap Steven dengan tatapan terkejut, "Keluar negeri?" tanyanya. Ia sangat terkejut, mengingat selama ini Steven tidak membahas tentang pergi ke luar negeri. Steven menganggukkan kepalanya. "Ibuku mengkhawatirkan aku, kala
Last Updated: 2025-10-27
Chapter: bab 89 Perpisahan.
Hari ini Liam merasa sangat sedih, karena harus melepaskan ibunya dan juga Sania yang pergi bersama dewa vampir untuk meninggalkan dunia ini. Bukan hanya itu saja, Yanuar dan juga Victor juga ikut. Walaupun sedih, tapi ada kelegaan dari dalam diri Liam. Kalau Daniel juga ikut pergi. Sementara Naura, nampak terisak. Tangannya memegang tangan ibunya, seakan enggan melepaskan. "Meskipun ibu di nobatkan menjadi orang terburuk di dunia ini, kamu tetap ibu yang terbaik untukku ... " ujar Naura penuh kepedihan, seraya melepaskan ibunya. Karina hanya bisa mengangguk sedih, bagaimana pun juga Naura darah dagingnya. Memangnya awalnya ia membenci Naura dan enggan membesarkan gadis itu. Tapi setelah beberapa waktu bersama, Karina sadar ia sangat menyayangi Naura. Kebersamaan dengan putrinya itu akan menjadi kenangan yang berharga. Tiba-tiba Karina berteriak kesakitan, saat Yanuar menarik tali gaib yang membuat lehernya tercekik. "Kamu harus membayar semua kejahatan yang ka
Last Updated: 2025-10-24
Chapter: bab 88
Akhirnya Naura bisa keluar dari kampus itu dengan selamat, setelah Helena menyetujui semua permintaan suaminya. Ia masuk ke dalam mobil Helena bersama dengan Helena, sedangkan Steven ntah pergi kemana. "Naura, aku mau menitipkan Liam padamu. Bagaimana pun juga, dia itu jodohmu," ujar Helena dengan ekspresi sedih. Naura memegang tangan Helena, guna menenangkan ibu mertuanya yang terlihat tidak tenang. "Aku akan berusaha untuk memafkan Liam. Tapi aku minta maaf, karena aku nggak bisa berjanji." Helena menghembuskan napas kasar, "Baiklah. Aku nggak akan memaksamu. Aku hanya ingin mengatakan, setelah ini aku dan Sania akan kembali ke alam vampir. Aku harap kamu jaga diri dan Liam dengan baik." Naura terkejut, "Bibi Sania ikut?" Helena menjawab, "Iya. Karena sebenarnya dia juga bagian dari kaumku. Makanya dia satu-satunya orang yang paling mengerti aku di bandingkan siapapun." Sementara itu, di tempat lain. Yanuar sedang berbicara dengan dewa vampire. "Kamu nggak bis
Last Updated: 2025-10-21
Chapter: bab 87 Kedatangan dewa vampir.
Akhirnya Naura memilih untuk pergi ke kamar mandi umum kampus, dari pada membuatnya semakin pusing. Ia tidak memilih salah satu dari mereka. Saat keluar dari kamar mandi, hanya Steven yang ada disana. Liam dan Daniel sudah tidak ada. Tapi sekarang Naura merasa aneh, dengan suasana kampus. Kenapa ia merasa jika para penghuni kampus seperti boneka? Tingkah dan sikap mereka terlihat begitu datar. Bahkan wajah mereka terlihat sangat pucat. Lalu tatapanya beralih ke arah Steven yang sekarang ini sedang menatapnya. "Naura, ada apa?" tanya Steven. Sebenarnya Naura ingin sekali menanyakan tentang keberadaan Liam dan Daniel pada Steven, tapi ia takut kalau disangka dirinya masih peduli dan menyimpan perasaan. Jadi ia memutuskan untuk tidak banyak bertanya. "Ayo kita kembali ke kelas!!" titah Steven. Naura mengangguk, walaupun sekarang ia merasa perasaannya tidak enak. Tapi Steven yang sebelumnya bucin padanya, nggak mungkin memiliki niat menyakitinya bukan?
Last Updated: 2025-10-20
Chapter: bab 86 Naura pusing mengahadapi Liam, Daniel, Yanuar dan Steven di kampus.
"Steven…" ujar Liam dengan suara tercekat, matanya membelalak saat sosok itu melangkah masuk ke ruang perkuliahan di universitas Taruna. Wajahnya yang dulu penuh semangat kini menampilkan ekspresi tenang namun tajam, mengenakan jas dosen yang rapi, membawa aura berbeda dari yang pernah mereka kenal. Daniel dan Naura yang berada di dekatnya juga tak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka; Daniel menggigit bibir bawahnya, sementara Naura menatap Steven dengan campuran rasa penasaran dan was-was. Hanya Yanuar yang tetap bersikap santai, seperti sudah menduga kedatangan Steven sejak lama. "Kalau kamu sudah tidak mau memberikan kesempatan untuk Liam dan Daniel," suara Steven terdengar dalam namun penuh makna, "sepertinya aku yang masih memiliki kesempatan." Ada nada menantang dalam ucapannya, seolah ingin membuka babak baru dalam hubungan mereka yang penuh ketegangan. Sebelum Naura sempat menjawab, Steven berbalik dan melangkah ke depan kelas, membalik halaman materi kuliah
Last Updated: 2025-10-16
Penyesalan Duke Kejam Setelah Istrinya Meninggal

Penyesalan Duke Kejam Setelah Istrinya Meninggal

"Kalau kamu sangat membenciku, kenapa kamu berusaha menikahiku, bahkan berjuang mendapatkan hatiku?" tanya Griceliene Albert, putri tunggal keluarga Marques Albert.  Wajah cantiknya kini tampak layu penuh kepedihan, pipinya yang dulu chubby berubah menjadi cekung.  Griceliene, yang dulunya dikenal sebagai wanita tercantik di Kekaisaran Utara, kini bagaikan bunga yang layu hampir mati. Tubuhnya yang kurus seolah tak berdaya tersapu angin.  Hidupnya berubah drastis setelah Kaisar Devone Lorens—yang tak lain paman suaminya—meninggal dunia akibat pemberontakan, dan keluarganya dieksekusi. Yang lebih parah lagi, orang yang mengeksekusi kedua orang tuanya adalah suaminya sendiri, tepat di hadapannya dan di depan seluruh rakyat Kekaisaran Utara.  Duke Camille Lorens membalas pertanyaan istrinya dengan tawa penuh penghinaan. Ia mencengkram dagu Griceliene dengan kasar.  "Artinya kamu kalah, karena aku berhasil merebut hatimu. Griceliene, semua ini baru permulaan. Penderitaanmu yang sesungguhnya akan segera menantimu," ucap Camille sebelum mengunci pintu loteng, tempat Griceliene dikurung selama ini.
Read
Chapter: Bab 102.
"Suamiku ... Ahh ... " Kata Griceliene dengan suara menggetarkan jiwa, wajahnya memerah menahan malu. Karena suaminya sekarang ini benar-benar membawanya ke balkon luar kamar. Griceliene bisa melihat dengan jelas dari kejauhan hamparan rerumputan hijau, tempat para kesatria berlatih. Walaupun ia merasa ada yang aneh, karena halaman, taman maupun lapangan tempat para kesatria berlatih sangatlah sepi. Namun, semua pikiran tak penting itu langsung lenyap, Griceliene seperti kehilangan akal karena sensasi memabukkan penyatuan miliknya dan milik suaminya. "Sepertinya aku akan keluar!!" Teriak Griceliene, ia mencengkram erat punggung tangan suaminya. Kukunya yang panjang nampak menggores punggung Camille, namun bukanya menegur. Camille sendiri malah tersenyum samar, tindakan istrinya malah membuat dirinya semakin terangsang. Camille mengubah posisi, menjadi di belakang istrinya. "Lagi?" Tanya Griceliene linglung. Camille menyahut dengan wajah sedih, "istriku, aku bahkan belum kel
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: Bab 101. 21+
"Ahhh ... " Griceliene mendesah, selama beberapa hari, ntah kenapa ia membayangkan hal ini terjadi?Saat tersadar, ia merasa malu sendiri karena berpikiran mesum. Karena sebelumnya, saat suaminya terus meminta dirinya untuk memuaskannya, dalam benaknya, Griceliene terus mengumpat kalau suaminya sosok yang mesum. Namun, sekarang pikiran liar itu berputar di dalam otak Griceliene sendiri, bahkan ia membayangkan jika suaminya menyentuhnya di tempat terbuka, tepatnya di taman dan rumah kaca. Camille menatap wajah cantik istrinya dari atas, ntah kenapa istrinya yang sebelumnya terlihat bersemangat, tiba-tiba memalingkan wajahnya, bahkan wajah istrinya terlihat memerah seperti menahan malu. Namun, Camille menyangkal pikiran itu. Ia malah menganggap wajah merah istrinya karena menahan sakit atau melakukan hubungan seksual karena terpaksa. . "Kenapa?" tanya Camille tanpa sadar, wajahnya berubah bingung. Bukanya menjawab, Griceliene malah menutup matanya. Ia tahu suaminya bertanya karen
Last Updated: 2026-07-28
Chapter: Bab 100. warning 21+
Griceliene benar-benar tidak berpikiran mesum, lebih dari dua Minggu suaminya tak menyentuhnya. Bukanya berpikiran aneh-aneh. Griceliene malah merasa khawatir. Jika Camille mati-matian menahan diri untuk tidak menyentuh istrinya, karena sandiwaranya sendiri. Berbeda dengan Griceliene yang berpikiran lain. Griceliene berpikir, keadaan suaminya begini gara-gara menyelamatkannya dari pecahan kaca, apakah itu mempengaruhi tubuh bagian bawah suaminya? Sebuah pertanyaan melintas dalam benak Griceliene. "Suamiku, aku buka celananya, ya?" Tanya Griceliene dengan wajah polos. Dari ekspresi yang di tunjukkan oleh Griceliene, Camille bisa menebak apa yang di pikirkan istrinya sekarang ini. Camille malah menghela napas, "istriku. Tubuh bagian bawahku tidak sakit, jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkannya." "Tapi," tolak Griceliene, ia tetap menarik celana suaminya. Wajah polos menunjukkan rasa penasaran dan kekhawatiran yang dalam. Sikap yang begitu menggemaskan, sungguh berbed
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: Bab 99.
Keesokan paginya, Griceliene terbangun dengan posisi suaminya memeluknya. Tapi posisi ini nampak tak biasa, karena wajah Camille tepat di depan perutnya. Walaupun sebelumnya ia sempat merasa resah dan tak nyaman dalam hatinya, karena Kaisar. Namun, pagi ini melihat suaminya yang menyayangi bayi dalam perutnya, membuat hati Griceliene kembali membaik. Griceliene tanpa sadar mengelus pucuk kepala suaminya. "Suamiku ... " Panggil Griceliene lirih. Sontak Camille bangun, suasana hatinya semalam yang memburuk sontak membaik, akibat sentuhan istrinya. "Apakah kamu sudah lapar sayang? Aku akan pergi memasak sesuatu untukmu," ujar Camille, wajahnya terlihat sangat mengantuk. Namun, pria itu memaksa bangun. Griceliene sontak menarik tangan suaminya, "kan ada koki di kastil ini? Kenapa kamu harus repot memasak?"Griceliene memegang tangan kiri suaminya, Camille malah ikut memegang tangan Griceliene yang sedang memegang tangannya dengan tangan kanannya. "Aku ingin membuatmu semakin jat
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Bab 98.
"Aku nggak akan membiarkan kamu mendekati kaisar lagi, karena sekarang aku sudah menjadi permaisuri ... " Gumam Eleanor penuh kebencian. Sementara itu, Permaisuri Rona yang duduk di sisi kaisar yang lain, nampak menatap Griceliene dengan tatapan acuh tak peduli. Sekarang Tristan sepupunya sudah menutup akses masuk ke daerahnya, bukankah penutupan itu sama saja dengan mengasingkan diri sendiri. Rona menghela napas, sebenarnya ia berharap bisa melihat siluet sepupunya walaupun hanya sebentar saja. Padahal sebelumnya, ia berharap Tristan akan menemuinya untuk sekedar mengucapkan selamat. Namun akhirnya ia menyadari, jika selama ini Tristan memang sama sekali tak pernah melihatnya. Hal itu sungguh membuat Permaisuri Rona kecewa. == Di kereta kuda, Griceliene tertidur. Ekspresi lembut Camille yang hanya di tunjukkan kepada istrinya seketika lenyap. Setelah memastikan jika Griceliene sudah benar-benar tertidur. Tangannya mengepal, amarahnya membuncah. Ia menu
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: Bab 97.
Akhirnya rangkaian acara pernikahan Kaisar Michael pun selesai di lakukan. Dan pesta pernikahan pun sudah di mulai. Griceliene yang biasanya tak pernah mual, hari ini muntah beberapa kali. Namun, suaminya dengan sigap merawatnya. "Suamiku, luka bagian lenganmu sepertinya terbuka karena tadi kamu memaksa untuk menggendongku," ujar Griceliene dengan nada khawatir, saat darah mulai merembes di lengannya."Griceliene sangatlah panik. Camille memasang ekspresi sedikit kesakitan, tatapan matanya terlihat sangat tulus. "Nggak papa istriku, buka ini bukanlah apa-apa."Walaupun semua pembaca tahu, jika Camille hanya pura-pura kesakitan. "Kalau gitu kita pulang saja," pinta Griceliene. Camille memasang ekspresi tak enak, "tapi pestanya baru di mulai." Griceliene menggeleng, "nggak papa. Keselamatan mu lebih penting, apalagi sekarang aku masih ingin muntah."Camille mengangguk, Griceliene memaksa untuk turun dari gendongan suaminya. Namun, Camille tetap tak mengijinkannya. "Tetap aku
Last Updated: 2026-07-12
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status