author-banner
Nanitamam
Nanitamam
Author

Novels by Nanitamam

BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN

BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN

"Sentuh adek, Bang. Masa punya istri cantik fresh begini dianggurin. Nanti kalau ada yang naksir nyesel lho!" "Dasar aneh." "Aku nggak aneh, Bang. Aku unik." Demi kesembuhan sang nenek, Almira menerima syarat tak masuk akal dari wanita kaya yaitu menikah dengan putranya yang Ziandra Brady Wiryana. Pria 35 tahun. Dingin. Tegas. Seorang Mayor militer yang hidupnya penuh tekanan. Almira diberi waktu tiga bulan untuk menaklukkan hati Ziandra dan mengandung anaknya. Jika gagal, harapan neneknya pupus. Namun saat ingatannya perlahan kembali, Almira menyadari jika dirinyalah bukan gadis biasa. Akankah Almira bertahan dengan misi tiga bulan atau pergi meninggalkan Ziandra, ketika hati pria dingin itu mulai luluh? Folow Ig : Nanitamam Tiktok : Nanitamam
อ่าน
Chapter: Bab 18. Bertambah Saingan
Suasana di koridor mall yang tadinya dipenuhi riuh rendah suara pengunjung mendadak mencekam, menciptakan sebuah panggung drama yang tak kasatmata. Tatapan tidak percaya dari wanita bernama Riana itu bagaikan anak panah yang siap menghujam, membelah keheningan di antara mereka bertiga dalam sekejap.Almira yang merasa lengannya yang memeluk Ziandra sedikit berguncang akibat kedatangan wanita itu, langsung memasang mode siaga satu. Ia mengerutkan kening, menatap Riana dari ujung rambut hingga ujung sepatu high heels-nya yang tampak mahal."Mbak siapa?" tanya Almira ketus dengan dagu terangkat menantang."Saya, Riana. Teman dekat Mas Ziandra," jawab Riana dengan nada suara yang sengaja dilembutkan, namun terselip keangkuhan yang kentara. Matanya kembali menatap Ziandra penuh harap, lalu beralih menyentuh lengan seragam Ziandra sekilas.Almira melirik Ziandra dengan tatapan menyipit yang dramatis. "Abang punya teman dekat perempuan? Aku kirain Abang sukanya cuma temenan sama laki-laki
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-15
Chapter: Bab 17. Beli Daleman
"Gandengan tangan, Bang, biar kayak orang-orang! Nanti kalau kita jauhan terus ada cowok lain yang godain aku gimana? Abang juga yang repot harus baku hantam," cerocos Almira beralasan, sambil mendongak memberikan senyum termanisnya. "Lagian, biar mereka tahu kalau tentara kaku ini udah ada yang punya."Ziandra mengembuskan napas berat melalui hidung."Iya, tapi kakimu menginjak saya."Almira langsung menunduk ke bawah. Benar saja, sandal jepitnya sukses mendarat di atas sepatu laras militer milik Ziandra yang mengilap. "Oh, maaf, Bang! Sengaja... eh, nggak sengaja maksudnya."Ziandra hanya bisa menghela napas panjang dan akhirnya pasrah membiarkan lengannya dijadikan sandaran oleh Almira. Meski penampilannya terlihat seperti suami yang sedang menemani istri belanja, mata elang Ziandra tetap bergerak waspada, memindai setiap sudut lantai mall. Kontras dengan Almira yang terus mengedarkan pandangannya ke sana kemari sambil bersenandung kecil."Kenapa mereka terus memperhatikan kemari
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-13
Chapter: Bab 16. Ciuman pertama
“Mereka benar-benar profesional.”Ziandra kembali melirik ke arah kaca spion tengah untuk memastikan posisi musuh. Namun, dahi sang komandan langsung berkerut dalam. Mobil sedan hitam itu sudah menghilang, melebur di antara padatnya arus kendaraan yang mengantri masuk ke kawasan pusat perbelanjaan. Mereka tampaknya memilih mundur begitu tahu Ziandra sengaja membawa permainan ini ke ruang publik.Mengambil napas panjang untuk menenangkan detak jantungnya yang sempat berpacu cepat, Ziandra akhirnya mengarahkan mobil masuk ke dalam gedung parkiran mall. Begitu mobil terparkir dengan aman, Almira langsung membuka sabuk pengamannya dengan gerakan super ceria."Asyik! Kapan lagi bisa belanja bareng suami kaku kaya kanebo kering begini," seru Almira riang, langsung turun dari mobil tanpa beban.Ziandra mendengus pelan, namun ia tetap turun dan berjalan di samping Almira, memastikan posisinya selalu berada di sisi luar untuk melindungi gadis itu.Begitu mereka melangkah masuk melewati pintu
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-13
Chapter: Bab 15. Abang Modus!
Ziandra sedikit merundukkan posisi duduknya sendiri sembari menekan kepala Almira agar tetap berada di bawah garis kaca jendela. Ia harus menjaga Almira dari segala kemungkinan terburuk yang bisa terjadi jika peluru tiba-tiba menembus kaca mobil.Almira yang diperlakukan seperti itu tentu saja terkejut. Namun, bukannya ketakutan, otak absurdnya malah merespon dengan cara yang sangat berbeda. Menghirup aroma maskulin dari seragam militer Ziandra yang begitu dekat justru membuat pipinya mendadak panas."Ih, Abang, kalau mau ngasih aku sandaran bilang-bilang dulu dong. Kan aku belum siap lahir batin. Jantung aku langsung disko nih," celetuk Almira, suaranya agak teredam karena wajahnya menempel di dada bidang Ziandra."Diam. Jangan bergerak," perintah Ziandra, suaranya sangat rendah dan penuh penekanan. Matanya tetap awas menatap jalanan di depan dan spion secara bergantian.Almira malah tersenyum geli di balik dekapan Ziandra. Bukannya takut melihat ketegangan suaminya, ia justru melin
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-12
Chapter: Bab 14. Abang cemburu?
"Saya, Mayor Ziandra. Suami dari gadis ini. Dan saya rasa, istri saya tidak butuh kenalan dengan dokter yang terlalu ramah seperti Anda."Dokter Adrian tidak langsung menarik tangannya. Alih-alih gentar oleh cengkeraman kuat Ziandra yang bisa saja meremukkan tulang pergelangan tangan pria biasa, ia justru membalas tekanan itu dengan kekuatan yang sepadan. Senyum di wajah tampannya sama sekali tidak pudar."Jadi, Anda suami gadis cantik ini?" tanya Adrian, nadanya terdengar santai namun ada nada provokasi yang terselip jelas di sana. Matanya beralih sejenak menatap Almira, seolah menilai apakah Ziandra benar-benar pantas bersanding dengan gadis itu.Almira yang pinggangnya masih didekap erat oleh Ziandra malah tersipu malu. Wajahnya memerah, menatap Adrian dengan mata berbinar-binar tanpa dosa. "Ih, Pak Dokter bisa aja. Aku emang cantik dari lahir kok, Dok. Tapi kalau puji terus nanti aku melayang sampai ke awan, repot turunnya."Mendengar celetukan absurd Almira, rahang Ziandra semak
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-11
Chapter: Bab 13. Opa Korea Versi Lokal
"Nomornya tidak aktif, Pak. Tadi saya sudah coba hubungi berkali-kali," lanjut Bi Sumi dengan suara yang semakin gemetar di seberang sana."Cari lagi di sekitar kompleks. Jangan hubungi siapa pun selain saya," potong Ziandra cepat. Suaranya terdengar sangat rendah, dingin, dan tidak menerima bantahan.Ziandra langsung mematikan sambungan telepon bahkan tanpa mendengar lagi ucapan Bi Sumi selanjutnya. Rahangnya mengatup begitu rapat hingga mempertegas garis wajahnya yang keras. Atmosfer di dalam ruang VIP itu mendadak turun drastis, menyisakan ketegangan yang pekat.Melihat wajah Ziandra yang menegang hebat, Nyonya Stella ikut penasaran. Wanita anggun itu perlahan meletakkan cangkir tehnya, tidak lagi menunjukkan senyum meremehkan seperti sebelumnya. "Ada apa, Ziandra?""Aku pergi dulu mencari Almira," jawab Ziandra datar sambil bangkit berdiri hingga kursi yang didudukinya bergeser menciptakan suara decitan nyaring di atas lantai marmer.Nyonya Stella mengernyitkan kening, ikut berdi
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-10
PELAN SEDIKIT, TUAN

PELAN SEDIKIT, TUAN

Area 21+ "Apa kamu tuli? Saya bilang layani saya sekarang!" "Sa—saya." Tanpa pikir panjang, kedua tangan Xafier menarik Zavira. "Lepaskan saya! Jangan sentuh saya!" "Aku ingin kamu sekarang. Aku akan membayarmu lebih dari yang kamu butuhkan." "Tapi saya belum pernah melakukannya!" Zavira gadis malang yang harus merelakan kehormatannya direbut paksa oleh seorang pria bernama Xafier. Xafier mengira gadis itu adalah wanita yang disiapkan oleh pemilik klub. Padahal Zavira baru bekerja di klub tersebut sebagai pengantar minuman. Dia terpaksa banting tulang demi melunasi hutang keluarganya di kampung pada rentenir. Folow Ig: Nanitamam
อ่าน
Chapter: Bab 90. Resepsi Pernikahan
"Pengantinnya sangat cantik," puji para tamu yang hadir. "Tuan Xafier juga terlihat bahagia."Gedung megah di pusat kota kini dipenuhi tamu undangan dan tokoh penting. Hari ini, Xafier dan Zavira menggelar resepsi pernikahan secara besar-besaran. Keluarga Zavira pun turut hadir, ikut merasakan kebahagiaan di momen istimewa ini.Zavira menoleh, menatap suaminya dengan pandangan hangat. “Aku kira aku takkan pernah sampai di titik ini, Mas,” ujarnya pelan.“Tapi nyatanya kamu ada di sini, tepat di sisiku, Sayang,” jawab Xafier lembut. Tangannya melingkar erat di pinggang istrinya, mendekapkannya ke pelukan seolah tak mau melepaskan barang sedetik pun. “Maaf ya … karena bersamaku, kamu harus melewati badai yang begitu berat duluan. Tapi mulai saat ini, aku berjanji takkan membiarkan hal buruk menimpamu lagi. Sekalipun nanti ada cobaan lain datang menghadang rumah tangga kita, aku pastikan aku akan selalu ada untuk melindungimu. Aku harap, kamu tetap mau menemaniku melewati segalanya, ya?
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-01
Chapter: Bab 89. Melepaskan obsesi
Hening. Hanya suara detak jarum jam yang terdengar jelas, memenuhi seluruh ruangan. Semua mata tertuju pada dokter, menanti penjelasan dengan perasaan harap-harap cemas, apalagi Zavira yang berdiri tepat di sisi ranjang suaminya, hatinya berdebar kencang menahan segala kekhawatiran. “Bagaimana keadaannya, Dok?” tanya Zavira dengan suara lirih yang bergetar. Setelah selesai memeriksa dan memastikan seluruh kondisi tubuh Xafier, dokter itu tersenyum tipis lega. “Syukurlah, Tuan Xafier sudah sadar sepenuhnya, dan tidak ditemukan masalah serius apa pun yang perlu dikhawatirkan,” jawabnya tenang. “Meski begitu, kami tetap harus memantau perkembangan kondisinya secara rutin untuk beberapa waktu ke depan.” Senyum Zavira mekar lebar seketika. Raut bahagia juga terlihat jelas di wajah Nyonya Dayana, Tuan Eshal, Samuel, dan Donita yang ada di sana. Sementara itu, Xafier hanya menatap mereka dengan pandangan yang masih lemah namun mulai terlihat nyata. Tanpa pikir panjang, Zavira langsung m
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-01
Chapter: Bab 88. Xafier koma
“Kritis?!” seru mereka serentak, suaranya melengking kaget dan penuh kepanikan."Oh My God." Johan melongo, bibirnya terbuka lebar. Suster itu hanya mengangguk perlahan dengan wajah yang tampak sedih dan penuh rasa iba. “Kini tinggal doa dan harapan kita. Kita hanya bisa berserah diri dan berharap ada keajaiban dari Tuhan yang menyelamatkan nyawanya.”Tanpa buang waktu, Zavira segera bangkit dari ranjangnya. Nyonya Dayana dan Donita sigap menahan dan menopang tubuhnya agar tidak jatuh.“Kamu mau ke mana, Nak? Jangan bertindak sembarangan,” tanya Nyonya Dayana cemas.Air mata Zavira jatuh membasahi pipinya seketika. Ia tetap melangkah maju, sementara kedua wanita itu terus menuntun dan mendampinginya berjalan.“Aku harus menemuinya. Aku mau ke tempat Mas Xafier berada,” jawabnya.Tak ada satu pun dari mereka yang berani bersuara. Mereka hanya mengikuti langkah Zavira menuju ruangan tempat suaminya dirawat.Sesampainya di sana, pandangan Zavira terkunci lekat pada pintu berwarna merah
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-01
Chapter: Bab 87. Zavira hamil
"Jangan sampai terjadi sesuatu pada Zavira, Tuhan. Aku mohon." Doa Nyonya Dayana dalam hati. Kelopak mata Zavira perlahan terbuka sepenuhnya. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan, menatap sekelilingnya yang tampak begitu asing baginya. Di samping ranjangnya, tampak Nyonya Dayana yang duduk sambil menyandarkan kepalanya, sepertinya tertidur karena kelelahan.“Ma …,” panggil Zavira lirih.Nyonya Dayana seketika tersentak kaget. Matanya yang tadinya setengah terpejam langsung terbuka lebar seketika.“Kamu sudah sadar, Sayang? Syukurlah. Ada yang sakit? Katakan saja sama Mama, biar Mama segera panggil dokter,” ujarnya cemas, lalu hendak bangkit dari duduknya.Namun, tangan Zavira dengan cepat menahan pergerakan wanita itu.“Tidak usah, Ma. Aku tidak merasa sakit apa-apa, aku baik-baik saja,” ucapnya lembut namun jelas. Wajahnya tampak cemas saat kembali bertanya, “Bagaimana keadaan Mas Xafier, Ma? Operasinya berjalan lancar, kan? Dia baik-baik saja, kan, Ma?”“Tenanglah, Nak. Tanyakan satu pe
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-01
Chapter: Bab 86. Sherina ditangkap polisi
"Aku melukai Xafier.... "Sherina terduduk lesu di sudut ruangan, tubuhnya meringkuk. Tangisnya tak henti sejak kejadian itu berlangsung. Sebenarnya, hatinya ingin berlari menyusul Xafier, namun ayahnya tegas menahan. Ia tak mau putrinya hadir di sana dan justru memicu keributan yang lebih parah lagi.Di saat itu, Liam—sosok yang pernah menjadi bagian dari masa lalunya—mendekat perlahan. Ia berjongkok tepat di hadapan Sherina, lalu mengusap lembut helai rambutnya yang berantakan.“Sudah, jangan menangis lagi,” bujuknya pelan.“Pergi! Aku tak butuh belas kasihan atau bantuanmu!” bentak Sherina keras sambil menepis tangan itu dengan kasar.Liam menghela napas panjang. Namun tak sedikitpun berniat mundur. “Jangan bersikap begitu, Sherina. Aku mengerti betapa terguncangnya dirimu saat ini, dan aku sama sekali tak menyalahkanmu.”Sementara itu, Bram hanya duduk diam. Pikirannya berputar kacau mengingat kelakuan putrinya. Ia sadar betul, setelah kejadian ini, Tuan Eshal pasti takkan tinggal
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-01
Chapter: Bab 85. Jangan tinggalkan aku, Mas
"Ya Allah, lindungi suamiku!"Ketegangan membentang begitu lama di ruang tunggu UGD yang sunyi itu. Saat Tuan Eshal tiba dengan napas yang masih memburu, pemandangan yang tertangkap oleh matanya membuat jantungnya serasa diremas kuat. Di sana, Zavira berdiri kaku tepat di depan pintu tertutup ruang perawatan, matanya tak lepas menatap celah pintu itu seolah berharap bisa melihat ke dalam. Sementara di kursi tidak jauh dari sana, Nyonya Dayana terisak hebat, menutup wajahnya dengan kedua tangan.Hati Tuan Eshal terasa perih, nyaris hancur melihat keadaan kedua wanita yang dicintai putranya itu. Ia melangkah mendekat perlahan, namun tak disadari air matanya justru menetes diam-diam membasahi pipinya“Sayang …,” panggilnya lirih, tepat di samping istrinya.Nyonya Dayana mendongak perlahan. Matanya bengkak dan sembab, tatapannya tampak kosong namun penuh kepedihan. Ia seketika bangkit dan langsung memeluk tubuh suaminya erat-erat.“Kamu dari mana saja, Mas? Aku dan Zavira sudah menunggu
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-04-30
SURGA SEMALAM BERSAMA TUAN IVANDER

SURGA SEMALAM BERSAMA TUAN IVANDER

Warning !!! Area 21+ Bacaan khusus dewasa. "Om, lepas!" sentak Syafana mencoba menggulingkan tubuh yang menindihnya. "Tubuhku, panas. Tolong aku!" Ivander melepas kemejanya lalu membuangnya ke lantai. Dia mencondongkan tubuh pada wajah Shafana. Om, jangan sentuh aku. Kita nggak saling kenal!" "Tolong aku, kumohon. Rasanya panas. Istriku menaruh obat perangsang pada minumanku." "Aku bisa nyalakan AC atau Om temui istri Om aja," jawab Syafana cepat. "Hemmmmmph!” Tanpa peringatan, Ivander menyumpal kembali bibir Syafana dengan bibirnya. Ciumannya begitu liar, seperti gulungan ombak yang terus bergulung menuju pantai. Syafana mencoba mendorong Ivander. Tapi tubuh Ivander menindihnya kuat. "Kamu cantik. Aku suka bibirmu!" Syafana terbangun di samping pria asing yang membuat jantungnya berdegup kencang. Bukan sembarang pria—dialah Ivander, CEO tempat ia melamar kerja sebagai sekretaris. Terikat dalam pernikahan tanpa cinta, Ivander justru menemukan candu baru pada tubuh Syafana. Dan sejak malam itu… ia tak pernah mau melepaskannya. Jangan lupa folow Ig :@ Missnhanie Tiktok : Nanitamam
อ่าน
Chapter: Bab 135. Kelahiran si kembar
“Sayang, apa yang terjadi?” tanya Ivander dari balik kamera.“Perutku … rasanya sangat mulas, aku harus matikan dulu ya Sayang!” Syafana menjawab dengan napas terengah-engah, segera menutup sambungan video call sebelum Ivander bisa bertanya lagi.Nyonya Anindita terkejut, matanya melebar melihat cairan bening yang terus merembes dari bawah tubuh Syafana dan membentuk noda basah di lantai keramik mall.Bu Salsa juga tak kalah panik. “Cairan ketubanmu pecah!” teriak mereka secara bersamaan."Ya Tuhan, bagaimana ini? Kenapa mendadak begini?"Tanpa berlama-lama, Ghaisa langsung berlari cepat menghampiri meja informasi, sambil berteriak pada seorang petugas keamanan yang sedang berjaga dekat lift. “Pak tolong! Tolong hubungi ambulans segera! Saudaraku sedang mengalami pecah ketuban dan akan melahirkan!” teriaknya dengan suara nyaring hingga menarik perhatian pengunjung sekitar yang mulai berkerumun.Sedangkan, Nyonya Anindita benar-benar kalut, jari-jarinya gemetar saat mencari nomor Tua
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-03
Chapter: Bab 134. Jadwal lahiran
Beberapa bulan kemudianUdara di ruangan praktik Dokter Maria terasa lebih padat dari biasanya, bahkan kipas angin yang berputar pelan tak mampu mengusir getaran yang menggeliat di setiap sudut. Syafana duduk tegak di atas meja pemeriksaan, kain steril putih menutupi perutnya yang mulai membengkak. Di sebelahnya, Ghaisa menyandarkan telapak tangannya.Bu Salsa berdiri di sisi kiri, napasnya terdengar pelan namun teratur, sementara Nyonya Anindita yang berada di sisi kanan mengpegang erat tangan Syafana, ujung bibirnya sedikit menggigil tak disadari.“Tumben sekali, para suami tidak ikut datang menemani saat kontol?” tanya Dokter Maria seraya mempersiapkan alat-alatnya. “Mereka berdua ada urusan bisnis di luar negeri, Dok,” sahut Ghaisa. Dokter Maria hanya mengangguk saja, tangannya mulai mengoleskan gel dingin di atas perut Syafana. Setelah itu, ia menempatkan alat transducer di atasnya dan mulai menggerakkannya perlahan.Cahaya dari layar monitor USG menerangi wajah mereka semua, m
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-03
Chapter: Bab 133. Carina gila
"Meski mereka jahat tapi aku ikut sedih melihat keadaan Tante Carina," gumam Syafana lirih."Mereka menuai apa yang sudah mereka tanam. Rasa iri, dengki dan serakah membuat mata hati mereka buta," kata Ivander."Seandainya mereka mau berubah, aku juga tidak akan bertindak sejauh ini," tambah Tuan Alexander.Setelah pemakaman Celina yang hanya dihadiri oleh keluarga dekat dan beberapa teman, waktu tampaknya berjalan dengan sangat lambat bagi Carina. Setiap hari yang lewat hanya membuat kondisi dirinya semakin menyedihkan dan memprihatinkan hingga akhirnya Ivander dan keluarga memutuskan untuk membawanya tinggal di rumah mereka, karena tidak tega melihat wanita itu sendirian dalam kesusahan.Kini, Carina tengah terduduk di salah satu sudut teras rumah Ivander. Badannya membungkuk ke depan, tangan kanan dan kiri menggenggam erat sebuah bantal putih. “Celina … nak mama sudah siapin sarapanmu yang kamu suka!” teriaknya dengan nada tinggi yang membuat beberapa orang di ruang tamu terlihat
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-02
Chapter: Bab 132. Karma
PRANG! Gelas kristal yang hendak digerakkan ke bibir Carina terlepas dari genggamannya, jatuh ke lantai dengan suara pecah yang menusuk. Potongan kaca kecil berserakan di atas permukaan yang mengkilap. Tanpa menghiraukan reruntuhan di bawah kakinya, tangannya refleks menyentuh bagian dada yang tiba-tiba terasa sesak. Denyut jantungnya berdebar kencang, jauh lebih cepat dari biasanya. “Kenapa kok tiba-tiba begini? Perasaan ku tidak enak, seolah ada sesuatu yang tidak baik akan terjadi,” gumamnya pelan, suara penuh dengan kekhawatiran yang tidak jelas sumbernya. "Kenapa Celina belum pulang juga?" Baru saja dia mengangkat kepala, pikiran masih bingung mencari jawaban, ketika dering ponsel di atas meja tamu terdengar. Carina bergerak dengan langkah tergesa-gesa untuk menjawabnya, tangannya sedikit gemetar saat menyentuh layar sentuh yang menunjukkan nomor tidak dikenal. “Permisi, ini dengan Nyonya Carina?” suara dari ujung saluran terdengar dengan nada yang hati-hati namun te
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-02
Chapter: Bab 131. Celina meninggal
"Kalian harus mati!" teriak Celina penuh amarah dan dendam.“Syafana, Ivander!”Suara Nyonya Anindita dan Bu Salsa menerjang udara sore, nada histeris menusuk. Kedua wanita itu masih berdiri kaku di tepi jalan raya, pandangan keduanya terpaku pada mobil putih yang melesat dengan kecepatan tak masuk akal.Tanpa berpikir dua kali, Ivander langsung mencengkeram lengan Syafana dengan kuat, lalu menariknya dengan sekuat tenaga ke arah trotoar sebelah kiri. Sedangkan, mobil yang dikemudi oleh Celina bergerak cepat. Kakinya menginjak pedal rem dengan sekuat mungkin, namun mobil hanya meluncur lebih cepat, menggeliat seperti makhluk hidup yang hilang kendali.“Arghh!” teriak Celina histeris. Sebelum akhirnya, mobil wanita itu menghantam pembatas beton jalan hingga retak berantakan. Mobil meluncur terus lalu menghantam dinding parkiran dengan pukulan kencang, membuat semua orang menyaksikan terhenti sejenak.Tanah seolah bergoyang akibat benturan hingga membuat orang-orang berhamburan mendek
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-02
Chapter: Bab 130. Wanita berhati batu
"Mau aku gendong?" tanya Ivander menawarkan diri. "Tidak, terima kasih. Aku masih bisa jalan sendiri," tolak Syafana.Koridor rumah sakit yang tadinya ramai mulai sepi seiring berjalannya waktu. Ivander, Syafana, dan Nyonya Anindita melangkah keluar dari ruang gawat darurat dengan wajah yang jelas menunjukkan kegembiraan dan rasa lega. Ketika mereka tiba di area parkiran yang cukup luas, lampu penerangan jalanan mulai menyala redup karena senja mulai menjelma. Tiba-tiba, sebuah suara melengking terdengar dari arah samping, memecah kesunyian yang mulai menyelimuti tempat itu.“Ivander!”Semuanya spontan menoleh ke arah sumber suara. Mata mereka bergerak mencari sosok yang memanggil hingga akhirnya seorang wanita yang begitu familiar berdiri disana. "Dia ...!"Rahang Ivander langsung mengeras. Tanpa berpikir dua kali, ia menggeser tubuhnya perlahan agar benar-benar berada di depan Syafana, menjadikannya penghalang yang melindungi istrinya.Nyonya Anindita menatap Celina dengan tatapa
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-31
Aku Madu Kembaranku

Aku Madu Kembaranku

Tania dan Rania adalah sepasang kembar identik yang hidup terpisah oleh keadaan. Tania tinggal di desa bersama pamannya sedangkan Rania tinggal di kota bersama suaminya. Tidak ada satu orang pun yang mengetahui jika mereka kembar karena wajah mereka yang begitu mirip. Demi memiliki keturunan dan suaminya, Malik bahagia. Rania meminta Tania untuk menikah dengan suaminya. Suatu hal yang tidak berikan, yaitu melahirkan anak dan dan menjadi ibu yang sempurna. Akankah Tania menerima permintaan saudara kembarnya tersebut. Bisakah Malik menerima Tania sebagai seorang istri dan menjadi bagian dari hidupnya?
อ่าน
Chapter: Bab 26. Terbongkarnya kejahatan Mely
Malam yang dinanti tiba. Acara makan malam yang telah dirancang dengan begitu matang akhirnya digelar. Sejak sore, Bu Fatma tak henti-hentinya mengawasi persiapan, menata hidangan, dan memberi perintah pada para pekerja agar semuanya sempurna. Ia seolah lupa bahwa kemarin ia berpura-pura jatuh.Sementara itu, Tania hanya mengamati dari kejauhan. Ia memastikan semua berjalan sesuai rencananya. Tanpa sepengetahuan Bu Fatma, ia telah meminta para pekerja untuk menyiapkan proyektor dan papan putih di ruang makan.“Rania ..., apa maksudnya semua ini?” tanya Bu Fatma, matanya menatap tajam ke arah Tania, curiga dengan keberadaan proyektor dan papan putih itu.“Oh, itu sengaja aku pasang untuk menonton drama, Ma. Biar acara makan malam kita lebih seru dan ada tontonan yang menghibur,” jawab Tania dengan nada meyakinkan, menyembunyikan maksud sebenarnya.Bu Fatma mendengus, namun ide Tania terdengar cukup menarik. Ia pun memutuskan untuk menyetujuinya.“Oke, kali ini Mama setuju! Tapi, awas s
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-11-04
Chapter: Bab 25. Rencana Tania
“Mas, boleh tidak besok malam kita mengadakan makan malam dan mengundang seluruh keluarga?” tanya Tania tiba-tiba, memecah keheningan kamar.Malik, yang tengah bersandar di ranjang sambil menggenggam iPad, sontak menoleh. Raut wajahnya menunjukkan kebingungan atas permintaan Tania yang tak terduga.“Apa kamu sedang bercanda?"“Astaga, aku serius kali ini. Lagipula, acara ini kan untuk mempererat tali silaturahmi antar keluarga,” kata Tania, berusaha meyakinkan suaminya.Malik terdiam, tampak menimbang-nimbang permintaan Tania. Melihat itu, Tania tak mau menyerah. Ia beranjak dari tempatnya, mendekati Malik dan duduk di tepi ranjang.“Ini juga keinginan bayi kita,” ucap Tania, terpaksa berbohong demi melancarkan rencananya. “Boleh ya, Mas?”“Ya sudah, nanti aku bicara dengan Mama dulu,” jawab Malik akhirnya, luluh dengan bujuk rayu istrinya.Senyum bahagia merekah di bibir Tania, membuat Malik ikut merasakan kebahagiaan yang sama. Ia pun bangkit, bersiap menuju kamar Bu Fatma untuk men
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-10-20
Chapter: Jika aku pergi, hiduplah bahagia
Tania melangkah tergesa melewati gerbang, jejak kakinya seolah tak sabar menginjak tanah pekarangan rumah Paman David. “Assalamulaikum, Paman, Rania,” sapanya, suaranya sedikit bergetar, “Aku punya berita untuk kalian.”Paman Burhan dan Rania, yang semula bersantai di bangku panjang halaman, sontak menoleh. Raut wajah mereka menyiratkan keheranan. Kedatangan Tania menjelang senja, seorang diri, bukanlah pemandangan yang biasa.Rania bangkit dengan terhuyung, wajahnya sepucat kapas, tubuhnya tampak kurus dan rapuh, seolah embusan angin saja bisa merobohkannya. Paman Bruhan segera menyongsong, memapah bahu keponakannya itu, dan menuntunnya mendekat ke arah Tania.“Kalian tetap di sana saja! Jangan mendekatiku,” seru Tania, nadanya tegas namun ada gurat cemas di matanya.“Sebaiknya kita bicara di dalam,” putus Paman Burhan sembari menuntun Rania perlahan. Tania mengangguk patuh, melangkah mengikuti, menyelaraskan langkahnya dengan Rania yang tertatih. Semakin dekat ia melihat kembarann
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-10-04
Chapter: Sebuah rencana
BAB 1“Mas.”Suara langkah kaki yang menuruni anak tangga memecah keheningan, menarik perhatian Malik. Raut wajah pria itu seketika menegang, sarat akan kekhawatiran. Tanpa membuang waktu, Malik bergegas mendekat, diikuti Tania yang setia melangkah di sisinya, tangannya tak lepas dari genggaman hangat sang suami.“Ada apa, Mel? Apa Mama butuh sesuatu,” tanya Malik, nadanya dipenuhi cemas, namun genggaman tangannya pada Tania justru semakin mengerat, seolah memberi kekuatan dan jaminan.Mely tersenyum tipis, senyum yang tak sampai ke mata. “Tante sudah tidak apa-apa, kok. Dia sedang istirahat sekarang di kamarnya. Aku izin pulang lebih dulu ya, Mas. Ada hal penting yang tidak bisa kutunda.”Malik mengangguk, ekspresinya sedikit melembut. “Iya, silakan saja, Mel. Kamu tidak perlu repot-repot datang lagi. Di sini sudah ada saya dan Rania yang akan menjaga Mama.”Sejenak, Mely terdiam. Tatapannya berubah tajam, menghunjam lurus ke arah Tania yang berdiri di sebelah Malik. Sebuah tatapan
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-10-03
Chapter: Bab 22. Tujuan Mely sebenarnya
"Malik. Kamu tidak bisa mendidik istri kamu dengan baik. Lihatlah apa yang dia lakukan pada mama," ujar Bu Fatma memanas-manasi Malik. "Mas!" panggil Tania pelan. Malik menoleh ke arah Tani seraya mengulas senyum lembut penuh cinta seperti biasanya. "Mas percaya sama kamu." "Malik! Setelah apa yang dia lakukan pada Mama. Kamu masih percaya padanya? Kamu pikir Mama mengarang cerita," bentak Bu Fatma. "Ma. Bisa saja Mama jatuh karena menendang botol minyak urut ini. Ini minyak zaitun yang bisa dipakai Mama untuk mengurut bukan?" Malik menunjuk botol yang terlempar di sudut tangga. Tania tersenyum lega. Sementara Bu Fatma semakin meradang. Dia kembali mengucapkan kata-kata yang menjelekan Tania agar membuat wanita itu tersudut. Namun, Malik tetap pada pendiriannya. Tidak mungkin istrinya tega melakukan hal tersebut. Tidak berapa lama, tiba-tiba saja Mely datang bersama seorang dokter gadungan yang sengaja dia bawa untuk memperlancar rencana mereka. Bu Fatma pura-pu
ปรับปรุงล่าสุด: 2023-10-30
Chapter: Bab 21. Rencana terakhir Bu Fatma
Bu Fatma dan Mely masih ada di dalam mobil. Keduanya belum beranjak pergi meski kini Tania dan Sheli sudah menghilang sejak insiden tadi.Mata Melly menatap nanar kaca mobil yang terkesan gelap. "Tante, jika sudah begini maka hanya ada satu cara terakhir yang harus kita lakukan." Kalimat lirih itu membuat Bu Fatma menatapnya cepat. "Apa maksudmu?" tanya Bu Fatma penasaran. Dengan segera Melly memutar arah duduknya. Menghadap Bu Fatma langsung agar bisa didengar dengan saksama. "Jika cara seperti ini juga tak bisa mencelakai Rania, maka kita harus menjebaknya agar Malik mulai meragukan kebaikan hatinya." "Tolong kau jelaskan dengan benar, agar Tante bisa paham," pinta Bu Fatma. Mely menunda kalimatnya, membuat sosok itu tak mengalihkan pandangan sedikit pun. "Tante harus menjebak Rania. Buat seolah-olah Tante terluka karena ulahnya, dengan begitu maka Malik mungkin akan mulai kecewa pada kebaikan hatinya." Bu Fatma cukup terkejut mendengar saran Mely b
ปรับปรุงล่าสุด: 2023-10-29
บางทีคุณอาจจะชอบ
Kutinggalkan Suami yang Mendua
Kutinggalkan Suami yang Mendua
Romansa · Rini Annisa
16.8K views
Perjaka Kepincut Janda
Perjaka Kepincut Janda
Romansa · Aililea (din din)
16.7K views
Cinta dalam Balutan Doa
Cinta dalam Balutan Doa
Romansa · Makhchuena Asma
16.7K views
Affair with CEO
Affair with CEO
Romansa · Luisana Zaffya
16.7K views
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status