Chapter: Satu-satunya yang PeduliAnya menaiki tangga dengan langkah gontai. Telinganya masihberdenging oleh omelan panjang Papanya tadi, tetapi anehnya, kepalanya terlalulelah untuk memikirkan apa pun lagi.Yang ada di benaknya sekarang hanya satu: mandi, lalu tidur.Sesampainya di kamar, ia langsung menuju kamar mandi danmembiarkan air hangat mengalir membasahi tubuhnya. Berkali-kali ia menggosokkulitnya dengan sabun, seolah dengan begitu bau tak sedap dan penghinaan yangia terima hari ini bisa ikut luntur bersama air yang mengalir ke lantai.Namun, percuma.Kata-kata yang dilontarkan orang-orang hari ini masihterdengar jelas di kepalanya.Udah muka pas-pasan, dandanan kayak gini lagi.Pantesan nggak ada yang mau temenan sama lo.Turun sini aja ya, Dek. Penumpang pada komplain.Apa susahnya sih jadi anak yang bisa diandalkan kayakkakakmu?Semua kalimat itu terus berputar tanpa henti di kepalanya.Setelah selesai mandi, Anya keluar dengan handuk yangmelilit rambutnya dan mengenakan piama longgar berwarna krem
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: Rumah?Anya duduk sendirian di halte bus yang temaram, kedua tangannya memeluk lutut. Lampu jalan di atasnya berkedip-kedip lemah, menambah kesan suram pada malam yang sudah cukup buruk baginya.Sudah hampir sejam ia menunggu, tetapi bus yang lewat bisa dihitung jari dan dari yang sedikit itu, cuma satu yang benar-benar berhenti untuknya.Tadi juga sempat naik sih..., kenangnya pahit, mengingat kembali kejadian sepuluh menit lalu. ..."Woy, bau apaan sih ini?" seorang penumpang di kursi belakang mengernyitkan hidung begitu Anya duduk."Anjir, iya bau banget," yang lain menimpali sambil menutup hidung dengan tangan.Bisik-bisik mulai menyebar ke seluruh bus. Mata para penumpang mulai melirik ke arahnya dengan tatapan jijik yang bahkan tidak berusaha mereka sembunyikan."Dek, maaf ya," sopir bus menoleh dari depan dengan ekspresi sungkan, tetapi tegas. "Penumpang pada komplain. Turun sini aja ya, kasian yang lain."Anya menunduk, wajahnya memerah menahan malu yang luar biasa. Tanpa membantah,
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: Bayangan di CerminPukul 20.45.Anya tersentak bangun. Tubuhnya terguncang kaget karena rasa dingin yang tiba-tiba menyerbu seluruh tubuhnya. Matanya terbuka lebar, napasnya memburu, kebingungan sesaat dengan apa yang baru saja terjadi dan di mana dirinya berada."Akhirnya bangun juga!" sebuah suara ketus terdengar dari luar bilik, disusul bunyi kunci yang diputar dan pintu yang terbuka kasar.Berdiri di depannya seorang office girl berseragam abu-abu. Tangannya masih memegang ember kosong, sementara wajahnya tampak cemberut kesal. Namanya tertera jelas pada name tag yang dikenakannya: Yuli."Ngapain sih tidur-tiduran di toilet orang? Nyusahin aja! Gue kira lo mayat, tau nggak!" omel Yuli. Nada suaranya galak, mirip banget sama gaya Chelsea dan kawan-kawannya.Anya yang masih setengah sadar mencoba bangkit sambil berpegangan pada dinding bilik toilet. Yuli menatapnya dari atas hingga bawah, kaus oversize lusuh yang sudah basah kuyup, celana sederhana, kacamata bulat yang melorot di ujung hidung, serta r
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: TerkunciJam menunjukkan hampir pukul tujuh malam ketika Chelsea, Tres, dan Clara akhirnya memutuskan untuk makan malam di sebuah restoran mewah di lantai atas mall."Anya, sini deh bentar," panggil Chelsea sesaat sebelum mereka masuk ke restoran. Nada suaranya tiba-tiba berubah manis, yang justru membuat Anya waspada."Kenapa?" tanya Anya, sedikit curiga."Ikut ke toilet dulu, ada yang mau gue omongin," Chelsea menarik lengan Anya tanpa memberi kesempatan untuk menolak, diikuti Tres dan Clara yang saling melempar senyum penuh arti di belakang punggung Anya.Terlalu lelah untuk curiga lebih jauh, Anya hanya mengikuti tanpa banyak bertanya. Mereka berempat masuk ke toilet yang sepi, lokasinya yang agak terpencil di ujung koridor mall membuat area itu jarang dilewati pengunjung."Masuk situ dulu deh," ujar Clara sambil mendorong Anya masuk ke salah satu bilik. "Kita mau ngomong penting."Belum sempat Anya bertanya lebih jauh, pintu bilik langsung ditutup dari luar, disusul suara klek kunci yang
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: Hari yang MelelahkanTian dan Chelsea baru saja memesan makanan di salah saturestoran mewah yang berada di lantai atas Mall. Sementara itu, Anya hanyaberdiri beberapa langkah di belakang mereka sambil memegang beberapa kantongbelanja yang sejak tadi dibebankan kepadanya.Ia melirik jam yang terpajang di dinding restoran.Pukul 17.20.Perutnya kembali berbunyi pelan. Sejak pagi tadi, ia hanyasempat menghabiskan sepiring nasi goreng sebelum kembali tertidur karenademamnya. Setelah itu, ia buru-buru berangkat ke mall karena ancamandari Tian.Kalau dipikir-pikir, hidupnya memang cukup menyedihkan.Orang lain kalau ke mall untuk nonton bioskop, makan enak, dan berbelanja.Kalau dirinya? Jadi kuli angkut, belum makan, dan gratis lagi.Sungguh paket lengkap penderitaan seorang ZefanyaAurellie.Ponsel Tian yang berada di atas meja tiba-tiba bergetar.Nama yang muncul di layar membuat ekspresinya sedikit berubah.Papa.Tanpa menunggu lebih lama, Tian segera mengangkat panggilantersebut."Halo, Pa."Anya ya
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: Bencana AlamDengan sedikit ragu, Anya akhirnya menekan tombol hijau dilayar ponselnya."H-halo?""Lo di mana?"Suara dingin di seberang sana membuat Anya refleksmenegakkan punggungnya. Tidak ada sapaan ataupun basa-basi. Selalu seperti itu."Di rumah.""Berangkat sekarang."Anya mengernyitkan dahinya. "Hah? Tapi—""Tiga puluh menit lagi gue tunggu di bioskop lantaitiga."Tut.Sambungan telepon terputus begitu saja. Anya menatap layarponselnya dengan tatapan kosong selama beberapa detik."Dia pikir gue sopir online apa?" gerutunyapelan sambil menjatuhkan tubuhnya kembali ke atas kasur.Namun, kekesalan itu hanya bertahan sesaat. Ancaman yangselama tiga minggu terakhir terus menghantuinya kembali muncul di dalampikirannya.Video itu. Pikirannya melayang ke belakang, ke tiga minggulalu, ke momen yang mengubah segalanya.Sore itu, koridor menuju ruang OSIS terlihat sepi. Anya barusaja keluar dari perpustakaan dengan beberapa buku yang dipeluk erat di dadanyaketika langkahnya dicegat oleh ti
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28