author-banner
agus sutoni
agus sutoni
Author

Novels by agus sutoni

Si Remeh Dari Desa Menembus Kampus Elite

Si Remeh Dari Desa Menembus Kampus Elite

Demi mengangkat derajat keluarganya dan melunasi janji di atas boncengan sepeda listrik bersama Zhui Fhen—gadis kaya nan jenius—Sean Chen, anak desa bermental baja, nekat mempertaruhkan segalanya demi menembus Universitas Eijing Nasional yang super ketat. Bermodalkan buku catatan bertinta biru milik Zhui dan malam-malam tanpa tidur menaklukkan rumitnya kalkulus, Sean berjuang meruntuhkan jurang status sosial serta membungkam siapa saja yang meremehkannya. Namun, saat mimpi dan cinta hampir terjangkau di pelupuk mata, mampukah ketulusan anak desa ini bertahan ketika ujian terberat yang sebenarnya justru datang dari masa lalu yang tak pernah ia duga?
Read
Chapter: bab 10 kamu berubah
Bab 10 Denting bel tiga nada bergema ke seluruh penjuru sekolah, memecah keheningan kelas dan memicu kasak-kusuk para siswa yang bergegas merapikan tas. Bagi Zhui, suara itu bagaikan ketukan palu hakim yang mengakhiri masa hukumannya di dalam kelas—sekaligus memulai ketakutan yang baru. ​Sean tidak membuang waktu. Dengan gerakan tegas dan efisien, ia menyapu buku-bukunya ke dalam ransel, menyampirkannya di bahu, lalu berdiri tanpa sepatah kata pun. Tidak ada kata "duluan", tidak ada lambaian tangan, bahkan sepintas lirikan pun tak diberikan pada Zhui yang masih mematung di sisinya. ​Zhui menyusul dengan langkah ragu. Ia berjalan mengekor, menjaga jarak sekitar dua murid di belakang Sean. Punggung cowok itu tampak begitu kaku, menjelma menjadi benteng tebal yang sengaja dibangun untuk menguncinya di luar. ​Merasakan presensi Zhui yang terus mengikutinya di sepanjang koridor, Sean mempercepat langkah. Matanya meneliti ke depan, mencari pengalih perhatian hingga menangkap sosok p
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: Bab 9 empat lawan satu
"Kamu apa-apaan sih di kelas tadi? Nggak banget, tahu nggak!" bentak Zhui setengah berbisik begitu mereka tiba di sudut kantin yang agak lengang. Amarahnya meluap, sebagian besar dipicu oleh rasa takut yang berusaha ia tutupi. Sean tidak langsung menjawab. Ia menatap Zhui datar, mengamati setiap celah kepanikan di wajah gadis itu sebelum akhirnya bersuara, "Loh, kok malah kamu yang marah? Harusnya aku yang nuntut penjelasan. Kamu dua hari ini aneh banget, Zhui. Seolah-olah ada rahasia besar yang sengaja kamu tutup-tutupi." "Emang apa? Apa yang aku sembunyiin dari kamu?" tantang Zhui dengan nada menaik, meski dalam hati dadanya bergemuruh hebat. Sean memajukan langkahnya satu tapak, menunduk sedikit demi menyetarakan pandangan. "Ryan." Satu nama itu meluncur dari bibir Sean seperti belati. "Siapa Ryan? Dan ada hubungan apa kamu sama dia?" tanya Sean tegas, tanpa menyisakan ruang untuk mengelak. Zhui membeku. Darahnya terasa berhenti mengalir saat nama itu tersebut di tempat ini.
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: Bab 8 Kita Belum Selesai
Ketukan tumit sepatu hak tinggi di atas ubin koridor mendadak memotong udara tipis yang membelenggu mereka berdua. Pintu kelas terdorong terbuka, memecah ketegangan yang nyaris meledak dalam keheningan. ​"Selamat pagi, anak-anak." ​"Pagi, Miss..." koor serempak dari para siswa menyambut sosok wali kelas mereka yang melangkah masuk membawa tumpukan buku tebal. ​Zhui mengembuskan napas perlahan, membiarkan dadanya yang sedari tadi sesak kembali terisi udara. Ia selamat. Interogasi Sean terhenti tepat pada garis batas sebelum pertahanannya hancur total. Namun, rasa lega itu hanya bertahan beberapa detik. ​Pengakuan yang meluncur dari bibir Sean beberapa saat lalu kalimat singkat namun menghancurkan yang diucapkannya tepat sebelum guru mereka melangkah masuk masih bergema kencang di kepala Zhui. ​“Aku tahu malam itu kamu tidak sendirian, Zhui.” ​Zhui memberanikan diri melirik ke samping. Tatapan Sean telah berubah. Tidak ada lagi keraguan atau kepura-puraan di sana. Mata cowok itu m
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: Bab 7 Keceplosan
Layar ponsel Zhui yang tergeletak di atas meja rias menyala redup saat fajar menyingsing. Sebuah pesan baru tertera di panel notifikasi, dikirim beberapa jam lalu dari nomor tanpa nama: Ryan: Salam kenal. Boleh aku simpan contact kamu, Zhui? Sayangnya, balasan Ryan belum kunjung dibalas Zhui hingga keesokan harinya. Pesan itu dibiarkan membeku tanpa sentuhan, terkubur oleh rasa bersalah Zhui yang enggan berurusan dengan cowok asing tersebut. Sementara itu, di sudut pedesaan Shang yang masih diselimuti kabut tipis. Sinar fajar menerobos masuk melalui celah dinding kayu kamar Sean. Tok... Tok... Tok... "Sean, makan dulu Nak!" teriak Ibu Yufen dari luar kamar. Wanita paruh baya bertubuh kurus itu adalah ibu kandung Sean. Ia memutar gagang pintu kayu yang tak terkunci, berniat menyuruh putra tunggalnya sarapan sebelum berangkat sekolah. "Se—" Panggilan itu terputus seketika. Langkah Ibu Yufen terhenti tepat di ambang pintu. Di atas meja kayu yang lapuk, Sean tampak tertidur lelap
Last Updated: 2026-07-23
Chapter: Bab 6 Firasat bayang bayang malam
Perjalanan sisa sore itu dinaungi hening yang agak ganjil. Sean bisa merasakannya sebuah jarak tak kasat mata yang mendadak membentang rapuh di antara mereka. Zhui yang biasanya tak berhenti mengoceh tentang hal-hal konyol sepanjang jalan, kini lebih banyak diam. Jemarinya hanya tertaut erat pada pinggang seragam Sean. Ada sesuatu yang mengganjal di benak Sean. Sebuah firasat samar bahwa ada riak kecil yang sedang bersiap memicu gelombang. Namun, Sean menepis gundah itu pelan-panik. Ia memilih berprasangka baik. Zhui mungkin hanya lelah setelah kejar-kejaran dengan waktu dan amukan Pak Nelson di perpustakaan tadi. "Kita sampai, Zhu," ucap Sean pelan sembari menarik tuas rem tepat di depan pagar rumah beratap genteng merah milik keluarga Zhui. "A-akh, iya..." Zhui tersentak kecil dari lamunannya, lalu buru-buru melangkah turun dari boncengan. Ia berusaha menyunggingkan senyum semanis mungkin untuk mencairkan suasana. "Perasaan perjalanan hari ini cepat banget, deh. Enggak kayak kema
Last Updated: 2026-07-23
Chapter: Bab 5 Rahasia di balik punggung
"Zhui!." "Zhui Fhen!." Sean menghela napas panjang sembari menepuk dahinya pelan. Suaranya sampai terdengar sedikit serak karena terus-menerus memanggil gadis itu. Kalau sudah berkumpul dengan teman-temannya, telinga Zhui seolah mendadak dipasangi penyumbat kedap suara. "Eh, aku duluan ya!. Kayaknya Sean udah panggil dari tadi tuh," kata Zhui bergegas memotong pembicaraan seru di kelompoknya. "Oke, Zhu!" seru Selena setengah berteriak dari ambang gerbang. "Nanti malam jangan lupa online chat ya!." "Siap!," sahut Zhui panjang sembari setengah berlari menghampiri Sean yang sudah menunggu di samping sepeda listriknya. Napas Zhui terengah-engah begitu sampai di hadapan Sean. "Hah... hah... Capek banget, Se—" "Kamu ngomongin apa sih sama mereka?" potong Sean cepat, menatap Zhui dengan picik penuh rasa ingin tahu. "Serius amat sampai dipanggil berulang kali tidak dengar?." "Aduh, nanti saja. Napasku masih Senin-Kamis gini," celetuk Zhui sembari memegangi dadanya yang naik-turun. "Yu
Last Updated: 2026-07-22
You may also like
Levitasi
Levitasi
Fantasi · Little Magic
2.3K views
Battle ofJack
Battle ofJack
Fantasi · Riyan sell
2.3K views
Buah Apel dari Taman Eden
Buah Apel dari Taman Eden
Fantasi · Mori mori
2.3K views
BLOOD INTIMATE
BLOOD INTIMATE
Fantasi · Kiki Ryu
2.2K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status