Di Ranjang Majikanku
POV 3DewasaDramaPembantuPria DinginBos / CEOPerselingkuhanPengkhianatanCinta Terlarang
Belum lama bekerja jadi pembantu di rumah keluarga kaya raya itu, Binar malah menyaksikan tuannya memuaskan diri sendiri di kamar. Tak lama setelahnya, Binar juga kepergok menguping pertengkaran tuan dan istrinya. Tuannya pun murka!
"Ini perasaanku saja," kata sang tuan majikan dengan wajah dinginnya, "atau kamu memang hobi mengintip, Binar?"
Dalam kebetulan-kebetulan yang mempermainkannya, Binar pun semakin terjerat ke dalam hubungan terlarang antara majikan dan pembantu.
閱讀
Chapter: 397. Ini Dimana"Istana Caesar!" Ardan mengulanginya dengan penuh ketertarikan. Matanya berbinar, terlihat antusias dan keceriaan yang nyata. Tangannya menepuk-nepuk paha Binar, tidak sabar ingin berbagi kegembiraan. "Ada Caesarnya di dalam, Bunda? Raja yang pakai mahkota tinggi itu? Aku mau lihat." Binar terkekeh dan mengelus kepala Ardan. "Tidak ada Caesarnya di dalam sana, Ardan," jawab Binar penuh pengertian. Mereka menoleh bersamaan, menyapu halaman depan hotel yang diisi oleh air mancur menari dan deretan mobil mewah yang mengantre valet. Air mancur itu menyemburkan air setinggi puluhan meter ke udara, diterangi oleh lampu-lampu berwarna yang berganti setiap detik. "Itu cuma nama hotel. Tempat berkumpulnya orang-orang mencari hiburan sesaat." Ardan menyandarkan punggungnya dengan malas, terlihat kecewa. Bibirnya sedikit maju ke depan, berdecak kesal. “Tidak seru,” gumamnya, "Kasian." "Kenapa kasian?" tanya Binar tanpa benar-benar ingin tahu. Dia masih terkesima dengan apa yang dilihatnya
最後更新: 2026-07-31
Chapter: 396. Terkejut LagiBinar memalingkan wajah, melihat keluar jendela kaca film yang membuat malam di luar tampak makin pekat. Mobil berbelok keluar menuju jalan raya utama, dan begitu mereka melewati tikungan terakhir, dunia di luar jendela berubah seketika.Awalnya dia terlihat bosan, bibirnya terkatup rapat, enggan untuk bertanya atau sekedar mengobrol. Namun kemudian, ekspresinya perlahan berubah.Papan-papan baliho raksasa mulai bermunculan di pinggir jalan, ratusan kaki tingginya, seperti raksasa yang berdiri berbaris menyambut kedatangan mereka. Semuanya ditulis dalam bahasa Inggris dengan huruf-huruf cetak tebal yang menyala terang.Matanya berbinar melihat itu semua. Dia melipat bibirnya karena menahan senyuman, tangannya berpegangan pada pintu mobil, berusaha untuk tetap tenang, karena tak ingin terlihat kampungan.Lampu neon berwarna fuchsia, hijau lemon, dan biru elektrik menerangi permukaan aspal, membuat jalanan terlihat seperti landasan pendaratan pesawat. Di atas mereka, langit malam yang t
最後更新: 2026-07-30
Chapter: 395. Paspor Dan VisaBhaga melirik tangan Binar yang mencengkeram kain jaketnya, lalu menoleh mencari keberadaan anaknya. "Ardan, ayo."Ardan langsung menghampiri, melewati barisan kursi-kursi kosong sambil membawa ransel dinosaurusnya. Kaki kecilnya mendarat di lantai kabin depan dengan sedikit hentakan, setelahnya dia berjalan menuju pintu tanpa menoleh."Ardan, kamu tahu ini di mana?" tanya Binar, mencoba menarik perhatiannya.Ardan sama sekali tidak menjawab, anak itu justru buru-buru memakai jaket tebalnya, merapatkan ritsleting sampai ke dagu."Ardan," tegur Binar, mencoba meraih tangan Ardan.Ardan mengelak pelan.“Bunda!” rengeknya protes. “Jangan sentuh aku sekarang.”Binar merasakan tangannya menggantung di udara, kemudian perlahan diturunkan. Sedangkan, Ardan berjalan mendahului mereka menuju pintu keluar yang baru saja dibuka oleh salah satu kru kabin, meninggalkan kedua orang tua yang menatapnya tak percaya.Udara luar langsung menyergap masuk saat pintu terbuka. Udara malam dengan hawa keri
最後更新: 2026-07-30
Chapter: 394. MendaratSetelah puluhan jam di atas pesawat, akhirnya saat yang Binar nantikan tiba juga. Deretan lampu-lampu mulai muncul. Yang tadinya terlihat begitu kecil dari jauh, kini terlihat semakin jelas.Selama beberapa jam terakhir, di luar jendela pesawat hanya ada kegelapan pekat Gurun Mojave, hitam mati yang membuat kaca pesawat berfungsi layaknya cermin mengilap, memantulkan wajah Binar yang pucat dan lampu baca di atas kepalanya. Tidak ada apa pun di bawah sana. Tidak ada titik cahaya, tidak ada kerlip lampu kota. Hanya kegelapan yang begitu pekat hingga Binar hampir percaya bahwa mereka terbang di atas lautan, bukan daratan.Berulang kali dia meringkuk ketakutan, tapi Bhaga selalu bisa menenangkan, sebelum akhirnya Binar kembali panik.Namun saat pesawat menukik turun, kegelapan itu mendadak terbelah oleh ribuan garis cahaya yang teratur. Dari atas, kelihatan seperti papan sirkuit komputer raksasa yang baru saja dinyalakan di dalam ruangan gelap. Garis-garis neon emas, merah, dan biru kenca
最後更新: 2026-07-29
Chapter: 393. Kamu Segalanya Bagi KamiPesawat masih melayang di atas awan dan di dalam kabin sempit itu, mereka sudah kembali sama-sama telanjang.Selimut tipis menutupi sebagian tubuh mereka, tidak cukup untuk menghangatkan sepenuhnya tapi cukup untuk menciptakan kenyamanan di antara mereka berdua. Di luar jendela kecil, awan yang terkena sinar matahari memberikan pemandangan indah yang menyempurnakan perjalanan mereka.Ardan masih terlelap, kelihatannya dia kelelahan karena perjalanan jauh saat menjemput bInar ke desa, tetapi terlalu antusias hingga tak bisa tidur di sepanjang perjalanan. Binar berbaring miring, menyandarkan kepalanya di dada Bhaga. Satu lengan pria itu melingkar erat di punggung telanjangnya. Kulit mereka bersentuhan di beberapa tempat, kaki mereka saling bertaut di bawah selimut. Keduanya hanya saling meluapkan kerinduan untuk kesekian kalinya selama di dalam pesawat itu, benar-benar seperti taka da hari esok.Menit berlalu, mereka kembali saling membantu dalam memakaikan pakaian, kemudian kembali be
最後更新: 2026-07-29
Chapter: 392. GemasBinar menyembunyikan wajahnya di dada Bhaga. Bahunya bergetar, tawanya teredam di tubuh Bhaga. Perasaannya membuncah, antara haru dan tak percaya. Beberapa saat berikutnya dia menarik napas dalam dan menenangkan diri, ditambah dengan aroma Bhaga yang khas, membuatnya semakin mudah untuk menjadi tenang.Dia mendongak sedikit. "Ardan beneran bilang begitu?" bisiknya. "Iya. Kata-katanya persis seperti itu." Bhaga tidak bergerak. Tangannya masih di punggung Binar, mengelus pelan. "Takut kaca mobilnya pecah?" Binar tertawa lagi, rasanya masih geli saat membayangkan Ardan mengucapkan kalimat itu dengan wajah yang datar.Memang buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Semakin lama, Ardan semakin mirip Bhaga. "Iya." Binar perlahan mengangkat tubuhnya agar bisa sejajar dengan Bhaga, menatap lurus ke dalam mata pria itu. "Umurnya masih enam tahun, tapi dia sudah bisa bersikap begitu. Mirip sekali denganmu." "Enam setengah," koreksi Bhaga tenang."Enam setengah tahun dan dia sudah jauh lebih d
最後更新: 2026-07-29
Chapter: 47. Widya TertangkapSuara debur ombak yang memecah karang terdengar begitu menghanyutkan. Penuh ketenangan dan mematikan dalam satu saat. Sudah beberapa bulan Widya hidup tenang di pesisir pantai sana walaupun harus menekan diri dari hidup mewah, tapi tak apa. ‘Hanya beberapa tahun dan setelahnya kemewahan akan kembali padanya.’ Pikirnya.Sedari jauh hari, Widya sudah berjaga-jaga dalam menjaga hartanya. Dia sengaja menguras tenaga dan pendapatan Tami agar uangnya sendiri tak tersentuh. Meskipun suaminya tak sekaya Christian, tapi dia mendapatkan harta warisan yang tak sedikit ditambah beberapa aset yang diam-diam dia rebut dari Tami. Belum lagi hasil klaim dari asuransi, sebenarnya dia dan kedua putrinya bisa hidup dengan nyaman tanpa kekurangan.Nyatanya, dia berpura-pura mendadak miskin dan memaksa Tami untuk bekerja keras untuk menghidupi mereka tak peduli apa yang dikerjakan oleh putri sulungnya itu.Lalu kini, meski dia harus bertahan jauh dari semua orang yang terpenting adalah seluruh kekayaannya
最後更新: 2024-04-27
Chapter: 46. Bukti terkumpulKeadaan Tami perlahan mulai membaik dan hari ini sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah dengan beberapa catatan dari dokter.“Ada yang mau dibeli sebelum sampe rumah, Sayang?” tanya Satria.Setelah perdebatan yang memakan waktu, Satria akhirnya berhasil membawa Tami dalam mobilnya. Dia melirik ke belakang lewat spion tengah dan terkikik saat mobil mewah warna hitam itu mengiringi. Wajah mertuanya saat ini pasti sedang cemberut dan itu membuatnya geli sekaligus puas. “Enak saja mau memonopoli istri cantikku,” batinnya.“Enggak usah deh, Mas. Aku hanya mau istirahat,” jawab Tami.Anggukan kepala diberikan Satria sebagai jawaban dan perlahan memelankan laju kendaraan karena jarak rumah mereka yang sudah tak terlalu jauh lagi.“Mau aku gendong?”Mobil mereka sudah parkir dengan sempurna di halaman rumah. Begitu juga mobil Christian, pria itu bahkan sudah turun dan menunggu di dekat pintu masuk.“Enggak usah, Mas. Aku udah sehat,” jawab Tami sambil cemberut.Satria terkekeh dan mencubit
最後更新: 2024-04-27
Chapter: 45. Widya KaburAryo sedang menunggu perintah selanjutnya. Dia tak berani untuk melangkah lebih dulu meski sudah bisa menebak tindakan apa yang akan diambil oleh atasannya. Kembali lagi, dia bukan pria gegabah dan selalu tenang dalam kondisi apa pun.Satria ingin sekali melakukan panggilan telepon kepada Aryo. Akan tetapi, pandangan tajam yang menghunus dirinya membuat dirinya membeku. Seolah sedang terikat kencang, tubuhnya sulit digerakkan saking terpaku pada mata mertuanya.Dia berdeham.Tami meringis melihat itu. Namun tak sedikit pun keinginan untuk membantu suaminya. Mendengar Vania di kasus itu bukan sepenuhnya korban, membuat hatinya kembali perih. Pertanyaan kenapa dan kenapa terus berputar di kepalanya. Mereka bahkan tidak saling kenal. “Saya tidak akan tinggal diam jika Vania benar-benar terlibat. Mantan tunangan kamu telah merampas kebahagiaan putri saya.” Ancaman Christian memecahkan kesunyian yang tercipta.“Papi,” panggil Satria pelan. Dia menyadari kalau saat ini mertuanya itu sedang
最後更新: 2024-04-21
Chapter: 44. Datangnya Petunjuk“Kalau memang sudah tidak ada yang mau dibahas lagi, saya tunggu laporannya segera dari masing-masing divisi.”Satria mengakhiri rapat mingguannya dengan cepat. Pikirannya sedang tidak fokus, alih-alih mengalihkan pada pekerjaan dia lebih memilih untuk menyelesaikan yang membuat kepalanya riuh belakangan ini.Langkahnya semakin cepat begitu dia keluar dari ruang rapat. Sejak pagi rencananya sudah matang dan itu hanya bisa dilakukan bila tumpukan dokumen di mejanya menghilang. Dan saat ini hal itu yang akan dilakukannya, dengan cepat.“Pak.”Satria gegas berbalik badan dengan wajah kesal. Dia bahkan belum sampai ke mejanya, pintu ruangannya baru tertutup tapi Aryo sudah berani menginterupsinya. Baru saja kemarahan hendak terlontar, tapi bibirnya langsung mengatup lagi begitu Aryo menyampaikan laporannya.“Saya menemukan alamat bengkel yang ada di video Bu Widya. Juga pria yang berbicara dengan Bu Widya kala itu.”Satria mengangkat ujung bibirnya dan mengangguk pelan. Wajah kesalnya aib
最後更新: 2024-04-21
Chapter: 43. Ketakutan Widya“Apa katamu?” tanya Widya dengan suara tercekat.Tami mengerutkan kening. Dia tidak mengerti mengapa reaksi wanita itu menjadi sedikit berbeda, seperti sedang menahan sesuatu, atau menyembunyikan sesuatu.Karena tidak kunjung mendapatkan jawaban, Widya sedikit mendesak, “Aku tanya, tadi kamu bilang apa? Christian mencari tahu soal kecelakaan ayahmu? Buat apa?” Sebisa mungkin dirinya bersikap tenang di depan Tami, meski menahan emosi yang siap meledak.Tami yang masih bingung mengangguk pelan, kemudian dia menjawab, “Iya, Ma. Memangnya kenapa? Bukannya itu bagus?”“Buat apa mencari tahu tentang informasi orang yang sudah mati?!”Tami mengerjap kaget. Dia tidak pernah membayangkan bahwa Widya akan berteriak bahkan untuk masalah seperti ini. Jika dilihat-lihat, memang ada yang aneh dari sikap wanita itu semenjak dirinya menyebutkan tentang kasus kecelakaan ayahnya, padahal sebelumnya masih meributkan soal uang. Tami bertanya, “Mama kenapa, sih? Kenapa malah berteriak begitu?”Widya mengg
最後更新: 2024-04-21
Chapter: 42. Mengusut Kecelakaan Ayah“Itu yang kamu mau, Nak?” tanya Christian pada putrinya.“Iya, Pi.” Tami membulatkan tekadnya untuk mengungkapkan kematian sang ayah. Dia ingin mengetahui fakta di balik tragedi naas itu.Christian terdiam sesaat, kemudian dia akhirnya memutuskan, “Iya, baiklah. Kalau memang itu yang kamu mau, Nak.”Christian merealisasikan niatnya untuk mencari tahu kebenaran di balik kecelakaan ayah Tami. Kejadian itu sudah berlalu sejak enam tahun dan tentunya itu bukan hal yang mudah untuk bisa mengungkap kasus dalam waktu singkat.Namun, bukan Christian kalau tidak bisa mewujudkan apa yang diinginkan oleh sang putri tercinta. Lelaki itu memanggil orang suruhannya untuk mengulik kasus itu, tidak peduli dengan cara dan bagaimana semuanya terungkap.“Papi akan kasih kamu kabar secepat yang Papi bisa,” kata Christian pada Tami.“Aku enggak mau bikin Papi merasa terburu-buru, jadi gunakan waktu yang Papi punya dengan perlahan.” Tami hanya tidak mau terlalu membebani lelaki itu. Dia sudah cukup membuat
最後更新: 2024-04-19