
Prajurit Khusus Terkuat Di Dunia
Brian Won—prajurit khusus termuda yang dijuluki sebagai yang terkuat—terpaksa meninggalkan dunia militer dan kembali ke kehidupan sipil di sebuah kota besar.
Keputusan itu bukan tanpa alasan. Menjelang ajalnya, Wan Juna menitipkan satu janji terakhir: melindungi Vivian, adik perempuan satu-satunya. Janji itu kini menjadi sumpah yang tak boleh dilanggar.
Namun, perlindungan hanyalah awal. Di balik kematian Wan Juna tersembunyi bayang-bayang organisasi terkuat di dunia—musuh yang juga menjadi target balas dendam Brian.
Mampukah satu orang Brian Won menghadapi kekuatan sebesar itu?
Dengan ketenangan dan perhitungan matang, Brian bergerak selangkah demi selangkah. Ia kembali meniti rantai kekuatan, menempa diri hingga melampaui batas manusia biasa, mendaki tanpa henti menuju puncak tertinggi.
Dalam perjalanannya, Brian akan bertemu banyak wanita luar biasa—termasuk Dewi, sosok yang kelak menjadi kunci penting dalam peningkatan dirinya.
Dosen universitas, mahasiswi muda, CEO perempuan berhati dingin, selebritas kelas dunia, bahkan seorang ratu dari sebuah kerajaan—semuanya akan memiliki hubungan yang ambigu dengan Brian Won.
Dan ketika akhirnya ia berdiri sendirian di puncak tertinggi kekuatan, Brian Won tidak lagi sendirian…
Di sekelilingnya, para wanita cantik dengan takdir yang saling terikat akan menyaksikan legenda itu terwujud.
Baca
Chapter: Tamat Yang DipaksakanClack!"Kakak Brian..."Panggilan malu-malu Yim Shu mengalihkan perhatian Brian Won.Brian Won menoleh, terkejut melihat Yim Shu mengenakan lingerie seksi yang menonjolkan dada dan pantatnya.Glek..."Yim Shu? Kenapa kamu berpakaian seperti itu?!"Yim Shu tersipu, berlari dan memeluk Brian Won.Punyu...Payudara Yim Shu menekan dada Brian Won, memberinya rasa nikmat yang sulit dijelaskan dengan kata-kata."Kakak, aku mencintaimu, tolong terima dedikasiku."Deg-deg!"Kamu yakin? Setelah memulainya, aku tidak akan berhenti sampai puas."Yim Shu tersenyum tipis, berkata dengan nada lembut, "Itulah yang aku inginkan."Brian Won menelan ludah, mencium bibir Yim Shu, lalu membawanya ke tempat tidur.Apa yang terjadi selanjutnya cukup memalukan untuk dibicarakan, yang jelas mereka menjalin kasih selama beberapa jam di kamar Brian Won, lalu berhenti pada saat matahari mulai terbit dari ufuk timur.Brian Won terpaku merasakan kekuatannya yang mengalami peningkatan tidak masuk akal."Tingkat 3
Terakhir Diperbarui: 2026-01-22
Chapter: ReaksiSekte Aliran Hitam.Setelah percobaan penculikan terakhir kali berakhir dengan kegagalan, kini mereka sedang mengatur strategi ulang."5 Prajurit Senior dikalahkan dengan mudah oleh pensiunan prajurit khusus, dapat dipastikan, lawan bukan prajurit khusus biasa.""Kemungkinan besar dia anggota Organisasi Naga.""Mungkin, tidak diragukan kekuatannya berada di tingkat Master atau di atasnya lagi.""Sekarang bagaimana? Haruskah kita bergerak?""Tidak, biarkan Master Besar yang bergerak lebih dulu. Master Hebat seperti kita tidak bisa seenaknya bergerak, apalagi pergi ke Negara Naga.""Benar juga, kirim semua Master Besar, jangan sisakan satu pun di markas.""Bukannya itu berlebihan? Kita tidak sedang mau melakukan invasi terhadap Negara Naga, kan?""Tidak, tujuan kita hanya mengambil kunci dari Negara Naga.""Lantas kenapa mengirim orang begitu banyak?""... Hanya untuk jaga-jaga, tidak lebih.""... Baiklah, akan segera aku siapkan."....Brian Won menghentikan latihannya, tersenyum puas
Terakhir Diperbarui: 2026-01-22
Chapter: Zhou Jiajia Hamil"Hee, buat apa kau menemuiku? Aku tidak punya hubungan dengan kekasihmu." Ekspresi Zhou Jiajia menjadi dingin, tatapannya tajam tanpa emosi. "Ugh, aku cuma ingin bicara denganmu, jadi tolong turunkan permusuhanmu," ucap Jeni Yan dengan lembut dan penuh kasih.Bahkan Zhou Jiajia tidak tahan dengan pernyataan Jeni Yan, dia berdehem lalu kembali bersikap seperti biasa."Baiklah, maafkan aku."Jeni Yan tersenyum penuh pengertian, menggelengkan kepalanya dengan tatapan hangat penuh cinta."Aku mengerti alasanmu marah, tidak perlu meminta maaf."Zhou Jiajia kembali menurunkan kewaspadaannya."Tidak nyaman bicara sambil berdiri, ayo duduk dulu," ucap Zhou Jiajia.Jeni Yan tersenyum getir, berkata dengan nada santai, "Aku juga berpikir begitu."Mereka duduk di sudut restoran, memesan makanan dan mulai bicara sambil menunggu pesanan datang."Kamu mau bicara apa?" tanya Zhou Jiajia.Jeni Yan menarik napas, berkata dengan nada lembut, "Kamu tidak mau memikirkan kembali soal hubunganmu dengan Br
Terakhir Diperbarui: 2026-01-22
Chapter: Jeni Yan Bertemu Zhou JiajiaSejak insiden penyanderaan, Vivian jadi melekat dengan Brian Won.Mereka sangat lengket hingga membuat Yim Shu cemburu, kadang sampai harus ditegur langsung oleh Yim Shu.Brian Won hanya tertawa, meladeni dua wanita besar itu dengan sepenuh hati.Yu'er butuh lebih banyak perhatian daripada Vivian, Brian Won terpaksa membawanya ke mana-mana sampai dia melupakan insiden yang menimpanya.Apartemen Jeni Yan.Brian Won dan Jeni Yan berpelukan di tempat tidur, baru saja selesai bertarung dengan sengit setelah sekian lama.Kamar itu kacau balau, dipenuhi aroma ambigu yang merangsang."Aku mengerti, jadi itu alasanmu tidak bisa datang menemuiku." Jeni Yan menggambar lingkaran di dada Brian Won.Menggelitik Brian Won hingga membuatnya tidak bisa menahan tawa."Maafkan aku, aku akan berusaha agar bisa lebih sering menemanimu.""He he he, aku tidak keberatan menunggu, lagipula kamu selalu bisa memuaskanku, meski hasratku sudah menumpuk sedemikian rupa."Brian Won tersenyum bangga, merasa senang
Terakhir Diperbarui: 2026-01-22
Chapter: Vivian DisanderaBrian Won berhasil melumpuhkan tiga penyusup dengan mudah.Sebelum dia sempat merayakan keberhasilannya, Brian Won tertegun, wajahnya menjadi pucat saat dia berlari dengan tergesa-gesa menuju ke kamar Vivian.Duar!Pintu didobrak hingga hancur oleh Brian Won.Brian Won mendarat di tengah kamar, terpaku melihat penyusup yang tengah menyandera Vivian."Berhenti! Jika kau bergerak, wanita ini akan mati!"Mendengar ancaman penyusup, Brian Won terpaku, mengangkat tangan ke atas sebagai tanda menyerah."Tidak... Lepaskan aku..."Vivian berteriak sedih, terlihat sangat putus asa dengan mata memerah dan berlinang air mata.Yim Shu berbaring di lantai tidak sadarkan diri, Yu'er meringkuk di pojokan dengan tubuh gemetaran serta ekspresi ketakutan yang terlihat depresi.Hati Brian Won dingin, rasanya ingin sekali menghajar penyusup di depannya tapi dia tidak bisa melakukannya karena terhalang sandera."Empat temanmu sudah tertangkap, lebih baik menyerah atau kau akan menyesal seumur hidup.""Huh
Terakhir Diperbarui: 2026-01-22
Chapter: Tingkat 9Hari - hari diabaikan terasa cukup sepi bagi Brian Won. Meski begitu dia tidak bisa berbuat apa - apa karena bahkan tidak diberi waktu untuk bicara dengan Yim Shu dan Vivian.Dibandingkan Vivian, Yim Shu lebih baik karena masih mau menanggapinya meski sedikit dingin.'Apa boleh buat, ini juga akibat dari sikap pengecutku.'(...).....Tiga orang duduk di aula Keluarga Wan dengan wajah serius.Mereka adalah Wan Liu, Wan Dahai dan Juli Ying."Ayah, kali ini ada masalah apa?" tanya Wan Dahai ragu.Juli Ying menatap penasaran ke arah Wan Liu.Wan Liu menarik napas dalam lalu berkata dengan sungguh - sungguh."Tidak salah lagi, yang mengincar Vivian adalah orang - orang itu."Wajah Wan Dahai langsung berubah pucat."Ayah yakin?"Wan Liu mengangguk serius."Kalau benar begitu, Brian saja tidak mungkin untuk melindungi Vivian," ucap Juli Ying ragu.Wan Dahai mengangguk setuju tapi Wan Liu menggelengkan kepalanya."Kalau Brian yang dulu mungkin tidak bisa, tapi dia yang sekarang pasti bisa."
Terakhir Diperbarui: 2026-01-22

Petani Terkuat
Jaka hanyalah pemuda desa sederhana dari lereng Gunung Sumbing. Setelah difitnah dan kehilangan pekerjaannya di pabrik, ia terpaksa pulang ke rumah dan kembali bertani bersama ayahnya. Hidupnya yang dulu penuh harapan perlahan berubah menjadi hari-hari sunyi di ladang, ditemani tanah basah, keringat, dan rasa kecewa yang belum sepenuhnya hilang.
Namun, beberapa bulan kemudian, sebuah firasat aneh mendorong Jaka untuk mendaki Gunung Sumbing.
Di puncak gunung yang sunyi, ia bertemu sosok misterius yang mengaku sebagai penjaga gunung. Dari pertemuan itu, Jaka menerima hadiah yang mengubah nasibnya selamanya: Mantra Embun Abadi, teknik mistis untuk melatih keabadian sekaligus menciptakan tetesan air spiritual.
Air itu mampu mempercepat pertumbuhan tanaman hingga seribu kali lipat dan menyembuhkan berbagai penyakit jika dikonsumsi.
Bermula dari ladang sederhana milik keluarganya, Jaka perlahan membangun jalan baru menuju kekayaan, kekuatan, dan kehidupan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Namun perubahan besar selalu menarik perhatian besar.
Dewi bisnis terkenal, mahasiswi lembut, dokter dingin, hingga selebriti papan atas mulai mendekatinya, masing-masing membawa niat, rahasia, dan godaan tersendiri.
Dari petani biasa yang diremehkan, Jaka akan membuktikan bahwa takdir bisa tumbuh dari setetes embun.
Baca
Chapter: 094 Awal PembangunanLangkah kaki Dina yang tadinya seirama dengan Jaka mendadak terhenti. Angin senja menyibak rambutnya saat gadis itu berputar seratus delapan puluh derajat, menghalangi jalan sang kakak.Matanya memicing tajam. "Kakak tidak jatuh cinta pada wanita itu, kan?"Jaka yang nyaris menabrak adiknya terpaksa mengerem langkah. "Hmm? Wanita itu siapa? Kenapa tiba-tiba kamu bertanya seperti itu?""Jangan mengalihkan pembicaraan!" Dina menudingkan jari telunjuknya tepat ke dada Jaka, menuntut jawaban layaknya seorang detektif yang menyudutkan tersangka utama. "Jawab dulu pertanyaan Dina!"Jaka menghela napas panjang. 'Dasar anak ini...' batinnya lelah.Ia menatap langit sore yang mulai memunculkan semburat jingga, mencari kata-kata yang tepat. "...Entahlah. Aku sungguh tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi untuk saat ini, aku tidak berniat mengejar Hina.""Hmm..." Dina menurunkan tangannya, bibirnya melengkung ke bawah membentuk gurat tidak puas.Gadis itu kemudian membalikkan badan
Terakhir Diperbarui: 2026-07-30
Chapter: 093 Bayang-Bayang Gadis Masa Lalu"Reuni sekolah?"Jaka mengulang dua kata itu dengan nada sedatar permukaan danau yang tenang. Suaranya nyaris tenggelam oleh alunan lagu klasik yang diputar di butik ini. Hina mengangguk pelan dari balik meja konter. Ujung jari telunjuknya mengetuk permukaan meja secara ritmis."Berbeda dari reuni kelas biasa," jeda Hina, mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan. "Ini reuni akbar. Semua angkatan yang berminat boleh datang. Dan dengar-dengar... Nona Karina juga akan hadir kali ini.""Karina?"Alis Jaka bertaut tipis. Murni kebingungan.Gerakan tangan Hina mendadak terhenti di udara. Mata gadis itu melebar seketika, seolah waktu di sekitarnya baru saja dibekukan oleh sihir. Ia menatap Jaka seakan pria di hadapannya ini baru saja turun dari piringan terbang alien."Hah?" Mulut Hina terbuka setengah. Hening turun menyelimuti mereka selama tiga detik penuh. "Jangan bilang kamu sungguh tidak tahu tentang Nona Karina?"Sebagai jawaban, Jaka hanya mengangkat sebelah bahu dengan gestur kelewat
Terakhir Diperbarui: 2026-07-30
Chapter: 092 Tawa di Balik Etalase Kaca"Ufufu~."Tawa Hina mengalun jernih, mengisi ruang kosong di antara deretan manekin berbalut gaun malam. Suara itu membawa getaran aneh, memicu letupan kecil di dada Jaka. Serpihan memori masa remaja seolah meronta ingin diakui. Namun, sebelum dorongan itu sempat menjalar lebih jauh, Jaka buru-buru menguncinya rapat-rapat di dasar hati."Ehem!" Jaka berdeham keras, mencoba membersihkan kerongkongannya yang mendadak kering. "Kamu sendiri bagaimana? Bekerja di tempat eksklusif seperti ini pasti memberimu gaji yang sangat layak."Hina terkekeh pelan. Tangannya mulai bergerak cekatan melipat pakaian Jaka, memasukkannya satu per satu ke dalam tas kertas tebal bercetak logo emas."Memang lumayan," jawab Hina santai. "Tapi jika dibandingkan dengan kekayaanmu sekarang, perbedaannya seperti langit dan dasar bumi.""Heh, jangan melebih-lebihkan. Memangnya berapa pendapatanmu per bulan di sini?""Sekitar lima belas juta rupiah." Hina merapikan pita di gagang tas. "Itu sudah lebih dari cukup unt
Terakhir Diperbarui: 2026-07-29
Chapter: 091 PertemuanAroma lavender yang menguar dari pengharum ruangan berpadu dengan sejuknya pendingin udara di butik kelas atas itu. Jaka berdiri mematung di depan meja kasir berlapis marmer hitam, menatap sosok wanita berseragam elegan di baliknya. Papan nama kecil berwarna keemasan di dada kiri wanita itu memantulkan cahaya dari lampu gantung kristal di atas mereka. Hina Yulia.Bagi Jaka, Hina hanyalah seorang kenalan dari masa seragam putih abu-abu. Ia tidak bisa menyematkan label 'teman' pada hubungan mereka. Interaksi keduanya di masa lalu bisa dihitung dengan jari sebelah tangan, sebatas sapaan formalitas atau saat kebetulan mendapat kelompok tugas yang sama. Di masa itu, Hina merupakan salah satu primadona sekolah. Sebuah eksistensi yang dikelilingi orbit para siswa yang terus berebut perhatiannya. Semua orang menginginkannya. Tentu saja, terkecuali Jaka.Bukan berarti Jaka buta terhadap daya tarik wanita di hadapannya ini. Ia hanya seorang realistis yang kejam pada dirinya sendiri. Memik
Terakhir Diperbarui: 2026-07-29
Chapter: 090 Harga Selangit dan Kejutan di Meja KasirBegitu ujung sepatu Jaka melewati ambang pintu butik, atmosfer seketika berubah. Hingar bingar pengunjung mal, alunan musik pop murahan yang berdentum, dan aroma tajam dari area makanan diputus paksa oleh lapisan udara tak terlihat. Suhu di dalam jauh lebih sejuk. Karpet tebal krem meredam total suara langkah, sementara musik jazz klasik mengalun pelan. Aroma lavender dan kayu eik menguar tipis, mengintimidasi siapa saja yang tak terbiasa.Jaka sebenarnya telah mengumpulkan seluruh sisa kepercayaan diri sebelum melangkah masuk. Ia menyiapkan mental untuk merogoh kocek lebih dalam. Namun, saat pandangannya jatuh pada label harga di dekat etalase utama, seluruh kendali atas saraf motoriknya lenyap. Ia membeku, berdiri dengan mulut sedikit terbuka.Tepat di hadapannya, terpasang rapi pada manekin beludru hitam, sebuah gaun one-piece tipis bermotif bunga anggrek. Kainnya sangat ringan, hampir tembus pandang tanpa lapisan sutra murni di dalamnya. Dari sudut pandang awam, potongan kain it
Terakhir Diperbarui: 2026-07-29
Chapter: 089 Ekspektasi dan Sebelas EtalaseMesin motor baru saja dimatikan, namun sebelum derunya hilang ditelan bisingnya area parkir, Dina sudah melompat turun. Udara panas ibu kota kabupaten seolah tak menembus semangatnya. Gadis itu berlari kecil menuju batas area teduh, merentangkan kedua tangan seakan ingin memeluk bangunan mal raksasa di hadapannya."Akhirnya sampai juga di peradaban! Pusat perbelanjaan, aku datang!" serunya penuh semangat, suaranya memantul di antara beton.Dari atas motor mereka, Jaka menghela napas panjang. Tali helmnya ia lepas pelan, memandangi punggung adik perempuannya yang berjingkrak kegirangan. Nasihat panjang lebar yang ia berikan semalam tentang masalah Andini sudah menguap tanpa sisa.'Terkadang aku pikir aku terlalu memanjakannya,' batin Jaka, membiarkan angin panas menyapu rambutnya. Ia menyipitkan mata, memperhatikan tawa lepas Dina. 'Tapi… sudahlah. Kebahagiaan gadis itu cukup membuat kepalaku terasa jauh lebih ringan.'Menepis kerumitan di kepalanya, Jaka merapikan posisi motornya ke
Terakhir Diperbarui: 2026-07-29
Chapter: S1 TamatZhen Tian duduk di atas singgasana kaisar, menatap lurus ke arah Ling Yan."Kamu tidak punya sesuatu untuk dikatakan?" ucap Zhen Tian, matanya terlihat berbahaya."Maaf, seharusnya aku segera datang mengambil hadiah yang kamu janjikan begitu masalah di sana selesai."Zhen Tian tersipu, wajahnya memerah lalu ia menunduk dengan ekspresi malu-malu.Orang-orang yang ada di aula tersenyum pahit, menggelengkan kepala mereka dengan ekspresi tanpa daya.Siapa sangka kaisar wanita yang mereka segani bisa bersikap seperti gadis muda yang pertama kali merasakan cinta, bahkan dewa pasti terkejut jika melihatnya."Ehem!" Merasakan tatapan tidak wajar dari bawahannya, Zhen Tian batuk ringan lalu menatap serius ke arah Ling Yan. "Ini soal gerakan kultivator iblis, aku curiga mereka akan menyerang dalam waktu dekat.""Hmm? Apa ini informasi terbaru?"Zhen Tian menganggukkan kepalanya dengan ekspresi serius."Telah dikonfirmasi mereka sedang menyiapkan persediaan dalam jumlah yang tidak masuk akal, ti
Terakhir Diperbarui: 2026-01-23
Chapter: Berpisah Sementara"Aku mengerti," balas Hua Yun, matanya sedikit redup karena kelelahan."Huahua, istirahatmu cukup?""Menurutmu?" Mata Hua Yun sinis, melotot ke arah Ling Yan."Ugh, tidak, aku yakin jauh dari kata cukup." Ling Yan tersipu, berkata dengan nada malu-malu."Hah...""Bukannya kamu sudah merekrut orang baru?"Hua Yun mengangguk lembut."Memang, tapi pekerjaanku semakin sibuk setelah tersiar kabar soal ancaman kultivator iblis.""... Bagaimana bilangnya, maaf?"Hua Yun tersenyum penuh pengertian, berkata dengan nada lembut, "Bukan salahmu, tidak perlu minta maaf.""Setidaknya biarkan aku mengerjakan tugasmu sebelum pergi. Kamu bisa istirahat selama aku melakukannya.""Terima kasih."Bruk!Hua Yun tiba-tiba jatuh ke dalam pelukan Ling Yan.Ling Yan menangkapnya, memastikan kondisinya sebelum menghela napas lega."Hanya kelelahan, dia akan baik-baik saja setelah cukup istirahat."Ling Yan membawa Hua Yun pulang ke rumahnya lalu kembali ke sini untuk menggantikan tugas Hua Yun.Dengan kemampua
Terakhir Diperbarui: 2026-01-22
Chapter: Kedatangan Bi XiaKetika Ling Yan sedang memberi arahan kepada Wan Liyi, dia merasakan aura seseorang memasuki wilayah Sekte He Huan."Bi Xia? Kenapa dia ke sini?" gumam Ling Yan pelan."Master?" Wan Liyi memanggil dengan nada lembut."Maaf, kita lanjutkan lain kali.""Kenapa?""Ada tamu yang datang dari jauh.""Oh." Wan Liyi mengangguk meski tidak tahu siapa tamu yang dimaksud Ling Yan.Kilatan cahaya melesat dari kejauhan, berhenti tepat di depan kediaman Ling Yan."Tuan Ling Yan, aku punya pesan dari Yang Mulia Zhen Tian.""Apa itu?""Ehem! 'Kenapa kamu tidak datang, apa kamu lupa padaku? Kalau kamu tidak ke sini dalam waktu satu bulan, aku akan menikah dengan orang lain'." Bi Xia sangat lihai meniru suara Zhen Tian.Sekilas Ling Yan merasa sedang bicara langsung dengan Zhen Tian."Bi Xia, apa ini benar?"Bi Xia memasang wajah datar, menatap lurus ke arah Ling Yan.Glek...Ling Yan menelan ludah, mulai merasa gugup.Tiba-tiba Bi Xia tersenyum cerah dan menggelengkan kepalanya."Tidak, kaisar wanita
Terakhir Diperbarui: 2026-01-21
Chapter: Murid Inti BaruUjian terakhir sebenarnya cukup simpel, peserta perlu memilih salah satu teknik bela diri, diberi waktu satu jam untuk melatihnya dan harus mencapai batasan minimum untuk lulus.Normalnya tidak mungkin kultivator biasa melakukannya, jadi ini merupakan cara terbaik untuk menguji kemampuan pemahaman murid baru.Pada saat praktik, Ling Yan dibuat kagum dengan pencapaian Yuan Ling, Tian Xu dan Yunyun.Mereka tidak hanya menguasai teknik bela diri yang dipilih, tapi juga menunjukkan potensi besar sebagai kultivator terkuat di masa depan."Selamat! Kalian lulus dengan nilai sempurna."Yuan Ling menyeringai bangga, "Terima kasih Tetua Ling."Tian Xu tidak bisa menahan senyum, menundukkan kepala di depan Ling Yan.Yunyun tersenyum cerah, terlihat lebih cantik dari sebelumnya.Tidak lama setelah mengumumkan kelulusan mereka, Ling Yan menerima kabar kalau acara perekrutan murid baru resmi berakhir."Kalian, ikut aku."Ling Yan membawa mereka kembali ke Sekte He Huan, bertemu dengan Mu Yingxin.
Terakhir Diperbarui: 2026-01-20
Chapter: Tiga PesertaSetelah menunggu lama, akhirnya ada peserta yang sampai babak akhir.Ada tiga orang yang terdiri dari dua pria dan satu wanita."Selamat datang di ujian terakhir," sambut Ling Yan dengan nada hangat.Ketiga peserta membungkuk, dengan sopan menyapa Ling Yan."Saya merasa terhormat bisa bertemu Tetua Ling yang terkenal," ucap pria muda berpakaian hitam dengan aksesoris mewah layaknya bangsawan."Kau tahu siapa aku?""Ya, Master Sekte Mu Yingxin mengenalkan Anda kepada kami.""Hmm, hanya kalian yang sampai di sini?""Kelihatannya begitu, yang lain mungkin tidak bisa melewati ujian sebelumnya."Ling Yan mengangguk mengerti, mengubah ekspresinya menjadi serius lalu berkata dengan sungguh-sungguh, "Perkenalkan diri kalian.""Nama saya Yuan Ling, keturunan utama Keluarga Yuan dari Kekaisaran Zhou Agung," jelas pria muda berpakaian hitam."Nama saya Tian Xu," jelas pria muda berpakaian putih yang sangat sederhana."Hmm..." Ling Yan menoleh, melihat ke arah satu-satunya wanita yang terlihat as
Terakhir Diperbarui: 2026-01-19
Chapter: Firasat Zhen TianLing Yan duduk di kursi kayu, menunggu dengan sabar kedatangan calon murid baru Sekte He Huan."Hoaam... Bosan sekali, aku rasa mustahil ada yang bisa sampai sini."Ling Yan bergumam pelan, matanya terlihat mengantuk seperti orang belum tidur selama berhari-hari."Master, aku bawakan kopi untukmu.""Woah! Liyi, kamu memang yang terbaik!" Ling Yan dengan gembira menerima kopi yang dibawakan Wan Liyi, meminumnya hingga habis dalam beberapa tegukan. "Rasanya segar, sekarang aku bisa membuka mata lebih lama.""Mau tambah?""Mau, tapi kali ini tambahkan susu.""Baik. Sekalian aku bawakan susu untuk Xun'er."Wan Liyi pergi meninggalkan Ling Yan.Setelah ditinggal pergi, Ling Yan mulai merenung tentang Wan Liyi.'Hubungan kami saat ini guru dan murid, Liyi jelas memiliki perasaan kepadaku, begitu pula aku memiliki perasaan kepadanya. Haruskah kami jadian?'Ling Yan tahu hubungan romantis antara guru dan murid adalah tabu, tapi dia sulit menahan diri untuk tidak memiliki rasa terhadap Wan Liy
Terakhir Diperbarui: 2026-01-18