Chapter: 121. TERKENANG“Iya, aku ada di rumah sakit. Malam ini mungkin aku akan menginap di sini. Tidak, tidak, aku tidak apa-apa. Jangan khawatir, Papa menyelamatkanku. Iya, benar. Sampaikan salamku untuk Mama, aku tidak pulang malam ini. Apa? Kau dan Mama akan ke sini? Apa kau tidak sibuk? Oh, baiklah, aku tunggu kalau begitu. Iya, bye.”Ketika Hazel berbicara melalui sambungan telepon di sudut kamar rawat VIP yang tenang, dada Denzel berdesir hebat. Kalimat ‘Papa menyelamatkanku’ yang diucapkan Hazel barusan dengan begitu lugas benar-benar memantik rasa bangga yang luar biasa di lubuk hatinya. Untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun berlalu, Denzel merasa dirinya akhirnya berguna. Ia merasa benar-benar telah menjadi sosok ayah yang melindungi putrinya—meski itu baru terjadi sekali seumur hidupnya.Saat Hazel menutup telepon dan berbalik badan, Denzel mengembangkan senyum tipis di wajahnya yang masih agak pucat. Ia bertanya dengan nada lembut, “Apa itu suamimu?”Hazel mengangguk tipis sebagai jawaban
Terakhir Diperbarui: 2026-07-16
Chapter: 120. PERTUMPAHAN DARAH YANG TIDAK SIA-SIA“Aaaarggh!” Denzel menjerit keras. Saat ia berjalan cepat dengan perasaan lega, ia sama sekali tidak menyadari bahwa bahaya masih mengancamnya dari belakang. Salah satu dari penjambret itu rupanya telah bangkit berdiri lagi dan dengan gerakan kilat mengeluarkan sebilah pisau lipat dari balik jaket kulitnya. Alhasil, pria paruh baya itu mengerang kesakitan lantaran punggung kanannya tertebas dan terluka. Hazel yang memperhatikan seluruh kejadian tragis itu dari dalam mobil langsung membuka pintu dan turun. Ia berteriak histeris, “Tolong! Tolong!” Sambil berteriak meminta bantuan warga sekitar, di dalam hati Hazel berharap cemas agar tidak ada pihak kepolisian yang datang ke lokasi. Hazel berjalan cepat menghampiri ayahnya, tepat setelah memastikan kedua orang suruhan suaminya pergi tunggang langgang melarikan diri dari tempat kejadian. “Papa! Apa kau terluka?” tanya Hazel dengan raut wajah yang dipenuhi kecemasan mendalam. Sikap protektif dan khawatir yang ditunjukkann
Terakhir Diperbarui: 2026-07-08
Chapter: 119. PERAMPOK“Pria itu tidak sedang bekerja untuk Emma,” gumam Hexa perlahan, tatapannya mendadak menajam menatap Enrico. “Emma tidak menyewa Lance untuk menjaga ibu Hazel. Tapi mereka bersekutu karena memiliki kepentingan yang sama.” Hexa menyandarkan punggungnya ke sofa, menyilangkan kaki sembari melipat tangan di depan dada. “Emma ingin melenyapkan ibu Hazel dari hidup Denzel dan menyingkirkannya dari lingkaran River, sementara Lance ... menginginkan wanita itu secara pribadi. Emma yang memberi jalan dan memalsukan kematiannya, lalu menyerahkan fisik wanita itu pada Lance untuk dimiliki dan dikurung dalam realitas palsu.” Ia menatap layar laptop Enrico yang masih menampilkan grafik gelombang suara rekaman. “Itulah alasan kenapa data digitalnya bersih dan teman-teman Emma tidak mengenalnya. Lance mungkin bukan nama aslinya, atau dia adalah hantu dari masa lalu ibu Hazel sendiri yang memang menginginkan wanita itu sejak dulu,” lanjut Hexa, suaranya memberat. Ia memajukan tubuhnya, menumpukan
Terakhir Diperbarui: 2026-07-08
Chapter: 118. TEKA TEKI RUMIT“Apa selama belasan tahun ini, ibu Hazel sengaja dicekoki obat-obatan tertentu secara konstan bukan untuk menyembuhkan, melainkan justru untuk mengikis, merusak, dan memanipulasi memorinya?”Enrico mengangguk, menduga sama seperti bosnya. “Mungkin iya. Tapi, kita belum tahu pasti. Aku sedang menyelidiki, siapa pemasok obat itu.”Hexa hanya mengangguk tanpa repot-repot menimpali. Ia tahu—terlalu tahu jika obat penekan saraf atau psikotropika dosis tertentu bisa dengan mudah membuat seseorang kebingungan, kehilangan orientasi waktu, bahkan melupakan jati diri mereka yang sebenarnya.Itulah alasan mengapa wanita itu tidak pernah mencoba melarikan diri atau mencari jalan pulang. Dia tidak tahu siapa dirinya, dan dia terus dibuat bergantung pada obat-obatan yang diklaim ‘menyembuhkannya’, padahal benda itulah yang menjadi penjara tak kasat mata bagi otaknya.Hexa melepas satu earphone-nya, menatap Enrico dengan pandangan yang mendadak sedingin es.“Kalau pria itu ditugaskan menjaga ibunya
Terakhir Diperbarui: 2026-06-24
Chapter: 117. KECURIGAAN YANG SALING TEHUBUNG“Menemukan benang merah?” Hazel menggigit bibir bawahnya. Ia agak sangsi melakukan hal itu mengingat hubungannya dengan sang ayah tidak pernah cukup dekat. Terlebih lagi, jika ia tiba-tiba datang mendekat dan sang ayah menaruh curiga lalu bertanya ada apa, situasinya pasti akan menjadi sangat rumit. Rencana mereka bisa gagal total sebelum dimulai. Melihat Hazel terdiam cukup lama dengan guratan ragu di wajahnya, Hexa melangkah mendekat. Ia menangkup kedua bahu istrinya, mencoba memberikan keyakinan seraya memaparkan analisisnya. “Ada hal yang janggal dari sikap papamu selama puluhan tahun ini. Bagaimana bisa dia begitu mudah percaya bahwa ibumu telah tewas di jurang tanpa adanya jasad yang jelas?” papar Hexa dipenuhi logika. Jemarinya yang kokoh menggenggam telapak tangan sang istri lebih erat, seolah sedang menyalurkan keyakinan dan kekuatan melalui gestur singkat itu. “Kita harus tahu apakah dia sekadar korban manipulasi Emma, atau justru dia tahu sesuatu yang selama ini disemb
Terakhir Diperbarui: 2026-06-24
Chapter: 116. TEMUKAN BENANG MERAH“Jika Denzel tidak pernah berniat mencari atau mempertanyakan kematian istrinya yang janggal ... apakah itu artinya dia terlibat dalam tragedi pembunuhan itu itu?”Mata Hexa menatap kosong ke arah dinding. Spekulasi itu terasa mengerikan. Apakah Denzel sengaja membiarkan istrinya dikurung oleh Emma? Ataukah pria itu adalah bagian dari rencana besar untuk melenyapkan sosok ibu Hazel dari silsilah keluarga demi kepentingan tertentu?Hexa mengeratkan pelukannya pada Hazel. Ia tidak berani menyuarakan kecurigaannya sekarang. Hazel sudah cukup hancur mengetahui ibunya disekap; mengetahui bahwa ayahnya sendiri mungkin adalah dalangnya bisa membuat kewarasan istrinya benar-benar hilang.Ia harus menyelidikinya sendiri. Sebelum mereka melancarkan operasi penyelamatan, ia harus memastikan siapa lawan dan siapa kawan, termasuk pria yang selama ini dipanggil Hazel sebagai Ayah.Setelah tangisnya sedikit mereda, Hazel tiba-tiba melepaskan diri dari dekapan Hexa dengan gerakan menyentak. Napasnya
Terakhir Diperbarui: 2026-05-27

Gairah Liar CEO Nakal
"Yang, udah! Kamu harus ke rumah sakit, Aurora nelponin kamu loh itu!"
"Diem lah bentar! Berisik!"
Tubuh Aurora menegang. Tiga jam dia di klinik dan sudah bukaan satu, tapi suaminya tak kunjung datang setelah mengatakan iya. Saat dia pulang, justru dia mendapatkan kejutan luar biasa.
"Mas Samuel! Kamu tega duain aku, Sam? Aku sebentar lagi lahiran anak kamu, loh! Aku bahkan udah kontraksi, Mas!"
"Kenapa? Ada masalah? Kamu kan udah gak cantik lagi. Lihat diri kamu, burik, badan kamu gendut, dan jelas kamu gak buat aku berhasrat lagi. Jadi, lebih baik kita pisah!"
"Aku begini karena kamu yang mau anak, Mas! Bukan aku! Aku juga gak mau badan aku rusak!"
"Terus? Mau gimana? Semua udah terlanjur. Pergi saja sana, deh! Berisik banget. Dan mulai detik ini, kita cerai! Rumah ini milikku, pergi kamu!"
"Oh, kau menantangku, Mas? Baik! Baik! Awas kamu!"
Aurora Vindira, seorang wanita cantik dan anggun. Saat hamil, badannya mengalami perubahan fisik yang sangat mencolok.
Saat dia hendak melahirkan, kini dia justru diduakan. Tak terima, Aurora membawa tongkat baseball dan memukuli mereka.
Dan saat dia hendak membela diri dari pelakor itu; yang hendak menyerangnya, dia justru didorong kuat. Tubuhnya terjatuh dari tangga dan menggelinding.
Karena panik melihat darah begitu banyak, maka Samuel memiliki ide untuk membuang Aurora yang dia yakini telah meninggal. Tapi tanpa Samuel sadari, rekannya yang merupakan seorang CEO menemukan tubuh Aurora dan mempermaknya hingga menjadi waita berkelas kembali.
Akankah Samuel menyesal? Akankah Aurora balas dendam setelah dia mendapat backingan yang kuat dari sang CEO? Dan akankah Aurora bisa menghadapi kenakalan CEO yang sangat terobsesi padanya?
Baca
Chapter: 70. ENDING“Aku ingin bulan madu ini benar-benar menjadi waktu pemulihan untukmu. Kalau perlu, kita menginap di sini malam ini dan … bercinta di sini, mau?” goda Adam dengan suara rendah yang serak, tepat di samping telinga Aurora.“Apa? Bercinta di… sini? Di kapal ini? Di lautan lepas? Kamu bercanda?” Aurora terbelalak. Wajahnya seketika merah padam, terasa panas hingga ke telinga. Ia refleks memandang ke kiri dan kanannya dengan gelisah. Meski para pengawal dan awak kapal tampak sibuk dengan tugas masing-masing dan tidak menatap ke arahnya, ia sadar betul bahwa mereka memiliki pendengaran yang tajam. Ia merasa sangat tidak nyaman dan malu jika percakapan pribadi ini terdengar.Tapi meski begitu, Adam selalu bisa mencairkan suasana dengan kepercayaan dirinya yang meluap. Ia terkekeh melihat reaksi istrinya yang salah tingkah. “Apa salahnya melakukan itu? Toh, di kapal ini ada kamar suite yang mewah di bagian bawah. Kita bisa bebas menikmati kebersamaan kita tanpa ada gangguan sedikit pun.”
Terakhir Diperbarui: 2026-01-14
Chapter: 69. AMMOUDI BAY“Semakin sedikit orang yang tahu detail hidup kita, semakin aman posisi kita.”Aurora mengangguk perlahan, kini ia paham sepenuhnya mengapa keluarga sang suami jarang meng-upload kebersamaan keluarga besar itu di media sosial.Posesifnya Adam bukan sekadar masalah ego, melainkan sebuah bentuk perlindungan yang jauh lebih besar untuk keselamatan keluarga kecil mereka.“Aku mengerti sekarang, Yang. Maaf ya, aku tidak berpikir sejauh itu tadi,” ucap Aurora tulus.Adam tersenyum, mengecup kening Aurora dengan penuh kasih. “Tidak apa-apa. Wajar kalau kamu gak tahu karena ya memang sebagian dari kami anti sosial media. Tapi, sebagian juga tidak. Hanya beberapa yang aktif di sosial media karena mereka memiliki usaha terkait itu. Contohnya Bibi Delanie, dia memiliki WO dan beberapa butik. Jadi, mau tidak mau harus aktif di media sosial.”“Setelah ini, kita mau ke mana, Yang?” tanya Aurora begitu langkah mereka mendekati bibir pantai. Ia memandang sekeliling, melihat kerumunan turis yang mula
Terakhir Diperbarui: 2026-01-14
Chapter: 68. POSESIFAdam kemudian menunduk, berbisik tepat di telinga Aurora dengan suara rendah yang membuat bulu kuduk istrinya meremang. "Atau kamu mau kita balik ke vila sekarang juga supaya aku bisa 'menutup' punggung ini dengan cara lain?”“Apaan sih, Yang.” Aurora tersipu malu. Ia memilih membuang muka mendengar celotehan suaminya yang tidak masuk akal—ya setelah semalam mereka juga habis bertempur semalaman suntuk.“Mau gak?” goda Adam penuh nafsu, mengabaikan tatapan lapar dari berbagai pria di sekitarnya pada sang istri.Sebenarnya, sejak Aurora melangkah keluar dari kamar tadi, napas Adam seakan tertahan di tenggorokan. Ia sendiri sangat mengagumi betapa menawannya sang istri hari ini. Aurora mengenakan gaun berbahan chiffon premium berwarna putih bersih yang tampak sangat ringan dan melayang indah.Bahan chiffon yang halus dan semi-transparan itu melekat dengan anggun, mengikuti setiap lekuk tubuh Aurora dengan sangat pas namun tetap memberikan kesan lembut. Saat tertiup angin laut Santorin
Terakhir Diperbarui: 2026-01-09
Chapter: 67. HONEYMOONSetelah beberapa hari di Paris, jet pribadi keluarga Walker mendarat di Yunani. Adam memboyong Aurora dan Alan Sky ke sebuah vila eksklusif di Oia, Santorini, yang dibangun tepat di tebing menghadap kaldera.Setelah semalaman beristirahat, pagi itu, Aurora berdiri di balkon vila, menghirup aroma laut yang segar. Ia mengenakan dress putih berbahan sifon yang melambai tertiup angin. Di belakangnya, Adam muncul dan langsung melingkarkan lengan di pinggang istrinya, menumpukan dagu di bahu Aurora."Bagaimana? Sesuai keinginanmu? Kamu tidak perlu jalan jauh, cukup rebahan di sini dan seluruh laut Aegea ada di depan matamu," bisik Adam.“Aku tidak pernah menduga aku akan menginjakkan kaki di tempat indah seperti ini, Yang.” Aurora tersenyum lebar, menyentuh lengan kokoh Adam. "Ini luar biasa. Terima kasih. Aku merasa seperti sedang di surga.""Uah! Papapa! Mamam mamam!" Alan yang berada di dalam stroller di dekat mereka ikut mengoceh, seolah setuju dengan keindahan tempat itu."Lihat, Alan
Terakhir Diperbarui: 2026-01-08
Chapter: 66. MALAM PERTAMASetelah rangkaian pesta pernikahan tiga sesi yang melelahkan dari pagi hingga sore, Adam dan Aurora memilih untuk melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk ucapan selamat. Mereka kini berada di sebuah penthouse hotel megah di jantung kota Paris, tempat di mana cahaya lampu kota mulai menyala, menciptakan suasana yang luar biasa romantis.Adam berdiri di dekat jendela besar yang langsung menghadap ke arah ikon kota, Menara Eiffel yang bersinar keemasan. Di lengannya, ia menggendong Alan Sky yang tampak takjub melihat kerlap-kerlip cahaya di luar sana."Lihat itu, jagoan Daddy. Indah, bukan?" bisik Adam lembut.“Ata ya ta tah!”Adam terkekeh. Ia kemudian menoleh ke arah Aurora yang berdiri di sampingnya, lalu kembali menatap putranya. "Nah, sekarang Mommy dan Daddy sudah bisa tidur bersama kamu, Baby Alan. Doakan agar Mommy segera hamil, oke? Biar kamu punya teman main di rumah.""Uah! Pa pa pa pa pa!" Alan Sky bersorak riang sambil menggerak-gerakkan tangan mungilnya ke arah jendela.M
Terakhir Diperbarui: 2026-01-08
Chapter: 65. BENAR-BENAR BERAKHIR"Apa? Adam mau membunuhku? Dia sudah gila?! Aku ini adiknya sendiri—""Tuan Muda menganggap perbuatan Anda sudah sangat berbahaya," potong salah satu anak buah itu dengan suara datar, menghentikan histeria Elina. "Beliau tidak punya pilihan lain. Jangan anggap remeh peringatan ini, Nona. Kalau sampai Anda melakukan hal fatal seperti kemarin lagi, maka... jangan salahkan kakak Anda kalau beliau bertindak jauh lebih tegas dari sekadar mengikat Anda di sini."Elina terpaku, napasnya tertahan mendengar ancaman yang begitu nyata dari orang-orang kepercayaan kakaknya. Ia bisa merasakan bahwa kali ini, Adam benar-benar tidak main-main dengan ucapannya.Tanpa memedulikan tatapan penuh dendam dari Elina, ketiga orang itu berbalik dan melangkah keluar. Suara pintu yang dikunci dari luar terdengar begitu mengerikan, meninggalkan Elina sendirian dalam kesunyian kamarnya yang kini terasa seperti sel penjara.Sementara itu, di tengah kemeriahan pesta, sosok Evelyn tiba-tiba muncul di hadapan penga
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: 60. FILM BIRU"Dan bisa-bisanya kamu mesum begini saat kita sekamar dengan Andrew. Kalau dia lihat bagaimana?" bisik Melisa tajam, meski rona merah mulai menjalar di pipinya."Makanya, kamu sebagai Mommy-nya, bujuk dia agar mau tidur sendiri," balas Jimmy tidak mau kalah, napasnya serak dan memburu."Ck, kasihan kalau tidur sendiri. Dia jarang dapat kasih sayang dari Mommy-nya dulu," bela Melisa. Ia teringat bagaimana Andrew begitu haus akan perhatian sejak pertama kali mereka bertemu.Jimmy memutar bola matanya. "Kasihan apanya? Di sini sudah biasa kali, banyak kok bayi baru lahir tidurnya sendiri.""Hah? Ck, itu kasihan pokoknya!" Melisa tetap pada pendiriannya. Baginya, membiarkan anak sekecil Andrew tidur tanpa dekapan adalah hal yang tidak tega ia lakukan. Apalagi, momen seperti ini tak akan terulang. "Kasihan terus, tapi sama aku gak kasihan," gerutu Jimmy manja, menunjukkan sisi kekanak-kanakannya yang jarang ia perlihatkan pada orang lain."Kamu sudah gede, tidak perlu dikasihani! Sudah, a
Terakhir Diperbarui: 2026-02-10
Chapter: 59. JATAH MALAM YANG GAGALSuasana hangat di meja makan itu mendadak sedikit mendingin, bukan karena suhu udara Brooklyn, melainkan karena ketegasan Jimmy yang tak bisa ditawar."Apa kamu ingin jadi vlogger juga dengan cara merekam semua aktivitas kita? Kalau iya, aku tidak setuju," ujar Jimmy telak.Melisa mengerutkan kening, rasa kecewa mulai membayang di wajahnya. "Kenapa?""Aku tidak ingin kamu terlalu mengekspose kehidupan pribadi kita. Aku suka privasi, Sayang.""Aku tidak akan menunjukkan wajahmu atau wajah Andrew. Hanya keseharianku saja," bela Melisa, mencoba mencari jalan tengah agar keinginannya tetap bisa berjalan."Iya, aku tahu. Tapi, aku tetap tidak suka," balas Jimmy pendek. Tatapannya yang tadi gemas kini berubah menjadi serius, menunjukkan bahwa batasannya soal privasi sangatlah tebal.Melisa menghela napas, ia menyandarkan punggungnya ke kursi sambil menatap cangkir cokelatnya yang mulai mendingin. "Padahal aku ingin berbagi pengalaman tinggal di sini. Pasti sangat seru.""Apa tujuanmu untuk
Terakhir Diperbarui: 2026-02-10
Chapter: 58. BROOKLYNBrooklyn sedang memasuki puncak musim gugur. Di sepanjang jalan, pohon-pohon sudah mulai meranggas dan trotoar dipenuhi daun-daun kering. Meski matahari terlihat cerah, namun suhu udara di luar jauh lebih rendah dibanding biasanya.Udara pagi itu terasa sangat dingin. Angin yang berembus pelan tetap saja sanggup menembus pakaian yang cukup tebal, membuat siapa pun yang berlama-lama di luar mulai merasa tidak nyaman.Hal itu pula yang dirasakan Melisa. Begitu ia turun dari mobil, hawa dingin langsung menyergap kulitnya. Ia pun segera merapatkan jaketnya erat-erat, berusaha menahan hangat tubuhnya agar tidak hilang tertiup angin saat ia mulai berjalan."Dingin?" tanya Jimmy. Ia tersenyum kecil sambil mengusap pucuk kepala Melisa yang memang belum terbiasa dengan iklim negara empat musim.Melisa hanya bisa mengangguk pasrah. Giginya mulai bergemeletuk. Sesekali ia meniup-niup telapak tangannya yang polos tanpa sarung tangan, berusaha mencari sedikit kehangatan dari napasnya sendiri.Meli
Terakhir Diperbarui: 2026-02-10
Chapter: 57. KAMU AKAN PUNYA ADIKEmbun pagi masih menempel lembut di daun-daun ketika Melisa terbangun. Seulas senyum mengembang di bibirnya, sebuah senyum yang tak pernah lepas sejak beberapa minggu terakhir. Ia merasakan sebuah keajaiban dalam dirinya, yang membungkam bisikan bisikan miring dari sang ibu mertua sejak dua tahun yang lalu. Beberapa bulan lalu, saat masih menikmati bulan madu pernikahannya dengan Jimmy, bayangan mandul menghantui Melisa. Mantan Ibu mertuanya seringkali menyinggung kesuburannya. Perkataan-perkataan itu, walau terselubung, menusuk hati Melisa. Ia merasa tertekan, beban yang tak seharusnya ia pikul. Namun, takdir berkata lain. Kegembiraan melanda Melisa ketika ia melihat dua garis merah di alat tes kehamilannya. Satu garis tegas, dan satu samar. Hal itu membuat air mata bahagia jatuh bercucuran di pipinya. "Aku hamil! Aku hamil! Aku gak mandul!" Jimmy memeluknya erat, mata mereka berkaca-kaca, berbagi kebahagiaan yang tak terkira. "Sayang, ini adalah anugerah terindah," bis
Terakhir Diperbarui: 2025-03-11
Chapter: 56. KAMU HAMIL!Sang dokter, seorang wanita paruh baya dengan senyum ramah, menatap Jimmy dengan penuh perhatian. Suasana di ruang tunggu bandara yang sibuk sedikit terasa teredam oleh kehadiran dokter yang tenang dan percaya diri. Melisa duduk di kursi dengan wajah pucat, tangan memegang perutnya yang terasa mual, sementara Jimmy berdiri cemas di sampingnya.“Tuan, ada yang bisa saya bantu?” tanya sang dokter dengan suara lembut, menatap Jimmy dan Melisa dengan penuh perhatian. Matanya yang tajam, namun penuh pengertian, menenangkan Jimmy sejenak.“Dokter, tolong periksa istri saya. Dia mual dan muntah terus. Saya khawatir dengan keadaannya dan sepertinya ada sesuatu yang tidak beres. Kami harus ke Amerika, tapi jika kondisinya tidak memungkinkan, saya terpaksa kembali ke Indonesia,” jawab Jimmy, suaranya terdengar penuh kecemasan.Dokter itu mengangguk perlahan, memahami ketegangan yang dirasakan oleh pasangan itu. “Baik, Tuan Jimmy. Tunggu sebentar, saya akan memeriksanya,” katanya tenang, lalu
Terakhir Diperbarui: 2025-02-18
Chapter: 55. MALAM PERTAMABunyi klik pintu kamar hotel bergema di ruangan luas yang remang-remang diterangi lampu tidur. Melisa masih berdiri di dekat pintu, tas tangannya digenggam erat. Ia menatap punggung Jimmy yang sedang memeriksa kamar. Presiden Suite Room, sungguh megah. Kamar yang jauh lebih besar dari yang pernah ia bayangkan, dengan pemandangan kota malam yang mempesona dari jendela besar di ujung ruangan. Tapi kemegahan itu tak mampu menghilangkan rasa canggung yang menyelimuti hatinya.Baru beberapa jam yang lalu, ia dan Jimmy masih berdiri di pelaminan, diiringi tepuk tangan dan ucapan selamat dari para tamu undangan. Pernikahan mereka di ballroom hotel yang sama, meriah dan penuh suk acita. Namun, kini, di ruangan pribadi ini, hanya ada mereka berdua, dikelilingi keheningan yang terasa berat.Melisa melangkah perlahan ke arah ranjang besar yang empuk, berhenti di ujungnya. Ia duduk di tepi, menatap Jimmy yang masih sibuk memeriksa fasilitas kamar. Kemewahan kamar presiden s
Terakhir Diperbarui: 2025-02-07