author-banner
Songdeok eunjoo
Songdeok eunjoo
Author

روايات بقلم Songdeok eunjoo

Keris Darah Candramaya

Keris Darah Candramaya

Dengan keris pusaka keluarga, Candramaya bertekad menuntut balas atas kematian kedua orang tuanya. Hanya saja, pertemuannya dengan pangeran yang terbuang dan menyembunyikan membuat masalah semakin runyam. Lantas, mampukah Candramaya memecahkan misteri kematian kedua orang tuanya?
قراءة
Chapter: 166. Arti Dari Kehidupan
Adhinatha mengerjabkan matanya. Sejak terakhir pemuda itu melukai saudara sepupunya. Tidak pernah Adhinatha menunjukan batang hidungnya ataupun menyapa pada Indrayana. Itu semua karena dia merasa malu. "Lepaskan! Aku juga ingin melakukan penebusan dosa." "Dengan bunuh diri maksudmu!" Ujar Indrayana tanpa melepas cekalannya, sebelah alisnya terangkat. "Ibuku tidak bunuh diri! Begitu pun aku!" ujar Adhinatha dingin. Indrayana melepas cekalannya, sudut bibirnya terangkat, "Nyawa memang harus di bayar dengan nyawa. Hukuman mati memang pantas untuk Ibumu. Tapi kamu tidak!" "Berhenti membuatku malu, Indrayana. Aku telah melukai dirimu dan berniat melenyapkanmu!" ujar Adhinatha dengan nada putus asa. Indrayana menatap lamat ke arah adik sepupunya lalu kembali berkata, "Kalau begitu aku yang berhak menghukummu. Maka hukumanmu adalah dengan menuruti permintaanku!" Pemuda itu melirik ke arah istrinya dengan senyum jahil. Candramaya yang sangat hafal dengan sifat Indrayana hanya bisa menden
آخر تحديث: 2025-04-10
Chapter: 165. Pati Obong
Damayanti Citra merenung sepanjang malam, dia meringkuk di atas ranjang dengan perasaan bersalah. Semakin dia mengelak semakin merasa malu. "Aku akan melakukan penebusan dosa!" Gumamnya dengan penuh tekad. Wanita itu melakukan puasa mutih untuk membersihkan diri dan jiwanya dari segala dosa dan kepahitan. Hal sama juga di lakukan oleh Candramaya. Setelah satu pekan masa berkabung, Arya Balaaditya naik tahta menjadi raja pengganti Adi Wijaya. Karena stempel kerajaan ada di tangannya sekarang. Dan Asri Kemuning adalah pewaris yang sah. Namun karena negeri Harsa Loka harus di pimpin oleh laki-laki, maka suaminya-lah yang akan naik tahta. Upacara penobatannya di lakukan dengan hidmat di alun-alun di depan rakyat. Tugas pertama yang harus dilakukan oleh Arya Balaaditya adalah menghukum pelaku teror dan pembunuh Damarjati dan ketiga rekannya. Awalnya semua orang cukup terkejut dengan pakaian yang dikenakan oleh Damayanti Citra, pasalnya dia memakai pakaian yang membuat orang bertanya-t
آخر تحديث: 2025-04-10
Chapter: 164. Hati seluas Samudra
Deg!Ucapan putranya telah menghancurkan keyakinan Damayanti Citra. Wanita itu mengerjabkan matanya yang mulai terasa panas. Genangan air mata itu telah tumpah. Kenyataan itu membuatnya sakit. "Narendra ... " gumamnya.Adhinatha mengerjabkan matanya yang mulai memanas, dia merasa sedih dan tidak tega. Pemuda itu berjalan mendekat ke arah sel. Kedua tangannya terangkat dan hendak memasukannya ke dalam celah besi.Damayanti Citra tetap bergeming saat Adhinatha memanggilnya, "Ibu ... kemarilah."Perubahan emosi Damayanti Citra sangat mudah berubah. Tadi dia menangis tersedu-sedu dan sekarang tertawa sinis, "Kenapa hanya aku yang terbakar? Kamu dan wanita sialan itu tidak. Kenapa?" tanyanya dengan nada putus asa."Karena aku telah membuang segala kepahitan dalam hatiku," jawab Adhinatha dengan lirih."Jadi kamu mau bilang kalau hati Ibumu ini penuh dengan kepahitan?" ucapan Damayanti Citra terhenti, wanita itu mengangkat sudut bibirnya lalu kembali tertawa sinis, "Heh! Mereka telah menyu
آخر تحديث: 2025-04-09
Chapter: 163. Wanita Picik
Damayanti Citra mendengkus kesal, kedua alisnya semakin menukik tajam. Asri Kemuning memegang jeruji besi dengan kuat, wajahnya yang lembut berubah dingin. Wanita itu mendekatkan wajahnya dan berkata dengan sedikit berteriak, "Aku berpenyakitan! Bahkan setiap detik aku takut mati. Aku takut tidak bisa melihat tumbuh kembang putraku. Sedangkan kamu? Kamu sehat Citra! Kamu sehat dan kamu bisa berada di sisinya setiap waktu. Jika masalah kasih sayang dan dukungan orang tua, kita sama Citra. Kamu tidak mendapatkan kasih sayang Ibumu dan aku Romoku. Hanya bedanya adalah Ibumu telah wafat saat melahirkanmu dan Romoku masih hidup dan terus mengabaikanku."Damayanti Citra juga ikut berteriak karena merasa tertohok. Namun tidak mau mengakuinya, "Tapi suamimu setia! Sedangkan aku tidak!"Asri Kemuning terperangah mendengar jawaban Iparnya lalu menggelengkan kepala. "Kenapa kamu membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain? Setia atau tidaknya seseorang itu pilihan. Bukan takdir atau nasib, Ci
آخر تحديث: 2025-04-09
Chapter: 162. Mantra Suci
"Hah!" Candramaya tersadar. Candramaya membuka matanya. Mata merah menyala itu kembali ke semula. "Indrayana ... " panggilnya dengan linglung.Indrayana tertawa lirih, "Kamu kembali!""Apa yang terjadi? Kenapa tanganku menyerangmu?" Candramaya memang tersadar tapi tubuhnya masih dikendalikan oleh sosok hitam Putri Tanjung Kidul. Gadis itu mendongak dan menatap sekitar dengan bingung. Candramaya mencoba mengangkat tangannya ke atas namun yang terjadi justru tangan itu semakin kuat menekan ke bawah. "Gunakan mustika itu, cepattt!!" pekiknya."Tapi aku akan melukaimu!" ujar Indrayana dengan perasaan gamang."Tidak akan!" Karena kedua tangan Indrayana sedang menahan serangan Candramaya. Pemuda itu akhirnya memukul punggung Candramaya dengan menggunakan lututnya dengan cukup keras.Bug!Akkhhh!Tubuh Candramaya oleng, keris itu terlempar cukup jauh. Indrayana mengambil kesempatan itu untuk memegangi kedua tangan Candramaya. Dan membalikkan keadaan dengan menduduki tubuh gadis itu yang ja
آخر تحديث: 2025-04-07
Chapter: 161. Pertarungan Batin Candramaya
Arya Balaaditya menahan tubuh Istrinya yang hendak menghampiri putranya. Sedangkan Kumala, gadis itu meringsut di dalam pelukan kakeknya.Di bawah derasnya air hujan dan angin yang bertiup kencang. Indrayana bangun dan terduduk di tanah. Pemuda itu meringis saat melihat ekspresi dingin Candramaya.Candramaya berjalan mendekat sambil menggerak-gerakan kuku-kukunya yang panjang. Wajah datar dan menyeramkan itu menyeringai. Indrayana tidak berniat untuk kabur atau semacamnya. Dia hanya mengatur nafas dan menunggu Candramaya menghampirinya dengan pasrah. "Dewata ... " gumamnya.Tatapan Indrayana tertuju pada Mustika yang dia genggam. "Cik! Lemah," eram Candramaya. Tatapannya begitu liar dan beringas. Mendengar cibiran Candramaya, Indrayana tersenyum getir lalu bergumam, "Aku memang lemah!"Baladewa yang tidak tahan akhirnya hendak menyerang Candramaya namun Indrayana berteriak, "Jangan, Paman! Jangan ikut campur!"Indrayana langsung mengangkat tangannya dan membuat jarak dengan membuat
آخر تحديث: 2025-04-06
Obsesi LIar Mantan Suami

Obsesi LIar Mantan Suami

Renata Anggita, wanita berusia 28 tahun yang di benci oleh suaminya. Setelah diceraikan, dia kembali ke dalam dunia modeling. Sedangkan sang mantan suami jatuh cinta setelah perceraiannya dan kini terobsesi dengan mantan istrinya. Apakah Renata mau kembali dengan pria yang selalu menghina dan menyakitinya?
قراءة
Chapter: 73. Suara Netizen
Ting! Sebuah pesan yang mengandung ancaman kembali masuk. [Bakar saja kalau berani!]Melihat pesan Abimana yang semena-mena membuat darah Renata mendidih, dia segera membalas. [Aku nggak takut!]"Huh! Dia pikir aku takut apa!" Demi ketenangan hidup barunya, Renata memblokir nomor Abimana. Dia pun melempar ponselnya ke ranjang. Dia bersandar dan memejamkan matanya sambil mengatur nafasnya. Lalu tiba-tiba dia teringat sesuatu. Renata belum melihat berita tentang dirinya di media sosial. Dia pun bangkit dan kembali memungut ponselnya. Dia merebahkan diri di ranjang dan membuka akun media sosialnya.Halaman pertama yang muncul di layar adalah foto ciumannya dengan Abimana. Renata bermonolog, "Ternyata ada orang yang tidak takut mati!" Dia pun membuka kolom komentar. Saat membaca komentar netizen satu persatu, Renata hampir muntah darah karena semua netizen mengutuknya. "Dasar wanita murahan!" "Semoga semua pelakor masuk neraka!" Semua hujatan media sosial tertuju padanya, tapi t
آخر تحديث: 2026-07-25
Chapter: 72. Sudah Sinting
Bela pun hanya mengangguk. Tidak lama kemudian, supir Bela datang. Di saat perjalanan pulang, Bela duduk bersandar di kursi sambil melamun. Dia ingat, saat itu Bela mengajak kedua sahabatnya untuk menjenguk Moris di rumah sakit. Dia bertemu Dayana yang duduk di sisi ranjang, penampilannya berantakan, wajahnya pucat dengan lingkar hitam di bawah matanya. Penampilannya terlihat rapuh dan menyedihkan. Di saat itulah Dayana menceritakan kepedihannya dan memutar balikan fakta. Dia bahkan menunjukan foto Renata dan Abimana sedang berciuman di pinggir pantai. Dan bilang bahwa Ayahnya kecelakaan karena tahu bahwa putrinya dikhianati oleh tunangannya.Itu sebabnya Bela mengajak kedua sahabatnya untuk memberi pelajaran kepada Renata.Di sisi lain.Renata sudah sampai di depan halaman rumah Angel. Angel sudah menunggunya dengan cemas. Saat Mobilnya berhenti, Anger langsung lari menghampirinya."Ren! Gawat!" Di dalam mobil Renata hanya mendengkus saat melihat Angel berteriak heboh. Angel bahka
آخر تحديث: 2026-07-23
Chapter: 71. Pesan Renata
"Nat... kamu masih punya salinannya?" tanya Renata. Nathan mengerutkan kening, "Kamu yakin?" Renata mengangguk, "Tentu!" Nathan memandangi wajah Renata yang tampak lelah, lalu pergi ke mobilnya. Beberapa saat kemudian, Nathan datang dengan selembar kertas. Dia menyerahkan kertas itu. "Ini." Renata menerimanya. "Terima kasih." Saat melihat kertas itu hatinya terasa dingin. Pernikahannya dengan Abimana berakhir di atas selembar kertas. Wanita itu menyerahkan kertas itu kepada Bela. Bela mendengkus lalu menerima kertas itu dengan kesal. Saat membaca kertas itu, perlahan wajahnya memucat. Dia bahkan sampai membacanya berkali-kali. Lidahnya yang tajam perlahan menjadi kelu, "Ini?" Lena dan Kaila mendekat karena merasa penasaran. Kedua gadis itu membacanya dan mereka juga tercengang. Di dalam kertas itu tertulis bahwa Abimana dan Renata sudah menikah selama tiga tahun. Keputusan perceraian mereka juga baru satu minggu. Bisa jadi, foto ciuman mereka terjadi saat masih menjadi s
آخر تحديث: 2026-07-23
Chapter: 70. Para Gadis Bodoh
Nathan menarik tangan Renata ke sampingnya lalu berbisik, "Ada kamera." Sorot mata Renata menggelap, tapi beberapa detik kemudian langsung berbinar. Dia bahkan menyibak rambutnya dengan anggun. "Aku tahu." Dahi Nathan mengerut. Kalau Renata tahu, Ini berarti sangat gawat. Tanpa pikir panjang, Nathan menarik lengan gadis itu dan ingin menyeretnya pergi. "Kalau sudah tahu, ngapain tetap di sini? Ayo pergi!" Renata mendengus dan melotot horor. Dengan suara tertahan dia berkata, "Aku nggak takut!" Nathan menghela nafas dengan berat. Dan berusaha untuk memberi nasehat. "Kamu memang jagoan! Tapi kamu juga sudah terlalu tua untuk berkelahi di depan umum! Alangkah baiknya kalau kamu belajar bersikap tenang." Renata tertawa geli karena merasa Nathan begitu polos. Renata kan bukan anak kecil lagi. Walaupun dia suka bersikap impulsif, bukan berarti dia akan menghajar ketiga gadis muda itu. Nasehat pria itu masuk ke telinga kiri dan keluar ke telinga kanan. Gadis itu mena
آخر تحديث: 2026-07-16
Chapter: 69. Tiga Gadis
Kepala Renata, sedikit miring. Wanita itu tertegun saat cairan kental dan amis mengalir menyusuri sisi wajahnya. Dia tidak sedang ulang tahun. Kenapa ada yang melemparinya telur?Renata mengangkat tangannya dan mengambil cangkang telur di kepalanya. Matanya memerah dan sudut bibirnya terangkat. Dia sudah seperti naga yang siap menyemburkan api. Dan ada seseorang berteriak."Apa-apaan kalian! Berani sekali membuat onar di tempatku!" Orang yang marah itu adalah Nathan. Dia berteriak pada tiga gadis yang berdiri di depan restorannya.Tiga gadis itu tersentak dan hanya berdiri kaku.Sedangkan Renata, dia tercengang. Baru kali ini, dia melihat Nathan marah-marah. Pria selembut kelopak bunga mawar saja bisa marah, apalagi Renata yang punya kesabaran setipis kulit bawang."Apa kalian tidak tahu sopan santun? Kenapa kalian bersikap kampungan seperti ini?" Nathan, pria itu mengomel sambil berkacak pinggang. Dia tidak sepertinya biasanya.Wajah ketiganya memerah karena malu saat Nathan 'san
آخر تحديث: 2026-07-02
Chapter: 68. Rumput Liar
Reino mengikuti Abimana dengan tenang, tapi pikirannya tidak. Dia masih memikirkan keputusan bosnya yang melepaskan tiga orang itu pergi begitu saja. Reino pun membuka mulutnya karena penasaran. "Kenapa Bos melepaskan mereka begitu saja?"Abimana tidak menjawab, pria itu tetap berjalan dengan santai. Reino mengernyit.Mungkin bosnya nggak dengar atau nggak mau jawab. Reino yang nggak sayang nyawa pun mulai berceloteh lagi."Padahal jika Tuan sekali saja kasih perintah, video itu akan lenyap dari dunia ini termasuk orang yang bernama Nathan." Abimana berhenti di depan pintu ruang kerja. Pria itu berbalik, sorot matanya sedingin es. Reino tersenyum kaku.Niatnya ingin mencairkan suasana, tapi yang ada malah semakin menjadi beku."Kamu pikir aku takut? Atau aku bodoh?" Abimana bersedekap angkuh, kedua alisnya saling bertautan.Iris mata Reino melebar, "Bukan begitu!!"
آخر تحديث: 2026-06-07
Dikhianati Mantan, Dijadikan Tunangan CEO Galak

Dikhianati Mantan, Dijadikan Tunangan CEO Galak

Zahira Malik memutuskan untuk pergi ke club setelah dikhianati sang mantan dan sahabatnya. Namun, ia justru membuatnya berurusan dengan Daniswara Biantara yang sangat galak, pemarah, dan mengalami amnesia?! Lantas, bagaimana nasib Zahira selanjutnya? Terlebih, pertemuan keduanya itu justru menimbulkan pertemuan-pertemuan yang tak diduga Zahira!
قراءة
Chapter: Bab 82
Zaidan tidak bisa marah. Dia melepaskan pelukannya dan berkata lembut, "Pergi ke kamar dan jalan dengan hati-hati. Jangan sampai kamu tersandung."Gadis itu tidak menghiraukan peringatan kakaknya dan masuk ke dalam sambil berlari. Zaidan hanya bisa menghela nafas karena adiknya sangat sulit diatur. Sedangkan Danis, dia tercengang melihat sikap Zaidan yang tidak berubah. Pria itu benar-benar pintar memperlakukan wanita. Pantas, banyak wanita yang memujanya.Saat Zaidan menarik tatapannya dari adiknya yang sedang menaiki tangga, dia menoleh menatap sahabatnya. Ekspresi Zaidan langsung masam saat melihat tatapan julid Danis."Kenapa melihatku seperti itu?"Danis menjawab dengan sinis, "Cih!! Aku sekarang tahu kenapa kamu mendapatkan gelar 'Buaya Darat kelas kakap."Zaidan tersipu, dia mengangkat kedua alisnya dengan bangga. Pria itu merangkul bahu Danis dan berbisik, "Singkirkan ekspresimu yang menyebalkan itu! Jika ingin dapat restu.""Memangnya aku perduli!""Huh! Dasar!"Danis menyin
آخر تحديث: 2026-03-08
Chapter: Bab 81
Danis memekik, "Akkkhhh! Gadis sinting!" Karena pembatas mobil sudah diturunkan, Robi dan sopir tidak tahu apa yang terjadi di balik pembatas itu. Jambakan Zahira memang sakit dan pedih. Tapi kekuatan Danis jauh lebih besar. Dengan geram, Danis menarik kedua tangan Zahira yang penuh dengan rambutnya. Dan dengan satu gerakan, posisi dan keadaan mereka sudah berbalik. Danis menindih gadis itu, tubuhnya yang besar menutupi tubuh kecil Zahira. Zahira yang terhimpit di kursi langsung panik dan sesak nafas, "Akhhh! Berat sekali! Kakak mau apa?"Danis tersenyum miring, ekspresinya sangat mengerikan. "Apa lagi? Tentu saja mendidikmu!"Pria itu menarik dasinya dengan kuat, tatapannya terlihat lapar. Zahira menelan ludah sambil menggelengkan kepalanya, "Aku nggak mau di unboxing!"Danis mengabaikan ocehan gadis itu. Dia menarik kedua tangan gadis yang sedang histeris dan mulai mengikatnya dengan dasi. Danis menggunakan simpul khusus. Semakin Zahira bergerak, ikatannya semakin kuat.Zahira me
آخر تحديث: 2026-03-08
Chapter: Bab 80
Emran tersentak. Sorot mata Emran goyah, saat melihat Zahira yang berdiri menatapnya dengan kecewa. Dengan malu dia berkata, "Aku tidak bermaksud begitu. Ra ... Kakak bisa jelaskan."Zahira tersenyum getir, "Aku tidak menyangka, kamu ternyata tega sekali."Emran mengusap wajahnya dengan kasar dan mulai kehilangan kendali. Pria itu berteriak seperti orang gila, "Aku tidak seperti itu! Aku tidak egois ataupun kejam! Ini semua gara-gara kamu Danis! Kamu yang sudah mencuci otak Zahira agar dia membenciku! Sialan! Aku akan membunuhmu!"Emran yang sudah seperti kesurupan langsung menerjang Danis dan melayangkan sebuah pukulan di wajahnya.Bug!Danis terhuyung, wajahnya tertoleh. Zahira menangkap tubuh Danis, saking beratnya dia hampir ikut terjatuh.Melihat darah segar mengalir dari sudut bibir Danis, Zahira merasa sakit hati. Gadis itu merasa Emran sudah keterlaluan. Dia langsung berjalan maju untuk menghardik pria itu. Dia langsung berteriak tepat di depan wajahnya."Emran, cukup! Kamu s
آخر تحديث: 2026-03-03
Chapter: Bab 79
"Cukup! Berhenti sampai di sini, Emran!" gadis itu menarik kembali tangannya dengan sekuat tenaga. Tapi tetap saja, pria itu tidak mau mengalah. Emran meremas tangan gadis itu hingga otot tangannya menegang. Biarpun wajahnya terlihat khawatir, tapi sikapnya sangatlah kejam. "Aku peduli padamu! Aku satu-satu orang yang peduli padamu!" ujarnya. Zahira meringis, matanya memerah dan berair. Sekujur tubuhnya merinding karena rasa sakit di tangannya. Sepuluh jari jemarinya rasanya akan remuk. Hingga seseorang berteriak dengan lantang, "Lepaskan pacarku!" Zahira tersentak, wajahnya semakin pucat, tenggorokannya terasa kering. Dia telah ketahuan berbohong. Emran melirik ke sumber suara, matanya langsung menggelap. Seorang pria dengan setelan baju mahal, rapi dan terlihat elegan berjalan mendekat dengan langkahnya yang panjang. Melihat Emran menggenggam kedua tangan gadisnya, dia pun menyipit. "Lepaskan!" suara Danis terdengar berat dan dominan. Emran melepaskan genggamannya bukan karena t
آخر تحديث: 2026-02-17
Chapter: Bab 78
Danis menunduk menatap kopi yang tinggal setengah dan masih mengepul. Dia sebenarnya ingin sekali membahas soal pertunangan. Tapi Zahira sudah bangun dari kursinya dan berkata, "Aku masuk ke kamar dulu. Sebelum pergi, habiskan dulu kopinya."Suaranya tidak dingin tapi juga tidak hangat. Datar!Sambil meregangkan pinggangnya, Zahira masuk ke dalam kamar. Gadis itu berdiri di balik pintu dengan dahi berkerut.Sorot mata Danis menggelap, dia marah dan kecewa. Walaupun dia kehilangan sebagian ingatannya. Tapi dia sangat yakin bahwa seumur hidupnya, dia pasti tidak pernah diperlakukan seperti ini oleh seorang wanita.Buktinya, banyak wanita yang mengaku mengenal dan bahkan mengaku menjadi pacarnya setelah keadaannya yang amnesia bocor keluar. Setelah dia sadar dari koma, tersebar rumor bahwa dia kehilangan ingatan. Untungnya rumor itu sudah dibersihkan.Pria itu bangkit dan mengangkat cangkirnya dan cangkir Zahira dan mencucinya. Setidaknya, saat gadis kejam itu bangun, dia tidak perlu me
آخر تحديث: 2026-02-16
Chapter: Bab 77
Emran hanya berbalik tanpa mengucapkan apa-apa. Sedangkan Talitha, dia hanya tersenyum getir. Karena tujuan Talitha sebenarnya bukan untuk menemui Emran, gadis itu berjalan menuju toilet sambil mengirim pesan.[Aku di toilet.]Tidak lama kemudian, pesan balasan itu datang.Ting![Ya.]Talitha tersenyum, dia masuk ke dalam toliet dan menaruh papan peringatan di depan toilet agar tidak ada yang masuk kecuali orang yang dia tunggu. Gadis itu bersandar di wastafel sambil menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya dengan hidmat.Klekk!Seorang wanita memakai pakaian seragam suster masuk mendekat dan menyapa, "Selamat pagi, Nona Talitha."Talitha tidak menjawab, dia hanya sibuk menghisap rokoknya. Asap keabuan itu mengepul menutupi ekspresi wajahnya. Hingga perlahan asap itu memudar, wajah yang selalu tampak hangat dan lembut itu terlihat dingin. Talitha mengambil amplop coklat di dalam tasnya dan melemparnya tanpa aba-aba.Bela menangkap amplop yang cukup tebal itu. Wanita itu membukanya t
آخر تحديث: 2026-02-03
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status