author-banner
Mylilcosmos
Mylilcosmos
Author

Novels by Mylilcosmos

Kekasih Sang Tuan Peri

Kekasih Sang Tuan Peri

Memiliki seorang ayah yang kecanduan judi membuat Ji An mau tak mau harus bekerja keras untuk membantu menghidupi keluarganya. Suatu hari, ia memutuskan masuk ke dalam hutan untuk mencari tanaman obat langka yang bernilai banyak uang. Perjalanan ke hutan itulah yang membuat dirinya bertemu dengan seorang pria dengan keindahan bak lukisan yang tinggal sangat jauh di dalam hutan. Mengapa pria tampan sepertinya bisa tinggal di tempat itu? Lalu ia juga menemukan banyak keanehan di sekitar pria itu. Mungkinkah, dialah Sang Peri yang selama ini menjadi mitos yang tersebar di desa? Serangkaian peristiwa selanjutnya membawa Ji An kembali ke dalam hutan dan tanpa sengaja bertemu lagi dengan sang pria. ~Hal yang paling dihindari Feng Jin sejak awal adalah berinteraksi dengan manusia. Namun, gadis itu terus-menerus muncul di hadapannya, dan perlahan mengusik keteguhan hatinya... [ROMANTASY_SLOWBURN ROMANCE]
Read
Chapter: Bab 44. Bersikeras
Xuanyi tidak langsung membantah ibunya dengan keras. Ia tahu, jika ia membela Ji An mati-matian, ibunya akan semakin tidak senang padanya, sehingga keinginannya untuk bersamanya akan lebih sulit. Jadi dia hanya menahan diri ketika wanita yang disayanginya dibicarakan seperti itu.Maka ia berkata tanpa amarah, "Aku mengerti kekhawatiran Ibu. Namun, aku bisa menjamin bahwa Ji An adalah gadis yang baik dan jujur. Keadaan hidupnya yang telah berubah telah membuatnya terbiasa melakukan berbagai pekerjaan di luar. Mengenai utang keluarganya, ini juga lambat laun akan diselesaikan.""Bukan itu intinya! Telah diselesaikan atau belum, ini tetap akan mempengaruhi pandangan orang lain. Memangnya keluarga kita begitu terpuruk hingga tidak mampu mengambil seorang gadis dari keluarga bergengsi untuk menjadi menantu keluarga? Kita bukannya begitu tidak mampu!" Ia mengatakan itu semua dalam sekali tarikan napas.Saat berikutnya, ia mengambil tangan putranya, menatapnya dengan memohon, "Yi'er, Ibu moh
Last Updated: 2025-12-06
Chapter: Bab 43. Rencana Kecil Du Yunzhao
Beberapa waktu setelah pertengkaran itu, keadaan kembali menjadi tenang.Namun, ada beberapa hal yang berubah dari ibunya.Ia menjadi lebih pemurung. Terkadang menjadi sangat sensitif. Suatu ketika, saat kediaman mereka sedang mengadakan perjamuan, ia menemukan ibunya sedang menatap penuh kebencian pada seseorang di seberang meja.Orang yang ditatap itu adalah bibi tetangga, ibu Ji An.Ia tidak mengerti apa yang membuat ibunya marah kepada ibu Ji An.Kemudian, saat para tamu satu per satu pamit kepada tuan rumah, ia sedang berdiri di sisi ayahnya ketika ia menyadari tatapan ayahnya menjadi linglung.Du Yunzhao kecil penasaran. Ia mengikuti arah pandang sang ayah, yang berujung pada seseorang yang sedang berjalan keluar dari ambang paviliun tamu.Itu lagi-lagi bibi tetangganya.Apa yang membuat kedua orang tuanya begitu memperhatikan bibi tetangga ini?Sekitar setahun setelah kejadian itu, ibunya meninggal dunia.Tabib bilang, ibunya terlalu banyak pikiran hingga setahun belakangan in
Last Updated: 2025-12-05
Chapter: Bab 42. Memohon Kepada Ibu
Sebelum pergi di pagi hari, Feng Jin telah memberitahu Ji An bahwa mereka akan pergi ke kabin hutan dua hari lagi, saat hari bulan penuh.Ji An segera menyetujuinya. ----Nyonya Besar Wu sedang berada di halamannya ketika putra keduanya, Wu Xuanyi masuk dari luar.Ia sedikit menunduk, menyapanya, "Ibu." Nyonya Wu tersenyum, "Yi'er, sangat jarang melihatmu datang menemui Ibu sepagi ini."Ia lalu menunjuk kursi di dekatnya, "Duduklah. Jangan terus berdiri seperti itu."Masih dengan kepala tertunduk, Xuanyi duduk dengan patuh."Katakan, ada apa kau mencari Ibumu?"Xuanyi mengangkat kepalanya, bertemu dengan tatapan ibunya."Ibu, aku ingin menikah."Mata Nyonya Wu yang melebar, dipenuhi dengan kegembiraan, "Yi'er, ini sangat baik, kau akhirnya mau mendengarkan Ibu. Bagus, bagus, kalau begitu Ibu akan segera mencarikan seseorang...""Ibu."Sebelum bisa menyelesaikan ucapannya, Xuanyi segera memotongnya. Nyonya Wu mengangkat alisnya, menatapnya dengan penuh tanya."Aku ingin menikahi Ji
Last Updated: 2025-12-04
Chapter: Bab 41. Sebuah Pernyataan Tak Terduga
Malam semakin larut, suara percakapan yang berisik terdengar di mana-mana di dalam menara.Saat pertunjukan tarian di panggung mulai terasa membosankan, Ji An mengajak Feng Jin untuk kembali.Lagipula, ia harus bangun pagi untuk bekerja besok.Sang iblis tentu saja belum keluar karena ia belum tidur. Atau mungkin saja malam ini ia memilih untuk tidak keluar."Maaf, lain kali aku akan mentraktirmu dengan suguhan yang lebih layak." Ji An berkata."Aku hanya mengajakmu melihat-lihat sebelumnya, bukan memintamu untuk mentraktir."Ji An mengangguk.Ketika mereka hendak keluar, sebuah rombongan besar tengah masuk ke dalam menara, memenuhi pintu.Ji An yang telah berjalan duluan di depan, terpisah dengan Feng Jin oleh kerumunan.Saat ia memutuskan untuk menunggunya di luar, Ji An mendengar seseorang memanggil namanya."Adik An." Sapa Wu Xuanyi gembira. Ia tidak menyangka akan begitu cepat bertemu lagi dengan gadis yang telah mengganggu tidurnya semalam."Xuanyi?" Ji An tertawa, "Aku tidak me
Last Updated: 2025-12-03
Chapter: Bab 40. Memabukkan
Feng Jin menatap gadis di depan yang tampak lebih pendiam dari biasanya. Seperti kemarin, saat ini mereka berdua sedang makan malam di dalam kamar Ji An. Pandangannya sesekali akan terangkat, mengamati gerak geriknya tanpa kentara. Gadis itu tiba-tiba menghela napas berat, kali berikutnya pandangannya tampak linglung. Ia jelas sedang tidak dalam suasana hati yang baik. Ji An menatap Feng Jin kemudian menundukkan kembali pandangannya, sorot matanya agak sendu. Tangannya yang sedang memegang sumpit, hanya mengaduk-aduk nasi di mangkuk, jelas ia tidak sedang berselera. "Sesuatu terjadi?" Feng Jin menurunkan matanya. Ji An menggeleng, masih mengaduk-aduk nasi di mangkuk, "Ng..sebenarnya, tidak ada hal penting yang terjadi." Ketika Ji An mengangkat wajahnya lagi, ia bertemu dengan tatapan Feng Jin yang seakan sedang bertanya "Lalu ada apa denganmu?" Ji An menunduk, meringis, "Aku.. sepertinya aku telah membuat hinaan seseorang berhasil mempengaruhiku." Ia kemudian ters
Last Updated: 2025-12-02
Chapter: Bab 39. Pelanggan bermulut Pedas
Feng Jin hendak berbaring ketika hidungnya menangkap sebuah aroma familiar.Ia menunduk, mengendus jubah hitamnya.Aroma lembut itu berasal dari sana. Sepertinya itu tertinggal saat ia membungkus Ji An dengan jubahnya semalam.Feng Jin tampak sedikit kikuk saat kemudian ia akhirnya berhasil berbaring di atas dipan.Matanya dengan linglung menatap langit-langit kamar sejenak sebelum perlahan menutup.-----Ji An masih sibuk di belakang dapur restoran.Waktu makan siang selalu ramai dengan pelanggan. Sehingga mereka harus bergerak lebih cepat untuk menyelesaikan setiap pesanan.Sedangkan Ji An yang tidak terlibat langsung dengan para tamu, sedang mengatur penempatan berbagai bahan-bahan segar yang diantarkan tadi pagi.Seseorang keluar dari pintu belakang dapur, menghampirinya."Nona Ji, bisakah kau menggantikanku sebentar untuk mengantarkan salah satu pesanan tamu di depan?" Seorang pelayan wanita bertanya, sementara wajahnya berkerut seperti sedang menahan sesuatu.Ji An segera menger
Last Updated: 2025-12-02
Istri Pilihan Tuan Shangguan!

Istri Pilihan Tuan Shangguan!

Saat Yin Anzhu mengetahui rencana licik ayahnya yang menjualnya sebagai wanita simpanan kepada seorang pejabat korup, ia langsung melarikan diri. Sayangnya pelariannya gagal karena seorang pria misterius berjubah gelap, alih-alih menyelamatkannya dari kejaran, ia malah mengembalikannya ke Kediaman Yin. Beberapa hari kemudian, bukan hadiah dari pejabat korup yang datang, namun sebuah lamaran dari pria misterius tampan yang ternyata adalah putra sulung dari Kediaman Wakil Menteri. Dan ia bukan ingin mengambil Yin Anzhu sebagai selir ataupun simpanan, melainkan sebagai istri sah!
Read
Chapter: Bab 11. Melihat Selir Utama
Yin Anzhu telah selesai berpakaian. Taotao dengan cekatan menyanggul rambutnya dengan tatanan khas wanita yang telah menikah. Tak lupa ia menyematkan jepit rambut berjuntai sebagai pelengkap. Dengan riasan tipis sebagai sentuhan akhir, penampilan Yin Anzhu tampak lebih segar.Ia melihat pantulan dirinya di cermin dan mengerutkan kening melihat gaya rambut barunya. Ia menoleh ke samping dan bertanya, “Tuan Sulung, dia belum kembali?”Jika dia belum kembali, apakah dia harus pergi ke aula untuk memberi penghormatan seorang diri? Yin Anzhu merasa tidak nyaman dengan ide ini. Ia tidak mengenal satu pun anggota keluarga di sana. Satu-satunya yang ia kenal hanyalah suaminya. Bisa dikatakan begitu.“Rong Mama berkata, Tuan Sulung akan menunggu Nyonya Muda di depan, sehingga kalian bisa pergi bersama-sama.” Taotao mengambil batang pewarna alis, lalu merapikan sapuan pada alis Yin Anzhu. Ia memundurkan kepalanya sejenak, lantas mengangguk puas ketika merasa riasan itu sudah sempurna. Ia mele
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Bab 10. Berwajah Menakutkan
Di bawah penerangan lentera merah yang menghiasi halaman, seorang pelayan muda melangkah tertatih di atas lempeng-lempeng batu taman. Lempeng batu yang basah oleh embun malam memaksanya beberapa kali menyeimbangkan tubuh agar tidak menjatuhkan baskom air yang sedang dibawa.Ketika akhirnya tiba di depan pintu yang ditempeli huruf merah pada kedua sisi, ia memiringkan tubuhnya lalu mendorong masuk salah satu daun pintu dengan bahu.Pelayan kecil itu meletakkan baskom air di lantai. Karena penerangan ruangan luar telah dipadamkan, ia mencondongkan tubuhnya ke depan, lalu berseru separuh berbisik ke ruang dalam.“Nona?”Hening. “Apakah itu Ningning? Masuklah.” sahut suara dari dalam.Pelayan kecil itu, Ningning, kembali mengambil baskom di lantai dan bergegas masuk ke ruang dalam.Ia melihat nona mudanya sedang duduk di tepi ranjang, masih dalam balutan jubah pengantin merah berlengan lebar yang menjuntai hingga lantai. Cahaya dari beberapa lilin di dalam ruangan berpendar hangat, memb
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Bab 9. Penolakan Halus
Tidak lama menatap, suami barunya itu segera berbalik dan berjalan ke meja kayu bundar di dekat ranjang, lalu duduk dengan punggung tegak. Tangan Yin Anzhu yang masih terangkat jatuh kembali. Tatapannya mengamati pria yang duduk di meja. Keningnya berkerut dalam. Dia tahu, dia tidak bisa menyalahkannya atas perbuatannya terakhir kali. Bagaimanapun, para penjaga itu tidak akan berhenti mencari hingga dia tertangkap. Akan tetapi, “Mengapa tiba-tiba melamarku?” Tak tahan, Yin Anzhu menyuarakan pikirannya. Jika diingat, mereka baru dua kali bertemu. Dan semua pertemuan itu tidak bisa disebut berkesan baik. Lantas apa yang membuat pria itu tergerak dan mengambil sebuah keputusan besar dengan menikahinya? Tangan yang baru saja akan mengangkat teko arak terhenti di udara. Pria di meja menoleh dan menatap wanita yang duduk di ranjang. Mata besar Yin Anzhu menatapnya tanpa mengendur. Jelas ia sedang menunggu jawaban darinya saat itu juga. Bukannya langsung menjawab, pria itu menarik ke
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: Bab 8. Kamar Pengantin
"Nyonya Muda, mohon tetap mengenakan penutup kepala hingga Tuan Sulung datang." “Aku mengerti.”Mak comblang membantu merapikan posisi duduk Yin Anzhu di atas ranjang. Sambil membenarkan roknya yang terlipat, ia memberikan beberapa nasihat lagi, kemudian pamit dari sana.Pintu kamar pengantin kembali menutup.Setelah mak comblang dan seorang pelayan yang baru saja mengantarnya ke kamar pergi, ruangan itu kini benar-benar sunyi. Bahkan suara api lilin yang meliuk-liuk tertiup angin bisa didengar.Yin Anzhu menghembuskan napas panjang. Bahunya yang sejak tadi menegang terkulai.Untuk beberapa saat, ia hanya duduk tanpa melakukan apapun. Sejenak menikmati kesunyian setelah melalui sepanjang hari yang sibuk.“Hm? Dupa wangi apa yang mereka gunakan?” Ia mengangkat wajahnya dan mengendus-endus. Cadar merah yang menghalangi sedikit diangkat hingga ke bawah hidung. Wangi menenangkan bercampur bau tipis sumbu lilin yang terbakar langsung tercium.Dengan suasana kamar yang sunyi, serta wewangi
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: Bab 7. Tidak Ada Jalan Kembali
Tandu berhias merah sejak beberapa saat lalu telah berangkat dari Kediaman Yin. Rombongan itu bergerak menuju sebuah rumah di kompleks kediaman pejabat tinggi yang terletak di utara kota. Matahari hampir terbenam ketika iring-iringan penjemput pengantin tiba di depan gerbang utama kediaman. Perlahan, suara tabuhan genderang, gong serta suona yang begitu meriah di sepanjang jalan akhirnya mereda. Seorang wanita paruh baya berpakaian merah tua mencolok mendekati tandu. Wajahnya penuh dengan senyuman saat ia berbicara kepada orang di dalam tandu. “Nyonya Muda, kita telah sampai. Mohon menunggu sejenak.” Di dalam, sang pengantin wanita, Yin Anzhu hanya bergumam pelan sebagai tanggapan. Kemudian langkah kaki sang mak comblang segera menjauh dari tandu. Merasa pengap, tangannya terangkat dan mengibas pelan kain penutup kepalanya. Hiasan kepala yang agak berat membuat lehernya sedikit kaku. Meski begitu, ia hanya bisa menahan diri untuk tidak mencopot semua aksesoris yang tersemat di ata
Last Updated: 2026-07-16
Chapter: Bab 6. Perubahan Rencana
Ketika Yin Anzhu telah kembali ke halamannya di Kediaman Yin, dua orang pelayan senior masuk dari luar, masing-masing dengan nampan di tangan.Mereka berkata, “Nona Kedua, beberapa hari lagi Anda akan masuk ke Kediaman Deng. Kami akan membantu Anda merawat diri beberapa hari ini.”Yin Anzhu menatap mereka tanpa minat. Kemudian memalingkan wajahnya tidak senang. “Apa aku bisa menolak?”Barusan menemui ayahnya di depan, ia tidak lagi punya semangat melakukan apapun. Kali ini, orang tua itu berhasil melontarkan ancaman baru yang benar-benar tak sanggup ia abaikan.“Kau tahu, 17 belas tahun yang lalu kakekmu mengambilmu dari perkebunan tanpa sepengetahuanku. Jika aku melaporkan ini sebagai kejahatan memisahkan seorang anak dari keluarga kandungnya, kau bisa yakin kedua orang tua itu akan dimasukkan ke penjara!”Yin Anzhu membantah. “Kau yang menelantarkanku, bukan salah mereka karena mengambil dan membesarkanku!”Namun ayah liciknya hanya mendengus tajam dan membalas, “Kau punya bukti aku
Last Updated: 2026-06-21
Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

Jiwa seorang pembunuh bayaran bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang wanita muda yang baru menikah ke dalam keluarga bangsawan. Ingin menindasnya? Jangan harap! Menyakitinya seratus kali? Ia akan membalasmu seribu kali! Li Yuan, yang sejak awal muak dengan kehidupan terkurung bak dalam sangkar, akhirnya merasakan kebebasan setelah mencicipi sedikit intrik halus para wanita halaman dalam. Berkelana di dunia luar, ia akhirnya bertemu Tuan Muda Wu, seorang jenderal dari Perbatasan Selatan. Reputasinya sebagai tangan kanan kaisar sudah terkenal sampai ke pelosok negeri. Setelah melewati berbagai peristiwa bersama, mereka pun menjadi rekan seperjalanan. Namun, tanpa sepengetahuan Li Yuan, sang jenderal telah menumbuhkan perasaan yang tak biasa terhadapnya. Merasa tertolak bahkan sebelum mengakui perasaannya, bagaimana akhirnya nasib Jenderal Wu? Mampukah ia meluluhkan hati sang pembunuh bayaran? Catatan: Meskipun mengambil latar Tiongkok kuno, beberapa aturan yang saya buat sendiri telah saya tambahkan untuk menunjang alur cerita.
Read
Chapter: Bab 290. Akhir
Jadi di sore hari, ketika Bing’er dibawa bermain ke halaman neneknya, Li Yuan meminta izin untuk berjalan-jalan keluar.Beberapa hari lagi keluarga kecilnya akan kembali ke perbatasan demi mengikuti sang suami yang harus kembali bertugas. Dia hanya punya waktu ini untuk menjalankan rencananya.Li Yuan keluar dari kediaman Marquis dengan kereta. Karena tidak terbiasa dengan pelayan wanita, kecuali jika ia sedang bersama putranya, maka ia menolak ketika salah seorang pelayannya ingin ikut.Kereta kemudian membawanya ke sebuah restoran di distrik timur.Begitu masuk ke dalam, bukannya memesan sebuah ruang pribadi maupun duduk dan memesan hidangan, Li Yuan terus berjalan hingga ke halaman belakang restoran.Melihat tidak ada siapa-siapa di sana, ia mengeluarkan cadar gelap yang dibawa dan mengenakannya. Setelah itu ia dengan mudah melompati tembok.Beberapa waktu kemudian…“Hei, yang di sana, berhenti!”Empat orang pelayan laki-laki dari kediaman Shen berlari di jalanan, melewati kerumuna
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Bab 289
Ketika mengingat kejadian setahun yang lalu, Li Yuan kembali kesal karena merasa tertipu.Siapa yang menyangka, setelah ia mengatakan kondisi tubuhnya kepada Wu Zhaojun, tiga bulan kemudian ia mendapati dirinya telah mengandung.Dua orang itu terkejut setengah mati. Namun tidak lama setelah kejutan itu, Tuan Kedua Wu segera dipenuhi kebahagiaan, merasa keberuntungan sedang berpihak padanya.Jadi dengan keadaan itu, ia membujuk Li Yuan untuk menikah. Mengatakan padanya bahwa dia harus memikirkan status anak mereka di masa depan. Li Yuan yang memang tidak lagi keberatan, hanya mengangguk menyetujui usulannya. Setelah mengirim surat kepada ibunya di ibu kota, Tuan Kedua Wu mengajak Li Yuan kembali ke rumah keluarga kelahirannya di Nanling. Itu hanya membutuhkan satu hari berkendara dari desa.Tidak lama kemudian mereka telah bertukar surat pertunangan. Hanya menunggu kembali ke ibu kota agar upacara pernikahan secara resmi bisa diadakan.Jadi ketika masa cuti sang jenderal hampir berakh
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Bab 288
Ibu KotaTidak biasanya Marquis Wu, seorang pria baruh baya yang santai berjalan mondar-mandir di pelataran depan. Wajahnya terlihat amat serius, alisnya yang tebal sejak tadi terus berkerut.“Marquis, Tuan Muda Kedua telah tiba!” Seorang pelayan pria yang mengenakan ikat kepala abu-abu bergegas masuk dari luar gerbang. Setelah melaporkan hal itu, ia kemudian berdiri sedikit di belakang sang majikan.Di luar gerbang yang terbuka, moncong kuda ferghana kemerahan segera muncul. Sang penunggang sedikit menarik kekangnya, lalu turun dengan ringan dari pelana. Setelah menyerahkan Zhuifeng kepada seorang penjaga di depan, dengan langkah yang lebar ia masuk ke dalam gerbang.Melihat sang ayah berdiri di halaman depan, ia mempercepat langkahnya menghampirinya. Wajahnya dipenuhi kegembiraan.Ia menyapa dengan senyum lebar, “Ayah.”Namun begitu ia kembali mengangkat kepalanya, sebuah tongkat kayu telah melayang ke tubuh.Sang marquis tanpa ampun memukulinya, alih-alih menyambutnya riang. Oran
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Bab 287
Alih-alih menjawabnya, air mata itu mengalir makin deras. Wu Zhaojun panik. Ia bangkit lalu duduk di sampingnya. Merendahkan suaranya, ia mencoba membujuk, “Kau bisa ceritakan padaku setelah tenang.”Hatinya terasa tidak nyaman. Ketika ia akan menariknya ke dalam pelukannya, ia berhenti sejenak, menurunkan kepalanya, bertanya ragu-ragu, “A-Yuan, apakah kau kesal karena aku masih di sini?”Saat berkata begini, wanita itu kembali mencengkram kerahnya. Matanya yang sembab menatapnya lama sebelum menggeleng, kemudian bergumam, “Jangan pergi.”Wu Zhaojun melihat ke dalam sorot matanya yang penuh tekad. Menunggu beberapa saat, memastikan dia tidak mengubah ucapannya barusan. Kedua tangannya kembali terulur, menyeka basah di wajahnya.Meski hatinya tidak nyaman melihat semua air mata itu, ia tidak bisa menahan senyum lebar yang perlahan merekah di wajahnya. Tanpa ragu ia menariknya untuk memeluknya, mengangguk di atas kepalanya, “Mmh, aku tidak akan pergi.”Ia menepuk pelan punggungnya, “Ja
Last Updated: 2026-06-09
Chapter: Bab 286
Li Yuan melewati gerbang desa di mana orang berlalu-lalang. Dalam kesunyiannya, suara orang-orang bagaikan dengungan nyamuk di telinga. Hanya lewat tanpa kesan.Hingga ia mendengar dua gadis yang lewat membicarakan seseorang yang terasa tidak asing baginya.“...aku belum pernah melihat pria tampan itu ada di desa sebelumnya. Dia tinggal di rumah yang mana?”“Tidak tahu. Mungkin hanya tamu yang datang berkunjung.”“Ng? Mengapa tamu itu dibiarkan pergi ke sungai di udara yang begini dingin? Jika tidak berhati-hati, dia bisa terpeleset oleh lumut dan jatuh ke air.”Temannya menimpali, “Jatuh ke air? Paling buruk
Last Updated: 2026-06-09
Chapter: Bab 285
Tak lama kemudian, Tuan Kedua Wu membuktikan kata-katanya. Hidangan yang ia buat untuk sarapan mereka memang berkualitas restoran. Meski Li Yuan tidak tahu seberapa mirip itu dengan yang asli.Pria itu tersenyum bangga melihatnya begitu lahap. Ia menambahkan sup kerang lagi ke dalam mangkuknya yang segera kosong, “Makan yang banyak, aku bisa memasak bahan lain di siang hari.”Memikirkan sesuatu, Li Yuan berhenti makan, alisnya terangkat padanya, “Darimana kau dapatkan semua bahan langka ini?”Kuan’er yang baru saja selesai menyeruput dari mangkuk supnya segera menimpali, “Kakak laki-laki itu yang membawa semua bahan tadi pagi.”“Kakak laki-laki yang mana?” Li Yua
Last Updated: 2026-06-09
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status