Chapter: Empat Puluh Satu - Beri Aku Kesempatan Reva dan Angga sedang membicarakan masalahnya di dalam kamar. Angga membujuk Reva yang meminta cerai dari Angga , agar dia menghentikan niatnya untuk bercerai. Entah kenapa Angga tidak mau melepaskan Reva. Angga merasa nyaman saat berada di samping Reva. Seperti tidak ada beban dalam hidupnya saat dia sedang bertukar pikir dengan Reva."Please, jangan seperti ini. Maafkan aku, aku janji akan menjadi suami yang baik untukmu. Aku akan melupakan Zhalina. Re, kita bicara lagi baik-baik. Aku tidak mau cerai, Re." Angga memohon dan berlutut pada Reva."Maaf Angga , aku sudah lelah dengan semua ini. Tolong jangan membuat aku bertambah mencintaimu, jangan buat aku nyaman dekat denganmu, jangan buat aku jatuh cinta berkali-kali lagi padamu. Hentikan ini, percuma aku bertahan tapi kamu tidak cinta kepadaku, Angga ," ucap Reva dengan terisak."Re, aku akan belajar mencintaimu lagi. Aku akan lupakan semua kejadian dulu saat kamu bersama Yoga," ucap Angga .
Last Updated: 2026-06-15
Chapter: Empat Puluh - Jangan Cari Dia!Angga masih berhadapan dengan Bayu dan lainnya. Bayu berkali-kali membujuk Reva untuk bilang dengan orang tuanya tapi dia bersikukuh tidak mau bilang pada orang tuanya."Reva tidak akan bicara tentang masalah ini pada keluarga Reva, Ayah. Tolong hargai keputusan Reva ini," ucap Reva."Ceraikan Angga , Reva," titah Bayu."Ini pernikahan Reva dan Angga . Kami akan menyelesaikannya sendiri, Ayah. Sekarang Pakde Bima dan lainnya cari di mana Zhalina. Jangan sampai Zhalina benar-benar tidak kembali ke rumah. Pakde boleh memberi pelajaran pada Zhalina, tapi tidak seperti ini caranya," ucap Reva."Biarkan, Pakde juga akan menghapus nama dia dari daftar keluarga bila perlu," ucap Bima dengan geram."Jangan memojokkan Zhalina dan Angga saja, Mas Bima. Kita sebagai orang tua juga harus introspeksi diri," ujar Lusi."Selesaikan masalah kita di rumah, Angga . Ayo pulang, kamu laki-laki, berhak memutuskan, dan aku akan terima ap
Last Updated: 2026-06-15
Chapter: Tiga Puluh Sembilan - Bertemu Sahabat Lama"Tunggu! Jika Zhalina pergi, aku juga pergi!" tegas Angga dengan bangun dari duduknya."Seenaknya saja kamu pergi, hah! Selesaikan dulu urusanmu dengan Reva! Duduk!" Bayu dengan murka berbicara seperti itu.Angga tidak bisa berkutik dengan Bayu. Dia akhirnya duduk kembali. Zhalina masih berhenti karena tadi Angga menghentikan langkahnya. Bima menatap tajam Zhalina. Bima benar-benar murka pada putri kesayangannya itu."Tunggu aku menyeret kamu pergi dari sini, hah!" Murka Bima pada Zhalina, yang kala itu sedang mendengar Angga berbicara.Dengan langkah gontai Zhalina keluar dari apartemen. Hanya pakaian yang ada di badannya saja yang ia bawa. Dia tak tahu akan pergi ke mana. “Aku sudah kotor. Aku sudah tidak utuh lagi. Maafkan aku Tuhan. Maafkan Zhalina, Ma. Zhalina harus pergi, Zhalina akan turuti permintaan Papa. Dan, janji Zhalina gak akan balik lagi, karena itu papa yang minta. Maafkan kakak, Ver, Zev. Kakak pergi.” Ucap
Last Updated: 2026-06-14
Chapter: Tiga Puluh Delapan - Pergi Dari Sini!Angga dan Zhalina duduk di depan semua keluarga besarnya. Zhalina menangis di depan kedua orang tuanya."Papa, maafkan Zhalina. Mama, Eyang Om, Tante, maafkan Zhalina," ucap Zhalina dengan terisak di depan Bima dan lainnya."Plak!" Bima menampar Zhalina lagi berkali-kali di depan semua orang."Wanita macam apa kamu, Zhalina! Seharusnya kamu minta maaf dengan Reva!" Bima menampar lagi Zhalina dengan berbicara kasar."Jangan sakiti Zhalina, Pakde! Dia sudah terlalu sakit dengan semua ini, Pakde!" Angga tidak kalah kasarnya dengan Bima."Plak!" Lusi menampar Angga dengan geram dan berkali-kali."Yang sakit di sini bukan hanya Zhalina!” Ucapnya penuh dengan penekanan dan tatapan sengit pada Angga. “Lihat istrimu, lihat Reva, dia juga sakit Angga!” teriak Lusi dengan menangis di depan anak laki-laki kebanggaannya.“Laki-laki macam apa kamu Angga! Ayah tidak pernah mengajari kamu seperti!"
Last Updated: 2026-06-14
Chapter: Tiga Puluh Tujuh - Sama Sekali Belum MenyentuhnyaSudah 15 bulan Angga dan Reva menikah, mereka hidup satu atap dan sudah tidur satu kamar. Namun, Angga masih tidak mau menyentuh Reva, karena dia tidak mau menyakiti Reva. Alasan Angga selalu seperti itu. Sebelum bisa mencintai Reva dan melupakan Zhalina, dia tidak akan menyentuh Reva.Reva masuk ke dalam setelah berhasil membuka pintu unit apartemen Angga. Sepi di dalam, dan Reva yakin mereka ada di kamar. “Kalian jangan berisik, kita ke kamar Angga. Tapi, jangan langsung garebek mereka. Kita harus tahu mereka melakukan apa dulu.” Pinta Reva.“Kamu yakin, Re?” Tanya Zevan.“Iya, Zev. Ini juga untuk bukti nanti kalau aku mau cerai.”Reva menekan tombol angka di pintu kamar Angga. Dan terbuka.Terdengar suara rintihan perempuan di kamar mandi, seperti sedang melakukan hal intim dengan laki-laki.“Ya Allah Zhalina?” ucap Nisa lirih.“Kita masuk saja, Re!”“Tunggu, Zev! Aku mau dengar mereka bagaimana!”“Kamu kuat dengar mereka segila
Last Updated: 2026-06-13
Chapter: Tiga Puluh Enam - Aku Mau Cerai SajaZevan yakin Reva tahu soal Angga dan Zhalina. Zevan akhirnya menghubungi Reva. Dia tanya soal Zhalina dan Angga pada Reva.“Jawab, Re!” desak Zevan dalam telefonnya.“Iya aku tahu semuanya. Biar mereka masuk dulu. Nanti kamu ke unit aku. Unit aku bersebelahan dengan unit Angga.”Setelah tahu dari Reva Zevan langsung menghubungi papanya dan Bayu. Dan, ternyata Bayu dan Bima sudah menghubungi istri mereka, juga Eyang Wiratama dan Vero.Bayu dan Bima masih menunggu istri mereka datang bersama dengan papanya, juga Vero. Sedangkan Zevan, dia sudah berada di depan unit Reva.“Masuk, Zev!” Perintah Reva.“Nanti ada papa dan Om Bayu. Mereka masih di gedung parkir, menunggu mama dan Tante Lusi, juga eyang dan Vero.”“Kenapa semua ke sini, Zev?”“Biar saja, biar mereka semua tahu. Sekalian papa dan mamamu, Re! Suruh ke sini, biar mereka tahu!”“Enggak, mama dan papa gak boleh tahu soal ini, Zev!”“Kenapa?”“Sudah cukup keluarga kamu saja.
Last Updated: 2026-06-13
Chapter: Bab 56 - Harta Yang Paling BerhargaHari ini adalah hari ulang tahun Aldi. Seperti yang sudah Marta dan Riska rencanakan jauh-jauh hari, sekarang mereka sedang sibuk menyiapkan surprise untuk suami mereka. Riska membuatkan nasi tumpeng beserta lauk pauknya, dan Marta membuat kue tart juga membuat kue lainnya. Sedangkan Aldi, dia malah ditinggal di rumah sendiri, dengan ketiga anaknya. Dari pagi Marta dan Riska sudah pergi meninggalkan rumah, dan pamit pada Aldi, kalau mereka ingin quality time berdua saja.Padahal hari ini Aldi libur. Aldi kesal, di hari spesialnya kedua istrinya malah kabur semua, memilih jalan-jalan berdua tanpa dirinya dan anak-anak. Semalam juga kedua istrinya malah diam-diam saja, biasanya tepat jam dua belas malam mereka memberikan kejutan untuk Aldi, tapi semalam sama sekali tidak ada kejutan. Semalam Aldi tidur di rumah Riska, Riska malah tidur dengan lelap sekali, setelah melakukan pergumulan panas.Sudah hampir sore, kedua istri Aldi belum ada tanda-tanda pulang. Aldi seharian jadi baby sitter
Last Updated: 2025-01-18
Chapter: Bab 55 - Hamil Lagi?Tidak terasa rumah tangga Aldi, Marta, dan Riska kini sudah menginjak tiga tahun lamanya. Rumah tangga mereka adem ayem, tidak pernah ada masalah, Aldi pun sebisa mungkin bisa membagi waktu pada kedua istrinya, dan tentu saja dia harus adil seadil-adilnya, pada ketiga anaknya pun begitu. Mereka hidup rukun, dan bahagia.Aldi terpaksa harus memisahkan rumah kedua istrinya itu, karena tidak ingin istrinya saling cemburu, apalagi dia yang suka sembarangan bercinta di mana pun tempatnya, yang kadang membuat salah satu istrinya melihat adegan panas, dan akhirnya menimbulkan iri, juga menimbulkan rasa tidak percaya diri pada kedua istrinya. Karena mereka menganggap, Aldi lebih panas saat bermain dengan salah satu istrinya, Marta atau Riska.Aldi membuatkan rumah kedua istrinya yang saling berdekatan, bahkan bersebelahan. Dua rumah megah dan mewah dengan model rumah yang sama, tatanan ruangan yang sama, namun desain interiornya biar saja sesuai keinginan istrinya masing-masing. Setiap hari Al
Last Updated: 2025-01-18
Chapter: Bab 54 - Hati-Hati Menjaga HatiMarta mengira Aldi memberi Riska sesuatu tanpa sepengetahuannya. Ternyata Aldi telah menyelamatkan bisnis keluarga Riska yang sempat bangkrut beberapa tahun. Sempat ada rasa cemburu dan iri saat tadi, namun setelah tahu apa yang Aldi bicarakan dengan Riska, akhirnya Marta sadar, kalau ia salah sudah berpikiran buruk tentang mereka.**Malam menyapa, masih dalam keadaan tenang dan penuh bahagia keluarga kecil Aldi. Tiga bayi mungil itu sudah terlelap tidur. Beruntung malam ini tiga bayi yang baru menginjak lima bulan usianya itu tidak pernah rewel. Sudah lima bulan mereka tinggal bersama dengan damai, tenang, dan penuh kebahagiaan.Selesai menidurkan si kembar, Riska keluar dari kamarnya. Terlihat Marta sedang berbincang dengan Aldi di ruang tengah sambil sedikit bercanda, bercerita tentang dulu saat pertama mereka bertemu. Mereka merajut kembali kenangan yang pernah mereka lupakan.Riska yang tadinya ingin bergabung bersama mereka akhirnya mengurungkan niatnya. Ia kembali ke kamar
Last Updated: 2024-04-06
Chapter: Bab 53 - PenasaranSetelah beberapa hari di rumah sakit, Marta dan Riska diperbolehkan untuk pulang. Riska dan Marta berunding sendiri, selagi Aldi keluar mengurus administrasi mereka.“Ris, aku ini ada Mami sama Papi, jadi Mas Aldi yang ikut pulang sama kamu,” ucap Marta.“Mbak, aku ini melahirkan normal, lagian di rumah ada Bibi kok, aku bisa dibantu Bibi dan aku juga ada Rifka, dia bisa bantuin aku, kan dia biasa ngurus anaknya tetangga kalau pulang sekolah?” ucap Riska.“Kau sangat tega pada adikmu! Biar dia sekolah, jangan suruh-suruh jadi baby sitter, Riska! Aku sudah keluarkan uang untuk sekolah dia, masa kau tega adikmu masih kerja untuk ngasuh anak orang?” celetuk Marta.“Dianya yang mau, katanya sudah sayang banget sama anaknya sebelah rumah,” jawab Riska.“Pokoknya, Mas Aldi ikut kamu saja, aku ada Bibi, ada Mami sama Papi, lagian aku kan Cuma satu bayi, kamu ngurus bayi kembar lho, Ris?”Perdebatan mereka yang membicarakan Aldi harus ikut pulang dengan siapa akhirnya didengar olah Aldi sendi
Last Updated: 2024-04-04
Chapter: Bab 52 - Kiandra, Kama, KalilaDokter Zika langsung memeriksa keadaan Riska yang mendadak pingsan. Hanya pingsan dan tidak ada yang dikhawatirkan dengan Riska. Riska hanya kelelahan setelah melahirkan buah hati kembar sepasangnya.“Bagaimana, Dok?” tanya Aldi dengan penuh kekhawatiran.“Bu Riska hanya pingsan biasa, Pak. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Nanti kalau sudah siuman, akan segera dipindahkan ke ruang perawtan,” jelas Dokter Zika.“Syukur Alhamdulillah,” ucap Aldi dengan lega.Aldi menggendong dua bayi kembarnya. Di tangan kananya ia menggendong bayi laki-laki yang keluar pertama, dan di tangan kirinya ia menggendong bayi perempuan. Sepasang bayi yang tampan dan cantik itu membuat Aldi bersyukur dan meneteskan air mata saat Mengadzaninya.Aldi meminta pihak rumah sakit ruangan Riska dan Marta disatukan. Ia ingin menjaga kedua istrinya itu, apalagi ia sudah berjanji akan berlaku adil pada mereka.Riska sudah dipindahkan di ruang perawatan, ia bersama dengan Marta. Aldi begitu bahagia mendapatkan tiga an
Last Updated: 2024-03-26
Chapter: Bab 51 - Tidak Ada Perjanjian LagiMarta dan Riska saling bertatapan mendengar keputusan Aldi yang tiba-tiba berubah. Riska tidak mepermasalahkan jika dirinya yang diceraikan Aldi, karena dalam perjanjijannya memang dia yang harus pergi setelah empat puluh hari melahirkan anaknya Aldi. Meskipun nantinya Riska akan merindukan anak-anakanya yang ia tinggalkan bersama Marta dan Aldi, bahkan ia akan merindukan manjanya Aldi saat bersama dengannya, karena Riska sudah jatuh cinta dengan Aldi sejak lama.Namun, ia tidak berani menyatakan cintanya pada Aldi. Ia menyembunyikan perasaannya di hati yang paling dalam. Ia tidak mau merusak perjanjiannya dengan Marta. Apalagi Marta sudah mewujudkan impian Rifka untuk sekolah di SMA favoritnya, begitu juga dengan Rafka yang ingin masuk di SMP favoritnya. Kedua adiknya bisa sekolah karena Marta yang membiayainya, dengan ia menjadi adik madunya Marta.“Tidak ada perempuan yang ingin hidup dalam satu atap ada tiga cinta, Mas. Kalaupun mau, itu ada sebuah kesepakatan. Aku memang sudah me
Last Updated: 2024-03-21