author-banner
catatanintrovert
catatanintrovert
Author

روايات بقلم catatanintrovert

Tuan Rama, Aku Menolak Balikan!

Tuan Rama, Aku Menolak Balikan!

Erin Kayonna kembali ke kota asalnya setelah kesehatan kedua orang tuanya mulai menurun. Dengan tabungan dari pekerjaannya sebagai Sports Physiotherapist di ibu kota, Erin membuka klinik fisioterapi olahraga kecil bersama seorang temannya. Namun, kepulangan itu membawanya kembali ke masa lalu yang selama sepuluh tahun dia coba lupakan. Ketika Erin datang ke sekolah lamanya untuk menawarkan kerja sama layanan fisioterapi bagi para atlet muda di sana, dia justru bertemu kembali dengan Rama Mahanta. Pria yang dulu dia tinggalkan. Pria yang masih percaya bahwa Erin telah mengkhianatinya. Saat Erin berusaha menghindar, takdir terus mendekatkannya pada Rama. Apa yang terjadi jika takdir memberikan mereka kesempatan kedua? Akankah Erin tetap menolak saat Rama tidak pernah berniat melepaskannya?
قراءة
Chapter: Bab 17 Hari Tersial
Erin mengedipkan mata beberapa kali untuk menyesuaikan diri dengan pencahayaan di sekitarnya. Dan pemandangan pertama yang tertangkap oleh Erin adalah sosok Rama yang tengah berdiri sambil bersandar pada dinding di hadapannya. Satu tangan pria itu memegang ponsel di telinga, sementara tangan lainnya mengepal di sisi tubuhnya. Saat penglihatan Erin mulai kembali jelas, dia bisa melihat tangan Rama tampak memerah dengan luka kecil di bagian buku-buku jarinya. Erin berusaha mengingat keras apa yang terjadi. Alhasil, kepalanya sedikit berdenyut sakit. Namun, dia mengingat bahwa terakhir kali dirinya berada di luar bar, Rama sempat hendak berbicara padanya–setengah mengajaknya mendebat, lalu kesadarannya mulai menghilang, dan Rama pun menggendongnya. “Klinik …,” celetuk Erin pelan. Benar, bukankah sebelum kesadarannya benar-benar hilang, dia sempat m
آخر تحديث: 2026-06-15
Chapter: Bab 16 Peduli?
Beberapa detik kemudian, perlahan napas Erin kembali beraturan, dan wanita itu kembali tenang. Usai memastikan kondisi Erin aman, Rama beranjak pergi melangkahkan kaki keluar dari kamar tersebut. Begitu langkahnya tiba di ruangan depan, Manajer Lee yang sudah menunggu di sofa seketika menegakkan tubuh. Setelah Rama duduk di hadapan, pria itu langsung menodongkan pertanyaan tanpa basa-basi terlebih dahulu. “Apa keputusan membawa Erin ke rumahmu tidak akan menimbulkan masalah?” Mata Manajer Lee memicing, tampak menahan banyak pertanyaan lain. “Bukankah seharusnya dia dibawa ke rumah sakit saja?” “Kalau terjadi apa-apa, kamu bisa terkena masalah, Rama.” Semua bentuk pertanyaan Manajer Lee pada akhirnya mengarah pada satu hal yang sama: pria itu takut sesuatu yang buruk bisa menimpa dan berisiko terhadap pada karier Rama baik sebagai atlet basket profesional maupun sebagai publik figur. Untuk sesaat, suasana di antara keduanya menjadi hening. “Kalau dalam satu jam Erin be
آخر تحديث: 2026-06-14
Chapter: Bab 15 Di Kamar Rama
Tepat ketika Rama keluar dari bangunan bar tersebut, sebuah mobil yang tampak familier masuk dan terparkir di depan bar. Begitu pintu pengemudi terbuka, sosok itu langsung turun dan berseru, “Rama!” Manajer Lee menghampiri Rama dan tampak terkejut dengan kondisi Erin di gendongan sang atlet tersebut. “Buka pintu mobil.” Rama langsung memberikannya perintah. Dengan sigap Manajer Lee menuruti perintah Rama untuk membukakan pintu belakang mobil. Rama berjalan membawa Erin ke mobilnya. Namun, sebelum memasukkan wanita itu ke dalam, Erin sempat mencengkram bagian depan kemejanya dengan lemah. “Klinik …,” lirih Erin. Dengan mata terpejam, dia menyambung ucapannya terakhirnya di malam itu. “Tolong bawa aku ke sana.” Kepala Rama sempat menunduk untuk melihat Erin yang kini sudah kehilangan kesadarannya secara total. Baru setelah itu, Rama memasukkan Erin ke dalam mobil dan memastikan ke
آخر تحديث: 2026-06-13
Chapter: Bab 14 Jangan sampai Lolos!
Detik berikutnya tangan Rama ditepis dengan gerakan lemah, diikuti usaha Erin menyeret tubuhnya menjauh. Gadis itu bersandar pada pintu bilik sembari memeluk tubuhnya sendiri. Rama dibuat mematung dengan reaksi Erin. Wanita itu tampak seperti tidak mengenali dirinya. Beruntung, seorang pelayan wanita yang mendengar keributan dari luar langsung masuk ke dalam toilet. Seketika dia menutup mulutnya menggunakan kedua tangan melihat apa yang terjadi. “Bawa dia keluar,” ucap Rama. Pelayan wanita itu membelalakan mata begitu melihat siapa yang bicara padanya. Buru-buru dia menyadarkan diri dan menganggukkan kepala. “B–baik.” Pada akhirnya, pelayan wanita itu berjongkok dan menyentuh bahu Erin untuk membantunya berdiri. Dan kali ini, sama sekali tidak ada tepisan atau penolakan kasar. Erin pun dipapah keluar dari toilet oleh pelayan tersebut. Setelah memastikan bahwa wanita itu sudah pe
آخر تحديث: 2026-06-12
Chapter: Bab 13 Jangan Sentuh Aku!
“Akh!” Satu ringisan lolos dari bibir Erin bersamaan darah segar keluar dari sudut bibir kanannya. Di tengah kepanikan dan rasa takutnya, Erin sempat menghubungi nomor Rama sebelum pria itu merebut paksa ponselnya. “Sudah aku bilang jangan macam-macam!” Pria mabuk itu kembali membentak kasar Erin sesaat setelah melemparkannya ke sembarang arah. Beberapa menit lalu, begitu Erin selesai membasuh wajahnya dengan air dingin, dia langsung bergegas keluar dari toilet wanita. Namun, di lorong kecil itu dia sempat berpapasan dengan seorang pria bertubuh bongsor yang tampaknya sudah mabuk parah. Dari sorot matanya yang menatap Erin membuatnya merasa tidak nyaman. Alhasil cepat-cepat dia mempercepat laju langkahnya. Akan tetapi, pada langkah ketiga, tiba-tiba saja dari belakang, tubuh Erin melayang ke udara. “Hei!” Erin memekik kaget bercampur panik saat seseo
آخر تحديث: 2026-06-11
Chapter: Bab 12 Tidak Puas
Detik berikutnya, Rama sudah berlutut di hadapan Erin. “Apa yang terjadi?” Pria itu bertanya. Diletakkannya ponsel secara sembarang, meski fungsi senternya masih menyala. Erin tidak menjawab. Wanita itu masih sibuk mengatur napasnya yang berantakan, membuat Rama mengernyit tidak paham. “Tidak apa-apa,” ucap Erin kemudian, meskipun wajahnya masih pucat. Dia memaksakan diri untuk berdiri, menumpukan tubuhnya pada dinding belakang sebagai penopang. “Ayo kita lanjutkan ke sesi terapi, Rama.” Tanpa menunggu balasan, Erin berjalan masuk ke salah satu ruangan yang tidak jauh dari mereka. Rama masih tidak bergerak. Sepasang mata tajamnya mengamati langkah Erin yang sempat limbung. Namun, dia tidak berkomentar apa-apa dan menyusul Erin masuk ke dalam ruang VIP itu. Bagi Erin, sesi terapi kali ini berbeda dari yang biasanya. Bukan karena kliennya adalah Rama, pemain basket terkenal sekaligus mantan pacar yang menyimpan dendam terhadap Erin, melainkan karena kejadian tadi. Hampi
آخر تحديث: 2026-06-10
Pesona Presdir Posesif

Pesona Presdir Posesif

Patah hati karena Sang pujaan hati berujung bertunangan dengan teman dekatnya sendiri, Claudia memutuskan untuk melampiaskan kesedihannya dengan tidur bersama seorang gigolo yang dia pesan di bar. Sadar sudah melakukan kesalahan, Claudia berujung lari dan meninggalkan hotel tanpa sepengetahuan pria itu. Claudia hanya meninggalkan uang di atas nakas untuk membayar jasa pria tersebut. Namun, tidak Claudia sangka, pada hari pertama ketika dirinya mulai bekerja sebagai seorang dosen, Claudia malah bertemu gigolo itu lagi!? Yang lebih parah, pria itu adalah ayah dari salah satu mahasiswanya!? Lebih gilanya, ternyata pria itu seorang Presdir! Claudia harus membayar kerugian malam itu dengan cara bersedia melakukan sandiwara dengan Ryuga. Sandiwara apakah itu? Sanggupkah Claudia terus bersandiwara sementara dia sudah jatuh ke dalam pesona Ryuga?
قراءة
Chapter: FINAL
“Kamu di mana, Runa?” suara Anjani terdengar tajam dari seberang telepon. “Bukankah aku sudah bilang? Aku cuma ke luar sebentar, Jani,” jawabnya santai. Tangannya memutar sedotan plastik yang baru saja dia lepaskan dari kemasan susu kotak strawberry di tangannya. “Sebentar kamu bilang?!” Aruna segera menjauhkan ponsel dari telinganya. Nada suara tinggi Anjani membuatnya kaget. Tak sengaja pandangannya tertuju pada jam di layar ponsel yang kini sudah menunjukkan pukul delapan malam lebih. Sementara dirinya sudah ke luar sejak awal kedatangannya ke kota ini. Jelas kepergiannya bukan waktu yang bisa disebut sebentar. “Kalau sampai Daddy-mu tahu kamu tidak bersamaku,” jeda Anjani dengan nada semakin panik. Dia mengembuskan napas berat dan melanjutkan, “aku bisa habis nanti.” Aruna menghela napas pendek. Dia menatap langit-langit kamar, seolah tengah memikirkan sesuatu yang jauh lebih rumit daripada kekhawatiran Anjani saat ini. “Tenang saja,” gumamnya pelan. “Aku sudah menghubungi D
آخر تحديث: 2026-03-30
Chapter: Terungkap
Jika bukan karena menginginkan penjelasan lebih lanjut, Aruna tidak akan bersedia diajak menuju kamar hotel tempat Argus menginap. Perasaan canggung yang semula menyelimuti tergantikan oleh rasa penasaran. Siapa gadis yang mirip dengannya itu? Berbagai macam dugaan memenuhi benak Aruna. ‘Apa jangan-jangan Om Papa punya anak dari wanita lain selain Natasha?’ batinnya seraya menatap Argus yang tengah membuka tas dan mengeluarkan satu berkas. Aruna meringis. Jujur saja, sejak dulu dia tidak pernah memiliki prasangka baik terhadap ayah biologisnya itu. “Om Papa …?” panggilnya pelan, sedikit ragu. Mendengar itu, Argus langsung mengalihkan pandangan pada putrinya. Sorot matanya tampak jauh lebih lembut. Mungkin itulah yang membuat Aruna mempertimbangkan untuk menyuarakan apa yang ada di dalam pikiran. “Aku tidak pernah mendengar kabar soal Natasha lagi. Bagaimana dia sekarang?” Nama itu disebut lagi. Natasha. Wanita yang telah membawa Aruna ke dunia, juga sekaligus yang tega menelantar
آخر تحديث: 2026-03-28
Chapter: Satu Rahasia Lagi
Satu ucapan Pras berhasil menggores luka baru di sudut hati Aruna. Dia tertegun. Di antara banyaknya hal yang bisa diucapkan, haruskah Pras memerintahkan dirinya untuk melepas pelukan? Alih-alih menuruti, lengan Aruna malah semakin melingkari erat pinggang pria itu, seolah lupa dengan situasi mereka saat ini. Aruna menempelkan kepalanya di dada Pras dan menantangnya, “Kalau aku tidak mau?” Beruntung Anjani cepat-cepat menyeret koper keduanya masuk ke dalam lift sehingga kini dia harus terjebak menyaksikan drama hubungan sepasang kekasih yang di ambang kehilangan harapan itu. Dia memilih tak bersuara. Namun, saat menengok ke belakang dan bertemu tatap dengan Pras, Anjani mengangkat jari tengahnya dan mengumpat padanya. Bibirnya bergerak mengatakan sesuatu. Tanpa suara. “Bas-tard!” umpatnya. Melihat Pras yang terlihat baik-baik saja tentu memancing kemarahan Anjani. Bisa-bisanya selama ini dia tak menghubungi Aruna, tapi bisa menghubungi Aland dan memberitahu kepergiannya ke
آخر تحديث: 2026-03-18
Chapter: Bab Bertemu Pras
Satu minggu kemudian ….Agenda untuk pergi ke luar kota yang sudah lama ditunggu-tunggu Aruna, kini akhirnya terlaksana. Mobil yang ditumpanginya dari bandara baru saja tiba di depan hotel Aguwa Palace.Dengan semangat yang menyala, Aruna memilih menurunkan kopernya sendiri dari bagasi.Menyaksikan itu, Anjani menggelengkan kepala. Dia menyeletuk iseng dengan senyum samar menggoda, “Bisa sekalian bawa koperku juga nggak, Run?”Dan tanpa diduga, Aruna langsung mengiakan. “Boleh, sini,” angguknya.Seketika Anjani terperangah. Belum sempat dia mengatakan bahwa dirinya hanya bercanda, Aruna lebih dulu menyambar koper miliknya dan menyeretnya masuk ke dalam hotel yang cukup mewah itu.Aruna sempat memutar kepalanya ke belakang. “Kak Pras beneran menginap di hotel ini ‘kan?”Meski perasaannya diliputi rasa gembira, di sisi lain Aruna merasa cemas. Bagaimana jika ternyata dia tak bertemu Pras di hotel ini?Cepat-cepat Anjani menganggukkan kepalanya. “Iya, aku jamin Kak Pras menginap di hotel
آخر تحديث: 2026-03-14
Chapter: Ending Diana Garvi
Pulang dari apartemen Anjani, senyum di bibir Aruna mengembang lebih lebar sampai-sampai Garvi yang menjemputnya sore itu merasa sedikit keheranan. Demikian, dibalik setir kemudinya, pria itu bertanya, “Apa ada kabar baik hari ini?”Di kursi penumpang, Aruna menoleh dengan penuh semangat. Kepalanya mengangguk kuat-kuat. “Yap, sebenarnya memang ada kabar baik. Tapi, karena ini masih rahasia, jadi Kak Garvi nggak boleh tahu dulu.”Seandainya saja kabar pernikahan Dirga diumumkan, bukankah itu akan menjadi kabar baik bagi orang-orang terdekatnya? Namun, karena sudah berjanji untuk tidak memberitahu siapapun, Aruna terpaksa mengunci mulutnya rapat-rapat.Pun, rencananya dengan Anjani yang akan pergi ke luar kota untuk mengurus urusan bisnis juga enggan Aruna beritahukan pada kakak laki-lakinya itu. Apalagi dia memiliki niatan lain untuk menemui Pras. Kalau sampai informasi itu bocor, besar kemungkinan pertemuan mereka akan gagal.Demi menghindari itu, Aruna memilih merahasiakannya dan mem
آخر تحديث: 2026-03-06
Chapter: Tawaran Anjani
Aruna memiliki pilihan untuk menolak. Sayangnya, dia berakhir mengiakan permintaan Dirga. Tentu untuk mengulik tujuan tersembunyi pria tersebut. “Ada hubungan apa kamu dengan keluarga ini?” tanyanya sambil menoleh ke arah Dirga yang duduk di kursi kemudi mobil. Ya, keduanya sudah berpindah tempat dari cafe tadi dan meluncur pergi menuju mansion keluarga Blair. Mobil Dirga terparkir berhenti tak jauh dari mansion mewah di sekitar mereka. Belum sempat memberikan respons, ponsel Dirga berdering. Pria itu langsung mengangkatnya. Dan dalam hitungan detik, Dirga larut dalam pembicaraan panggilan tersebut. Sejujurnya Aruna merasa penasaran dan berniat menguping. Namun, itu bukan hal baik untuk dilakukan. Jadi, selagi menunggu Dirga selesai, Aruna mengotak-atik ponselnya. Pun, jari tangannya sibuk menekan layar ponsel. Aruna sibuk memikirkan hal lain, satu di antaranya adalah tentang keluarga Blair. Dia membatin, ‘Sudah lama aku nggak pernah melihat Natasha.’ Dimana wanita itu sekarang?
آخر تحديث: 2026-02-11
Pesona Presdir Dingin

Pesona Presdir Dingin

Alisa hanya diminta menyamar sebagai sepupunya untuk membatalkan perjodohan, tapi jebakan licik membuatnya justru tidur dengan pria itu! Semua orang pikir pria dingin dari keluarga berpengaruh itu akan membatalkan pertunangan, tapi tak disangka dia datang dan menuntut pertanggungjawaban! "Kau sudah tidur denganku. Jadi, kau harus menikahiku."
قراءة
Chapter: Bab 150 Jurus Terakhir & Pemberitahuan Hiatus
Dirga pernah mendengar satu hal bahwa dua orang yang berjodoh memiliki kemiripan, entah dari fisik maupun hal-hal lain. Ucapan Alisa yang satu itu terus menempel di benaknya. Sesuatu yang nyaris tidak pernah Dirga pikirkan sebelumnya. Jadi, kemiripan apa yang dimiliki keduanya? Sementara Dirga sendiri merasa dia dan Alisa memiliki banyak perbedaan. "Hei." Panggilan lembut itu menyadarkan keterdiaman Dirga. Pria itu saat ini berdiri di ambang pintu kamar dan mata hitam legamnya menatap lurus pada Alisa yang tampaknya sudah siap dengan menenteng tasnya. Usai membicarakan gantungan ponsel Alisa yang hilang, keduanya sempat sarapan bersama Larissa, Anton, dan juga Clarissa. Meski yah, suasananya masih terasa sedikit canggung karena Clarissa terlihat belum bisa berinteraksi bebas dengan Alisa. Akan tetapi, suasana meja makan tadi terasa hangat. Dirga bisa melihat sendiri bagaimana Alisa berusaha mendekati putri kecil Sam itu secara perlahan. "Kamu tidak sakit lagi ‘kan?" tan
آخر تحديث: 2026-06-01
Chapter: Bab 149 Makna Tersembunyi
Jujur saja, Alisa merasakan kejanggalan.Fokus utamanya tidak lagi memikirkan pada kemungkinan dia telah dibodohi sepupunya sejak awal, melainkan lebih kepada kebodohannya sendiri.Bisa-bisanya dia tidak memeriksa, bahkan sekadar mengkonfirmasi data pribadi pria yang kini telah menjadi suaminya?Padahal selama ini, riset sudah menjadi bagian dari pekerjaannya sebagai penulis cerita cinta fiksi. Namun, ironis kemampuan itu mendadak tidak terpakai ketika Alisa hendak menikahi Dirga.Jika ada yang harus disalahkan, Alisa akan menyalahkan dirinya sendiri karena begitu mempercayai Sabrina di awal. Dan sepertinya ... akal sehat Alisa ketika itu juga tidak bekerja.Satu tangan terangkat dan langsung menepuk keningnya cukup keras. 'Dasar bodoh!' makinya dalam hati.Bagaimana jika Dirga bukan manajer kantoran biasa, melainkan ternyata seorang mafia kejam?! Berbuat salah atau bahkan tidak menjadi istri penurut, Alisa yakin dia bisa mati ditembak.Seakan tombol imajinasinya dinyalakan, hal itu b
آخر تحديث: 2026-04-26
Chapter: Bab 148 Kesayangan Uncle Dirga
Selagi Alisa masih berada di kamar mandi, Dirga yang sudah selesai bersiap-siap memutuskan cepat turun untuk menemui sang keponakan yang sudah dipastikan marah padanya. Pernah tinggal cukup lama di negara luar beberapa tahun lalu membuatnya lebih sering mengunjungi kediaman Sam dibandingkan Dirga pulang ke tanah air. Jadi, Clarissa memang cukup menempel padanya jika bertemu. Dan sikapnya yang kekanakan seperti tadi, Dirga bisa sedikit memakluminya. Tapi, tetap saja tidak bisa dibiarkan. Usai menuruni anak tangga terakhir, Dirga berniat berbelok menuju dapur. Namun, dia urung begitu melihat keberadaan ibunya tengah bersandar di pintu dengan tubuh Clarissa yang menghadap ke pintu seolah meminta keluar sambil menggendong tas besarnya di punggung. Larissa sepertinya tengah membujuk cucunya itu. "Kamu sudah berjanji akan bersikap baik jika Halmonie membawamu ke Uncle Dirga." "Jadi, ayo cepat lepaskan tasmu dan sarapan pagi." Namun, dengan sikapnya yang keras kepala Clarissa menolak,"
آخر تحديث: 2026-04-23
Chapter: Bab 147 Drama Pagi Part 2
“Clarissa, tidak boleh bicara seperti itu,” tegur Dirga dengan nada yang tegas tapi lembut. Dirga kemudian menolehkan wajah, menatap Alisa lurus-lurus. “Tentu Uncle menyayangi kalian.” Alisa akui, dia senang mendengarnya. Tapi, siapa yang tahu isi hati Dirga yang sebenarnya? Bagaimana kalau jawaban Dirga hanya untuk tidak menyakiti siapapun? Detik itu, Alisa membenci dirinya sendiri. ‘Kenapa aku ikut bersikap kekanakan, sih?’ “Aunty Alisa tidak jahat,” bantah Dirga. Bahkan sebelum Alisa menyadarinya, Dirga melangkah mendekat dan menarik tangannya. Alisa tersentak saat merasakan Dirga menautkan jadi tangan mereka. “Perhatikan, dia wanita yang baik dan juga …,” jedanya sambil melirik Alisa. Refleks, Alisa sendiri ikut melirik ke arah Dirga, menunggu kelanjutan ucapan pria itu. “Cantik sepertimu, bukan?” Demi mendengar itu, Alisa menahan napasnya. Apa Dirga bilang?! “Tidak, jelek! Rambutnya berantakan!” komentar Clarissa yang menyatakan pendapatnya dengan lantang. Matanya yang kec
آخر تحديث: 2026-04-21
Chapter: Bab 146 Drama Pagi Part 1
Tiba-tiba terdengar suara nyaring anak kecil dari luar kamar. Seketika hal itu menyela ucapan Dirga yang langsung terdiam sambil memikirkan suara anak kecil yang terdengar familier baginya. “Uncle Dirga?” Lagi-lagi seruan panggilan ‘Uncle Dirga’ terdengar lebih jelas hingga membuat Alisa kebingungan. “Dirga–mphh!” Mata besarnya terbelalak mendapati pria itu yang tiba-tiba membungkam bibirnya dengan satu ciuman tanpa aba-aba. Sontak Alisa mengangkat kedua tangannya, hendak mendorong dada Dirga menjauh. Akan tetapi, seolah bisa membaca niatnya, Dirga meraih kedua tangan Alisa dan menempatkannya di atas kepala. Sepersekian detik berikutnya, tubuhnya menegang. Meski pikirannya ingin menolak, tubuh Alisa mengkhianatinya. Napas hangat Dirga yang menerpa wajah dan pagutan lembut di bibirnya perlahan meluluhkan Alisa dalam hitungan detik. Dia nyaris menutup mata dan membuka bibir kalau tidak mendengar suara di luar kamarnya. “Uncle! Uncle ada di mana?” Seolah tersadarkan, Dirga melepa
آخر تحديث: 2026-04-21
Chapter: Bab 145 Sudah Apa?
A/n: Tentang tiba2 ada Leo di kamar Alisa …, . . Itu . . April Mop he he he. Sowyyy **** ‘Hahhhhhhh.’ Alisa mengembuskan napas panjang sesaat setelah terbangun dari mimpi buruknya. Itu benar-benar sama buruknya ketika dia memimpikan malam kematian orang tuanya. Mengingat apa yang Leo ucapkan di dalam mimpi memang mengerikan. Menyingkirkan … Dirga? Oh, tidak. Napas Alisa sedikit tersengal dan bulir-bulir keringat sebesar biji jagung membasahi keningnya. Rasa cemas dan takut bercampur menjadi satu. Dia juga tak mengerti, kenapa bisa memimpikan hal tersebut. ‘Apa karena cerita Kak Erick?’ pikirnya yang merasa langsung terhubung kesana. Mata besarnya terpejam lalu kembali terbuka. Dia masih berusaha mengatur napasnya sambil menyadari bahwa dirinya masih berada di kamar Dirga. Demi memastikan itu semua hanyalah bunga tidur, kepalanya menoleh ke sisi sebelah tempat Dirga berbaring tadi malam. Alih-alih pria itu ada di sana, Alisa menemukan sisi ranjang tidurnya
آخر تحديث: 2026-04-03
قد تعجبك أيضًا
My Husband's Cool President
My Husband's Cool President
Romansa · Novelia prasojo
4.0K وجهات النظر
KALI KEDUA
KALI KEDUA
Romansa · Nahla Farisya
4.0K وجهات النظر
Bisakah Untuk Tidak Memilih
Bisakah Untuk Tidak Memilih
Romansa · Resky Armitasari
4.0K وجهات النظر
You And Me
You And Me
Romansa · Tri Setyorini
4.0K وجهات النظر
Istri Bayaran Sang Opa Menawan
Istri Bayaran Sang Opa Menawan
Romansa · Naffa Aisha
4.0K وجهات النظر
Rasa
Rasa
Romansa · Zahrazara
4.0K وجهات النظر
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status