Chapter: Detak Jantung yang Kutakutkan HilangPOV AngelaKelopak mataku terasa begitu berat.Butuh beberapa kali usaha sebelum akhirnya berhasil kubuka perlahan.Langit-langit putih mulai terlihat jelas di atas sana.Selama beberapa detik aku hanya menatapnya, tidak benar-benar mengerti di mana aku berada.Sinar matahari yang hangat menembus celah tirai, menyelimuti ruangan asing itu dengan cahaya lembut.Aku berkedip beberapa kali hingga pandanganku akhirnya benar-benar fokus.Lalu semuanya kembali memenuhi ingatanku.Ian telah menculikku.Kami melarikan diri dengan mobil.Kecelakaan itu.Bayiku.Jantungku langsung mencelos.Refleks, tanganku bergerak menuju perutku.Namun baru sedikit bergerak, rasa nyeri yang tajam menjalar dari bahu hingga tulang rusukku.Aku terkesiap pelan.Baru saat itulah kusadari ada infus yang terpasang di punggung tanganku. Pelipisku terasa tertarik oleh balutan perban, sementara seluruh tu
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: Suara yang KukenalPOV AngelaAir mataku hampir jatuh, tetapi kutahan sekuat mungkin.Saat itulah pintu kamar terbuka begitu saja.Salah satu pria bertubuh tinggi bergegas masuk. Napasnya memburu, wajahnya tegang.Ian langsung menoleh dengan kesal karena gangguan itu."Apa?"Nada suaranya tajam."Kau sudah membeli makanannya?""Belum, Tuan."Pria itu sempat melirik ke arahku sebelum kembali menatap Ian."Kami mendapat informasi kalau polisi sudah bergerak. Mereka berhasil menemukan tempat ini."Dadaku langsung mengencang. Polisi...Harapan yang tadi nyaris padam kembali menyala.Aku berharap mereka akan menemukanku di sini. "Kita harus pergi sekarang," lanjut pria itu.Ian tidak tampak terkejut. Dia hanya mengangguk singkat, lalu mengalihkan tatapannya padaku. "Sepertinya kita harus pindah," katanya tenang. Aku menggeleng tegas."Aku tidak akan ikut denganmu."Rahang Ian langsung mengeras."Apa yang baru saja kau katakan?" suaranya nyaris seperti geraman."Aku bilang aku tidak ikut."Dalam dua langk
Terakhir Diperbarui: 2026-07-23
Chapter: Di Bawah PengawasannyaPOV AngelaAku tidak tahu sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri.Kesadaranku perlahan kembali saat suara seorang pria terdengar samar di telingaku."Tuan... jika Nyonya Bennett tahu tentang ini, dia pasti tidak akan setuju."Lalu suara pria lain terdengar."Aku tidak butuh persetujuannya."Hening beberapa detik."Sekarang pergi. Dan jangan pernah mempertanyakan perintahku lagi.""Baik, tuan."Aku mendengar suara langkah kaki menjauh.Lalu terdengar bunyi pintu yang terbuka dan kembali tertutup.Aku berusaha membuka mata.Pandanganku masih buram.Hal pertama yang kulihat saat penglihatanku akhirnya fokus adalah Ian Bennett.Dia duduk di sebuah kursi beberapa langkah dariku, menatapku dalam diam.Jantungku nyaris berhenti berdetak.Aku mencoba menggerakkan tubuhku tetapi tidak bisa.Kepanikan langsung menyergapku saat menyadari kedua pergelangan tangan
Terakhir Diperbarui: 2026-07-18
Chapter: Dia Datang MencarikuPOV AngelaSudah lebih dari sebulan sejak aku meninggalkan Los Angeles. Bersamaan dengan kepergianku dari kota itu, aku juga meninggalkan kehidupan yang selama ini kubangun sebagai seorang aktris.Kebencian itu tidak pernah benar-benar berhenti.Sesekali, aku masih membuka media sosialku, hanya untuk menemukan gelombang komentar kejam yang kembali memenuhi layar.Entah sejak kapan, semua itu berhenti menyakitiku.Lalu, pada suatu pagi, sebuah berita utama yang kubaca membuatku membeku.Evelyn Tewas. Ian Bennett Ditetapkan sebagai Tersangka Utama.Menurut laporan, Ian menghilang sebelum polisi sempat menangkapnya dan kini menjadi buronan."Angela."Suara Beth membuyarkan lamunanku.Aku segera mengunci layar ponsel dan meletakkannya di atas meja tamu.Selama sebulan terakhir, Beth tetap menemaniku.Entah sudah berapa kali aku mengatakan bahwa dia tidak perlu tinggal bersamaku, tetapi dia selalu menolak meninggalkanku sendirian.Sekarang kami tinggal di sebuah kota kecil di dekat Eureka,
Terakhir Diperbarui: 2026-07-14
Chapter: Jebakan Sang Pemburu (POV Aaron)POV AaronJarum jam di sudut ruang kerja menunjukkan pukul 12.47 malam.Aku mengusap pelipis sambil membaca halaman terakhir laporan ketika ponselku yang tergeletak di meja bergetar pelan.Satu pesan masuk. Bisakah kita bertemu?Aku menatap nama pengirimnya beberapa detik.Akhirnya.Aku membalas singkat.Besok pagi. Tempat yang sama.***Keesokan paginya mobil hitamku berhenti di sebuah jalan yang masih sepi.Matahari baru saja terbit. Kabut tipis masih menggantung di antara deretan bangunan industri yang belum mulai beroperasi.Aku melirik jam tangan.Tepat waktu.Beberapa detik kemudian, seorang pria berpakaian serba hitam dengan topi menutupi wajahnya berjalan mendekat.Dia membuka pintu penumpang dan langsung masuk.Pintu kembali tertutup.Pria itu mengeluarkan sebuah USB flash drive dari sakunya dan meletakkannya di atas konsol tengah."Aku harap kau menepati janjimu."Aku mengambil benda kecil itu."Apa ini?""Bukti yang bisa menghancurkan Ian Bennett."Aku membolak-balik USB i
Terakhir Diperbarui: 2026-07-09
Chapter: Hampir Tertangkap (POV Ian)POV IanBeberapa hari berlalu.Setiap pagi, berita tentang Evelyn masih menghiasi halaman utama media. Para analis terus berspekulasi. Polisi berkali-kali memberikan pernyataan kepada media, tetapi belum ada jawaban yang benar-benar pasti.Aku membaca semuanya.Mereka hanya menebak-nebak.Tidak ada satu pun yang mendekati kebenaran.Menurut perkembangan terbaru, penyidik belum menemukan bukti yang mengarah pada tindak pidana. Untuk saat ini, mereka masih memperlakukan kematian Evelyn sebagai dugaan kecelakaan sambil melanjutkan penyelidikan.Bagus.Aku menyandarkan tubuh ke kursi.Selama mereka terus melihat ke arah yang salah, aku tidak punya alasan untuk khawatir.Aku juga sudah menyuruh Ashton membersihkan semua bukti yang bisa mengaitkan kasus ini padaku.Sudut bibirku terangkat tipis.Malam ini, keluarga Bennett akan mengumumkan pemimpin baru perusahaan.Begitu semuanya jatuh ke tan
Terakhir Diperbarui: 2026-07-03
Chapter: Kekuatan Cinta (The End)"Apa?" Daniel terkesiap, matanya membulat karena terkejut mendengar ucapan Emily tetapi sesaat kemudian senyum tipis terukir di bibirnya. Dia mendekat, berjongkok di hadapan Emily yang duduk di kursi roda, hingga pandangan mereka bertemu.Daniel menjentikkan jari telunjuknya, menyentuh kening Emily. "Ah, sakit! Apa yang kamu lakukan?" Emily mengerutkan kening, sedikit kesal."Menghukum seseorang yang selalu berpikiran tidak-tidak," jawab Daniel. "Dari mana kamu mendengar bahwa aku telah menikah dengan Alice?" tanya Daniel, tatapan mata birunya yang dalam dan teduh membuat jantung Emily berdebar kencang. Daniel memang sangat tampan, pesonanya tak pernah pudar.Emily terdiam, terpana sesaat. "Ehmm," gumamnya, berusaha membasahi kerongkongannya yang terasa kering. "Aku mendengarnya ketika Alice mengunjungiku saat itu. Maria memberikan selamat pada Alice atas pernikahannya."Mendengar ucapan Emily, Daniel tertawa begitu lebar, suaranya bergema di ruangan itu. "Kamu berpikir bahwa aku yan
Terakhir Diperbarui: 2024-10-28
Chapter: Perjalanan Panjang untuk KembaliSinar matahari pagi menyelinap melalui celah tirai saat Emily perlahan membuka matanya. Kelopak matanya terasa berat. Dia mengerjap, mencoba menyesuaikan penglihatannya. Perlahan, dia bisa melihat dinding berwarna putih bersih.'Di mana aku? Apa yang terjadi?' batin Emily. Sebuah perasaan aneh mencengkeram hatinya. Dia merasa kosong, seperti kehilangan sesuatu yang penting. Air mata membasahi pipinya, kesedihan terasa menyesakkannya, tetapi dia tidak mengerti apa yang terjadi padanya. Dia tidak lagi mengingat dirinya yang tersesat di hutan dan bertemu dengan ayah kandungnya, Thomas. Mesin-mesin di samping tempat tidurnya berdengung pelan, bunyi bipnya yang berirama menjadi pengingat konstan akan keadaannya yang rapuh. Grafik di monitor melacak naik turun detak jantungnya. Sebuah infus terpasang di lengannya, cairan bening mengalir perlahan, membantu tubuhnya yang lemah. Alat bantu pernapasan menyertai setiap hela napasnya yang terasa berat. "Selamat atas pernikahanmu, Nyonya Alice,
Terakhir Diperbarui: 2024-10-24
Chapter: Pengorbanan Seorang AyahEntah sudah berapa lama Emily berjalan mengitari hutan itu, tak tentu arah. Tidak ada satu pun yang menjawabnya, tidak ada satu pun yang mendengarnya, tidak ada satu pun yang mengenalnya. Air mata terus membasahi pipi Emily. Dia ingin kembali, ingin mengakhiri semua penderitaan yang terasa menyesakkan di hatinya. Dia kelelahan, tetapi dia terus memaksa dirinya untuk berjalan maju tanpa tujuan. "Emily," suara kasar seorang pria memecah kesunyian. Akhirnya ada yang mengenalnya di hutan itu dan memanggilnya. Emily menoleh, jantungnya berdebar kencang, dan melihat sesosok pria muncul dari balik pepohonan. Mata pria itu menyimpan kesedihan yang mendalam. Wajahnya, kasar tetapi menyimpan kelembutan yang familiar. Saat mata mereka bertemu, Emily terbelalak tak percaya karena apa yang dilihat di depan matanya tak lain adalah ayah kandungnya sendiri, Thomas. "Bagaimana... bagaimana kamu bisa ada di sini?" Rasa terkejut dan kebingungan berputar-putar di kepala Emily. Dia tak mampu memahami a
Terakhir Diperbarui: 2024-10-22
Chapter: Aku Hanya Ingin Pulang Hawa dingin rumah sakit mencengkeram Daniel, menusuknya hingga ke tulang. Sudah berjam-jam Emily terbaring di ruang gawat darurat, menyiksa Daniel dengan ketakutan dan ketidakpastian. Pandangannya tertuju pada pintu ruang gawat darurat, berharap sebuah keajaiban akan muncul dari baliknya. "Aku mohon bertahanlah, Emily," bisik Daniel, suaranya serak menahan kepedihan. "Takdir itu tidak boleh terjadi," gumam Daniel, tangannya mengepal erat. "Kamu tidak boleh meninggalkanku."Bayangan masa depan yang suram menelan Daniel, mencekiknya dengan rasa takut. Tujuh tahun hidup tanpa Emily sudah menjadi siksaan baginya, bagaimana jika dia harus kehilangannya selamanya? Daniel tidak bisa membayangkan itu, sebuah mimpi buruk yang tak ingin dia jalani. Dia terjebak dalam kesedihan dan penyesalan, terhantui oleh kenangan indah yang kini terasa begitu jauh. "Bagaimana keadaan Emily?" Suara itu, panik dan cemas, mengagetkannya. Daniel mengangkat kepalanya, matanya berkaca-kaca, tatapannya kosong.
Terakhir Diperbarui: 2024-10-16
Chapter: Jatuhnya AnthonyAnthony dengan keringat dingin yang menetes di pelipisnya, berlari menuju pintu belakang. Dia berhasil mencapai mobil yang sudah disiapkan, jantungnya berdebar kencang. Dia langsung melompat masuk dan menghidupkan mesin mobil. Mobil itu melesat meninggalkan gudang yang kini dipenuhi asap dan teriakan. Mobil polisi dengan lampu merah-biru berkedip-kedip seperti mata predator, mengejarnya dari belakang. Sirene meraung-raung, mengiris keheningan."Sial!" desis Anthony, tangannya menggenggam setir erat, keringat dingin membasahi telapak tangannya. Dia menginjak pedal gas, mobilnya meraung, melaju kencang di jalan yang lumayan ramai. Anthony melirik spion, melihat mobil polisi yang mengejarnya semakin dekat. Jantungnya berdebar kencang, namun dia harus mengendalikan dirinya agar tidak panik. Dia harus lolos. Matahari sore menyinari jalanan, membuat bayangan panjang di aspal. Anthony meliuk-liuk di jalanan, menghindari mobil-mobil lain yang melaju dengan kecepatan normal.Setelah beberap
Terakhir Diperbarui: 2024-10-09
Chapter: Pengorbanan Cinta"Bos!" teriak salah satu anak buah Anthony, wajahnya pucat pasi setelah menerima telepon dan mendengar suara di seberang yang terdengar panik, memberitahukan tentang penangkapan operasi mereka. "Barang-barang kita... polisi sudah mengamankan semuanya!""Sialan!" Anthony menggeram.Tatapan Anthony lurus menusuk ke arah Daniel yang berdiri tenang di hadapannya, senyum kemenangan jelas terukir di bibirnya. "Apakah ini juga kerjaanmu?" desis Anthony, suaranya bergetar menahan amarah yang siap meledak. Daniel mengangkat bahu, senyumnya tipis, sebuah ejekan dingin yang terukir di bibirnya. Tindakannya, penuh penghinaan, seolah membenarkan bahwa dia adalah dalang di balik kehancuran rencana Anthony. "Kamu sebaiknya pensiun dari bisnis gelapmu. Beristirahatlah dan terima hukumanmu sekarang."Anthony mengepalkan tangannya, urat-urat di tangannya menonjol. Kebencian membara di matanya, menggerogoti sisa-sisa kesabarannya.Sementara itu, di luar gudang, petugas polisi, bersenjata senapan dan p
Terakhir Diperbarui: 2024-10-03