author-banner
Gita Putri
Gita Putri
Author

روايات بقلم Gita Putri

Dekapan Hangat Musuh Kakakku

Dekapan Hangat Musuh Kakakku

Siska harus terjebak oleh Musuh dari Kakaknya dan gilanya, pria dengan nama Arga itu mengetahui semua kekurangan Siska membuat Siska benar-benar menyerah dibawah kendali Arga. Mampukah Siska terlepas dari jerat Arga yang mematikan atau ia tenggelam dalam permainan musuh Kakaknya itu?
قراءة
Chapter: Bab 32
Kabut tebal yang menyelimuti perairan luar gua mendadak pecah oleh deru mesin helikopter tempur yang terbang rendah di atas permukaan laut. Suara baling-baling raksasa itu memantul di dinding batu gua bawah tanah, menciptakan getaran hebat yang merambat hingga ke dek kapal tempat Arga dan Siska berada.​Siska, yang baru saja pulih dari gelombang orgasmenya di atas dasbor kokpit, seketika tersentak bangun. Matanya yang sayu melebar karena panik, menatap layar radar sekunder yang mendeteksi sinyal tak dikenal menyusup masuk ke zona larangan udara pulau.​"Arga... suara apa itu? Helikopter?!" pekik Siska, suaranya gemetar ketakutan saat ia menarik jas taktis Arga lebih erat menutupi tubuh polosnya. "Apakah... apakah masih ada pasukan Rendy yang lain?"​Arga mendengus dingin. Ia bangkit dari kursi kendali, memperlihatkan tubuh atletisnya yang basah oleh keringat. Tanpa sedikitpun rasa gentar, ia menyeringai, menatap layar monitor dengan tatapan penuh nafsu darah yang bercampur dengan ga
آخر تحديث: 2026-07-29
Chapter: Bab 31
Lampu neon di ruang interogasi bawah tanah itu berkedip perlahan sebelum akhirnya padam sepenuhnya, menyisakan kegelapan yang pekat. Arga melangkah keluar dari ruangan kedap suara itu sambil mendekap tubuh Siska yang sudah tak berdaya. Di belakang mereka, dua pria pengikut Rendy yang telah pingsan akibat gas penenang dibiarkan tergeletak di dalam sel baja.​Arga membawa Siska melewati koridor bawah tanah yang panjang, menuju sebuah area tersembunyi yang belum pernah Siska lihat sebelumnya, docks bawah tanah rahasia, sebuah gua alam yang diubah menjadi dermaga modern berkonektivitas tinggi, tempat beberapa kapal cepat militer dan satu kapal selam taktis bersandar di air laut yang hitam dan tenang.​Suara gema air yang beriak menghantam dinding batu gua menciptakan suasana yang dingin dan mencekam. Arga menurunkan Siska di atas kursi kemudi kulit dari kapal pesiar mini yang berlabuh di sudut gua.​Siska membuka matanya yang sayu, menarik jas taktis Arga yang masih longgar membungkus tu
آخر تحديث: 2026-07-15
Chapter: Bab 30
Sinar matahari pagi yang menembus celah-celah tirai sutra vila Arga seolah menjadi ironi bagi kondisi Siska yang masih tergeletak lemas di atas ranjang. Tubuhnya terasa mati rasa, namun jiwanya tetap terikat kuat dalam gravitasi pria yang kini duduk di sisi ranjang, menyesap kopi hitam dengan ketenangan yang menakutkan.​Arga meletakkan cangkir porselen itu dengan bunyi denting pelan yang justru terdengar seperti guntur bagi telinga Siska yang peka. Ia tidak lagi mengenakan pakaiannya, kini, Arga tampil dengan jubah sutra hitam yang longgar, memberikan kesan penguasa yang baru saja menyelesaikan ritual pembantaiannya.​"Bangun, Siska," suara Arga memecah kesunyian kamar. "Hari ini kita punya tamu. Atau lebih tepatnya, sisa-sisa pengikut kakakmu yang masih berniat menantang otoritas kita di pulau ini."​Siska mencoba menggerakkan tubuhnya, namun rasa nyeri yang menyengat di pangkal paha membuatnya meringis. "Tamu? Arga, kau baru saja meledakkan kapal Rendy. Apa lagi yang kau inginkan?
آخر تحديث: 2026-07-08
Chapter: Bab 29
Badai di luar vila berangsur-angsur mereda, meninggalkan suara sisa rintik hujan yang mengetuk dinding kaca kamar utama dengan ritme yang monoton. Di depan perapian yang kini hanya menyisakan abu hangat dan bara jingga yang redup, Siska berbaring telentang di atas karpet bulu domba. Seluruh tubuhnya terasa seperti dilelehkan, otot-ototnya lemas, dan setiap tarikan napasnya terasa berat, meninggalkan jejak kepuasan yang terlampau pekat di dada dan intinya.​Arga berdiri di atasnya, menatap mahakarya penaklukannya dengan sepasang mata yang masih berkilat lapar. Pria itu tidak tampak lelah sedikitpun. Struktur tubuhnya yang kokoh terbalas cahaya temaram fajar yang mulai menyembul dari balik awan badai. Ia meraih sebuah botol kaca gelap dari atas meja kayu, bukan lagi minyak aromaterapi, melainkan sebuah ramuan khusus berminyak dengan aroma mint dan mawar yang pekat, penawar baru yang sengaja dirancang oleh tim medis pribadinya.​"Bangun, Siska. Permainan kita belum selesai hanya karen
آخر تحديث: 2026-07-07
Chapter: Bab 28
Setelah badai kepuasan yang mengunci takdir mereka di ruang kendali bawah tanah, Arga tidak membiarkan Siska berlama-lama di atas meja besi yang dingin. Dengan kelembutan seorang pemilik yang baru saja mengamankan harta paling berharganya, ia menyelimuti tubuh lemas Siska dengan jas taktisnya yang tebal, lalu menggendongnya kembali ke lantai atas.​Namun, kegilaan di pulau pribadi ini tidak pernah benar-benar tidur. Saat mereka melangkah kembali ke dalam kamar utama yang megah, badai tropis di luar pulau tiba-tiba pecah. Angin kencang menghantam dinding-dinding kaca tebal, dan suara petir menggelegar, membelah langit malam yang pekat dan menciptakan kilatan cahaya yang dramatis di dalam ruangan.​Arga meletakkan Siska di atas karpet bulu domba yang tebal di depan perapian yang menyala hangat. Cahaya jingga dari api menari-nari di atas kulit Siska yang masih berkeringat, memantul pada kalung platina dan permata safir di lehernya yang berkilau dingin.​"Arga... dengar suara badai itu,
آخر تحديث: 2026-06-24
Chapter: Bab 27
Setelah badai gairah yang melanda di tepian balkon saat matahari terbit, Arga membawa tubuh Siska yang sudah benar-benar mati rasa kembali ke dalam kamar. Namun, istirahat bagi Siska di bawah atap pria posesif ini hanyalah sebuah ilusi yang berumur pendek. Baru beberapa jam Siska tenggelam dalam tidur yang melelahkan, Arga sudah kembali berdiri di sisi ranjang. Kali ini, ia tidak mengenakan pakaian santai vila. Arga mengenakan kemeja taktis hitam ketat yang mencetak jelas lekuk tubuhnya yang kokoh dan berbahaya. ​Di tangannya, terdapat sebuah gaun sutra tipis berwarna merah menyala—warna yang sengaja Arga pilih untuk mengontraskan kulit putih Siska yang kini dipenuhi tanda kepemilikannya. ​"Bangun, permaisuriku," bisik Arga, suaranya yang bariton bergetar rendah di dekat telinga Siska. Tangannya yang besar dan kasar merayap masuk ke balik selimut, mencengkram pinggul Siska yang ramping dan menariknya dalam satu gerakan mudah. ​Siska melenguh, matanya yang sayu terbuka perla
آخر تحديث: 2026-06-23
Godaan Liar Mantan Kekasih

Godaan Liar Mantan Kekasih

[Mature Content 21+] Ruby tidak pernah menyangka kalau pada akhirnya ia harus kembali bertemu dengan Julian, pria yang ia tinggalkan begitu saja di masa lalu. Tentunya ada alasan kuat, mengapa Ruby harus meninggalkan Julian. Sedangkan Julian tidak terima atas kepergian Ruby hingga takdir harus mempertemukan mereka dengan cara yang rumit. Kini Ruby melamar pekerjaan dan ia dipertemukan langsung dengan Julian, pria yang tiba-tiba memaksanya untuk menjadi miliknya seutuhnya. Mantan kekasih yang kini terobsesi pada Ruby. "Kau akan jadi milikku seutuhnya, By!" tegas Julian.
قراءة
Chapter: 25. Tamat
****Hujan turun sejak dini hari.Langit kelabu seolah memahami bahwa satu kehidupan telah berakhir dengan cara yang tidak pernah benar-benar damai.Berita itu datang tanpa peringatan.Sebuah kecelakaan tunggal di jalan tol luar kota. Mobil hitam yang melaju terlalu cepat, kehilangan kendali, lalu menghantam pembatas jalan dengan keras. Api sempat membakar setengah bodi kendaraan sebelum akhirnya padam.Harley dinyatakan meninggal di tempat.Tidak ada saksi yang dapat dimintai keterangan panjang. Tidak ada pesan terakhir. Tidak ada penjelasan lain selain satu kalimat singkat dari kepolisian,[Kecelakaan fatal akibat kelalaian dan kecepatan tinggi.]Julian menerima kabar itu dalam diam.Ia tidak berteriak. Tidak memukul apa pun. Tidak pula menangis saat pertama kali mendengarnya. Ia hanya duduk lama di sofa apartemennya, menatap satu titik kosong, sementara Ruby berdiri di depannya dengan wajah pucat dan tangan gemetar.“Julian…” panggil Ruby pelan.Julian mengangkat wajahnya perlahan.
آخر تحديث: 2026-01-05
Chapter: 24. Harley berulah
****Hari berlalu…Suasana ruang utama Mansion Harley terasa mencekam. Lampu gantung kristal berpendar redup, memberikan bayangan keras di dinding. Harley berdiri sendirian di tengah ruangan, kedua tangannya mengepal, napasnya berat seakan membakar dada.Di meja depannya, terbentang foto-foto Ruby yang diambil diam-diam oleh orang suruhan Harley. Ruby tampak keluar dari apartemen Julian, bekerja, duduk di kafe, bahkan menangis di tepi jalan setelah pertengkaran besar antara Julian dan Harley sebelumnya.Harley membanting foto itu ke lantai.“Cukup!” serunya keras.Seorang tangan kanan, pria paruh baya bernama Marek, mendekat hati-hati.“Tuan Harley, apakah Anda yakin ingin melanjutkan rencana ini? Jika Tuan muda Julian mengetahuinya…”“Biarkan dia tahu!” Harley membentak. “Bagaimana bisa dia terlena sampai melawan Daddy nya sendiri hanya demi putri dari wanita yang paling aku sesali?” Marah Harley.Marek menunduk, tahu amarah tuannya tak bisa diganggu.Harley berjalan mondar-mandir
آخر تحديث: 2025-11-20
Chapter: 23. Konflik tak mudah berakhir
****Suara pecahan kaca terdengar sangat keras di ruang kerja Harley. Julian mendorong pintu hingga terbuka lebar, napasnya terengah, wajahnya gelap penuh amarah. Di belakangnya, dua penjaga yang tadi mencoba menahannya kini tergeletak setelah sempat didorong keras oleh Julian.Harley berdiri di belakang meja kerjanya, matanya menyipit dingin melihat putranya kembali datang dengan amarah yang tak kunjung padam.“Sudah berapa kali aku bilang padamu, Julian.” suara Harley tenang, namun penuh ancaman di balik suaranya, “…lepaskan perempuan itu sebelum hidupmu berakhir sia-sia.”Julian melangkah ke depan, menghantam meja Harley dengan kedua tangannya.“Dan sudah berapa kali juga aku bilang, jangan sentuh Ruby. Jangan dekati Ruby. Dan jangan pernah coba merusak hidupnya lagi.” marah Julian membalas.Harley tertawa kecil, sebuah tawa yang menyinggung dan meremehkan.“Kau berbicara seperti pria yang kehilangan akal karena seorang perempuan.” ucap Harley.“Karena aku memang kehilangan akal!
آخر تحديث: 2025-11-16
Chapter: 22. Kegilaan lagi
****Malam itu.Di dalam apartemen Julian, Ruby duduk di sofa dengan tubuh gemetar halus.Ia baru saja membaca artikel baru tentang dirinya, ditulis seolah ia adalah wanita berbahaya yang memanfaatkan pria kaya demi keuntungan pribadi.Sementara itu, Julian berdiri di belakangnya, kedua tangannya menggenggam kursi hingga buku jarinya memutih.“Aku bersumpah aku akan membuat mereka berhenti,” desis Julian dengan suara rendah.Ruby terkejut dan langsung berucap. “Julian kau tidak perlu…”“Kau pikir aku akan membiarkan siapapun menyentuhmu? Menginjakmu seperti ini?” marah Julian.Julian berjongkok di hadapannya, memegang wajah Ruby dengan kedua tangannya, memaksa perempuan itu menatapnya.“Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, Ruby.” ucap Julian.Ruby menggigit bibir, hatinya kacau.“Aku takut kau akan melakukan sesuatu yang membahayakan dirimu sendiri.” balas Ruby.Julian tersenyum tipis, senyum yang tidak tenang, senyum milik seseorang yang siap membakar dunia demi seseorang.
آخر تحديث: 2025-11-15
Chapter: 21. Kebencian yang mendalam
****Malam selanjutnya. Di balik dinding kaca besar ruang kerjanya, Harley berdiri menatap panorama kota.Namun di balik ketenangan itu, di dalam dirinya, badai baru saja dimulai.Ia masih bisa mendengar dengan jelas kata-kata Julian yang terngiang di kepalanya."Aku tidak akan menyerah, bahkan jika aku harus melawan darahku sendiri." Ucapan Julian mengganggu pikiran Harley.Harley mengatupkan rahangnya. Wajahnya yang tegas kini terlihat semakin dingin, hampir tanpa ekspresi. Tangannya menggenggam gelas kristal berisi whiskey, sementara matanya memantulkan cahaya kota dengan sorot penuh amarah dan kekecewaan.“Dia bahkan berani menantangku demi perempuan itu,” gumamnya lirih. “Perempuan yang seharusnya tidak pernah muncul di kehidupan kami lagi. Anak dari wanita sialan itu!” marah Harley.Pintu ruangan terbuka. Seorang pria paruh baya dengan setelan gelap melangkah masuk. Ia adalah Roberto, asisten pribadi sekaligus orang kepercayaan Harley selama lebih dari dua dekade.“Tuan, Anda
آخر تحديث: 2025-11-13
Chapter: 20. Cinta yang besar
****Pagi itu.Julian berdiri di depan jendela ruang kerjanya, menatap ke arah jalan dengan kedua tangan di saku celana. Wajahnya kaku, tatapannya dingin, dan matanya tak lagi memantulkan ketenangan. Ia tahu, sejak semalam Harley telah melangkah terlalu jauh. Menyentuh Ruby berarti menantang dirinya, bukan sebagai putra, tapi sebagai pria yang memiliki tekad untuk mempertahankan cintanya dengan segala cara.“Dia milikku Dad, kau bahkan tidak berhak memisahkan dia dariku apalagi meminta dia untuk pergi meninggalkanku!” Ucap Julian bergumam kecil.Ruby baru saja bangun dari tidurnya yang tidak tenang. Ia berdiri di ambang pintu, rambutnya terurai acak, wajahnya masih menunjukkan lelah. “Julian.” panggilnya pelan.Julian menoleh sedikit. Suaranya datar. “Kau sudah makan?” tanya Julian langsung.Ruby menggeleng. “Tidak. Tapi aku, ingin bicara denganmu tentang kejadian semalam.” ucap Ruby.Julian berbalik sepenuhnya, menatap Ruby tajam. “Tidak ada yang perlu dibicarakan. Mereka datan
آخر تحديث: 2025-11-12
قد تعجبك أيضًا
Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu
Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu
Romansa · Daun Jahe
3.7M وجهات النظر
Ah! Enak Mas Dokter
Ah! Enak Mas Dokter
Romansa · Dita SY
3.5M وجهات النظر
Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit
Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit
Romansa · Kacang Merah
3.5M وجهات النظر
Pernikahan yang Keliru : Istri Penuh Dosa
Pernikahan yang Keliru : Istri Penuh Dosa
Romansa · Sixteenth Child
3.1M وجهات النظر
Selamat Malam, Tuan Ares
Selamat Malam, Tuan Ares
Romansa · Yan an
3.0M وجهات النظر
Istri Lima Belas Ribu
Istri Lima Belas Ribu
Romansa · Nay Azzikra
2.7M وجهات النظر
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status