
Pernikahan Tanpa Cinta
DewasaDark RomanceDramaMiliarderPria DinginBos / CEOPerselingkuhanPengkhianatanPerceraian
Selama dua tahun menikah, Rosaline Atmadja hanya menyandang status sebagai istri di atas kertas. Damian Atmadja tak pernah mencintainya, tak pernah menyentuhnya, dan lebih memilih kembali ke pelukan wanita yang telah menjadi kekasihnya jauh sebelum perjodohan itu terjadi.
Ironisnya, wanita itu adalah Bianca Maheswara—istri dari Alexander Maheswara, pewaris konglomerat terbesar yang dikenal dingin, kejam, dan tak tersentuh.
Saat pengkhianatan itu menghancurkan harga dirinya, Rosaline memutuskan berhenti menjadi istri yang hanya diam menahan luka. Jika Damian memilih menghancurkan hidupnya, maka ia akan menghancurkan kebahagiaan mereka dengan caranya sendiri.
Namun, satu langkah yang seharusnya hanya menjadi awal balas dendam justru mengubah segalanya. Karena pria yang seharusnya paling mustahil untuk jatuh cinta... perlahan mulai menginginkan Rosaline menjadi miliknya.
Ketika cinta, pengkhianatan, dan balas dendam saling bertabrakan, siapa yang akan menyesali semuanya lebih dulu?
読む
Chapter: 12. Prioritasnya Bukan AkuPonsel yang tergeletak di atas meja dapur tiba-tiba bergetar. Nama Anna muncul di layar. Rosaline yang sedang menyiapkan bahan untuk memasak spontan melirik ke arah ruang keluarga. Damian masih duduk di sofa menghadap televisi. Alisnya sedikit berkerut.Aneh.Ini hari kerja.Kenapa Damian belum berangkat ke kantor?Selama dua tahun menikah, baru kali ini ia melihat pria itu masih berada di rumah menjelang siang.Apa jangan-jangan… karena dirinya?Rosaline buru-buru menggeleng pelan.Tidak mungkin.Ia yakin Damian memiliki alasan lain. Setelah memastikan pria itu masih fokus pada tayangan televisi, Rosaline segera mengangkat panggilan tersebut sambil meletakkan beberapa piring di atas meja makan.“Halo, Anna.”“Ya ampun, akhirnya kamu angkat juga!” suara Anna terdengar begitu lega. “Aku khawatir setengah mati. Dari semalam kamu nggak ngabarin sama sekali.”Rosaline tersenyum kecil. “Maaf ya. Nanti aku jelasin.”“Gimana semalam? Pria itu nggak kurang ajar sama kamu, kan?”Rosaline refle
最終更新日: 2026-08-04
Chapter: 11. Dua Pria, Dua PerasaanAlexander melangkah menyusuri lorong menuju kamar pribadinya. Namun, begitu tiba di depan pintu, langkahnya seketika terhenti. Tatapannya tertuju pada angka di pintu yang kini berubah menjadi 6.Alisnya langsung berkerut.Seketika ingatannya kembali pada kejadian semalam, saat Rosaline berkali-kali berusaha membuka pintu kamarnya.“Jangan-jangan…” gumamnya pelan. “Dia mengira kamar ini adalah kamar nomor enam.”Alexander perlahan mengalihkan pandangannya ke arah pintu lain yang memang bertuliskan angka 6. Keningnya semakin berkerut.Kalau Rosaline memang salah masuk kamar…Lalu pria yang sebenarnya ingin ditemuinya semalam berada di kamar nomor enam?Benarkah Rosaline sengaja memesan seorang pria dari klub ini?Pikiran itu membuat rahangnya mengeras. Tanpa membuang waktu, Alexander segera mengeluarkan ponselnya dari saku celana, lalu mengirim pesan singkat kepada Sean.> Sean, cari tahu siapa yang menempati kamar nomor 6 semalam.Setelah pesan itu terkirim, Alexander memasukkan kode a
最終更新日: 2026-08-03
Chapter: 10. Orang dari Masa LaluPagi akhirnya tiba. Cahaya matahari yang menembus celah tirai perlahan menyinari kamar itu. Alexander masih duduk di kursi yang berada di samping ranjang, tatapannya tak pernah lepas dari Rosaline yang masih terlelap dengan napas teratur.Semalaman ia tidak memejamkan mata sedikit pun.Efek obat yang mengalir di tubuhnya sempat membuat seluruh tubuhnya terasa panas, bahkan kemeja hitam yang dikenakannya telah basah oleh keringat. Namun Alexander memilih mengabaikan semuanya. Baginya, memastikan Rosaline baik-baik saja jauh lebih penting daripada memedulikan dirinya sendiri.Dalam keheningan, Alexander meraih ponsel yang terletak di atas nakas. Jemarinya segera mengetik sebuah pesan untuk Tama.> Datang ke kamar VIP nomor 9 di Noir Éclipse Club. Bawakan satu setel pakaian untukku dan satu gaun wanita yang sopan. Jangan biarkan siapa pun tahu kau ke sini.Tak lama kemudian, pesan itu terkirim.Baru saja Alexander hendak meletakkan kembali ponselnya, terdengar suara lirih dari atas ranja
最終更新日: 2026-07-26
Chapter: 9. Kamar Nomor EnamTiga gelas cocktail yang diminumnya mulai menunjukkan efeknya. Kepala Rosaline terasa sedikit berat, pipinya memerah, bahkan pandangannya mulai mengabur. Meski begitu, ia masih berusaha mempertahankan kesadarannya.Tak lama kemudian, pelayan yang tadi dipanggil Anna kembali menghampiri mereka sambil membawa sebuah kartu akses.“Maaf sudah menunggu, Kak. Kamarnya sudah siap.”Anna langsung tersenyum puas. “Bagus.”Pelayan itu menyerahkan kartu tersebut kepada Rosaline. “Kamar nomor enam, Kak.”Rosaline menatap kartu di tangannya beberapa detik. Jantungnya tiba-tiba berdegup semakin cepat. Baru sekarang ia benar-benar menyadari apa yang akan dilakukannya malam ini.Anna yang melihat sahabatnya hanya diam langsung menyenggol bahunya pelan. “Nah… semangat, ya.”Rosaline hanya mampu tersenyum kecil. Entah karena gugup atau karena alkohol yang mulai menguasai tubuhnya.Pelayan itu kembali bertanya dengan sopan, “Kalau Kakak mau, saya bisa mengantar sampai ke depan kamar.”“Nggak usah.” Rosa
最終更新日: 2026-07-25
Chapter: 8. Noir Éclipse ClubSekitar empat puluh menit kemudian, mobil Anna akhirnya berhenti di depan Noir Éclipse Club. Cahaya lampu neon berwarna biru dan ungu menghiasi bagian depan bangunan mewah itu, sementara deretan mobil sport dan mobil-mobil mewah memenuhi area parkir. Rosaline mengangkat wajahnya, menatap papan nama klub itu beberapa saat. “Inikah tempatnya?” tanyanya pelan. Anna mengangguk sambil tersenyum lebar. “Tenang aja. Kita cuma bersenang-senang malam ini.” Rosaline menarik napas panjang sebelum akhirnya mengikuti langkah Anna memasuki klub. Begitu pintu terbuka, dentuman musik langsung memenuhi indera pendengarannya. Lampu-lampu berwarna-warni bergerak mengikuti irama, membuat seluruh ruangan dipenuhi suasana yang begitu hidup. Para tamu tampak menikmati malam mereka, sebagian menari di tengah lantai dansa, sebagian lagi duduk di sofa sambil berbincang dan menikmati minuman. Rosaline tanpa sadar mengerutkan kening. Ini adalah pertama kalinya ia menginjakkan kaki di tempat seperti ini. Lam
最終更新日: 2026-07-21
Chapter: 7. Malam yang Tak BiasaMalam itu, Rosaline sudah kembali berada di rumah. Ia berdiri seorang diri di ruang tengah, menunggu Anna yang berjanji akan menjemputnya. Penampilannya kini benar-benar berbeda. Dress berwarna merah pekat membalut tubuhnya dengan anggun, sementara rambut panjang yang telah ditata bergelombang tergerai indah di balik punggungnya. Riasan tipis menghiasi wajahnya, membuat kecantikannya semakin terpancar tanpa terlihat berlebihan. Rosaline memang belum terlalu mahir menggunakan riasan. Namun, sentuhan sederhana itu saja sudah cukup mengubah penampilannya. Kulitnya tampak lebih cerah, matanya terlihat semakin hidup, dan bibirnya yang dihiasi lipstik bernuansa lembut menambah kesan elegan. Siapa pun pria yang melihatnya malam ini, mungkin akan menoleh lebih dari sekali. Namun, semua perubahan itu sama sekali tidak mampu menghapus kesedihan di dalam hatinya. Perlahan, pandangannya beralih ke sebuah bingkai foto pernikahan yang terpajang rapi di ruang tengah. Jemarinya tanpa sadar menggen
最終更新日: 2026-07-20